SIAPA BILANG
MATEMATIKA
ITU SULIT ?
    Siapa Takut !
IRISAN
           IRISAN


4E6F G248 9HEHF )61A4
4E6F G248 9HEHF )61A4

 PROYEKSI GARIS PADA BIDANG
 PROYEKSI GARIS PADA BIDANG


           JARAK
           JARAK


SUDUT ANTARA GARIS DAN BIDANG
SUDUT ANTARA GARIS DAN BIDANG


  SUDUT ANTARA DUA BIDANG
  SUDUT ANTARA DUA BIDANG



                                By: eM2LiB2007
IRISAN
                                       IRISAN
   SOAL :           DENGAN MENGGUNAKAN SB AFINITAS
  LUKISLAH BIDANG IRISAN YANG MELALUI TITIK P,Q DAN R DENGAN
  KUBUS ABCD EFGH
   Langkah-langkah
1. Hubungkan P dan Q sehingga
   memotong AD di T dan CD di S             V
2. Hubungkan S dan R sehingga
   memotong HG di U dan DH di V                          G
3. Hubungkan T dan V sehingga           H       .U
   memotong AE di X dan HE di W        W.
4. Hubungkan XP , QR ,dan UW      E              F       .R
   sehingga terbentuk bidang
   PQRUWX                                                          SUMBU
                                                                  AFINITAS
                                  X.    D
                                                     . C      S
                                            .        Q
                                  A         P    B
                                   T
IRISAN
                                     IRISAN
                       DENGAN MENGGUNAKAN KESEJAJARAN

    Langkah-langkah
1. Buatlah garis PQ dan QR
2. Buatlah garis // PQ pada bidang
   EFGH yaitu garis UW
3. Buatlah garis // QR pada bidang        H       .U        G
   ACHE yaitu garis WX                   W.
4. Buatlah garis RU garis XP         E             F    .R
5. Terbentuklah bidang irisan
   PQRUWX                            X.
                                          C                 D
                                                       .Q
                                     A        .    B
                                              P



                                 2
GARIS TEGAK LURUS BIDANG
               GARIS TEGAK LURUS BIDANG
 Definisi : Sebuah garis tegak lurus pada sebuah bidang jika
            garis itu tegak lurus pada setiap garis di bidang itu
Dalil 1:
 Jika sebuah garis tegak lurus pada dua garis yang saling
 berpotongan dan terletak pada sebuah bidang, maka garis itu
 akan tegak lurus pada setiap garis pada bidang itu




                                 }
 l⊥a
l⊥b
                                     l ⊥ setiap garis pada α
a dan b berpotongan di titik T
                                                        l
dengan a dan b pada α
                                     a                              b


                                     α              T
GARIS TEGAK LURUS BIDANG
               GARIS TEGAK LURUS BIDANG
 Definisi : Sebuah garis tegak lurus pada sebuah bidang jika
            garis itu tegak lurus pada setiap garis di bidang itu
Dalil 1:
 Jika sebuah garis tegak lurus pada dua garis yang saling
 berpotongan dan terletak pada sebuah bidang, maka garis itu
 akan tegak lurus pada setiap garis pada bidang itu




                                 }
 l⊥a
l⊥b
                                     l ⊥ setiap garis pada α
a dan b berpotongan di titik T
                                                        l
dengan a dan b pada α
                                     a                              b


                                     α              T
Dalil 2:
 Jika sebuah garis tegak lurus pada dua garis yang saling
 berpotongan dan terletak pada sebuah bidang, maka garis itu
 tegak lurus dengan bidang itu




                                 }
l⊥a
l⊥b
                                     l⊥
a dan b berpotongan di titik T       α
dengan a dan b pada α

                                                    l

                                          a                    b


                                          α     T
CONTOH :
     Diketahui kubus ABCD EFGH. Buktikan bahwa garis BH tegak lurus bidang ACF
Bukti:


        }                          }
AF⊥ BE      AF⊥ BCHE
                                       AF⊥ BH
AF ⊥ BC     BH pada bidang BCHE


        }   BH pada bidang BDHF }
AC⊥ BD      AC⊥ BDHF
                                       AC⊥ BH      H
AC ⊥ BF                                                               G

AF⊥ BH
AC⊥ BH
       }    BH⊥ bidang ACF
            di N
                                             E                    F


                  Terbukti !                     D           •N       C
                                                         •
                                                         M

