PENGANTAR ILMU
KOMUNIKASI KELAS-
A
Kelompok : 4
Aditya Kurniawan (071115067)
Barmawi A. (071211531007)
Radyastuti (071211531019)
Lailatul K. (071211531030)
Nisrina Firdaus (071211531066)
PERSEPSI
KOMUNIKASI :
INTI
KOMUNIKASI
DEFINISI PERSEPSI
 Persepsi merupakan inti dari komunikasi
 Inti dari persepsi adalah interpretasi
yang identik dengan penyandian balik
(decoding) dalam proses komunikasi
 Tahap persepsi meliputi :
Pengindraan (sensasi)
Atensi
Interpretasi
Menurut Kenneth K. Sereno,
Edward M. Bodaken, Judy C.
Pearson, dan Paul E. Nelson
persepsi terdiri dari 3 aktivitas :
Seleksi
Organisasi
Interpretasi
PERSEPSI
LINGKUNGAN FISIK
Ciri-ciri :
1. Persepsi terhadap objek melalui
lambang - lambang fisik
2. Menanggapi sifat-sifat luar dan
tidak bersifat interaktif
3. Persepsi terhadap objek lebih
lambat berubah karena objek
bersifat statis
Sering terjadi ilusi perseptual yang
disebabkan oleh, indra kita tidak
selalu sepakat akan satu hal.
Latar belakang pengalaman,
budaya, dan suasana psikologis
yang berbeda juga membuat
persepsi seseorang berbeda atas
suatu objek.
PERSEPSI SOSIAL
• Arti : proses menangkap arti objek-objek
sosial dan kejadian-kejadian yang
kita alami dalam lingkungan kita.
• Ciri-ciri :
1. Persepsi tercipta melalui lambang-
lambang verbal dan nonverbal
2. Menanggapi sifat dari luar dan dalam
(perasaan, motif, harapan, dsb) serta
interaktif
3. Persepsi dapat berubah lebih cepat
karena objek (manusia) bersifat
dinamis
Persepsi ini lebih beresiko daripada
persepsi terhadap lingkungan fisik
(objek).
 R.D. Laing
“Manusia selalu memikirkan orang lain dan apa yang
orang lain pikirkan tentang dirinya, dan apa yang
orang lain pikirkan mengenai apa yang ia pikirkan
mengenai orang lain itu, dan seterusnya”
Berikut adalah beberapa prinsip penting
yang melatar belakangi perbedaan
persepsi sosial yang ada :
Persepsi berdasarkan pengalaman
Persepsi bersifat selektif
Persepsi bersifat dugaan
Persepsi bersifat evaluatif
Persepsi bersifat kontekstual
BERDASARKAN
PENGALAMAN
 Persepsi manusia muncul dari adanya
proses pembelajaran (pengalaman) masa
lalu yang berkaitan dengan orang, objek,
atau kejadian serupa yang ada
disekitarnya.
 Ketiadaan pengalaman dalam
menghadapi suatu objek akan membuat
seseorang menafsirkan objek tersebut
berdasarkan dugaan sementara /
pengalaman yang mirip.
PERSEPSI BERSIFAT
SELEKTIF
 Atensi seseorang pada suatu rangsangan
merupakan faktor utama yang
menentukan selektivitas seseorang atas
rangsangan tersebut, dan hal ini
dipengaruhi oleh :
Faktor Internal :
a. Faktor Biologis
b. Faktor Fisiologis
c. Faktor Sosial Budaya
Faktor Eksternal :
a. Gerakan
b. Intensitas
c. Kontras
d. Kebaruan
e. Perulangan objek yang dipersepsi
PERSEPSI BERSIFAT
DUGAAN
Proses persepsi bersifat dugaan itu
memungkinkan seseorang untuk
menafsirkan suatu objek dengan
makna yang lebih lengkap dari
sudut pandang manapun
Dugaan diperlukan untuk membuat
kesimpulan berdasarkan informasi
yg tidak lengkap lewat pengindraan.
