Hyperandrogenemia mempengaruhi
morbiditas metabolik dan reproduksi
pada sindrom polikistik ovari
Hyperandrogenemia is implicated in both the metabolic and
reproductive morbidities of polycystic ovary syndrome
JOURNAL READING
Nama: Nur Afiqah Binti Jasmi 11-2013-031
Dokter Pembimbing: dr. Harianto Wijaya Sp.OG
• Objektif: Untuk menentukan fitur dari
sindrom ovarium polikistik (PCOS) yang
terlibat dalam morbiditas terkait reproduksi
dan metabolik.
• Design: Cross-sectional case–control
study
• Pasien: 1062 wanita dengan PCOS dan
1887 wanita tanpa PCOS
Pengukuran: Pemeriksaan fisik, hirsutism
skor, pengukuran biokimia dan hormon,
USG ovari, Tes toleransi glukosa 75g dan
tingkat insulin
Hasil: Faktor yang dominan pada wanita dengan PCOS
PCOS
Faktor metabolik dan
hyperandrogenemia
Faktor tekanan darah
Faktor morfologi
ovarium
Faktor oligomenore
dan
hyperandrogenemia
Pada wanita dengan PCOS, hyperandrogenemia adalah
prediktor signifikan dari sindrom metabolik
Kesimpulan
• Hyperandrogenemia adalah fitur pokok
umum dari kelainan metabolisme dan
reproduksi pada wanita dengan PCOS
tapi tidak pada wanita tanpa PCOS.
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN (1)
• Sindrom Polikistik Ovarium (PCOS) adalah
gangguan heterogen (Heterogenous
Disorder)* dengan spektrum yang luas dari
fenotipe yang mencakup fitur metabolik dan
reproduksi.
• Kriteria diagnostik umumnya berpusat pada fitur
hiperandrogenisme, oligomenore, dan
morfologi ovarium polikistik
*Heterogenous disorder is caused by multiple mutations in different origins
(genes) which end up having the same result.
PENDAHULUAN (2)
REPRODUKSIMETABOLIK
50-80% Resistensi Insulin
Risiko metabolime glukosa
yang abnormal,
Dislipidemia, dan
peningkatan risiko
penyakit kardiovaskular
Infertilitas
PCOS
PENDAHULUAN (3)
• Studi Ini untuk mencari hubungan antara
komponen-komponen dari PCOS
• Menentukan mana komponen PCOS yang
terlibat dalam kedua morbiditas reproduksi
dan metabolik
• Komponen yang berbeda dengan orang
non-PCOS.
MATERI &
METODE
SUBJEK
• Data dari ‘‘Biospecimen collection from
women with PCOS and control for the
infertility study"
• Studi ini dilaksanakan oleh
Endocrinology and Gynecology Clinics
di Ewha Womans University Hospital
diantara Disember 2008 and Oktober
2010
American Society for Reproductive Medicine and the
European Society for Human Reproduction and
Embryology
PCOS: ≥2 Kriteria
Oligom
enorea
Hiperan
drogeni
sme
Ovarium
Polikistik
Siklus Menstruasi kurang
dari LAPAN per tahun.
OLIGOMENOREA
HYPERANDROGENEMIA
• Total T ≥67 ng / dL
• Free T ≥0.84 ng / dL
berdasarkan tingkat T
di 1.120 pada wanita
sihat dan siklus
regular
• Hirsutisme dengan
Modifikasi
Ferriman-Gallwey
(MFG) skor ≥3
The Ferriman–Gallwey score is a method of evaluating and quantifying hirsutism in
women. The method was originally published in 1961 by D. Ferriman and J.D. Gallwey
in the Journal of Clinical Endocrinology
Schematic representation of the mFG score
Escobar-Morreale HF, Carmina E, Dewailly D, Gambineri A, Kelestimur F, Moghetti P, et al. Epidemiology, diagnosis and
management of hirsutism: a consensus statement by the Androgen Excess and Polycystic Ovary Syndrome Society. Hum
Reprod Update 2012;18:146–70.
