By. Triana S Purwanto, M.Keb
By. Triana SP, M.Keb 1
DEFINISI
• Kunjungan ulang adalah kunjungan selama hamil
yang dilakukan setelah kunjungan kehamilan
pertama sampai memasuki persalinan.
By. Triana SP, M.Keb 2
TUJUAN KUNJUNGAN ULANG
1. Melakukan deteksi dini komplikasi kehamilan.
2. Mempersiapkan kelahiran dan kemungkinan
kegawatdaruratan.
3. Pemeriksaan fisik yang terfokus.
By. Triana SP, M.Keb 3
A. MENGEVALUASI PENEMUAN MASALAH
• Sebelum melakukan pemeriksaan, seorang bidan
hendaknya meninjau data pasien pada kunjungan
awal untuk mendapatkan informasi mengenai:
1. Biodata ibu
2. Usia kehamilan
3. Riwayat obstetri
4. Riwayat perawatan medis
By. Triana SP, M.Keb 4
5. Riwayat kehamilan
6. Riwayat Keluarga
7. Hasil pemeriksaan fisik awal
8. Pemeriksaan panggul awal
9. Pemeriksaan laboratorium
By. Triana SP, M.Keb 5
Pengkajian Data
Fokus
Riwayat
Deteksi
ketidaknyamanan
Pemeriksaan
Laboratorium
Pemeriksaan
Fisik
Mengembangkan Rencana
sesuai dengan Kebutuhan
dan Perkembangan
Kehamilan
By. Triana SP, M.Keb 6
Menayakan bagaimana perasaan pasien sejak
kunjungan terakhirnya
Menanyakan apakah pasien mempunyai pertanyaan
atau kekhawatiran yang timbul
sejak kunjungan terakhir
Mendapatkan informasi tentang keluhan-keluhan
lazim/yang biasa dialami ibu hamil
Mendapatkan riwayat kehamilan ibu dan
mendengarkan dengan teliti apa yang diceritakan ibu
Selama pengambilan riwayat, bidan tetap membina
hubungan saling percaya dengan ibu dan keluarga
Menanyakan gerakan janin dalam 24 jam terakhir
Riwayat
By. Triana SP, M.Keb 7
Menanyakan keluhan -
keluhan yang biasa dialami
oleh ibu hamil
Menanyakan kemungkinan
tanda - tanda bahaya yang
dialami oleh ibu
Deteksi ketidaknyamanan
By. Triana SP, M.Keb 8
 Kesimpulan kunjungan sebelumnya berupa:
1. Masalah pada kunjungan sebelumnya
2. Jenis penanganan
3. Jenis pengobatan
4. Hasil pemeriksaan laboratorium ta perl
5. Ada/tidaknya pmx lanjutan
 Masalah dan aspek khusus berhub.dg kehamilan skr
By. Triana SP, M.Keb 9
B. PEMERIKSAAN PD KUNJUNGAN
ULANG
• Riwayat dasar kunjungan ulang
Deteksi setiap gejala/indikasi
keluhan/ketidaknyamanan yg mungkin dialami
bumil.
Pada kunjungan ulang perlu dikaji informasi:
1. Gerakan janin
2. Tanda bahaya kehamilan
3. Ketidaknyamanan yg dialami
4. Kekhawatiran yg mungkin dialami
By. Triana SP, M.Keb 10
 Berat Badan
 Pemeriksaan tekanan darah
 Mengukur TFU dengan tangan (>12 minggu) atau dengan
pita ukur (>22 minggu)
 Melakukan palpasi abdomen untuk mendeteksi adanya
kemungkinan kehamilan Ganda, serta mengetahui
presentasi, letak, posisi dan penurunan kepala (jika UK > 36
minggu)
 Memeriksa DJJ (dengan fetoskop kalau >18 minggu)
 Melakukan pemeriksaan fisik seperlunya saja
Pemeriksaan Fisik
By. Triana SP, M.Keb 11
Berat Badan ibu
• Berat badan sebelum kehamilan serta pertambahan
berat badan selama kehamilan perlu dalam
perkembangan janin.
• Kenaikan berat badan selama kehamilan berkisar 11 –
12 kg.
• Kenaikan berat badan yang tidak memadai merupakan
cerminan dari defisit nutrisi, gangguan kesehatan atau
kadar hormon tubuh yang tidak sepadan dengan
proses anabolisme.
• Kenaikan berat badan dan penambahan tinggi fundus
uteri harus diamati secara ketat selama kehamilan.
