PROTOZOA
SOPI SOPIATUN NIDA 155050101111244
PENDAHULUAN
CIRI CIRI PROTOZOA
STRUKTUR SEL PROTOZOA
KLASIFIKASI PROTOZOA
SISTEM REPRODUKSI
PROTOZOA
PERANAN PROTOZOA
PENDAHULUAN
Protozoa, organisme bersel satu. Protozoa adalah eukariota,
organisme ditandai dengan memiliki materi herediter yang tertutup
dalam inti yang dibatasi oleh membran. Kebanyakan protozoa
berukuran mikroskopis, mulai dari ukuran dengan panjang sekitar
0,001-0,01 mm, tetapi beberapa, termasuk amuba tertentu, cukup besar
untuk dilihat dengan mata telanjang. Protozoa hidup bebas makan
terutama pada organisme mikroskopis seperti bakteri, ragi, alga, dan
protozoa lainnya. Beberapa spesies Protozoa mengandung klorofil dan
mampu membuat makanan mereka sendiri dengan fotosintesis. Banyak
protozoa memakan benda mati, dan dengan demikian berguna dalam
membuang limbah organik.
CIRI-CIRI UMUM
• Umumnya heterotrof (tidak dapat membuat makanan sendiri)
• Protozoa memiliki alat gerak yaitu ada yang berupa kaki semu, bulu getar
(cillia) atau bulu cambuk (flagel).
• Protozoa dapat Hidup bebas, saprofit atau parasit
• Protozoa merupakan Organisme bersel tunggal
• Protozoa adalah Eukariotik atau memiliki membran nukleus/ berinti sejati
• Protozoa dapat Hidup soliter (sendiri) atau berkoloni (kelompok)
• Dapat membentuk sista untuk bertahan hidup. sista, merupakan bentuk
sel protozoa yang terdehidrasi dan berdinding tebal mirip dengan
endospora yang terjadi pada bakteri
• Protozoa mampu bertahan hidup dalam lingkungan kering maupun
basah.
• Protozoa tidak mempunyai dinding sel
• Protozoa merupakan organisme mikroskopis yang prokariot
• Protozoa berukuran mikroskopis, yaitu sekitar 10 – 200 µ
STRUKTUR SEL
Struktur dan fungsi tubuh:
• membran plasma  pelindung,
pengatur pertukaran makanan dan
gas,
• Sitoplasma,
• vakuola makanan  mencerna
makanan,
• vakuola kontraktil  mengeluarkan
sisa makanan (cair) melalui
membran sel (secara kontraksi)
serta mengatur kadar air dalam sel
(osmoregulator),
• inti sel  mengatur aktivitas sel.
KLASIFIKASI
Protozoa dibagi menjadi 4 kelas
berdasarkan ada atau tidaknya alat
gerak, yaitu:
1.RHIZOPODA / SARCODINA
alat gerak berupa PSEUDOPODIA
2. FLAGELLATA / MASTIGOFORA
alat gerak berupa FLAGEL
3. CILIATA
alat gerak berupa cillia atau rambut
getar
4. SPOROZOA -- TANPA ALAT
GERAK
RHIZOPODA
Rhizo=akar, poda=kaki, pseudo=palsu. Sarcodes = gumpalan,
sarx=daging. Sarcodina/Rhizopoda ialah hewan bersel satu
dapat membentuk kaki semu (Pseudopodia).
Ciri –ciri rhizopoda, yaitu:
1. Alat gerak: pseupodia.
2. Ada yang telanjang maupun bercangkang
3. Bentuk sel berubah-ubah.
4. Sitoplasma terdiri dari endoplasma dan ektoplasm
5. Reproduksi: aseksual (pembelaha biner), sebagian dapat
membentuk kista.
6. Heterotrof (memangsa alga uniseluler, bakteri, protozoa
lain).
7. Biasanya hidup bebas di tanah lembab dan lingkungan
berair, beberapa parasit.
Contoh :Amoeba sp, Arcella vulgaris, Foraminifera, Difflugia
corona, Helioza, Radiolaria
FLAGELLATA
Flagel = cambuk, lata = berjalan
• Flagellata/Mastigopora ialah hewan bersel satu yang berjalan
dengan cambuk.
