Disampaikan pada :
Mata kuliah kimia Farmasi
 Univ. Muhammadiyah
      Palangkaraya
Pembawa     Pembawa     Dasar salep         Larutan
anorganik    organik                       pembawa
  Bolus     Fruktosa    Salep lemak          Aseton

 Kalsium    Glukosa     Bulu domba           Etanol
 karbonat                 alkohol
            Laktosa                          Benzen
Magnesium              Salep hidrofil
 oksida     Sakarosa                       Kloroform
                          Lanolin
 Natrium    Sorbitol                          Eter
 hidrogen                   Salep
 karbonat   Amilum     polietilenglikol   Asam asetat

   Talk                    Vaselin        Isopropanolol

                        Adepslanae          Metanol
Sisa pembakaran dibilas dalam air :
Mengendap :                                                          Larut :
CaCO3       MgO         Bolus/Al-silikat      Talk/ Mg-silikat      Na2CO3
(alkalis) (alkalis)       (netral)            (netral)              (alkalis)
Dilarutkan dalam HCl encer :
Larut :                            Mengendap :                   Uji karbonat :
CaCl2     MgCl2                    Bolus   Talk
                                                                 Pembentukan
Uji Ca :          Uji Mg :         Peleburan :
                                                                 CO2 dan
-Warna nyala      -Sebagai         (CaF2 + H2SO4)
                                                                 pengeruhan
merah bata        endapan          Sisa dilarutkan dalam H2O
                                                                 larutan
- sebagai         Mg(NH4)PO4
                                      Al2(SO4)3        MgSO4     Ba(OH2)
endapan Ca-       - dengan
oksalat           larutan kuning   Uji Al :        Uji Mg :
                  titan (basa)     -Sebagai        Lihat MgCl2
                  berwarna         endapan
                                   Al(OH3)
                  merah terang
                                   berwarna ungu
                                   setelah
                                   ditambahkan
                                   CaF2 dan
                                   fenolftalein
                                   - warna merah
                                   ungu dengan
                                   khinalizarin
   umumnya lebih sukar dilakukan dibandingkan
    pemisahan zat pembawa anorganik
   dapat dilakukan dengan teknik ekstraksi dengan
    menggunakan pelarut yang sesuai atau dengan teknik
    SPE
   zat pembawa pokok (karbohidrat) dipisahkan dengan
    menggunakan etanol setelah terlebih dahulu diasamkan
    dengan asam tartrat, namun amilum tidak dilakukan
    dengan cara ini karena dapat menimbulkan gumpalan
    yang menganggu.
   Identifikasi karbohidrat (monosakarida) dapat dilakukan
    dengan reaksi Molisch, dan beberapa uji karbohidrat
    lainnya.
Analisis larutan pembawa dilakukan dengan destilasi dan pemisahan.
Hasil destilasi ditentukan titik didihnya.
          larutan     Titik didih                       identifikasi
    Metilen klorida    39 – 42 oC    Reaksi positif dengan AgNO3,
                                     Terjadi reduksi Cu2O dengan pereaksi fehling.

    Aseton             55 -57 oC     Reaksi idioform positif
                                     Pemeriksaan golongan metilen aktif

    Kloroform          59 – 62 oC    Uji ion klorida positif
                                     Terjadi reduksi Cu2O dengan pereaksi fehling.

    Metanol            64 – 65 oC    Setelah perlakuan awal kemudian dengan Pereaksi
                                     schiff terbentuk warna merah

    Karbontetraklor    76 -77 oC     Tidak terjadi reduksi Cu2O dengan pereaksi fehling.
                                     Reaksi isonitril positif
    ida
    Etanol               78 oC       Reaksi idioform positif

    Isopropanolol      81 – 83 oC    Reaksi idioform positif

    Air                 100 oC       Dengan campuran CuSO4 berwarna biru

    Asam asetat       118 – 119 oC   Pereaksi FeCl3 berwarna merah
Turunan salisilat                         Alkaloida ksantan
(Asam salisilat, Na salisilat, Salisilamida,    (Kafein, Theobramin, Theofilin,
                 Asetosal)                                Aminofilin)
            Turunan anilin                            Turunan Pyridin
        (Asetanilida, Paracetamol)              (Nikotinamida, Piperazin sitrat)
         Turunan Pyrazolon                                Bahan lain
    (Antipirin, Piramidon, Antalgin)           (Talk, Bolus alba, ZnO, Bromural,
                                                  Bismut subnitrat, Ca laktat)
       Turunan asam barbiturat
          (Barbital, Luminal)
            Golongan sulfa                                Alkaloida
(Sulfanilamid, Sulfaguanidin, Sulfathiazol,      (Papaverin HCl, Efedrin HCl,
              Sulfasetamida)                     Atropin sulfat, Kodein fosfat)
            Lokal anastetik                             Antihistamin
   (Prokain HCl, Benzokain, Lidokain)                 (CTM, Prometazin)
              Antibiotik
                                                         Vitamin
  (kloramfenikol, Tetrasiklin, Hexamin,
               Penisilin)                          (Vitamin B1, B2, B6, C)