By. Triana SP, M.Keb 12
Tekanan Darah
• Tekanan darah mencerminkan keadaan sirkulasi maternal
dan tekanan perfusi darah ke jaringan tubuh . Dalam
keadaan normal MAP-Mean Arterial Pressure pada
trimester II sedikit lebih rendah dari nilai sebelum
kehamilan atau awal kehamilan.
• MAP = Tekanan Diastolik + 1/3 (Tekanan Sistolik – Tekanan
Diastolik )
• Pada trimester III, tekanan darah pada posisi telentang yang
lebih tinggi dibandingkan posisi miring merupakan
pertanda adanya ancaman akan terjadinya penyakit
hipertensi. Dalam keadaan normal, pada posisi telentang
tekanan darah justru lebih rendah dibandingkan posisi
miring kekiri.
By. Triana SP, M.Keb 13
Tinggi fundus uteri
• Jarak fundus uteri diukur dengan pita pengukur (dari
tepi atas simfisis sampai puncak fundus uteri ) .
• Perkiraan tinggi fundus uteri diperiksa melalui
palpasi abdomen (Leopold I).
By. Triana SP, M.Keb 14
Detik jantung janin
• Detik Jantung Janin dapat didengarkan dengan
Doppler.
• Pemeriksaan DJJ meliputi frekuensi, akselerasi atau
deselerasi atau keteraturan dengan menggunakan
alat kardiotokografi atau diperkirakan secara
tradisional dengan menggunakan fetoskop (dihitung
sebanyak 3 kali dalam jangka waktu 5 detik dan jeda
selama 5 detik di kalikan 4)
By. Triana SP, M.Keb 15
Pemeriksaan presentasi dan posisi janin
• Pasien diminta mengosongkan kandung kemih dan
kemudian diminta untuk berbaring telentang dengan
lutut semifleksi.
• Dilakukan pemeriksaan palpasi abdomen dengan
tehnik LEOPOLD
By. Triana SP, M.Keb 16
BATASAN LETAK JANIN
• Letak : Hubungan antara sumbu panjang ibu dengan
sumbu panjang janin
Misal : Letak lintang , letak memanjang , letak oblique
• Sikap : Fleksi atau defleksi ( dalam keadaan normal semua
persendian janin intrauterin dalam keadaan fleksi )
By. Triana SP, M.Keb 17
• Presentasi : Bagian terendah janin (presentasi
kepala , presentasi sungsang)
• Posisi : Orientasi dari bagian janin
(denominator) dengan panggul ibu
Ubun kecil kiri depan , sacrum kiri melintang ,
dagu kanan depan dsb nya
• Denominator :
1.Ubun ubun kecil pada presentasi belakang
kepala
2.Sacrum pada presentasi sungsang
3.Dagu pada presentasi muka
By. Triana SP, M.Keb 18
PALPASI ABDOMEN PERLIMAAN UNTUK
MENENTUKAN DERAJAT DESENSUS
By. Triana SP, M.Keb 19
Pada pemeriksaan palpasi abdomen , seorang
pemeriksa harus dapat menjawab 6 pertanyaan
penting
1. Apakah tinggi fundus uteri sesuai dengan
perkiraan usia kehamilan?
By. Triana SP, M.Keb 20
2. Apakah janin berada pada letak memanjang?
By. Triana SP, M.Keb 21
3. Bagaimana presentasi janin dalam uterus?
• Presentasi adalah bagian terendah janin yang menempati
bagian bawah uterus.
• Pada kehamilan sekitar 30 minggu , 25%janin berada pada
presentasi sungsang.
• Setelah kehamilan 32 minggu, janin normal akan berada
pada presentasi kepala
By. Triana SP, M.Keb 22
4. Apakah janin berada pada presentasi vertex
(belakang kepala)?
• Fleksi kepala sempurna
• Dagu menempel bagian
depan dada
• Bagian terendah subocciput
• Presentasi normal pada
persalinan fisiologis per
vagina.
By. Triana SP, M.Keb 23
• kelainan sikap defleksi : Hiperekstensi
kepala
• Bagian terendah janin muka
• Denominator : dagu
• Pada dagu posterior tidak mungkin
terjadi persalinan spontan pervaginam
pada janin aterm
By. Triana SP, M.Keb 24
5. Bagaimana posisi janin
• Posisi adalah hubungan antara bagian terendah
janin (denominator ) dengan panggul ibu
• Bila janin pada posisi posterior ( occiput berputar
kearah sacrum dan muka janin berputar kedepan )
maka persalinan akan berlangsung lebih lama
By. Triana SP, M.Keb 25
• Pada presentase belakang kepala (vertex) yang
terjadi pada proses persalinan normal per vaginam
maka ubun-ubun kecil berada dibagian anterior.
