PENGERINGAN
KONSEP PENGERINGAN
• Definisi Umum
Proses pemindahan
panas dan uap air atau cairan dari suatu bahan
(produk) secara simultan yang memerlukan
energy panas
Dibidang pertanian:
• Pengeringan adlh proses pengambilan atau
pengurangan kadar air produk pertanian sampai
batas ttt shg dpt memperlambat proses: kimia,
kegiatan mikro-organisme dan aktivitas enzym
dalam produk, sebelum diolah/dipasarkan.
Theori Pengeringan
PRINSIP PENGERINGAN
• Pengeringan terdiri dari pindah
panas dan difusi air (pindah
massa)
• Perubahan cairan (atau padatan
pada freeze drying) menjadi uap
memerlukan panas laten produk
TUJUAN PENGERINGAN
 mengurangi kadar air/ cairan dlm produk
olahan agar tahan lama kualitasnya
Kualitas :
• nilai gizi
• aroma
• rasa
• warna
MANFAAT PENGERINGAN
1. Mengurangi aktivitas enzym, microorganisme,
jamur, bakteri, dsb  produk tidak mudah
busuk
2. Memperkeras produk  produk tidak mudah
rusak akibat benturan maupun gesekan mekanis
3. Mengurangi dimensi produk ( volume ) produk
lebih ringkas, tidak memakan tempat/ ruang
4. Mengurangi bobot  biaya trasportasi lebih
murah
5. Produk lebih inert  dpt disimpan lebih lama
Faktor2 yang mempengaruhi laju
pengeringan
▫ Faktor ekstern ( luar produk )
• kadar air udara pengering
• Kecepatan volumetrik udara pengering
• suhu udara pengering

•
•
•
•

▫ Faktor intern ( dlm produk )
Dimensi ( ukuran produk )
K a awal produk
Tekanan uap partial produk ( karateristik )
Bentuk produk ( oval, pipih, bulat dsb )
CARA PENGERINGAN
1. Pengeringan dengan sinar matahari (sun drying)
2. Pengeringan buatan (artificial / mechanic drying)
3. Pengeringan hibrid (Kombinasi sun + art drying)
PEMILIHAN METODE /JENIS ALAT
PENGERING
• Bentuk bahan yang akan dikeringkan: cair,
pasta, sluri, pulp, cairan kental, agregat besar
atau kecil
• Sifat bahan: sensitif terhadap oksidasi, peka
terhadap suhu, dll
• Sifat produk yang diinginkan: bubuk, instan,
bentuk tidak berubah
• Harga produk akhir: murah, sedang, mahal
1. Pengeringan dengan sinar matahari
Keuntungannya:
• Biaya murah
• Tidak memerlukan alat dan perlakuan khusus
• Tidak memerlukan keahlian khusus
• Sinar infra merah dpt menembus sampai pada
lapisan bagian dalam dari produk
• Daerah tropis ( katulistiwa) sinar matahari
tersedia sepanjang tahun
Kelemahannya:
• Suhu pengering sulit dikontrol, shg untuk produk
tertentu sering mengalami keretakan ( sun craking)
• R H tak dapat dikontrol
• Hanya berlangsung bila ada sinar matahari
• Memerlukan tempat yang relatif luas
• Sering terjadi perubahan warna dan nilai gizi
• Produk mudah terkontaminasi dengan kotoran
• Kemungkinan kehilangan produk lebih besar, karena
dimakan serangga atau hewan
• Dapat terjadi proses oksidasi produk, shg produk
cenderung berwarna kemerahan
• Bila saat pengeringan terjadi hujan dan produk terkena
tetes hujan, dapat menurunkan kwalitas produk
2. Pengeringan buatan ( artificial drying)
Keuntungannya:
• Tidak tergantung pada cuaca.
• Musim panen jatuh pada musim penghujan tidak
masalah, misal : ikan, padi, jagung, singkong dll
• Kapasitasnya dapat diatur, menurut dimensi mesin
• Suhu mudah dikontrol, misal untuk keperluan benih
+ 45o C, maupun produk lain yang peka thd
kenaikan suhu
• Tidak memerlukan tempat yang luas
• Dpt dilakukan siang dan malam
Kelemahannya:
• Memerlukan biaya yang besar, meliputi
pengadaan: mesin dan pemeliharaannya, bahan
bakar
• Memerlukan keahlian khusus dibidang
pengeringan. Misalnya : persyaratan suhu yang
dikehendaki, kadar air, pengaturan suhu
pengering dll.
