By. Triana Septianti P, M.Keb
1
By. Triana SP
2
By. Triana SP
3
By. Triana SP
Pengambilan sediaan darah vena adalah
suatu pengambilan darah yang diambil dari vena yang cukup besar
(biasanya di vena fossa cubiti, vena saphena magna dan vena
supervisial lain) untuk mendapatkan sampel darah yang baik dan
representatif 4
By. Triana SP
Indikasi utk pengambilan darah vena yaitu bila dilakukan
pemeriksaan yang memerlukan specimen darah lebih dari 0,5 cc
serta memerlukan serum, plasma maupun whole blood.
5
By. Triana SP
Lokasi yang tidak diperbolehkan diambil darah
adalah daerah yang mengalami edema, hematoma, darah yang sdg
ditransfusikan, bekas luka, daerah cannula, fistula atau cangkokan
vascular dan daerah intra vena lines.
6
By. Triana SP
Pengambilan darah di daerah yang tidak diperbolehkan dapat
menyebabkan darah menjadi lebih encer dan dapat
meningkatkan atau menurunkan kadar zat tertentu.
7
By. Triana SP
8
By. Triana SP
1. Persiapan pasien; 2. Persiapan alat
(spuit injeksi 3 ml/5 ml, botol penampung darah, torniquet, kapas,
alkohol 70% dan plester)
9
By. Triana SP
Veinviewer*
By. Triana SP 10
3. Antikoagulansia (Na-EDTA 10%, Na-citras 3,8%
yg telah dimasukkan dlm botol penampung darah).
11
By. Triana SP
Jangan lupa CUCI TANGAN sebelum dan setelah
pengambilan specimen darah dan kenakan HANDSCOEN serta
APD.
12
By. Triana SP
Prosedur: 1. Lakukan penjelasan; 2. Cari dan tentukan vena;
3. Letakkan tangan lurus dan ekstensikan; 4. Antiseptik daerah
penusukan; 5. Pembendungan daerah proximal 4-5 jari dr daerah
penusukan (pembendungan 1 menit)
13
By. Triana SP
6. Ambil spuit (ukuran ssi juml.darah yg diambil), cek jarum dan
karetnya; 7. Pegang spuit dg tangan kanan kencangkan jarum dan
dorong penghisap ke depan; 8. Fiksasi pembuluh darah dg ibu jari
tangan kiri; 9. Tusukkan jarum membentuk 15-300
; 10. Fiksasi
spuit; 11. Hisap darah dan buka pembendungan; 12. Tekan jarum
kmd tarik keluar (deep + 5 mt); 13. Masukkan darah pada botol
dan jgn lupa kocok perlahan. 14
By. Triana SP
15
By. Triana SP
16
By. Triana SP
17
By. Triana SP
Mengukur kadar hemoglobin berdasarkan warna yang terjadi
akibat perubahan Hb yang menjadi asam hematin oleh
adanya HCL 0,1 N. Darah yg diambil darah kapiler/darah vena
dan darah tepi.
18
By. Triana SP
Persiapan alat: 1. Haemometer set; 2. HCL
0,1 N; 3. Aquabidest; 4. Sikat pembersih; 5. Perlak dan
pengalas; 6. Kapas alkohol 70%; 7. Jarum/lancet; 8.
Handscoen; 9. Kapas kering; dan 10. Bengkok.
19
By. Triana SP
20
By. Triana SP
21
By. Triana SP
Kadar Hemoglobin
Wanita: 12-16 g/dl, Pria: 14-18 g/dl
Bayi: 10-15 g/dl, Balita: 11-14 g/dl
BBL: 16-25 g/dl,
Bayi blm lahir: masih mengandung Hb fetal dari plasenta 22
By. Triana SP
23
By. Triana SP
24
By. Triana SP
25
By. Triana SP
26
By. Triana SP
27
By. Triana SP
28
By. Triana SP

Pengambilan darah

  • 1.
