Disusun oleh :
Dita Mustika Ambarwati
Enden Nendah Nurjanah
Ganjar Winajar
M. Sigit Sugiman
Kompetensi Dasar :
6.1 Menentukan kedudukan titik, garis, dan bidang dalam ruang
dimensi tiga.
6.2 Menentukan jarak dari titik ke garis dan dari titik ke bidang
dalam ruang dimensi tiga.
6.3 Menentukan besar sudut antara garis dan bidang dan antara
dua bidang dalam ruang dimensi tiga
Standar Kompetensi :
6. Menentukan kedudukan, jarak, dan besar sudut yang
melibatkan titik, garis, dan bidang dalam ruang
dimensi tiga.
SKKD
Kita akan membahas :
A. Jarak
B. Proyeksi
C. Sudut dalam ruang dimensi tiga
Kita akan membahas jarak antara:
1. Jarak antara duaTitik
2. Jarak Titik terhadap Garis
3. Jarak Titik terhadap Bidang
4. Jarak antara dua Garis
5. Jarak Garis terhadap Bidang
6. Jarak antara dua Bidang
1. Jarak antara dua titik
Definisi Umum :
Jarak antara dua titik adalah panjang ruas garis terpendek yang
menghubungkan kedua titik tersebut.
jarak titik A ke B,
adalah panjang ruas garis
yang menghubungkan
titik A ke B
A
B
Contoh :
Diketahui
kubus ABCD.EFGH
dengan
panjang rusuk a cm.
Tentukan jarak
titik A ke C,
dan titik A ke G
A B
CD
H
E F
G
a cm
a cm
a cm
Penyelesaian :
Jadi, diagonal sisi AC adalah
7
Perhatikan
segitiga ABC yang
siku-siku di B, maka
AC =
=
=
=
A B
CD
H
E F
G
a cm
a cm
a cm
22
BCAB 
22
aa 
2
a2
2a
cm2a
Jadi, Jarak A ke G adalah
8
Perhatikan
segitiga ACG yang
siku-siku di C, maka
AG =
=
=
=
=
A B
CD
H
E F
G
a cm
a cm
a cm
22
CGAC 
22
a)2a( 
2
a3
3a
3a
22
aa2 
back
Definisi umum :
Jarak titik terhadap garis adalah panjang ruas garis tegak lurus
terpendek yang menghubungkan titik dengan garis tersebut.
2. Jarak titik ke Garis
Jarak titik A ke
garis g adalah
panjang ruas garis
yang ditarik dari
titik A dan tegak
lurus garis g
A
g
Contoh :
Diketahui kubus
ABCD.EFGH
dengan panjang
rusuk 5 cm.
Jarak titik A ke
rusuk HG adalah….
A B
CD
H
E F
G
5 cm
5 cm
Jarak titik A ke
rusuk HG adalah
panjang ruas garis
AH, (AH  HG)
A B
CD
H
E F
G
5 cm
5 cm
AH = (AH diagonal sisi)
AH =
Jadi, jarak A ke HG = 5√2 cm
2a
25
Penyelesaian :
back
Definisi umum :
Jarak titik terhadap bidang adalah panjang ruas garis tegak
lurus terpendek yang menghubungkan titik tersebut
dengan garis bidang.
3. Jarak titik ke bidang
Jarak antara titik A
ke bidang V
adalah panjang
ruas garis yang
menghubungkan
tegak lurus titik A
ke bidang V
A

Contoh :
Diketahui limas
segi empat
beraturan
T.ABCD.
Panjang AB = 8
cm dan TA = 12
cm.
Jarak titik T ke
bidang ABCD
adalah….
13
8 cm
T
C
A B
D
Penyelesaian :
14
Jarak T ke ABCD
= Jarak T ke
perpotongan AC
dan BD
= TP
AC diagonal persegi
AC = 8√2
AP = ½ AC = 4√28 cm
T
C
A B
D P
15
AP = ½ AC = 4√2
TP =
=
=
=
= 4√7
8 cm
T
C
A B
D P
22
APAT 
22
)24(12 
32144 
112
Jadi jarak T ke ABCD adalah 4√7 cm
back
Definisi umum :
Jarak antara dua garis adalah panjang ruas garis terpendek
yang menghubungkan tegak lurus kedua garis tersebut.
4. Jarak garis ke garis
Jarak antara garis g ke
garis h
adalah panjang ruas
garis yang
menghubungkan tegak
lurus kedua garis
tersebut
P
Q
g
h
Contoh :
17
Diketahui kubus
ABCD.EFGH
dengan panjang rusuk
4 cm.