3 Pengeringan hybrid
• Merupakan perpaduan pengeringan secara alami
( tradisionil) dan langkah awal penggunaan
tehnologi pengeringan. Tenaga untuk pengeringan
masih menggunakan sinar matahari.
Keuntungan :
• Produk tidak terkontaminasi dengan kotoran
• Kehilangan produk tidak ada
• Tidak perlu pengawasan dan penanganan lanjut
terutama bila hujan tiba
Kelemahannya :
 Penggunaan unit pengering hibrid hanya terbatas
pada produk yang berbentuk grain
 Selama proses pengeringan berlangsung, tidak bisa
mengontrol suhu dan R.H udara pengering.
 Proses pengeringan sangat dipengaruhi oleh
intensitas dan lama penyinaran
 Laju pengeringan sangat dipengaruhi oleh faktor
luar. ( RH , suhu udara, sinar mthr )
Skema unit pengering hybrid
JENIS-JENIS ALAT PENGERING
1. CABINET DRYER
• Terdiri dari almari (kabinet2 kecil), alat
pemanas, rigen pengering
• Bahan ditempatkan pada rigen-rigen tipis
• Terdapat fan untuk menghembuskan udara
• Uap panas akan kontak dengan bahan  uap air
dan udara keluar  ventilasi
• Sistem batch, alat sederhana
• Biasa digunakan untuk uji coba produk sebelum
scale up
• Produk yang dikeringkan  umbi, buah, sayur
Cabinet or tray dryer
2. TUNNEL DRYER
• Seperti cabinet drying tetapi bersifat kontinyu
• Berbentuk ruangan terowongan, empat persegi
panjang (35-50 ft)
• Pengeringan dalam suatu tunnel dimana produk
yang dikeringkan dilewatkan udara pemanas
• Bahan dimasukkan ke dalam baki dalam kereta
yang bergerak
• Pengeringan bersifat cepat, seragam tanpa
menyebabkan kerusakan bahan
• Biasa digunakan skala besar
• Produk : sayatan, irisan, butiran
Ada 4 tipe
1.
2.
3.
4.

Aliran paralel
Aliran berlawanan
Kombinasi paralel dan berlawanan
Aliran tegak lurus
Tunnel dryer
3. PNEUMATIC DRYER
• Terdiri dari pipa/saluran panjang yang
mengalirkan udara panas dan bahan dengan
kecepatan tinggi
• Bagian utama:
-Fan : mendorong / menghisap udara
-Alat pengumpan : memasukkan dan
mendispersikan bahan ke dalam aliran udara
pengering
- Cyclon kolektor : memisahkan bahan dan
udara
• Cocok untuk pengeringan bahan2 granuler
(tepung/butiran/powder)
• Mekanisme :
Bahan masuk lewat corong  pengumpanan
(mengalami pengecilan ukuran sehingga bahan
menjadi halus)  masuk dalam pipa
pengering,terbawa bersama-sama dengan udara
panas dari pemanas naik masuk ke cyclon
outlet
Pneumatic Dryer
4. DRUM DRYER
• Cocok untuk produk cair, sluri
• Terdiri dari 1 atau 2 drum besar berongga
(diameter 2-10 ft, panjang 2-14 ft, kec putar 1-10
rpm)
• Dibagian drum terdapat pemanas, bahan yang
akan dikeringkan di bagian permukaan drum
• Transfer panas tidak langsung
• Bagian bawah ada pisau untuk mengeruk produk
kering  screw conveyor  penampungan
• Bahan dikenakan dalam drum berupa lapisan
tipis menggunakan pengumpan  drum
berputar  air lepas  produk kering dilepas
pisau
• Pengumpan : percikan, penyemprotan (bag
bawah, samping, kanan, atas)
• Agar lapisan tipis  rol perata
Drum Dryer
5. CONVEYOR DRYER
• Kontinyu
• Terdiri dari konveyor horisontal
• Diatas conveyor, ditempatkan bahan yang akan
dikeringkan sebagai lapisan
• Udara pengering dihembuskan baik dari atas
kebawah atau bawah keatas terhadap aliran bahan
di atas konveyor
• Proses terkontrol
• Produk : dari pasta, butiran, irisan, lempengan
• Proses otomatis
• Keuntungan:
Sedikit tenaga kerja
Pengeringan dalam skala besar
• Kelemahan:
Satu komoditas
Tidak cocok untuk produk yang harus
mengalami kondisi pengeringan berubahubah
Conveyor Dryer
6. FREEZE DRYER
• Air dihilangkan dari bahan melalui proses
sublimasi
• Tidak terjadi perpindahan cairan dari bagian
dalam produk ke permukaan
• Pada proses pengeringan kristal es menguap
menyebabkan rongga di dalam produk
• Tidak terjadi pengerutan produk
• Struktur porous: mudah rehidrasi
Phase diagram of water.
