Protista Mirip Hewan
Anggota :
Mentarina Rizki
Rizka Ramadhan
Salsabila Munirah Amir
Suci Mufayustika
Ulfah Farhana
Ciri Tubuh
• Ukuran dan Bentuk Tubuh
Protozoa berukuran mikroskopis, yaitu
sekitar 10 sampai 200 mikron.
Protozoa memiliki alat gerakberupa
peudopodia( kaki semu) silia(bulu getar), dan
flagelum (bulu cambuk).
Protozoa memiliki cangkang.
Struktur dan fungsi tubuh
Terdiri dari:
• Membran sel berfungsi sebagai pelindung serta pengatur
makanan dan gas.
• Vakuola makanan berfungsi untuk mencerna makanan,
terbentuk dari proses makan sel dengan cara menelan oleh
setiap bagian membran sel atau melalui sitostoma (mulut
sel).
• Vakuola kontraktil adalah vakuola yang berfungsi
mengeluarkan sisa makanan berbentuk cair keluar sel melalui
membran sel melalui membran sel serta mengatur kadar air
dalam sel.
• Sitoplasma berfungsi sebagai tempat terdapatnya organel sel,
ion-ion, makromolekul dan mikromolekul
• Inti sel berfungsi mengatur aktivitas sel
Struktur dan Bentuk Paramecium
Cara hidup
• Protozoa hidup dengan cara
heterotrof (yang tidak bisa
membuat makanan sendiri)
dengan memangsa bakteri,
protista lain,dan sampah
organik yang berperan
penting dalam mengontrol
jumlah bakteri di alam.
Pembagian Protozoa
Habitat
• Protozoa hidup berkelompok dengan banyak
ragamnya.
• Yang hidup bebas : di laut, air tawar dan
selokan
• ada yang hidup di tanah.
• Yang hidup di tubuh manusia/ hewan dengan
cara bersimbiosis.
Contoh Protista
Reproduksi
• Reproduksi secara aseksual yaitu dengan
pembelahan biner
• Reproduksi secara seksual dengan penyatuan
sel gamet/penyatuan inti sel
vegetatif(konjugasi)
• Dalam bereproduksi ada sel yang tidak aktif
yang disebut kista.
Proses Konjugasi
Klasifikasi
• Terdiri 4 kelas berdasarkan alat geraknya :
1. Rhizopoda
Bergerak dengan penjululuran selnya yang membentuk
pseudopodia. Hewan ini ada yang bercangkang, contohnya
globigerina. Cangkang tersusun dari silika atau kalsium
karbonat. Bentuk selnya berubah-ubah saat diam dan
bergerak. Sitoplasmanya terdiri dari ektoplasma (plasma sel
bagian luar) dan endoplasma(plasma sel bagian dalam).
Rhizopoda berkembanag biak secara aseksual dengan
pembelahan biner. Rhizopoda umumnya hidup bebas di
ligkungan berair, baik di darat maupun laut. Rhizopoda
bersifat heterotrof dengan memangsa alga unisel,bakteri,atau
protozoa lain. Contoh rhizopoda : amoeba poteus, difflugia,
globigerina, entamoeba ginggivalis,dan entamoeba
histolytica.
Klasifikasi
2. Ciliata
Bergerak dengan menggunakan silia (rambut
getar). Silia berfungsi untuk bergerak dan alat
bantu untuk makan yang membantu pergerakan
makanan ke sitostoma. Sel ciliata memiliki dua inti
yaitu makronukleus dan mikronukleus. Ada juga
trikokis (untuk membantu pertahanan diri dari
musuh). Tempat hidup cilita yaitu bebas di air,
parasit,dan di tubuh makhluk hidup. Contohnya :
Paramesium caudatum, Didinium, Stentor,
Balantidium, Vorticella, dan Balantidium coli.
Contoh Ciliata
Proses Konjugasi
3. Flagellata
Bergerak dengan menggunakan bulu cambuk
(flagelum). Flagellata memiliki 2 flagelum yaitu
dibelakan sel (posterior) dan di depan sel (anterior).