       Pemanis dan pengawet
   (Na benzoat, Nipagin, Siklamat Na,
              Sakarin Na)
   Identifikasi awal senyawa obat yang telah
    terekstraksi yang diperiksa organoleptiknya
    meliputi bentuk, bau, rasa, dan kelarutan.
   Percobaan pendahuluan berupa kelarutan
    dalam asam dan basa, analisis unsur N, S, dan
    halogen, kemudian diperiksa gugus fungsinya.
   Warna
 Kuning – jingga :   Dantron, menadion, tetrasiklin, riboflafin
                     (fluoresensi UV), nitrofurantoin.
 Hijau – kuning :    Rutosida
      Bau
Aromatis           :     Pelarut organik
Menusuk              :   Asam organik yang mudah menguap
Pemijaran, karamel :     Gula, asam tartrat, amilum
Pemijaran, merkaptan :   Senyawa tiourea, sulfatiazol
Pemijaran, amoniak :     Ureida, asam amida, barbiturat

      Kelarutan dalam asam dan basa
Larut dalam 3N NaOH (basa) :       Asam karbonat, fenol, senyawa
                                   nitro, tiazida, sulfonamid,
                                   riboflavin, teobramin, oksazepam
Larut dalam 3N H2SO4 (asam) :      Basa fraksi III, kinin, kinidin.
   Analisis unsur Nitrogen, Sulfur, dan Halogen
     Pemeriksaan Nitrogen (Lassaigne)
    Dalam tabung pijar + 20-50 g bahan + Na, dipanaskan.
    Sampel + Fe (II)Sulfat (dididihkan) besi hiroksida dilarutkan
      dengan 6 N HCl  warna biru
     Pemeriksaan Sulfur
    50 mg bahan + 1,0 ml H2O2 30% dan 2 tetes larutan
      Fe(III)klorida 10 %  encerkan dengan air + 1,0 ml 3N HCl
      dan 1,0 ml larutan BaCl2 5 %  endapan putih BaSO4.

     Pemeriksaan Halogen (Beilstein)
    Bahan diletakkan pada keping tembaga lalu dibakar dengan api 
      nyala warna hijau karena terbentuk tembaga-halogen yang
      menguap
   Senyawa Nitrogen terdapat dalam bentuk nitrat dan nitrit;
    sebagai senyawa nitro; amin primer, sekunder, atau tersier
    yang bersifat basa; sebagai amonium kuartener; golongan
    amin aromatik; asam amida netral; asam amino; dan dalam
    bentuk lain.
   Semua nitrat larut dalam air, dengan menambahkan FeSO4
    dan H2SO4 pekat terbentuk cincin berwarna coklat.