Tentukan jarak:
A B
CD
H
E F
G
4 cm
a.Garis AB ke garis HG
b.Garis AD ke garis HF
c.Garis BD ke garis EG
Penyelesaian :
18
Jarak garis:
a. AB ke garis HG
= AH (AH  AB,
AH  HG)
= 4√2 (diagonal sisi)
b. AD ke garis HF
= DH (DH  AD,
DH  HF)
= 4 cm
A B
CD
H
E F
G
4 cm
19
Jarak garis:
c. BD ke garis EG
= PQ (PQ  BD,
PQ  EG)
= AE
= 4 cmA B
CD
H
E F
G
4 cm
P
Q
back
Definisi Umum :
Jarak garis terhadap bidang ialah panjang garis terpendek yang
menghubungkan tegak lurus sebuah titik pada garis dengan
bidang.
5. Jarak garis ke bidang
Jarak antara garis g ke
bidang V
adalah panjang ruas garis
yang menghubungkan
tegak lurus garis
dan bidang
g
Contoh :
21
Diketahui kubus
ABCD.EFGH
dengan panjang
rusuk 8 cm
Jarak garis AE ke
bidang BDHF
adalah….
A B
CD
H
E F
G
8 cm
Penyelesaian :
22
Jarak garis AE ke
bidang BDHF
diwakili oleh
panjang AP.(AP AE
AP  BDHF)
AP = ½ AC(ACBDHF)
= ½.8√2
= 4√2
A B
CD
H
E F
G
8 cm
P
Jadi, jarak A ke BDHF adalah 4√2 cm
back
Definisi umum :
6. Jarak Bidang dan Bidang
Jarak antara dua bidang adalah panjang garis
terpendek yang menghubungkan tegak lurus
kedua bidang tersebut.
V
W
Jarak antara bidang W
dengan bidang V adalah
panjang ruas garis yang
tegak lurus bidang W dan
tegak lurus bidang V
W
Contoh :
24
Diketahui kubus
ABCD.EFGH
dengan panjang
rusuk 6 cm.
Jarak bidang AFH
ke bidang BDG
adalah….
A B
CD
H
E F
G
6 cm
6 cm
Penyelesaian :
25
Jarak bidang AFH
ke bidang BDG
diwakili oleh PQ
PQ = ⅓ CE
(CE diagonal ruang)
PQ = ⅓. 9√3
= 3√3
A B
CD
H
E F
G
6 cm
6 cm
P
Q
Jadi, jarak AFH ke BDG adalah 3√3 cm
HOME
Proyeksi Pada Bangun Ruang:
1. Proyeksi titik pada garis
2. Proyeksi titik pada bidang
3. Proyeksi garis pada bidang
1. Proyeksi titik pada garis
27
Dari titik P
ditarik garis m garis k
garis m memotong k di Q,
titik Q adalah
hasil proyeksi
titik P pada k
P
Q
k
m
Contoh :
Diketahui
kubus ABCD.EFGH
Tentukan proyeksi
titik A pada garis
a. BC b.BD
c. ET
(T perpotongan
AC dan BD).
A B
CD
H
E F
G
T
Penyelesaian :
Proyeksi titik A pada
a. BC adalah titik
b. BD adalah titik
c. ET adalah titik
A B
CD
H
E F
G
T
B
T
A’
A’
(AC  ET)
(AB  BC)
(AC  BD)
back
2. Proyeksi Titik pada Bidang :
Dari titik P
di luar bidang H
ditarik garis g  H.
Garis g menembus
bidang H di titik P’.
Titik P’ adalah
proyeksi titik P
di bidang H
P
P’
g
Contoh :
Diketahui kubus
ABCD.EFGH
a. Proyeksi titik E
pada bidang ABCD
adalah….
b. Proyeksi titik C
pada bidang BDG
adalah….
A B
CD
H
E F
G
Pembahasan :
a. Proyeksi titik E
pada bidang ABCD
adalah
b. Proyeksi titik C
pada bidang BDG
adalah
(CE  BDG)
A B
CD
H
E F
G
A
P
P
back
3. Proyeksi garis pada bidang
Proyeksi sebuah garis ke
sebuah bidang dapat
diperoleh dengan
memproyeksikan titik-
titik yang terletak pada
garis itu ke bidang.
