SlideShare a Scribd company logo
TEKNIK RADIOGRAFI
PEDIATRIC
PENGERTIAN
Pediatric Radiography merupakan teknik pemeriksaan radiography untuk
anak usia 0-12 tahun. Pemeriksaan ini tidak berbeda jauh dengan
pemeriksaan radiografi pada orang dewasa hanya saja ada berapa hal yang
berbeda seperti persiapan pemeriksaan, alat fiksasi, faktor eksposi, dan lain-
lain.
INDIKASI PEMERIKSAAN
1. Indikasi Pemeriksaan Thorax
a. Bronkhitis
Bronkhitis adalah suatu peradangan pada bronkus (saluran udara ke paru-paru). Penyakit ini biasanya bersifat ringan dan
pada akhirnya akan sembuh sempurna. Serangan bronkitis berulang bisa terjadi pada perokok dan penderita penyakit
paru-paru dan saluran pernafasan menahun.
Infeksi berulang bisa merupakan akibat dari:
• Sinustis kronis.
• Bronkiektasis.
• Alergi.
• Pembesaran amandel dan adenoid pada anak-anak.
Bronkhitis iritatif bisa disebabkan oleh :
• Berbagai jenis debu.
• Asap dari asam kuat, amonia, beberapa pelarut organik, klorin, hidrogen sulfida, sulfur dioksida dan bromin.
• Polusi udara yang menyebabkan iritasi ozon dan nitrogen dioksida.
• Tembakau dan rokok lainnya.
b. Atelektasis
Atelektasis adalah pengkerutan sebagian atau seluruh paru-paru akibat
penyumbatan saluran udara (bronkus maupun bronkiolus) atau akibat pernafasan
yang sangat dangkal.
c. Trauma
Trauma thorax adalah luka atau cedera yang mengenai rongga thorax yang dapat
menyebabkan kerusakan pada dinding thorax ataupun isi dari cavum thorax yang
disebabkan oleh benda tajam atau benda tumpul dan dapat menyebabkan
keadaan gawat thorax akut.
d. Tumor/massa
Tumor mediastinum adalah tumor yang terdapat di dalam mediastinum yaitu
rongga di antara paru-paru kanan dan kiri yang berisi jantung, aorta, dan arteri
besar, pembuluh darah vena besar, trakea, kelenjar timus, saraf, jaringan ikat,
kelenjar getah bening dan salurannya.
e. Efusi pleura
Efusi Fleura adalah pengumpulan cairan di dalam rongga pleura, dimana rongga
pleura merupakan rongga yang terletak di antara selaput yang melapisi paru-paru
dan rongga dada di sebabkan oleh ketidak seimbangan antara pembentukan dan
pengeluaran cairan pleura. dalam keadaan normal jumlah cairan dalam rongga
pleura sekitar 10 - 200 ml.
f. Pneumo thorax
Pneumo thorax adalah adanya udara atau gas dalam rongga pleura, yang dapat
terjadi secara spontan, sebagai akibat truma disebabkan oleh trauma dada yang
dapat mengakibatkan kebocoran sehingga cairan masuk ke dalam ruang fleura
menjadi meningkat dan mengakibatkan peningkatan tekanan intra thorax.
2. Indikasi pemeriksaan pada abdomen
a. Perforasi
Setiap organ pencernaan berongga bisa menjadi berlubang (bocor), yang
menyebabkan terlepasnya isi gastrointestinal dan menyebabkan kejutan dan
kematian jika operasi tidak segera dilakukan.
b. Ileus obstruksi
Ileus obstruktif adalah obstruksi usus akibat dari penghambatan motilitas
usus yang dapat ditimbulkan oleh banyak penyebab.
c. Ileus paralitik
Ileus paralitik / ileus adinamik adalah suatu keadaa dimana pergerakan
kontraksi normal dinding usus untuk sementara waktu berhenti.
d. Invaginasi
Invaginasi adalah keadaan dimana terjadi obstruksi usus parsial atau
komplit, sebagai akibat masuknya bagian proksimal usus ke bagian
yang lebih distal
e. Trauma Abdomen
Trauma abdomen adalah trauma yang terjadi pada daerah abdomen yang
meliputi daerah retroperitoneal, pelvis dan organ peritroneal.
3. Indikasi pemeriksaan ekstremitas
• Fraktur
• Striktura
• Dislokasi
• Corpus Alienum
• Talipes
• Asteomyelitis
4. Indikasi pemeriksaan pada skull
• osteopetrosis
• hydrochephalus
• osteogenesis imperfect
5. Indikasi pemeriksaan pada Pelvis dan Hip
• fracture, dislokasi, congenital anomalies
Imobilisasi
Pada pemeriksaan radiografi pada bayi atau anak-anak harus dilakukan komunikasi yang
baik dengan pasien. Imobilisasi yang dilakukan diusahakan tidak menyakiti pasien, aman
serta mudah dilakukan. Berikut beberapa bentuk imobilisasi pada pasien anak :
1. Bantuan Orang Tua/Keluarga
Untuk anak yang aktif dengan umur kisaran 2-7 tahun, yang mana anak ini biasanya sangat
agresif bila bertemu dengan orang asing, perlu bantuan dari orang tua/keluarga. Selain itu,
radiographer diharuskan dapat melakukan komunikasi yang baik dengan orang tua si anak
dan memastikan bahwa pemeriksaan yang dilakukan tidak akan menyakiti sang anak. Jika
memang terpaksa dilakukan oleh sebab sang anak tidak mau dilakukan pemeriksaan
tersebut, sang anak harus dilakukan imobilisasi guna menjamin kelancaran, keselamatan,
dan menjamin anak tersebut merasa aman selama pemeriksaan berlangsung.
Bentuk bantuan orang tua dapat dilakukan oleh salah satu
orang tua pasien atau kedua orang tua pasien. Cara melakukan
imobilisasi dengan cara :
• Memberikan edukasi pada salah satu atau kedua orang tua
pasien mengenai pemeriksaan yang akan dilakukan guna
memastikan pemeriksaan ini aman,
• Memberikan alat proteksi pada anak dan orang tua yang
membantu jalannya pemeriksaan berupa apron,
• Memberikan contoh melakukan tindakan imobilisasi pada
anak jika hanya salah satu orang tua pasien yang bersedia
melakukan imobilisasi.
• Kedua knee joint anak di ikat dengan menggunakan pengikat
yang terbuat dari kain lembut dan diikatkan pada kedua sisi
meja pemeriksaan,
• Memberikan contoh pada orang tua pasien untuk memegang
dan menahan kedua elbow joint anak yang diletakkan tepat
di samping kedua MAE anak, sehingga sang anak tidak dapat
menggerakkan hip dan bahunya lagi dan pemeriksaan dapat
dilaksanakan.
• Jika terdapat keterbatasan alat, pemeriksaan tetap dapat
dilaksanakan dengan bantuan kedua orang tua anak. Salah
satu orang tua anak memengang dan menahan elbow joint
yang diletakkan tepat disamping kedua MAE (kuping) anak
dan salah satu orang tua anak lainnya memegang dan
menahan knee joint sang anak untu tetap lurus atau ekstensi
maksimal.
2. Pembungkus/Gedong
A B
Gambar A, Letakan selembar kain halus di atas meja pemeriksaan. B,Tidurkan anak di atas
kain halus tersebut.
C D
Gambar C, Lalu lipat kain sebelah kanan ke sebelah kiri melalui atas tubuh anak. D, Begitupun
pada sisi sebelah kiri dilipat ke kanan melalui atas tubuh anak sehingga anak terbungkus.
3. Tam-em Board and Plexiglas Hold-down Paddle
Biasanya digunakan pada pemeriksaan eks.bawah
4. Pigg-o stat
Digunakan pada pemeriksaan thorax pada anak
5. Sand bags
6. Stockinette and ace bandage
7. Comperessions band and head
clamps
8. Weighted angle block as head
clamps
9. Mummifiying
Teknik Pemeriksaan Pediatric Radiography
Proyeksi AP atau PA
• Posisi Pasien :
AP : Supine di atas meja pemeriksaan
PA : Erect menghadap kaset
