{
HUKUM
KEPAILITAN
Siti Anisah
WORKSHOP ALSA LC UNSOED 2015
PURWOKERTO, 28-29 MARET 2015
 Pengertian, Asas-Asas dan Tujuan
 Persyaratan Permohonan Pernyataan Pailit
 Pihak-pihak yang dapat Mengajukan
Permohonan Pertanyaan Pailit dan Pihak
yang Dapat Dinyatakan Pailit
Topik Diskusi
 ketidakmampuan seseorang untuk membayar
utang-utangnya
 seseorang yang tidak dapat memenuhi
kewajibannya yang telah jatuh tempo dan dapat
ditagih
 insolvent: seseorang yang utangnya lebih besar
dibandingkan dengan hartanya
 I’tsar v. Iflas
pengertian PAILIT
 Sita umum atas semua harta kekayaan
Debitor Pailit
 Pengurusan dan pemberesannya dilakukan
oleh Kurator
 di bawah pengawasan Hakim Pengawas
 Diatur dalam Undang-Undang No. 37
Tahun 2004 tentang Kepailitan dan
Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang
pengertian KEPAILITAN
KEPAILITAN
SITA UMUM atas
SEMUA HARTA
DEBITOR PAILIT
PEMBAGIAN HARTA
DEBITOR PAILIT
kepada SELURUH
KREDITOR
J
A
M
I
N
A
N
Pasal 1131 KUHPerdata
SEGALA
KEBENDAAN
SI BERUTANG
BERGERAK
TIDAK BERGERAK
YANG SUDAH ADA
BARU AKAN ADA DI
KEMUDIAN HARI
PERIKATAN
PERSEORANGAN
asas & tujuan hukum kepailitan
SITA UMUM melindungi kreditor konkuren
untuk memperoleh hak-haknya
syarat
SITA UMUM
collective execution
dilakukan secara langsung terhadap semua harta
kekayaan debitor untuk manfaat semua kreditor
1. debitor dalam keadaan benar-benar berhenti membayar
utang-utangnya (insolven) secara tetap
2. terdapat banyak kreditor: aktual maupun potential
Pasal 1132 KUHPerdata
SEGALA
KEBENDAAN
SI BERUTANG
J
A
M
I
N
A
N
BERSAMA-SAMA BAGI
SEMUA ORANG YANG
MENGUTANGKAN
PENDAPATAN
PENJUALAN BENDA-
BENDA ITU DIBAGI-BAGI
MENURUT
KESEIMBANGAN
MENURUT BESAR-
KECILNYA PIUTANG
MASING-MASING
KECUALI APABILA DI ANTARA
PARA BERPIUTANG ITU ADA
ALASAN-ALASAN YANG SAH
UNTUK DIDAHULUKAN
asas & tujuan hukum kepailitan
pari passu pro
rata parte
menjamin pembagian harta kekayaan
debitor di antara para kreditor
 Paritas Creditorum
 Pari Passu Pro Rata Parte
 Structured Creditors
 Debt Collection
 Universal & Teritorial
Asas Hukum Kepailitan
(Hadi M. Subhan)
sita umum untuk
kepentingan
bersama para
kreditor
Fv
UU No. 4
Tahun 1998
UU No. 37
Tahun 2004
penyelesaian
utang-piutang
dunia usaha
kepastian
hukum
bagi dunia
usaha
jalan
keluar
dari krisis
ekonomi
menghindari
perebutan
harta debitor
menghindari
kecurangan
debitor atau
kreditor
kreditor pemegang hak
jaminan kebendaan,
perlu memperhatikan
kepentingan debitor atau
kreditor lainnya
tujuan
kepailitan
Pengadilan Niaga berwenang menyatakan debitor
pailit jika Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang No. 37
Tahun 2004 terpenuhi, yaitu:
1. Debitor;
2. 2 kreditor atau lebih;
3. tidak membayar lunas sedikitnya 1 utang yang
telah jatuh waktu dan dapat ditagih
PEMBUKTIAN SEDERHANA
P
E
N
G
E
R
T
I
A
N
DEBITOR
UTANG
KREDITOR
Orang yang mempunyai utang karena
perjanjian atau Undang-undang yang
Pelunasannya dapat ditagih di muka
Pengadilan (Pasal 1 angka 3)
Orang yang mempunyai piutang karena
perjanjian atau Undang-undang yang dapat
ditagih di muka pengadilan (Pasal 1 angka 2)
Kewajiban yang dinyatakan atau dapat
dinyatakan dalam jumlah uang baik dalam
mata uang Indonesia maupun mata uang
asing, baik secara langsung maupun yang
akan timbul dikemudian hari atau kontinjen
yang timbul karena perjanjian atau Undang-
Undang yang wajib dipenuhi oleh debitor dan
bila tidak dipenuhi memberi hak kepada
kreditor untuk mendapat pemenuhannya
dari harta kekayaan debitor (Pasal 1 angka 6)
 “Utang adalah kewajiban..., yang timbul karena
perjanjian atau undang-undang...”