   Pemeriksaan Senyawa nitro aromatik (niklosamida,
    nitrazepam, kloramfenikol)
     50 mg zat dalam 3 ml etanol 4 ml air + 200 mg Zn + 3 ml
       HCl encer  dipanaskan  2 ml filtrat + 2 tetes pereaksi
       diazzo I + diazzo II  terbentuk endapan jingga
    [pereaksi Diazzo I ( 10 g NaNO2 dalam 100 ml aquadest),
     pereaksi Diazzo II (0,25 g 2-naftol dalam 100 ml 3N NaOH)]
   Pemeriksaan basa amin
     sampel + pereaksi mayer (suasana asam H2SO4)  endapan
      kekuningan
     Pereaksi Mayer (1,35 g HgCl2 dalam 100 ml larutan KJ 5 %)
   Pemeriksaan amin alifatik primer (reaksi Senfol)
     sampel dalam etanol + karbondisulfida  dipanaskan  sisa
      larutan + larutan Hg(II)klorida 5 %  bau khas ‘mustard’
   Pemeriksaan amin aromatik primer (reaksi Diazzo)
     benzokain, etakridin, PAS, prokain, dan sulfonamid.
     50 mg zat dalam 1 ml 3N HCl + 2 tetes pereaksi Diazzo I +
      Diazzo II  endapan merah jingga
   Pemeriksaan amin sekunder
     zat dalam 2 ml 3N HCl (didinginkan 5oC) + 2 ml NaNO2 1 % 
      encerkan dengan 5 ml air + dikocok 2 x eter  diuapkan  sisa
      penguapan + 50 mg fenol  (dipanaskan lalu didinginkan) + 1
      ml H2SO4  terbentuk warna biru-hijau pekat jika dituang
      dalam air berubah jadi merah
   Pemeriksaan amin alifatik primer dan aromatik (reaksi Isonitril)
     zat dalam etanol + kloroform + basa alkali (dipanaskan) 
      tercium bau khas isonitril
   Pemeriksaan asam amino (reaksi Ninhidrin)
     1 ml sampel netral + 2 tetes larutan ninhidrin 1 % dalam air 
      dipanaskan sampai mendidih  terbentuk warna kemerahan,
      ungu, atau biru.
     Positif untuk efedrin, tolbutamid, antazolin, asam askorbat.
   Pemeriksaan golongan guanidin (reaksi Sakaguchi)
     1 mg zat dalam 5 ml air + 1 ml NaOH 10 % dalam 1 ml
      larutan 1-naftol 0,05 % dalam etanol  dinginkan pada 15oC +
      3 tetes larutan natrium hipobromit  terbentuk warna merah
      ungu
     larutan hipobromid (2 g NaOH dalam 7,5 ml air + 0,5 ml
      brom + air sampai 10 ml)
   Pemeriksaan turunan piridin
     100 mg zat + 100 mg natrium karbonat kering  dipanaskan
       tercium bau piridin
   Reaksi Fehling
     20 mg zat + campuran Fehling I dan II  dipanaskan
      terbentuk endapan tembaga(I) oksida berwarna merah bata
     Pereaksi Fehling I (larutan CuSO4.5H2O 7 %), Pereaksi
      Fehling II (35 g Kna-tartrat + 10 g NaOH + air sampai 100
      ml)
     Positif untuk : asam askorbat, isoniazid, hidrokortison,
      sakarosa
   Reaksi kalium permanganat
     zat dalam air + KMnO4 0,1 % dalam air atau aseton 
      warna yang semula hilang berubah menjadi coklat
     Positif untuk : asam askorbat, isonniazid, olefin
     apabila ada basa, percobaan harus dilakukan dalam
      suasana asam sulfat
   Reaksi adisi dengan brom
     50 mg zat dalam 2 ml asam asetat + ditetesi air brom 
      apabila ada ikatan tak jenuh, warna brom hilang
     air brom (1,0 g Br2 atau 0,3 ml Br2 dalam 100 ml asam asetat)
   Pemeriksaan asam organik
     100 mg zat 6 tetes tionilklorida  dipanaskan  sisa
      kering + 1 ml hidroksilamin HCl 7 % dalam metanol yang
      mengandung timolftalein 0,02 %  + 2N KOH dalam
      metanol  warna biru  didihkan dan dinginkan + 3 N
      HCl  warna biru hilang  + Fe(III)klorida 10 % + HCl 
      kompleks besi-hidroksamat (warna merah)
   Pemeriksaan ester (reaksi asam hidroksamat)
     50 mg zat + 1 ml hiroksilaminklorida 7 % dalam metanol 
      perlakuan sama seperti pada asam organik  asam amida
      dan asam anhidrida memberikan reaksi yang sama
   Pemeriksaan aldehida (reaksi Schiff)
     zat dalam air + diasamkan dengan 3N HCl (pH<3) +
      pereaksi Schiff  terbentuk warna merah sampai ungu
     Pereaksi Schiff (100 mg rosanilinklorida dalam 50 ml air 
      dipanaskan  + 1,25 g natrium sulfit + 20 ml 6N HCl + air
      sampai 100 ml)
   Pemeriksaan hasil uraian formaldehida (reaksi asam
    kromatopat)
     10 mg zat dalam 2 ml asam sulfat pekat + 2-3 mg natrium
       kromatoprat  dipanaskan  terbentuk warna biru sampai
       ungu
     Positif untuk : metamizol, hidroklortiazida, indometasin
   Pemeriksaan gugus aktif metilen
     zat dalam etanol + beberapa butir kristal 1,3-dinitrobenzol +
       larutan basa alkali 15 %  terbentuk warna merah
     Positif untuk : diazepam, hidromorfin, oksikodon,
       hidrokodon
   reaksi idioform
     10 mg zat + 2 ml 3N NaOH + air iodium  dipanaskan 
       tercium bau idioform
     air iodium (1,0 g I2, 20 g KI, 100 ml H2O)
     Positif untuk : aseton, etanol, isopropanolol, asam laktat,
       warfarin
   Reaksi Murexid
     10 mg zat + 1,5 ml hidrogen peroksida + 5 tetes asam sulfat
      pekat  dipanaskan sampai kering  + beberapa tetes 6N
      NH3  terbentuk warna merah-ungu
     Positif untuk senyawa purin (teofilin, kofein, teobramin,
      etofilin)
   Reaksi Zwikker
     10 mg zat + 10 tetes pereaksi Zwikker I + Zwikker II 
      terbentuk warna ungu
     Pereaksi zwikker I ( kobalt (II) nitrat 1 % dalam metanol)
     Pereaksi Zwikker II (piridin 10 % dalam metanol)
     positif untuk barbiturat, glutetimid, fenitoin, purin,
      sulfanilamid.
   Reaksi Vitali-Morin
     5 mg zat + 0,5 ml asam nitrat berasap  diuapkan sampai
      kering  dilarutkan dalam 5 ml aseton + ditetesi 1 ml 0,1 N
      KOH-etanol  timbul warna khusus
Warna yang timbul                          Senyawa
Biru – ungu              Atropin, Skopolamin-N-butilbromida
Merah – ungu             Tetrakain, Strikhnin, Amitriptilin
Merah darah              Bamipin, Imipramin, Asam mefenamin
Merah                    Niklosamida, Fenprokumon, Desipramin
Merah – coklat           Antazolin, Alprenolol, Trimetropim, Warfarin
Merah karmin tua         Propifenazon, Tolbutamida
Merah jingga             Fisostigmin, Parazin, Promazin
Endapan merah jingga     Asam salisilat, Salisilat
Jingga                   Prometazin, Klorpromazin, Karbokromen
Endapan jingga- coklat   Fenoksimetilpenisilin
Hijau                    Lidokain
Ungu hijau  jingga     Propanolol
   Senyawa kompleks berwarna dengan krompentoksida yang larut
    dalam benzol
     10 mg zat dalam air + 5 tetes #N asam sulfat + 1 ml
      hidrogenperoksida 3 % + 0,5 ml 0,1 N kalium bikromat + 1 ml
      benzol  dikocok  lapisan benzol berwarna biru-ungu
     Positif untuk pilokarpin, fenazon, pentetrazol, propifenazon,
      klortimazol
   Senyawa kompleks berwarna dengan larutan tembaga sulfat dalam
    basa alkali
     10 mg zat dalam 1 ml air + 3 tetes HCl + 5 tetes CuSO 4 2 % + 1 ml
      3N NaOH (sampai basa)  terbentuk warna biru sampai ungu
     Positif untuk etanolamin, asam amino, beberapa sulfonamida
   Reaksi steroida
     zat dalam 2 ml kloroform + 3 ml asam sulfat pekat  lapisan
      kloroform berwarna merah (Reaksi Salkowski)
     zat dalam 2 ml kloroform + 10 tetes asam asetat anhidrida + 2
      tetes asam sulfat pekat  terbentuk warna biru sampai hijau.
      (reaksi Libermann-Buchard)
NH2