• Posisi Obyek :
AP : MSP pasien tegak lurus pada
pertengahan kaset, kedua tangan pasien
dijauhkan dari tubuh lalu diberi sandbag diatas
tangan tersebut dan juga pada kaki untuk
mengurangi pergerakan pasien.
PA : Gunakan pigg-o stat untuk mengurangi
pergerakan pasien
1. Teknik Pemeriksaan Thorax Anak
• Arah Sumbu Sinar :
AP : Vertikal tegak lurus
PA : Horizontal tegak lurus
• Titik Bidik : Mid Thorax
• FFD : 127 – 212 cm
• Kaset : 18x24 cm / 24x30 cm (melintang)
• Eksposi dilakukan pada saat pasien inspirasi dengan cara melihat
pergerakan pasien
Kriteria radiograf
• Tampak apex paru sampai dengan
sudut costoprenicus
• Tampak adanya udara dalam
trachea
• Tampak udara mengisi kedua
lapangan paru
Proyeksi lateral
• Posisi Pasien : Tidur miring
atau Erect
• Posisi Objek :
pasien tidur miring kemudian tangan
dan kaki diganjal menggunakan
sandbag atau bisa juga dipegangi
orang tua pasien yang sudah
menggunakan apron, bisa juga posisi
erect menggunakan pigg-o stat dan
dengan kedua tangan diangkat keatas,
bidang MCP tegak lurus pertengahan
kaset.
• Arah Sumbu Sinar : Posisi tiduran arah sinar vertikal tegak lurus
dan posisi erect arah sinar horizontak tegak lurus kaset.
• Central Point : Mid thorax
• FFD : 127-210 cm
• Kaset : 18x24 cm / 24x30 cm (membujur)
• Eksposi dilakukan pada saat pasien inspirasi dengan cara melihat
pergerakan dada pasien
Kriteria radiograf
• Tampak gambaran apex sampai dengan sudut
costoprenicus
• Tampak sternum didepan costae posterior
2. Teknik pemeriksaan (KUB) : abdomen
Proyeksi AP
• Posisi Pasien : Supine diatas meja
pemeriksaan
• Posisi objek :
Atur MSP tegak lurus pertengahan kaset. Gunakan
sand bag di tangan dan kaki pasien agar megurangi
pergerakan, atau dengan bantuan orang tua untuk
membantu memegangi pasien.
• Central ray : Vertical tegak lurus kaset
• Central Point : 1 inchi superior umbilicus /
pertengahan crista illiaca pada MSP
• FFD : 100 cm
• Kaset : 24 x 30 cm (membujur)
• Eksposi dilakukan pada saat pasien ekspirasi dengan
cara melihat pergerakan dada pasien.
Kriteria radiograf
• Tampak garis batas soft tissue dan udara mengisi
lambung dan usus, kalsifikasi(jika ada), dan tampak
struktur dari tulang
• Columna vertebrae berada pada pertengahan dari
radiograf.
• Tidak terjadi rotasi, ditandai dari pelvis,hip,dan costae
inferior simetris.
• Kolimasi mencakup dari symphisis pubis sampai kedua
batas abdomen
Proyeksi Lateral dan Dorsal
Decubitus Abdomen
• Posisi Pasien: Supine diatas meja pemeriksaan
• Posisi Obyek :
Lateral Decubitus : Pasien tidur miring dengan
kaset berada dibelakang pasien, untuk fiksasi bisa
menggunakan sandbag.
Dorsal Decubitus : Pasien supine dengan
posisi kaset berada disalah satu sisi pasien. MSP
sejajar kaset.
• Central Ray : Horizontal tegak lurus kaset
• Central Point: 1 inchi superior umbilicus
• FFD : 100 cm
• Kaset : 24x30 cm(melintang)
• Eksposi dilakukan pada saat pasien ekspirasi
dengan cara melihat pergerakan dada pasien.
Kriteria radiograf
• Struktur abdomen dan udara berada pada
daerah prevertebral.
• Tidak ada rotasi ditandai oleh costae posterior
superposisi
• Kolimasi minimal menampakkan empat sisi,
dengan CCF di midcoronal plane, pertengahan
antara diafragma dan symphisis pubis.
3. Teknik pemeriksaan ekstremitas
AP dan Lateral Upper Limbs
• Posisi Pasien : Supine atau duduk
• Posisi objek :
Letakkan objek yang diperiksa diatas kaset, atur objek sesuai dengan permintaan pemeriksaan
(AP/Lateral) untuk imobilisasi bisa menggunakan sand bag atau bisa juga orang tua diminta
memegang pasien dengan catatan harus menggunakan apron.
• Central Ray : Vertical tegak lurus kaset.
• Central Point : Pertengahan objek yang diperiksa
• FFD : 100 cm
• Kaset : 18x24 cm (melintang)
Kriteria radiograf
• Kolimasi mencakup smua bagian dari
empat sisi tanpa terpotongnya bagian
dari essential anatomy
AP dan Lateral Lower Limbs
• Posisi Pasien : Supine
• Posisi Objek :
Atur objek yang akan diperiksa tegak
lurus pertengahan kaset, gunakan
tape/compression band untuk alat
fiksasi, gunakan juga gonad shield.
• Central Ray : Vertical tegak
lurus kaset
• Central Point : Pertengahan
Objek yang diperiksa
• FFD : 100 cm
Kriteria radiograf• AP :
• Lateral dan medial epicondylus dari distal femur simetris
• Tibia dan fibula tampak dengan superposisi minimal.
• Lateral :
• medial dan lateral epicondylus dari femur superposisi
• Tibia dan fibula superposisi
AP dan Lateral Pelvis dan
Hips
• Posisi Pasien : Supine
• Posisi Objek :
letakkan objek yang diperiksa
dipertengahan kaset. Untuk posisi AP
kedua kaki diatur lurus sedangkan
untuk posisi Lateral kedua knee di
flexikan dan telapak kaki ditemukan
menjadi satu. Gunakan alat fiksasi
dan gonad shield.
• Central Ray : Vertical tegak
lurus kaset
• Central Point : Pertengahan
objek yang diperiksa.
• FFD : 100 cm
Kriteria radiograf• Penggunaan IR yang besar dapat menampakkan semua
bagian dari pelvis dan proximal femur
• Tidak ada rotasi dilihat dari ala dari illium yang simetris
dan kedua foramen obturator
• AP: internal rotasi dari kaki dilihat dari femoral neck dan
trochanter mayor tampak.
• Lateral: proximal femur tampak superposisi dari
trochanter mayor dan neck dengan trochanter mayor
berada di inferior.
4. Teknik pemeriksaan Skull AP,AP Rverse caldwell, dan
towne
• Posisi pasien : supine berada pada
pertengahan meja, letakkan sandbags di kaki
pasien dan sisi kanan kiri pasien. Kompresi
jika diperlukan
• Posisi objek :pastikan kepala tidak ada rotasi,
OML tegak lurus IR, menggunakan
immobilisasi kepala.
• CP: pertengahan glabela
AP skull: CR paralel OML
AP reverse caldwell: CR 15°cephalad ke OML
AP towne: CR 30° caudad ke OML
• CR: vertical tegak lurus
• FFD: 100 cm
Kriteria radiograf
• Keseluruhan kepala tampak
• Tidak terjadi rotasi dilihat dari jarak dari kedua
margin kepala simetris
• AP 0°: petrosum superosisi dng superior dari orbita
• AP 15° cephalad : petrosum berada ½ / ¼ dari orbita
• Towne: petrosum berada di bawah orbita inferior.
Proyeksi skull Lateral
• Posisi pasien: semiprone, dengan memberi
sandbag di belakang pasien dan sisi bawah
badan
• Posisi obyek : kepala dirotasikan true lateral
dengan menempatkan busa atau handuk di
bawah mandibula
• Letakkan busa atau sandbags dibelakang
kepala untuk mencegah pergerakan dari
kepala
• Gunakan kompresi kepala.
• CP : 5 cm dibawah MAE
• CR: vertical tegak lurus
• FFD: 100 cm
Kriteria radiograf
• Tampak keseluruhan cranium sampai
supoerior dari cervical
• Tidak ada rotasi ditandai dari ramus
mandibulla saling superposisi, orbita
superposisi dan sphenoid.
TERIMAKASIH