                                             A                    B




                               3
PROYEKSI GARIS PADA BIDANG
     PROYEKSI GARIS PADA BIDANG
1. Proyeksi titik pada bidang

Definisi: Jika dari titik T ditarik garis TT1 (T1 pada α) yang tegak
          lurus pada bidang α, maka T1 disebut proyeksi titik T pada
          bidang α                                •T

T = titik yang diproyeksikan
T1 = proyeksi
TT1 = proyektor
α = bidang proyeksi              α               T1

2. Proyeksi garis pada bidang
 Definisi: Jika garis PQ memotong bidang α di titik Q, maka untuk
           melukis proyeksinya cukup dilukis titik P1 pada α yang
           merupakan proyeksi dari titik P. Garis P1Q adalah proyeksi
           garis PQ pada bidang α
                                              •P


                                            P1        •Q
                                 α
                  4
JARAK
                            JARAK
1. Jarak antara Titik dan Titik, Titik dan Garis, serta Titik dan Bidang
 A. Jarak antara Titik dan Titik
    Jarak antara titik A dan B adalah panjang ruas garis AB
            A•                  •B
 B. Jarak antara Titik dan Garis
    Jarak antara titik A dan garis g (titik A di luar garis g) adalah
    panjang ruas garis AA´, dengan A´merupakan proyeksi titik A
    pada garis g

 C. Jarak antara Titik dan Bidang
    Jarak antara titik A dan bidang α adalah panjang ruas garis AA
    ´dengan A´ merupakan proyeksi titik A pada bidang α
                                                     •A
       A•

                       g

            A´                       α               A´
CONTOH :
 1. Diketahui limas beraturan T.ABCD, dengan AB= BC= 5 2 cm
    dan TA= 13 cm. Hitunglah jarak dari A ke garis TC.

      Jawab: Jarak dari A ke garis   AC = a 2 (diagonal alas) dengan a = 5 2
             TC adalah AZ                = ( 2 ) ( 2) = 10 cm
                                            5
                                     TT12 = TA 2 − AT1
                                                     2

                                                         2
                T                                  1      
                                           =13 2 −  × 10 
                                                   2      
                        Z                  =169 − 25 = 144 cm
           D                         TT1 = 12 cm
                             C                           1           1
                            5 2      Luas ∆ ATC ⇒ TC × AZ = AC ×TT1
               T1                                        2           2
  A                                                   1             1
          5 2       B                                    ×13 × AZ = ×10 ×12
                                                       2            2
                                                             120
                                                      AZ =       cm
                                                              13
                                                                           120
                                     Jadi jarak titik A ke garis TC adalah     cm
                                                                            13
2. Diketahui kubus ABCD EFGH, dengan panjang rusuk a cm .
       Tentukan jarak titik B ke bidang ACF.
         Jawab: Jarak dari titik B ke ACF adalah BN
                                                            Luas ∆ BFM ⇒
                                    BD = a 2
     H                                   1      a             1           1
                              G     BM = BD =     2             BM × BF = FM × NB
                                         2      2             2           2
                                    FM = FB + BM 2
                                             2                1 a          1 a
E                                                               ×   2×a = ×    6 × NB
                       F                              2       2 2          2 2
                                           2 a     
                                        = a +     2              a 2 a 2 6 2a 3 a
                               C               2            NB =      =      =      =   3
      D           •N                                                 6      6       6   3
                                                  2a 2
              •                          = a +2
              M                                    4
A                      B                     6a
                                                2
                                         =
                                              4
                                           a
                                         =     6
                                           2

                                                                          a    1
                           Jadi jarak dari titik B ke bidang ACF adalah     3 ( diagonal ruang)
                                                                          3    3

                                         5
SUDUT ANTARA GARIS DAN BIDANG
      SUDUT ANTARA GARIS DAN BIDANG
Definisi: Jika garis g tidak tegak lurus pada bidang α, maka sudut antara
          garis g dan bidang α adalah sudut lancip yang dibentuk oleh garis g
          dan proyeksi garis g pada bidang α yaitu g' adalah ( ∠ θ )




         Jadi ∠( g , α ) = ∠( g , g' ) = ∠ θ
                                               g
                                               •P


                                                    θ
                                        g'              •Q
                                 α             P1
CONTOH: Diketahui kubus ABCD EFGH, dengan panjang rusuk a cm. Tentukan
            besar sudut antara:
               a. garis EC dan bidang ABCD
               b. garis FM dan bidang ABCD, dengan titik M adalah pertengahan bidang
                  ABCD.

