SlideShare a Scribd company logo
RADIOGRAPHIC IMAGE QUALITY
PARAMETRY DAN RCF
LUMBAL DAN LUMBOSACRAL
KRITISI DAN EVALUASI RADIOGRAF LUMBAL (AP)
BERDASARKAN RCF
1. Identifikasi Identitas Radiograf
Tidak, Pada gambar radiograf Lumbal
AP disamping, tidak terdapat identitas
pasien yang meliputi nama pasien,
tanggal lahir/umur, institusi
pembuat/instalasi, dan tanggal
pemeriksaan.
2. Marker
Ya, Pada gambar radiograf Lumbal AP
disamping, ada marker yang terpasang
“R” dan menunjukkan radiograf dalam
proyeksi AP, ditandai dengan marker “R”
yang terbaca.
3. Anatomi yang seharusnya
ditampakkan.
Ya, Pada gambar radiograf Lumbal AP
disamping, bagian yang seharusnya
terlihat adalah lumbal-1 sampai dengan
lumbal 5 dan semuanya sudah tampak di
radiograf disamping.
4. Anatomi yang tampak pada
proyeksi ini
Ya, semua ROI nampak.
Anatomi yang ditampakkan
adalah:
1. L-1 sampai L-5
2. Prosesus transfersus
3. Prosesus spinosus
5. Kolimasi
Ya, Pada gambar radiograf
Lumbal AP diatas, penggunaan
kolimasi sudah cukup, ditandai
dengan bagian superior Lumbal
yang tidak terpotong, dan lateral
kanan kiri juga tidak terpotong,
sehingga dapat menampakkan
6. Proteksi Radiasi
Ya, Salah satu proteksi
radiasi yaitu pada
penggunaan luas lapangan
kolimasi. Pada radiograf
Lumbal AP di samping
digambarkan bahwa
penggunaan luas kolimasi
untuk bagian samping kanan
masih terlalu luas,
seharusnya masih dapat
diperkecil, dengan
memperhatikan objek
pemeriksaan agar tidak
terpotong sehingga dapat
menyajikan informasi yang
cukup.
7. Apakah batas antar tulang,
trabecular, dan soft tissue
tampak?
Ya, Pada gambar radiograf Lumbal
AP disamping, batas antar tulang
sudah tajam, trabecular sudah jelas
ditampakkan, dan untuk soft tissue
secara umum tampak tidak terlalu
jelas sehingga gambaran
turabecular tulang lebih dominan.
8. Radiograf terproyeksi tanpa
distorsi
Ya, Pada gambar radiograf Lumbal
AP disamping, secara umum tidak
nampak adaya distorsi, baik itu
elongasi maupun shortening
ditandai dengan prosesus spinosus
9. Apakah penggunaan film dan
batas anatomi sudah tepat?
Ya, Penggunaan film pada
pemeriksaan Lumbal AP Lumbal AP
adalah ukuran 24x30 cm dengan
posisi film membujur. Pada gambar
radiograf Lumbal AP Lumbal AP
disamping, batas atas dan bawah dari
lumbal sudah tidak terpotong dan
lateral kanan dan kiri dari lumbal juga
tidak terpotong.
10. Apakah densitas dan
kontras sudah cukup?
Ya, Pada gambar radiograf Lumbal
AP disamping, densitas dan kontras
sudah cukup karena sudah dapat
menampakkan batas antar tulang,
meskipun soft tissue tidak terlihat
11. Bagaimana upaya untuk
mencegah artefak?
Tidak, Pada pemeriksaan Lumbal
AP, salah satu upaya untuk
mencegah adanya artefak adalah
dengan cara melepaskan benda-
benda logam sebelum pemeriksaan
di sekitar objek. Pada radiograf
disamping masih terdapat artefak
pada thoracal 12.
12. Apakah radiograf dapat
menegakkan diagnosa?
Ya, Pada gambar radiograf Lumbal
AP disamping, dirasa sudah dapat
menegakkan diagnosa karena lumbal
terproyeksi dengan baik.
13. Kesimpulan dari radiogaf tersebut
Pada gambar radiograf Lumbal proyeksi
AP Axial disamping dinyatakan dapat
diterima dengan perbaikan Identitas
dicantumkan dan untuk pemeriksaan
lumbal, soft tissue lebih diperlihatkan
dengan cara menurunkan sedikit faktor
eksposi dan artefak yang menghalangi
bagian thoracal.
14. Perbaikan pada radiograf
Untuk pembuatan radiograf Lumbal AP
untuk perbaikan, seharusnya
memperhatikan hal-hal berikut:
a. Penggunaan faktor eksposi yang lebih
baik agar ketajaman dan soft tissue
dapat ditampakkan, batas antar ulang
dapat terlihat jelas.
b. Ketajaman juga dapat ditingkatkan
dengan memberi instruksi pada pasien
agar tidak bergerak pada saat ekspose
c. Untuk identifikasi pasien, seharusnya
diberi identitas pada radiograf, baik
itu nama, tempat tanggal lahir, nmor
pemeriksaan harus dicantumkan dan
untuk pengolahan film secara
manual atau dengan automatic
processing, dapat dilakukan ID
printing sebelum melakukan
processing. Untuk penggunaan CR,
bisa dilakuakn editing pada
pemrosesan film sebelum film
dicetak.
d. Untuk mencegah adanya artefak
pada radiograf seharusnya sebelum
pemeriksaan dilakukan pengecekan
barang-barang yang akan
menghalangi objek yang diperiksa
KRITISI DAN EVALUASI RADIOGRAF LUMBAL
(LATERAL)
BERDASARKAN RCF
1. Identifikasi Identitas Radiograf
Tidak, Pada gambar radiograf lumbal
proyeksi lateral disamping, tidak
terdapat identitas pasien yang meliputi
