Teori Belajar dan Pembelajaran Pertemuan 3 Teori-teori Psikologi Perkembangan Betty Zelda, Dr. M.M. <ul><li>Jurusan Fisika...
Teori-teori Psikologi Perkembangan <ul><li>Sejumlah ide yg koheren, mengandung hipotesis-hipotesis dan asumsi-asumsi yg dp...
TEORI-TEORI BIOLOGIS   <ul><li>Menekankan faktor Nature sebagai penentu perkembangan manusia: maturitas, dasar-dasar biolo...
Teori-Teori Biologis <ul><li>Teori-teori Maturasional </li></ul><ul><li>Tokoh: Arnold Gessel </li></ul><ul><li>Asumsi:  </...
Teori-teori Psikodinamika <ul><li>perkembangan manusia sebagai hasil dr proses konfrontasi dan akomodasi antara pertumbuha...
Teori Psikoseksual/Psikoanalisa <ul><li>Tokoh: Sigmund Freud </li></ul><ul><li>Asumsi: </li></ul><ul><li>perilaku dan pros...
Teori   Psikoseksual/Psikoanalisa 02/02/11 ©  2010 Universitas Negeri Jakarta  |  www.unj.ac.id  | Usia Tahap Psikoseksual...
Teori Psikoseksual/Psikoanalisa <ul><li>Kritikan: </li></ul><ul><li>Kesulitan menguji secara empirik--menilai secara objek...
Teori Psikososial <ul><li>Tokoh: Erik H.Erikson </li></ul><ul><li>Asumsi: </li></ul><ul><li>perkembangan kepribadian manus...
Teori Psikososial 02/02/11 ©  2010 Universitas Negeri Jakarta  |  www.unj.ac.id  | Stadium Krisis Psikososial Hasil yang b...
Teori-teori Belajar <ul><li>Perkembangan lebih ditentukan oleh faktor lingkungan-pengalaman, belajar </li></ul><ul><li>Per...
Teori-teori Belajar <ul><li>Teori-teori Kondisioning </li></ul><ul><li>Teori Kondisioning Klasik </li></ul><ul><li>Tokoh: ...
Teori-teori Belajar <ul><li>Teori-teori Belajar Sosial Kognitif </li></ul><ul><li>Tokoh: Albert Bandura </li></ul><ul><li>...
Teori Belajar Sosial Kognitif <ul><li>People are viewed as self-organizing, proactive, self-reflecting, and self-regulatin...
TERIMA KASIH 02/02/11 ©  2010 Universitas Negeri Jakarta  |  www.unj.ac.id  |
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Teori Belajar dan Pembelajaran (3) teori teori-psikologi_perkembangan

4,275 views
4,126 views

Published on

unj fmipa-fisika

Published in: Education
1 Comment
1 Like
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
4,275
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
6
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
1
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Teori Belajar dan Pembelajaran (3) teori teori-psikologi_perkembangan