    Jawab : a. Sudut antara garis EC dan Bidang ABCD = ∠( EC , AC) = ∠ ACE = ∠ α

                H                        AC = a 2
                                  G
                                                 AE       a     1
                                          Tg α =      =       =   2
           E                  F                  AC a 2 2
                                                        1
                                          ∠ α = arc tg      2
                                                        2
                D             α   C      Jadi besar sudut antara garis EC dan
                          β
                      M                 bidang ABCD adalah arc tg 1 2
               A             B                                    2
    b. Sudut antara garis FM dan bidangABCD = ∠( FM , MB ) = ∠FMB = ∠ β
                                            BF      a
       BD = AC = a 2                Tg ∠β =    =       = 2
                                            BM   1
              1      1                             a 2
       BM = BD     = a 2                         2
              2      2              ∠β = arc tg 2
      Jadi besar sudut antara garis FM dan bidang ABCD adalah arc tg   2
3
em2LiB
 em2LiB
                       SUDUT ANTARA DUA BIDANG
                       SUDUT ANTARA DUA BIDANG

           LANGKAH-LANGKAH
          1. Tentukan garis / titik hasil perpotongan kedua bidang α dan β adalah garis g
          2. Buatlah garis pada bidang α dan pada bidang β
            yang masing-masing saling berpotongan
            dan tegak lurus pada garis g
           Jadi sudut antara bidang α dan bidang β adalah ∠ θ

                                                    β




                                           θ

                                                                     α

                                                g
em2LiB
 em2LiB
    Contoh :   Diketahui limas beraturan T. ABCD, AB= 12 cm dan TT1= 6 3
               Hitunglah besar sudut antara :
               a. Bidang ADT dan bidang ABCD

               b. Bidang ADT dan bidang BCT

  Jawab :
  a. Sudut antara bidang ADT dan bidang ABCD                   T
      adalah ∠ TET1 = ∠
                         α
             1       1
     ET 1 = AB = × 12 = 6 cm
             2        2                                      D
                                                                           C
                                 TT1                  E α
      Tg ∠TET 1 = Tg ∠ α =
                                 ET1                           T1
                     6 3                            A      12       B
                   =
                       6
                   = 3
        ∠ TET 1 = ∠ α = 60 °
     Jadi besar sudut antara bidang ADT dan bidang ABCD adalah 60 °
EM 2Lib
 EM 2Lib :
  Jawab
  b. Sudut antara bidang ADT dan bidang BCT

      adalah ∠ FTE = ∠ β
                                                                    T
      ET=    TT12 + ET12                                       β
         = ( 6 3 ) 2 + 62
         = 108 + 36                                        D
                                                                                C
         = 12 cm                                    E
      ET = FT = 12 cm                                          T1           F
                                                A                       B
                                                          12

    Oleh karena ET = FT = EF = 12 cm, maka ∆ ETF adalah
    segitiga sama sisi, sehingga ∠ FTE = 60°