• Dapat mempertahankan flavor
• Dua tahap utama:
Pembekuan bahan
Pengeringan dari bahan beku sampai k.a <2%
• Kelemahan:
Mahal
Perlu pengemasan khusus
Cocok untuk produk-produk yang mahal
• Pengerutan minimal
• Aplikasi: teh instan, kopi, udang, buahbuhaan tertentu seperti berry, sayuran
• Produk yang dikeringkan yaitu produk
dimana flavor dan daya rekonstitusi
merupakan parameter mutu yang penting
Freeze Dryer
7. FLUID BED DRYER
• Terdiri dari bejana/silinder yang terbagi
menjadi 2 bagian:
- bag atas: ruang pengering
- bag bawah : ruang udara panas
• Proses: bahan masuk lewat hopper  udara
pengering panas dihembuskan dgn tekanan
cukup tinggi  massa bahan mengambang
melewati aliran  keluar melalui outlet
• Contoh produk yang dikeringkan dengan
metode ini adalah granula pati kentang dan
kacang kapri
8. BIN DRYING
• Berupa bin dengan bentuk yang bermacammacam
• Terpisah antara ruang pengering dengan
sumber panas, dilengkapi fan/blower
• Digunakan sebagai tahap akhir pengeringan
dari fluidized bed dryer atau berfungsi
menyempurnakan
proses
pengeringan
setelah sebagian besar air menguap dari
proses pengeringan lain
• Biasanya kadar air menurun dari 10-15%
menjadi 3-6% atau lebih rendah lagi
BIN DRYER
Mekanisme bekerja Bin Dryer
Udara yg dihembus oleh blower dipanasi oleh heater,
mengalir menuju camber yg berfungsi utk
mendistribusikan udara panas menuju produk.
Setelah produk panas, dan tekanan udara disekitar
produk lebih rendah dibanding tekan partial uap air
dlm produk, akhirnya uap air yg berada dlm produk
keluar. Karena hembusan blower terus menerus,
maka uap air yang berada disekitar produk mengalir
menuju cerobong uap. Besar kecilnya debit udara
dapat diatur oleh katup, sedang besar kecilnya suhu
diatur dalam heater sesuai dengan suhu yg
dikehendaki.
grain bin dryer
9. SPRAY DRYER
• Cocok untuk pembuatan produk bubuk
• Proses :
- Atomisasi cairan
- Pencampuran udara panas dengan tetes-tetes
cairan
- Pengeringan tetes2 cairan
• Pengeringan terjadi ketika dispersi cairan atau sluri
dikeringkan oleh aliran udara panas
• Biasa digunakan untuk mengeringkan susu, jus
buah
Bagian dari spray dryer
• Pemanas dan fan untuk menghasilkan udara
panas pada suhu dan kecepatan tertentu
• Atomizer atau jet untuk menghasilkan
partikel-partikel cair dengan ukuran tertentu
 nozel (2 mikron)
• Chamber dimana partikel cair kontak dengan
udara panas
• Tempat produk kering
Spray Dryer
Mekanisme
• Produk yang berasal dari tangki (7) disemprotkan dengan
tekanan 2 – 5 Kg/Cm2 kedalam boom pengering oleh nozzle (1)
yg berputar dengan kecepatan tinggi. Produk yg telah menjadi
kabut dilawan arahnya dengan udara pemanas dg suhu >100 oC
(atau yg disyaratkan) Udara pemanas berasal dari hembusan
kipas ( 10 ) yg kemudian dipanasi oleh heater (9) dan
didistribusikan oleh head dstributor ( 3 ). Produk yg telah
kering (mejadi tepung) turun menuju outlet ( 4 ). Untuk
mengurangi kehilangan produk, pada cerobong uap ( 6 )
dipasang filter/saringan ( 5 ). Pengaturan besar kecilnya debid
hembusan udara, dilakukan dengan mengatur katub (11).