A
A’
g
Jadi, proyeksi garis g pada bidang H adalah g’
B
B’
g’
HOME
Sudut-sudut Bangun ruang
1. Sudut antara dua garis
a. Sudut antara dua garis berpotongan
b. Sudut antara dua garis bersilangan
2. Sudut antara garis dan bidang
3. Sudut antara dua bidang
Yang dimaksud dengan
besar sudut antara
dua garis berpotongen
adalah besar sudut yang
dibentuk oleh kedua garis
tersebut
k
m
a. Sudut antara dua garis berpotongan
Diketahui :
kubus ABCD.EFGH
Besar sudut antara
garis-garis:
a. AB dengan BG
b. AH dengan AF
c. BE dengan DFA B
CD
H
E F
G
Contoh:
Besar sudut antara
garis-garis:
a. AB dengan BG
= 900
b. AH dengan AF
= 600 ( AFH)
c. BE dengan DF
= 900 (BE  DF)
A B
CD
H
E F
G
Pembahasan:
back
m
l
Garis l’ sejajar garis l
Garis m’ sejajar garis m
Garis l’ dan garis m’
berpotongan di titik O
b. Sudut antara dua garis bersilangan
Perhatikan gambar di bawah ini:
m’
l’
O
Sudut θ yang dibentuk oleh garis l’ dan garis m’
adalah sudut antara garis l dan garis m.
θ
back
2. Sudut antara garis dan bidang
Garis BA menembus bidang α di titik A.
Titik B’ adalah proyeksi titik B pada bidang α,

A
B Garis AB’ proyeksi AB pada bidang α.
B’
jadi,
Sudut antara garis dan bidang adalah
sudut lancip yang dibentuk oleh garis
dengan proyeksinya dengan bidang.
Sudut BAB’ bidang α adalah
sudut antara garis BA dan AB’
40
Pada limas
segiempat beraturan
T.ABCD yang semua
rusuknya sama panjang,
sudut antara TA dan bidang ABCD
adalah….
T
A B
CD
a cm
a cm
Contoh :
41
• TA = TB = a cm
• AC = a√2 (diagonal
persegi)
• ∆TAC = ∆ siku-siku
sama kaki
T
A B
CD
a cm
a cm
sudut antara TA dan bidang ABCD adalah
Pembahasan:
sudut antara TA dan AC yang besarnya 450
back
3. Sudut antara Dua Bidang
Sudut antara dua bidang yang berpotongan adalah sudut
yang dibentuk oleh dua garis yang berpotongan serta
masing-masing garis itu tegaklurus terhadap garis potong
antara bidang.
Perhatikan gambar dibawah ini!
Sudut antara
bidang  dan bidang 
adalah sudut antara
garis g dan h, dimana
g  (,) dan h  (,).
(,) garis potong bidang  dan 


(,)
g
h
Limas beraturan
T.ABC, panjang
rusuk alas 6 cm dan
panjang rusuk tegak
9 cm. Nilai sinus sudut
antara bidang TAB
dengan bidang ABC
adalah….
A
B
C
T
Contoh :
• sin  (TAB,ABC)
= sin  (TP,PC)
= sin  TPC
• TC = 9 cm, BP = 3 cm
• PC =
=
• PT =
=
A
B
C
T
P
22
36 
33
22
39 
36
Pembahasan:
Pada saat menentukan
sudut, hal pertama
yang harus dilakukan
adalah menentukan
titik potong antara dua
objek yang akan dicari
sudutnya, kemudian
buat garis-garis bantu.
LATIHAN SOAL-SOAL
Diketahui:
kubus ABCD.EFGH
panjang rusuk 8 cm.
A B
CD
H
E F
G
8 cm
Nilai tangens sudut antara garis CG
dan bidang AFH adalah….
Latihan 1
A. 1/2
B.2
C. ½2
D. 42
E. 2
A B
CD
H
E F
G
8 cm
P
Q
tan (CG,AFH) = tan (PQ,AP)
= tan APQ
PQ
AQ

2
1
GC
AC

8
28.2
1

22
1

Nilai tangens sudut antara garis CG dan bidang
AFH adalah ½√2
Pembahasan:
Diketahui kubus ABCD.EFGH dengan rusuk 8 cm.
Panjang proyeksi DE pada BDHF adalah . . .
A. 22cm
C. 42cm
B. 26cm
D. 46cm
E. 82cm
Latihan2
Panjang proyeksi DE
pada bidang BDHF
adalah DE’:
DH = 8, D’H = ½ FH,
FH = ½ . 82 = 42
DE’ = (E'H)² + (DH)²
=
=
=
6432 
96
A B
CD
H
E F
G
64
Pembahasan:
E’
keberhasilan seseorang dalambelajar bukan ditentukan olehkuantitas
nilai melainkan kualitasnya
Tetap Semangat!!!