• struktur tubuh yang khas yaitu adanya bulu cambuk (flagellum:
tunggal, flagella: jamak).
• memiliki selaput elastis yang disebut pelikel.
• Flagellata dijumpai di laut dan di air tawar.
• Ada pula yang hidup parasit, namun jarang yang saprofit
(parasit).
• Flagellata ada yang mempunyai plastida (Fitoflagellata) dan ada
yang tidak mempunyai plastida (Zooflagellata).
• Fitoflagellata dapat berfotosintesis (autotrof) sehingga bersifat
holofitik, Ex : Euglena
• Zooflagellata bersifat holozoik.
• Bentuk tubuhnya menyerupai daun yang mempunyai bintik
mata dan berkloroplas.
Contoh : Trypanosoma evansi Penyebab penyakit surra pada
hewan ternak
CILLIATA
 Silia berfungsi sebagai alat gerak dan
membantu pergerakan makanan ke sitostoma.
 Mempunyai 2 inti: makronukleus (vegetatif,
mengatur pencernaan makanan) dan
mikronukleus (generatif).
 Memiliki trikois (pertahanan diri dari musuh)
 Reproduksi: aseksual (pembelahan biner
transversal) maupun seksual (konjugasi).
 Hidup bebas di lingkungan berair, hidup bebas
di alam, bersimbiosis maupun parasit pada
tubuh manusia atau hewan.
Contoh : Paramecium caudatum
SPOROZOA
• hewan uniselluler
• memiliki bentuk seperti spora.
• tidak memiliki alat gerak.
• hidup sebagai parasit pada hewan atau manusia.
• reproduksi secara aseksual dan seksual
• Pergiliran reproduksi aseksual dan seksualnya kompleks, dengan beberapa
perubahan bentuk serta membutuhkan dua atau lebih inang.
• Reproduksi aseksual dilakukan dengan pembelahan biner.
• Reproduksi seksual dilakukan dengan pembentukan gamet dan dilanjutkan
dengan penyatuan gamet jantan dan betina.
Contoh Sporozoa adalah Toxoplasma gondii yang menyebabkan
toksoplasmosis dan Plasmodium yang menyebabkan penyakit malaria pada
manusia.
SISTEM REPRODUKSI
Aseksual (Vegetatif)
1. pembelahan mitosis (biner), yaitu
pembelahan yang diawali dengan
pembelahan inti dan diikuti pembelahan
sitoplasma, kemudian menghasilkan 2 sel
baru.Pembelahan biner terjadi pada
Amoeba. Paramaecium, Euglena.
2. Spora, Perkembangbiakan aseksual pada
kelas Sporozoa (Apicomplexa) dengan
membentuk spora melalui proses sporulasi
di dalam tubuh nyamuk Anopheles. Spora
yang dihasilkan disebut sporozoid
SISTEM REPRODUKSI
Seksual (Generatif)
1. Konjugasi, Peleburan inti sel pada
organisme yang belum jelas alat kelaminnya.
Pada Paramaecium mikronukleus
yang sudah dipertukarkan akan melebur
dengan makronukleus, proses ini disebut
singami.
2. Peleburan gamet Sporozoa (Apicomplexa)
telah dapat menghasilkan gamet jantan dan
gamet betina. Peleburan gamet ini
berlangsung di dalam tubuh nyamuk.
PERANAN PROTOZOA
 sebagai sumber protein dengan keseimbangan kandungan
asam amino yang lebih baik dibandingkan dengan bakteri
sebagai makanan ternak ruminansia.
 ciliata/protozoa juga menelan partikel-partikel pati sehingga
memperlambat terjadinya fermentasi.
 mampu mencerna selulosa dengan hasil akhir berupa asam
lemak terbang (VFA)
Menguntungkan
PERANAN PROTOZOA
 Entamoeba histolyca, penyebab disentri.
 Trypanosoma brucei, penyebab penyakit tidur di Africa
 Trypanosoma evansi, penyebab penyakit pada hewan ternak,
misalnya pada sapi, kambing, dan kuda
 Leishmania, penyebab penyakit kala azar
 Trichomonas vaginalis, parasit pada alat kelamin wanita dan
saluran kelamin laki-laki.