ITP UNS Semester 3, Mesin dan Peralatan: Pengeringan

ITP UNS Semester 3, Mesin dan Peralatan: Pengeringan

  • 1.
  • 2.
    KONSEP PENGERINGAN • DefinisiUmum Proses pemindahan panas dan uap air atau cairan dari suatu bahan (produk) secara simultan yang memerlukan energy panas Dibidang pertanian: • Pengeringan adlh proses pengambilan atau pengurangan kadar air produk pertanian sampai batas ttt shg dpt memperlambat proses: kimia, kegiatan mikro-organisme dan aktivitas enzym dalam produk, sebelum diolah/dipasarkan.
  • 3.
  • 4.
    PRINSIP PENGERINGAN • Pengeringanterdiri dari pindah panas dan difusi air (pindah massa) • Perubahan cairan (atau padatan pada freeze drying) menjadi uap memerlukan panas laten produk
  • 5.
    TUJUAN PENGERINGAN  mengurangikadar air/ cairan dlm produk olahan agar tahan lama kualitasnya Kualitas : • nilai gizi • aroma • rasa • warna
  • 6.
    MANFAAT PENGERINGAN 1. Mengurangiaktivitas enzym, microorganisme, jamur, bakteri, dsb  produk tidak mudah busuk 2. Memperkeras produk  produk tidak mudah rusak akibat benturan maupun gesekan mekanis 3. Mengurangi dimensi produk ( volume ) produk lebih ringkas, tidak memakan tempat/ ruang 4. Mengurangi bobot  biaya trasportasi lebih murah 5. Produk lebih inert  dpt disimpan lebih lama
  • 7.
    Faktor2 yang mempengaruhilaju pengeringan ▫ Faktor ekstern ( luar produk ) • kadar air udara pengering • Kecepatan volumetrik udara pengering • suhu udara pengering • • • • ▫ Faktor intern ( dlm produk ) Dimensi ( ukuran produk ) K a awal produk Tekanan uap partial produk ( karateristik ) Bentuk produk ( oval, pipih, bulat dsb )
  • 8.
    CARA PENGERINGAN 1. Pengeringandengan sinar matahari (sun drying) 2. Pengeringan buatan (artificial / mechanic drying) 3. Pengeringan hibrid (Kombinasi sun + art drying)
  • 9.
    PEMILIHAN METODE /JENISALAT PENGERING • Bentuk bahan yang akan dikeringkan: cair, pasta, sluri, pulp, cairan kental, agregat besar atau kecil • Sifat bahan: sensitif terhadap oksidasi, peka terhadap suhu, dll • Sifat produk yang diinginkan: bubuk, instan, bentuk tidak berubah • Harga produk akhir: murah, sedang, mahal
  • 10.
    1. Pengeringan dengansinar matahari Keuntungannya: • Biaya murah • Tidak memerlukan alat dan perlakuan khusus • Tidak memerlukan keahlian khusus • Sinar infra merah dpt menembus sampai pada lapisan bagian dalam dari produk • Daerah tropis ( katulistiwa) sinar matahari tersedia sepanjang tahun
  • 12.
    Kelemahannya: • Suhu pengeringsulit dikontrol, shg untuk produk tertentu sering mengalami keretakan ( sun craking) • R H tak dapat dikontrol • Hanya berlangsung bila ada sinar matahari • Memerlukan tempat yang relatif luas • Sering terjadi perubahan warna dan nilai gizi • Produk mudah terkontaminasi dengan kotoran • Kemungkinan kehilangan produk lebih besar, karena dimakan serangga atau hewan • Dapat terjadi proses oksidasi produk, shg produk cenderung berwarna kemerahan • Bila saat pengeringan terjadi hujan dan produk terkena tetes hujan, dapat menurunkan kwalitas produk
  • 13.
    2. Pengeringan buatan( artificial drying) Keuntungannya: • Tidak tergantung pada cuaca. • Musim panen jatuh pada musim penghujan tidak masalah, misal : ikan, padi, jagung, singkong dll • Kapasitasnya dapat diatur, menurut dimensi mesin • Suhu mudah dikontrol, misal untuk keperluan benih + 45o C, maupun produk lain yang peka thd kenaikan suhu • Tidak memerlukan tempat yang luas • Dpt dilakukan siang dan malam
  • 14.