Epidemiology, diagnosis and management of hirsutism: a consensus statement by the
Androgen Excess and Polycystic Ovary Syndrome Society
Escobar-Morreale HF, Carmina E, Dewailly D, Gambineri A, Kelestimur F, Moghetti P, et al. Epidemiology, diagnosis and
management of hirsutism: a consensus statement by the Androgen Excess and Polycystic Ovary Syndrome Society. Hum
Reprod Update 2012;18:146–70.
Escobar-Morreale HF, Carmina E, Dewailly D, Gambineri A, Kelestimur F, Moghetti P, et al. Epidemiology, diagnosis and
management of hirsutism: a consensus statement by the Androgen Excess and Polycystic Ovary Syndrome Society. Hum
Reprod Update 2012;18:146–70.
Androgen Excess and PCOS Society
• Nilai cutoff ≥3 diterapkan untuk wanita Timur Jauh dan Asia Tenggara
• Kebanyakan wanita Kaukasia dan perempuan kulit hitam keturunan Afrika
dengan PCOS menunjukkan pertumbuhan rambut berlebihan, sedangkan
orang Asia biasanya memiliki rambut kurang dari Eropa Amerika, yang
dapat dijelaskan oleh aktivitas 5a-reduktase yang lebih rendah di kulit
orang Asia.
5α-reductases, also known as 3-oxo-5α-steroid 4-dehydrogenases, are enzymes involved in steroid
metabolism
POLIKISTIK OVARIUM
USG Transvaginal
atau
USG transabdominal dengan
distensi kandung kemih bagi
wanita perawan
>12 folikel ovarium
diameter 2-9 mm
Volume ovarium
>10 cm3
Polikistik Ovarium di Ovari Kanan dan Kiri.
Diameter: 2 - 5 mm
Jumlah >12.
Hyperechoic stroma
Balen AH, Laven JS, Tan SL, Dewailly D. Ultrasound assessment of the polycystic ovary: international consensus definitions.
Hum Reprod Update 2003;9:505–14.
Subjek yang dikeluarkan dari penelitian
• Individu dengan gangguan tertentu
(kongenital hiperplasia adrenal
onset dewasa, hiperprolaktinemia,
dan androgen-secreting neoplasia)
• Pasien yang memakai obat-obatan
(misalnya steroid, kontrasepsi oral,
metformin, atau diuretik thiazide)
• Non PCOS: Riwayat DM & PCOS
dalam keluarga. Pengobatan hormon.
METHOD: Variabel Yang Diteliti
BMI dan lingkar pinggangAntropometri
Tekanan darah sistolik dan diastolikTekanan darah
Trigliserida, kolesterol HDL, dan total cholesterolDislipidemia
Glukosa puasa, TTG 75g , dan HOMA-IR
Glukosa &
Resistensi Insulin
Jumlah folikel ovarium dan volume ovariumOvarium
Jumlah mens per tahunOligomenore
Modified Ferriman-Gallwey ScoreHirsutisme
Darah vena post puasa 8 jam pada
hari ke-3 follicular phase
Progesterone
Total testosterone, SHBG, Albumin
Free
Testosterone
Testosterone concentration, SHBG
Free Androgen
Index
Lingkar pinggang, Trigliserid, HDL,
Tekanan darah, Glukosa darah
Metabolic
Syndrome
The homeostatic model assessment
(HOMA)
Category HOMA Score
Normal insulin
resistance
< 3
Moderate insulin
resistance
Between 3
and 5
Severe insulin
resistance
>5
The homeostatic model assessment
(HOMA) digunakan untuk mengukur
resistensi insulin dan fungsi sel-beta
LegroRS,CastracaneVD,Kauffman RP.Detecting insulin resistance in polycystic ovary syndrome: purposes and
pitfalls. Obstet Gynecol Surv 2004;59:141–54. 5. Muller DC, Elahi D, Pratley RE, Tobin JD, Andres R. An
epidemiological test of the hyperinsulinemia-hypertension hypothesis. J Clin Endocrinol Metab 1993;76:544–8.
Metabolic Syndromes
National Cholesterol Education
Program's Adult Treatment Panel III ( ≥3
Kriteria )
• Central Obesity: Lingkar pinggang ≥80 cm
• Dyslipidemia: Triglycerides ≥150 mg/dL
• Dyslipidemia: HDL kolesterol <50 mg/dL.