Flagellata berkembang biak secara aseksual dengan
pembelahan biner membujur (pada trypanosoma)
.Flagellata ada Yang hidup bebas di lingkungan
berair, hidup bersimbiosis, atau parasit dalam tubuh
hewan. Contohnya : tryconimpha champanula,
trypanosoma brucei, trypanosoma evansi,
trichomonas vaginalis, leishmania. Trypanosoma dan
Leismania dibawa oleh jenis lalat tsetse, Glossina
moritans yang dapat menyebabkan kematian.
4. Sporozoa (Apycomplexa)
Merupakan kelompok protista uniseluler yang
pada salah satu tahapan pada siklus hidupnya memiliki
bentuk seperti spora. Sporozoa tidak memiliki alat
gerak. Seluruh jenis sporozoa hidup sebagai parasit
pada hewan atau manusia. Sporozoa melakukan
reprodukasi secara seksual (dgn pembentukan gamet)
dan aseksual (pembelahan biner). Contohnya :
Toxoplama gondii (penyebab penyakit toksoplasmosis)
dan Plasmodium (penyebab penyakit malaria pada
manusia).
Proses Penularan Anopheles
Peran Protozoa Dalam Kehidupan
Manusia
Protozoa yang menguntungkan:
• Foraminifera, cangkang atau kerangkanya merupakan
petunjuk dalam mencari SDA.
• Radiolaria, kerangkanya jika diendap oleh tanah di laut bisa
dipakai sebagai bahan penggosok .
Protozoa yang merugikan :
Entamoeba histolityca, penyebab disentri
Trypanosoma brucei, penyebab penyakit tidur di Afrika
Leishmania, penyebab penyakit kalazaar
Trichomonas vaginalis, parasit pada alat kelamin wanita dan
saluran kelamin pria
• Balantidium coli, penyebab diare
• Toxoplasma gondii, penyebab toxoplasmosis
• Plasmodium, penyebab penyakit malaria
•
•
•
•
Protozoa yang Merugikan
Thank You

Protista Mirip Hewan (Protozoa) X-1

  • 1.
    Protista Mirip Hewan Anggota: Mentarina Rizki Rizka Ramadhan Salsabila Munirah Amir Suci Mufayustika Ulfah Farhana
  • 2.
    Ciri Tubuh • Ukurandan Bentuk Tubuh Protozoa berukuran mikroskopis, yaitu sekitar 10 sampai 200 mikron. Protozoa memiliki alat gerakberupa peudopodia( kaki semu) silia(bulu getar), dan flagelum (bulu cambuk). Protozoa memiliki cangkang.
  • 3.
    Struktur dan fungsitubuh Terdiri dari: • Membran sel berfungsi sebagai pelindung serta pengatur makanan dan gas. • Vakuola makanan berfungsi untuk mencerna makanan, terbentuk dari proses makan sel dengan cara menelan oleh setiap bagian membran sel atau melalui sitostoma (mulut sel). • Vakuola kontraktil adalah vakuola yang berfungsi mengeluarkan sisa makanan berbentuk cair keluar sel melalui membran sel melalui membran sel serta mengatur kadar air dalam sel. • Sitoplasma berfungsi sebagai tempat terdapatnya organel sel, ion-ion, makromolekul dan mikromolekul • Inti sel berfungsi mengatur aktivitas sel
  • 4.
  • 5.
    Cara hidup • Protozoahidup dengan cara heterotrof (yang tidak bisa membuat makanan sendiri) dengan memangsa bakteri, protista lain,dan sampah organik yang berperan penting dalam mengontrol jumlah bakteri di alam.
  • 6.
  • 7.
    Habitat • Protozoa hidupberkelompok dengan banyak ragamnya. • Yang hidup bebas : di laut, air tawar dan selokan • ada yang hidup di tanah. • Yang hidup di tubuh manusia/ hewan dengan cara bersimbiosis.
  • 8.
  • 9.
