Rangkuman Pendekatan Konseling

2,525 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
2,525
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
58
Actions
Shares
0
Downloads
89
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Rangkuman Pendekatan Konseling

  1. 1. KONSEP DASARKONSEP DASAR MManusiaanusia : mahluk reaktif yang tingkah lakunya: mahluk reaktif yang tingkah lakunyadikontrol/dipengaruhi oleh faktor-dikontrol/dipengaruhi oleh faktor-faktor dari luarfaktor dari luar MManusia memulai kehidupannya dengan memanusia memulai kehidupannya dengan mem --berikan reaksi terhadap lingkungannya danberikan reaksi terhadap lingkungannya daninteraksi ini menghasilkan pola-pola perilakuinteraksi ini menghasilkan pola-pola perilakuyang kemudian membentuk kepribadianyang kemudian membentuk kepribadian
  2. 2.  Tingkah laku seseorang ditentukanTingkah laku seseorang ditentukanoleh banyak dan macamnya penguatanoleh banyak dan macamnya penguatanyang diterima dalam situasi hidupnyayang diterima dalam situasi hidupnya TTingkah laku dipelajari ketika individuingkah laku dipelajari ketika individuberinteraksi dengan lingkungan,berinteraksi dengan lingkungan,melalui hukum-hukum belajarmelalui hukum-hukum belajar ::• PPembiasaan klasik,embiasaan klasik,• PPembiasaan operanembiasaan operan• PPeniruan.eniruan.
  3. 3.  Manusia bukanlah hasil dari doronganManusia bukanlah hasil dari dorongantidak sadar melainkan merupakan hasiltidak sadar melainkan merupakan hasilbelajar, sehingga ia dapat diubah denganbelajar, sehingga ia dapat diubah denganmemanipulasi dan mengkreasi kondisi-memanipulasi dan mengkreasi kondisi-kondisi pembentukan tingkah laku.kondisi pembentukan tingkah laku. Manusia cenderung akan mengambil stiManusia cenderung akan mengambil sti --mulus yang menyenangkan dan menghinmulus yang menyenangkan dan menghin --darkan stimulus yang tidak menyenangdarkan stimulus yang tidak menyenang --kankan..
  4. 4.  Kepribadian seseorangKepribadian seseorangmerupakan cerminan darimerupakan cerminan daripengalaman, yaitu situasi ataupengalaman, yaitu situasi ataustimulus yang diteristimulus yang diteri --manya.manya. MMemahami kepribadian manusiaemahami kepribadian manusia ::mempelajari dan memahamimempelajari dan memahamibagaibagai--mana terbentuknya suatumana terbentuknya suatutingkah lakutingkah laku
  5. 5. KARAKTEISTIK KONSELINGKARAKTEISTIK KONSELINGBEHAVIORAL :BEHAVIORAL : Berfokus pada tingkah laku yang tampakBerfokus pada tingkah laku yang tampak Cermat dan operasional dalamCermat dan operasional dalammerumuskan tujuan konselingmerumuskan tujuan konseling Mengembangkan prosedur perlakuanMengembangkan prosedur perlakuanspesifikspesifik Penilaian obyektif terhadap tujuanPenilaian obyektif terhadap tujuankonselingkonseling
  6. 6. ASUMSI TINGKAH LAKUASUMSI TINGKAH LAKUBERMASALAHBERMASALAH Tingkah laku bermasalah adalah tingkahTingkah laku bermasalah adalah tingkahlaku atau kebiasaan-kebiasaan negatiflaku atau kebiasaan-kebiasaan negatifatau tingkah laku yang tidak tepat, yaituatau tingkah laku yang tidak tepat, yaitutingkah laku yang tidak sesuai dengantingkah laku yang tidak sesuai dengantuntutan lingkungantuntutan lingkungan Tingkah laku yang salah hakikatnyaTingkah laku yang salah hakikatnyaterbentu dari cara belajar atauterbentu dari cara belajar ataulingkungan yang salahlingkungan yang salah
  7. 7.  Manusia bermasalah mempunyaiManusia bermasalah mempunyaikecenderungan merespon tingkah lakukecenderungan merespon tingkah lakunegatif dari lingkungannyanegatif dari lingkungannya Tingkah laku maladaptif terjadi karenaTingkah laku maladaptif terjadi karenakesalapahaman dalam menanggapikesalapahaman dalam menanggapilingkungan dengan tepatlingkungan dengan tepat Seluruh tingkah laku manusia didapatSeluruh tingkah laku manusia didapatdengan cara belajar dan juga dapatdengan cara belajar dan juga dapatdiubah dengan menggunakan prinsip-diubah dengan menggunakan prinsip-prinsip belajarprinsip belajar
  8. 8. TUJUAN KONSELINGTUJUAN KONSELING Mengahapus/menghilangkanMengahapus/menghilangkantingkah laku maldaptif (masalah)tingkah laku maldaptif (masalah)untukuntuk didi--gantikan dengan tingkahgantikan dengan tingkahlaku baru yaitu tingkah laku adaptiflaku baru yaitu tingkah laku adaptifyang diinginkan klien.yang diinginkan klien.
  9. 9.  Tujuan yang sifatnya umum harusTujuan yang sifatnya umum harusdijabarkan ke dalam perilaku yangdijabarkan ke dalam perilaku yangspesifikspesifiko Diinginkan oleh klienDiinginkan oleh klieno Konselor mampu dan bersedia membantuKonselor mampu dan bersedia membantumencapai tujuan tersebutmencapai tujuan tersebuto Klien dapat mencapai tujuan tersebutKlien dapat mencapai tujuan tersebuto Dirumuskan secara spesifikDirumuskan secara spesifik Konselor dan klien bersama-samaKonselor dan klien bersama-sama(bekerja sama) menetapkan/merumuskan(bekerja sama) menetapkan/merumuskantujuan-tujuan khusus konseling.tujuan-tujuan khusus konseling.
  10. 10. DESKRIPSI PROSESDESKRIPSI PROSESKONSELINGKONSELING Proses konseling dibingkai olehProses konseling dibingkai olehkerangka kerja untuk mengajarkerangka kerja untuk mengajarklien dalam mengubah tingkahklien dalam mengubah tingkahlakunyalakunya Proses konseling adalah prosesProses konseling adalah prosesbelajar, konselor membantubelajar, konselor membantuterjadinya proses belajar tersebutterjadinya proses belajar tersebut
  11. 11. Konselor mendorong klien untukKonselor mendorong klien untukmengemukakan keadaan yang benar-mengemukakan keadaan yang benar-benar dialaminya pada waktu itubenar dialaminya pada waktu ituAssesment diperlukan untukAssesment diperlukan untukmengidentifikasi motode atau teknikmengidentifikasi motode atau teknikmana yang akan dipilih sesuai denganmana yang akan dipilih sesuai dengantingkah laku yang ingin diubah.tingkah laku yang ingin diubah.
  12. 12. 2. Goal setting2. Goal setting Berdasarkan informasi yang diperolehBerdasarkan informasi yang diperolehdari langkah assessment konselor dandari langkah assessment konselor danklien menyusun dan merumuskan tujuanklien menyusun dan merumuskan tujuanyang ingin dicapai dalam konselingyang ingin dicapai dalam konseling Perumusan tujuan konseling dilakukanPerumusan tujuan konseling dilakukandengan tahapan sebagai berikut :dengan tahapan sebagai berikut :a. Konselor dan klien mendifinisikana. Konselor dan klien mendifinisikanmasalah yang dihadapi klienmasalah yang dihadapi klienb. Klien mengkhususkan perubahanb. Klien mengkhususkan perubahanpositifpositifyang dikehendaki sbg hasil konselingyang dikehendaki sbg hasil konseling
  13. 13. c. Konselor dan klienc. Konselor dan klienmendiskusikanmendiskusikantujuan yang telah ditetapkantujuan yang telah ditetapkanklien :klien :1) apakah merupakan tujuan1) apakah merupakan tujuanyangyangbenar-benar diinginkan klienbenar-benar diinginkan klien2) apakah tujuan itu realistik2) apakah tujuan itu realistik3) kemungkinan manfaatnya3) kemungkinan manfaatnya4) kemungkinan kerugiannya.4) kemungkinan kerugiannya.
  14. 14. d. Konselor dan klien membuatd. Konselor dan klien membuatkeputusan apakah :keputusan apakah :1) melanjutkan konseling dengan1) melanjutkan konseling denganmentapkan teknik yang akanmentapkan teknik yang akandilaksanakandilaksanakan2) mempertimbangkan kembali2) mempertimbangkan kembalitujuan yang akan dicapaitujuan yang akan dicapai3) melakukan referal3) melakukan referal
  15. 15. 3. Technique implementation3. Technique implementationmenentukan dan melaksanakan teknikmenentukan dan melaksanakan teknikkonseling yang digunakan untuk mencapaikonseling yang digunakan untuk mencapaitingkah laku yang diinginkan yang menjaditingkah laku yang diinginkan yang menjaditujuan konselingtujuan konseling4. Evaluation termination4. Evaluation terminationmelakukan penilaian apakah kegiatanmelakukan penilaian apakah kegiatankonseling yang telah dilaksanakan mengarahkonseling yang telah dilaksanakan mengarahdan mencapai hasil sesuai dengan tujuandan mencapai hasil sesuai dengan tujuankonselingkonseling5. Feedback5. Feedbackmemberikan dan menganalisis umpan balikmemberikan dan menganalisis umpan balikuntuk memperbaiki dan meingkatkan prosesuntuk memperbaiki dan meingkatkan proseskonseling.konseling.
  16. 16. TEKNIK KONSELINGTEKNIK KONSELINGTeknik konseling behavioralTeknik konseling behavioraldiarahkan pada penghapusandiarahkan pada penghapusanrespon yang telah dipelajari (yangrespon yang telah dipelajari (yangmemben-tuk tingkah lakumemben-tuk tingkah lakubermasalah) terhadap perangsang,bermasalah) terhadap perangsang,dengan demikian respon-respondengan demikian respon-responyang baru (sebagai tujuanyang baru (sebagai tujuankonseling) akan dapat dibentukkonseling) akan dapat dibentuk
  17. 17. Prinsip Kerja Teknik KonselingPrinsip Kerja Teknik KonselingBehavioralBehavioralo Memodifikasi tingkah laku melaluiMemodifikasi tingkah laku melaluipemberian penguatanpemberian penguatanAgar klien terdorong untuk merubahAgar klien terdorong untuk merubahtingkah lakunya penguatan tersebuttingkah lakunya penguatan tersebuthendaknya mempunyai daya yang cukuphendaknya mempunyai daya yang cukupkuat dan dilaksanakan secara sistematiskuat dan dilaksanakan secara sistematisdan nyata-nyata ditampilkan melaluidan nyata-nyata ditampilkan melaluitingkah laku klien.tingkah laku klien.
  18. 18.  Mengurangi frekuensi berlangsungnyaMengurangi frekuensi berlangsungnyatingkah laku yang tidak diinginkantingkah laku yang tidak diinginkan Memberikan penguatan terhadap suatuMemberikan penguatan terhadap suaturespon yang akan mengakibatkan terham-respon yang akan mengakibatkan terham-batnya kemunculan tingkah laku yang tidakbatnya kemunculan tingkah laku yang tidakdiinginkandiinginkan Mengkondisikan pengubahan tingkah lakuMengkondisikan pengubahan tingkah lakumelalui pemberian contoh atau model (film,melalui pemberian contoh atau model (film,tape recorder, atau contoh nyata langsung)tape recorder, atau contoh nyata langsung) Merencanakan prosedur pemberianMerencanakan prosedur pemberianpenguatan terhadap tingkah laku yangpenguatan terhadap tingkah laku yangdiinginkan dengan sistem kontrakdiinginkan dengan sistem kontrak
  19. 19. TEKNIK-TEKNIKTEKNIK-TEKNIKKONSELINGKONSELING Latihan AsertifLatihan Asertifo Digunakan untuk melatih klien yangDigunakan untuk melatih klien yangmengalami kesulitan untuk menyatakan dirimengalami kesulitan untuk menyatakan diribahwa tindakannya adalah layak atau benarbahwa tindakannya adalah layak atau benaro Terutama berguna di antaranya untukTerutama berguna di antaranya untukmembantu individu yang tidak mampumembantu individu yang tidak mampumengungkapkan perasaan tersinggung,mengungkapkan perasaan tersinggung,kesulitan menyatakan tidak, mengungkapkankesulitan menyatakan tidak, mengungkapkanafeksi dan respon posistif lainnyaafeksi dan respon posistif lainnyao Cara : permainan peran dengan bimbinganCara : permainan peran dengan bimbingankonselor, diskusi kelompokkonselor, diskusi kelompok
  20. 20. Desensitisasi SistematisDesensitisasi Sistematiso Memfokuskan bantuan untukMemfokuskan bantuan untukmenenangkan klien dari keteganganmenenangkan klien dari keteganganyang dialami dengan cara mengajarkanyang dialami dengan cara mengajarkanklien untuk rileksklien untuk rilekso Esensi teknik ini adalahEsensi teknik ini adalahmenghilangkan tingkah laku yangmenghilangkan tingkah laku yangdiperkuat secara negatif dandiperkuat secara negatif danmenyertakan respon yang berlawananmenyertakan respon yang berlawanandengan tingkah laku yang akandengan tingkah laku yang akandihilangkandihilangkan
  21. 21. o Dengan pengkondisian klasik respon-Dengan pengkondisian klasik respon-respon yang tidak dikehendaki dapatrespon yang tidak dikehendaki dapatdihilangkan secara bertahapdihilangkan secara bertahapo Tingkah laku yang diperkuat secaraTingkah laku yang diperkuat secaranegatif biasanya merupakannegatif biasanya merupakankecemasan, dan ia menyertakankecemasan, dan ia menyertakanrespon yang berlawanan denganrespon yang berlawanan dengantingkah laku yang akan dihilangkan.tingkah laku yang akan dihilangkan.