More Related Content

What's hot

Radiofotografi ii ( ATRO NUSANTARA JAKARTA)
Radiofotografi  ii ( ATRO NUSANTARA JAKARTA)Radiofotografi  ii ( ATRO NUSANTARA JAKARTA)
Radiofotografi ii ( ATRO NUSANTARA JAKARTA)
Novita Anggia
 
ppt kritisi dan evaluasi radiograf Cervical dan thoracal
ppt kritisi dan evaluasi radiograf Cervical dan thoracalppt kritisi dan evaluasi radiograf Cervical dan thoracal
ppt kritisi dan evaluasi radiograf Cervical dan thoracal
Nona Zesifa
 
ppt kritisi dan evaluasi radiograf Follow through
ppt kritisi dan evaluasi radiograf Follow throughppt kritisi dan evaluasi radiograf Follow through
ppt kritisi dan evaluasi radiograf Follow through
Nona Zesifa
 
Appendicografi
AppendicografiAppendicografi
Appendicografi
Wira Kusuma
 
Teknik Radiografi 3 Sistem Biliari
Teknik Radiografi 3 Sistem BiliariTeknik Radiografi 3 Sistem Biliari
Teknik Radiografi 3 Sistem Biliari
Nona Zesifa
 
Atresia ani
Atresia aniAtresia ani
Atresia ani
Ich Bin Fandy
 
Ivp
Ivp Ivp
ppt kritisi dan evaluasi radiograf Appendicografi
ppt kritisi dan evaluasi radiograf Appendicografippt kritisi dan evaluasi radiograf Appendicografi
ppt kritisi dan evaluasi radiograf Appendicografi
Nona Zesifa
 
Penggunaan media kontras
Penggunaan media  kontrasPenggunaan media  kontras
Penggunaan media kontrasIch Bin Fandy
 
Angiografi.
Angiografi.Angiografi.
Angiografi.
jaaaw9
 
Penatalaksanaan radiografi vertebrae thoracolumbal dengan klinis skoliosis di...
Penatalaksanaan radiografi vertebrae thoracolumbal dengan klinis skoliosis di...Penatalaksanaan radiografi vertebrae thoracolumbal dengan klinis skoliosis di...
Penatalaksanaan radiografi vertebrae thoracolumbal dengan klinis skoliosis di...
Putri Nugraheni
 
Prosessing otomatis radiografi
Prosessing otomatis radiografiProsessing otomatis radiografi
Prosessing otomatis radiografi
Amalia Annisa
 
THORAX.pptx
THORAX.pptxTHORAX.pptx
THORAX.pptx
ArifSatria17
 
Document1 tugas tr cruris
Document1 tugas tr crurisDocument1 tugas tr cruris
Document1 tugas tr cruris
Martin Pa Docc
 
Pesawat sinar x fluoroskopi
Pesawat sinar x fluoroskopiPesawat sinar x fluoroskopi
Pesawat sinar x fluoroskopi
sunarya afaf
 
Faktor Geometrik
Faktor GeometrikFaktor Geometrik
Faktor Geometrik
Rini Indrati
 
Teknik Radiografi 2 Tomografi
Teknik Radiografi 2 TomografiTeknik Radiografi 2 Tomografi
Teknik Radiografi 2 Tomografi
Nona Zesifa
 
Prinsip dasar usg
Prinsip dasar usg Prinsip dasar usg
Prinsip dasar usg
Sry Surniaty
 
Makalah Digital Radiography
Makalah Digital RadiographyMakalah Digital Radiography
Makalah Digital Radiography
Ivan Kurnia
 

What's hot (20)

Radiofotografi ii ( ATRO NUSANTARA JAKARTA)
Radiofotografi  ii ( ATRO NUSANTARA JAKARTA)Radiofotografi  ii ( ATRO NUSANTARA JAKARTA)
Radiofotografi ii ( ATRO NUSANTARA JAKARTA)
 
ppt kritisi dan evaluasi radiograf Cervical dan thoracal
ppt kritisi dan evaluasi radiograf Cervical dan thoracalppt kritisi dan evaluasi radiograf Cervical dan thoracal
ppt kritisi dan evaluasi radiograf Cervical dan thoracal
 
ppt kritisi dan evaluasi radiograf Follow through
ppt kritisi dan evaluasi radiograf Follow throughppt kritisi dan evaluasi radiograf Follow through
ppt kritisi dan evaluasi radiograf Follow through
 
Appendicografi
AppendicografiAppendicografi
Appendicografi
 
Teknik Radiografi 3 Sistem Biliari
Teknik Radiografi 3 Sistem BiliariTeknik Radiografi 3 Sistem Biliari
Teknik Radiografi 3 Sistem Biliari
 
Atresia ani
Atresia aniAtresia ani
Atresia ani
 
Ivp
Ivp Ivp
Ivp
 
Teknik k v tinggi
Teknik k v tinggiTeknik k v tinggi
Teknik k v tinggi
 
ppt kritisi dan evaluasi radiograf Appendicografi
ppt kritisi dan evaluasi radiograf Appendicografippt kritisi dan evaluasi radiograf Appendicografi
ppt kritisi dan evaluasi radiograf Appendicografi
 
Penggunaan media kontras
Penggunaan media  kontrasPenggunaan media  kontras
Penggunaan media kontras
 
Angiografi.
Angiografi.Angiografi.
Angiografi.
 
Penatalaksanaan radiografi vertebrae thoracolumbal dengan klinis skoliosis di...
Penatalaksanaan radiografi vertebrae thoracolumbal dengan klinis skoliosis di...Penatalaksanaan radiografi vertebrae thoracolumbal dengan klinis skoliosis di...
Penatalaksanaan radiografi vertebrae thoracolumbal dengan klinis skoliosis di...
 
Prosessing otomatis radiografi
Prosessing otomatis radiografiProsessing otomatis radiografi
Prosessing otomatis radiografi
 
THORAX.pptx
THORAX.pptxTHORAX.pptx
THORAX.pptx
 
Document1 tugas tr cruris
Document1 tugas tr crurisDocument1 tugas tr cruris
Document1 tugas tr cruris
 
Pesawat sinar x fluoroskopi
Pesawat sinar x fluoroskopiPesawat sinar x fluoroskopi
Pesawat sinar x fluoroskopi
 
Faktor Geometrik
Faktor GeometrikFaktor Geometrik
Faktor Geometrik
 
Teknik Radiografi 2 Tomografi
Teknik Radiografi 2 TomografiTeknik Radiografi 2 Tomografi
Teknik Radiografi 2 Tomografi
 
Prinsip dasar usg
Prinsip dasar usg Prinsip dasar usg
Prinsip dasar usg
 
Makalah Digital Radiography
Makalah Digital RadiographyMakalah Digital Radiography
Makalah Digital Radiography
 

Viewers also liked

Pediatric radiography
Pediatric radiographyPediatric radiography
Pediatric radiography
Julie Parsons
 
Pediatric radiology
Pediatric radiologyPediatric radiology
Pediatric radiology
airwave12
 
Patient care safety pedi 4 & 7 voice over
Patient care safety pedi 4 & 7 voice over Patient care safety pedi 4 & 7 voice over
Patient care safety pedi 4 & 7 voice over
Tiffani Walker
 