8. dimensi tiga
8. dimensi tiga

8. dimensi tiga

  • 1.
    Disusun oleh : DitaMustika Ambarwati Enden Nendah Nurjanah Ganjar Winajar M. Sigit Sugiman
  • 2.
    Kompetensi Dasar : 6.1Menentukan kedudukan titik, garis, dan bidang dalam ruang dimensi tiga. 6.2 Menentukan jarak dari titik ke garis dan dari titik ke bidang dalam ruang dimensi tiga. 6.3 Menentukan besar sudut antara garis dan bidang dan antara dua bidang dalam ruang dimensi tiga Standar Kompetensi : 6. Menentukan kedudukan, jarak, dan besar sudut yang melibatkan titik, garis, dan bidang dalam ruang dimensi tiga. SKKD
  • 3.
    Kita akan membahas: A. Jarak B. Proyeksi C. Sudut dalam ruang dimensi tiga
  • 4.
    Kita akan membahasjarak antara: 1. Jarak antara duaTitik 2. Jarak Titik terhadap Garis 3. Jarak Titik terhadap Bidang 4. Jarak antara dua Garis 5. Jarak Garis terhadap Bidang 6. Jarak antara dua Bidang
  • 5.
    1. Jarak antaradua titik Definisi Umum : Jarak antara dua titik adalah panjang ruas garis terpendek yang menghubungkan kedua titik tersebut. jarak titik A ke B, adalah panjang ruas garis yang menghubungkan titik A ke B A B
  • 6.
    Contoh : Diketahui kubus ABCD.EFGH dengan panjangrusuk a cm. Tentukan jarak titik A ke C, dan titik A ke G A B CD H E F G a cm a cm a cm
  • 7.
    Penyelesaian : Jadi, diagonalsisi AC adalah 7 Perhatikan segitiga ABC yang siku-siku di B, maka AC = = = = A B CD H E F G a cm a cm a cm 22 BCAB  22 aa  2 a2 2a cm2a
  • 8.
    Jadi, Jarak Ake G adalah 8 Perhatikan segitiga ACG yang siku-siku di C, maka AG = = = = = A B CD H E F G a cm a cm a cm 22 CGAC  22 a)2a(  2 a3 3a 3a 22 aa2  back
  • 9.
    Definisi umum : Jaraktitik terhadap garis adalah panjang ruas garis tegak lurus terpendek yang menghubungkan titik dengan garis tersebut. 2. Jarak titik ke Garis Jarak titik A ke garis g adalah panjang ruas garis yang ditarik dari titik A dan tegak lurus garis g A g
  • 10.
    Contoh : Diketahui kubus ABCD.EFGH denganpanjang rusuk 5 cm. Jarak titik A ke rusuk HG adalah…. A B CD H E F G 5 cm 5 cm
  • 11.
    Jarak titik Ake rusuk HG adalah panjang ruas garis AH, (AH  HG) A B CD H E F G 5 cm 5 cm AH = (AH diagonal sisi) AH = Jadi, jarak A ke HG = 5√2 cm 2a 25 Penyelesaian : back
  • 12.
    Definisi umum : Jaraktitik terhadap bidang adalah panjang ruas garis tegak lurus terpendek yang menghubungkan titik tersebut dengan garis bidang. 3. Jarak titik ke bidang Jarak antara titik A ke bidang V adalah panjang ruas garis yang menghubungkan tegak lurus titik A ke bidang V A 
  • 13.
    Contoh : Diketahui limas segiempat beraturan T.ABCD. Panjang AB = 8 cm dan TA = 12 cm. Jarak titik T ke bidang ABCD adalah…. 13 8 cm T C A B D
  • 14.
    Penyelesaian : 14 Jarak Tke ABCD = Jarak T ke perpotongan AC dan BD = TP AC diagonal persegi AC = 8√2 AP = ½ AC = 4√28 cm T C A B D P
  • 15.
    15 AP = ½AC = 4√2 TP = = = = = 4√7 8 cm T C A B D P 22 APAT  22 )24(12  32144  112 Jadi jarak T ke ABCD adalah 4√7 cm back
  • 16.
    Definisi umum : Jarakantara dua garis adalah panjang ruas garis terpendek yang menghubungkan tegak lurus kedua garis tersebut. 4. Jarak garis ke garis Jarak antara garis g ke garis h adalah panjang ruas garis yang menghubungkan tegak lurus kedua garis tersebut P Q g h
  • 17.