  22. 22.  Pengkondisian AversiPengkondisian Aversio DDigunakan untuk menghilangkan kebiasaanigunakan untuk menghilangkan kebiasaanburukburuk dengandengan meningkatkan kepekaan klienmeningkatkan kepekaan klienagar mengamati respon pada stimulus yangagar mengamati respon pada stimulus yangdisenanginya dengan kebalikan stimulusdisenanginya dengan kebalikan stimulustersebuttersebuto SStimulus yang tidak menyenangkan yangtimulus yang tidak menyenangkan yangdisajikan tersebut diberikan secaradisajikan tersebut diberikan secarabersamaan dengan munculnya tingkah lakubersamaan dengan munculnya tingkah lakuyang tidak dikehendaki kemunculannyayang tidak dikehendaki kemunculannyao PPengkondisian ini diharapkan terbentukengkondisian ini diharapkan terbentukasosiasi antara tingkah laku yang tidakasosiasi antara tingkah laku yang tidakdikehendaki dengan stimulus yang tidakdikehendaki dengan stimulus yang tidakmenyenangkanmenyenangkan..
  23. 23.  Pembentukan Tingkah laku ModelPembentukan Tingkah laku Modelo DDigunakan untuk membentuk tingkah lakuigunakan untuk membentuk tingkah lakubaru pada klien, dan memperkuat tingkahbaru pada klien, dan memperkuat tingkahlaku yang sudah terbentuklaku yang sudah terbentuko KKonselor menunjukkan kepada klien tentangonselor menunjukkan kepada klien tentangtingkah laku model, dapat menggunakantingkah laku model, dapat menggunakanmodel audio, model fisik, model hidup ataumodel audio, model fisik, model hidup ataulainnya yang teramati dan dipahami jenislainnya yang teramati dan dipahami jenistingkah laku yang hendak dicontohtingkah laku yang hendak dicontoho Tingkah laku yang berhasil dicontohTingkah laku yang berhasil dicontohmemperoleh ganjaran dari konselormemperoleh ganjaran dari konselor :: dapatdapatberupa pujian sebagai ganjaran sosial.berupa pujian sebagai ganjaran sosial.
  24. 24. KETERBATASANKETERBATASANPENDEKATANPENDEKATAN1.1. BBersifat dingin, kurang menyentuhersifat dingin, kurang menyentuhaspekaspekpribadi, bersifat manipulatif, danpribadi, bersifat manipulatif, danmengabaikan hubunganmengabaikan hubungan antar pribadiantar pribadi2.2. LLebih terkonsentrasi kepada teknikebih terkonsentrasi kepada teknik3.3. PPemilihan tujuan sering ditentukan olehemilihan tujuan sering ditentukan olehkonselorkonselor
  25. 25. 4.4. KKonstruksi belajar yang dikembangkanonstruksi belajar yang dikembangkandandan digunakan oleh konselor behavioraldigunakan oleh konselor behavioraltidak cukuptidak cukup komprehensif untuk menjekomprehensif untuk menje --laskan belajar dan harus dipandanglaskan belajar dan harus dipandanghanyahanya ssebagai suatu hipotesisebagai suatu hipotesisyang harus diujiyang harus diuji5. P5. Perubahan klien hanya berupa gejalaerubahan klien hanya berupa gejalayang dapat berpindah kepada bentukyang dapat berpindah kepada bentuktingkah laku yang lain.tingkah laku yang lain.
  26. 26. KONSEP DASARKONSEP DASAR MManusia dalam kehidupannya selalu aktifanusia dalam kehidupannya selalu aktifsebagai suatu keseluruhan.sebagai suatu keseluruhan. Setiap individu bukan semata-mataSetiap individu bukan semata-matamerupakan penjumlahan dari bagian-bagianmerupakan penjumlahan dari bagian-bagianorgan-organ seperti hati, jantung, otak, danorgan-organ seperti hati, jantung, otak, dansebagainya, melainkan merupakan suatusebagainya, melainkan merupakan suatukoordinasi semua bagian tersebut.koordinasi semua bagian tersebut.
  27. 27.  Manusia aktif terdorong kearah keseluruhanManusia aktif terdorong kearah keseluruhandan integrasi pemikiran, perasaan, dandan integrasi pemikiran, perasaan, dantingkah lakunyatingkah lakunya Setiap individu memiliki kemampuan untukSetiap individu memiliki kemampuan untukmenerima tanggung jawab pribadi, memilikimenerima tanggung jawab pribadi, memilikidorongan untuk mengembangkan kesadarandorongan untuk mengembangkan kesadaranyang akan mengarahkan menujuyang akan mengarahkan menujuterbentuknya integritas atau keutuhan pribadi.terbentuknya integritas atau keutuhan pribadi.
  28. 28.  HHakikat manusia menurutakikat manusia menurut GGestaltestalt ::HanyaHanya dapat dipahami dalamdapat dipahami dalamkesekeselluruhan konteksnyauruhan konteksnyaMMerupakan bagian dari lingkungannyaerupakan bagian dari lingkungannyadan hanya dapat dipahami dalamdan hanya dapat dipahami dalamkaitannya dengan lingkungannya itukaitannya dengan lingkungannya ituAAktor bukan reaktorktor bukan reaktor
  29. 29. BBerpotensi untuk menyadarierpotensi untuk menyadarisepenuhnya sensasi, emosi, persepsi,sepenuhnya sensasi, emosi, persepsi,dan pemikirannyadan pemikirannyaDDapat memilih secara sadar danapat memilih secara sadar danbertanggung jawabbertanggung jawabMMampu mengatur dan mengarahkanampu mengatur dan mengarahkanhidupnya secara efektif.hidupnya secara efektif.
  30. 30.  Dalam hubungannya dengan perjalananDalam hubungannya dengan perjalanankehidupan manusiakehidupan manusia ::ttidak ada yang “ada”idak ada yang “ada”kecuali “sekarang”.kecuali “sekarang”.Masa lalu telah pergi dan masa depan belumMasa lalu telah pergi dan masa depan belumdijalani, oleh karena itu yang menentukandijalani, oleh karena itu yang menentukankehidupan manusia adalah masa sekarang.kehidupan manusia adalah masa sekarang.
  31. 31. KKecemasanecemasan ::““kesenjangan antarakesenjangan antarasaat sekarang dansaat sekarang danyang akan datangyang akan datang””Jika individu menyimpang dari saatJika individu menyimpang dari saatsekarang dan menjadi terlalu terpsekarang dan menjadi terlalu terpu-u-kaukau pada masa depan, maka merekapada masa depan, maka merekamengalami kecemasan.mengalami kecemasan.
  32. 32.  UUnfinished businessnfinished business(urusan yang tak selesai(urusan yang tak selesai))perasaan-perasaan yangperasaan-perasaan yang tidaktidaktersalurkan/tersalurkan/terungkapkanterungkapkansepertiseperti :: dendam, kemarahan,dendam, kemarahan,kebencian, sakit hati,kebencian, sakit hati,kecemasan, kedudukan, rasakecemasan, kedudukan, rasaberdosa, rasa diabaikanberdosa, rasa diabaikan
  33. 33.  Karena tidak terungkapkan di dalamKarena tidak terungkapkan di dalamkesadaran, perasaan-perasaan di bakesadaran, perasaan-perasaan di ba--wawapada kehidupan sekarang dengan cara-carapada kehidupan sekarang dengan cara-carayang menghambat hubungyang menghambat hubung--an yang efektifan yang efektifdengan dirinya sendidengan dirinya sendi--ri dan orang lainri dan orang lain Urusan yang tak selesai itu akan bertahanUrusan yang tak selesai itu akan bertahansampai iasampai ia beraniberani menghamengha--dapi dandapi danmenanganimenangani/mengatasinya/mengatasinya
  34. 34. ASUMSI TINGKAH LAKUASUMSI TINGKAH LAKUBERMASALAHBERMASALAH Individu bermasalah kaIndividu bermasalah karrena terjadiena terjadi pertentanganpertentanganantara kekuatanantara kekuatan “top dog”“top dog” dan keberadaandan keberadaan“under dog”“under dog”o Top dogTop dog adalah kekuatan yang mengharuskan,adalah kekuatan yang mengharuskan,menuntut, mengancammenuntut, mengancamo Under dogUnder dog adalah keadaan defensif, membela diri,adalah keadaan defensif, membela diri,tidak berdaya, lemah, pasif, ingin dimaklumi.tidak berdaya, lemah, pasif, ingin dimaklumi.
  35. 35.  Perkembangan yang tergangguPerkembangan yang terganggu karenakarenaterjaditerjadi ketidakketidakseimbangan antara apa-apaseimbangan antara apa-apayang harus (yang harus (self-imageself-image) dan apa-apa yang) dan apa-apa yangdiinginkan (diinginkan (selfself)) Terjadi pertentangan antara keberadaanTerjadi pertentangan antara keberadaansosial dan biologissosial dan biologis Ketidakmampuan individu mengintegrasikanKetidakmampuan individu mengintegrasikanpikiran, perasaan, dan tingkah lakunyapikiran, perasaan, dan tingkah lakunya
  36. 36. Mengalami gap/kesenjangan sekarangMengalami gap/kesenjangan sekarangdan yang akan datangdan yang akan datangMelarikan diri dari kenyataan yangMelarikan diri dari kenyataan yangharus dihadapiharus dihadapi
  37. 37. Spektrum tingkah laku bermasalahSpektrum tingkah laku bermasalah :: Kepribadian kaku (rigid)Kepribadian kaku (rigid) Tidak mau bebas-bertanggung jawab, inginTidak mau bebas-bertanggung jawab, ingintetap tergantungtetap tergantung Menolak berhubungan dengan lingkunganMenolak berhubungan dengan lingkungan MemeliharanMemeliharan unfinished bussinessunfinished bussiness Menolak kebutuhan diri sendiriMenolak kebutuhan diri sendiri Melihat diri sendiri dalam kontinum “hitam-Melihat diri sendiri dalam kontinum “hitam-putih” .putih” .
  38. 38. TUJUAN KONSELINGTUJUAN KONSELINGTujuan utamaTujuan utama ::MMembantu klien beraniembantu klien beranimenghadapi tmenghadapi tantanganantangan dandankkenyataan yang harus dihadapienyataan yang harus dihadapi KliKlien dapat berubah dari ketergantungan terhadapen dapat berubah dari ketergantungan terhadaplingkungan/orang lain menjadi percaya pada diri,lingkungan/orang lain menjadi percaya pada diri,dapat berbuat lebih banyak untuk meingkatkandapat berbuat lebih banyak untuk meingkatkankebermaknaan hidupnya.kebermaknaan hidupnya.
  39. 39.  Individu yang bermasalah pada umumnyaIndividu yang bermasalah pada umumnyabelum memanfaatkan potensinya secarabelum memanfaatkan potensinya secarapenuh,penuh, iaia baru memanfaatkan sebagaian daribaru memanfaatkan sebagaian daripotensinya yang dimilikinyapotensinya yang dimilikinyaMelalui konselingMelalui konseling konselorkonselormembantu klien agar potensimembantu klien agar potensiyang baru dimanfaatkanyang baru dimanfaatkansebagian ini dimanfaatkan dansebagian ini dimanfaatkan dandikembangkan secara optimal.dikembangkan secara optimal.
  40. 40.  TujuanTujuan spesifikspesifik1.1. Membantu klien agar dapat memperMembantu klien agar dapat memper--oleh kesadaran pribadi, memahamioleh kesadaran pribadi, memahamikenyataan atau realitas, serta mendakenyataan atau realitas, serta menda--patkan insight secara penuhpatkan insight secara penuh2.2. Membantu klien menuju pencapaianMembantu klien menuju pencapaianintegritas kepribadiannyaintegritas kepribadiannya
  41. 41. 3.3. Mengentaskan klien dari kondisinyaMengentaskan klien dari kondisinyayang tergantung pada pertimbanganyang tergantung pada pertimbanganorang lain ke mengatur diri sendiri (orang lain ke mengatur diri sendiri (totobe true to himselfbe true to himself))4.4. Meningkatkan kesadaran individualMeningkatkan kesadaran individualagar klien dapat beringkah lakuagar klien dapat beringkah lakumenurut prinsip-prinsip Gestalt, semuamenurut prinsip-prinsip Gestalt, semuasituasi bermasalah (situasi bermasalah (unfisihedunfisihedbussinesbussines) yang muncul dan selalu) yang muncul dan selaluakan muncul dapat diatasi denganakan muncul dapat diatasi denganbaik.baik.