Perlindungan pasien anak dan dosis efektif pada pemanfaatan radiasi pengion
Perlindungan pasien anak  dan dosis efektif pada pemanfaatan radiasi pengion  Perlindungan pasien anak  dan dosis efektif pada pemanfaatan radiasi pengion
Perlindungan pasien anak dan dosis efektif pada pemanfaatan radiasi pengion Agung Oktavianto
 
makalah pediatric
makalah pediatricmakalah pediatric
makalah pediatric
pt.cingursapi
 
Laporan kasus kolitis
Laporan kasus kolitisLaporan kasus kolitis
Laporan kasus kolitis
Kharima SD
 
Trauma Thoraks
Trauma ThoraksTrauma Thoraks
Trauma ThoraksArif WR
 
Pedia clinical examination and diagnosis
Pedia clinical examination and diagnosisPedia clinical examination and diagnosis
Pedia clinical examination and diagnosis
IAU Dent
 
Methods of imaging of the urinary tract using contrast
Methods of imaging of the urinary tract using contrastMethods of imaging of the urinary tract using contrast
Methods of imaging of the urinary tract using contrast
Dr Abdalla M. Gamal
 
PEMERIKSAAN RADIOGRAFI DADA (CHEST RADIOGRAPHY)
PEMERIKSAAN RADIOGRAFI DADA (CHEST RADIOGRAPHY)PEMERIKSAAN RADIOGRAFI DADA (CHEST RADIOGRAPHY)
PEMERIKSAAN RADIOGRAFI DADA (CHEST RADIOGRAPHY)
Muhammad Nasrullah
 
Pulpo
PulpoPulpo
Intervensi dalam proses keperawatan
Intervensi dalam proses keperawatanIntervensi dalam proses keperawatan
Intervensi dalam proses keperawatan
Rara Niken FA
 
Shoulder x-ray
Shoulder x-rayShoulder x-ray
Shoulder x-ray
Nguyen Ha
 
anterior cross-bites in primary mixed dentition-pedo
anterior cross-bites in primary mixed dentition-pedoanterior cross-bites in primary mixed dentition-pedo
anterior cross-bites in primary mixed dentition-pedo
Parth Thakkar
 
Upper limb radiology
Upper limb radiologyUpper limb radiology
Upper limb radiology
Athira Aravind
 
Case history, examination, diagnosis and treatment
Case history, examination, diagnosis and treatmentCase history, examination, diagnosis and treatment
Case history, examination, diagnosis and treatment
Nishant Kumar
 
Management of traumatic lesions to primary dentition
Management of traumatic lesions to primary dentitionManagement of traumatic lesions to primary dentition
Management of traumatic lesions to primary dentition
Saeed Bajafar
 
Anatomy and Radiography of shoulder and arm
Anatomy and Radiography of shoulder and armAnatomy and Radiography of shoulder and arm
Anatomy and Radiography of shoulder and arm
Prasanta Nath
 
Upper extremity anatomy & positioning
Upper extremity anatomy & positioningUpper extremity anatomy & positioning
Upper extremity anatomy & positioning
InfoUtilRT
 
Advanced radiographic positions for the lower extremities
Advanced radiographic positions for the lower extremitiesAdvanced radiographic positions for the lower extremities
Advanced radiographic positions for the lower extremities
mr_koky
 

Viewers also liked (20)

Pediatric radiography
Pediatric radiographyPediatric radiography
Pediatric radiography
 
Pediatric radiology
Pediatric radiologyPediatric radiology
Pediatric radiology
 
Patient care safety pedi 4 & 7 voice over
Patient care safety pedi 4 & 7 voice over Patient care safety pedi 4 & 7 voice over
Patient care safety pedi 4 & 7 voice over
 
Perlindungan pasien anak dan dosis efektif pada pemanfaatan radiasi pengion
Perlindungan pasien anak  dan dosis efektif pada pemanfaatan radiasi pengion  Perlindungan pasien anak  dan dosis efektif pada pemanfaatan radiasi pengion
Perlindungan pasien anak dan dosis efektif pada pemanfaatan radiasi pengion
 
makalah pediatric
makalah pediatricmakalah pediatric
makalah pediatric
 
Laporan kasus kolitis
Laporan kasus kolitisLaporan kasus kolitis
Laporan kasus kolitis
 
Trauma Thoraks
Trauma ThoraksTrauma Thoraks
Trauma Thoraks
 
Pedia clinical examination and diagnosis
Pedia clinical examination and diagnosisPedia clinical examination and diagnosis
Pedia clinical examination and diagnosis
 
Methods of imaging of the urinary tract using contrast
Methods of imaging of the urinary tract using contrastMethods of imaging of the urinary tract using contrast
Methods of imaging of the urinary tract using contrast
 
PEMERIKSAAN RADIOGRAFI DADA (CHEST RADIOGRAPHY)
PEMERIKSAAN RADIOGRAFI DADA (CHEST RADIOGRAPHY)PEMERIKSAAN RADIOGRAFI DADA (CHEST RADIOGRAPHY)
PEMERIKSAAN RADIOGRAFI DADA (CHEST RADIOGRAPHY)
 
Pulpo
PulpoPulpo
Pulpo
 
Intervensi dalam proses keperawatan
Intervensi dalam proses keperawatanIntervensi dalam proses keperawatan
Intervensi dalam proses keperawatan
 
Shoulder x-ray
Shoulder x-rayShoulder x-ray
Shoulder x-ray
 
anterior cross-bites in primary mixed dentition-pedo
anterior cross-bites in primary mixed dentition-pedoanterior cross-bites in primary mixed dentition-pedo
anterior cross-bites in primary mixed dentition-pedo
 
Upper limb radiology
Upper limb radiologyUpper limb radiology
Upper limb radiology
 
Case history, examination, diagnosis and treatment
Case history, examination, diagnosis and treatmentCase history, examination, diagnosis and treatment
Case history, examination, diagnosis and treatment
 
Management of traumatic lesions to primary dentition
Management of traumatic lesions to primary dentitionManagement of traumatic lesions to primary dentition
Management of traumatic lesions to primary dentition
 
Anatomy and Radiography of shoulder and arm
Anatomy and Radiography of shoulder and armAnatomy and Radiography of shoulder and arm
Anatomy and Radiography of shoulder and arm
 
Upper extremity anatomy & positioning
Upper extremity anatomy & positioningUpper extremity anatomy & positioning
Upper extremity anatomy & positioning
 
Advanced radiographic positions for the lower extremities
Advanced radiographic positions for the lower extremitiesAdvanced radiographic positions for the lower extremities
Advanced radiographic positions for the lower extremities
 

Similar to Teknik Radiografi 3 Pediatric

KLP 1 TR 3 COLON IN LOOP PEDIATRIC.pptx
KLP 1 TR 3 COLON IN LOOP PEDIATRIC.pptxKLP 1 TR 3 COLON IN LOOP PEDIATRIC.pptx
KLP 1 TR 3 COLON IN LOOP PEDIATRIC.pptx
angelmanurip
 
Pemeriksaan Fisik Sistem Pernapasan'
Pemeriksaan Fisik Sistem Pernapasan'Pemeriksaan Fisik Sistem Pernapasan'
Pemeriksaan Fisik Sistem Pernapasan'
Nola Hastuti
 
Penatalaksanaan Asfiksia Pada BBL
Penatalaksanaan Asfiksia Pada BBLPenatalaksanaan Asfiksia Pada BBL
Penatalaksanaan Asfiksia Pada BBL
pjj_kemenkes
 
Pemeriksaan Fisik Sistem Pernafasan
Pemeriksaan Fisik Sistem PernafasanPemeriksaan Fisik Sistem Pernafasan
Pemeriksaan Fisik Sistem Pernafasan
pjj_kemenkes
 
Pemeriksaan Fisik Sistem Pernafasan
Pemeriksaan Fisik Sistem PernafasanPemeriksaan Fisik Sistem Pernafasan
Pemeriksaan Fisik Sistem Pernafasan
pjj_kemenkes
 