By. Triana SP, M.Keb 26
6. Apakah kepala sudah engage?
• Yang dimaksud dengan engagemen adalah desensus
diamater biparietal melalui pintu atas panggul
• Cara paling mudah untuk menentukan jumlah bagian
kepala yang masih berada diatas pintu atas panggul
adalah dengan menilai berapa jari bagian kepala janin
masih diatas simfisis. Bila kepala sudah engage, maka
bagian kepala yang masih ada diatas simfisis adalah 2
jari ( 2/5 ) atau kurang.
By. Triana SP, M.Keb 27
• Engagemen biasanya terjadi saat inpartu dan apakah
bagian terendah sudah masuk dalam pintu atas
panggul atau belum dan sampai berapa jauh
masuknya bagian terendah janin (presentasi) dalam
pintu atas panggul digunakan pemeriksaan Leopold
IV.
• Bagian terendah janin sudah masuk PAP Bagian
terendah janin masih belum masuk PAP
By. Triana SP, M.Keb 28
Pemeriksaan Vaginal Toucher selama kehamilan:
• Memeriksa kemungkinan adanya tumor uterus atau ovarium
• Identifikasi bagian terendah janin
• Menilai maturitas servik saat kehamilan aterm
• Menilai kapasitas panggul :
– Menilai adanya penonjolan spina ischiadica
– Mengukur conjugata diagonalis
– Mengukur distansia intertuberosum
PEMERIKSAAN VAGINA SELAMA KEHAMILAN
By. Triana SP, M.Keb 29
• Menilai kapasitas pintu bawahpanggul : (Distansia
Interspinarum)
• Mengukur conjugata diagonalis
By. Triana SP, M.Keb 30
PENILAIAN PEMERIKSAAN FISIK PD
KUNJUNGAN ULANG
1. Keadaan janin pmx Leopold
2. Gerakan janin
3. Keadaan ibu pmx TTV
4. Pemeriksaan laboratorium
Pmx darah dan urine
By. Triana SP, M.Keb 31
Protein
urine
Pemeriksaan Laboratorium
Glukosa
urine
By. Triana SP, M.Keb 32
C. INTERVENSI HASIL PEMERIKSAAN
 Setelah mlk anamnesis dan pmx fisik, baik secara fisik
maupun lab. Langkah berikutnya:
1. Melakukan interpretasi data dasar, yaitu: menentukan
keadaan normal, membedakan antara
ketidaknyamanan yg biasa saat kehamilan dan
kemungkinan komplikasi serta melakukan identifikasi
tanda dan gejala kemungkinan komplikasi.
By. Triana SP, M.Keb 33
2. Menentukan antisipasi thdp masalah yg mungkin muncul
dr data yg telah diinterpretasikanutk mengembangkan
rencana asuhan secara menyeluruh.
 Melakukan evaluasi thdp komplikasi yg perlu segera
dilakukan utk menentukan tindakan kolaborasi.
 Menentukan rencana asuhan yg diberikan scr
menyeluruh.
By. Triana SP, M.Keb 34
RENCANA ASUHAN
1. Kebutuhan pmx laboratorium
2. Kebutuhan konsultasi dg dokter
3. Kebutuhan evaluasi diet
4. Kebutuhan pendidikan kesehatan
5. Kebutuhan mengurangi ketidaknyamanan slm
kehamilan
6. Kebutuhan pengobatan
7. Kebutuhan konsultasi ke institusi lain
8. Kebutuhan konseling
9. Menjadwalkan kunjungan ulang
By. Triana SP, M.Keb 35
Jelaskan mengenai ketidaknyamanan
normal yang dialaminya
Sesuai dengan usia kehamilan ajarkan ibu
tentang materi pendidikan kesehatan pada
ibu
Mengembangkan Rencana sesuai dengan
Kebutuhan dan Perkembangan Kehamilan
By. Triana SP, M.Keb 36
Diskusikan mengenai rencana persiapan
kelahiran dan jika terjadi kegawat daruratan
Ajari ibu untuk mengenal tanda - tanda
bahaya, pastikan untuk memahami apa yang
dilakukan jika menemukan tanda bahaya
Buat kesepakatan untuk kunjungan
Lanjutan
By. Triana SP, M.Keb 37
By. Triana SP, M.Keb 38

Kunjungan ulang hamil

  • 1.