  42. 42. DESKRIPSI PROSESDESKRIPSI PROSESKONSELINGKONSELING Fokus utama konselingFokus utama konseling :: bagaimana keadaan klienbagaimana keadaan kliensekarang serta hambatan-hambatan apa yangsekarang serta hambatan-hambatan apa yangmuncul dalam kesadarannyamuncul dalam kesadarannyaTTugas konselorugas konselor :: mendorong klien untukmendorong klien untukdapat melihat kenyataan yang ada padadapat melihat kenyataan yang ada padadirinyadirinya dandan mau mencobamau mencoba mmenghadapinyaenghadapinya KKlien bisa diajak untuk memilih dua alternatif,lien bisa diajak untuk memilih dua alternatif,menolak kenyataan yang ada pada dirinya ataumenolak kenyataan yang ada pada dirinya ataumembuka diri untuk melihat apa yang sebenarnyamembuka diri untuk melihat apa yang sebenarnyaterjadi pada dirinya sekarangterjadi pada dirinya sekarang
  43. 43.  Konselor menghindarkan diri dari pikiran-pikiranKonselor menghindarkan diri dari pikiran-pikiranyang abstrak, keinginan-keinginannya untukyang abstrak, keinginan-keinginannya untukmelakukan diagnosis, interpretasi maupunmelakukan diagnosis, interpretasi maupunmemberi nasihatmemberi nasihat Konselor sejak awal konseling sudahKonselor sejak awal konseling sudahmengarahkan tujuan agar klien menjadi matangmengarahkan tujuan agar klien menjadi matangdan mampu menyingkirkan hambatan-hambatndan mampu menyingkirkan hambatan-hambatnyang menyebabkan klien tidak dapat berdiriyang menyebabkan klien tidak dapat berdirisendirisendiri KKonselor membantu klien meonselor membantu klien menghadapinghadapi transisitransisidari ketergantungannya terhadap faktor luardari ketergantungannya terhadap faktor luarmenjadi percaya akan kekuatannya sendiri.menjadi percaya akan kekuatannya sendiri.Usaha ini dilakukan dengan menemukan danUsaha ini dilakukan dengan menemukan danmembuka ketersesatan atau kebuntuan klien.membuka ketersesatan atau kebuntuan klien.
  44. 44.  Pada saat klien mengalami gejalaPada saat klien mengalami gejalakesesatan dan klien menyatakankesesatan dan klien menyatakankekalahannya terhadap lingkungankekalahannya terhadap lingkungandengan cara mengungkapkandengan cara mengungkapkankelemahannya, dirinya tidak berdaya,kelemahannya, dirinya tidak berdaya,bodoh, atau gilabodoh, atau gila Konselor membantu membuat perasaanKonselor membantu membuat perasaanklien untuk bangkit dan mau menghadapiklien untuk bangkit dan mau menghadapiketersesatannya sehingga potensinyaketersesatannya sehingga potensinyadapat berkembang lebih optimal.dapat berkembang lebih optimal.
  45. 45. Deskripsi Fase-fase Proses KonselingDeskripsi Fase-fase Proses Konseling ::Fase pertamaFase pertama konselor mengembangkan pertemuan konseling,konselor mengembangkan pertemuan konseling,agar tercapai situasi yang memungkinkanagar tercapai situasi yang memungkinkanperubahan-perubahan yang diharapkan pada klienperubahan-perubahan yang diharapkan pada klien Pola hubungan yang diciptakan untuk setiap klienPola hubungan yang diciptakan untuk setiap klienberbeda, karena masing-masing klien mempunyaiberbeda, karena masing-masing klien mempunyaikeunikan sebagai individu serta memilikikeunikan sebagai individu serta memilikikebutuhan yang bergantung kepada masalahkebutuhan yang bergantung kepada masalahyang harus dipecahkan.yang harus dipecahkan.
  46. 46. Fase keduaFase kedua Konselor berusaha meyakinkan danKonselor berusaha meyakinkan danmengkondisikan klien untuk mengikutimengkondisikan klien untuk mengikutiprosedur yang telah ditetapkan sesuaiprosedur yang telah ditetapkan sesuaidengan kondisi kliendengan kondisi klien Ada dua hal yang dilakukan konselorAda dua hal yang dilakukan konselordalam fase ini, yaitu :dalam fase ini, yaitu :
  47. 47. 1.1. Membangkitkan motivasi klien :Membangkitkan motivasi klien : memberi kesempatan klien untuk menyadarimemberi kesempatan klien untuk menyadariketidaksenangannya atau ketidakpuasannyaketidaksenangannya atau ketidakpuasannya Makin tinggi kesadaran klien terhadapMakin tinggi kesadaran klien terhadapketidakpuasannya semakin besar motivasiketidakpuasannya semakin besar motivasiuntuk mencapai perubahan dirinya, sehinggauntuk mencapai perubahan dirinya, sehinggamakin tinggi pula keinginannya untuk bekerjamakin tinggi pula keinginannya untuk bekerjasama dengan konselor.sama dengan konselor.2.2. Mebangkitkan otonomi klien :Mebangkitkan otonomi klien : menekankan kepada klien bahwa klien bolehmenekankan kepada klien bahwa klien bolehmenolak saran-saran konselor asal dapatmenolak saran-saran konselor asal dapatmengemukakan alasan-alasannya secaramengemukakan alasan-alasannya secarabertanggung jawab.bertanggung jawab.
  48. 48. Fase ketigaFase ketiga Konselor mendorong klien untukKonselor mendorong klien untukmengatakan perasaan-perasaannyamengatakan perasaan-perasaannyapada saat inipada saat ini Klien diberi kesempatan untukKlien diberi kesempatan untukmengalami kembali segala perasaanmengalami kembali segala perasaandan perbuatan pada masa lalu, dalamdan perbuatan pada masa lalu, dalamsituasi di sini dan saat ini.situasi di sini dan saat ini.
  49. 49.  Kadang-kadang klien diperbolahkanKadang-kadang klien diperbolahkanmemproyeksikan dirinya kepada konselormemproyeksikan dirinya kepada konselor Melalui fase ini, konselor berusahaMelalui fase ini, konselor berusahamenemukan celah-celah kepribadian ataumenemukan celah-celah kepribadian atauaspek-aspek kepribadian yang hilang, dariaspek-aspek kepribadian yang hilang, darisini dapat diidentifikasi apa yang harussini dapat diidentifikasi apa yang harusdilakukan kliendilakukan klien..
  50. 50. Fase keempatFase keempat Setelah klien memperoleh pemahamanSetelah klien memperoleh pemahamandan penyadaran tentang pikiran,dan penyadaran tentang pikiran,perasaan, dan tingkah lakunya,perasaan, dan tingkah lakunya,konselor mengantarkan klien memasukikonselor mengantarkan klien memasukifase akhir konselingfase akhir konseling Pada fase ini klien menunjukkan gejala-Pada fase ini klien menunjukkan gejala-gejala yang mengindikasikan integritasgejala yang mengindikasikan integritaskepribadiannya sebagai individu yangkepribadiannya sebagai individu yangunik dan manusiawi.unik dan manusiawi.
  51. 51.  Klien telah memiliki kepercayaan padaKlien telah memiliki kepercayaan padapotensinya, menyadari keadaan dirinyapotensinya, menyadari keadaan dirinyapada saat sekarang, sadar danpada saat sekarang, sadar danbertanggung jawab atas sifat otonominya,bertanggung jawab atas sifat otonominya,perasaan-perasaannya, pikiran-pikirannyaperasaan-perasaannya, pikiran-pikirannyadan tingkah lakunya.dan tingkah lakunya. Dalam situasi ini klien secara sadar danDalam situasi ini klien secara sadar danbertanggung jawab memutuskan untukbertanggung jawab memutuskan untuk“melepaskan” diri dari konselor, dan siap“melepaskan” diri dari konselor, dan siapuntuk mengembangan potensi dirinya.untuk mengembangan potensi dirinya.
  52. 52. TEKNIK KONSELINGTEKNIK KONSELINGPrinsip Kerja Teknik Konseling GestalPrinsip Kerja Teknik Konseling Gestal Penekanan Tanggung Jawab Klien,Penekanan Tanggung Jawab Klien,konselor menekankan bahwa konselorkonselor menekankan bahwa konselorbersedia membantu klien tetapi tidak akanbersedia membantu klien tetapi tidak akanbisa mengubah klien, konselorbisa mengubah klien, konselormenekankan agar klien mengambilmenekankan agar klien mengambiltanggung jawab atas tingkah lakunya.tanggung jawab atas tingkah lakunya.
  53. 53. Orientasi Sekarang dan Di SiniOrientasi Sekarang dan Di Sini Konselor tidak merekonstruksi masaKonselor tidak merekonstruksi masalalu atau motif-motif tidak sadar, tetapilalu atau motif-motif tidak sadar, tetapimemfokuskan keadaan sekarangmemfokuskan keadaan sekarang Masa lalu hanya dalam kaitannyaMasa lalu hanya dalam kaitannyadengan keadaan sekarangdengan keadaan sekarang KKonselor tidak bertanya denganonselor tidak bertanya denganpertanyaan “mengapa”.pertanyaan “mengapa”.
  54. 54. Orientasi EksperiensialOrientasi Eksperiensial konselor meningkatkan kesadaran klienkonselor meningkatkan kesadaran kliententang diri sendiri dan masalah-masalahnya,tentang diri sendiri dan masalah-masalahnya,sehingga klien mampu mengintegrasikansehingga klien mampu mengintegrasikankembali dirinya:kembali dirinya: klien mempergunakan kata ganti personalklien mempergunakan kata ganti personal klien mengubah kalimat pertanyaanklien mengubah kalimat pertanyaanmenjadi pernyataanmenjadi pernyataan klien mengambil peran dan tanggung jawabklien mengambil peran dan tanggung jawab klien menyadari bahwa ada hal-hal positifklien menyadari bahwa ada hal-hal positifdan/atau negative pada diri atau tingkahdan/atau negative pada diri atau tingkahlakunyalakunya
  55. 55. Teknik-teknik Konseling GestalTeknik-teknik Konseling Gestal Permainan DialogPermainan DialogTTeknik ini dilakukan dengan cara klieneknik ini dilakukan dengan cara kliendikondisikan untuk mendialogan duadikondisikan untuk mendialogan duakecenderungan yang saling bertentangan,kecenderungan yang saling bertentangan,yaitu kecenderungan top dog danyaitu kecenderungan top dog dankecenderungan under dog, misalnya :kecenderungan under dog, misalnya : kkecenderungan orang tua lawanecenderungan orang tua lawankecenderungan anakkecenderungan anak
  56. 56.  KKecenderungan “anak baik” lawanecenderungan “anak baik” lawankecenderungan “anak bodoh”kecenderungan “anak bodoh” KKecenderungan bertanggung jawab lawanecenderungan bertanggung jawab lawankecenderungan masa bodohkecenderungan masa bodoh KKecenderungan otonom lawanecenderungan otonom lawankecenderungan tergantungkecenderungan tergantung KKecenderungan kuat atau tegar lawanecenderungan kuat atau tegar lawankecenderungan lemahkecenderungan lemah
  57. 57.  Melalui dialog yang kontradiktif ini,Melalui dialog yang kontradiktif ini,menurut pandangan Gestalt padamenurut pandangan Gestalt padaakhirnya klien akan mengarahkanakhirnya klien akan mengarahkandirinya pada suatu posisi di mana iadirinya pada suatu posisi di mana iaberani mengambil resikoberani mengambil resiko Penerapan permainan dialog iniPenerapan permainan dialog inidapat dilaksanakan dengandapat dilaksanakan denganmenggunakan teknik “kursi kosong”.menggunakan teknik “kursi kosong”.
  58. 58. Latihan Saya Bertanggung JawabLatihan Saya Bertanggung Jawab TTeknik untuk membantu klien agar mengakuieknik untuk membantu klien agar mengakuidan menerima perasaan-perasaannya daridan menerima perasaan-perasaannya daripada memproyekpada memproyek--sikan perasaannya itusikan perasaannya itukepada orang lain.kepada orang lain. Dalam teknik ini konselor meminta klien untukDalam teknik ini konselor meminta klien untukmembuat suatu pernyataan dan kemudianmembuat suatu pernyataan dan kemudianklien menambahkan dalam pernyataan ituklien menambahkan dalam pernyataan itudengan kalimat : “...dan saya bertanggungdengan kalimat : “...dan saya bertanggungjawab atas hal itu”.jawab atas hal itu”.
  59. 59.  Misalnya :Misalnya : ““Saya merasa jenuh, dan saya bertanggung jawab atasSaya merasa jenuh, dan saya bertanggung jawab ataskejenuhan itu”kejenuhan itu” ““Saya tidak tahu apa yang harus saya katakan sekarang,Saya tidak tahu apa yang harus saya katakan sekarang,dan saya bertanggung jawab ketidaktahuan itu”.dan saya bertanggung jawab ketidaktahuan itu”. ““Saya malas, dan saya bertanggung jawab atasSaya malas, dan saya bertanggung jawab ataskemalasan itu”.kemalasan itu”. Meskipun tampaknya mekanis, tetapi menurutMeskipun tampaknya mekanis, tetapi menurutGestalt akan membantu meningkatkanGestalt akan membantu meningkatkankesadaraan klien akan perasaan-perasaan yangkesadaraan klien akan perasaan-perasaan yangmungkin selama ini diingkarinya.mungkin selama ini diingkarinya.
  60. 60. Bermain ProyeksiBermain Proyeksi Proyeksi :Proyeksi : Memantulkan kepada orang lain perasaan-Memantulkan kepada orang lain perasaan-perasaan yang dirinya sendiri tidak mauperasaan yang dirinya sendiri tidak maumelihat atau menerimanyamelihat atau menerimanya MMengingkari perasaan-perasaan sendiriengingkari perasaan-perasaan sendiridengan cara memantulkannya kepada orangdengan cara memantulkannya kepada oranglainlain
  61. 61.  Sering terjadi, perasaan-perasaanSering terjadi, perasaan-perasaanyang dipantulkan kepada orang lainyang dipantulkan kepada orang lainmerupakan atribut yang dimilikinyamerupakan atribut yang dimilikinya Dalam teknik bermain proyeksiDalam teknik bermain proyeksikonselor meminta kepada klienkonselor meminta kepada klienuntuk mencobakan atau melakukanuntuk mencobakan atau melakukanhal-hal yang diproyeksikan kepadahal-hal yang diproyeksikan kepadaorang lain.orang lain.