  1. 1. Teori Belajar dan Pembelajaran Pertemuan 3 Teori-teori Psikologi Perkembangan Betty Zelda, Dr. M.M. <ul><li>Jurusan Fisika </li></ul><ul><li>Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam </li></ul>02/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  2. 2. Teori-teori Psikologi Perkembangan <ul><li>Sejumlah ide yg koheren, mengandung hipotesis-hipotesis dan asumsi-asumsi yg dpt diuji kebenarannya, dan berfungsi untuk menggambarkan, menjelaskan, dan memprediksi perubahan-perubahan perilaku dan proses mental manusia sepanjang rentang kehidupannya. </li></ul>02/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  3. 3. TEORI-TEORI BIOLOGIS <ul><li>Menekankan faktor Nature sebagai penentu perkembangan manusia: maturitas, dasar-dasar biologis perilaku-proses mental </li></ul><ul><li>Dipengaruhi pemikiran Charles Darwin-perspektif evolusioner </li></ul>02/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  4. 4. Teori-Teori Biologis <ul><li>Teori-teori Maturasional </li></ul><ul><li>Tokoh: Arnold Gessel </li></ul><ul><li>Asumsi: </li></ul><ul><li>perkembangan diarahkan dr dalam-maturasi biologis: berjalan, berbicara, kontrol diri </li></ul><ul><li>self regulation : organisme memiliki kesiapan utk memasuki tahap perkembangan tertentu—memberi sinyal kpd lingkungannya </li></ul><ul><li>Teori-teori Etologis </li></ul><ul><li>Tokoh: Konrad Lorenz, Niko Tinbergen, John Bowlby </li></ul><ul><li>Asumsi: </li></ul><ul><li>perkembangan manusia sebagai bagian dr historis evolusioner; cara-cara yg memungkinkan manusia survive </li></ul><ul><li>releasing stimuli : menangis, senyuman </li></ul><ul><li>sumbangan: metode observasi dlm setting alamiah </li></ul>02/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  5. 5. Teori-teori Psikodinamika <ul><li>perkembangan manusia sebagai hasil dr proses konfrontasi dan akomodasi antara pertumbuhan individual dan tuntutan sosial, antara dorongan dasar manusia dan tuntutan masyarakat </li></ul><ul><li>memusatkan perhatian pd perkembangan kepribadian-perkembangan perasaan, keyakinan, dan perilaku yg rasional maupun tidak rasional. </li></ul>02/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  6. 6. Teori Psikoseksual/Psikoanalisa <ul><li>Tokoh: Sigmund Freud </li></ul><ul><li>Asumsi: </li></ul><ul><li>perilaku dan proses mental manusia dimotivasi oleh kekuatan-kekuatan dan konflik-konflik dr dalam—manusia memiliki sedikit kesadaran & kontrol atas kekuatan tsb  perilaku manusia mjd lebih rasional-bisa diterima secara sosial </li></ul><ul><li>libido seksual mengikuti hukum kekekalan energi </li></ul>02/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  7. 7. Teori Psikoseksual/Psikoanalisa 02/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id | Usia Tahap Psikoseksual Fokus Perasaan Senang Karakteristik Perilaku Hasil yang tidak diharapkan (fiksasi) Lahir-18 bulan Oral Mulut, Bibir Mencari stimulasi oral, menghisap meski tidak lapar Alkoholisme, merokok, menggigit kuku, tidak matang, kepribadian menuntut 18 bln —3 tahun Anal Rektum Menikmati saat mengeluarkan dan menahan feses Konformisme tinggi, kerapian kompulsive, permusuhan, kepribadian menantang 3—6 tahun Phalik Genital Tertarik genital, jatuh cinta pada orangtua dengan jenis kelamin berbeda Problem seksual (impoten, frigiditas), homoseksual, ketidakmampuan menangani kompetisi 6—11 tahun Latensi --- Mengembangkan kecakapan sosial dan intelektual --- Pubertas  … Genital Genital Membangun hubungan dengan lawan jenis ---
  8. 8. Teori Psikoseksual/Psikoanalisa <ul><li>Kritikan: </li></ul><ul><li>Kesulitan menguji secara empirik--menilai secara objektif  karena konsep-konsepnya ambigous: bagaimana mengukur konsep libido, struktur kepribadian secara langsung? </li></ul><ul><li>Restrospektif, tidak prediktif </li></ul><ul><li>Androsentrik </li></ul><ul><li>Teorinya didasarkan pada observasi terhadap orang-orang tertentu (penderita neurotik) </li></ul><ul><li>Kontribusi: </li></ul><ul><li>Pengalaman awal mempengaruhi perkembangan kepribadian berikutnya </li></ul><ul><li>Motivasi yg tidak disadari/ketidaksadaran mempengaruhi perilaku-proses mental manusia </li></ul><ul><li>Mekanisme pertahanan ego </li></ul>02/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  9. 