MORPHIN, TAXOL DAN
DERIVATNYA
OLEH:
Asri Hermayati
1411011062
MORPHIN
 Morfin adalah obat analgesik opiat yang sangat
ampuh dan merupakan agen aktif utama dalam
opium dan candu prototipikal
 Morfin sangat adiktif jika dibandingkan dengan zat
lain , dan toleransi dan ketergantungan fisik dan
psikologis berkembang sangat pesat.
 Morfin adalah suatu amina tersier, yang struktur
kimianya mengandung sebuah radikal hidroksi
alkoholik dan sebuah radikal hidroksi fenolik.
A. SUMBER DAN CARA MEMPEROLEHNYA
 Morfin adalah alkaloid yang berasal dari opium
alami
 Ini adalah ekstrak kering yang diperoleh dari kapsul
dari tanaman poppy dikenal sebagai papaver
somniferum
 Hal ini membutuhkan sekitar 10 kg opium mentah
untuk memproduksi 1 kg morfin
 Metode tradisional untuk memperoleh lateks yaitu
dengan menggaruk polong biji muda (buah) . Maka
lateks akan keluar dan mengering menjadi residu
kekuningan yang lengket , lalu dikerok.
B. Bioaktivitasnya
 Morfin merupakan narkotika yang
dapat berfungsi sebagai agonis
reseptor opioid fenantren.
 Pada klinis, morfine memiliki efek
farmakologi pada sistem syaraf pusat.
Morfin merupakan narkotik rapi-action
dan sangat kuat sebagai reseptor µ-
opioid sehingga menyebabkan efek
sedasi, euphoria, penurunan fisik dan
depresi pernapasan.
 Morfin juga bekerja pada spinal
analgesia yang menyebabkan efek
miosis dan psycomimetic.
 Seperti pada obat loperamide,
morphine bekerja pada pleksus
myenterikus pada saluran pencernaan,
mengurangi motilitas usus yang dapat
menyebabkan konstipasi.
 Bila morfin dalam kondisi terapeutik terdapat dalam plasma, sekitar
sepertiganya terikat protein. Morfin sendirin tidak menetap dalam jaringan
rendah.
 Jalur metabolism morfin utama adalah konjugasi dengan asam glukoronat.
Dua metabolit utama yang terbentuk adalah morfin-6-glukuronid dan
morfin-3-glukuronid.
 Sejumlah kecil morfin-3,6-diglukuronid juga dapat terbentuk. Walau 3- dan
6- sangat polar, keduanya dapat melintasi sawar darah otak untuk
memberikan efek klinis yang bermakna.
 Dengan pemberian dosis oral kronis, kadar morfin-6-glukuronoid dalam
darah biasanya melampaui kadar morfin, dimana waktu paruh nya akan
lebih lama dari morfin.
C. SAR(Structure Activity and
Relatinship)
 esterifikasi gugus hidroksil fenol akan menurunkan aktivitas analgesik
 esterifikasi, oksidasi atau penggantian gugus hidroksil alkohol dengan
halogen atau hidrogen dapat meningkatkan aktivitas analgesik
 perubahan gugus hidroksil alkohol dari posisi 6 ke posisi 8 menurunkan
aktivitas analgesik.
 pengubahan konfigurasi hidroksil pada C6 dapat meningkatkan aktivitas
analgesik
 hidrogenasi ikatan rangkap c7-C8 dapat menghasilkan efek yang sama
atau lebih tinggi
 substansi pada cincin aromatik akan mengurangi aktivitas analgesik
 pemecahan jembatan eter antara C4 dan C5 menurunkan aktivitas
 pembukaan cincin piperidin menyebabkan penurunan aktivitas
D. JENIS MORFIN
 1. morfin mentah / kasar, yaitu yang didapati dalam
bentuk blok atau serbuk . Warna bloknya berbeda beda
dari putih ke coklat gelap. Blok blok ini biasa
mengandung 70% hingga 80% morfin.
 2. bes morfin, yaitu alkaloid yang secara langsung dari
candu berupa serbuk kopi halus yang mengandung 60%
sampai 70% morfin.