    Kelemahannya: • Memerlukan biayayang besar, meliputi pengadaan: mesin dan pemeliharaannya, bahan bakar • Memerlukan keahlian khusus dibidang pengeringan. Misalnya : persyaratan suhu yang dikehendaki, kadar air, pengaturan suhu pengering dll.
  • 15.
    3 Pengeringan hybrid •Merupakan perpaduan pengeringan secara alami ( tradisionil) dan langkah awal penggunaan tehnologi pengeringan. Tenaga untuk pengeringan masih menggunakan sinar matahari. Keuntungan : • Produk tidak terkontaminasi dengan kotoran • Kehilangan produk tidak ada • Tidak perlu pengawasan dan penanganan lanjut terutama bila hujan tiba
  • 16.
    Kelemahannya :  Penggunaanunit pengering hibrid hanya terbatas pada produk yang berbentuk grain  Selama proses pengeringan berlangsung, tidak bisa mengontrol suhu dan R.H udara pengering.  Proses pengeringan sangat dipengaruhi oleh intensitas dan lama penyinaran  Laju pengeringan sangat dipengaruhi oleh faktor luar. ( RH , suhu udara, sinar mthr )
  • 17.
  • 18.
  • 19.
    1. CABINET DRYER •Terdiri dari almari (kabinet2 kecil), alat pemanas, rigen pengering • Bahan ditempatkan pada rigen-rigen tipis • Terdapat fan untuk menghembuskan udara • Uap panas akan kontak dengan bahan  uap air dan udara keluar  ventilasi • Sistem batch, alat sederhana • Biasa digunakan untuk uji coba produk sebelum scale up • Produk yang dikeringkan  umbi, buah, sayur
  • 20.
  • 21.
    2. TUNNEL DRYER •Seperti cabinet drying tetapi bersifat kontinyu • Berbentuk ruangan terowongan, empat persegi panjang (35-50 ft) • Pengeringan dalam suatu tunnel dimana produk yang dikeringkan dilewatkan udara pemanas • Bahan dimasukkan ke dalam baki dalam kereta yang bergerak • Pengeringan bersifat cepat, seragam tanpa menyebabkan kerusakan bahan • Biasa digunakan skala besar • Produk : sayatan, irisan, butiran
  • 22.
    Ada 4 tipe 1. 2. 3. 4. Aliranparalel Aliran berlawanan Kombinasi paralel dan berlawanan Aliran tegak lurus
  • 24.
  • 25.
    3. PNEUMATIC DRYER •Terdiri dari pipa/saluran panjang yang mengalirkan udara panas dan bahan dengan kecepatan tinggi • Bagian utama: -Fan : mendorong / menghisap udara -Alat pengumpan : memasukkan dan mendispersikan bahan ke dalam aliran udara pengering - Cyclon kolektor : memisahkan bahan dan udara
  • 26.
    • Cocok untukpengeringan bahan2 granuler (tepung/butiran/powder) • Mekanisme : Bahan masuk lewat corong  pengumpanan (mengalami pengecilan ukuran sehingga bahan menjadi halus)  masuk dalam pipa pengering,terbawa bersama-sama dengan udara panas dari pemanas naik masuk ke cyclon outlet
  • 27.
  • 28.
    4. DRUM DRYER •Cocok untuk produk cair, sluri • Terdiri dari 1 atau 2 drum besar berongga (diameter 2-10 ft, panjang 2-14 ft, kec putar 1-10 rpm) • Dibagian drum terdapat pemanas, bahan yang akan dikeringkan di bagian permukaan drum • Transfer panas tidak langsung • Bagian bawah ada pisau untuk mengeruk produk kering  screw conveyor  penampungan
  • 29.
    • Bahan dikenakandalam drum berupa lapisan tipis menggunakan pengumpan  drum berputar  air lepas  produk kering dilepas pisau • Pengumpan : percikan, penyemprotan (bag bawah, samping, kanan, atas) • Agar lapisan tipis  rol perata
  • 30.
  • 31.
    5. CONVEYOR DRYER •Kontinyu • Terdiri dari konveyor horisontal • Diatas conveyor, ditempatkan bahan yang akan dikeringkan sebagai lapisan • Udara pengering dihembuskan baik dari atas kebawah atau bawah keatas terhadap aliran bahan di atas konveyor • Proses terkontrol • Produk : dari pasta, butiran, irisan, lempengan
  • 32.