 Artinya, ada kewajiban untuk memberikan sesuatu,
berbuat sesuatu, atau untuk tidak berbuat sesuatu.
 Kewajiban untuk memberikan sesuatu objeknya pun
tidak harus berupa “sejumlah uang tertentu.”
 Utang adalah “perikatan dalam arti hubungan atau
kewajiban prestasi tertentu”.
 Prestasi dapat pula diartikan sebagai suatu yang
diberikan, dijanjikan atau dilakukan secara timbal balik.
 Perbuatan, sikap tidak berbuat atau janji dari masing-
masing pihak adalah harga bagi janji yang telah dibeli
oleh pihak lainnya.
UTANG
 Debitor mempunyai kewajiban untuk membayar utang
(schuld).
 Bagi debitor, kewajiban tersebut adalah utang yang
memberikan hak menagih (vorderingsrecht) kepada kreditor.
 Debitor mempunyai kewajiban untuk membiarkan harta
kekayaannya diambil oleh kreditor sebanyak utang
debitor, guna pelunasan utangnya, apabila ia tidak
memenuhi kewajibannya membayar utang (haftung).
 Kegagalan debitor untuk memenuhi kewajiban
sebagaimana mestinya, menjadikan kreditor mempunyai
hak menagih terhadap kekayaan debitor sebesar piutang
yang dimilikinya (verhaalsrecht).
 Dalam kepailitan, hal itu merupakan dasar untuk
mengajukan permohonan pernyataan pailit.
UTANG
Kewajiban untuk membayar utang yang
telah jatuh waktu:
karena telah diperjanjikan;
percepatan waktu penagihannya
(akselerasi)
pengenaan Sanksi atau denda oleh
instansi berwenang
karena putusan pengadilan, arbitrase
atau majelis arbitrase
Utang yang telah Jatuh Waktu dan
Dapat Ditagih
 Utang itu sudah waktunya untuk dibayar
 Sesuai waktu yang diperjanjikan, dan wanprestasi
salah satu pihak mempercepat penagihannya
 Jika perjanjian tidak mengaturnya, maka debitor dianggap
lalai, jika dengan surat teguran ia telah dinyatakan lalai
 Mahkamah Agung: penggunaan lembaya pernyataan lalai
dapat ditiadakan, dengan mengajukan gugatan secara
langsung ke Pengadilan.
 Jika tidak ada kesepakatan jatuh tempo, maka
pemenuhan prestasi dapat dimintakan setiap saat
oleh kreditor
utang yang jatuh waktu...