 3. pil morfin, yaitu yang mengandung morfin sulfat dan
morfin hidroklorid yang dikeluarkan secara sah atau
legal. Pil pil ini berukuran kecil dan berwarna putih atau
coklat pucat.
E. DERIVAT MORPHIN
1. HEROIN
 Nama saintifik: Diacetyl Morphine.
 Morfin terbuat secara sintetik dengan bahan alaminya biji popi
 Dikonsumsi dengan cara merokok, sedotan (chasing the
dragon) atau suntikan.
 Heroin tulen berwarna putih (kadang-kala berwarna merah
jambu atau kuning air), tidak berbau dan rasa pahit
 Bisa mendatangkan rasa euphoric/ rasa gembira yang tidak
wajar setelah beberapa saat dan mengalami parasaan murung
setelah beberapa jam berikutnya.
 Berwarna putih, kelabu, coklat atau coklat muda (brown sugar)
 Pada umumnya berupa serbuk, tepung, kristal dan batangan
yang padat dan keras
 kegunaan: penghilang rasa nyeri yang
digunakan untuk obat diare dan obat batuk
 Efek samping: gelisah, gangguan pernapasan,
gangguan psikologi, mual, muntah
 Pengubahan morfin menjadi heroin berlangsung
dihati, dikatalis oleh enzim sitokrom P450 dan
CYP2D6.
2. CODEIN
 Merupakan asam opiat
alkaloid yang terdapat di
dalam candu dengan
kosentrasi 0,7% - 2,5%
 Senyawa derivat dari morfin
melalui proses metilasi
 Sekitar 5% morfin akan
mengalami demetilasi
menjadi normomorfin dan
sebagian kecil diproses
menjadi kodein
 kodein di ubah menjadi
norkodein oleh enzim CYP3A4
 Kodein merupakan prodrug karena di
saluran pencernaan kodein diubah
menjadi bentuk aktifnya, yakni morfin
dan kodeina -6-glukoronida.
 Sekitar 5-10% kodein akan diubah
menjadi morfin, sedangkan sisanya
akan menjadi bentuk yang bebas,
atau terkonjugasi dan membentuk
kodeina-6-glukoronida (70%),
norkodeina (10%), hidromorfona (1%).
TAXOL
 Taxol adalah senyawa kimia diterpenoid
tipe taksan yang berasal dari tumbuhan
Taxus brevifolia Nutt, famili Taxaceae.
 Pertama kali diisolasi pada tahun 1971
oleh Monroe E. wall and Mansukh
C.Wani.
A. SUMBER DAN CARA MEMPEROLEHNYA
 Kulit batang kayu T. brevifolia
diekstrak dengan alcohol,
dipekatkan dan dipisahkan
dengan pelarut air dan kloroform.
Ekstrak kloroform kemudian
dipisahkan dan dimurnikan
melalui kromatografi kolom
dengan adsorben yang
berbeda, yaitu : florisil, sephadex
LH-20 dan silica gel dan
selanjutnya direkristalisasi dengan
methanol encer untuk
mendapatkan Kristal jarum yang
berwarna putih.
B. BIOAKTIVITASNYA
 pengobatan kanker ovarium dan payudara, kanker paru-paru, kanker
kepala dan leher
 Efek samping :penurunan eritrosit dan leukosit, diare, mual, muntah, rambut
rontok, nyeri sendi dan otot, neuropati perifer( kesemutan)
 Taxol dikatakan merupakan antikanker yang lebih unggul dibanding
dengan antikanker lain, karena mempunyai mekanisme memblok
pembelahan sel kanker.
 Untuk mengobati 12500 pasien diperlukan 25 g taxol murni yaitu kira-kira
diekstrak dari 750000 pound kulit pohon kering.
B. Derivat
 TAXOTERE
merupakan derivate taxol
yang juga berfungsi sebagai
anti-kanker.
Keuntungannya:
senyawa ini lebih mudah
larut dalam air dibandingkan
dengan taxol, sehingga lebih
mudah membuat formulasinya.
senyawa ini juga lebih
poten secara in vitro dan lebih
efektif dengan pemberian
jumlah kecil.