Pemeriksaan Fisik Sistem Pernafasan
Pemeriksaan Fisik Sistem PernafasanPemeriksaan Fisik Sistem Pernafasan
Pemeriksaan Fisik Sistem Pernafasan
pjj_kemenkes
 
Hirschsprung-1.pptx
Hirschsprung-1.pptxHirschsprung-1.pptx
Hirschsprung-1.pptx
MelinaDefitaSari
 
SOP pemeriksaan bayi.docx
SOP pemeriksaan bayi.docxSOP pemeriksaan bayi.docx
SOP pemeriksaan bayi.docx
rahmiramadhan
 
UKURAN ANTROPOMETRI.pptx
UKURAN ANTROPOMETRI.pptxUKURAN ANTROPOMETRI.pptx
UKURAN ANTROPOMETRI.pptx
TeguhSetiawan64
 
Pengkajian keperawatan oksigenasi
Pengkajian keperawatan oksigenasiPengkajian keperawatan oksigenasi
Pengkajian keperawatan oksigenasi
UmmiBalqis1
 
Askep atresia ani
Askep atresia aniAskep atresia ani
Askep atresia ani
Operator Warnet Vast Raha
 
Askep atresia ani
Askep atresia aniAskep atresia ani
Askep atresia ani
Operator Warnet Vast Raha
 
Askep atresia ani
Askep atresia aniAskep atresia ani
Askep atresia ani
Operator Warnet Vast Raha
 
2. PANDUAN PRAKTIKUM 2.docx
2. PANDUAN PRAKTIKUM 2.docx2. PANDUAN PRAKTIKUM 2.docx
2. PANDUAN PRAKTIKUM 2.docx
FitriHSudiamin
 
Pemfispencernaan
PemfispencernaanPemfispencernaan
Pemfispencernaan
Muhammad Munandar
 
Pemfispencernaan
PemfispencernaanPemfispencernaan
Pemfispencernaan
Muhammad Munandar
 
cacat bawaan
cacat bawaancacat bawaan
cacat bawaan
robin2dompas
 
adoc.pub_presentasi-kasus-atresia-ani.pdf
adoc.pub_presentasi-kasus-atresia-ani.pdfadoc.pub_presentasi-kasus-atresia-ani.pdf
adoc.pub_presentasi-kasus-atresia-ani.pdf
AuraAndini2
 
Yohan Parulian Sinaga Pneumothorax.pptx
Yohan Parulian Sinaga Pneumothorax.pptxYohan Parulian Sinaga Pneumothorax.pptx
Yohan Parulian Sinaga Pneumothorax.pptx
dryohanparulian
 

Similar to Teknik Radiografi 3 Pediatric (20)

KLP 1 TR 3 COLON IN LOOP PEDIATRIC.pptx
KLP 1 TR 3 COLON IN LOOP PEDIATRIC.pptxKLP 1 TR 3 COLON IN LOOP PEDIATRIC.pptx
KLP 1 TR 3 COLON IN LOOP PEDIATRIC.pptx
 
Pemeriksaan Fisik Sistem Pernapasan'
Pemeriksaan Fisik Sistem Pernapasan'Pemeriksaan Fisik Sistem Pernapasan'
Pemeriksaan Fisik Sistem Pernapasan'
 
Penatalaksanaan Asfiksia Pada BBL
Penatalaksanaan Asfiksia Pada BBLPenatalaksanaan Asfiksia Pada BBL
Penatalaksanaan Asfiksia Pada BBL
 
Pemeriksaan Fisik Sistem Pernafasan
Pemeriksaan Fisik Sistem PernafasanPemeriksaan Fisik Sistem Pernafasan
Pemeriksaan Fisik Sistem Pernafasan
 
Pemeriksaan Fisik Sistem Pernafasan
Pemeriksaan Fisik Sistem PernafasanPemeriksaan Fisik Sistem Pernafasan
Pemeriksaan Fisik Sistem Pernafasan
 
Pemeriksaan Fisik Sistem Pernafasan
Pemeriksaan Fisik Sistem PernafasanPemeriksaan Fisik Sistem Pernafasan
Pemeriksaan Fisik Sistem Pernafasan
 
Hirschsprung-1.pptx
Hirschsprung-1.pptxHirschsprung-1.pptx
Hirschsprung-1.pptx
 
SOP pemeriksaan bayi.docx
SOP pemeriksaan bayi.docxSOP pemeriksaan bayi.docx
SOP pemeriksaan bayi.docx
 
UKURAN ANTROPOMETRI.pptx
UKURAN ANTROPOMETRI.pptxUKURAN ANTROPOMETRI.pptx
UKURAN ANTROPOMETRI.pptx
 
Pengkajian keperawatan oksigenasi
Pengkajian keperawatan oksigenasiPengkajian keperawatan oksigenasi
Pengkajian keperawatan oksigenasi
 
Askep atresia ani
Askep atresia aniAskep atresia ani
Askep atresia ani
 
Askep atresia ani
Askep atresia aniAskep atresia ani
Askep atresia ani
 
Askep atresia ani
Askep atresia aniAskep atresia ani
Askep atresia ani
 
2. PANDUAN PRAKTIKUM 2.docx
2. PANDUAN PRAKTIKUM 2.docx2. PANDUAN PRAKTIKUM 2.docx
2. PANDUAN PRAKTIKUM 2.docx
 
Pemfispencernaan
PemfispencernaanPemfispencernaan
Pemfispencernaan
 
Pemfispencernaan
PemfispencernaanPemfispencernaan
Pemfispencernaan
 
Pe adult
Pe adultPe adult
Pe adult
 
cacat bawaan
cacat bawaancacat bawaan
cacat bawaan
 
adoc.pub_presentasi-kasus-atresia-ani.pdf
adoc.pub_presentasi-kasus-atresia-ani.pdfadoc.pub_presentasi-kasus-atresia-ani.pdf
adoc.pub_presentasi-kasus-atresia-ani.pdf
 
Yohan Parulian Sinaga Pneumothorax.pptx
Yohan Parulian Sinaga Pneumothorax.pptxYohan Parulian Sinaga Pneumothorax.pptx
Yohan Parulian Sinaga Pneumothorax.pptx
 

More from Nona Zesifa

PPT Variabel dan hipotesis
PPT Variabel dan hipotesisPPT Variabel dan hipotesis
PPT Variabel dan hipotesis
Nona Zesifa
 
PPT Rancangan penelitian kuantitatif
PPT Rancangan penelitian kuantitatifPPT Rancangan penelitian kuantitatif
PPT Rancangan penelitian kuantitatif
Nona Zesifa
 
PPT Metode penelitian kuantitatif
PPT Metode penelitian kuantitatifPPT Metode penelitian kuantitatif
PPT Metode penelitian kuantitatif
Nona Zesifa
 
PPT Langkah - langkah Penelitian
PPT Langkah - langkah PenelitianPPT Langkah - langkah Penelitian
PPT Langkah - langkah Penelitian
Nona Zesifa
 
PPT Kerangka konsep dan kerangka teori
PPT Kerangka konsep dan kerangka teoriPPT Kerangka konsep dan kerangka teori
PPT Kerangka konsep dan kerangka teori
Nona Zesifa
 
ppt teknik scanning Renogram
ppt teknik scanning Renogramppt teknik scanning Renogram
ppt teknik scanning Renogram
Nona Zesifa
 
Ppt teknik pemeriksaan tiroid up take
Ppt teknik pemeriksaan tiroid up takePpt teknik pemeriksaan tiroid up take
Ppt teknik pemeriksaan tiroid up take
Nona Zesifa
 
Ppt ct scan abdomen pada kasus tumor hati
Ppt ct scan abdomen pada kasus tumor hatiPpt ct scan abdomen pada kasus tumor hati
Ppt ct scan abdomen pada kasus tumor hati
Nona Zesifa
 
Ppt ct scan abdomen pada klinis kanker pankreas
Ppt ct scan abdomen pada  klinis kanker pankreasPpt ct scan abdomen pada  klinis kanker pankreas
Ppt ct scan abdomen pada klinis kanker pankreas
Nona Zesifa
 