    By. Triana SPurwanto, M.Keb By. Triana SP, M.Keb 1
  • 2.
    DEFINISI • Kunjungan ulangadalah kunjungan selama hamil yang dilakukan setelah kunjungan kehamilan pertama sampai memasuki persalinan. By. Triana SP, M.Keb 2
  • 3.
    TUJUAN KUNJUNGAN ULANG 1.Melakukan deteksi dini komplikasi kehamilan. 2. Mempersiapkan kelahiran dan kemungkinan kegawatdaruratan. 3. Pemeriksaan fisik yang terfokus. By. Triana SP, M.Keb 3
  • 4.
    A. MENGEVALUASI PENEMUANMASALAH • Sebelum melakukan pemeriksaan, seorang bidan hendaknya meninjau data pasien pada kunjungan awal untuk mendapatkan informasi mengenai: 1. Biodata ibu 2. Usia kehamilan 3. Riwayat obstetri 4. Riwayat perawatan medis By. Triana SP, M.Keb 4
  • 5.
    5. Riwayat kehamilan 6.Riwayat Keluarga 7. Hasil pemeriksaan fisik awal 8. Pemeriksaan panggul awal 9. Pemeriksaan laboratorium By. Triana SP, M.Keb 5
  • 6.
  • 7.
    Menayakan bagaimana perasaanpasien sejak kunjungan terakhirnya Menanyakan apakah pasien mempunyai pertanyaan atau kekhawatiran yang timbul sejak kunjungan terakhir Mendapatkan informasi tentang keluhan-keluhan lazim/yang biasa dialami ibu hamil Mendapatkan riwayat kehamilan ibu dan mendengarkan dengan teliti apa yang diceritakan ibu Selama pengambilan riwayat, bidan tetap membina hubungan saling percaya dengan ibu dan keluarga Menanyakan gerakan janin dalam 24 jam terakhir Riwayat By. Triana SP, M.Keb 7
  • 8.
    Menanyakan keluhan - keluhanyang biasa dialami oleh ibu hamil Menanyakan kemungkinan tanda - tanda bahaya yang dialami oleh ibu Deteksi ketidaknyamanan By. Triana SP, M.Keb 8
  • 9.
     Kesimpulan kunjungansebelumnya berupa: 1. Masalah pada kunjungan sebelumnya 2. Jenis penanganan 3. Jenis pengobatan 4. Hasil pemeriksaan laboratorium ta perl 5. Ada/tidaknya pmx lanjutan  Masalah dan aspek khusus berhub.dg kehamilan skr By. Triana SP, M.Keb 9
  • 10.
    B. PEMERIKSAAN PDKUNJUNGAN ULANG • Riwayat dasar kunjungan ulang Deteksi setiap gejala/indikasi keluhan/ketidaknyamanan yg mungkin dialami bumil. Pada kunjungan ulang perlu dikaji informasi: 1. Gerakan janin 2. Tanda bahaya kehamilan 3. Ketidaknyamanan yg dialami 4. Kekhawatiran yg mungkin dialami By. Triana SP, M.Keb 10
  • 11.
     Berat Badan Pemeriksaan tekanan darah  Mengukur TFU dengan tangan (>12 minggu) atau dengan pita ukur (>22 minggu)  Melakukan palpasi abdomen untuk mendeteksi adanya kemungkinan kehamilan Ganda, serta mengetahui presentasi, letak, posisi dan penurunan kepala (jika UK > 36 minggu)  Memeriksa DJJ (dengan fetoskop kalau >18 minggu)  Melakukan pemeriksaan fisik seperlunya saja Pemeriksaan Fisik By. Triana SP, M.Keb 11
  • 12.
    Berat Badan ibu •Berat badan sebelum kehamilan serta pertambahan berat badan selama kehamilan perlu dalam perkembangan janin. • Kenaikan berat badan selama kehamilan berkisar 11 – 12 kg. • Kenaikan berat badan yang tidak memadai merupakan cerminan dari defisit nutrisi, gangguan kesehatan atau kadar hormon tubuh yang tidak sepadan dengan proses anabolisme. • Kenaikan berat badan dan penambahan tinggi fundus uteri harus diamati secara ketat selama kehamilan. By. Triana SP, M.Keb 12
  • 13.