• Hipertensi: ≥130/85 mm Hg
• Hiperglikemia : Gula Darah Puasa ≥100
mg/dL
HASIL
HASIL
87,2% memiliki oligomenore
60,7% memiliki hyperandrogenemia
25,1% memiliki hirsutisme
84,3% memiliki morfologi ovarium polikistik
HASIL
Wanita dengan PCOS
• Lebih muda dan lebih cenderung menjadi
gemuk daripada wanita tanpa PCOS
• Tekanan darah, tingkat total dan free T, FAIs,
postload kadar glukosa 2 jam, kadar insulin
puasa, postload tingkat insulin 2 jam, nilai
HOMA-IR, kadar kolesterol total, dan
trigliserida yang lebih tinggi daripada wanita
tanpa PCOS
• Tingkat SHBG yang lebih rendah daripada
wanita tanpa PCOS
}}
}
}
[1] Faktor metabolik dan hyperandrogenemia
[2] Faktor oligomenore dan hyperandrogenemia
[3] Faktor tekanan darah:
[4] Faktor morfologi ovarium
15 variabel dikelompokkan kepada empat faktor
terpisah
Faktor-faktor ini diinterpretasikan sebagai berikut:
• [1] Faktor metabolik dan
hyperandrogenemia: positive loadings of BMI,
lingkar pinggang, trigliserida, HOMA-IR, glukosa
puasa, TTGO , dan Free T dan loading negatif
HDL cholesterol
• [2] Faktor oligomenore dan
hyperandrogenemia: loading positif dari jumlah
menstruasi per tahun dan loading negatif Free T
• [3] Faktor tekanan darah:
• Loading Positif Tekanan darah sistolik dan
diastolik
• [4] Faktor morfologi ovarium: Loading
positif volume ovarium dan Jumlah folikel
Pada wanita tanpa PCOS, kluster berbeda dari empat
faktor yang terpisah diekstraksi:
• [1] faktor obesitas dan tekanan darah: dengan
loading positif BMI, lingkar pinggang, dan tekanan darah
sistolik dan diastolik;
• [2] faktor metabolik: loading positif trigliserida, HOMA-
IR, glukosa puasa, dan postload 2 jam glukosa;
• [3] faktor obesitas dan reproduksi: loading positif BMI,
lingkar pinggang, dan T gratis dan loading negatif dari
jumlah menstruasi per tahun
• [4] faktor dislipidemia: loading positif HDL dan
kolesterol total.
PCOS +
Hiperandrogenemia
PCOS tanpa
hiperandrogenemia
Obesity Cenderung lebih gemuk
TD Lebih tinggi
Glukosa (GDN, GDPP) Lebih tinggi
HOMA-IR Lebih tinggi
Sindrom metabolik lebih signifikan
Hyperandr
ogenemia
secara
bermakna
berkaitan
dengan
sindrom
metabolik
DISKUSI
• PCOS adalah penyakit heterogen dengan
patofisiologi yang kompleks. Wanita dengan
PCOS → berbagai manifestasi klinis yang
serius→ indikasi reproduksi dan kelainan
metabolik
• Variabel reproduksi dan metabolisme →
menentukan patofisiologi dan definisi PCOS
• Ini adalah studi untuk mengevaluasi komponen
PCOS yang terlibat dalam kedua morbiditas
reproduksi dan metabolik, menggunakan
analisis faktor.
Hiperandrogenemia
Metabolik
Reproduksi
Mencari
struktur dasar
antar variabel
yang sangat
saling terkait
KOMPONEN UTAMA FAKTOR ANALISIS PCOS
Komponen
Utama Faktor
Analisis PCOS
GDPP Trigliserida
Free T Kolesterol HDL
GDN Lingkar Pinggang
HOMA -IR
BMI
Mens / tahun
Metabolik, Oligomenore,
Hiperandrogenisme
Gangguan Metabolik
(metabolik)
Oligomenore
Hiperandrogenisme
• Cosegregation* Free T baik dalam faktor
metabolisme dan oligomenore merupakan
peran sentral hyperandrogenemia pada
wanita dengan PCOS.