Ppt ct scan thorax pada kasus asma
Ppt ct scan thorax pada kasus asmaPpt ct scan thorax pada kasus asma
Ppt ct scan thorax pada kasus asma
Nona Zesifa
 
Ppt ct-scan thorax pada kasus biopsi tumor paru
Ppt ct-scan thorax pada kasus biopsi tumor paruPpt ct-scan thorax pada kasus biopsi tumor paru
Ppt ct-scan thorax pada kasus biopsi tumor paru
Nona Zesifa
 
ppt Ct scan abdomen pada kasus kista liver
ppt Ct scan abdomen pada kasus kista liverppt Ct scan abdomen pada kasus kista liver
ppt Ct scan abdomen pada kasus kista liver
Nona Zesifa
 
ppt Ct scan thorax pada klinis tumor hepar
ppt Ct scan thorax pada klinis tumor heparppt Ct scan thorax pada klinis tumor hepar
ppt Ct scan thorax pada klinis tumor hepar
Nona Zesifa
 
ppt aplikasi klinis Ct-scan thorax pada kasus Corpus Alienum
ppt aplikasi klinis Ct-scan thorax pada kasus Corpus Alienumppt aplikasi klinis Ct-scan thorax pada kasus Corpus Alienum
ppt aplikasi klinis Ct-scan thorax pada kasus Corpus Alienum
Nona Zesifa
 
ppt Pengolahan citra digital pada modalitas MRI
ppt Pengolahan citra digital pada modalitas MRIppt Pengolahan citra digital pada modalitas MRI
ppt Pengolahan citra digital pada modalitas MRI
Nona Zesifa
 
ppt Aplikasi pengolahan citra digital pada modalitas digital radiography (DR)
ppt Aplikasi pengolahan citra digital pada modalitas digital radiography (DR)ppt Aplikasi pengolahan citra digital pada modalitas digital radiography (DR)
ppt Aplikasi pengolahan citra digital pada modalitas digital radiography (DR)
Nona Zesifa
 
ppt Aplikasi pengolahan citra digital pada modalitas ct-scan
ppt Aplikasi pengolahan citra digital pada modalitas ct-scanppt Aplikasi pengolahan citra digital pada modalitas ct-scan
ppt Aplikasi pengolahan citra digital pada modalitas ct-scan
Nona Zesifa
 
ppt kritisi dan evaluasi radiograf Sacrum dan coccyx
ppt kritisi dan evaluasi radiograf Sacrum dan coccyxppt kritisi dan evaluasi radiograf Sacrum dan coccyx
ppt kritisi dan evaluasi radiograf Sacrum dan coccyx
Nona Zesifa
 
ppt kritisi dan evaluasi radiograf Lopografi
ppt kritisi dan evaluasi radiograf Lopografippt kritisi dan evaluasi radiograf Lopografi
ppt kritisi dan evaluasi radiograf Lopografi
Nona Zesifa
 
ppt kritisi dan evaluasi radiograf colon in loop
ppt kritisi dan evaluasi radiograf colon in loopppt kritisi dan evaluasi radiograf colon in loop
ppt kritisi dan evaluasi radiograf colon in loop
Nona Zesifa
 

More from Nona Zesifa (20)

PPT Variabel dan hipotesis
PPT Variabel dan hipotesisPPT Variabel dan hipotesis
PPT Variabel dan hipotesis
 
PPT Rancangan penelitian kuantitatif
PPT Rancangan penelitian kuantitatifPPT Rancangan penelitian kuantitatif
PPT Rancangan penelitian kuantitatif
 
PPT Metode penelitian kuantitatif
PPT Metode penelitian kuantitatifPPT Metode penelitian kuantitatif
PPT Metode penelitian kuantitatif
 
PPT Langkah - langkah Penelitian
PPT Langkah - langkah PenelitianPPT Langkah - langkah Penelitian
PPT Langkah - langkah Penelitian
 
PPT Kerangka konsep dan kerangka teori
PPT Kerangka konsep dan kerangka teoriPPT Kerangka konsep dan kerangka teori
PPT Kerangka konsep dan kerangka teori
 
ppt teknik scanning Renogram
ppt teknik scanning Renogramppt teknik scanning Renogram
ppt teknik scanning Renogram
 
Ppt teknik pemeriksaan tiroid up take
Ppt teknik pemeriksaan tiroid up takePpt teknik pemeriksaan tiroid up take
Ppt teknik pemeriksaan tiroid up take
 
Ppt ct scan abdomen pada kasus tumor hati
Ppt ct scan abdomen pada kasus tumor hatiPpt ct scan abdomen pada kasus tumor hati
Ppt ct scan abdomen pada kasus tumor hati
 
Ppt ct scan abdomen pada klinis kanker pankreas
Ppt ct scan abdomen pada  klinis kanker pankreasPpt ct scan abdomen pada  klinis kanker pankreas
Ppt ct scan abdomen pada klinis kanker pankreas
 
Ppt ct scan thorax pada kasus asma
Ppt ct scan thorax pada kasus asmaPpt ct scan thorax pada kasus asma
Ppt ct scan thorax pada kasus asma
 
Ppt ct-scan thorax pada kasus biopsi tumor paru
Ppt ct-scan thorax pada kasus biopsi tumor paruPpt ct-scan thorax pada kasus biopsi tumor paru
Ppt ct-scan thorax pada kasus biopsi tumor paru
 
ppt Ct scan abdomen pada kasus kista liver
ppt Ct scan abdomen pada kasus kista liverppt Ct scan abdomen pada kasus kista liver
ppt Ct scan abdomen pada kasus kista liver
 
ppt Ct scan thorax pada klinis tumor hepar
ppt Ct scan thorax pada klinis tumor heparppt Ct scan thorax pada klinis tumor hepar
ppt Ct scan thorax pada klinis tumor hepar
 
ppt aplikasi klinis Ct-scan thorax pada kasus Corpus Alienum
ppt aplikasi klinis Ct-scan thorax pada kasus Corpus Alienumppt aplikasi klinis Ct-scan thorax pada kasus Corpus Alienum
ppt aplikasi klinis Ct-scan thorax pada kasus Corpus Alienum
 
ppt Pengolahan citra digital pada modalitas MRI
ppt Pengolahan citra digital pada modalitas MRIppt Pengolahan citra digital pada modalitas MRI
ppt Pengolahan citra digital pada modalitas MRI
 
ppt Aplikasi pengolahan citra digital pada modalitas digital radiography (DR)
ppt Aplikasi pengolahan citra digital pada modalitas digital radiography (DR)ppt Aplikasi pengolahan citra digital pada modalitas digital radiography (DR)
ppt Aplikasi pengolahan citra digital pada modalitas digital radiography (DR)
 
ppt Aplikasi pengolahan citra digital pada modalitas ct-scan
ppt Aplikasi pengolahan citra digital pada modalitas ct-scanppt Aplikasi pengolahan citra digital pada modalitas ct-scan
ppt Aplikasi pengolahan citra digital pada modalitas ct-scan
 
ppt kritisi dan evaluasi radiograf Sacrum dan coccyx
ppt kritisi dan evaluasi radiograf Sacrum dan coccyxppt kritisi dan evaluasi radiograf Sacrum dan coccyx
ppt kritisi dan evaluasi radiograf Sacrum dan coccyx
 
ppt kritisi dan evaluasi radiograf Lopografi
ppt kritisi dan evaluasi radiograf Lopografippt kritisi dan evaluasi radiograf Lopografi
ppt kritisi dan evaluasi radiograf Lopografi
 
ppt kritisi dan evaluasi radiograf colon in loop
ppt kritisi dan evaluasi radiograf colon in loopppt kritisi dan evaluasi radiograf colon in loop
ppt kritisi dan evaluasi radiograf colon in loop
 