                                                                               NH       N
                                                                             SO2            O


           Pemerian : bubuk putih, tak berbau,           Pemerian : bubuk kristal putih
            rasa pahit                                     sampai kuning-putih, tak
           Kelarutan : air (1:100), etanol (1 :           berbau, mula-mula tak berasa
            10), aseton (1 : 20), eter (tak larut)         lalu agak pahit.
           Pemeriksaan kualitatif                        Kelarutan : air (tak larut),
                                                           etanol (1: 20), aseton (1 : 5), eter
       1). Reaksi besi(III) klorida  biru-ungu
                                                           (tak larut), kloroform (tak
        muda
                                                           larut)
       2). 50 mg zat dalam 3N HCl 
                                                          Pemeriksaan kualitatif :
        panaskan 5 menit  Reaksi diazzo :
                                                      1). Reaksi diazzo positif
        timbul warna jingga-merah
                                                      2). 5 mg zat dalam 0,5 ml 2N
       3). reaksi positif dengan asam
        sulfanilat terdiazotasi                         NaOH + air ad 5 ml + 0,1 g fenol
                                                         didihkan  + 1 ml natrium
       4). Parasetamol mereduksi pereaksi
                                                        hipoklorit 15 %  timbul warna
        Tollens
                                                        kuning emas

    PARASETAMOL                                       SULFAMETOKSAZOL
CH3
                    N       O
                                                    N

                        N                                        NH2
     Cl
                                                             C
                                                             O