 PT Bank Niaga, Tbk. v. PT Barito Pacific Timber, Tbk.,
Nomor Pengadilan Niaga Nomor 03/Pailit/2002/PN.Niaga/Jkt.Pst.,
Putusan Mahkamah Agung Nomor 09K/N/2002, dan Nomor
13PK/N/2002
 Jerry Hoff: debitor dapat mengajukan permohonan keadaan
memaksa apabila kegagalan untuk melakukan sesuatu:
 Terjadi sesuatu yang bukan karena kesalahannya dan
 Tidak dapat dimintakan pertanggungjawabannya di
hadapan hukum, perjanjian atau pendapat yang berlaku
secara umum
 Subekti: ...debitor dapat membela dirinya...dengan mengajukan
keadaan-keadaan di luar kekuasaannya yang memaksanya
hingga ia tidak menepati perjanjian (overmatch)
Apakah semua utang yang jatuh waktu selalu
dapat ditagih?
 PT Bank Buana Indonesia v. PD Binatx,
Nomor 03/Pailit/2005/PN.Niaga/Jkt.Pst
 debitor berhenti membayar utang terhadap
puluhan kreditor, sementara harta yang
dimilikinya makin hari makin berkurang dan
nilainya menjadi lebih kecil dari utang-utang
debitor
 Mohamad Irwan Sjukur v. Thoe Chaerudin
Efendy, Nomor
07/Pailit/2005/PN.Niaga.Jkt.Pst
 debitor tidak melunasi pembayaran utangnya
kepada kreditor pada saat yang telah
ditentukan, dan ia mengakui utangnya tersebut
Apa pengertian tidak membayar?
No. Nama Para Pihak/Terdakwa* No. Putusan Pengadilan
Niaga
No. Putusan
Mahkamah Agung
Putusan
1. Wiwin C, Suyati, Nurhayati, Sugiarti,
Dedewati, Ani dan Andi v. PT
Roxindo Mangun Apparel Industry
(P4P)
49/Pailit/2004/
PN.Niaga.Jkt.Pst.
07 K/N/2005 Tidak Pailit
2. Sukadi dan Sukardi v. PT Samstar
(Surat dari Disnaker Pemkab
Karawang yang memerintahkan
pembayaran pesangon)
15/Pailit/2006/
PN.Niaga.Jkt.Pst
019 K/N/2006 Pailit
3. Heryono, Nugroho, Sayudi v. PT
Dirgantara Indonesia (Persero) (P4P)
41/Pailit/2007/
PN.Niaga/Jkt.Pst
075 K/Pdt.Sus/2007 Tidak Pailit
4. Slamet Riyadi, Triyanto, Bambang
Wijonarko, Purwanto, Sutejo v. PT
Lidi Manunggal Perkasa (PHK atas
kehendak Perusahaan tanpa melalui
P4P/PHI)
12/Pailit/2009/
PN.Niaga.Smg
897K/Pdt.Sus/2009 Tidak Pailit
5. Helmi dan Ala Asi Sitompul v. PT
Pancamega Adimulia (P4P, dikuatkan
PT TUN dan MA (in kracht van
gewifsde)
27/Pailit/2011/
PN.Niaga.Jkt.Pst
470 K/Pdt.Sus/2011 Tidak Pailit
Kajian Putusan: Apakah Hak Pekerja yang
Tidak Dibayar merupakan UTANG?
PEMOHON
PERNYATAN
PAILIT
► DEBITOR (Pasal 2 ayat (1) ~ voluntary
► KREDITOR (Pasal 2 ayat (1) ~ involuntary
► KEJAKSAAN, untuk kepentingan umum
(Pasal 2 ayat (2)
► BANK INDONESIA, jika debitor adalah
bank (Pasal 2 ayat (3) *
► BADAN PENGAWAS PASAR MODAL,
jika debitor Perusahaan Efek, Bursa Efek,
Lembaga Kliring & Penjaminan, Lembaga
Penyimpanan & Penyelesaian
(Pasal 2 ayat (4) *
► MENTERI KEUANGAN, jika debitor
Perusahaan Asuransi, Perusahaan Reasuransi,
Dana Pensiun, atau BUMN yang bergerak untuk
kepentingan umum (Pasal 2 ayat (5) *
TERIMA KASIH

Asas Tujuan & Pemohon Pailit

  • 1.