  62. 62. Teknik PembalikanTeknik Pembalikan Gejala-gejala dan tingkah laku tertentuGejala-gejala dan tingkah laku tertentusering kali mempresentasikansering kali mempresentasikanpembalikan dari dorongan-doronganpembalikan dari dorongan-doronganyang mendasarinyayang mendasarinya Dalam teknik ini konselor meminta klienDalam teknik ini konselor meminta klienuntuk memainkan peran yanguntuk memainkan peran yangberkebalikan dengan perasaan-berkebalikan dengan perasaan-perasaan yang dikeluhkannya.perasaan yang dikeluhkannya.
  63. 63.  Misalnya :Misalnya :KKonselor memberi kesempatanonselor memberi kesempatankepada klien untuk memainkan perankepada klien untuk memainkan peran“ekshibisionis” bagi klien pemalu“ekshibisionis” bagi klien pemaluyang berlebihanyang berlebihan
  64. 64. Tetap dengan PerasaanTetap dengan Perasaan TeknikTeknik iniini dapat digunakan untuk kliendapat digunakan untuk klienyang menunjukkan perasaan atauyang menunjukkan perasaan atausuasana hati yang tidak menyenangkansuasana hati yang tidak menyenangkandandan ia sangat ingin menghindarinyaia sangat ingin menghindarinya KKonselor mendorong klien untuk tetaponselor mendorong klien untuk tetapbertahan dengan perasaan yang inginbertahan dengan perasaan yang ingindihindarinya itu.dihindarinya itu.
  65. 65.  Kebanyakan klien ingin melarikan diri dariKebanyakan klien ingin melarikan diri daristimulus yang menakutkan danstimulus yang menakutkan danmenghindari perasaan-perasaan yangmenghindari perasaan-perasaan yangtidak menyenangkantidak menyenangkan Dalam hal ini konselor tetap mendorongDalam hal ini konselor tetap mendorongklien untuk bertahan dengan ketakutanklien untuk bertahan dengan ketakutanatau kesakitan perasaan yang dialaminyaatau kesakitan perasaan yang dialaminyasekarang dan mendorong klien untuksekarang dan mendorong klien untukmenyelam lebih dalam ke dalam tingklahmenyelam lebih dalam ke dalam tingklahlaku dan perasaan yang ingin dihindarinyalaku dan perasaan yang ingin dihindarinyaitu.itu.
  66. 66.  Untuk membuka dan membuat jalan meUntuk membuka dan membuat jalan me--nuju perkembangan kesadaran perasaannuju perkembangan kesadaran perasaanyang lebih baruyang lebih baru ::tidak cukup hanya mengkontidak cukup hanya mengkonfron-fron-tasi dan menghadapi perasaan-tasi dan menghadapi perasaan-perasaan yang ingin dihindarinyaperasaan yang ingin dihindarinya membutuhkan keberanian dan pengalammembutuhkan keberanian dan pengalam--an untuk bertahan dalam kesakitan peraan untuk bertahan dalam kesakitan pera--saan yang ingin dihindarinya itusaan yang ingin dihindarinya itu..
  67. 67. KETERBATASANKETERBATASANPENDEKATANPENDEKATAN1. P1. Pendekatan gestalt cenderung kurangendekatan gestalt cenderung kurangmmemperhatikan faktor kognitifemperhatikan faktor kognitif2.2. PPendekatan gestalt menekankanendekatan gestalt menekankantanggung jawab atas diri sendiri,tanggung jawab atas diri sendiri,tetapitetapi mengabaikan tanggung jawabmengabaikan tanggung jawabpada orang lainpada orang lain
  68. 68. 3. Menjadi tidak produktf bila penggunaan3. Menjadi tidak produktf bila penggunaanteknik-teknik gestalt dikembangkanteknik-teknik gestalt dikembangkansecara mekanissecara mekanis4. Dapat terjadi4. Dapat terjadi klien sering bereaksiklien sering bereaksinegatif terhadap sejumlah tekniknegatif terhadap sejumlah teknikgestalt karena merasa dirinyagestalt karena merasa dirinyadianggap anak kecil atau orang bodoh.dianggap anak kecil atau orang bodoh.
  69. 69. Oleh:Dr. DYP Sugiharto, M.PdUniversitas Negeri Semarang
  70. 70. PERSPEKTIF DAN MAKNAPERSPEKTIF DAN MAKNAPENDEKATAN KONSELINGPENDEKATAN KONSELING EsensiEsensi KonselingKonselingSSuatu proses hubungan untuk membantuuatu proses hubungan untuk membantuorang lain, yang terbangun dalam suatuorang lain, yang terbangun dalam suatuhubungan tatap muka antara dua oranghubungan tatap muka antara dua orangindividu (klien yang menghadapi masalahindividu (klien yang menghadapi masalahdengan konselor yang memilikidengan konselor yang memilikikualifikasi tertentu).kualifikasi tertentu).
  71. 71.  Bantuan diarahkan agar klien mampuBantuan diarahkan agar klien mampu ::-- tumbuh kembang kearah yangtumbuh kembang kearah yangdipilihnyadipilihnya-- memecahkan masalah yangmemecahkan masalah yangdihadapidihadapidalam kehidupanhya.dalam kehidupanhya. Hubungan dalam proses konselingHubungan dalam proses konselingterjadi dalam suasana profesionalterjadi dalam suasana profesionaldengan menyediakan kondisi yangdengan menyediakan kondisi yangkondusif bagi perubahan perilaku klienkondusif bagi perubahan perilaku klienyang diperlukan untuk memecahkanyang diperlukan untuk memecahkankesulitan pribadi yang dihadapinyakesulitan pribadi yang dihadapinya ..
  72. 72.  KonselingKonseling PProfesionalrofesional• LLayanan terhadap klien yangayanan terhadap klien yang dapatdapatdipertangdipertang--gungjawabkan dasar keilmuangungjawabkan dasar keilmuandan teknologinyadan teknologinya• BBertitik tolak dari pendekatan-pendekataertitik tolak dari pendekatan-pendekata nnyang dijadikan sebagai dasar acuannyayang dijadikan sebagai dasar acuannya Pendekatan konseling :Pendekatan konseling :Sistem konseling yang dirancang danSistem konseling yang dirancang dandidesain berda-sarkan teori-teori dandidesain berda-sarkan teori-teori danterapan-terapannya sehingga muwujud-kanterapan-terapannya sehingga muwujud-kansuatu struktur performansi konselingsuatu struktur performansi konseling
  73. 73. JENIS-JENISJENIS-JENISPENDEKATAN KONSELINGPENDEKATAN KONSELING Psikoanalisis (PA)Psikoanalisis (PA) Eksistensial Humanistik (EH)Eksistensial Humanistik (EH) Behaviorisitik (Bh)Behaviorisitik (Bh) Gestalt (Gt)Gestalt (Gt) Client Centered (CC)Client Centered (CC) Analisis Transaksional (AT)Analisis Transaksional (AT) Rasional Emotif (RE)Rasional Emotif (RE) Realitas (Rt)Realitas (Rt) Trait and Factor (TF)Trait and Factor (TF)
  74. 74. KONSEP DASARKONSEP DASAR Pandangan tentang manusiaPandangan tentang manusia• MManusiaanusia cenderungcenderung pesimistik, deterministik, mekanistikpesimistik, deterministik, mekanistikdan reduksionistikdan reduksionistik• ManusiaManusia dideterminasi oleh kekuatan-kekuatn irasional,dideterminasi oleh kekuatan-kekuatn irasional,motivasi-motivasi tidak sadar, kebutuhan-kebutuhan danmotivasi-motivasi tidak sadar, kebutuhan-kebutuhan dandorongan-dorongan biologis dan naluriah oleh peristiwa-dorongan-dorongan biologis dan naluriah oleh peristiwa-peristiwa psikoseksual yang terjadi pada masa lalu dariperistiwa psikoseksual yang terjadi pada masa lalu darikehidupannyakehidupannya• TTingkah laku manusaiingkah laku manusai : (1): (1) ditujukan untuk memenuhiditujukan untuk memenuhikebutuhan biologis dan insting-instingnyakebutuhan biologis dan insting-instingnya , (2), (2) dikendalikandikendalikanoleh pengalaman-pengalaman masa lampau dan ditentutkanoleh pengalaman-pengalaman masa lampau dan ditentutkanoleh faktor-faltor interpersonal dan intrapsikis.oleh faktor-faltor interpersonal dan intrapsikis.
  75. 75. Pandangan tentang KepribadianPandangan tentang KepribadianTingkatan KesadaranTingkatan Kesadaran1. K1. Kesadaranesadaran ::-- tingkatan yang memiliki fungsitingkatan yang memiliki fungsimengingat,mengingat,menyadari, dan merasakan sesuatumenyadari, dan merasakan sesuatusecarasecarasadarsadar-- Kesadaran ini memiliki ruang yangKesadaran ini memiliki ruang yangterbatasterbatasdan tampak pada saat individudan tampak pada saat individumenyadarimenyadariberbagaiberbagai stumulus yang adastumulus yang adadisekitarnya.disekitarnya.
  76. 76. 2.2. Ambang sadarAmbang sadar-- TTingkatan kesadaran yang menyimpoan ide, ingatan, daningkatan kesadaran yang menyimpoan ide, ingatan, danperasaan yang berfungsi mengantarkanperasaan yang berfungsi mengantarkan keke tingkattingkatkesadaran.kesadaran.-- BBukan merupakan bagian dariukan merupakan bagian dari tingkat kesadaran, tetapitingkat kesadaran, tetapimerupakan tingkatan lain yang biasanya membutuhkanmerupakan tingkatan lain yang biasanya membutuhkanwaktuwaktubeberapa saat untuk menyedari sesuatubeberapa saat untuk menyedari sesuatu3.3. KetidaksadaranKetidaksadaran- T- Tingkatan dunia kesadaran yang terbesar dan sebagaiingkatan dunia kesadaran yang terbesar dan sebagaibagian terpenting dari struktur psikis, karena segenapbagian terpenting dari struktur psikis, karena segenappikiran dan perasaan yang dialami sepanjang hidupnyapikiran dan perasaan yang dialami sepanjang hidupnyayang tidak dapat disadari lagi akan tersimpan di dalamyang tidak dapat disadari lagi akan tersimpan di dalamketidaksadaran.ketidaksadaran.-- Tingkah laku manusia sTingkah laku manusia s eebagibagiaan besar didorong olehn besar didorong olehperasaanperasaandan pikiran yang tersimpan di tingkat ketidaksadaran ini.dan pikiran yang tersimpan di tingkat ketidaksadaran ini.
  77. 77.  Struktur KepribadianStruktur KepribadianKKepribadian manusia terdiri atas tiga sub sistem,epribadian manusia terdiri atas tiga sub sistem,yaituyaitu id, ego dan super egoid, ego dan super egoIdId adalah sistem dasar kepribadian yang merupakanadalah sistem dasar kepribadian yang merupakansumber dari dari pada segala dorongan instinktif,sumber dari dari pada segala dorongan instinktif,khususnya seks dan agresikhususnya seks dan agresiEgoEgo merupakan aspek psikologis yang timbul karenamerupakan aspek psikologis yang timbul karenakebutuhan individu untuk berhubungan dengan duniakebutuhan individu untuk berhubungan dengan duniarealitarealitaSuper EgoSuper Ego merupakan sub sistem yang berfungsimerupakan sub sistem yang berfungsisebagai kontrol internal, yang terdiri dari kata hatisebagai kontrol internal, yang terdiri dari kata hati(apa yang seharusnya dilakukan dan tidak dilakukan)(apa yang seharusnya dilakukan dan tidak dilakukan)dan Ego-ideal (apa yang sehadan Ego-ideal (apa yang seha rrusnya saya menjadi).usnya saya menjadi).
  78. 78.  Dinamika KepribadianDinamika Kepribadian-- Psikoanalisis memandang bahwa organismePsikoanalisis memandang bahwa organismemanusia sebagai sistem energi yangmanusia sebagai sistem energi yangkompleks.kompleks.-- EnerEnerggi beresal dari makanan (energi fisik)i beresal dari makanan (energi fisik)yangyangdapat berubah menjadi energi psikisdapat berubah menjadi energi psikis-- Dinamika kepribadian terdiri dari caraDinamika kepribadian terdiri dari carabagaimanabagaimanaenergi psikis itu didistribusikan danenergi psikis itu didistribusikan dandigunakandigunakan
  79. 79.  Perkembangan KepribadianPerkembangan Kepribadian-- Kepribadian individu mulai terbentuk pada tahuan-Kepribadian individu mulai terbentuk pada tahuan-tahuntahunpertama di masa kanak-kanak.pertama di masa kanak-kanak.-- Pada umur 5 tahun struktur dasar kepribadianPada umur 5 tahun struktur dasar kepribadianindividuindividutelah terbentuk, pada tahun-tahun berikutnya hanyatelah terbentuk, pada tahun-tahun berikutnya hanyamenghaluskan struktur dasar tersebutmenghaluskan struktur dasar tersebut-- Perkembangan kepribadian berkenaan denganPerkembangan kepribadian berkenaan denganbagaimanabagaimanaindividu belajar dengan cara-cara baru dalamindividu belajar dengan cara-cara baru dalammereduksimereduksiketegangan atau kecemasan dialami dalamketegangan atau kecemasan dialami dalamkehidupannya.kehidupannya.-- Ketegangan atau kecemasan tersebut bersumberKetegangan atau kecemasan tersebut bersumberpadapada empat unsur,empat unsur, yaitu (1) proses pertumbuhanyaitu (1) proses pertumbuhanfisiologis, (2) frustasi, (3) konflik, danfisiologis, (2) frustasi, (3) konflik, dan (4) ancaman.(4) ancaman.