PERSEPSI BERSIFAT
EVALUATIF
Persepsi pada dasarnya bersifat
subjektif dan pribadi
Tidak seorangpun mempersepsi
suatu objek tanpa mempersepsi
seberapa baik atau buruk objek
tersebut
PERSEPSI BERSIFAT KONTEKSTUAL
Ketiadaan pola berarti
ketiadaan makna atau berarti
kebingungan karena terlalu
banyak mankna. Sehingga,
objek harus diletakkan dalam
konteks tertentu menggunakan
dua prinsip dibawah ini :
1. Struktur objek/kejadian berdasarkan
prinsip kemiripan/kedekatan dan
kelengkapan
2. Seseorang cenderung mempersepsi
suatu rangsangan/kejadian yang
terdiri dari objek dan latar
(belakang)nya.
PERSEPSI DAN
BUDAYA
Persepsi terikat oleh budaya
(culture-bound) dimana seseorang
memaknai pesan, objek, atau
lingkungan bergantung pada sistem
nilai yang dianutnya.
Semakin besar perbedaan budaya
maka semakin besar pula perbedaan
persepsi seseorang terhadap suatu
realitas
Larry A. Samovar & Richard E. Porter
terdapat 6 unsur budaya yang
mempengaruhi persepsi seseorang :
 Kepercayaan (beliefs), nilai (values), & sikap
(attitudes)
 Pandangan dunia (worlview)
 Organisasi sosial (social organization)
 Tabiat manusia (human nature)
 Orientasi kegiatan (activity orientation)
 Persepsi tentang diri sendiri dan orang lain
(perception of self and others)
KEKELIRUAN DAN
KEGAGALAN PERSEPSI
 Kesalahan Atribusi
 Atribusi : proses internal dalam diri untuk memahami
penyebab perilaku orang lain melalui beberapa sumber
informasi
 Beberapa penyebab kesalahan atribusi :
- penampilan fisik
- perilaku
- salah menafsirkan pesan / maksud komunikator
- faktor eksternal
- faktor internal
- kekuranglengkapan informasi
 Efek Halo
 Kesalahan persepsi kita yang biasanya didapat pada kesan pertama dapat
membentuk kesan menyeluruh mengenai seseorang dan cenderung
menimbulkan efek yang kuat atas penilaian pada sifat-sifat yang spesifik.
ex : seorang wanita yang pertama kalinya jatuh cinta dan ia dikhianati oleh
pacarnya maka bisa saja ia terkena efek halo atau kesan pertama yang
menyesatkan. Lalu ia berpendapat bahwa semua lelaki adalah pengkhianat.
 Stereotip
 Persepsi atau kepercayaan yang kita anut mengenai suatu kelompok atau
individu berdasarkan pendapat dan sikap yang lebih dulu terbentuk.
 Faktor-faktor stereotip menurut Baron dan Paulus :
- Kecenderungan membagi dunia ke dalam 2 kategori (kita dan mereka)
-Kecenderungan untuk melakukan kerja kognitif sesedikit mungkin dalam
berpikir mengenai orang lain
ex : orang laki-laki berpikir logis, orang perempuan bersikap emosional,
atlit adalah orang bodoh
 Prasangka
 Suatu kekeliruan persepsi terhadap seseorang atau suatu kelompok
berdasarkan keputusan dan pengalaman terdahulu.
 Beberapa macam prasangka : prasangka rasial, kesukuan (etnik), gender,
dan agama.
ex : Orang Jawa pasti pembawaannya lemah lembut
 Gegar Budaya
 Suatu bentuk ketidakmampuan sesoeorang dalam menyesuaikan diri dengan
budaya di lingkungan sekitar
ex : Seorang laki-laki dari Australia yang berkunjung ke rumah temannya di
pedalaman Malaysia merasa mengalami gegar budaya ketika ia masuk ke
dalam kamar mandinya karena disana hanya sebuah ruangan kecil dengan
mangkuk besar berisi air dan sebuah gayung kecil. Ia merasa kamar mandi
itu tidak ada apa-apanya dibandingkan kamar mandinya di Australia.