    Contoh : 17 Diketahui kubus ABCD.EFGH denganpanjang rusuk 4 cm. Tentukan jarak: A B CD H E F G 4 cm a.Garis AB ke garis HG b.Garis AD ke garis HF c.Garis BD ke garis EG
  • 18.
    Penyelesaian : 18 Jarak garis: a.AB ke garis HG = AH (AH  AB, AH  HG) = 4√2 (diagonal sisi) b. AD ke garis HF = DH (DH  AD, DH  HF) = 4 cm A B CD H E F G 4 cm
  • 19.
    19 Jarak garis: c. BDke garis EG = PQ (PQ  BD, PQ  EG) = AE = 4 cmA B CD H E F G 4 cm P Q back
  • 20.
    Definisi Umum : Jarakgaris terhadap bidang ialah panjang garis terpendek yang menghubungkan tegak lurus sebuah titik pada garis dengan bidang. 5. Jarak garis ke bidang Jarak antara garis g ke bidang V adalah panjang ruas garis yang menghubungkan tegak lurus garis dan bidang g
  • 21.
    Contoh : 21 Diketahui kubus ABCD.EFGH denganpanjang rusuk 8 cm Jarak garis AE ke bidang BDHF adalah…. A B CD H E F G 8 cm
  • 22.
    Penyelesaian : 22 Jarak garisAE ke bidang BDHF diwakili oleh panjang AP.(AP AE AP  BDHF) AP = ½ AC(ACBDHF) = ½.8√2 = 4√2 A B CD H E F G 8 cm P Jadi, jarak A ke BDHF adalah 4√2 cm back
  • 23.
    Definisi umum : 6.Jarak Bidang dan Bidang Jarak antara dua bidang adalah panjang garis terpendek yang menghubungkan tegak lurus kedua bidang tersebut. V W Jarak antara bidang W dengan bidang V adalah panjang ruas garis yang tegak lurus bidang W dan tegak lurus bidang V W
  • 24.
    Contoh : 24 Diketahui kubus ABCD.EFGH denganpanjang rusuk 6 cm. Jarak bidang AFH ke bidang BDG adalah…. A B CD H E F G 6 cm 6 cm
  • 25.
    Penyelesaian : 25 Jarak bidangAFH ke bidang BDG diwakili oleh PQ PQ = ⅓ CE (CE diagonal ruang) PQ = ⅓. 9√3 = 3√3 A B CD H E F G 6 cm 6 cm P Q Jadi, jarak AFH ke BDG adalah 3√3 cm HOME
  • 26.
    Proyeksi Pada BangunRuang: 1. Proyeksi titik pada garis 2. Proyeksi titik pada bidang 3. Proyeksi garis pada bidang
  • 27.
    1. Proyeksi titikpada garis 27 Dari titik P ditarik garis m garis k garis m memotong k di Q, titik Q adalah hasil proyeksi titik P pada k P Q k m
  • 28.
    Contoh : Diketahui kubus ABCD.EFGH Tentukanproyeksi titik A pada garis a. BC b.BD c. ET (T perpotongan AC dan BD). A B CD H E F G T
  • 29.
    Penyelesaian : Proyeksi titikA pada a. BC adalah titik b. BD adalah titik c. ET adalah titik A B CD H E F G T B T A’ A’ (AC  ET) (AB  BC) (AC  BD) back
  • 30.
    2. Proyeksi Titikpada Bidang : Dari titik P di luar bidang H ditarik garis g  H. Garis g menembus bidang H di titik P’. Titik P’ adalah proyeksi titik P di bidang H P P’ g
  • 31.
    Contoh : Diketahui kubus ABCD.EFGH a.Proyeksi titik E pada bidang ABCD adalah…. b. Proyeksi titik C pada bidang BDG adalah…. A B CD H E F G
  • 32.
    Pembahasan : a. Proyeksititik E pada bidang ABCD adalah b. Proyeksi titik C pada bidang BDG adalah (CE  BDG) A B CD H E F G A P P back
  • 33.
    3. Proyeksi garispada bidang Proyeksi sebuah garis ke sebuah bidang dapat diperoleh dengan memproyeksikan titik- titik yang terletak pada garis itu ke bidang. A A’ g Jadi, proyeksi garis g pada bidang H adalah g’ B B’ g’ HOME
  • 34.