  80. 80.  Cara ego menghadari ancaman yangCara ego menghadari ancaman yangmenimbulkan ketegangan ataumenimbulkan ketegangan ataukecemasankecemasan :: mekanisme pertahananmekanisme pertahananego.ego. Bentuk-bentuk mekanisme perthananBentuk-bentuk mekanisme perthananego antara lain :ego antara lain :-- IdentifikasiIdentifikasi-- RepresiRepresi-- ProyeksiProyeksi- F- Fiksasiiksasi-- RegresiRegresi
  81. 81.  Perkembangan kepribadian individuPerkembangan kepribadian individudari sejak lahir hingga dewasa terjadidari sejak lahir hingga dewasa terjadidalam fase-fasedalam fase-fase ::1. F1. Fase Oralase Oral2. Fase Anal2. Fase Anal3. Fase3. Fase PhallisPhallis4. F4. Fase Latentase Latent5. Fase Genital5. Fase Genital
  82. 82. ASUMSI TINGKAH LAKUASUMSI TINGKAH LAKUBERMASALAHBERMASALAH Tingkah laku bermasalah disebabkanTingkah laku bermasalah disebabkanoleh kekacauan dalamoleh kekacauan dalam bberfungsinyaerfungsinyaindividu yang bersumber pada :individu yang bersumber pada :-- dinamika yang tidak efektif antara id,dinamika yang tidak efektif antara id,ego,ego,dan super egodan super ego-- proses belajar yang tidak benar padaproses belajar yang tidak benar padamasamasakanak-kanak.kanak-kanak.
  83. 83. TUJUAN KONSELINGTUJUAN KONSELING Membantu klien untuk membentuk kembali strukturMembantu klien untuk membentuk kembali strukturkarakternya dengan mejadikan hal-hal yang tidakkarakternya dengan mejadikan hal-hal yang tidakdisadari menjadi disadari oleh klien.disadari menjadi disadari oleh klien. Secara spesifik :Secara spesifik :a. Membawa klien dari dorongan-dorongan yang ditekana. Membawa klien dari dorongan-dorongan yang ditekan(ketidaksadaran) yang mengakibatkan kecemasan(ketidaksadaran) yang mengakibatkan kecemasankearah perkembangan kesadaran intelektualkearah perkembangan kesadaran intelektualb. Menghidupkan kembali masa lalu klien denganb. Menghidupkan kembali masa lalu klien denganmenembus konflik yang direpresmenembus konflik yang direpresc. Memberikan kesempatan kepada klien untukc. Memberikan kesempatan kepada klien untukmenghadapi situasi yang selama ini ia gagalmenghadapi situasi yang selama ini ia gagalmengatasinya.mengatasinya.
  84. 84. DESKRIPSI PROSESDESKRIPSI PROSESKONSELINGKONSELING Proses konseling difokuskan pada usaha menghayatiProses konseling difokuskan pada usaha menghayatikembali pengalaman-pengalaman masa kanak-kanak.kembali pengalaman-pengalaman masa kanak-kanak. Pengalaman masa lampai ditata, dianalisis, danPengalaman masa lampai ditata, dianalisis, danditafsirkan dengan tujuan untuk merekonstriksiditafsirkan dengan tujuan untuk merekonstriksikepribadian.kepribadian. Menekankan dimensi afektif dalam membuat pemahamanMenekankan dimensi afektif dalam membuat pemahamanketidakdasaran.ketidakdasaran. Pemahaman intelektual penting, tetapi yang lebih pentingPemahaman intelektual penting, tetapi yang lebih pentingmengasosiasikan antara perasaan dan ingatan denganmengasosiasikan antara perasaan dan ingatan denganpemahaman diri.pemahaman diri.
  85. 85.  Dalam konseling psikoanalisis terdapat dua bagianDalam konseling psikoanalisis terdapat dua bagianhubungan konselor dengan klien, yaitu aliansi danhubungan konselor dengan klien, yaitu aliansi dantransferensi.transferensi. Aliansi :Aliansi :sikap klien kepada konselor yang relatif rasional,sikap klien kepada konselor yang relatif rasional,realistik, dan tidak neurosis (merupakan prakondisirealistik, dan tidak neurosis (merupakan prakondisiuntuk terwujudnya keberhasilan konseling).untuk terwujudnya keberhasilan konseling). Tranferensi :Tranferensi :- pengalihan segenap pengalaman klien di masa- pengalihan segenap pengalaman klien di masalalunya terhadap orang-orang yang menguasainyalalunya terhadap orang-orang yang menguasainyayang ditujukan kpd konseloryang ditujukan kpd konselor- merupakan bagian dari hubungan yang sangat- merupakan bagian dari hubungan yang sangatpenting untuk dianalisispenting untuk dianalisis- membantu klien untuk mencapai pemahaman tentang- membantu klien untuk mencapai pemahaman tentangbagaimana dirinya telah salah dalam menerima,bagaimana dirinya telah salah dalam menerima,menginterpretasikan, dan merespon pengalamannyamenginterpretasikan, dan merespon pengalamannyapada saat ini dalam kaitannya dengan masa lalunya.pada saat ini dalam kaitannya dengan masa lalunya.
  86. 86.  Peran utama konselor dalam konseling iniPeran utama konselor dalam konseling iniadalah membantu klien dalam mencapaiadalah membantu klien dalam mencapaikesadaran diri, ketulusan hati, dan hubungankesadaran diri, ketulusan hati, dan hubunganpribadi yang lebih efektif dalam menghadapipribadi yang lebih efektif dalam menghadapikecemasan melalui cara-cara yang realistis.kecemasan melalui cara-cara yang realistis. Konselor membangun hubungan kerja samaKonselor membangun hubungan kerja samadengan klien dan kemudian melakukandengan klien dan kemudian melakukanserangkaian kegiatan mendengarkan danserangkaian kegiatan mendengarkan danmenafsirkan.menafsirkan. Konselor memberikan perhatian kepadaKonselor memberikan perhatian kepadaresistensi klienresistensi klien Fungsinya adalah mempercepat prosesFungsinya adalah mempercepat prosespenyadaran hal-hal yang tersimpan dalampenyadaran hal-hal yang tersimpan dalamketidaksadaran.ketidaksadaran.
  87. 87. TEKNIK KONSELINGTEKNIK KONSELING Teknik-teknik konseling psikoanalisis diarahkanTeknik-teknik konseling psikoanalisis diarahkanuntuk mengembangkan suasana bebas tekanan.untuk mengembangkan suasana bebas tekanan. Dalam suasana bebas itu klien menelusuri apaDalam suasana bebas itu klien menelusuri apayang tepat dan tidak tepat pada tingkah lakunyayang tepat dan tidak tepat pada tingkah lakunyadan mengarahkan diri untuk membangundan mengarahkan diri untuk membanguntingkah laku baru.tingkah laku baru. Ada lima teknik dasar dalam konselingAda lima teknik dasar dalam konselingpsikoanalisis, yaitu :psikoanalisis, yaitu :(1) asosiasi bebas, (2) interpretasi, (3) analisis(1) asosiasi bebas, (2) interpretasi, (3) analisismimpi, (4) analisis resistensi, dan (5) analisismimpi, (4) analisis resistensi, dan (5) analisistransferensi.transferensi.
  88. 88. 1. Asosiasi Bebas1. Asosiasi BebasTeknik pengungkapan pengalaman masaTeknik pengungkapan pengalaman masalampau dan penghentian emosi-emosi yanglampau dan penghentian emosi-emosi yangberkaitan dengan situasi traumatik di masaberkaitan dengan situasi traumatik di masalampau : klien memperoleh pengetahuanlampau : klien memperoleh pengetahuandan evaluasi diri sendiri.dan evaluasi diri sendiri.2. Interpretasi2. Interpretasi-- Prosedur dasar yang digunakan dalamProsedur dasar yang digunakan dalamanalisis mimpi, resistensi, dananalisis mimpi, resistensi, dantransferensitransferensi-- Penjelasan makna tingkah laku yangPenjelasan makna tingkah laku yangdimanifestasikan dalam mimpi, asosiasidimanifestasikan dalam mimpi, asosiasibebas, resistensi, dan transferensi.bebas, resistensi, dan transferensi.
  89. 89. Rambu-rambuRambu-rambuInterpretasi :Interpretasi : Interpretasi disajikan pada saat gejalaInterpretasi disajikan pada saat gejalayg diinterpretasikan berhubungan eratyg diinterpretasikan berhubungan eratdengan hal-hal yg disadari klien.dengan hal-hal yg disadari klien. Interpretasi dimulai dari permukaanInterpretasi dimulai dari permukaanmenuju hal-hal yg dalam (dialami olehmenuju hal-hal yg dalam (dialami olehsituasi emosional klien).situasi emosional klien). Menetapkan resistensi atau pertahan-Menetapkan resistensi atau pertahan-an sebelum menginterpretasikan emo-an sebelum menginterpretasikan emo-si atau konflik.si atau konflik.
  90. 90. 3. Analisis Mimpi3. Analisis MimpiTeknik untuk membuka hal-hal yang tidak disadariTeknik untuk membuka hal-hal yang tidak disadaridan membantu klien un-tuk memperoleh pemahamandan membantu klien un-tuk memperoleh pemahamanterhadap masalah-masalah yg belum terpecahan.terhadap masalah-masalah yg belum terpecahan.4. Analisis Transferensi4. Analisis TransferensiTeknik mendorong klien untuk menghi-dupkanTeknik mendorong klien untuk menghi-dupkankembali masa lampaunya dalam konselingkembali masa lampaunya dalam konselingTujuan :Tujuan :a. Klien memperoleh pemahaman atas pengalamana. Klien memperoleh pemahaman atas pengalamanpengalaman tak sadar dan pengaruh masapengalaman tak sadar dan pengaruh masalampaulampauterhadap kehidupan sekarang;terhadap kehidupan sekarang;b. Memungkinkan klien menembus konflik masab. Memungkinkan klien menembus konflik masalampau yang diperta-hankan hingga sekarang &lampau yang diperta-hankan hingga sekarang &menghambat perkembangan emosinya.menghambat perkembangan emosinya.
  91. 91.  Analisis ResistensiAnalisis ResistensiResistensi :Resistensi :- Perilaku utk mempertahankan kecemasan- Perilaku utk mempertahankan kecemasan- Menghambat pengungkapan pengalaman- Menghambat pengungkapan pengalamantaktakdisadaridisadari- Menghambat jalannya/proses konseling- Menghambat jalannya/proses konselingAnalisis ResistensiAnalisis Resistensiteknik membantu klien agar menyadariteknik membantu klien agar menyadarialasan dibalik resistensinya : bisaalasan dibalik resistensinya : bisamenghilangkannyamenghilangkannya
  92. 92. KETERBATASAN PENDEKATANKETERBATASAN PENDEKATAN1.1. Pandangan yang terlalu determistik dinilai terlaluPandangan yang terlalu determistik dinilai terlalumerendahkan martabat kemanusiaan.merendahkan martabat kemanusiaan.2. Terlalu banyak menekankan kepada masa kanak-kanak2. Terlalu banyak menekankan kepada masa kanak-kanakdan menganggap kehidupan seolah-olah ditentukan olehdan menganggap kehidupan seolah-olah ditentukan olehmasa lalu. Hal ini memberikan gambaran seolah-olahmasa lalu. Hal ini memberikan gambaran seolah-olahtanggung jawab individu berkurang.tanggung jawab individu berkurang.3. Cenderung meminimalkan rasionalitas.3. Cenderung meminimalkan rasionalitas.4. Data penelitian empiris kurang banyak mendukung4. Data penelitian empiris kurang banyak mendukungsistemsistemdan konsep psikoanalisis, seperti konsep tentang energidan konsep psikoanalisis, seperti konsep tentang energipsikis yang menentukan tingkah laku manusia.psikis yang menentukan tingkah laku manusia.
  93. 93. KONSEP DASARKONSEP DASAR Manusia padasarnya adalah unik memilikiManusia padasarnya adalah unik memilikikecenderungan untuk berpikir rasional dankecenderungan untuk berpikir rasional danirsionalirsionalKetika berpikir danKetika berpikir danbertingkah-bertingkah-laku rasional manusia akanlaku rasional manusia akanefektif, bahagia, danefektif, bahagia, dankompeten.kompeten.Ketika berpikir danKetika berpikir danbertingkah-bertingkah-laku irasional individu itulaku irasional individu itumenjadimenjadi
  94. 94.  Reaksi emosional seseorangReaksi emosional seseorangdisebabkan oleh evaluasi,disebabkan oleh evaluasi,interpretasi, dan filosofi, baik yanginterpretasi, dan filosofi, baik yangdisadari maupun tidak disadari.disadari maupun tidak disadari. Hambatan psikologis atau emosionalHambatan psikologis atau emosionaladalah akibat dari cara berpikir yangadalah akibat dari cara berpikir yangtidak logis dan irasional.tidak logis dan irasional. Emosi menyertai individu yangEmosi menyertai individu yangberpikir dengan penuh prasangka,berpikir dengan penuh prasangka,sangat personal, dan irrasional.sangat personal, dan irrasional.
  95. 95.  Berpikir irrasional diawali denganBerpikir irrasional diawali denganbelajar secara tidak logis yangbelajar secara tidak logis yangdiperoleh dari orang tua dan budayadiperoleh dari orang tua dan budayatempat dibesarkan.tempat dibesarkan. Berpikir secara irasional akanBerpikir secara irasional akantercermin dari verbalisasi yangtercermin dari verbalisasi yangdigunakan.digunakan. Verbalisasi yang tidak logisVerbalisasi yang tidak logismenunjukkan cara berpikir yang salahmenunjukkan cara berpikir yang salahdan verbalisasi yang tepatdan verbalisasi yang tepatmenunjukkan cara berpikir yang tepat.menunjukkan cara berpikir yang tepat.