    { HUKUM KEPAILITAN Siti Anisah WORKSHOP ALSALC UNSOED 2015 PURWOKERTO, 28-29 MARET 2015
  • 2.
     Pengertian, Asas-Asasdan Tujuan  Persyaratan Permohonan Pernyataan Pailit  Pihak-pihak yang dapat Mengajukan Permohonan Pertanyaan Pailit dan Pihak yang Dapat Dinyatakan Pailit Topik Diskusi
  • 3.
     ketidakmampuan seseoranguntuk membayar utang-utangnya  seseorang yang tidak dapat memenuhi kewajibannya yang telah jatuh tempo dan dapat ditagih  insolvent: seseorang yang utangnya lebih besar dibandingkan dengan hartanya  I’tsar v. Iflas pengertian PAILIT
  • 4.
     Sita umumatas semua harta kekayaan Debitor Pailit  Pengurusan dan pemberesannya dilakukan oleh Kurator  di bawah pengawasan Hakim Pengawas  Diatur dalam Undang-Undang No. 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang pengertian KEPAILITAN
  • 5.
    KEPAILITAN SITA UMUM atas SEMUAHARTA DEBITOR PAILIT PEMBAGIAN HARTA DEBITOR PAILIT kepada SELURUH KREDITOR
  • 6.
    J A M I N A N Pasal 1131 KUHPerdata SEGALA KEBENDAAN SIBERUTANG BERGERAK TIDAK BERGERAK YANG SUDAH ADA BARU AKAN ADA DI KEMUDIAN HARI PERIKATAN PERSEORANGAN asas & tujuan hukum kepailitan SITA UMUM melindungi kreditor konkuren untuk memperoleh hak-haknya
  • 7.
    syarat SITA UMUM collective execution dilakukansecara langsung terhadap semua harta kekayaan debitor untuk manfaat semua kreditor 1. debitor dalam keadaan benar-benar berhenti membayar utang-utangnya (insolven) secara tetap 2. terdapat banyak kreditor: aktual maupun potential
  • 8.
    Pasal 1132 KUHPerdata SEGALA KEBENDAAN SIBERUTANG J A M I N A N BERSAMA-SAMA BAGI SEMUA ORANG YANG MENGUTANGKAN PENDAPATAN PENJUALAN BENDA- BENDA ITU DIBAGI-BAGI MENURUT KESEIMBANGAN MENURUT BESAR- KECILNYA PIUTANG MASING-MASING KECUALI APABILA DI ANTARA PARA BERPIUTANG ITU ADA ALASAN-ALASAN YANG SAH UNTUK DIDAHULUKAN asas & tujuan hukum kepailitan pari passu pro rata parte menjamin pembagian harta kekayaan debitor di antara para kreditor
  • 9.
     Paritas Creditorum Pari Passu Pro Rata Parte  Structured Creditors  Debt Collection  Universal & Teritorial Asas Hukum Kepailitan (Hadi M. Subhan)
  • 10.
    sita umum untuk kepentingan bersamapara kreditor Fv UU No. 4 Tahun 1998 UU No. 37 Tahun 2004 penyelesaian utang-piutang dunia usaha kepastian hukum bagi dunia usaha jalan keluar dari krisis ekonomi menghindari perebutan harta debitor menghindari kecurangan debitor atau kreditor kreditor pemegang hak jaminan kebendaan, perlu memperhatikan kepentingan debitor atau kreditor lainnya tujuan kepailitan
  • 11.
    Pengadilan Niaga berwenangmenyatakan debitor pailit jika Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang No. 37 Tahun 2004 terpenuhi, yaitu: 1. Debitor; 2. 2 kreditor atau lebih; 3. tidak membayar lunas sedikitnya 1 utang yang telah jatuh waktu dan dapat ditagih PEMBUKTIAN SEDERHANA
  • 12.