nama pasien, tanggal lahir/umur,
institusi pembuat/instalasi, dan tanggal
pemeriksaan.
2. Marker
Tidak, Pada gambar radiograf lumbal
proyeksi lateral disamping, tidak ada
marker yang terpasang
3. Anatomi yang seharusnya
ditampakkan
Ya, Pada gambar radiograf lumbal
lateral disamping, bagian yang
seharusnya tampak adalah lumbal 1
sampai lumbal 5, Processus spinosus,
4. Anatomi yang tampak pada
proyeksi ini
Ya, Bagian ROI tidak terpotong. Pada
gambar radiograf Lumbal Lateral
disamping, anatomi yang ditampakkan
adalah:
1. L-1 sampai L-5
2. Prosesus transfersus
3. Prosesus spinosus
5. Kolimasi
Ya, Pada gambar radiograf Lumbal
proyeksi Lateral disamping, penggunaan
kolimasi sudah cukup, ditandai dengan
bagian superior lumbal yang tidak
terpotong, dan lateral kanan kiri juga tidak
terpotong, sehingga dapat menampakkan
informasi yang dibutuhkan.
6. Proteksi Radiasi
Ya, Salah satu proteksi radiasi yaitu
pada penggunaan luas lapangan
kolimasi. Pada radiograf lumbal
proyeksi lateral di samping
digambarkan bahwa penggunaan luas
kolimasi untuk bagian superior, lateral
kanan, kiri sudah cukup , seluruh
objek yang diperlukan sudah masuk
dalam lapangan penyinaran.
7. Apakah batas antar tulang,
trabecular, dan soft tissue tampak?
Tidak, Pada gambar radiograf lumbal
proyeksi Lateral disamping, batas
antar tulang tidak tampak tajam,
trabecular tulang tidak jelas
ditampakkan, dan untuk soft tissue
secara umum tampak tidak terlalu
jelas dikarenakan over eksposi pada
saat pengaturan di control table.
8. Radiograf terproyeksi
tanpa distorsi
Ya, Pada gambar radiograf lumbal
proyeksi Lateral disamping, secara
umum tidak nampak adaya distorsi,
baik itu elongasi maupun
shortening.
9. Apakah penggunaan
film dan batas anatomi
sudah tepat?
Ya, Penggunaan film pada
pemeriksaan lumbal proyeksi
Lateral adalah ukuran 18x24 cm
dengan posisi film membujur. Pada
gambar radiograf Lumbal proyeksi
lateral disamping, batas atas dan
bawah dari Lumbal sudah tidak
terpotong dan samping kanan dan
kiri dari Lumbal juga tidak
terpotong.
10. Apakah densitas dan
kontras sudah cukup?
Ya, Pada gambar radiograf lumbal
proyeksi lateral disamping, densitas
dan kontras sudah cukup karena
sudah dapat menampakkan batas
antar tulang, meskipun soft tissue
tidak terlihat jelas.
11. Bagaimana upaya untuk
mencegah artefak
Ya, Pada pemeriksaan lumbal
proyeksi lateral, salah satu upaya
untuk mencehgah adanya artefak
adalah dengan cara melepaskan
benda-benda logam di sekitar celana
sebelum pemeriksaan, dan
sebaiknya celana dilepas.
12. Apakah radiograf dapat
menegakkan diagnosa?
Ya, Pada gambar radiograf lumbal
proyeksi lateral disamping, dirasa
sudah dapat menegakkan diagnosa
karena Lumbal terproyeksi dengan
baik.
13. Kesimpulan dari radiogaf
tersebut
Pada gambar radiograf lumbal
proyeksi lateral disamping dinyatakan
dapat diterima karena 9 dari 12
penilaian RCF gambar tersebut
memenuhi kriteria. Namun dengan
perbaikan Identitas dicantumkan dan
pemberian marker harus diperhatikan.
Ketajaman gambar juga perlu
diperhatikan agar diagnosa dapat
ditegakkan dengan baik.
14. Perbaikan pada radiograf
Untuk pembuatan radiograf Lumbal
proyeksi lateral untuk perbaikan,
seharusnya memperhatikan hal-hal
berikut:
a. Penggunaan faktor eksposi yang lebih
baik agar ketajaman dan soft tissue
dapat ditampakkan, batas antar ulang
dapat terlihat jelas.
b. Ketajaman juga dapat ditingkatkan
dengan memberi instruksi pada pasien
agar tidak bergerak pada saat ekspose
dengan cara menahan nafas.
c. Untuk identifikasi pasien, seharusnya
diberi identitas pada radiograf, baik itu
nama, tempat tanggal lahir, nmor
pemeriksaan harus dicantumkan dan
untuk pengolahan film secara manual
atau dengan automatic processing,
dapat dilakukan ID printing sebelum
melakukan processing. Untuk
penggunaan CR, bisa dilakuakn editing
pada pemrosesan film sebelum film
dicetak.
KRITISI DAN EVALUASI RADIOGRAF
LUMBOSACRAL AP
BERDASARKAN RCF
1. Identifikasi Identitas Radiograf
Tidak, Pada gambar radiograf Lumbosakral
Proyeksi AP disamping, tidak terdapat
identitas pasien yang meliputi nama pasien,
tanggal lahir/umur, institusi
pembuat/instalasi, dan tanggal
pemeriksaan.
2. Marker
Tidak, Pada gambar radiograf Lumbosakral
Proyeksi AP disamping, tidak ada marker
yang terpasang. Seharusnya diberi marker
“R” menunjukkan radiograf dalam proyeksi
AP, ditandai dengan marker “R” yang
terbaca.
3. Anatomi yang seharusnya
ditampakkan.
Pada gambar radiograf Lumbosakral