    Sudut-sudut Bangun ruang 1.Sudut antara dua garis a. Sudut antara dua garis berpotongan b. Sudut antara dua garis bersilangan 2. Sudut antara garis dan bidang 3. Sudut antara dua bidang
  • 35.
    Yang dimaksud dengan besarsudut antara dua garis berpotongen adalah besar sudut yang dibentuk oleh kedua garis tersebut k m a. Sudut antara dua garis berpotongan
  • 36.
    Diketahui : kubus ABCD.EFGH Besarsudut antara garis-garis: a. AB dengan BG b. AH dengan AF c. BE dengan DFA B CD H E F G Contoh:
  • 37.
    Besar sudut antara garis-garis: a.AB dengan BG = 900 b. AH dengan AF = 600 ( AFH) c. BE dengan DF = 900 (BE  DF) A B CD H E F G Pembahasan: back
  • 38.
    m l Garis l’ sejajargaris l Garis m’ sejajar garis m Garis l’ dan garis m’ berpotongan di titik O b. Sudut antara dua garis bersilangan Perhatikan gambar di bawah ini: m’ l’ O Sudut θ yang dibentuk oleh garis l’ dan garis m’ adalah sudut antara garis l dan garis m. θ back
  • 39.
    2. Sudut antaragaris dan bidang Garis BA menembus bidang α di titik A. Titik B’ adalah proyeksi titik B pada bidang α,  A B Garis AB’ proyeksi AB pada bidang α. B’ jadi, Sudut antara garis dan bidang adalah sudut lancip yang dibentuk oleh garis dengan proyeksinya dengan bidang. Sudut BAB’ bidang α adalah sudut antara garis BA dan AB’
  • 40.
    40 Pada limas segiempat beraturan T.ABCDyang semua rusuknya sama panjang, sudut antara TA dan bidang ABCD adalah…. T A B CD a cm a cm Contoh :
  • 41.
    41 • TA =TB = a cm • AC = a√2 (diagonal persegi) • ∆TAC = ∆ siku-siku sama kaki T A B CD a cm a cm sudut antara TA dan bidang ABCD adalah Pembahasan: sudut antara TA dan AC yang besarnya 450 back
  • 42.
    3. Sudut antaraDua Bidang Sudut antara dua bidang yang berpotongan adalah sudut yang dibentuk oleh dua garis yang berpotongan serta masing-masing garis itu tegaklurus terhadap garis potong antara bidang. Perhatikan gambar dibawah ini! Sudut antara bidang  dan bidang  adalah sudut antara garis g dan h, dimana g  (,) dan h  (,). (,) garis potong bidang  dan    (,) g h
  • 43.
    Limas beraturan T.ABC, panjang rusukalas 6 cm dan panjang rusuk tegak 9 cm. Nilai sinus sudut antara bidang TAB dengan bidang ABC adalah…. A B C T Contoh :
  • 44.
    • sin (TAB,ABC) = sin  (TP,PC) = sin  TPC • TC = 9 cm, BP = 3 cm • PC = = • PT = = A B C T P 22 36  33 22 39  36 Pembahasan:
  • 45.
    Pada saat menentukan sudut,hal pertama yang harus dilakukan adalah menentukan titik potong antara dua objek yang akan dicari sudutnya, kemudian buat garis-garis bantu.
  • 46.
  • 47.
    Diketahui: kubus ABCD.EFGH panjang rusuk8 cm. A B CD H E F G 8 cm Nilai tangens sudut antara garis CG dan bidang AFH adalah…. Latihan 1 A. 1/2 B.2 C. ½2 D. 42 E. 2
  • 48.
    A B CD H E F G 8cm P Q tan (CG,AFH) = tan (PQ,AP) = tan APQ PQ AQ  2 1 GC AC  8 28.2 1  22 1  Nilai tangens sudut antara garis CG dan bidang AFH adalah ½√2 Pembahasan:
  • 49.
    Diketahui kubus ABCD.EFGHdengan rusuk 8 cm. Panjang proyeksi DE pada BDHF adalah . . . A. 22cm C. 42cm B. 26cm D. 46cm E. 82cm Latihan2
  • 50.
    Panjang proyeksi DE padabidang BDHF adalah DE’: DH = 8, D’H = ½ FH, FH = ½ . 82 = 42 DE’ = (E'H)² + (DH)² = = = 6432  96 A B CD H E F G 64 Pembahasan: E’
  • 51.
    keberhasilan seseorang dalambelajarbukan ditentukan olehkuantitas nilai melainkan kualitasnya Tetap Semangat!!!