    P E N G E R T I A N DEBITOR UTANG KREDITOR Orang yang mempunyaiutang karena perjanjian atau Undang-undang yang Pelunasannya dapat ditagih di muka Pengadilan (Pasal 1 angka 3) Orang yang mempunyai piutang karena perjanjian atau Undang-undang yang dapat ditagih di muka pengadilan (Pasal 1 angka 2) Kewajiban yang dinyatakan atau dapat dinyatakan dalam jumlah uang baik dalam mata uang Indonesia maupun mata uang asing, baik secara langsung maupun yang akan timbul dikemudian hari atau kontinjen yang timbul karena perjanjian atau Undang- Undang yang wajib dipenuhi oleh debitor dan bila tidak dipenuhi memberi hak kepada kreditor untuk mendapat pemenuhannya dari harta kekayaan debitor (Pasal 1 angka 6)
  • 13.
     “Utang adalahkewajiban..., yang timbul karena perjanjian atau undang-undang...”  Artinya, ada kewajiban untuk memberikan sesuatu, berbuat sesuatu, atau untuk tidak berbuat sesuatu.  Kewajiban untuk memberikan sesuatu objeknya pun tidak harus berupa “sejumlah uang tertentu.”  Utang adalah “perikatan dalam arti hubungan atau kewajiban prestasi tertentu”.  Prestasi dapat pula diartikan sebagai suatu yang diberikan, dijanjikan atau dilakukan secara timbal balik.  Perbuatan, sikap tidak berbuat atau janji dari masing- masing pihak adalah harga bagi janji yang telah dibeli oleh pihak lainnya. UTANG
  • 14.
     Debitor mempunyaikewajiban untuk membayar utang (schuld).  Bagi debitor, kewajiban tersebut adalah utang yang memberikan hak menagih (vorderingsrecht) kepada kreditor.  Debitor mempunyai kewajiban untuk membiarkan harta kekayaannya diambil oleh kreditor sebanyak utang debitor, guna pelunasan utangnya, apabila ia tidak memenuhi kewajibannya membayar utang (haftung).  Kegagalan debitor untuk memenuhi kewajiban sebagaimana mestinya, menjadikan kreditor mempunyai hak menagih terhadap kekayaan debitor sebesar piutang yang dimilikinya (verhaalsrecht).  Dalam kepailitan, hal itu merupakan dasar untuk mengajukan permohonan pernyataan pailit. UTANG
  • 15.
    Kewajiban untuk membayarutang yang telah jatuh waktu: karena telah diperjanjikan; percepatan waktu penagihannya (akselerasi) pengenaan Sanksi atau denda oleh instansi berwenang karena putusan pengadilan, arbitrase atau majelis arbitrase Utang yang telah Jatuh Waktu dan Dapat Ditagih
  • 16.
     Utang itusudah waktunya untuk dibayar  Sesuai waktu yang diperjanjikan, dan wanprestasi salah satu pihak mempercepat penagihannya  Jika perjanjian tidak mengaturnya, maka debitor dianggap lalai, jika dengan surat teguran ia telah dinyatakan lalai  Mahkamah Agung: penggunaan lembaya pernyataan lalai dapat ditiadakan, dengan mengajukan gugatan secara langsung ke Pengadilan.  Jika tidak ada kesepakatan jatuh tempo, maka pemenuhan prestasi dapat dimintakan setiap saat oleh kreditor utang yang jatuh waktu...
  • 17.