                                      THE END
H           G


E           F


    D           C


A           B




        3
GPower:
GPower:



                   T



               D
                           C


          A            B




              THE END

Dimensi tiga

  • 1.
  • 2.
    IRISAN IRISAN 4E6F G248 9HEHF )61A4 4E6F G248 9HEHF )61A4 PROYEKSI GARIS PADA BIDANG PROYEKSI GARIS PADA BIDANG JARAK JARAK SUDUT ANTARA GARIS DAN BIDANG SUDUT ANTARA GARIS DAN BIDANG SUDUT ANTARA DUA BIDANG SUDUT ANTARA DUA BIDANG By: eM2LiB2007
  • 3.
    IRISAN IRISAN SOAL : DENGAN MENGGUNAKAN SB AFINITAS LUKISLAH BIDANG IRISAN YANG MELALUI TITIK P,Q DAN R DENGAN KUBUS ABCD EFGH Langkah-langkah 1. Hubungkan P dan Q sehingga memotong AD di T dan CD di S V 2. Hubungkan S dan R sehingga memotong HG di U dan DH di V G 3. Hubungkan T dan V sehingga H .U memotong AE di X dan HE di W W. 4. Hubungkan XP , QR ,dan UW E F .R sehingga terbentuk bidang PQRUWX SUMBU AFINITAS X. D . C S . Q A P B T
  • 4.
    IRISAN IRISAN DENGAN MENGGUNAKAN KESEJAJARAN Langkah-langkah 1. Buatlah garis PQ dan QR 2. Buatlah garis // PQ pada bidang EFGH yaitu garis UW 3. Buatlah garis // QR pada bidang H .U G ACHE yaitu garis WX W. 4. Buatlah garis RU garis XP E F .R 5. Terbentuklah bidang irisan PQRUWX X. C D .Q A . B P 2
  • 5.
    GARIS TEGAK LURUSBIDANG GARIS TEGAK LURUS BIDANG Definisi : Sebuah garis tegak lurus pada sebuah bidang jika garis itu tegak lurus pada setiap garis di bidang itu Dalil 1: Jika sebuah garis tegak lurus pada dua garis yang saling berpotongan dan terletak pada sebuah bidang, maka garis itu akan tegak lurus pada setiap garis pada bidang itu } l⊥a l⊥b l ⊥ setiap garis pada α a dan b berpotongan di titik T l dengan a dan b pada α a b α T
  • 6.
    GARIS TEGAK LURUSBIDANG GARIS TEGAK LURUS BIDANG Definisi : Sebuah garis tegak lurus pada sebuah bidang jika garis itu tegak lurus pada setiap garis di bidang itu Dalil 1: Jika sebuah garis tegak lurus pada dua garis yang saling berpotongan dan terletak pada sebuah bidang, maka garis itu akan tegak lurus pada setiap garis pada bidang itu } l⊥a l⊥b l ⊥ setiap garis pada α a dan b berpotongan di titik T l dengan a dan b pada α a b α T
  • 7.
    Dalil 2: Jikasebuah garis tegak lurus pada dua garis yang saling berpotongan dan terletak pada sebuah bidang, maka garis itu tegak lurus dengan bidang itu } l⊥a l⊥b l⊥ a dan b berpotongan di titik T α dengan a dan b pada α l a b α T
  • 8.
    CONTOH : Diketahui kubus ABCD EFGH. Buktikan bahwa garis BH tegak lurus bidang ACF Bukti: } } AF⊥ BE AF⊥ BCHE AF⊥ BH AF ⊥ BC BH pada bidang BCHE } BH pada bidang BDHF } AC⊥ BD AC⊥ BDHF AC⊥ BH H AC ⊥ BF G AF⊥ BH AC⊥ BH } BH⊥ bidang ACF di N E F Terbukti ! D •N C • M A B 3
  • 9.
    PROYEKSI GARIS PADABIDANG PROYEKSI GARIS PADA BIDANG 1. Proyeksi titik pada bidang Definisi: Jika dari titik T ditarik garis TT1 (T1 pada α) yang tegak lurus pada bidang α, maka T1 disebut proyeksi titik T pada bidang α •T T = titik yang diproyeksikan T1 = proyeksi TT1 = proyektor α = bidang proyeksi α T1 2. Proyeksi garis pada bidang Definisi: Jika garis PQ memotong bidang α di titik Q, maka untuk melukis proyeksinya cukup dilukis titik P1 pada α yang merupakan proyeksi dari titik P. Garis P1Q adalah proyeksi garis PQ pada bidang α •P P1 •Q α 4
  • 10.