TERIMAKASIH

Morphin,taxol dan derivatnya

  • 1.
  • 2.
    MORPHIN  Morfin adalahobat analgesik opiat yang sangat ampuh dan merupakan agen aktif utama dalam opium dan candu prototipikal  Morfin sangat adiktif jika dibandingkan dengan zat lain , dan toleransi dan ketergantungan fisik dan psikologis berkembang sangat pesat.  Morfin adalah suatu amina tersier, yang struktur kimianya mengandung sebuah radikal hidroksi alkoholik dan sebuah radikal hidroksi fenolik.
  • 3.
    A. SUMBER DANCARA MEMPEROLEHNYA  Morfin adalah alkaloid yang berasal dari opium alami  Ini adalah ekstrak kering yang diperoleh dari kapsul dari tanaman poppy dikenal sebagai papaver somniferum  Hal ini membutuhkan sekitar 10 kg opium mentah untuk memproduksi 1 kg morfin  Metode tradisional untuk memperoleh lateks yaitu dengan menggaruk polong biji muda (buah) . Maka lateks akan keluar dan mengering menjadi residu kekuningan yang lengket , lalu dikerok.
  • 4.
    B. Bioaktivitasnya  Morfinmerupakan narkotika yang dapat berfungsi sebagai agonis reseptor opioid fenantren.  Pada klinis, morfine memiliki efek farmakologi pada sistem syaraf pusat. Morfin merupakan narkotik rapi-action dan sangat kuat sebagai reseptor µ- opioid sehingga menyebabkan efek sedasi, euphoria, penurunan fisik dan depresi pernapasan.  Morfin juga bekerja pada spinal analgesia yang menyebabkan efek miosis dan psycomimetic.  Seperti pada obat loperamide, morphine bekerja pada pleksus myenterikus pada saluran pencernaan, mengurangi motilitas usus yang dapat menyebabkan konstipasi.
  • 5.
     Bila morfindalam kondisi terapeutik terdapat dalam plasma, sekitar sepertiganya terikat protein. Morfin sendirin tidak menetap dalam jaringan rendah.  Jalur metabolism morfin utama adalah konjugasi dengan asam glukoronat. Dua metabolit utama yang terbentuk adalah morfin-6-glukuronid dan morfin-3-glukuronid.  Sejumlah kecil morfin-3,6-diglukuronid juga dapat terbentuk. Walau 3- dan 6- sangat polar, keduanya dapat melintasi sawar darah otak untuk memberikan efek klinis yang bermakna.  Dengan pemberian dosis oral kronis, kadar morfin-6-glukuronoid dalam darah biasanya melampaui kadar morfin, dimana waktu paruh nya akan lebih lama dari morfin.
  • 6.
    C. SAR(Structure Activityand Relatinship)
  • 9.
     esterifikasi gugushidroksil fenol akan menurunkan aktivitas analgesik  esterifikasi, oksidasi atau penggantian gugus hidroksil alkohol dengan halogen atau hidrogen dapat meningkatkan aktivitas analgesik  perubahan gugus hidroksil alkohol dari posisi 6 ke posisi 8 menurunkan aktivitas analgesik.  pengubahan konfigurasi hidroksil pada C6 dapat meningkatkan aktivitas analgesik  hidrogenasi ikatan rangkap c7-C8 dapat menghasilkan efek yang sama atau lebih tinggi  substansi pada cincin aromatik akan mengurangi aktivitas analgesik  pemecahan jembatan eter antara C4 dan C5 menurunkan aktivitas  pembukaan cincin piperidin menyebabkan penurunan aktivitas
  • 10.
    D. JENIS MORFIN 1. morfin mentah / kasar, yaitu yang didapati dalam bentuk blok atau serbuk . Warna bloknya berbeda beda dari putih ke coklat gelap. Blok blok ini biasa mengandung 70% hingga 80% morfin.  2. bes morfin, yaitu alkaloid yang secara langsung dari candu berupa serbuk kopi halus yang mengandung 60% sampai 70% morfin.  3. pil morfin, yaitu yang mengandung morfin sulfat dan morfin hidroklorid yang dikeluarkan secara sah atau legal. Pil pil ini berukuran kecil dan berwarna putih atau coklat pucat.