  96. 96.  Perasaan dan pikiran negatief sertaPerasaan dan pikiran negatief sertapenolakan diri harus dilawan denganpenolakan diri harus dilawan dengancara berpikir yang rasional dan logiscara berpikir yang rasional dan logisyang dapat diterima menurut akalyang dapat diterima menurut akalsehat, serta menggunakan carasehat, serta menggunakan caraverbalisasi yang rasional.verbalisasi yang rasional.
  97. 97.  Teori ABC dari Albert Ellis :Teori ABC dari Albert Ellis :Tiga pilar yang membangun tingkahTiga pilar yang membangun tingkahlaku individulaku individuAntecedent eventAntecedent event(A)(A)Belief (B)Belief (B)Consequence (C)Consequence (C)
  98. 98. AAntecedent event (A)ntecedent event (A) Segenap peristiwa luar yang dialami atauSegenap peristiwa luar yang dialami ataumemapar individumemapar individu Peristiwa pendahulu yang berupa fakta,Peristiwa pendahulu yang berupa fakta,kejadian, tingkah laku, atau sikap orangkejadian, tingkah laku, atau sikap oranglain.lain.Perceraian suatu keluargaPerceraian suatu keluargaKelulusan bagi siswaKelulusan bagi siswaSeleksi masuk bagi calonSeleksi masuk bagi calonkaryawankaryawan
  99. 99. Belief (B)Belief (B)Keyakinan, pandangan, nilai, atauKeyakinan, pandangan, nilai, atauverbalisasi individu thp suatu peristiwaverbalisasi individu thp suatu peristiwaRational belief (rB) IrrasionalRational belief (rB) Irrasionalbelief (iB)belief (iB)
  100. 100. Consequence (C)Consequence (C)• Konsekuensi emosional sebagai akibatKonsekuensi emosional sebagai akibatatau reaksi individu dalam bentukatau reaksi individu dalam bentukperasaan senang atau tidak senangperasaan senang atau tidak senangdalam hubungannya dgn antecendentdalam hubungannya dgn antecendentevent (A).event (A).• Konsekuensi emosional ini bukanKonsekuensi emosional ini bukanakibat langsung dari A tetapiakibat langsung dari A tetapidisebabkan oleh B, baik yang rBdisebabkan oleh B, baik yang rBmaupun yang iB.maupun yang iB.
  101. 101. ASUMSI TINGKAH LAKUASUMSI TINGKAH LAKUBERMASALAHBERMASALAH TTingkah laku bermasalahingkah laku bermasalah :: tingkah laku yangtingkah laku yangdidasarkandidasarkan dikendalikan olehdikendalikan oleh cara berpikir yangcara berpikir yangirrasionalirrasional (iB)(iB) Ciri-ciri iB :Ciri-ciri iB :- Tidak dapat dibuktikan- Tidak dapat dibuktikan- Menimbulkan perasaan tidak enak- Menimbulkan perasaan tidak enak(kecemasan)(kecemasan)yang sebenarnya tidak perluyang sebenarnya tidak perlu- Menghalangi individu untuk berkembang- Menghalangi individu untuk berkembang
  102. 102. Sebab-sebab Individu Berpikir Irasional :Sebab-sebab Individu Berpikir Irasional :• Individu tidak berpikir jelas tentang saat iniIndividu tidak berpikir jelas tentang saat inidan yang akan datang, antara kenyataandan yang akan datang, antara kenyataandan imajinasidan imajinasi• Individu tergantung pada perencanaan danIndividu tergantung pada perencanaan danpemikiran orang lainpemikiran orang lain• Orang tua atau masyarakat memilikiOrang tua atau masyarakat memilikikecenderungan berpikir irrasional yangkecenderungan berpikir irrasional yangdiajarkan kepada individu melalui berbagaidiajarkan kepada individu melalui berbagaimedia.media.
  103. 103. IIndikator keyakinan irrasionalndikator keyakinan irrasional ::• Bahwa manusia hidup dalam masyarakatBahwa manusia hidup dalam masyarakatadalah untukadalah untuk diterima danditerima dan dicintai olehdicintai olehorang lain dari segala sesuatu yangorang lain dari segala sesuatu yangdikerjakandikerjakan Bahwa banyak orang dalam kehidupanBahwa banyak orang dalam kehidupanmasyarakat yang tidak baik, merusak,masyarakat yang tidak baik, merusak,jahatjahat, dan, dan kejamkejam sehingga merekasehingga mereka patutpatutdicurigai,dicurigai, disalahkan,disalahkan, dandan dihukumdihukum
  104. 104.  BBahwa kehidupan manusiaahwa kehidupan manusiasenantiasa dihadapkan kepadasenantiasa dihadapkan kepadaberbagaiberbagai mamalapelape--taka, bencanataka, bencanayang dahsyat, mengeyang dahsyat, menge --rikan,rikan,menakutkan yang mau tidak maumenakutkan yang mau tidak mauharus dihadapi oleh manusiaharus dihadapi oleh manusiadalam hidupnya.dalam hidupnya. BBahwa lebih mudah untukahwa lebih mudah untukmenjauhi kesulitan-kesulitan hidupmenjauhi kesulitan-kesulitan hiduptertentu dari pada berusaha untuktertentu dari pada berusaha untukmengahadapi dan menanganinyamengahadapi dan menanganinya
  105. 105.  Bahwa penderitaan emosional dariBahwa penderitaan emosional dariseseorang muncul dari tekananseseorang muncul dari tekananekseks--ternal dan individu hanyaternal dan individu hanyamempunyai kemampuan sedikitmempunyai kemampuan sedikitsekali untuk menghilangkansekali untuk menghilangkanpenderitaan emosional tersebutpenderitaan emosional tersebut .. Bahwa pengalaman masa laluBahwa pengalaman masa lalumembe-rikanmembe-rikan pengaruh sangatpengaruh sangatkuat terhadap kehidupan individukuat terhadap kehidupan individudan menentukan perasaan dandan menentukan perasaan dantingkah laku individu pada saattingkah laku individu pada saatsekarangsekarang
  106. 106.  BahwaBahwa untukuntuk mencapai derajatmencapai derajatyang tinggi dalam hidupnyayang tinggi dalam hidupnya dandanuntuk meuntuk me--rasakan sesuatu yangrasakan sesuatu yangmenyenangkan memerlukanmenyenangkan memerlukankekuatan supranaturalkekuatan supranatural Bahwa nilai diri sebagai manusiaBahwa nilai diri sebagai manusiadan penerimaandan penerimaan orang lainorang lainterhadapterhadap diri tergantung daridiri tergantung darikebaikan penampilan individu dankebaikan penampilan individu dantingkat penerimaan oleh orang laintingkat penerimaan oleh orang lainterhadap individu.terhadap individu.
  107. 107. TUJUAN KONSELINGTUJUAN KONSELING Memperbaiki dan merubah sikap,Memperbaiki dan merubah sikap,persepsi, cara berpikir, keyakinan sertapersepsi, cara berpikir, keyakinan sertapandangan-pandangan klien yangpandangan-pandangan klien yangirrasional dan tidak logis menjadiirrasional dan tidak logis menjadipandangan yang rasional dan logispandangan yang rasional dan logis Menghilangkan gangguan-gangguanMenghilangkan gangguan-gangguanemosional yang merusak diri sendiriemosional yang merusak diri sendiriseperti rasa takut, rasa bersalah, rasaseperti rasa takut, rasa bersalah, rasaberdosa, rasa cemas, merasa was-was,berdosa, rasa cemas, merasa was-was,rasa marah.rasa marah.
  108. 108.  Untuk mencapai tujuan-tujuan konselingUntuk mencapai tujuan-tujuan konselingitu perlu pemahaman klien teitu perlu pemahaman klien te nntangtangsistem keyakinan atau cara-carsistem keyakinan atau cara-car aaberpikirnya sendiriberpikirnya sendiri TTiga tingkatan insightiga tingkatan insight /pemahaman :/pemahaman :1. K1. Klien klien memahami tingkah lakulien klien memahami tingkah lakunegatif/negatif/penolakan diripenolakan diri peristiwa yangperistiwa yangdisebabkan oleh sistem keyakinandisebabkan oleh sistem keyakinanyangyangirasionalirasional
  109. 109. 22 KKlien memahami bahwa yanglien memahami bahwa yangmenganggumengangguklien pada saat ini adalah karenaklien pada saat ini adalah karenakeyakinankeyakinanirrasional terus diirrasional terus di anutnyaanutnya3. K3. Klienlien memahami bahwamemahami bahwa tidak ada jalantidak ada jalanlainlainuntuk keluar dari huntuk keluar dari h aambatanmbatan emosionalemosionalyang dialaminyayang dialaminya kecuali dengankecuali denganmendeteksi dan melawan keyakinanmendeteksi dan melawan keyakinanyang irrasional.yang irrasional.
  110. 110. KLIEN YANG TELAH MEMILIKI rBKLIEN YANG TELAH MEMILIKI rBTERJADI PENINGKATAN DALAM HAL :TERJADI PENINGKATAN DALAM HAL : penerimaan diripenerimaan diri mminat sosialinat sosial ppengengendalianendalian diridiri ttoleransi terhadap pihak lainoleransi terhadap pihak lain ffleksibelleksibelitasitas penerimaanpenerimaan ketidakpastianketidakpastian kkomitmen terhadap sesuatu di luaromitmen terhadap sesuatu di luardirinyadirinya berpikirberpikir logislogis keberaniankeberanian mengambil risikomengambil risiko menerima kenyataan.menerima kenyataan.
  111. 111. DESKRIPSI PROSESDESKRIPSI PROSESKONSELINGKONSELING Konseling rasional emotif dilakukan dgnKonseling rasional emotif dilakukan dgnmenggunakan prosedur yang bervariasimenggunakan prosedur yang bervariasidan sistematis yang secara khususdan sistematis yang secara khususdimakdimak--sudkan untuk mengubah tingkahsudkan untuk mengubah tingkahlaku dalam batas-batas tujuan yanglaku dalam batas-batas tujuan yangdisusun secara bersama-sama olehdisusun secara bersama-sama olehkonselor dan klien.konselor dan klien.
  112. 112.  Tugas konselor menunjukkanTugas konselor menunjukkanbahwabahwamasalahnya disebabkan olehmasalahnya disebabkan olehpersepsi yang terganggu dan pikiran-persepsi yang terganggu dan pikiran-pikiran yang tidak rasionalpikiran yang tidak rasionalusaha untuk mengatasi masalahusaha untuk mengatasi masalahadalah harus kembali kepada sebab-adalah harus kembali kepada sebab-sebab permulaansebab permulaan, yaitu, yaitumenghilangkan pikiran-pikiran yangmenghilangkan pikiran-pikiran yangtidak rasionaltidak rasional..
  113. 113.  Operasionalisasi tugas konselor :Operasionalisasi tugas konselor :1.1. konselor lebih edukatif-direktif kepada klien, dengankonselor lebih edukatif-direktif kepada klien, dengancara banyak memberikan cerita dan penjelasan,cara banyak memberikan cerita dan penjelasan,khususnya pada tahap awalkhususnya pada tahap awal2.2. mengkonfrontasikan masalah klien secara langsungmengkonfrontasikan masalah klien secara langsung3.3. menggunakan pendekatan yang dapat memberimenggunakan pendekatan yang dapat memberisemangat dan memperbaiki cara berpikir klien,semangat dan memperbaiki cara berpikir klien,kemudian memperbaiki mereka untuk dapat mendidikkemudian memperbaiki mereka untuk dapat mendidikdirinya sendiridirinya sendiri
  114. 114. 4.4. dengan gigih dan berulang-ulang menekankandengan gigih dan berulang-ulang menekankanbahwa ide irrasional itulah yang menyebabkanbahwa ide irrasional itulah yang menyebabkanhambatan emosional pada klienhambatan emosional pada klien5.5. mendorong klien menggunakan kemampuanmendorong klien menggunakan kemampuanrasional dari pada emosinyarasional dari pada emosinya6.6. menggunakan pendekatan didaktif dan filosofismenggunakan pendekatan didaktif dan filosofis7.7. menggunakan humor dan “menekan” sebagaimenggunakan humor dan “menekan” sebagaijalan mengkonfrontasikan berpikir secarajalan mengkonfrontasikan berpikir secarairrasional.irrasional.
  115. 115.  Karakteristik Konseling REKarakteristik Konseling RE Aktif-direktifAktif-direktif ::dalam hubungan konseling konselordalam hubungan konseling konselorlebih aktif membantu mengarahkan klienlebih aktif membantu mengarahkan kliendalam menghadapi dan memecahkandalam menghadapi dan memecahkanmasalahnya.masalahnya. Kognitif-eksperiensialKognitif-eksperiensialprosesproses konselingkonseling berfokus pada aspekberfokus pada aspekkognitif dari klien dan berintikankognitif dari klien dan berintikanpemecahan masalah yang rasional.pemecahan masalah yang rasional.
  116. 116.  Emotif-ekspreriensialEmotif-ekspreriensialprosesproses konseling memfokuskan padakonseling memfokuskan padaaspek emosi klien dengan mempelajariaspek emosi klien dengan mempelajarisumber-sumber gangguan emosional,sumber-sumber gangguan emosional,sekaligus membongkar akar-akarsekaligus membongkar akar-akarkeyakinan yang keliru yang mendasarikeyakinan yang keliru yang mendasarigangguan tersebut.gangguan tersebut. BehavioristikBehavioristikprosesproses konseling yang dikembangkankonseling yang dikembangkanhendaknya menyentuh dan mendoronghendaknya menyentuh dan mendorongterjadinya perubahan tingkah laku klien.terjadinya perubahan tingkah laku klien.