 Balantidium coli, penyebab diare
 Toxopalsma gondii, penyebab toksopalsmosis
 Plasmodium, Penyebab penyakit malaria
Merugikan
Protozoa

Protozoa

  • 1.
  • 2.
    PENDAHULUAN CIRI CIRI PROTOZOA STRUKTURSEL PROTOZOA KLASIFIKASI PROTOZOA SISTEM REPRODUKSI PROTOZOA PERANAN PROTOZOA
  • 3.
    PENDAHULUAN Protozoa, organisme berselsatu. Protozoa adalah eukariota, organisme ditandai dengan memiliki materi herediter yang tertutup dalam inti yang dibatasi oleh membran. Kebanyakan protozoa berukuran mikroskopis, mulai dari ukuran dengan panjang sekitar 0,001-0,01 mm, tetapi beberapa, termasuk amuba tertentu, cukup besar untuk dilihat dengan mata telanjang. Protozoa hidup bebas makan terutama pada organisme mikroskopis seperti bakteri, ragi, alga, dan protozoa lainnya. Beberapa spesies Protozoa mengandung klorofil dan mampu membuat makanan mereka sendiri dengan fotosintesis. Banyak protozoa memakan benda mati, dan dengan demikian berguna dalam membuang limbah organik.
  • 4.
    CIRI-CIRI UMUM • Umumnyaheterotrof (tidak dapat membuat makanan sendiri) • Protozoa memiliki alat gerak yaitu ada yang berupa kaki semu, bulu getar (cillia) atau bulu cambuk (flagel). • Protozoa dapat Hidup bebas, saprofit atau parasit • Protozoa merupakan Organisme bersel tunggal • Protozoa adalah Eukariotik atau memiliki membran nukleus/ berinti sejati • Protozoa dapat Hidup soliter (sendiri) atau berkoloni (kelompok) • Dapat membentuk sista untuk bertahan hidup. sista, merupakan bentuk sel protozoa yang terdehidrasi dan berdinding tebal mirip dengan endospora yang terjadi pada bakteri • Protozoa mampu bertahan hidup dalam lingkungan kering maupun basah. • Protozoa tidak mempunyai dinding sel • Protozoa merupakan organisme mikroskopis yang prokariot • Protozoa berukuran mikroskopis, yaitu sekitar 10 – 200 µ
  • 5.
    STRUKTUR SEL Struktur danfungsi tubuh: • membran plasma  pelindung, pengatur pertukaran makanan dan gas, • Sitoplasma, • vakuola makanan  mencerna makanan, • vakuola kontraktil  mengeluarkan sisa makanan (cair) melalui membran sel (secara kontraksi) serta mengatur kadar air dalam sel (osmoregulator), • inti sel  mengatur aktivitas sel.
  • 6.
    KLASIFIKASI Protozoa dibagi menjadi4 kelas berdasarkan ada atau tidaknya alat gerak, yaitu: 1.RHIZOPODA / SARCODINA alat gerak berupa PSEUDOPODIA 2. FLAGELLATA / MASTIGOFORA alat gerak berupa FLAGEL 3. CILIATA alat gerak berupa cillia atau rambut getar 4. SPOROZOA -- TANPA ALAT GERAK
  • 7.
    RHIZOPODA Rhizo=akar, poda=kaki, pseudo=palsu.Sarcodes = gumpalan, sarx=daging. Sarcodina/Rhizopoda ialah hewan bersel satu dapat membentuk kaki semu (Pseudopodia). Ciri –ciri rhizopoda, yaitu: 1. Alat gerak: pseupodia. 2. Ada yang telanjang maupun bercangkang 3. Bentuk sel berubah-ubah. 4. Sitoplasma terdiri dari endoplasma dan ektoplasm 5. Reproduksi: aseksual (pembelaha biner), sebagian dapat membentuk kista. 6. Heterotrof (memangsa alga uniseluler, bakteri, protozoa lain). 7. Biasanya hidup bebas di tanah lembab dan lingkungan berair, beberapa parasit. Contoh :Amoeba sp, Arcella vulgaris, Foraminifera, Difflugia corona, Helioza, Radiolaria
  • 8.