Proyeksi AP disamping, bagian yang
seharusnya tampak adalah superior
artikularis process lumbal,
a. inferior artikularis process lumbal,
b. spinosus process lumbal,
c. left lamina lumbal,
d. ala of sacrum.
4. Anatomi yang tampak pada
proyeksi ini
Pada gambar radiograf
Lumbosakral Proyeksi AP
disamping, anatomi yang
ditampakkan adalah: superior
artikularis process lumbal 2 ,
inferior artikularis process 1 ,
spinosus process lumbal 3, left
lamina lumbal 4, ala of sacrum.
5. Kolimasi
Ya, Pada gambar radiograf
Lumbosakral Proyeksi AP
disamping, penggunaan kolimasi
sudah cukup, ditandai dengan
bagian superior Lumbosakral
yang tidak terpotong, dan lateral
kanan kiri juga tidak terpotong,
sehingga dapat menampakkan
informasi yang dibutuhkan.
6. Proteksi Radiasi
Ya, Salah satu proteksi radiasi yaitu
pada penggunaan luas lapangan
kolimasi. Pada radiograf
Lumbosakral Proyeksi AP di
samping digambarkan bahwa
penggunaan luas kolimasi untuk
bagian lateral kanan dan kiri sudah
cukup, bagian inferior dan superior
juga sudah cukup. Seharusnya
dapat memperhatikan objek
pemeriksaan agar tidak terpotong
sehingga dapat menyajikan
informasi yang cukup.
7. Apakah batas antar tulang,
trabecular, dan soft tissue
tampak?
Ya, Pada gambar radiograf
Lumbosakral Proyeksi AP
disamping, batas antar tulang sudah
tajam, trabecular kurang jelas
ditampakkan, dan untuk soft tissue
secara umum tampak jelas sehingga
gambaran soft tissue tulang lebih
8. Radiograf terproyeksi tanpa
distorsi
Ya, Pada gambar radiograf
Lumbosakral Proyeksi AP diatas,
secara umum tidak nampak adaya
distorsi, baik itu elongasi maupun
shortening.
9. Apakah penggunaan film dan
batas anatomi sudah tepat?
Ya, Penggunaan film pada
pemeriksaan Lumbosakral
Proyeksi AP disamping adalah
ukuran 35x35cm dengan posisi film
membujur. Pada gambar radiograf
Lumbosakral Proyeksi AP diatas,
batas atas dan bawah dari
lumbosacral sudah tidak terpotong
dan lateral kanan dan kiri dari
10. Apakah densitas dan kontras sudah
cukup?
Pada gambar radiograf Lumbosakral
Proyeksi AP diatas dapat dinyatakan
under exposed karena background dari
radiograf nampak putih karena mAs
terlalu rendah. densitas dan kontras
kurangcukup karena kurang dapat
menampakkan batas antar tulang
dengan jelas, meskipun soft tissue
yang paling dominan pada radiograf
tersebut. Sebaiknya menggunakan
faktor eksposi yang tepat agar dapat
menegakkan diagnosa.
11. Bagaimana upaya untuk mencegah
artefak?
Pada pemeriksaan Lumbosakral
Proyeksi AP, terdapat artefak antara
lumbal 4-5. Salah satu upaya untuk
mencegah adanya artefak adalah
dengan cara melepaskan benda-
benda logam sebelum pemeriksaan
antara lain anting, kalung, dll.
12. Apakah radiograf dapat
menegakkan diagnosa?
Pada gambar radiograf Lumbosakral
Proyeksi AP disamping, kurang dapat
menegakkan diagnosa karena
pengaturan faktor eksposi yang
kurang baik meskipun sudah
terproyeksi dengan baik.
13. Kesimpulan dari radiogaf tersebut
Pada gambar radiograf Lumbosakral
Proyeksi AP disamping dinyatakan
tidak diterima karena Identitas pasien
yang belum dicantumkan,
penggunaan faktor eksposi yang
kurang tepat, serta penggunaan
15. Perbaikan pada radiograf
Untuk pembuatan radiograf lumbosacral
dengan proyeksi AP untuk perbaikan,
seharusnya memperhatikan hal-hal berikut:
a. Penggunaan faktor eksposi yang lebih
baik agar ketajaman dan soft tissue dapat
ditampakkan, batas antar ulang dapat
terlihat jelas.
b. Ketajaman juga dapat ditingkatkan
dengan memberi instruksi pada pasien
agar tidak bergerak pada saat ekspose
dengan cara menahan nafas.
c. Untuk identifikasi pasien, seharusnya
diberi identitas pada radiograf, baik itu
nama, tempat tanggal lahir, nomor
pemeriksaan harus dicantumkan dan
untuk pengolahan film secara manual
atau dengan automatic processing, dapat
dilakukan ID printing sebelum melakukan
processing. Untuk penggunaan CR, bisa
dilakuakn editing pada pemrosesan film
sebelum film dicetak.
KRITISI DAN EVALUASI RADIOGRAF
LUMBOSACRAL LATERAL
BERDASARKAN RCF
1. Identifikasi Identitas Radiograf
Tidak, Pada gambar radiograf
Lumbosacral Proyeksi Lateral
disamping, tidak terdapat
identitas pasien yang meliputi
nama pasien, tanggal lahir/umur,
institusi pembuat/instalasi, dan
tanggal pemeriksaan.
2. Marker
Tidak, Pada gambar radiograf
Lumbosacral Proyeksi Lateral
disamping, tidak ada marker
yang terpasang, seharusnya
diberi marker “R” yang terbaca.
3. Anatomi yang Seharusnya
Ditampakan