• Tidak ada hubungan langsung antara
morfologi ovarium dan gangguan
metabolisme, menunjukkan bahwa
morfologi ovarium adalah berbeda dari
komponen utama.
*The transmission of two or more linked genes on a chromosome to the same
daughter cell leading to the inheritance by the offspring of these genes
together
Tidak adanya hiperandrogenisme
klinis atau biokimia membuat
diagnosis PCOS kurang meyakinkan,
walaupun adanya presentasi
disfungsi ovulasi atau menstruasi
atau ovarium polikistik
Androgen Excess and PCOS Society
HIPERANDROGENISME - METABOLIK
Merangsang
didalam sel adiposa
dan otot rangka
Hiperinsulinemia
Produksi
Androgen
Ovarium
Resistensi
Insulin
• Wanita PCOS dengan sindrom metabolik menunjukkan tingkat Free T
secara signifikan lebih tinggi daripada wanita dengan PCOS tanpa
sindrom metabolik setelah disesuaikan untuk BMI
FREE T ↑
Hiperandrogenisme
(FAI, Total T)
Penanda akurat
METABOLIK
-Sindrom Metabolik
Faktor antropometri & metabolik: BMI, WC,
trigliserida, HOMA-IR, glukosa puasa, TTGO,
HDL
REPRODUKSI
-Oligomenore
Manifestasi Klinis Reproduksi
Mens/Tahun
Faktor risiko
independen
T-> Estrogen
Aromatase-enzymes converting dalam
adipose tissue
• Hyperandrogenemia terkait dengan variabel
antropometri, metabolisme, dan
oligomenore.
• Studi ini menunjukkan bahwa hyperandrogenemia
ada kaitan umum antara metabolisme dan
manifestasi penyakit reproduksi
• Identifikasi hyperandrogenemia pada wanita dengan
PCOS, harus segera dicari kelainan metabolik.
Pada wanita dengan PCOS,
hyperandrogenemia adalah prediktor
signifikan dari sindrom metabolik
setelah disesuaikan untuk usia,
indeks massa tubuh, dan resistensi
insulin
KESIMPULAN

Hyperandrogenemia mempengaruhi morbiditas metabolik dan reproduksi pada sindrom polikistik ovari

  • 1.
    Hyperandrogenemia mempengaruhi morbiditas metabolikdan reproduksi pada sindrom polikistik ovari Hyperandrogenemia is implicated in both the metabolic and reproductive morbidities of polycystic ovary syndrome JOURNAL READING Nama: Nur Afiqah Binti Jasmi 11-2013-031 Dokter Pembimbing: dr. Harianto Wijaya Sp.OG
  • 2.
    • Objektif: Untukmenentukan fitur dari sindrom ovarium polikistik (PCOS) yang terlibat dalam morbiditas terkait reproduksi dan metabolik. • Design: Cross-sectional case–control study • Pasien: 1062 wanita dengan PCOS dan 1887 wanita tanpa PCOS
  • 3.
    Pengukuran: Pemeriksaan fisik,hirsutism skor, pengukuran biokimia dan hormon, USG ovari, Tes toleransi glukosa 75g dan tingkat insulin
  • 4.
    Hasil: Faktor yangdominan pada wanita dengan PCOS PCOS Faktor metabolik dan hyperandrogenemia Faktor tekanan darah Faktor morfologi ovarium Faktor oligomenore dan hyperandrogenemia Pada wanita dengan PCOS, hyperandrogenemia adalah prediktor signifikan dari sindrom metabolik
  • 5.
    Kesimpulan • Hyperandrogenemia adalahfitur pokok umum dari kelainan metabolisme dan reproduksi pada wanita dengan PCOS tapi tidak pada wanita tanpa PCOS.
  • 6.
  • 7.
    PENDAHULUAN (1) • SindromPolikistik Ovarium (PCOS) adalah gangguan heterogen (Heterogenous Disorder)* dengan spektrum yang luas dari fenotipe yang mencakup fitur metabolik dan reproduksi. • Kriteria diagnostik umumnya berpusat pada fitur hiperandrogenisme, oligomenore, dan morfologi ovarium polikistik *Heterogenous disorder is caused by multiple mutations in different origins (genes) which end up having the same result.