Teknik Radiografi 3 Pediatric

  • 2. PENGERTIAN Pediatric Radiography merupakan teknik pemeriksaan radiography untuk anak usia 0-12 tahun. Pemeriksaan ini tidak berbeda jauh dengan pemeriksaan radiografi pada orang dewasa hanya saja ada berapa hal yang berbeda seperti persiapan pemeriksaan, alat fiksasi, faktor eksposi, dan lain- lain.
  • 3. INDIKASI PEMERIKSAAN 1. Indikasi Pemeriksaan Thorax a. Bronkhitis Bronkhitis adalah suatu peradangan pada bronkus (saluran udara ke paru-paru). Penyakit ini biasanya bersifat ringan dan pada akhirnya akan sembuh sempurna. Serangan bronkitis berulang bisa terjadi pada perokok dan penderita penyakit paru-paru dan saluran pernafasan menahun. Infeksi berulang bisa merupakan akibat dari: • Sinustis kronis. • Bronkiektasis. • Alergi. • Pembesaran amandel dan adenoid pada anak-anak. Bronkhitis iritatif bisa disebabkan oleh : • Berbagai jenis debu. • Asap dari asam kuat, amonia, beberapa pelarut organik, klorin, hidrogen sulfida, sulfur dioksida dan bromin. • Polusi udara yang menyebabkan iritasi ozon dan nitrogen dioksida. • Tembakau dan rokok lainnya.
  • 4. b. Atelektasis Atelektasis adalah pengkerutan sebagian atau seluruh paru-paru akibat penyumbatan saluran udara (bronkus maupun bronkiolus) atau akibat pernafasan yang sangat dangkal. c. Trauma Trauma thorax adalah luka atau cedera yang mengenai rongga thorax yang dapat menyebabkan kerusakan pada dinding thorax ataupun isi dari cavum thorax yang disebabkan oleh benda tajam atau benda tumpul dan dapat menyebabkan keadaan gawat thorax akut. d. Tumor/massa Tumor mediastinum adalah tumor yang terdapat di dalam mediastinum yaitu rongga di antara paru-paru kanan dan kiri yang berisi jantung, aorta, dan arteri besar, pembuluh darah vena besar, trakea, kelenjar timus, saraf, jaringan ikat, kelenjar getah bening dan salurannya.
  • 5. e. Efusi pleura Efusi Fleura adalah pengumpulan cairan di dalam rongga pleura, dimana rongga pleura merupakan rongga yang terletak di antara selaput yang melapisi paru-paru dan rongga dada di sebabkan oleh ketidak seimbangan antara pembentukan dan pengeluaran cairan pleura. dalam keadaan normal jumlah cairan dalam rongga pleura sekitar 10 - 200 ml. f. Pneumo thorax Pneumo thorax adalah adanya udara atau gas dalam rongga pleura, yang dapat terjadi secara spontan, sebagai akibat truma disebabkan oleh trauma dada yang dapat mengakibatkan kebocoran sehingga cairan masuk ke dalam ruang fleura menjadi meningkat dan mengakibatkan peningkatan tekanan intra thorax.
  • 6. 2. Indikasi pemeriksaan pada abdomen a. Perforasi Setiap organ pencernaan berongga bisa menjadi berlubang (bocor), yang menyebabkan terlepasnya isi gastrointestinal dan menyebabkan kejutan dan kematian jika operasi tidak segera dilakukan. b. Ileus obstruksi Ileus obstruktif adalah obstruksi usus akibat dari penghambatan motilitas usus yang dapat ditimbulkan oleh banyak penyebab. c. Ileus paralitik Ileus paralitik / ileus adinamik adalah suatu keadaa dimana pergerakan kontraksi normal dinding usus untuk sementara waktu berhenti.
  • 7. d. Invaginasi Invaginasi adalah keadaan dimana terjadi obstruksi usus parsial atau komplit, sebagai akibat masuknya bagian proksimal usus ke bagian yang lebih distal e. Trauma Abdomen Trauma abdomen adalah trauma yang terjadi pada daerah abdomen yang meliputi daerah retroperitoneal, pelvis dan organ peritroneal.
  • 8. 3. Indikasi pemeriksaan ekstremitas • Fraktur • Striktura • Dislokasi • Corpus Alienum • Talipes • Asteomyelitis 4. Indikasi pemeriksaan pada skull • osteopetrosis • hydrochephalus • osteogenesis imperfect 5. Indikasi pemeriksaan pada Pelvis dan Hip • fracture, dislokasi, congenital anomalies
  • 9. Imobilisasi Pada pemeriksaan radiografi pada bayi atau anak-anak harus dilakukan komunikasi yang baik dengan pasien. Imobilisasi yang dilakukan diusahakan tidak menyakiti pasien, aman serta mudah dilakukan. Berikut beberapa bentuk imobilisasi pada pasien anak : 1. Bantuan Orang Tua/Keluarga Untuk anak yang aktif dengan umur kisaran 2-7 tahun, yang mana anak ini biasanya sangat agresif bila bertemu dengan orang asing, perlu bantuan dari orang tua/keluarga. Selain itu, radiographer diharuskan dapat melakukan komunikasi yang baik dengan orang tua si anak dan memastikan bahwa pemeriksaan yang dilakukan tidak akan menyakiti sang anak. Jika memang terpaksa dilakukan oleh sebab sang anak tidak mau dilakukan pemeriksaan tersebut, sang anak harus dilakukan imobilisasi guna menjamin kelancaran, keselamatan, dan menjamin anak tersebut merasa aman selama pemeriksaan berlangsung.
  • 10. Bentuk bantuan orang tua dapat dilakukan oleh salah satu orang tua pasien atau kedua orang tua pasien. Cara melakukan imobilisasi dengan cara : • Memberikan edukasi pada salah satu atau kedua orang tua pasien mengenai pemeriksaan yang akan dilakukan guna memastikan pemeriksaan ini aman, • Memberikan alat proteksi pada anak dan orang tua yang membantu jalannya pemeriksaan berupa apron, • Memberikan contoh melakukan tindakan imobilisasi pada anak jika hanya salah satu orang tua pasien yang bersedia melakukan imobilisasi. • Kedua knee joint anak di ikat dengan menggunakan pengikat yang terbuat dari kain lembut dan diikatkan pada kedua sisi meja pemeriksaan, • Memberikan contoh pada orang tua pasien untuk memegang dan menahan kedua elbow joint anak yang diletakkan tepat di samping kedua MAE anak, sehingga sang anak tidak dapat menggerakkan hip dan bahunya lagi dan pemeriksaan dapat dilaksanakan. • Jika terdapat keterbatasan alat, pemeriksaan tetap dapat dilaksanakan dengan bantuan kedua orang tua anak. Salah satu orang tua anak memengang dan menahan elbow joint yang diletakkan tepat disamping kedua MAE (kuping) anak dan salah satu orang tua anak lainnya memegang dan menahan knee joint sang anak untu tetap lurus atau ekstensi maksimal.
  • 11. 2. Pembungkus/Gedong A B Gambar A, Letakan selembar kain halus di atas meja pemeriksaan. B,Tidurkan anak di atas kain halus tersebut. C D Gambar C, Lalu lipat kain sebelah kanan ke sebelah kiri melalui atas tubuh anak. D, Begitupun pada sisi sebelah kiri dilipat ke kanan melalui atas tubuh anak sehingga anak terbungkus.
  • 12. 3. Tam-em Board and Plexiglas Hold-down Paddle Biasanya digunakan pada pemeriksaan eks.bawah 4. Pigg-o stat Digunakan pada pemeriksaan thorax pada anak
  • 13. 5. Sand bags 6. Stockinette and ace bandage 7. Comperessions band and head clamps
  • 14. 8. Weighted angle block as head clamps 9. Mummifiying