Tidak, Pada gambar radiograf
Lumbosacral Proyeksi Lateraldiatas,
bagian yang seharusnya tampak
adalah Lumbal 1-5 dan sakrum
Processus Transversus. Namun
sebagian bagian sakrum terpotong.
4. Anatomi yang Tampak Pada
Proyeksi Ini :
Tidak, Bagian sakrum terpotong.
Anatomi yang ditampakkan pada
gambar radiograf ditunjukkan
sebagai berikut:
• Dis Spaces
• Pedicles
• Vertebral Body
• Facet Joints
• Superior Articular Facets
• Pars Interarticularis
• Spinosus Process
• Inferior Articularis Facets
5. Kolimasi
Ya, Pada gambar radiograf
Lumbosakral Proyeksi Lateral
disamping, penggunaan kolimasi
sudah cukup, ditandai dengan
bagian superior Lumbal yang
tidak terpotong, dan lateral
kanan kiri juga tidak terpotong
maupun bagian inferior tidak
terpotong, namun bagian inferior
terpotong. Sehingga sebagian
sakrum tidak tampak.
6. Proteksi Radiasi
Ya, sudah ada upaya pembatasan
kolimasi. Salah satu proteksi
radiasi yaitu pada penggunaan luas
lapangan kolimasi. Pada radiograf
Lumbosakral Proyeksi Lateral di
samping digambarkan bahwa
penggunaan luas kolimasi untuk
bagian sisi kiri dan kanan kolimasi
kurang luas seharusnya dapat
menampakkan seluruh bagian
lumbal dan sacrum, bagian
superior seharusnya diperkecil
karena thoracal 12 masuk ke
dalam film seharusnya batas atas
yaitu lumbal 1 dan batas bawah
coxygeus. Perhatikan objek
pemeriksaan agar tidak terpotong
sehingga dapat menyajikan
7. Apakah batas antar tulang,
trabecular, dan soft tissue
tampak?
Tidak, Pada gambar radiograf
Lumbosacral Proyeksi Lateral
disamping, terjadi over exposed
dikarenakan soft tissue terlalu
hitam, meskipun cortex pada
tulang masih terlihat. Trabecular
tidak jelas ditampakkan, dan untuk
soft tissue secara umum tampak
tidak terlalu jelas.
8. Radiograf terproyeksi tanpa
distorsi
Ya, Pada gambar radiograf
Lumbosakral Proyeksi Lateral,
secara umum tidak nampak adaya
distorsi, baik itu elongasi maupun
shortening.
9. Apakah penggunaan film dan
batas anatomi sudah tepat?
Tidak, Penggunaan film pada
pemeriksaan Lumbosacral Proyeksi
Lateral disamping adalah ukuran 24
x30 cm dengan posisi film membujur.
Pada gambar radiograf Lumbosacral
Proyeksi Lateral disamping, batas
atas dan bawah dari lumbosakral
sudah tidak terpotong tetapi lateral
kanan dan kiri dari lumbosacral
terpotong.
10. Apakah densitas dan kontras
sudah cukup?
Ya, Pada gambar radiograf
Lumbosacral Proyeksi Lateral
disamping, densitas dan kontras
sudah cukup karena sudah dapat
menampakkan batas antar tulang,
meskipun nampak kurang jelas.
11. Bagaimana upaya untuk mencegah
artefak?
Ya, Pada pemeriksaan Lumbosakral
Proyeksi Lateral, salah satu upaya untuk
mencegah adanya artefak adalah dengan
cara melepaskan benda-benda logam
sebelum pemeriksaan di sekitar objek
pemeriksaan.
12.Apakah radiograf dapat menegakkan
diagnosa?
Tidak, Pada gambar radiograf
Lumbosacral Proyeksi Lateral diatas,
dirasa kurang dapat menegakkan
diagnosa karena lumbosakral kurang
terproyeksi dengan baik karena tidak
menampakkana seluruh bagian sacrum
bagian inferior.
13. Kesimpulan dari radiogaf
tersebut
Pada gambar radiograf
lumbosakral proyeksi lateral
disamping dinyatakan tidak
dapat diterima karena 7 dari 12
penilaian RCF gambar tersebut
tidak memenuhi kriteria.
Pemberian ID Pasien, marker,
dan pembatasan luas kolimasi
dari ROI harus diperhatikan agar
diagnosa dapat ditegakkan
dengan baik.
14. Perbaikan pada radiograf
Untuk pembuatan radiograf
craium dengan proyeksi AP untuk
perbaikan, seharusnya
a. Penggunaan faktor eksposi yang
lebih baik agar ketajaman dan soft
tissue dapat ditampakkan, trabekular
juga seharusnya terlihat jelas.
b. Ketajaman juga dapat ditingkatkan
dengan memberi instruksi pada
pasien agar tidak bergerak pada saat
ekspose dengan cara menahan
nafas, serta memberi grid agar
radiasi hambur dapat tidak
mengganggu ketajaman radiograf.
c. Pengaturan kolimasi seharusnya
diperhatikan lagi agar bagian yang
seharusnya tampak masuk ke dalam
film dan bagian yang tidak tampak
seharusnya tidak masuk dalam
radiograf, sehingga asas proteksi
radiasi dapat diterapkan dengan
baik.
d. Untuk identifikasi pasien,
seharusnya diberi identitas
pada radiograf, baik itu
nama, tempat tanggal lahir,
nomor pemeriksaan harus
dicantumkan dan untuk
pengolahan film secara
manual atau dengan
automatic processing, dapat
dilakukan ID printing sebelum
melakukan processing. Untuk
penggunaan CR, bisa
dilakuakn editing pada
pemrosesan film sebelum
film dicetak.
TERIMAKASIH..