                                              Golongan analisis : V (II, IV)
     Golongan analisis : 1B, II
                                              Pemerian : bubuk kristal tak
     Pemerian : bubuk kristal tak             berwarna, rasa pahit.
      berwarna, rasa agak pahit               Kelarutan : air (1:1), etanol (1: 2),
     Kelarutan : air (1:350), etanol (1 :     aseton (1 : 20), eter (tak larut),
      20), aseton (1 : 5), eter (1:50),        kloroform (1 : 900)
      kloroform (1:5)                         Pemeriksaan kualitatif :
     Pemeriksaan kualitatif                  1). 100 mg zat + 5 ml 6N NaOH 
 1). 5 mg zat + 1 ml 3N HCl                  dipanaskan  terbentuk amoniak
                                              2). 100 mg zat + 100 mg natrium
   dipanaskan  timbul warna kuning
   lemah                                       karbonat  dikeringkan  tercium
                                               bau piridin
 2). Reaksi terhadap gugus metilen
                                              3). 1 bagian zat + 2 bagian 2,4-
   yang aktif  merah                          dinitroklorbenzol  dilebur dan
                                               larutkan dalam 2 ml 0,5 N etanol-
                                               KOH  terbentuk warna merah tua.

  DIAZEPAM                                   NIKOTINAMID
Analisis senyawa obat

Analisis senyawa obat

  • 1.
    Disampaikan pada : Matakuliah kimia Farmasi Univ. Muhammadiyah Palangkaraya
  • 2.
    Pembawa Pembawa Dasar salep Larutan anorganik organik pembawa Bolus Fruktosa Salep lemak Aseton Kalsium Glukosa Bulu domba Etanol karbonat alkohol Laktosa Benzen Magnesium Salep hidrofil oksida Sakarosa Kloroform Lanolin Natrium Sorbitol Eter hidrogen Salep karbonat Amilum polietilenglikol Asam asetat Talk Vaselin Isopropanolol Adepslanae Metanol
  • 3.
    Sisa pembakaran dibilasdalam air : Mengendap : Larut : CaCO3 MgO Bolus/Al-silikat Talk/ Mg-silikat Na2CO3 (alkalis) (alkalis) (netral) (netral) (alkalis) Dilarutkan dalam HCl encer : Larut : Mengendap : Uji karbonat : CaCl2 MgCl2 Bolus Talk Pembentukan Uji Ca : Uji Mg : Peleburan : CO2 dan -Warna nyala -Sebagai (CaF2 + H2SO4) pengeruhan merah bata endapan Sisa dilarutkan dalam H2O larutan - sebagai Mg(NH4)PO4 Al2(SO4)3 MgSO4 Ba(OH2) endapan Ca- - dengan oksalat larutan kuning Uji Al : Uji Mg : titan (basa) -Sebagai Lihat MgCl2 berwarna endapan Al(OH3) merah terang berwarna ungu setelah ditambahkan CaF2 dan fenolftalein - warna merah ungu dengan khinalizarin
  • 4.
    umumnya lebih sukar dilakukan dibandingkan pemisahan zat pembawa anorganik  dapat dilakukan dengan teknik ekstraksi dengan menggunakan pelarut yang sesuai atau dengan teknik SPE  zat pembawa pokok (karbohidrat) dipisahkan dengan menggunakan etanol setelah terlebih dahulu diasamkan dengan asam tartrat, namun amilum tidak dilakukan dengan cara ini karena dapat menimbulkan gumpalan yang menganggu.  Identifikasi karbohidrat (monosakarida) dapat dilakukan dengan reaksi Molisch, dan beberapa uji karbohidrat lainnya.
  • 5.
    Analisis larutan pembawadilakukan dengan destilasi dan pemisahan. Hasil destilasi ditentukan titik didihnya. larutan Titik didih identifikasi Metilen klorida 39 – 42 oC Reaksi positif dengan AgNO3, Terjadi reduksi Cu2O dengan pereaksi fehling. Aseton 55 -57 oC Reaksi idioform positif Pemeriksaan golongan metilen aktif Kloroform 59 – 62 oC Uji ion klorida positif Terjadi reduksi Cu2O dengan pereaksi fehling. Metanol 64 – 65 oC Setelah perlakuan awal kemudian dengan Pereaksi schiff terbentuk warna merah Karbontetraklor 76 -77 oC Tidak terjadi reduksi Cu2O dengan pereaksi fehling. Reaksi isonitril positif ida Etanol 78 oC Reaksi idioform positif Isopropanolol 81 – 83 oC Reaksi idioform positif Air 100 oC Dengan campuran CuSO4 berwarna biru Asam asetat 118 – 119 oC Pereaksi FeCl3 berwarna merah