  117. 117. TEKNIK KONSELINGTEKNIK KONSELING Teknik-teknik Emotif (Afektif)Teknik-teknik Emotif (Afektif) Assertive adaptiveAssertive adaptiveteknik untuk melatih, mendorong, danteknik untuk melatih, mendorong, danmembiasakan klien untuk secaramembiasakan klien untuk secaraterus-menerus menyesuaikan dirinyaterus-menerus menyesuaikan dirinyadengan tingkah laku yang diinginkan.dengan tingkah laku yang diinginkan.Latihan-latihan yang diberikan lebihLatihan-latihan yang diberikan lebihbersifat pendisiplinan diri klien.bersifat pendisiplinan diri klien.
  118. 118. -- Bermain peranBermain peranteknikteknik uuntuk mengekspresikanntuk mengekspresikanberbagai jenis perasaan yangberbagai jenis perasaan yangmenekan (perasaan-perasaanmenekan (perasaan-perasaannegatif) melalui suatu suasana yangnegatif) melalui suatu suasana yangdidikondisikankondisikan sedemikian rupasedemikian rupasehingga klien dapat secara bebassehingga klien dapat secara bebasmengungkapkan dirinya sendirimengungkapkan dirinya sendirimelalui peran tertentumelalui peran tertentu ..- IImitasimitasitteknik untuk menirukan secara teruseknik untuk menirukan secara terusmenerus suatu model tingkah lakumenerus suatu model tingkah lakutertentu dengan maksud menghadapitertentu dengan maksud menghadapidan menghilangkan tingkah lakunyadan menghilangkan tingkah lakunyasendiri yang negatif.sendiri yang negatif.
  119. 119.  Teknik-teknik BehavioristikTeknik-teknik Behavioristik ReinforcementReinforcement teknik untuk mendorong klien keteknik untuk mendorong klien kearah tingkah laku yang lebiharah tingkah laku yang lebihrasional dan logis dengan jalanrasional dan logis dengan jalanmemberikan pujian verbal (memberikan pujian verbal ( rewardreward))ataupun hukuman (ataupun hukuman ( punishmentpunishment).).
  120. 120. TTeknik ini dimaksudkan untuk memeknik ini dimaksudkan untuk mem --bongkar sistem nilai dan keyakinanbongkar sistem nilai dan keyakinanyang irrasional pada klien dan mengyang irrasional pada klien dan meng --gantinya dengan sistem nilai yanggantinya dengan sistem nilai yangpositif.positif.Dengan memberikan reward ataupunDengan memberikan reward ataupunpunishment, maka klien akan mengpunishment, maka klien akan meng --internalisasikan sistem nilai yanginternalisasikan sistem nilai yangdiharapkan kepadanyadiharapkan kepadanya ..
  121. 121. Social modelingSocial modeling• TTeknik untuk membeeknik untuk membe ntukntuk tingkah laku-tingkah laku-tingkah laku baru pada klientingkah laku baru pada klien• Teknik ini dilakukan agar klien dapatTeknik ini dilakukan agar klien dapathidup dalam suatu model sosial yanghidup dalam suatu model sosial yangdiharapkan dengan cara imitasidiharapkan dengan cara imitasi(meniru), mengobser(meniru), mengobser --vasi, danvasi, danmenyesuaikan dirinya dan mengmenyesuaikan dirinya dan meng --internalisasikan norma-norma dalaminternalisasikan norma-norma dalamsissis--tem model sosial dengan masalahtem model sosial dengan masalahtertentu yang telah disiapkan olehtertentu yang telah disiapkan olehkonselor.konselor.
  122. 122.  Teknik-teknik KognitifTeknik-teknik Kognitif Home work assigmentsHome work assigments TTeknik yang dilaksanakan dalameknik yang dilaksanakan dalambentuk tugas-tugas rumah untukbentuk tugas-tugas rumah untukmelatih, membiasakan diri, danmelatih, membiasakan diri, danmenginternalisasikan sistem nilaimenginternalisasikan sistem nilaitertentu yang menuntut polatertentu yang menuntut polatingkah laku yang diharapkan.tingkah laku yang diharapkan.
  123. 123. • Klien ditugasi untukKlien ditugasi untuk mempelajari bahan-mempelajari bahan-bahan tertentubahan tertentu, melaksanakan latihan-latihan, melaksanakan latihan-latihantertentutertentu yang signifikan untukyang signifikan untuk mengubahmengubahaspek-aspek kognisinya yang keliruaspek-aspek kognisinya yang keliru dandanirasionalirasional• TugasTugas yang diberikan konselor dilaporkanyang diberikan konselor dilaporkanoleh klien dalam suatu pertemuan tatap mukaoleh klien dalam suatu pertemuan tatap mukadengan konselordengan konselor• TTeknikeknik juga bermaksud :juga bermaksud : mengembangkan pmengembangkan ptanggung jawab, kepercayaan diritanggung jawab, kepercayaan diri ,,pengelolaan diri klien dan mengurangipengelolaan diri klien dan mengurangiketergantungannya kepada konselor.ketergantungannya kepada konselor.
  124. 124. Latihan assertiveLatihan assertiveTTeknik untuk melatih keberanian klieneknik untuk melatih keberanian kliendalam mengekspresikan tingkah laku-dalam mengekspresikan tingkah laku-tingkah laku tertentu yang diharapkantingkah laku tertentu yang diharapkanmelalui bermain peran, latihan, ataumelalui bermain peran, latihan, ataumeniru model-model sosial.meniru model-model sosial.Maksud utama teknik latihan asertifMaksud utama teknik latihan asertif1.1. mendorong kemampuan klienmendorong kemampuan klienmengekspresikan berbagaimengekspresikan berbagaihal yang berhubungan denganhal yang berhubungan denganemosinyaemosinya
  125. 125. 2.2. membangkitkan kemampuan klien dalammembangkitkan kemampuan klien dalammengungkapkan hak asasinya sendirimengungkapkan hak asasinya sendiritanpatanpamenolak atau memusuhi hakmenolak atau memusuhi hak asasi orangasasi oranglainlain3.3. mendorong klien untuk meningkatkanmendorong klien untuk meningkatkankepercayaan dan kemampuan dirikepercayaan dan kemampuan diri4.4. meningkatkan kemampuan untuk memilihmeningkatkan kemampuan untuk memilihtingkahtingkah laku-tingkah laku asertif yanglaku-tingkah laku asertif yangcocokcocokuntuk diri sendiri.untuk diri sendiri.
  126. 126. TIADA SEINDAH HARI INITIADA SEINDAH HARI INITiada seindah kini dudukTiada seindah kini dudukberdampinganberdampinganMenyentuh hati dengan wajah kasihMenyentuh hati dengan wajah kasihDiantara g’ru pembimbing tersenyumDiantara g’ru pembimbing tersenyumdengan mesradengan mesraAlangkah indahnya hari iniAlangkah indahnya hari ini
  127. 127. Terlepaslah segala kenangan dukaTerlepaslah segala kenangan dukaKan tercapai harapan hidup bahagiaKan tercapai harapan hidup bahagiaTiada seindah kini dudukTiada seindah kini dudukberdampinganberdampinganAlangkah indahnya hari iniAlangkah indahnya hari iniDr. DYP Sugiharto, M.PdDr. DYP Sugiharto, M.PdJl. Dewi Sartika Raya No. 3C SemarangJl. Dewi Sartika Raya No. 3C Semarang5022150221Telp. (024) 8310363 - 081457091192Telp. (024) 8310363 - 081457091192
  128. 128. KONSEP DASARKONSEP DASAR Pandangan tentang ManusiaPandangan tentang Manusia• MManusia merupakan sistem sifat atau faktor yang salinganusia merupakan sistem sifat atau faktor yang salingberkaitan antara satu dengan lainnya, seperti kecakapan, minat,berkaitan antara satu dengan lainnya, seperti kecakapan, minat,sikap, dan temperamen.sikap, dan temperamen.• Perkembangan kemajuan individu mulai dari masa bayi sampaiPerkembangan kemajuan individu mulai dari masa bayi sampaidewasa diperkuat oleh interaksi sifat dan faktor. Telah banyakdewasa diperkuat oleh interaksi sifat dan faktor. Telah banyakdilakukan usaha untuk menyusun kategori individu atas dasardilakukan usaha untuk menyusun kategori individu atas dasardimensi sifat dan faktor.dimensi sifat dan faktor.• Studi ilmiah yang telah dilakukan adalah : (1) mengukur danStudi ilmiah yang telah dilakukan adalah : (1) mengukur danmenilai ciri ciri-ciri seseorang dengan tes psikologis, (2)menilai ciri ciri-ciri seseorang dengan tes psikologis, (2)mendefinisikan atau menggambarkan keadaan individu,mendefinisikan atau menggambarkan keadaan individu,(3) membantu individu untuk memahami diri dan lingkungannya,(3) membantu individu untuk memahami diri dan lingkungannya,(4) memprediksi keberhasilan yang mungkin dicapai pada masa(4) memprediksi keberhasilan yang mungkin dicapai pada masamendatang.mendatang.
  129. 129.  Manusia berusaha untuk menggunakanManusia berusaha untuk menggunakanpemahaman diri dan pengetahuan kecakapanpemahaman diri dan pengetahuan kecakapandirinya sebagai dasar bagi pengembangandirinya sebagai dasar bagi pengembanganpotensinya.potensinya. Manusia mempunyai potensi untuk berbuat baikManusia mempunyai potensi untuk berbuat baikatau buruk.atau buruk. Makna hidup adalah mencari kebenaran danMakna hidup adalah mencari kebenaran danberbuat baik serta menolak kejahatan.berbuat baik serta menolak kejahatan. Menjadi manusia seutuhnya tergantung padaMenjadi manusia seutuhnya tergantung padahubungannyhubungannyaa dengan orang lain.dengan orang lain.
  130. 130.  Asumsi pokok pendekatan konseling trait dan faktor.Asumsi pokok pendekatan konseling trait dan faktor.• Karena setiap individu sebagai suatu pola kecakapan danKarena setiap individu sebagai suatu pola kecakapan dankemampuan yang terorganisir secara unik, dan karenakemampuan yang terorganisir secara unik, dan karenakemampuan kausalitasnya relatif stabil setelah remaja, maka teskemampuan kausalitasnya relatif stabil setelah remaja, maka tesobyektif dapat digunakan untuk mengidentifikasi karakteristik-obyektif dapat digunakan untuk mengidentifikasi karakteristik-karatreistik individu.karatreistik individu.• Pola-pola kepribadian dan minat berkorelasi dengan tingkahPola-pola kepribadian dan minat berkorelasi dengan tingkahlaku kerja tertentu.laku kerja tertentu.• Kurikulum sekolah yang berbeda akan menuntut kapasitas danKurikulum sekolah yang berbeda akan menuntut kapasitas danminat yang berbeda dan hal ini dapat ditentukan. Individu akanminat yang berbeda dan hal ini dapat ditentukan. Individu akanbelajar dengan lebih mudah dan efektif apabila potensi danbelajar dengan lebih mudah dan efektif apabila potensi danbakatnya sesuai dengan tuntutan kurikulum.bakatnya sesuai dengan tuntutan kurikulum.• Baik klien maupun konselor hendaknya mendiagnosis potensiBaik klien maupun konselor hendaknya mendiagnosis potensiklien untuk mengawali penempatan dalam kurikulum atauklien untuk mengawali penempatan dalam kurikulum ataupekerjaan.pekerjaan.• Setiap individu mempunyai kecakapan dan keinginan untukSetiap individu mempunyai kecakapan dan keinginan untukmengidentifikasi secara kognitif kemampuannya sendiri.mengidentifikasi secara kognitif kemampuannya sendiri.
  131. 131.  Pandangan tentang KepribadianPandangan tentang Kepribadian• KKepribadianepribadian :: suatu sistem yang saling tergantung dengan sifatsuatu sistem yang saling tergantung dengan sifatdan faktor, seperti kecakapan, minat, sikap, dan temperamen.dan faktor, seperti kecakapan, minat, sikap, dan temperamen.• Perkembangan kepribadian manusia ditentutan oleh faktorPerkembangan kepribadian manusia ditentutan oleh faktorpembawaan dan lingkungan.pembawaan dan lingkungan.• SSetiap individu ada sifat-sifat yang umum dan ada sifat-sifatetiap individu ada sifat-sifat yang umum dan ada sifat-sifatyang khusus, yang merupakan sifat yang unik.yang khusus, yang merupakan sifat yang unik.• UUnsur dasar dari struktur kepribadian disebut sifat dannsur dasar dari struktur kepribadian disebut sifat danmerupakan kecenderungan luas untuk memberi reaksi danmerupakan kecenderungan luas untuk memberi reaksi danmembentuk tingkah laku yang relatif tetap.membentuk tingkah laku yang relatif tetap.• Sifat (Sifat (traittrait)) :: struktur mentalstruktur mental yang dapat diamati untukyang dapat diamati untukmenunjukkan keajegan dan ketepatan dalam tingkah laku.menunjukkan keajegan dan ketepatan dalam tingkah laku.
  132. 132. TUJUAN KONSELINGTUJUAN KONSELING Membantu individu mencapai perkembangan kesempurnaanMembantu individu mencapai perkembangan kesempurnaanberbagai aspek kehidupan manusia.berbagai aspek kehidupan manusia. Membantu individu dalam memperoleh kemajuan memahami danMembantu individu dalam memperoleh kemajuan memahami danmengelola diri dengan cara membantunya menilai kekuatan danmengelola diri dengan cara membantunya menilai kekuatan dankelamahan diri dalam kegiatan dengan perubahan kemajuankelamahan diri dalam kegiatan dengan perubahan kemajuantujuan-tujuan hidup dan karir.tujuan-tujuan hidup dan karir. Membantu individu untuk memperbaiki kekurangan,Membantu individu untuk memperbaiki kekurangan,tidakmampuan, dan keterbatasan diri serta membantutidakmampuan, dan keterbatasan diri serta membantupertumbuhan dan integrasi kepribadian.pertumbuhan dan integrasi kepribadian. Mengubah sifat-sifat subyektif dan kesalahan dalam penilaian diriMengubah sifat-sifat subyektif dan kesalahan dalam penilaian diridengan mengggunakan metode ilmiah.dengan mengggunakan metode ilmiah.