5. persepsi komunikasi

  • 1.
    PENGANTAR ILMU KOMUNIKASI KELAS- A Kelompok: 4 Aditya Kurniawan (071115067) Barmawi A. (071211531007) Radyastuti (071211531019) Lailatul K. (071211531030) Nisrina Firdaus (071211531066)
  • 2.
  • 3.
    DEFINISI PERSEPSI  Persepsimerupakan inti dari komunikasi  Inti dari persepsi adalah interpretasi yang identik dengan penyandian balik (decoding) dalam proses komunikasi  Tahap persepsi meliputi : Pengindraan (sensasi) Atensi Interpretasi
  • 4.
    Menurut Kenneth K.Sereno, Edward M. Bodaken, Judy C. Pearson, dan Paul E. Nelson persepsi terdiri dari 3 aktivitas : Seleksi Organisasi Interpretasi
  • 5.
    PERSEPSI LINGKUNGAN FISIK Ciri-ciri : 1.Persepsi terhadap objek melalui lambang - lambang fisik 2. Menanggapi sifat-sifat luar dan tidak bersifat interaktif 3. Persepsi terhadap objek lebih lambat berubah karena objek bersifat statis
  • 6.
    Sering terjadi ilusiperseptual yang disebabkan oleh, indra kita tidak selalu sepakat akan satu hal. Latar belakang pengalaman, budaya, dan suasana psikologis yang berbeda juga membuat persepsi seseorang berbeda atas suatu objek.
  • 7.
    PERSEPSI SOSIAL • Arti: proses menangkap arti objek-objek sosial dan kejadian-kejadian yang kita alami dalam lingkungan kita. • Ciri-ciri : 1. Persepsi tercipta melalui lambang- lambang verbal dan nonverbal 2. Menanggapi sifat dari luar dan dalam (perasaan, motif, harapan, dsb) serta interaktif
  • 8.
    3. Persepsi dapatberubah lebih cepat karena objek (manusia) bersifat dinamis Persepsi ini lebih beresiko daripada persepsi terhadap lingkungan fisik (objek).  R.D. Laing “Manusia selalu memikirkan orang lain dan apa yang orang lain pikirkan tentang dirinya, dan apa yang orang lain pikirkan mengenai apa yang ia pikirkan mengenai orang lain itu, dan seterusnya”
  • 9.
    Berikut adalah beberapaprinsip penting yang melatar belakangi perbedaan persepsi sosial yang ada : Persepsi berdasarkan pengalaman Persepsi bersifat selektif Persepsi bersifat dugaan Persepsi bersifat evaluatif Persepsi bersifat kontekstual
  • 10.
    BERDASARKAN PENGALAMAN  Persepsi manusiamuncul dari adanya proses pembelajaran (pengalaman) masa lalu yang berkaitan dengan orang, objek, atau kejadian serupa yang ada disekitarnya.  Ketiadaan pengalaman dalam menghadapi suatu objek akan membuat seseorang menafsirkan objek tersebut berdasarkan dugaan sementara / pengalaman yang mirip.
  • 11.
    PERSEPSI BERSIFAT SELEKTIF  Atensiseseorang pada suatu rangsangan merupakan faktor utama yang menentukan selektivitas seseorang atas rangsangan tersebut, dan hal ini dipengaruhi oleh : Faktor Internal : a. Faktor Biologis b. Faktor Fisiologis c. Faktor Sosial Budaya
  • 12.
    Faktor Eksternal : a.Gerakan b. Intensitas c. Kontras d. Kebaruan e. Perulangan objek yang dipersepsi
  • 13.
    PERSEPSI BERSIFAT DUGAAN Proses persepsibersifat dugaan itu memungkinkan seseorang untuk menafsirkan suatu objek dengan makna yang lebih lengkap dari sudut pandang manapun Dugaan diperlukan untuk membuat kesimpulan berdasarkan informasi yg tidak lengkap lewat pengindraan.
  • 14.