    • Proses otomatis •Keuntungan: Sedikit tenaga kerja Pengeringan dalam skala besar • Kelemahan: Satu komoditas Tidak cocok untuk produk yang harus mengalami kondisi pengeringan berubahubah
  • 33.
  • 34.
    6. FREEZE DRYER •Air dihilangkan dari bahan melalui proses sublimasi • Tidak terjadi perpindahan cairan dari bagian dalam produk ke permukaan • Pada proses pengeringan kristal es menguap menyebabkan rongga di dalam produk • Tidak terjadi pengerutan produk • Struktur porous: mudah rehidrasi
  • 35.
  • 36.
    • Dapat mempertahankanflavor • Dua tahap utama: Pembekuan bahan Pengeringan dari bahan beku sampai k.a <2% • Kelemahan: Mahal Perlu pengemasan khusus Cocok untuk produk-produk yang mahal
  • 37.
    • Pengerutan minimal •Aplikasi: teh instan, kopi, udang, buahbuhaan tertentu seperti berry, sayuran • Produk yang dikeringkan yaitu produk dimana flavor dan daya rekonstitusi merupakan parameter mutu yang penting
  • 38.
  • 39.
    7. FLUID BEDDRYER • Terdiri dari bejana/silinder yang terbagi menjadi 2 bagian: - bag atas: ruang pengering - bag bawah : ruang udara panas • Proses: bahan masuk lewat hopper  udara pengering panas dihembuskan dgn tekanan cukup tinggi  massa bahan mengambang melewati aliran  keluar melalui outlet • Contoh produk yang dikeringkan dengan metode ini adalah granula pati kentang dan kacang kapri
  • 41.
    8. BIN DRYING •Berupa bin dengan bentuk yang bermacammacam • Terpisah antara ruang pengering dengan sumber panas, dilengkapi fan/blower • Digunakan sebagai tahap akhir pengeringan dari fluidized bed dryer atau berfungsi menyempurnakan proses pengeringan setelah sebagian besar air menguap dari proses pengeringan lain • Biasanya kadar air menurun dari 10-15% menjadi 3-6% atau lebih rendah lagi
  • 42.
  • 43.
    Mekanisme bekerja BinDryer Udara yg dihembus oleh blower dipanasi oleh heater, mengalir menuju camber yg berfungsi utk mendistribusikan udara panas menuju produk. Setelah produk panas, dan tekanan udara disekitar produk lebih rendah dibanding tekan partial uap air dlm produk, akhirnya uap air yg berada dlm produk keluar. Karena hembusan blower terus menerus, maka uap air yang berada disekitar produk mengalir menuju cerobong uap. Besar kecilnya debit udara dapat diatur oleh katup, sedang besar kecilnya suhu diatur dalam heater sesuai dengan suhu yg dikehendaki.
  • 44.
  • 45.
    9. SPRAY DRYER •Cocok untuk pembuatan produk bubuk • Proses : - Atomisasi cairan - Pencampuran udara panas dengan tetes-tetes cairan - Pengeringan tetes2 cairan • Pengeringan terjadi ketika dispersi cairan atau sluri dikeringkan oleh aliran udara panas • Biasa digunakan untuk mengeringkan susu, jus buah
  • 46.
    Bagian dari spraydryer • Pemanas dan fan untuk menghasilkan udara panas pada suhu dan kecepatan tertentu • Atomizer atau jet untuk menghasilkan partikel-partikel cair dengan ukuran tertentu  nozel (2 mikron) • Chamber dimana partikel cair kontak dengan udara panas • Tempat produk kering
  • 48.
  • 50.
    Mekanisme • Produk yangberasal dari tangki (7) disemprotkan dengan tekanan 2 – 5 Kg/Cm2 kedalam boom pengering oleh nozzle (1) yg berputar dengan kecepatan tinggi. Produk yg telah menjadi kabut dilawan arahnya dengan udara pemanas dg suhu >100 oC (atau yg disyaratkan) Udara pemanas berasal dari hembusan kipas ( 10 ) yg kemudian dipanasi oleh heater (9) dan didistribusikan oleh head dstributor ( 3 ). Produk yg telah kering (mejadi tepung) turun menuju outlet ( 4 ). Untuk mengurangi kehilangan produk, pada cerobong uap ( 6 ) dipasang filter/saringan ( 5 ). Pengaturan besar kecilnya debid hembusan udara, dilakukan dengan mengatur katub (11).