Imron Rosyadi
       Fakultas Kedokteran
Universitas Muhammadiyah Malang
               2011
 Anemia yang timbul akibat berkurangnya penyediaan
  besi untuk eritropoesis, karena cadangan besi kosong
  (depleted iron store) yang ada akhirnya
  mengakibatkan pembentukan hemoglobi berkurang.
  (Buku Ajar IPD, 2009)
 Anemia yang ditandai oleh rendah/tidak adanya
  simpanan besi, konsentrasi besi rendah, transferin
  meninggi, konsentrasi Hb atau Hematokrit rendah,
  hipokromik dan mikrositik. (Dorland, 1998)
 Rendahnya masukan besi.
   Kurangnya bahan makanan yang mengandung besi.
 Gangguan absorbsi besi.
   Kurangnya asupan daging & vit. C dan kelebihan serat &
    phytat.
   Gastrektomi.
 Pendarahan menahun.
   Metrorhagia, hematuria, hemoptoe, kanker
    lambung, kanker kolo, dll.



                                           Buku Ajar IPD, 2009
Besi dlm
     Makanan

       Usus
      (Fe2+)

    Epitel Usus
      (Fe2+)

   Plasma Darah         Jika Besi Plasma rendah    Sel Retikulo Endotelia
(Fe2+ + Apotranferin)                               (Fe2+ + Apoferitin)
    Tranferin-Fe                                           Feritin

Beredar ke Sumsum
                        Besi Digunakan Oleh            Eritosit Hancur
      Tulang
                              Eritrosit                     (Fe2+)
      (Fe2+)

                                      Buku Ajar IPD, 2009 & Guyton, 2008
 Gejala Umum Anemia.
   Lemah, lesu, cepat lelah, mata berkunang-kunang &
    telinga mendenging.
 Gejala Def. Besi.
   Koilonychia (kuku sendok), atrofi papil lidah, disfagia,
    dll.
 Gejala Penyakit Dasar (Penyebab)
   Cacing tambang : dispepsia, parotitis, tangan kuning.
   Kanker kolon : perubahan kebiasan BAB.




                                              Buku Ajar IPD, 2009
Etiologi

         Cad. Besi «
    (Iron Depleted State)

-     Turun Feritin Serum
-     Absorbsi besi naik
-     Pengecatan Besi (-)
                                                      Anemia Hipokrom
                                                          Mikrositer
                                                       (Iron Deficiensy
     Cad. Besi kosong                                      Anemia)

Gangguan Eritropoesis       -   Saturasi Transferin
   (Iron Deficient              turun                   Kadar Hb Turun
     Erthropesis)           -   TIBC naik

                                                      Buku Ajar IPD, 2009
Kuku Sendok




              Atrofi Papil Lidah
 Eritrosit : hipokrom mikrositik, dg anisopoikilositoisi
             pencil cell, cigar cell, elliptocytosis
   Indeks eritrosit : MCV, MCH, MCHC turun
   Serum feritin : turun
   Serum iron (SI) : turun
   Total iron binding capacity : naik
    Hemosiderin (cadangan besi sutul) : turun / nihil
    Free erythrocyte protophorphyrin (FEP) : naik


                                                 Kuliah Pakar
 Terapi Kausal
 Terapi Preparat Besi
   Terapi Besi Oral : Ferrous Sulphat 2 x 300mg.
   Terapi Besi Parenteral : Iron Dextran complex, iron
    ferric gluconate acid complex, iron sucrosa, dll.
 Terapi Lain
   Diet : Makanan bergizi tinggi protein hewani.
   Vitamin C : diberikan 3 x 100 mg, untuk menigktkan
    absorbsi besi.
   Tranfusi darah.


                                              Buku Ajar IPD, 2009
 Anemia Penyakit Kronik
 Anemia Sideroblastik
 Thalassemia




                           Buku Ajar IPD, 2009
 Prognosis baik apabila penyebab anemianya diketahui
  hanya karena kekurangan besi saja serta kemudian
  dilakukan penanganan yang adekuat. Gejala anemia
  dan menifestasi klinis lannya akan membaik dengan
  pemberian preparat besi. (Supandiman, 2006).
 Pada kasus ADB karena perdarahan, apabila sumber
  perdarahan dapat diatasi, maka prognosis anemia
  defisiensi besi adalah baik terutama apabila diberikan
  terapi Fe yang adekuat. Tentunya penyakit dasar
  sebagai sumber perdarahan kronisnya pun
  menentukan prognosis dari pasien
  (Supandiman, 2006).