More Related Content

What's hot

Bahan kontras radiografi
Bahan kontras radiografiBahan kontras radiografi
Bahan kontras radiografi
Wira Kusuma
 
Teknik Radiografi 3 Pemeriksaan Lopografi
Teknik Radiografi 3 Pemeriksaan LopografiTeknik Radiografi 3 Pemeriksaan Lopografi
Teknik Radiografi 3 Pemeriksaan Lopografi
Nona Zesifa
 
Ivp
Ivp Ivp
Appendicografi
AppendicografiAppendicografi
Appendicografi
Wira Kusuma
 
ppt kritisi dan evaluasi radiograf Appendicografi
ppt kritisi dan evaluasi radiograf Appendicografippt kritisi dan evaluasi radiograf Appendicografi
ppt kritisi dan evaluasi radiograf Appendicografi
Nona Zesifa
 
Radiofotografi ii ( ATRO NUSANTARA JAKARTA)
Radiofotografi  ii ( ATRO NUSANTARA JAKARTA)Radiofotografi  ii ( ATRO NUSANTARA JAKARTA)
Radiofotografi ii ( ATRO NUSANTARA JAKARTA)
Novita Anggia
 
Teknik Radiografi 3 Sistem Biliari
Teknik Radiografi 3 Sistem BiliariTeknik Radiografi 3 Sistem Biliari
Teknik Radiografi 3 Sistem Biliari
Nona Zesifa
 