  133. 133. DESKRIPSI PROSES KONSELINGDESKRIPSI PROSES KONSELING Hubungan konselor dengan klien merupakanHubungan konselor dengan klien merupakanhubungan yang sangat akrab, sangat bersifathubungan yang sangat akrab, sangat bersifatpribadi dalam hubungan tatap muka.pribadi dalam hubungan tatap muka. Konselor bukan hanya membantu individu atasKonselor bukan hanya membantu individu atasapa saja yang sesuai dengan potensinya, tetapiapa saja yang sesuai dengan potensinya, tetapikonselor juga mempengaruhi klien berkembangkonselor juga mempengaruhi klien berkembangke satu arah yang terbaik baginya.ke satu arah yang terbaik baginya. Konselor memang tidak menetapkan tetapiKonselor memang tidak menetapkan tetapimemberikan pengaruh untuk mendapatkan caramemberikan pengaruh untuk mendapatkan carayang baik dalam membuat keputusan.yang baik dalam membuat keputusan.
  134. 134.  Tahapan pTahapan proses konselingroses konseling ::1. Analisis1. Analisis- M- Merupakan tahapan kegiatanerupakan tahapan kegiatan :: pengumpulan informasi dan datapengumpulan informasi dan datamengenai klien.mengenai klien.- K- Konselor dan klien memilikionselor dan klien memiliki informasi yang dpat dipercaya,informasi yang dpat dipercaya,tepat, dan relevan untuk mendiagnosis pembawaan, minat,tepat, dan relevan untuk mendiagnosis pembawaan, minat,motif, keseimbangan emosional dan sifat-sifat lain yangmotif, keseimbangan emosional dan sifat-sifat lain yangmemudahkanmemudahkan penyesuaianpenyesuaian diridiri-- Analisis dapat dilakukan dengan menggunakan alat-alat, spt :Analisis dapat dilakukan dengan menggunakan alat-alat, spt :cacatan kumulatif, wawancara, catatan anekdot, tes psikologis,cacatan kumulatif, wawancara, catatan anekdot, tes psikologis,dandan sstudi kasustudi kasus..-- Selain mengumpulkan data obyektif, konselor harusSelain mengumpulkan data obyektif, konselor harusmemperhatikan pula cita-cita dan sikap klienmemperhatikan pula cita-cita dan sikap klien dan caradan caramemandang permasalahannyamemandang permasalahannya..
  135. 135. 2.2. SintesisSintesisMMerangkum dan mengatur data hasil analisis yangerangkum dan mengatur data hasil analisis yangsedemikian rupa sehingga menunjukkan bakat klien,sedemikian rupa sehingga menunjukkan bakat klien,kelamahan dan kekuatan, serta kemampuankelamahan dan kekuatan, serta kemampuanpenyesuaian diri.penyesuaian diri.3. Diagnosis3. DiagnosisMMerupakan tahapan untuk menemukan ketetapan danerupakan tahapan untuk menemukan ketetapan danpola yang dapat mengarahkan kepada permasalahan,pola yang dapat mengarahkan kepada permasalahan,sebab-sebabnya, serta sifat-sifat klien yang relevan dansebab-sebabnya, serta sifat-sifat klien yang relevan danberpengaruh terhadap proses penyesuaian diri.berpengaruh terhadap proses penyesuaian diri.Langkah Diagnosis :Langkah Diagnosis :a. Identifikasi Masalaha. Identifikasi Masalahb. Menentukan sebab-sebabb. Menentukan sebab-sebabc. Prognosisc. Prognosis
  136. 136. 4.4. KonselingKonseling- M- Merupakan hubungan membantu klien untukerupakan hubungan membantu klien untukmenemukan sumber diri sendiri maupun sumber di luarmenemukan sumber diri sendiri maupun sumber di luardirinyadirinya dalam upaya mencapai perkembangan dandalam upaya mencapai perkembangan danpenyesuaian optimal sesuai dengan kemampuannya.penyesuaian optimal sesuai dengan kemampuannya.-- Dalam kaitan ini ada lima sifat konseling, yaitu :Dalam kaitan ini ada lima sifat konseling, yaitu :1. B1. Belajar terpimpin menuju pengertian dirielajar terpimpin menuju pengertian diri2. M2. Mendidikendidik/mengajar/mengajar kembali untuk mencapai tujuankembali untuk mencapai tujuankepribadiannya dan penyesuaian hidupnya.kepribadiannya dan penyesuaian hidupnya.3. B3. Bantuan pribadi agar klien mengerti dan terampilantuan pribadi agar klien mengerti dan terampildalam menerapkan prinsip dan teknik yangdalam menerapkan prinsip dan teknik yangdiperlukan dalam kehidupan sehari-hari.diperlukan dalam kehidupan sehari-hari.4. K4. Konseling yang mencakup hubungan dan teknikonseling yang mencakup hubungan dan teknikyang bersifat menyembuhkanyang bersifat menyembuhkan5. M5. Mendidik kembali yang sifatnya sebagai katarsisendidik kembali yang sifatnya sebagai katarsisatau penyaluranatau penyaluran
  137. 137. 5.5. Tindak LanjutTindak Lanjut- M- Memberikan bantuan kepada klienemberikan bantuan kepada kliendalam menghadapi masalah barudalam menghadapi masalah barudengan mengingatkannya kepadadengan mengingatkannya kepadamasalah sumbernya sehinggamasalah sumbernya sehinggamenjamin keberhasilan konseling.menjamin keberhasilan konseling.-- Teknik yang digunakan konselor harusTeknik yang digunakan konselor harusdisesuaikan dengan individualitas klien,disesuaikan dengan individualitas klien,mengingat bahwa individu itu sifatnya unik,mengingat bahwa individu itu sifatnya unik,sehingga tidak ada teknik yang baku yangsehingga tidak ada teknik yang baku yangberlaku untuk semua klien.berlaku untuk semua klien.
  138. 138. TEKNIK KONSELINGTEKNIK KONSELINGAtendingAtending• Dalam formulasi yang singkat Atending dapatDalam formulasi yang singkat Atending dapatdipahami sebagai usaha pembinaan untukdipahami sebagai usaha pembinaan untukmenghadirkan klien dalam proses konselingmenghadirkan klien dalam proses konseling• Penciptaan dan pengembangan AtendingPenciptaan dan pengembangan Atendingdimulai dari upaya konselor menunjukkandimulai dari upaya konselor menunjukkansikap empati, menghargai, wajar, dan mampusikap empati, menghargai, wajar, dan mampumengetahui atau paling tidak mengantisipasimengetahui atau paling tidak mengantisipasikebutuhan yang dirasakan oleh klien.kebutuhan yang dirasakan oleh klien.
  139. 139. • Dalam tataran yang lebih operasional, melakukanDalam tataran yang lebih operasional, melakukanrefleksi melalui pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut.refleksi melalui pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut.-- Bagaimana saudara mengenal dan mengantisipasi bilaBagaimana saudara mengenal dan mengantisipasi bilaseseorang sangat tertarik pada Anda?seseorang sangat tertarik pada Anda?- B- Bagaimana saudara mengenal bila seseorangagaimana saudara mengenal bila seseorangmemberikan perhatian terhadap Anda?memberikan perhatian terhadap Anda?- B- Bagaimana saudara mengenal atau mengetahui bilaagaimana saudara mengenal atau mengetahui bilaseseorang mendengarkan, memeperhatiakan danseseorang mendengarkan, memeperhatiakan danmenghayati Anda ?menghayati Anda ?• Melalui jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan diMelalui jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan diatas, konselor dapat memulai melakukan pembinaanatas, konselor dapat memulai melakukan pembinaanuntuk mengajak klien mamasuki proses konseling.untuk mengajak klien mamasuki proses konseling.
  140. 140.  Aspek-aspek Atending meliputi :Aspek-aspek Atending meliputi :1) Posisi badan (termasuk gerak isyarat dan ekspresi muka).1) Posisi badan (termasuk gerak isyarat dan ekspresi muka).a)a) Duduk dengan badan menghadap kepada klienDuduk dengan badan menghadap kepada klienb)b) Tangan di atas pangkuan atau berpegangan bebas atauTangan di atas pangkuan atau berpegangan bebas ataukadang-kadang digunakan untuk menunjukkan gerak isyaratkadang-kadang digunakan untuk menunjukkan gerak isyaratyang sedang dikomunikasikan secara verbalyang sedang dikomunikasikan secara verbalc) Respondif dengan menggunakan bagian wajah,c) Respondif dengan menggunakan bagian wajah,umpamanya senyum spontan atau anggukan kepala sebagaiumpamanya senyum spontan atau anggukan kepala sebagaipersetujuan atau pemahaman dan krutan dahi tanda tidakpersetujuan atau pemahaman dan krutan dahi tanda tidakmengertimengertid) Badan tegak lurus tetapi tidak kaku, manakala diperlukand) Badan tegak lurus tetapi tidak kaku, manakala diperlukanbisa condong ke arah klien untuk menunjukan kebersamaanbisa condong ke arah klien untuk menunjukan kebersamaan
  141. 141. 22) Kontak Mata) Kontak Mataa) Melihat klien terutama pada waktu bicaraa) Melihat klien terutama pada waktu bicarab)b) Menggunakan pandangan spontan yangMenggunakan pandangan spontan yangmenunjukkan ekspresi minat dan keinginan untukmenunjukkan ekspresi minat dan keinginan untukmendengarkan dan meresponmendengarkan dan merespon3) Mendengarkan3) Mendengarkana) Memelihara pehatian penuha) Memelihara pehatian penuh,, terpusat pada klienterpusat pada klienb) Mendengarkan apapun yang dikatakan klien,b) Mendengarkan apapun yang dikatakan klien,mendengarkan keseluruhan pribadi klien (kata-mendengarkan keseluruhan pribadi klien (kata-katanya, perasaannya, dan perilakunya)katanya, perasaannya, dan perilakunya)cc) Memahami keseluruhan pesannya) Memahami keseluruhan pesannya
  142. 142.  2. Mengundang Pembicaraan Terbuka2. Mengundang Pembicaraan Terbuka Ajakan terbuka untuk berbicara memberiAjakan terbuka untuk berbicara memberikesempatan klien agar mengeksplorasi dirinyakesempatan klien agar mengeksplorasi dirinyasendiri dengan dukungan pewawancara.sendiri dengan dukungan pewawancara. PPertanyaan terbuka memberi peluang klienertanyaan terbuka memberi peluang klienuntuk mengemukakan ide perasaan danuntuk mengemukakan ide perasaan danarahnya dalam wawancara.arahnya dalam wawancara. Responnya terhadap pertanyaan terbuka ialahResponnya terhadap pertanyaan terbuka ialahuntuk menunjukkan kesadarannya bahwa diauntuk menunjukkan kesadarannya bahwa diadiminta untuk menceritakan sejarahnya ataudiminta untuk menceritakan sejarahnya ataulebih menjabarkan apa yang telah dikatakan.lebih menjabarkan apa yang telah dikatakan.
  143. 143.  Contoh pContoh pertanyaanertanyaan terbuka :terbuka :1. untuk m1. untuk membantu memulai wawancaraembantu memulai wawancara ::““Apa yang Anda akan bicarakan hari ini?”Apa yang Anda akan bicarakan hari ini?”““Bagaimana keadaan Anda sejak pertemuan terakhirBagaimana keadaan Anda sejak pertemuan terakhirkita?”kita?”2.2. Membantu klien menguraikan masalahnyaMembantu klien menguraikan masalahnya ::““Cobalah Anda menceritakan lebih banyak lagiCobalah Anda menceritakan lebih banyak lagitentang hal itu!“tentang hal itu!“““Bagaimana perasaan Anda pada saat kejadian itu?”Bagaimana perasaan Anda pada saat kejadian itu?”3.3. Membantu memunculkan contoh-contoh perilakuMembantu memunculkan contoh-contoh perilakukhusus :khusus :““Apa yang Anda sedang rasakan pada saat AndaApa yang Anda sedang rasakan pada saat Andamenceritakan hal ini kepada saya?”menceritakan hal ini kepada saya?”““Bagaimana perasaan Anda selanjutnya pada waktuBagaimana perasaan Anda selanjutnya pada waktuitu?”itu?”
  144. 144.  Pertanyaan yang tidak disarankan antaraPertanyaan yang tidak disarankan antaralain :lain :• Pemakaian pertanyaan tertutup yang terlalu seringPemakaian pertanyaan tertutup yang terlalu sering• Pengajuan pertanyaan lebih dari satu pada waktuPengajuan pertanyaan lebih dari satu pada waktuyang samayang sama”Dapatkah anda menceritakan lebih banyak lagi”Dapatkah anda menceritakan lebih banyak lagitentang hal itu?”tentang hal itu?”• Pengajuan pertanyaan “Mengapa”, umpamanya :Pengajuan pertanyaan “Mengapa”, umpamanya :““Mengapa anda tidak bergaul dengan baik?”Mengapa anda tidak bergaul dengan baik?”• Memasukkan jawaban dalamMemasukkan jawaban dalampertanyaa,umpamanya :pertanyaa,umpamanya :““Anda sebenarnya belum mengerti hal itu pada saatAnda sebenarnya belum mengerti hal itu pada saatanda mengatakan tentang ayahnya, bukan?”anda mengatakan tentang ayahnya, bukan?”

×