    Tekanan Darah • Tekanandarah mencerminkan keadaan sirkulasi maternal dan tekanan perfusi darah ke jaringan tubuh . Dalam keadaan normal MAP-Mean Arterial Pressure pada trimester II sedikit lebih rendah dari nilai sebelum kehamilan atau awal kehamilan. • MAP = Tekanan Diastolik + 1/3 (Tekanan Sistolik – Tekanan Diastolik ) • Pada trimester III, tekanan darah pada posisi telentang yang lebih tinggi dibandingkan posisi miring merupakan pertanda adanya ancaman akan terjadinya penyakit hipertensi. Dalam keadaan normal, pada posisi telentang tekanan darah justru lebih rendah dibandingkan posisi miring kekiri. By. Triana SP, M.Keb 13
  • 14.
    Tinggi fundus uteri •Jarak fundus uteri diukur dengan pita pengukur (dari tepi atas simfisis sampai puncak fundus uteri ) . • Perkiraan tinggi fundus uteri diperiksa melalui palpasi abdomen (Leopold I). By. Triana SP, M.Keb 14
  • 15.
    Detik jantung janin •Detik Jantung Janin dapat didengarkan dengan Doppler. • Pemeriksaan DJJ meliputi frekuensi, akselerasi atau deselerasi atau keteraturan dengan menggunakan alat kardiotokografi atau diperkirakan secara tradisional dengan menggunakan fetoskop (dihitung sebanyak 3 kali dalam jangka waktu 5 detik dan jeda selama 5 detik di kalikan 4) By. Triana SP, M.Keb 15
  • 16.
    Pemeriksaan presentasi danposisi janin • Pasien diminta mengosongkan kandung kemih dan kemudian diminta untuk berbaring telentang dengan lutut semifleksi. • Dilakukan pemeriksaan palpasi abdomen dengan tehnik LEOPOLD By. Triana SP, M.Keb 16
  • 17.
    BATASAN LETAK JANIN •Letak : Hubungan antara sumbu panjang ibu dengan sumbu panjang janin Misal : Letak lintang , letak memanjang , letak oblique • Sikap : Fleksi atau defleksi ( dalam keadaan normal semua persendian janin intrauterin dalam keadaan fleksi ) By. Triana SP, M.Keb 17
  • 18.
    • Presentasi :Bagian terendah janin (presentasi kepala , presentasi sungsang) • Posisi : Orientasi dari bagian janin (denominator) dengan panggul ibu Ubun kecil kiri depan , sacrum kiri melintang , dagu kanan depan dsb nya • Denominator : 1.Ubun ubun kecil pada presentasi belakang kepala 2.Sacrum pada presentasi sungsang 3.Dagu pada presentasi muka By. Triana SP, M.Keb 18
  • 19.
    PALPASI ABDOMEN PERLIMAANUNTUK MENENTUKAN DERAJAT DESENSUS By. Triana SP, M.Keb 19
  • 20.
    Pada pemeriksaan palpasiabdomen , seorang pemeriksa harus dapat menjawab 6 pertanyaan penting 1. Apakah tinggi fundus uteri sesuai dengan perkiraan usia kehamilan? By. Triana SP, M.Keb 20
  • 21.
    2. Apakah janinberada pada letak memanjang? By. Triana SP, M.Keb 21
  • 22.
    3. Bagaimana presentasijanin dalam uterus? • Presentasi adalah bagian terendah janin yang menempati bagian bawah uterus. • Pada kehamilan sekitar 30 minggu , 25%janin berada pada presentasi sungsang. • Setelah kehamilan 32 minggu, janin normal akan berada pada presentasi kepala By. Triana SP, M.Keb 22
  • 23.
    4. Apakah janinberada pada presentasi vertex (belakang kepala)? • Fleksi kepala sempurna • Dagu menempel bagian depan dada • Bagian terendah subocciput • Presentasi normal pada persalinan fisiologis per vagina. By. Triana SP, M.Keb 23
  • 24.
    • kelainan sikapdefleksi : Hiperekstensi kepala • Bagian terendah janin muka • Denominator : dagu • Pada dagu posterior tidak mungkin terjadi persalinan spontan pervaginam pada janin aterm By. Triana SP, M.Keb 24
  • 25.
    5. Bagaimana posisijanin • Posisi adalah hubungan antara bagian terendah janin (denominator ) dengan panggul ibu • Bila janin pada posisi posterior ( occiput berputar kearah sacrum dan muka janin berputar kedepan ) maka persalinan akan berlangsung lebih lama By. Triana SP, M.Keb 25
  • 26.