  • 6.
    Turunan salisilat Alkaloida ksantan (Asam salisilat, Na salisilat, Salisilamida, (Kafein, Theobramin, Theofilin, Asetosal) Aminofilin) Turunan anilin Turunan Pyridin (Asetanilida, Paracetamol) (Nikotinamida, Piperazin sitrat) Turunan Pyrazolon Bahan lain (Antipirin, Piramidon, Antalgin) (Talk, Bolus alba, ZnO, Bromural, Bismut subnitrat, Ca laktat) Turunan asam barbiturat (Barbital, Luminal) Golongan sulfa Alkaloida (Sulfanilamid, Sulfaguanidin, Sulfathiazol, (Papaverin HCl, Efedrin HCl, Sulfasetamida) Atropin sulfat, Kodein fosfat) Lokal anastetik Antihistamin (Prokain HCl, Benzokain, Lidokain) (CTM, Prometazin) Antibiotik Vitamin (kloramfenikol, Tetrasiklin, Hexamin, Penisilin) (Vitamin B1, B2, B6, C) Pemanis dan pengawet (Na benzoat, Nipagin, Siklamat Na, Sakarin Na)
  • 7.
    Identifikasi awal senyawa obat yang telah terekstraksi yang diperiksa organoleptiknya meliputi bentuk, bau, rasa, dan kelarutan.  Percobaan pendahuluan berupa kelarutan dalam asam dan basa, analisis unsur N, S, dan halogen, kemudian diperiksa gugus fungsinya.
  • 8.
    Warna Kuning – jingga : Dantron, menadion, tetrasiklin, riboflafin (fluoresensi UV), nitrofurantoin. Hijau – kuning : Rutosida  Bau Aromatis : Pelarut organik Menusuk : Asam organik yang mudah menguap Pemijaran, karamel : Gula, asam tartrat, amilum Pemijaran, merkaptan : Senyawa tiourea, sulfatiazol Pemijaran, amoniak : Ureida, asam amida, barbiturat  Kelarutan dalam asam dan basa Larut dalam 3N NaOH (basa) : Asam karbonat, fenol, senyawa nitro, tiazida, sulfonamid, riboflavin, teobramin, oksazepam Larut dalam 3N H2SO4 (asam) : Basa fraksi III, kinin, kinidin.
  • 9.
    Analisis unsur Nitrogen, Sulfur, dan Halogen  Pemeriksaan Nitrogen (Lassaigne) Dalam tabung pijar + 20-50 g bahan + Na, dipanaskan. Sampel + Fe (II)Sulfat (dididihkan) besi hiroksida dilarutkan dengan 6 N HCl  warna biru  Pemeriksaan Sulfur 50 mg bahan + 1,0 ml H2O2 30% dan 2 tetes larutan Fe(III)klorida 10 %  encerkan dengan air + 1,0 ml 3N HCl dan 1,0 ml larutan BaCl2 5 %  endapan putih BaSO4.  Pemeriksaan Halogen (Beilstein) Bahan diletakkan pada keping tembaga lalu dibakar dengan api  nyala warna hijau karena terbentuk tembaga-halogen yang menguap
  • 10.
    Senyawa Nitrogen terdapat dalam bentuk nitrat dan nitrit; sebagai senyawa nitro; amin primer, sekunder, atau tersier yang bersifat basa; sebagai amonium kuartener; golongan amin aromatik; asam amida netral; asam amino; dan dalam bentuk lain.  Semua nitrat larut dalam air, dengan menambahkan FeSO4 dan H2SO4 pekat terbentuk cincin berwarna coklat.  Pemeriksaan Senyawa nitro aromatik (niklosamida, nitrazepam, kloramfenikol)  50 mg zat dalam 3 ml etanol 4 ml air + 200 mg Zn + 3 ml HCl encer  dipanaskan  2 ml filtrat + 2 tetes pereaksi diazzo I + diazzo II  terbentuk endapan jingga [pereaksi Diazzo I ( 10 g NaNO2 dalam 100 ml aquadest), pereaksi Diazzo II (0,25 g 2-naftol dalam 100 ml 3N NaOH)]
  • 11.