    PERSEPSI BERSIFAT EVALUATIF Persepsi padadasarnya bersifat subjektif dan pribadi Tidak seorangpun mempersepsi suatu objek tanpa mempersepsi seberapa baik atau buruk objek tersebut
  • 15.
    PERSEPSI BERSIFAT KONTEKSTUAL Ketiadaanpola berarti ketiadaan makna atau berarti kebingungan karena terlalu banyak mankna. Sehingga, objek harus diletakkan dalam konteks tertentu menggunakan dua prinsip dibawah ini :
  • 16.
    1. Struktur objek/kejadianberdasarkan prinsip kemiripan/kedekatan dan kelengkapan 2. Seseorang cenderung mempersepsi suatu rangsangan/kejadian yang terdiri dari objek dan latar (belakang)nya.
  • 17.
    PERSEPSI DAN BUDAYA Persepsi terikatoleh budaya (culture-bound) dimana seseorang memaknai pesan, objek, atau lingkungan bergantung pada sistem nilai yang dianutnya. Semakin besar perbedaan budaya maka semakin besar pula perbedaan persepsi seseorang terhadap suatu realitas
  • 18.
    Larry A. Samovar& Richard E. Porter terdapat 6 unsur budaya yang mempengaruhi persepsi seseorang :  Kepercayaan (beliefs), nilai (values), & sikap (attitudes)  Pandangan dunia (worlview)  Organisasi sosial (social organization)  Tabiat manusia (human nature)  Orientasi kegiatan (activity orientation)  Persepsi tentang diri sendiri dan orang lain (perception of self and others)
  • 19.
    KEKELIRUAN DAN KEGAGALAN PERSEPSI Kesalahan Atribusi  Atribusi : proses internal dalam diri untuk memahami penyebab perilaku orang lain melalui beberapa sumber informasi  Beberapa penyebab kesalahan atribusi : - penampilan fisik - perilaku - salah menafsirkan pesan / maksud komunikator - faktor eksternal - faktor internal - kekuranglengkapan informasi
  • 20.
     Efek Halo Kesalahan persepsi kita yang biasanya didapat pada kesan pertama dapat membentuk kesan menyeluruh mengenai seseorang dan cenderung menimbulkan efek yang kuat atas penilaian pada sifat-sifat yang spesifik. ex : seorang wanita yang pertama kalinya jatuh cinta dan ia dikhianati oleh pacarnya maka bisa saja ia terkena efek halo atau kesan pertama yang menyesatkan. Lalu ia berpendapat bahwa semua lelaki adalah pengkhianat.  Stereotip  Persepsi atau kepercayaan yang kita anut mengenai suatu kelompok atau individu berdasarkan pendapat dan sikap yang lebih dulu terbentuk.  Faktor-faktor stereotip menurut Baron dan Paulus : - Kecenderungan membagi dunia ke dalam 2 kategori (kita dan mereka) -Kecenderungan untuk melakukan kerja kognitif sesedikit mungkin dalam berpikir mengenai orang lain ex : orang laki-laki berpikir logis, orang perempuan bersikap emosional, atlit adalah orang bodoh
  • 21.
     Prasangka  Suatukekeliruan persepsi terhadap seseorang atau suatu kelompok berdasarkan keputusan dan pengalaman terdahulu.  Beberapa macam prasangka : prasangka rasial, kesukuan (etnik), gender, dan agama. ex : Orang Jawa pasti pembawaannya lemah lembut  Gegar Budaya  Suatu bentuk ketidakmampuan sesoeorang dalam menyesuaikan diri dengan budaya di lingkungan sekitar ex : Seorang laki-laki dari Australia yang berkunjung ke rumah temannya di pedalaman Malaysia merasa mengalami gegar budaya ketika ia masuk ke dalam kamar mandinya karena disana hanya sebuah ruangan kecil dengan mangkuk besar berisi air dan sebuah gayung kecil. Ia merasa kamar mandi itu tidak ada apa-apanya dibandingkan kamar mandinya di Australia.