9. Teori Psikososial <ul><li>Tokoh: Erik H.Erikson </li></ul><ul><li>Asumsi: </li></ul><ul><li>perkembangan kepribadian manusia terjadi sepanjang rentang kehidupan </li></ul><ul><li>perkembangan kepribadian manusia dipengaruhi oleh interaksi sosial—hubungan dgn orang lain </li></ul><ul><li>perkembangan kepribadian manusia ditentukan oleh keberhasilan atau kegagalan seseorang mengatasi krisis yang terjadi pd setiap tahapan sepanjang rentang kehidupan. </li></ul>02/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  10. 10. Teori Psikososial 02/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id | Stadium Krisis Psikososial Hasil yang baik Infancy Kepercayaan vs Ketidakpercayaan Kepercayaan dan optimisme Toddlerhood Otonomi vs Keraguan Pengendalian dan adekuasi diri Early Childhood Inisiatif vs Rasa Bersalah Kemampuan memulai aktivitas sendiri Middle & Late Childhood Industri vs Inferioritas Kompetensi dalam kemampuan intelektual. Sosial dan fisik Remaja Identitas vs Kebingungan Identitas Citra diri yang terintegrasi sebagai pribadi unik Dewasa awal Intimasi vs Isolasi Kemampuan membentuk hubungan erat, komitmen karier Dewasa madya Generativitas vs Menarik diri Perhatian terhadap keluarga, masy & generasi pen. Dewasa akhir Integritas vs Putus Asa Puas dengan kehidupan, siap menghadapi kematian
  11. 11. Teori-teori Belajar <ul><li>Perkembangan lebih ditentukan oleh faktor lingkungan-pengalaman, belajar </li></ul><ul><li>Perkembangan sebagai proses kontinyu-perubahan terjadi secara gradual, berangsur-angsur, sedikit demi sedikit </li></ul>02/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  12. 12. Teori-teori Belajar <ul><li>Teori-teori Kondisioning </li></ul><ul><li>Teori Kondisioning Klasik </li></ul><ul><li>Tokoh: Ivan Pavlov, John B. Watson </li></ul><ul><li>Asumsi: </li></ul><ul><li>Perkembangan sebagai hasil belajar—asosiasi temporal antara dua peristiwa yang terjadi secara simultan </li></ul><ul><li>Konsep: Stimulus Alamiah, Respon Alamiah, Stimulus Bersyarat, Respon Bersyarat, Generalisasi, Diskriminasi, Extinction, </li></ul><ul><li>Teori Kondisioning Operan/Instrumental </li></ul><ul><li>Tokoh: B.F. Skinner </li></ul><ul><li>Asumsi: </li></ul><ul><li>Perkembangan ditentukan oleh reinforcement </li></ul><ul><li>Konsep: Reinforcement (+/-), Reward & Punishment </li></ul>02/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  13. 13. Teori-teori Belajar <ul><li>Teori-teori Belajar Sosial Kognitif </li></ul><ul><li>Tokoh: Albert Bandura </li></ul><ul><li>Asumsi: </li></ul><ul><li>Perkembangan manusia ditentukan oleh interaksi dinamis antara personal, perilaku, dan lingkungan </li></ul>Personal Environmental (Cognitive, Affective, and Biological Events) Triadic Reciprocity Behavior 02/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  14. 14. Teori Belajar Sosial Kognitif <ul><li>People are viewed as self-organizing, proactive, self-reflecting, and self-regulating rather than as reactive organism shaped by by environmental forces or driven by concealed inner forces </li></ul><ul><li>Human fundamental capabilities </li></ul><ul><li>Individuals have the capability to symbolize . By symbolizing their experience, people give structure, meaning, continuity to their lives </li></ul><ul><li>Individuals have the capability to learn from others . Observatiobal learning, Modeling, Imitation. Observational learning is governed by four component subfunctions: Attention, Retention, Production, Motivation </li></ul><ul><li>Individuals have the capability to plan alternative strategies -forethought </li></ul><ul><li>Individuals have the capabilty to regulate their own behavior- internal self-regulation. Subfunctions of self-regulation are Self Observation (self monitoring), Performance Judgement (referential comparisons), Self Reaction (self satisfaction, self worth, distress) </li></ul><ul><li>Individuals have the capability to self reflect- self efficacy </li></ul>02/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  15. 15. TERIMA KASIH 02/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |

×