    • Pada presentasebelakang kepala (vertex) yang terjadi pada proses persalinan normal per vaginam maka ubun-ubun kecil berada dibagian anterior. By. Triana SP, M.Keb 26
  • 27.
    6. Apakah kepalasudah engage? • Yang dimaksud dengan engagemen adalah desensus diamater biparietal melalui pintu atas panggul • Cara paling mudah untuk menentukan jumlah bagian kepala yang masih berada diatas pintu atas panggul adalah dengan menilai berapa jari bagian kepala janin masih diatas simfisis. Bila kepala sudah engage, maka bagian kepala yang masih ada diatas simfisis adalah 2 jari ( 2/5 ) atau kurang. By. Triana SP, M.Keb 27
  • 28.
    • Engagemen biasanyaterjadi saat inpartu dan apakah bagian terendah sudah masuk dalam pintu atas panggul atau belum dan sampai berapa jauh masuknya bagian terendah janin (presentasi) dalam pintu atas panggul digunakan pemeriksaan Leopold IV. • Bagian terendah janin sudah masuk PAP Bagian terendah janin masih belum masuk PAP By. Triana SP, M.Keb 28
  • 29.
    Pemeriksaan Vaginal Toucherselama kehamilan: • Memeriksa kemungkinan adanya tumor uterus atau ovarium • Identifikasi bagian terendah janin • Menilai maturitas servik saat kehamilan aterm • Menilai kapasitas panggul : – Menilai adanya penonjolan spina ischiadica – Mengukur conjugata diagonalis – Mengukur distansia intertuberosum PEMERIKSAAN VAGINA SELAMA KEHAMILAN By. Triana SP, M.Keb 29
  • 30.
    • Menilai kapasitaspintu bawahpanggul : (Distansia Interspinarum) • Mengukur conjugata diagonalis By. Triana SP, M.Keb 30
  • 31.
    PENILAIAN PEMERIKSAAN FISIKPD KUNJUNGAN ULANG 1. Keadaan janin pmx Leopold 2. Gerakan janin 3. Keadaan ibu pmx TTV 4. Pemeriksaan laboratorium Pmx darah dan urine By. Triana SP, M.Keb 31
  • 32.
  • 33.
    C. INTERVENSI HASILPEMERIKSAAN  Setelah mlk anamnesis dan pmx fisik, baik secara fisik maupun lab. Langkah berikutnya: 1. Melakukan interpretasi data dasar, yaitu: menentukan keadaan normal, membedakan antara ketidaknyamanan yg biasa saat kehamilan dan kemungkinan komplikasi serta melakukan identifikasi tanda dan gejala kemungkinan komplikasi. By. Triana SP, M.Keb 33
  • 34.
    2. Menentukan antisipasithdp masalah yg mungkin muncul dr data yg telah diinterpretasikanutk mengembangkan rencana asuhan secara menyeluruh.  Melakukan evaluasi thdp komplikasi yg perlu segera dilakukan utk menentukan tindakan kolaborasi.  Menentukan rencana asuhan yg diberikan scr menyeluruh. By. Triana SP, M.Keb 34
  • 35.
    RENCANA ASUHAN 1. Kebutuhanpmx laboratorium 2. Kebutuhan konsultasi dg dokter 3. Kebutuhan evaluasi diet 4. Kebutuhan pendidikan kesehatan 5. Kebutuhan mengurangi ketidaknyamanan slm kehamilan 6. Kebutuhan pengobatan 7. Kebutuhan konsultasi ke institusi lain 8. Kebutuhan konseling 9. Menjadwalkan kunjungan ulang By. Triana SP, M.Keb 35
  • 36.
    Jelaskan mengenai ketidaknyamanan normalyang dialaminya Sesuai dengan usia kehamilan ajarkan ibu tentang materi pendidikan kesehatan pada ibu Mengembangkan Rencana sesuai dengan Kebutuhan dan Perkembangan Kehamilan By. Triana SP, M.Keb 36
  • 37.
    Diskusikan mengenai rencanapersiapan kelahiran dan jika terjadi kegawat daruratan Ajari ibu untuk mengenal tanda - tanda bahaya, pastikan untuk memahami apa yang dilakukan jika menemukan tanda bahaya Buat kesepakatan untuk kunjungan Lanjutan By. Triana SP, M.Keb 37
  • 38.