Atresia ani
Atresia aniAtresia ani
Atresia ani
Ich Bin Fandy
 
Teknik Pemeriksaan Radiografi Faring laring trakhea
Teknik Pemeriksaan Radiografi Faring laring trakheaTeknik Pemeriksaan Radiografi Faring laring trakhea
Teknik Pemeriksaan Radiografi Faring laring trakhea
Nona Zesifa
 
ppt kritisi dan evaluasi radiograf Lopografi
ppt kritisi dan evaluasi radiograf Lopografippt kritisi dan evaluasi radiograf Lopografi
ppt kritisi dan evaluasi radiograf Lopografi
Nona Zesifa
 
Penatalaksanaan radiografi vertebrae thoracolumbal dengan klinis skoliosis di...
Penatalaksanaan radiografi vertebrae thoracolumbal dengan klinis skoliosis di...Penatalaksanaan radiografi vertebrae thoracolumbal dengan klinis skoliosis di...
Penatalaksanaan radiografi vertebrae thoracolumbal dengan klinis skoliosis di...
Putri Nugraheni
 
Document1 tugas tr cruris
Document1 tugas tr crurisDocument1 tugas tr cruris
Document1 tugas tr cruris
Martin Pa Docc
 
Penggunaan media kontras
Penggunaan media  kontrasPenggunaan media  kontras
Penggunaan media kontrasIch Bin Fandy
 
Radioanatomi (presentasi)
Radioanatomi (presentasi)Radioanatomi (presentasi)
Radioanatomi (presentasi)
Syscha Lumempouw
 
Faktor Geometrik
Faktor GeometrikFaktor Geometrik
Faktor Geometrik
Rini Indrati
 
FAST (Focused Assessment Sonography for Trauma)
FAST (Focused Assessment Sonography for Trauma)FAST (Focused Assessment Sonography for Trauma)
FAST (Focused Assessment Sonography for Trauma)
Seascape Surveys
 
Kolimator gamma kamera
Kolimator gamma kameraKolimator gamma kamera
Kolimator gamma kamera
Arif Fahmi
 
Prosessing otomatis radiografi
Prosessing otomatis radiografiProsessing otomatis radiografi
Prosessing otomatis radiografi
Amalia Annisa
 
Tugas Anatomi Radiologi 1
Tugas Anatomi Radiologi 1Tugas Anatomi Radiologi 1
Tugas Anatomi Radiologi 1
Merah Mars HiiRo
 

What's hot (20)

Bahan kontras radiografi
Bahan kontras radiografiBahan kontras radiografi
Bahan kontras radiografi
 
Teknik Radiografi 3 Pemeriksaan Lopografi
Teknik Radiografi 3 Pemeriksaan LopografiTeknik Radiografi 3 Pemeriksaan Lopografi
Teknik Radiografi 3 Pemeriksaan Lopografi
 
Ivp
Ivp Ivp
Ivp
 
Appendicografi
AppendicografiAppendicografi
Appendicografi
 
ppt kritisi dan evaluasi radiograf Appendicografi
ppt kritisi dan evaluasi radiograf Appendicografippt kritisi dan evaluasi radiograf Appendicografi
ppt kritisi dan evaluasi radiograf Appendicografi
 
Radiofotografi ii ( ATRO NUSANTARA JAKARTA)
Radiofotografi  ii ( ATRO NUSANTARA JAKARTA)Radiofotografi  ii ( ATRO NUSANTARA JAKARTA)
Radiofotografi ii ( ATRO NUSANTARA JAKARTA)
 
Teknik Radiografi 3 Sistem Biliari
Teknik Radiografi 3 Sistem BiliariTeknik Radiografi 3 Sistem Biliari
Teknik Radiografi 3 Sistem Biliari
 
Atresia ani
Atresia aniAtresia ani
Atresia ani
 
Teknik Pemeriksaan Radiografi Faring laring trakhea
Teknik Pemeriksaan Radiografi Faring laring trakheaTeknik Pemeriksaan Radiografi Faring laring trakhea
Teknik Pemeriksaan Radiografi Faring laring trakhea
 
ppt kritisi dan evaluasi radiograf Lopografi
ppt kritisi dan evaluasi radiograf Lopografippt kritisi dan evaluasi radiograf Lopografi
ppt kritisi dan evaluasi radiograf Lopografi
 
Teknik k v tinggi
Teknik k v tinggiTeknik k v tinggi
Teknik k v tinggi
 
Penatalaksanaan radiografi vertebrae thoracolumbal dengan klinis skoliosis di...
Penatalaksanaan radiografi vertebrae thoracolumbal dengan klinis skoliosis di...Penatalaksanaan radiografi vertebrae thoracolumbal dengan klinis skoliosis di...
Penatalaksanaan radiografi vertebrae thoracolumbal dengan klinis skoliosis di...
 