                                           Supandiman, 2006

Anemia Defisiensi Besi

  • 1.
    Imron Rosyadi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang 2011
  • 2.
     Anemia yangtimbul akibat berkurangnya penyediaan besi untuk eritropoesis, karena cadangan besi kosong (depleted iron store) yang ada akhirnya mengakibatkan pembentukan hemoglobi berkurang. (Buku Ajar IPD, 2009)  Anemia yang ditandai oleh rendah/tidak adanya simpanan besi, konsentrasi besi rendah, transferin meninggi, konsentrasi Hb atau Hematokrit rendah, hipokromik dan mikrositik. (Dorland, 1998)
  • 3.
     Rendahnya masukanbesi.  Kurangnya bahan makanan yang mengandung besi.  Gangguan absorbsi besi.  Kurangnya asupan daging & vit. C dan kelebihan serat & phytat.  Gastrektomi.  Pendarahan menahun.  Metrorhagia, hematuria, hemoptoe, kanker lambung, kanker kolo, dll. Buku Ajar IPD, 2009
  • 4.
    Besi dlm Makanan Usus (Fe2+) Epitel Usus (Fe2+) Plasma Darah Jika Besi Plasma rendah Sel Retikulo Endotelia (Fe2+ + Apotranferin) (Fe2+ + Apoferitin) Tranferin-Fe Feritin Beredar ke Sumsum Besi Digunakan Oleh Eritosit Hancur Tulang Eritrosit (Fe2+) (Fe2+) Buku Ajar IPD, 2009 & Guyton, 2008
  • 5.
     Gejala UmumAnemia.  Lemah, lesu, cepat lelah, mata berkunang-kunang & telinga mendenging.  Gejala Def. Besi.  Koilonychia (kuku sendok), atrofi papil lidah, disfagia, dll.  Gejala Penyakit Dasar (Penyebab)  Cacing tambang : dispepsia, parotitis, tangan kuning.  Kanker kolon : perubahan kebiasan BAB. Buku Ajar IPD, 2009
  • 6.
    Etiologi Cad. Besi « (Iron Depleted State) - Turun Feritin Serum - Absorbsi besi naik - Pengecatan Besi (-) Anemia Hipokrom Mikrositer (Iron Deficiensy Cad. Besi kosong Anemia) Gangguan Eritropoesis - Saturasi Transferin (Iron Deficient turun Kadar Hb Turun Erthropesis) - TIBC naik Buku Ajar IPD, 2009
  • 7.
    Kuku Sendok Atrofi Papil Lidah
  • 8.
     Eritrosit :hipokrom mikrositik, dg anisopoikilositoisi  pencil cell, cigar cell, elliptocytosis  Indeks eritrosit : MCV, MCH, MCHC turun  Serum feritin : turun  Serum iron (SI) : turun  Total iron binding capacity : naik  Hemosiderin (cadangan besi sutul) : turun / nihil  Free erythrocyte protophorphyrin (FEP) : naik Kuliah Pakar
  • 10.
     Terapi Kausal Terapi Preparat Besi  Terapi Besi Oral : Ferrous Sulphat 2 x 300mg.  Terapi Besi Parenteral : Iron Dextran complex, iron ferric gluconate acid complex, iron sucrosa, dll.  Terapi Lain  Diet : Makanan bergizi tinggi protein hewani.  Vitamin C : diberikan 3 x 100 mg, untuk menigktkan absorbsi besi.  Tranfusi darah. Buku Ajar IPD, 2009
  • 11.
     Anemia PenyakitKronik  Anemia Sideroblastik  Thalassemia Buku Ajar IPD, 2009
  • 12.
     Prognosis baikapabila penyebab anemianya diketahui hanya karena kekurangan besi saja serta kemudian dilakukan penanganan yang adekuat. Gejala anemia dan menifestasi klinis lannya akan membaik dengan pemberian preparat besi. (Supandiman, 2006).  Pada kasus ADB karena perdarahan, apabila sumber perdarahan dapat diatasi, maka prognosis anemia defisiensi besi adalah baik terutama apabila diberikan terapi Fe yang adekuat. Tentunya penyakit dasar sebagai sumber perdarahan kronisnya pun menentukan prognosis dari pasien (Supandiman, 2006). Supandiman, 2006