  • 11.
    E. DERIVAT MORPHIN 1.HEROIN  Nama saintifik: Diacetyl Morphine.  Morfin terbuat secara sintetik dengan bahan alaminya biji popi  Dikonsumsi dengan cara merokok, sedotan (chasing the dragon) atau suntikan.  Heroin tulen berwarna putih (kadang-kala berwarna merah jambu atau kuning air), tidak berbau dan rasa pahit  Bisa mendatangkan rasa euphoric/ rasa gembira yang tidak wajar setelah beberapa saat dan mengalami parasaan murung setelah beberapa jam berikutnya.  Berwarna putih, kelabu, coklat atau coklat muda (brown sugar)  Pada umumnya berupa serbuk, tepung, kristal dan batangan yang padat dan keras
  • 12.
     kegunaan: penghilangrasa nyeri yang digunakan untuk obat diare dan obat batuk  Efek samping: gelisah, gangguan pernapasan, gangguan psikologi, mual, muntah  Pengubahan morfin menjadi heroin berlangsung dihati, dikatalis oleh enzim sitokrom P450 dan CYP2D6.
  • 13.
    2. CODEIN  Merupakanasam opiat alkaloid yang terdapat di dalam candu dengan kosentrasi 0,7% - 2,5%  Senyawa derivat dari morfin melalui proses metilasi  Sekitar 5% morfin akan mengalami demetilasi menjadi normomorfin dan sebagian kecil diproses menjadi kodein  kodein di ubah menjadi norkodein oleh enzim CYP3A4
  • 14.
     Kodein merupakanprodrug karena di saluran pencernaan kodein diubah menjadi bentuk aktifnya, yakni morfin dan kodeina -6-glukoronida.  Sekitar 5-10% kodein akan diubah menjadi morfin, sedangkan sisanya akan menjadi bentuk yang bebas, atau terkonjugasi dan membentuk kodeina-6-glukoronida (70%), norkodeina (10%), hidromorfona (1%).
  • 15.
    TAXOL  Taxol adalahsenyawa kimia diterpenoid tipe taksan yang berasal dari tumbuhan Taxus brevifolia Nutt, famili Taxaceae.  Pertama kali diisolasi pada tahun 1971 oleh Monroe E. wall and Mansukh C.Wani.
  • 16.
    A. SUMBER DANCARA MEMPEROLEHNYA  Kulit batang kayu T. brevifolia diekstrak dengan alcohol, dipekatkan dan dipisahkan dengan pelarut air dan kloroform. Ekstrak kloroform kemudian dipisahkan dan dimurnikan melalui kromatografi kolom dengan adsorben yang berbeda, yaitu : florisil, sephadex LH-20 dan silica gel dan selanjutnya direkristalisasi dengan methanol encer untuk mendapatkan Kristal jarum yang berwarna putih.
  • 17.
    B. BIOAKTIVITASNYA  pengobatankanker ovarium dan payudara, kanker paru-paru, kanker kepala dan leher  Efek samping :penurunan eritrosit dan leukosit, diare, mual, muntah, rambut rontok, nyeri sendi dan otot, neuropati perifer( kesemutan)  Taxol dikatakan merupakan antikanker yang lebih unggul dibanding dengan antikanker lain, karena mempunyai mekanisme memblok pembelahan sel kanker.  Untuk mengobati 12500 pasien diperlukan 25 g taxol murni yaitu kira-kira diekstrak dari 750000 pound kulit pohon kering.
  • 18.
    B. Derivat  TAXOTERE merupakanderivate taxol yang juga berfungsi sebagai anti-kanker. Keuntungannya: senyawa ini lebih mudah larut dalam air dibandingkan dengan taxol, sehingga lebih mudah membuat formulasinya. senyawa ini juga lebih poten secara in vitro dan lebih efektif dengan pemberian jumlah kecil.
  • 19.