  • 8.
    PENDAHULUAN (2) REPRODUKSIMETABOLIK 50-80% ResistensiInsulin Risiko metabolime glukosa yang abnormal, Dislipidemia, dan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular Infertilitas PCOS
  • 9.
    PENDAHULUAN (3) • StudiIni untuk mencari hubungan antara komponen-komponen dari PCOS • Menentukan mana komponen PCOS yang terlibat dalam kedua morbiditas reproduksi dan metabolik • Komponen yang berbeda dengan orang non-PCOS.
  • 10.
  • 11.
    SUBJEK • Data dari‘‘Biospecimen collection from women with PCOS and control for the infertility study" • Studi ini dilaksanakan oleh Endocrinology and Gynecology Clinics di Ewha Womans University Hospital diantara Disember 2008 and Oktober 2010
  • 12.
    American Society forReproductive Medicine and the European Society for Human Reproduction and Embryology PCOS: ≥2 Kriteria Oligom enorea Hiperan drogeni sme Ovarium Polikistik
  • 13.
    Siklus Menstruasi kurang dariLAPAN per tahun. OLIGOMENOREA
  • 14.
    HYPERANDROGENEMIA • Total T≥67 ng / dL • Free T ≥0.84 ng / dL berdasarkan tingkat T di 1.120 pada wanita sihat dan siklus regular • Hirsutisme dengan Modifikasi Ferriman-Gallwey (MFG) skor ≥3 The Ferriman–Gallwey score is a method of evaluating and quantifying hirsutism in women. The method was originally published in 1961 by D. Ferriman and J.D. Gallwey in the Journal of Clinical Endocrinology
  • 15.
    Schematic representation ofthe mFG score Escobar-Morreale HF, Carmina E, Dewailly D, Gambineri A, Kelestimur F, Moghetti P, et al. Epidemiology, diagnosis and management of hirsutism: a consensus statement by the Androgen Excess and Polycystic Ovary Syndrome Society. Hum Reprod Update 2012;18:146–70.
  • 16.
    Epidemiology, diagnosis andmanagement of hirsutism: a consensus statement by the Androgen Excess and Polycystic Ovary Syndrome Society Escobar-Morreale HF, Carmina E, Dewailly D, Gambineri A, Kelestimur F, Moghetti P, et al. Epidemiology, diagnosis and management of hirsutism: a consensus statement by the Androgen Excess and Polycystic Ovary Syndrome Society. Hum Reprod Update 2012;18:146–70.
  • 17.
    Escobar-Morreale HF, CarminaE, Dewailly D, Gambineri A, Kelestimur F, Moghetti P, et al. Epidemiology, diagnosis and management of hirsutism: a consensus statement by the Androgen Excess and Polycystic Ovary Syndrome Society. Hum Reprod Update 2012;18:146–70.
  • 18.
    Androgen Excess andPCOS Society • Nilai cutoff ≥3 diterapkan untuk wanita Timur Jauh dan Asia Tenggara • Kebanyakan wanita Kaukasia dan perempuan kulit hitam keturunan Afrika dengan PCOS menunjukkan pertumbuhan rambut berlebihan, sedangkan orang Asia biasanya memiliki rambut kurang dari Eropa Amerika, yang dapat dijelaskan oleh aktivitas 5a-reduktase yang lebih rendah di kulit orang Asia. 5α-reductases, also known as 3-oxo-5α-steroid 4-dehydrogenases, are enzymes involved in steroid metabolism
  • 19.
    POLIKISTIK OVARIUM USG Transvaginal atau USGtransabdominal dengan distensi kandung kemih bagi wanita perawan >12 folikel ovarium diameter 2-9 mm Volume ovarium >10 cm3
  • 20.
    Polikistik Ovarium diOvari Kanan dan Kiri. Diameter: 2 - 5 mm Jumlah >12. Hyperechoic stroma Balen AH, Laven JS, Tan SL, Dewailly D. Ultrasound assessment of the polycystic ovary: international consensus definitions. Hum Reprod Update 2003;9:505–14.