    Pemeriksaan basa amin  sampel + pereaksi mayer (suasana asam H2SO4)  endapan kekuningan  Pereaksi Mayer (1,35 g HgCl2 dalam 100 ml larutan KJ 5 %)  Pemeriksaan amin alifatik primer (reaksi Senfol)  sampel dalam etanol + karbondisulfida  dipanaskan  sisa larutan + larutan Hg(II)klorida 5 %  bau khas ‘mustard’  Pemeriksaan amin aromatik primer (reaksi Diazzo)  benzokain, etakridin, PAS, prokain, dan sulfonamid.  50 mg zat dalam 1 ml 3N HCl + 2 tetes pereaksi Diazzo I + Diazzo II  endapan merah jingga  Pemeriksaan amin sekunder  zat dalam 2 ml 3N HCl (didinginkan 5oC) + 2 ml NaNO2 1 %  encerkan dengan 5 ml air + dikocok 2 x eter  diuapkan  sisa penguapan + 50 mg fenol  (dipanaskan lalu didinginkan) + 1 ml H2SO4  terbentuk warna biru-hijau pekat jika dituang dalam air berubah jadi merah
  • 12.
    Pemeriksaan amin alifatik primer dan aromatik (reaksi Isonitril)  zat dalam etanol + kloroform + basa alkali (dipanaskan)  tercium bau khas isonitril  Pemeriksaan asam amino (reaksi Ninhidrin)  1 ml sampel netral + 2 tetes larutan ninhidrin 1 % dalam air  dipanaskan sampai mendidih  terbentuk warna kemerahan, ungu, atau biru.  Positif untuk efedrin, tolbutamid, antazolin, asam askorbat.  Pemeriksaan golongan guanidin (reaksi Sakaguchi)  1 mg zat dalam 5 ml air + 1 ml NaOH 10 % dalam 1 ml larutan 1-naftol 0,05 % dalam etanol  dinginkan pada 15oC + 3 tetes larutan natrium hipobromit  terbentuk warna merah ungu  larutan hipobromid (2 g NaOH dalam 7,5 ml air + 0,5 ml brom + air sampai 10 ml)  Pemeriksaan turunan piridin  100 mg zat + 100 mg natrium karbonat kering  dipanaskan  tercium bau piridin
  • 13.
    Reaksi Fehling  20 mg zat + campuran Fehling I dan II  dipanaskan terbentuk endapan tembaga(I) oksida berwarna merah bata  Pereaksi Fehling I (larutan CuSO4.5H2O 7 %), Pereaksi Fehling II (35 g Kna-tartrat + 10 g NaOH + air sampai 100 ml)  Positif untuk : asam askorbat, isoniazid, hidrokortison, sakarosa  Reaksi kalium permanganat  zat dalam air + KMnO4 0,1 % dalam air atau aseton  warna yang semula hilang berubah menjadi coklat  Positif untuk : asam askorbat, isonniazid, olefin  apabila ada basa, percobaan harus dilakukan dalam suasana asam sulfat  Reaksi adisi dengan brom  50 mg zat dalam 2 ml asam asetat + ditetesi air brom  apabila ada ikatan tak jenuh, warna brom hilang  air brom (1,0 g Br2 atau 0,3 ml Br2 dalam 100 ml asam asetat)
  • 14.
    Pemeriksaan asam organik  100 mg zat 6 tetes tionilklorida  dipanaskan  sisa kering + 1 ml hidroksilamin HCl 7 % dalam metanol yang mengandung timolftalein 0,02 %  + 2N KOH dalam metanol  warna biru  didihkan dan dinginkan + 3 N HCl  warna biru hilang  + Fe(III)klorida 10 % + HCl  kompleks besi-hidroksamat (warna merah)  Pemeriksaan ester (reaksi asam hidroksamat)  50 mg zat + 1 ml hiroksilaminklorida 7 % dalam metanol  perlakuan sama seperti pada asam organik  asam amida dan asam anhidrida memberikan reaksi yang sama  Pemeriksaan aldehida (reaksi Schiff)  zat dalam air + diasamkan dengan 3N HCl (pH<3) + pereaksi Schiff  terbentuk warna merah sampai ungu  Pereaksi Schiff (100 mg rosanilinklorida dalam 50 ml air  dipanaskan  + 1,25 g natrium sulfit + 20 ml 6N HCl + air sampai 100 ml)
  • 15.
    Pemeriksaan hasil uraian formaldehida (reaksi asam kromatopat)  10 mg zat dalam 2 ml asam sulfat pekat + 2-3 mg natrium kromatoprat  dipanaskan  terbentuk warna biru sampai ungu  Positif untuk : metamizol, hidroklortiazida, indometasin  Pemeriksaan gugus aktif metilen  zat dalam etanol + beberapa butir kristal 1,3-dinitrobenzol + larutan basa alkali 15 %  terbentuk warna merah  Positif untuk : diazepam, hidromorfin, oksikodon, hidrokodon  reaksi idioform  10 mg zat + 2 ml 3N NaOH + air iodium  dipanaskan  tercium bau idioform  air iodium (1,0 g I2, 20 g KI, 100 ml H2O)  Positif untuk : aseton, etanol, isopropanolol, asam laktat, warfarin
  • 16.