     PT BankNiaga, Tbk. v. PT Barito Pacific Timber, Tbk., Nomor Pengadilan Niaga Nomor 03/Pailit/2002/PN.Niaga/Jkt.Pst., Putusan Mahkamah Agung Nomor 09K/N/2002, dan Nomor 13PK/N/2002  Jerry Hoff: debitor dapat mengajukan permohonan keadaan memaksa apabila kegagalan untuk melakukan sesuatu:  Terjadi sesuatu yang bukan karena kesalahannya dan  Tidak dapat dimintakan pertanggungjawabannya di hadapan hukum, perjanjian atau pendapat yang berlaku secara umum  Subekti: ...debitor dapat membela dirinya...dengan mengajukan keadaan-keadaan di luar kekuasaannya yang memaksanya hingga ia tidak menepati perjanjian (overmatch) Apakah semua utang yang jatuh waktu selalu dapat ditagih?
  • 18.
     PT BankBuana Indonesia v. PD Binatx, Nomor 03/Pailit/2005/PN.Niaga/Jkt.Pst  debitor berhenti membayar utang terhadap puluhan kreditor, sementara harta yang dimilikinya makin hari makin berkurang dan nilainya menjadi lebih kecil dari utang-utang debitor  Mohamad Irwan Sjukur v. Thoe Chaerudin Efendy, Nomor 07/Pailit/2005/PN.Niaga.Jkt.Pst  debitor tidak melunasi pembayaran utangnya kepada kreditor pada saat yang telah ditentukan, dan ia mengakui utangnya tersebut Apa pengertian tidak membayar?
  • 19.
    No. Nama ParaPihak/Terdakwa* No. Putusan Pengadilan Niaga No. Putusan Mahkamah Agung Putusan 1. Wiwin C, Suyati, Nurhayati, Sugiarti, Dedewati, Ani dan Andi v. PT Roxindo Mangun Apparel Industry (P4P) 49/Pailit/2004/ PN.Niaga.Jkt.Pst. 07 K/N/2005 Tidak Pailit 2. Sukadi dan Sukardi v. PT Samstar (Surat dari Disnaker Pemkab Karawang yang memerintahkan pembayaran pesangon) 15/Pailit/2006/ PN.Niaga.Jkt.Pst 019 K/N/2006 Pailit 3. Heryono, Nugroho, Sayudi v. PT Dirgantara Indonesia (Persero) (P4P) 41/Pailit/2007/ PN.Niaga/Jkt.Pst 075 K/Pdt.Sus/2007 Tidak Pailit 4. Slamet Riyadi, Triyanto, Bambang Wijonarko, Purwanto, Sutejo v. PT Lidi Manunggal Perkasa (PHK atas kehendak Perusahaan tanpa melalui P4P/PHI) 12/Pailit/2009/ PN.Niaga.Smg 897K/Pdt.Sus/2009 Tidak Pailit 5. Helmi dan Ala Asi Sitompul v. PT Pancamega Adimulia (P4P, dikuatkan PT TUN dan MA (in kracht van gewifsde) 27/Pailit/2011/ PN.Niaga.Jkt.Pst 470 K/Pdt.Sus/2011 Tidak Pailit Kajian Putusan: Apakah Hak Pekerja yang Tidak Dibayar merupakan UTANG?
  • 20.
    PEMOHON PERNYATAN PAILIT ► DEBITOR (Pasal2 ayat (1) ~ voluntary ► KREDITOR (Pasal 2 ayat (1) ~ involuntary ► KEJAKSAAN, untuk kepentingan umum (Pasal 2 ayat (2) ► BANK INDONESIA, jika debitor adalah bank (Pasal 2 ayat (3) * ► BADAN PENGAWAS PASAR MODAL, jika debitor Perusahaan Efek, Bursa Efek, Lembaga Kliring & Penjaminan, Lembaga Penyimpanan & Penyelesaian (Pasal 2 ayat (4) * ► MENTERI KEUANGAN, jika debitor Perusahaan Asuransi, Perusahaan Reasuransi, Dana Pensiun, atau BUMN yang bergerak untuk kepentingan umum (Pasal 2 ayat (5) *
  • 21.