    By. Triana SeptiantiP, M.Keb 1 By. Triana SP
  • 2.
  • 3.
  • 4.
    Pengambilan sediaan darahvena adalah suatu pengambilan darah yang diambil dari vena yang cukup besar (biasanya di vena fossa cubiti, vena saphena magna dan vena supervisial lain) untuk mendapatkan sampel darah yang baik dan representatif 4 By. Triana SP
  • 5.
    Indikasi utk pengambilandarah vena yaitu bila dilakukan pemeriksaan yang memerlukan specimen darah lebih dari 0,5 cc serta memerlukan serum, plasma maupun whole blood. 5 By. Triana SP
  • 6.
    Lokasi yang tidakdiperbolehkan diambil darah adalah daerah yang mengalami edema, hematoma, darah yang sdg ditransfusikan, bekas luka, daerah cannula, fistula atau cangkokan vascular dan daerah intra vena lines. 6 By. Triana SP
  • 7.
    Pengambilan darah didaerah yang tidak diperbolehkan dapat menyebabkan darah menjadi lebih encer dan dapat meningkatkan atau menurunkan kadar zat tertentu. 7 By. Triana SP
  • 8.
  • 9.
    1. Persiapan pasien;2. Persiapan alat (spuit injeksi 3 ml/5 ml, botol penampung darah, torniquet, kapas, alkohol 70% dan plester) 9 By. Triana SP
  • 10.
  • 11.
    3. Antikoagulansia (Na-EDTA10%, Na-citras 3,8% yg telah dimasukkan dlm botol penampung darah). 11 By. Triana SP
  • 12.
    Jangan lupa CUCITANGAN sebelum dan setelah pengambilan specimen darah dan kenakan HANDSCOEN serta APD. 12 By. Triana SP
  • 13.
    Prosedur: 1. Lakukanpenjelasan; 2. Cari dan tentukan vena; 3. Letakkan tangan lurus dan ekstensikan; 4. Antiseptik daerah penusukan; 5. Pembendungan daerah proximal 4-5 jari dr daerah penusukan (pembendungan 1 menit) 13 By. Triana SP
  • 14.
    6. Ambil spuit(ukuran ssi juml.darah yg diambil), cek jarum dan karetnya; 7. Pegang spuit dg tangan kanan kencangkan jarum dan dorong penghisap ke depan; 8. Fiksasi pembuluh darah dg ibu jari tangan kiri; 9. Tusukkan jarum membentuk 15-300 ; 10. Fiksasi spuit; 11. Hisap darah dan buka pembendungan; 12. Tekan jarum kmd tarik keluar (deep + 5 mt); 13. Masukkan darah pada botol dan jgn lupa kocok perlahan. 14 By. Triana SP
  • 15.
  • 16.
  • 17.
  • 18.
    Mengukur kadar hemoglobinberdasarkan warna yang terjadi akibat perubahan Hb yang menjadi asam hematin oleh adanya HCL 0,1 N. Darah yg diambil darah kapiler/darah vena dan darah tepi. 18 By. Triana SP
  • 19.
    Persiapan alat: 1.Haemometer set; 2. HCL 0,1 N; 3. Aquabidest; 4. Sikat pembersih; 5. Perlak dan pengalas; 6. Kapas alkohol 70%; 7. Jarum/lancet; 8. Handscoen; 9. Kapas kering; dan 10. Bengkok. 19 By. Triana SP
  • 20.
  • 21.
  • 22.
    Kadar Hemoglobin Wanita: 12-16g/dl, Pria: 14-18 g/dl Bayi: 10-15 g/dl, Balita: 11-14 g/dl BBL: 16-25 g/dl, Bayi blm lahir: masih mengandung Hb fetal dari plasenta 22 By. Triana SP
  • 23.
  • 24.
  • 25.
  • 26.
  • 27.
  • 28.