    FLAGELLATA Flagel = cambuk,lata = berjalan • Flagellata/Mastigopora ialah hewan bersel satu yang berjalan dengan cambuk. • struktur tubuh yang khas yaitu adanya bulu cambuk (flagellum: tunggal, flagella: jamak). • memiliki selaput elastis yang disebut pelikel. • Flagellata dijumpai di laut dan di air tawar. • Ada pula yang hidup parasit, namun jarang yang saprofit (parasit). • Flagellata ada yang mempunyai plastida (Fitoflagellata) dan ada yang tidak mempunyai plastida (Zooflagellata). • Fitoflagellata dapat berfotosintesis (autotrof) sehingga bersifat holofitik, Ex : Euglena • Zooflagellata bersifat holozoik. • Bentuk tubuhnya menyerupai daun yang mempunyai bintik mata dan berkloroplas. Contoh : Trypanosoma evansi Penyebab penyakit surra pada hewan ternak
  • 9.
    CILLIATA  Silia berfungsisebagai alat gerak dan membantu pergerakan makanan ke sitostoma.  Mempunyai 2 inti: makronukleus (vegetatif, mengatur pencernaan makanan) dan mikronukleus (generatif).  Memiliki trikois (pertahanan diri dari musuh)  Reproduksi: aseksual (pembelahan biner transversal) maupun seksual (konjugasi).  Hidup bebas di lingkungan berair, hidup bebas di alam, bersimbiosis maupun parasit pada tubuh manusia atau hewan. Contoh : Paramecium caudatum
  • 10.
    SPOROZOA • hewan uniselluler •memiliki bentuk seperti spora. • tidak memiliki alat gerak. • hidup sebagai parasit pada hewan atau manusia. • reproduksi secara aseksual dan seksual • Pergiliran reproduksi aseksual dan seksualnya kompleks, dengan beberapa perubahan bentuk serta membutuhkan dua atau lebih inang. • Reproduksi aseksual dilakukan dengan pembelahan biner. • Reproduksi seksual dilakukan dengan pembentukan gamet dan dilanjutkan dengan penyatuan gamet jantan dan betina. Contoh Sporozoa adalah Toxoplasma gondii yang menyebabkan toksoplasmosis dan Plasmodium yang menyebabkan penyakit malaria pada manusia.
  • 11.
    SISTEM REPRODUKSI Aseksual (Vegetatif) 1.pembelahan mitosis (biner), yaitu pembelahan yang diawali dengan pembelahan inti dan diikuti pembelahan sitoplasma, kemudian menghasilkan 2 sel baru.Pembelahan biner terjadi pada Amoeba. Paramaecium, Euglena. 2. Spora, Perkembangbiakan aseksual pada kelas Sporozoa (Apicomplexa) dengan membentuk spora melalui proses sporulasi di dalam tubuh nyamuk Anopheles. Spora yang dihasilkan disebut sporozoid
  • 12.
    SISTEM REPRODUKSI Seksual (Generatif) 1.Konjugasi, Peleburan inti sel pada organisme yang belum jelas alat kelaminnya. Pada Paramaecium mikronukleus yang sudah dipertukarkan akan melebur dengan makronukleus, proses ini disebut singami. 2. Peleburan gamet Sporozoa (Apicomplexa) telah dapat menghasilkan gamet jantan dan gamet betina. Peleburan gamet ini berlangsung di dalam tubuh nyamuk.
  • 13.
    PERANAN PROTOZOA  sebagaisumber protein dengan keseimbangan kandungan asam amino yang lebih baik dibandingkan dengan bakteri sebagai makanan ternak ruminansia.  ciliata/protozoa juga menelan partikel-partikel pati sehingga memperlambat terjadinya fermentasi.  mampu mencerna selulosa dengan hasil akhir berupa asam lemak terbang (VFA) Menguntungkan
  • 14.
    PERANAN PROTOZOA  Entamoebahistolyca, penyebab disentri.  Trypanosoma brucei, penyebab penyakit tidur di Africa  Trypanosoma evansi, penyebab penyakit pada hewan ternak, misalnya pada sapi, kambing, dan kuda  Leishmania, penyebab penyakit kala azar  Trichomonas vaginalis, parasit pada alat kelamin wanita dan saluran kelamin laki-laki.  Balantidium coli, penyebab diare  Toxopalsma gondii, penyebab toksopalsmosis  Plasmodium, Penyebab penyakit malaria Merugikan