  • 21.
    Subjek yang dikeluarkandari penelitian • Individu dengan gangguan tertentu (kongenital hiperplasia adrenal onset dewasa, hiperprolaktinemia, dan androgen-secreting neoplasia) • Pasien yang memakai obat-obatan (misalnya steroid, kontrasepsi oral, metformin, atau diuretik thiazide) • Non PCOS: Riwayat DM & PCOS dalam keluarga. Pengobatan hormon.
  • 22.
    METHOD: Variabel YangDiteliti BMI dan lingkar pinggangAntropometri Tekanan darah sistolik dan diastolikTekanan darah Trigliserida, kolesterol HDL, dan total cholesterolDislipidemia Glukosa puasa, TTG 75g , dan HOMA-IR Glukosa & Resistensi Insulin Jumlah folikel ovarium dan volume ovariumOvarium Jumlah mens per tahunOligomenore
  • 23.
    Modified Ferriman-Gallwey ScoreHirsutisme Darahvena post puasa 8 jam pada hari ke-3 follicular phase Progesterone Total testosterone, SHBG, Albumin Free Testosterone Testosterone concentration, SHBG Free Androgen Index Lingkar pinggang, Trigliserid, HDL, Tekanan darah, Glukosa darah Metabolic Syndrome
  • 24.
    The homeostatic modelassessment (HOMA) Category HOMA Score Normal insulin resistance < 3 Moderate insulin resistance Between 3 and 5 Severe insulin resistance >5 The homeostatic model assessment (HOMA) digunakan untuk mengukur resistensi insulin dan fungsi sel-beta LegroRS,CastracaneVD,Kauffman RP.Detecting insulin resistance in polycystic ovary syndrome: purposes and pitfalls. Obstet Gynecol Surv 2004;59:141–54. 5. Muller DC, Elahi D, Pratley RE, Tobin JD, Andres R. An epidemiological test of the hyperinsulinemia-hypertension hypothesis. J Clin Endocrinol Metab 1993;76:544–8.
  • 25.
    Metabolic Syndromes National CholesterolEducation Program's Adult Treatment Panel III ( ≥3 Kriteria ) • Central Obesity: Lingkar pinggang ≥80 cm • Dyslipidemia: Triglycerides ≥150 mg/dL • Dyslipidemia: HDL kolesterol <50 mg/dL. • Hipertensi: ≥130/85 mm Hg • Hiperglikemia : Gula Darah Puasa ≥100 mg/dL
  • 26.
  • 27.
    HASIL 87,2% memiliki oligomenore 60,7%memiliki hyperandrogenemia 25,1% memiliki hirsutisme 84,3% memiliki morfologi ovarium polikistik
  • 29.
    HASIL Wanita dengan PCOS •Lebih muda dan lebih cenderung menjadi gemuk daripada wanita tanpa PCOS • Tekanan darah, tingkat total dan free T, FAIs, postload kadar glukosa 2 jam, kadar insulin puasa, postload tingkat insulin 2 jam, nilai HOMA-IR, kadar kolesterol total, dan trigliserida yang lebih tinggi daripada wanita tanpa PCOS • Tingkat SHBG yang lebih rendah daripada wanita tanpa PCOS
  • 30.
    }} } } [1] Faktor metabolikdan hyperandrogenemia [2] Faktor oligomenore dan hyperandrogenemia [3] Faktor tekanan darah: [4] Faktor morfologi ovarium
  • 31.
    15 variabel dikelompokkankepada empat faktor terpisah Faktor-faktor ini diinterpretasikan sebagai berikut: • [1] Faktor metabolik dan hyperandrogenemia: positive loadings of BMI, lingkar pinggang, trigliserida, HOMA-IR, glukosa puasa, TTGO , dan Free T dan loading negatif HDL cholesterol • [2] Faktor oligomenore dan hyperandrogenemia: loading positif dari jumlah menstruasi per tahun dan loading negatif Free T
  • 32.