Document1 tugas tr cruris
Document1 tugas tr crurisDocument1 tugas tr cruris
Document1 tugas tr cruris
 
Penggunaan media kontras
Penggunaan media  kontrasPenggunaan media  kontras
Penggunaan media kontras
 
Radioanatomi (presentasi)
Radioanatomi (presentasi)Radioanatomi (presentasi)
Radioanatomi (presentasi)
 
Faktor Geometrik
Faktor GeometrikFaktor Geometrik
Faktor Geometrik
 
FAST (Focused Assessment Sonography for Trauma)
FAST (Focused Assessment Sonography for Trauma)FAST (Focused Assessment Sonography for Trauma)
FAST (Focused Assessment Sonography for Trauma)
 
Kolimator gamma kamera
Kolimator gamma kameraKolimator gamma kamera
Kolimator gamma kamera
 
Prosessing otomatis radiografi
Prosessing otomatis radiografiProsessing otomatis radiografi
Prosessing otomatis radiografi
 
Tugas Anatomi Radiologi 1
Tugas Anatomi Radiologi 1Tugas Anatomi Radiologi 1
Tugas Anatomi Radiologi 1
 

Viewers also liked

PEMERIKSAAN RADIOGRAFI DADA (CHEST RADIOGRAPHY)
PEMERIKSAAN RADIOGRAFI DADA (CHEST RADIOGRAPHY)PEMERIKSAAN RADIOGRAFI DADA (CHEST RADIOGRAPHY)
PEMERIKSAAN RADIOGRAFI DADA (CHEST RADIOGRAPHY)
Muhammad Nasrullah
 
ppt kritisi dan evaluasi radiograf Sacrum dan coccyx
ppt kritisi dan evaluasi radiograf Sacrum dan coccyxppt kritisi dan evaluasi radiograf Sacrum dan coccyx
ppt kritisi dan evaluasi radiograf Sacrum dan coccyx
Nona Zesifa
 
Pediatric radiography
Pediatric radiographyPediatric radiography
Pediatric radiography
Julie Parsons
 
Shoulder x-ray
Shoulder x-rayShoulder x-ray
Shoulder x-ray
Nguyen Ha
 
Upper limb radiology
Upper limb radiologyUpper limb radiology
Upper limb radiology
Athira Aravind
 
Anatomy and Radiography of shoulder and arm
Anatomy and Radiography of shoulder and armAnatomy and Radiography of shoulder and arm
Anatomy and Radiography of shoulder and arm
Prasanta Nath
 
Pediatric radiology
Pediatric radiologyPediatric radiology
Pediatric radiology
airwave12
 
Upper extremity anatomy & positioning
Upper extremity anatomy & positioningUpper extremity anatomy & positioning
Upper extremity anatomy & positioning
InfoUtilRT
 
Advanced radiographic positions for the lower extremities
Advanced radiographic positions for the lower extremitiesAdvanced radiographic positions for the lower extremities
Advanced radiographic positions for the lower extremities
mr_koky
 
Radiographic positioning of humerus and shoulder
Radiographic positioning of humerus and shoulderRadiographic positioning of humerus and shoulder
Radiographic positioning of humerus and shoulder
shajitha khan
 
Vertebral Column And Contents Of The Vertebral Canal
Vertebral Column And Contents Of The Vertebral CanalVertebral Column And Contents Of The Vertebral Canal
Vertebral Column And Contents Of The Vertebral Canal
MD Specialclass
 
Anatomy of Vertebral Column
Anatomy of Vertebral ColumnAnatomy of Vertebral Column
Anatomy of Vertebral Column
Sharmin Susiwala
 
Biomechanich of the spine ppt (2)
Biomechanich of the spine ppt (2)Biomechanich of the spine ppt (2)
Biomechanich of the spine ppt (2)
Dr.Debanjan Mondal(PT)
 
Vertebral Column
Vertebral ColumnVertebral Column
Vertebral Column
Sanjiv Haribhakti
 
RADIOLOGICAL ANATOMY OF UPPER LIMB(SHOULDER@ELBOW)
RADIOLOGICAL ANATOMY OF UPPER LIMB(SHOULDER@ELBOW)RADIOLOGICAL ANATOMY OF UPPER LIMB(SHOULDER@ELBOW)
RADIOLOGICAL ANATOMY OF UPPER LIMB(SHOULDER@ELBOW)
Bhaskar Sangamreddy
 
Ankle joint radiography
Ankle joint radiographyAnkle joint radiography
Ankle joint radiography
Nikhil Murkey
 
Anatomy of spine
Anatomy of spineAnatomy of spine

Viewers also liked (17)

PEMERIKSAAN RADIOGRAFI DADA (CHEST RADIOGRAPHY)
PEMERIKSAAN RADIOGRAFI DADA (CHEST RADIOGRAPHY)PEMERIKSAAN RADIOGRAFI DADA (CHEST RADIOGRAPHY)
PEMERIKSAAN RADIOGRAFI DADA (CHEST RADIOGRAPHY)
 
ppt kritisi dan evaluasi radiograf Sacrum dan coccyx
ppt kritisi dan evaluasi radiograf Sacrum dan coccyxppt kritisi dan evaluasi radiograf Sacrum dan coccyx
ppt kritisi dan evaluasi radiograf Sacrum dan coccyx
 