  • 16. Proyeksi AP atau PA • Posisi Pasien : AP : Supine di atas meja pemeriksaan PA : Erect menghadap kaset • Posisi Obyek : AP : MSP pasien tegak lurus pada pertengahan kaset, kedua tangan pasien dijauhkan dari tubuh lalu diberi sandbag diatas tangan tersebut dan juga pada kaki untuk mengurangi pergerakan pasien. PA : Gunakan pigg-o stat untuk mengurangi pergerakan pasien 1. Teknik Pemeriksaan Thorax Anak
  • 17. • Arah Sumbu Sinar : AP : Vertikal tegak lurus PA : Horizontal tegak lurus • Titik Bidik : Mid Thorax • FFD : 127 – 212 cm • Kaset : 18x24 cm / 24x30 cm (melintang) • Eksposi dilakukan pada saat pasien inspirasi dengan cara melihat pergerakan pasien
  • 18. Kriteria radiograf • Tampak apex paru sampai dengan sudut costoprenicus • Tampak adanya udara dalam trachea • Tampak udara mengisi kedua lapangan paru
  • 19. Proyeksi lateral • Posisi Pasien : Tidur miring atau Erect • Posisi Objek : pasien tidur miring kemudian tangan dan kaki diganjal menggunakan sandbag atau bisa juga dipegangi orang tua pasien yang sudah menggunakan apron, bisa juga posisi erect menggunakan pigg-o stat dan dengan kedua tangan diangkat keatas, bidang MCP tegak lurus pertengahan kaset.
  • 20. • Arah Sumbu Sinar : Posisi tiduran arah sinar vertikal tegak lurus dan posisi erect arah sinar horizontak tegak lurus kaset. • Central Point : Mid thorax • FFD : 127-210 cm • Kaset : 18x24 cm / 24x30 cm (membujur) • Eksposi dilakukan pada saat pasien inspirasi dengan cara melihat pergerakan dada pasien
  • 21. Kriteria radiograf • Tampak gambaran apex sampai dengan sudut costoprenicus • Tampak sternum didepan costae posterior
  • 22. 2. Teknik pemeriksaan (KUB) : abdomen Proyeksi AP • Posisi Pasien : Supine diatas meja pemeriksaan • Posisi objek : Atur MSP tegak lurus pertengahan kaset. Gunakan sand bag di tangan dan kaki pasien agar megurangi pergerakan, atau dengan bantuan orang tua untuk membantu memegangi pasien. • Central ray : Vertical tegak lurus kaset • Central Point : 1 inchi superior umbilicus / pertengahan crista illiaca pada MSP • FFD : 100 cm • Kaset : 24 x 30 cm (membujur) • Eksposi dilakukan pada saat pasien ekspirasi dengan cara melihat pergerakan dada pasien.
  • 23. Kriteria radiograf • Tampak garis batas soft tissue dan udara mengisi lambung dan usus, kalsifikasi(jika ada), dan tampak struktur dari tulang • Columna vertebrae berada pada pertengahan dari radiograf. • Tidak terjadi rotasi, ditandai dari pelvis,hip,dan costae inferior simetris. • Kolimasi mencakup dari symphisis pubis sampai kedua batas abdomen
  • 24. Proyeksi Lateral dan Dorsal Decubitus Abdomen • Posisi Pasien: Supine diatas meja pemeriksaan • Posisi Obyek : Lateral Decubitus : Pasien tidur miring dengan kaset berada dibelakang pasien, untuk fiksasi bisa menggunakan sandbag. Dorsal Decubitus : Pasien supine dengan posisi kaset berada disalah satu sisi pasien. MSP sejajar kaset. • Central Ray : Horizontal tegak lurus kaset • Central Point: 1 inchi superior umbilicus • FFD : 100 cm • Kaset : 24x30 cm(melintang) • Eksposi dilakukan pada saat pasien ekspirasi dengan cara melihat pergerakan dada pasien.
  • 25. Kriteria radiograf • Struktur abdomen dan udara berada pada daerah prevertebral. • Tidak ada rotasi ditandai oleh costae posterior superposisi • Kolimasi minimal menampakkan empat sisi, dengan CCF di midcoronal plane, pertengahan antara diafragma dan symphisis pubis.
  • 26. 3. Teknik pemeriksaan ekstremitas AP dan Lateral Upper Limbs • Posisi Pasien : Supine atau duduk • Posisi objek : Letakkan objek yang diperiksa diatas kaset, atur objek sesuai dengan permintaan pemeriksaan (AP/Lateral) untuk imobilisasi bisa menggunakan sand bag atau bisa juga orang tua diminta memegang pasien dengan catatan harus menggunakan apron. • Central Ray : Vertical tegak lurus kaset. • Central Point : Pertengahan objek yang diperiksa • FFD : 100 cm • Kaset : 18x24 cm (melintang)
  • 27. Kriteria radiograf • Kolimasi mencakup smua bagian dari empat sisi tanpa terpotongnya bagian dari essential anatomy
  • 28. AP dan Lateral Lower Limbs • Posisi Pasien : Supine • Posisi Objek : Atur objek yang akan diperiksa tegak lurus pertengahan kaset, gunakan tape/compression band untuk alat fiksasi, gunakan juga gonad shield. • Central Ray : Vertical tegak lurus kaset • Central Point : Pertengahan Objek yang diperiksa • FFD : 100 cm
  • 29. Kriteria radiograf• AP : • Lateral dan medial epicondylus dari distal femur simetris • Tibia dan fibula tampak dengan superposisi minimal. • Lateral : • medial dan lateral epicondylus dari femur superposisi • Tibia dan fibula superposisi
  • 30. AP dan Lateral Pelvis dan Hips • Posisi Pasien : Supine • Posisi Objek : letakkan objek yang diperiksa dipertengahan kaset. Untuk posisi AP kedua kaki diatur lurus sedangkan untuk posisi Lateral kedua knee di flexikan dan telapak kaki ditemukan menjadi satu. Gunakan alat fiksasi dan gonad shield. • Central Ray : Vertical tegak lurus kaset • Central Point : Pertengahan objek yang diperiksa. • FFD : 100 cm
  • 31. Kriteria radiograf• Penggunaan IR yang besar dapat menampakkan semua bagian dari pelvis dan proximal femur • Tidak ada rotasi dilihat dari ala dari illium yang simetris dan kedua foramen obturator • AP: internal rotasi dari kaki dilihat dari femoral neck dan trochanter mayor tampak. • Lateral: proximal femur tampak superposisi dari trochanter mayor dan neck dengan trochanter mayor berada di inferior.
  • 32. 4. Teknik pemeriksaan Skull AP,AP Rverse caldwell, dan towne • Posisi pasien : supine berada pada pertengahan meja, letakkan sandbags di kaki pasien dan sisi kanan kiri pasien. Kompresi jika diperlukan • Posisi objek :pastikan kepala tidak ada rotasi, OML tegak lurus IR, menggunakan immobilisasi kepala. • CP: pertengahan glabela AP skull: CR paralel OML AP reverse caldwell: CR 15°cephalad ke OML AP towne: CR 30° caudad ke OML • CR: vertical tegak lurus • FFD: 100 cm
  • 33. Kriteria radiograf • Keseluruhan kepala tampak • Tidak terjadi rotasi dilihat dari jarak dari kedua margin kepala simetris • AP 0°: petrosum superosisi dng superior dari orbita • AP 15° cephalad : petrosum berada ½ / ¼ dari orbita • Towne: petrosum berada di bawah orbita inferior.
  • 34. Proyeksi skull Lateral • Posisi pasien: semiprone, dengan memberi sandbag di belakang pasien dan sisi bawah badan • Posisi obyek : kepala dirotasikan true lateral dengan menempatkan busa atau handuk di bawah mandibula • Letakkan busa atau sandbags dibelakang kepala untuk mencegah pergerakan dari kepala • Gunakan kompresi kepala. • CP : 5 cm dibawah MAE • CR: vertical tegak lurus • FFD: 100 cm
  • 35. Kriteria radiograf • Tampak keseluruhan cranium sampai supoerior dari cervical • Tidak ada rotasi ditandai dari ramus mandibulla saling superposisi, orbita superposisi dan sphenoid.