    • [3] Faktortekanan darah: • Loading Positif Tekanan darah sistolik dan diastolik • [4] Faktor morfologi ovarium: Loading positif volume ovarium dan Jumlah folikel
  • 33.
    Pada wanita tanpaPCOS, kluster berbeda dari empat faktor yang terpisah diekstraksi: • [1] faktor obesitas dan tekanan darah: dengan loading positif BMI, lingkar pinggang, dan tekanan darah sistolik dan diastolik; • [2] faktor metabolik: loading positif trigliserida, HOMA- IR, glukosa puasa, dan postload 2 jam glukosa; • [3] faktor obesitas dan reproduksi: loading positif BMI, lingkar pinggang, dan T gratis dan loading negatif dari jumlah menstruasi per tahun • [4] faktor dislipidemia: loading positif HDL dan kolesterol total.
  • 34.
    PCOS + Hiperandrogenemia PCOS tanpa hiperandrogenemia ObesityCenderung lebih gemuk TD Lebih tinggi Glukosa (GDN, GDPP) Lebih tinggi HOMA-IR Lebih tinggi Sindrom metabolik lebih signifikan
  • 35.
  • 37.
  • 38.
    • PCOS adalahpenyakit heterogen dengan patofisiologi yang kompleks. Wanita dengan PCOS → berbagai manifestasi klinis yang serius→ indikasi reproduksi dan kelainan metabolik • Variabel reproduksi dan metabolisme → menentukan patofisiologi dan definisi PCOS • Ini adalah studi untuk mengevaluasi komponen PCOS yang terlibat dalam kedua morbiditas reproduksi dan metabolik, menggunakan analisis faktor.
  • 39.
  • 40.
    KOMPONEN UTAMA FAKTORANALISIS PCOS Komponen Utama Faktor Analisis PCOS GDPP Trigliserida Free T Kolesterol HDL GDN Lingkar Pinggang HOMA -IR BMI Mens / tahun
  • 41.
  • 42.
    • Cosegregation* FreeT baik dalam faktor metabolisme dan oligomenore merupakan peran sentral hyperandrogenemia pada wanita dengan PCOS. • Tidak ada hubungan langsung antara morfologi ovarium dan gangguan metabolisme, menunjukkan bahwa morfologi ovarium adalah berbeda dari komponen utama. *The transmission of two or more linked genes on a chromosome to the same daughter cell leading to the inheritance by the offspring of these genes together
  • 43.
    Tidak adanya hiperandrogenisme klinisatau biokimia membuat diagnosis PCOS kurang meyakinkan, walaupun adanya presentasi disfungsi ovulasi atau menstruasi atau ovarium polikistik Androgen Excess and PCOS Society
  • 44.
    HIPERANDROGENISME - METABOLIK Merangsang didalamsel adiposa dan otot rangka Hiperinsulinemia Produksi Androgen Ovarium Resistensi Insulin
  • 45.
    • Wanita PCOSdengan sindrom metabolik menunjukkan tingkat Free T secara signifikan lebih tinggi daripada wanita dengan PCOS tanpa sindrom metabolik setelah disesuaikan untuk BMI FREE T ↑ Hiperandrogenisme (FAI, Total T) Penanda akurat METABOLIK -Sindrom Metabolik Faktor antropometri & metabolik: BMI, WC, trigliserida, HOMA-IR, glukosa puasa, TTGO, HDL REPRODUKSI -Oligomenore Manifestasi Klinis Reproduksi Mens/Tahun Faktor risiko independen T-> Estrogen Aromatase-enzymes converting dalam adipose tissue
  • 46.
    • Hyperandrogenemia terkaitdengan variabel antropometri, metabolisme, dan oligomenore. • Studi ini menunjukkan bahwa hyperandrogenemia ada kaitan umum antara metabolisme dan manifestasi penyakit reproduksi • Identifikasi hyperandrogenemia pada wanita dengan PCOS, harus segera dicari kelainan metabolik.
  • 47.
    Pada wanita denganPCOS, hyperandrogenemia adalah prediktor signifikan dari sindrom metabolik setelah disesuaikan untuk usia, indeks massa tubuh, dan resistensi insulin KESIMPULAN