    Reaksi Murexid  10 mg zat + 1,5 ml hidrogen peroksida + 5 tetes asam sulfat pekat  dipanaskan sampai kering  + beberapa tetes 6N NH3  terbentuk warna merah-ungu  Positif untuk senyawa purin (teofilin, kofein, teobramin, etofilin)  Reaksi Zwikker  10 mg zat + 10 tetes pereaksi Zwikker I + Zwikker II  terbentuk warna ungu  Pereaksi zwikker I ( kobalt (II) nitrat 1 % dalam metanol)  Pereaksi Zwikker II (piridin 10 % dalam metanol)  positif untuk barbiturat, glutetimid, fenitoin, purin, sulfanilamid.  Reaksi Vitali-Morin  5 mg zat + 0,5 ml asam nitrat berasap  diuapkan sampai kering  dilarutkan dalam 5 ml aseton + ditetesi 1 ml 0,1 N KOH-etanol  timbul warna khusus
  • 17.
    Warna yang timbul Senyawa Biru – ungu Atropin, Skopolamin-N-butilbromida Merah – ungu Tetrakain, Strikhnin, Amitriptilin Merah darah Bamipin, Imipramin, Asam mefenamin Merah Niklosamida, Fenprokumon, Desipramin Merah – coklat Antazolin, Alprenolol, Trimetropim, Warfarin Merah karmin tua Propifenazon, Tolbutamida Merah jingga Fisostigmin, Parazin, Promazin Endapan merah jingga Asam salisilat, Salisilat Jingga Prometazin, Klorpromazin, Karbokromen Endapan jingga- coklat Fenoksimetilpenisilin Hijau Lidokain Ungu hijau  jingga Propanolol
  • 18.
    Senyawa kompleks berwarna dengan krompentoksida yang larut dalam benzol  10 mg zat dalam air + 5 tetes #N asam sulfat + 1 ml hidrogenperoksida 3 % + 0,5 ml 0,1 N kalium bikromat + 1 ml benzol  dikocok  lapisan benzol berwarna biru-ungu  Positif untuk pilokarpin, fenazon, pentetrazol, propifenazon, klortimazol  Senyawa kompleks berwarna dengan larutan tembaga sulfat dalam basa alkali  10 mg zat dalam 1 ml air + 3 tetes HCl + 5 tetes CuSO 4 2 % + 1 ml 3N NaOH (sampai basa)  terbentuk warna biru sampai ungu  Positif untuk etanolamin, asam amino, beberapa sulfonamida  Reaksi steroida  zat dalam 2 ml kloroform + 3 ml asam sulfat pekat  lapisan kloroform berwarna merah (Reaksi Salkowski)  zat dalam 2 ml kloroform + 10 tetes asam asetat anhidrida + 2 tetes asam sulfat pekat  terbentuk warna biru sampai hijau. (reaksi Libermann-Buchard)
  • 20.
    NH2 NH N SO2 O  Pemerian : bubuk putih, tak berbau,  Pemerian : bubuk kristal putih rasa pahit sampai kuning-putih, tak  Kelarutan : air (1:100), etanol (1 : berbau, mula-mula tak berasa 10), aseton (1 : 20), eter (tak larut) lalu agak pahit.  Pemeriksaan kualitatif  Kelarutan : air (tak larut), etanol (1: 20), aseton (1 : 5), eter  1). Reaksi besi(III) klorida  biru-ungu (tak larut), kloroform (tak muda larut)  2). 50 mg zat dalam 3N HCl   Pemeriksaan kualitatif : panaskan 5 menit  Reaksi diazzo :  1). Reaksi diazzo positif timbul warna jingga-merah  2). 5 mg zat dalam 0,5 ml 2N  3). reaksi positif dengan asam sulfanilat terdiazotasi NaOH + air ad 5 ml + 0,1 g fenol  didihkan  + 1 ml natrium  4). Parasetamol mereduksi pereaksi hipoklorit 15 %  timbul warna Tollens kuning emas PARASETAMOL SULFAMETOKSAZOL
  • 21.
    CH3 N O N N NH2 Cl C O  Golongan analisis : V (II, IV)  Golongan analisis : 1B, II  Pemerian : bubuk kristal tak  Pemerian : bubuk kristal tak berwarna, rasa pahit. berwarna, rasa agak pahit  Kelarutan : air (1:1), etanol (1: 2),  Kelarutan : air (1:350), etanol (1 : aseton (1 : 20), eter (tak larut), 20), aseton (1 : 5), eter (1:50), kloroform (1 : 900) kloroform (1:5)  Pemeriksaan kualitatif :  Pemeriksaan kualitatif  1). 100 mg zat + 5 ml 6N NaOH   1). 5 mg zat + 1 ml 3N HCl  dipanaskan  terbentuk amoniak  2). 100 mg zat + 100 mg natrium dipanaskan  timbul warna kuning lemah karbonat  dikeringkan  tercium bau piridin  2). Reaksi terhadap gugus metilen  3). 1 bagian zat + 2 bagian 2,4- yang aktif  merah dinitroklorbenzol  dilebur dan larutkan dalam 2 ml 0,5 N etanol- KOH  terbentuk warna merah tua. DIAZEPAM NIKOTINAMID