    Reproduksi • Reproduksi secaraaseksual yaitu dengan pembelahan biner • Reproduksi secara seksual dengan penyatuan sel gamet/penyatuan inti sel vegetatif(konjugasi) • Dalam bereproduksi ada sel yang tidak aktif yang disebut kista.
  • 10.
  • 11.
    Klasifikasi • Terdiri 4kelas berdasarkan alat geraknya : 1. Rhizopoda Bergerak dengan penjululuran selnya yang membentuk pseudopodia. Hewan ini ada yang bercangkang, contohnya globigerina. Cangkang tersusun dari silika atau kalsium karbonat. Bentuk selnya berubah-ubah saat diam dan bergerak. Sitoplasmanya terdiri dari ektoplasma (plasma sel bagian luar) dan endoplasma(plasma sel bagian dalam). Rhizopoda berkembanag biak secara aseksual dengan pembelahan biner. Rhizopoda umumnya hidup bebas di ligkungan berair, baik di darat maupun laut. Rhizopoda bersifat heterotrof dengan memangsa alga unisel,bakteri,atau protozoa lain. Contoh rhizopoda : amoeba poteus, difflugia, globigerina, entamoeba ginggivalis,dan entamoeba histolytica.
  • 12.
  • 13.
    2. Ciliata Bergerak denganmenggunakan silia (rambut getar). Silia berfungsi untuk bergerak dan alat bantu untuk makan yang membantu pergerakan makanan ke sitostoma. Sel ciliata memiliki dua inti yaitu makronukleus dan mikronukleus. Ada juga trikokis (untuk membantu pertahanan diri dari musuh). Tempat hidup cilita yaitu bebas di air, parasit,dan di tubuh makhluk hidup. Contohnya : Paramesium caudatum, Didinium, Stentor, Balantidium, Vorticella, dan Balantidium coli.
  • 14.
  • 15.
  • 16.
    3. Flagellata Bergerak denganmenggunakan bulu cambuk (flagelum). Flagellata memiliki 2 flagelum yaitu dibelakan sel (posterior) dan di depan sel (anterior). Flagellata berkembang biak secara aseksual dengan pembelahan biner membujur (pada trypanosoma) .Flagellata ada Yang hidup bebas di lingkungan berair, hidup bersimbiosis, atau parasit dalam tubuh hewan. Contohnya : tryconimpha champanula, trypanosoma brucei, trypanosoma evansi, trichomonas vaginalis, leishmania. Trypanosoma dan Leismania dibawa oleh jenis lalat tsetse, Glossina moritans yang dapat menyebabkan kematian.
  • 17.
    4. Sporozoa (Apycomplexa) Merupakankelompok protista uniseluler yang pada salah satu tahapan pada siklus hidupnya memiliki bentuk seperti spora. Sporozoa tidak memiliki alat gerak. Seluruh jenis sporozoa hidup sebagai parasit pada hewan atau manusia. Sporozoa melakukan reprodukasi secara seksual (dgn pembentukan gamet) dan aseksual (pembelahan biner). Contohnya : Toxoplama gondii (penyebab penyakit toksoplasmosis) dan Plasmodium (penyebab penyakit malaria pada manusia).
  • 18.
  • 19.
    Peran Protozoa DalamKehidupan Manusia Protozoa yang menguntungkan: • Foraminifera, cangkang atau kerangkanya merupakan petunjuk dalam mencari SDA. • Radiolaria, kerangkanya jika diendap oleh tanah di laut bisa dipakai sebagai bahan penggosok .
  • 20.
    Protozoa yang merugikan: Entamoeba histolityca, penyebab disentri Trypanosoma brucei, penyebab penyakit tidur di Afrika Leishmania, penyebab penyakit kalazaar Trichomonas vaginalis, parasit pada alat kelamin wanita dan saluran kelamin pria • Balantidium coli, penyebab diare • Toxoplasma gondii, penyebab toxoplasmosis • Plasmodium, penyebab penyakit malaria • • • •
  • 21.
  • 22.