    JARAK JARAK 1. Jarak antara Titik dan Titik, Titik dan Garis, serta Titik dan Bidang A. Jarak antara Titik dan Titik Jarak antara titik A dan B adalah panjang ruas garis AB A• •B B. Jarak antara Titik dan Garis Jarak antara titik A dan garis g (titik A di luar garis g) adalah panjang ruas garis AA´, dengan A´merupakan proyeksi titik A pada garis g C. Jarak antara Titik dan Bidang Jarak antara titik A dan bidang α adalah panjang ruas garis AA ´dengan A´ merupakan proyeksi titik A pada bidang α •A A• g A´ α A´
  • 11.
    CONTOH : 1.Diketahui limas beraturan T.ABCD, dengan AB= BC= 5 2 cm dan TA= 13 cm. Hitunglah jarak dari A ke garis TC. Jawab: Jarak dari A ke garis AC = a 2 (diagonal alas) dengan a = 5 2 TC adalah AZ = ( 2 ) ( 2) = 10 cm 5 TT12 = TA 2 − AT1 2 2 T 1  =13 2 −  × 10  2  Z =169 − 25 = 144 cm D TT1 = 12 cm C 1 1 5 2 Luas ∆ ATC ⇒ TC × AZ = AC ×TT1 T1 2 2 A 1 1 5 2 B ×13 × AZ = ×10 ×12 2 2 120 AZ = cm 13 120 Jadi jarak titik A ke garis TC adalah cm 13
  • 12.
    2. Diketahui kubusABCD EFGH, dengan panjang rusuk a cm . Tentukan jarak titik B ke bidang ACF. Jawab: Jarak dari titik B ke ACF adalah BN Luas ∆ BFM ⇒ BD = a 2 H 1 a 1 1 G BM = BD = 2 BM × BF = FM × NB 2 2 2 2 FM = FB + BM 2 2 1 a 1 a E × 2×a = × 6 × NB F 2 2 2 2 2 2 a  = a + 2 a 2 a 2 6 2a 3 a C 2  NB = = = = 3 D •N 6 6 6 3 2a 2 • = a +2 M 4 A B 6a 2 = 4 a = 6 2 a 1 Jadi jarak dari titik B ke bidang ACF adalah 3 ( diagonal ruang) 3 3 5
  • 13.
    SUDUT ANTARA GARISDAN BIDANG SUDUT ANTARA GARIS DAN BIDANG Definisi: Jika garis g tidak tegak lurus pada bidang α, maka sudut antara garis g dan bidang α adalah sudut lancip yang dibentuk oleh garis g dan proyeksi garis g pada bidang α yaitu g' adalah ( ∠ θ ) Jadi ∠( g , α ) = ∠( g , g' ) = ∠ θ g •P θ g' •Q α P1
  • 14.
    CONTOH: Diketahui kubusABCD EFGH, dengan panjang rusuk a cm. Tentukan besar sudut antara: a. garis EC dan bidang ABCD b. garis FM dan bidang ABCD, dengan titik M adalah pertengahan bidang ABCD. Jawab : a. Sudut antara garis EC dan Bidang ABCD = ∠( EC , AC) = ∠ ACE = ∠ α H AC = a 2 G AE a 1 Tg α = = = 2 E F AC a 2 2 1 ∠ α = arc tg 2 2 D α C Jadi besar sudut antara garis EC dan β M bidang ABCD adalah arc tg 1 2 A B 2 b. Sudut antara garis FM dan bidangABCD = ∠( FM , MB ) = ∠FMB = ∠ β BF a BD = AC = a 2 Tg ∠β = = = 2 BM 1 1 1 a 2 BM = BD = a 2 2 2 2 ∠β = arc tg 2 Jadi besar sudut antara garis FM dan bidang ABCD adalah arc tg 2 3
  • 15.
    em2LiB em2LiB SUDUT ANTARA DUA BIDANG SUDUT ANTARA DUA BIDANG LANGKAH-LANGKAH 1. Tentukan garis / titik hasil perpotongan kedua bidang α dan β adalah garis g 2. Buatlah garis pada bidang α dan pada bidang β yang masing-masing saling berpotongan dan tegak lurus pada garis g Jadi sudut antara bidang α dan bidang β adalah ∠ θ β θ α g
  • 16.
    em2LiB em2LiB Contoh : Diketahui limas beraturan T. ABCD, AB= 12 cm dan TT1= 6 3 Hitunglah besar sudut antara : a. Bidang ADT dan bidang ABCD b. Bidang ADT dan bidang BCT Jawab : a. Sudut antara bidang ADT dan bidang ABCD T adalah ∠ TET1 = ∠ α 1 1 ET 1 = AB = × 12 = 6 cm 2 2 D C TT1 E α Tg ∠TET 1 = Tg ∠ α = ET1 T1 6 3 A 12 B = 6 = 3 ∠ TET 1 = ∠ α = 60 ° Jadi besar sudut antara bidang ADT dan bidang ABCD adalah 60 °
  • 17.
    EM 2Lib EM2Lib : Jawab b. Sudut antara bidang ADT dan bidang BCT adalah ∠ FTE = ∠ β T ET= TT12 + ET12 β = ( 6 3 ) 2 + 62 = 108 + 36 D C = 12 cm E ET = FT = 12 cm T1 F A B 12 Oleh karena ET = FT = EF = 12 cm, maka ∆ ETF adalah segitiga sama sisi, sehingga ∠ FTE = 60° THE END
  • 18.
    H G E F D C A B 3
  • 19.
    GPower: GPower: T D C A B THE END