Pediatric radiography
Pediatric radiographyPediatric radiography
Pediatric radiography
 
Shoulder x-ray
Shoulder x-rayShoulder x-ray
Shoulder x-ray
 
Upper limb radiology
Upper limb radiologyUpper limb radiology
Upper limb radiology
 
Anatomy and Radiography of shoulder and arm
Anatomy and Radiography of shoulder and armAnatomy and Radiography of shoulder and arm
Anatomy and Radiography of shoulder and arm
 
Pediatric radiology
Pediatric radiologyPediatric radiology
Pediatric radiology
 
Upper extremity anatomy & positioning
Upper extremity anatomy & positioningUpper extremity anatomy & positioning
Upper extremity anatomy & positioning
 
Advanced radiographic positions for the lower extremities
Advanced radiographic positions for the lower extremitiesAdvanced radiographic positions for the lower extremities
Advanced radiographic positions for the lower extremities
 
Radiographic positioning of humerus and shoulder
Radiographic positioning of humerus and shoulderRadiographic positioning of humerus and shoulder
Radiographic positioning of humerus and shoulder
 
Vertebral Column And Contents Of The Vertebral Canal
Vertebral Column And Contents Of The Vertebral CanalVertebral Column And Contents Of The Vertebral Canal
Vertebral Column And Contents Of The Vertebral Canal
 
Anatomy of Vertebral Column
Anatomy of Vertebral ColumnAnatomy of Vertebral Column
Anatomy of Vertebral Column
 
Biomechanich of the spine ppt (2)
Biomechanich of the spine ppt (2)Biomechanich of the spine ppt (2)
Biomechanich of the spine ppt (2)
 
Vertebral Column
Vertebral ColumnVertebral Column
Vertebral Column
 
RADIOLOGICAL ANATOMY OF UPPER LIMB(SHOULDER@ELBOW)
RADIOLOGICAL ANATOMY OF UPPER LIMB(SHOULDER@ELBOW)RADIOLOGICAL ANATOMY OF UPPER LIMB(SHOULDER@ELBOW)
RADIOLOGICAL ANATOMY OF UPPER LIMB(SHOULDER@ELBOW)
 
Ankle joint radiography
Ankle joint radiographyAnkle joint radiography
Ankle joint radiography
 
Anatomy of spine
Anatomy of spineAnatomy of spine
Anatomy of spine
 

More from Nona Zesifa

PPT Variabel dan hipotesis
PPT Variabel dan hipotesisPPT Variabel dan hipotesis
PPT Variabel dan hipotesis
Nona Zesifa
 
PPT Rancangan penelitian kuantitatif
PPT Rancangan penelitian kuantitatifPPT Rancangan penelitian kuantitatif
PPT Rancangan penelitian kuantitatif
Nona Zesifa
 
PPT Metode penelitian kuantitatif
PPT Metode penelitian kuantitatifPPT Metode penelitian kuantitatif
PPT Metode penelitian kuantitatif
Nona Zesifa
 
PPT Langkah - langkah Penelitian
PPT Langkah - langkah PenelitianPPT Langkah - langkah Penelitian
PPT Langkah - langkah Penelitian
Nona Zesifa
 
PPT Kerangka konsep dan kerangka teori
PPT Kerangka konsep dan kerangka teoriPPT Kerangka konsep dan kerangka teori
PPT Kerangka konsep dan kerangka teori
Nona Zesifa
 
ppt teknik scanning Renogram
ppt teknik scanning Renogramppt teknik scanning Renogram
ppt teknik scanning Renogram
Nona Zesifa
 
Ppt teknik pemeriksaan tiroid up take
Ppt teknik pemeriksaan tiroid up takePpt teknik pemeriksaan tiroid up take
Ppt teknik pemeriksaan tiroid up take
Nona Zesifa
 
Ppt ct scan abdomen pada kasus tumor hati
Ppt ct scan abdomen pada kasus tumor hatiPpt ct scan abdomen pada kasus tumor hati
Ppt ct scan abdomen pada kasus tumor hati
Nona Zesifa
 
Ppt ct scan abdomen pada klinis kanker pankreas
Ppt ct scan abdomen pada  klinis kanker pankreasPpt ct scan abdomen pada  klinis kanker pankreas
Ppt ct scan abdomen pada klinis kanker pankreas
Nona Zesifa
 
Ppt ct scan thorax pada kasus asma
Ppt ct scan thorax pada kasus asmaPpt ct scan thorax pada kasus asma
Ppt ct scan thorax pada kasus asma
Nona Zesifa
 
Ppt ct-scan thorax pada kasus biopsi tumor paru
Ppt ct-scan thorax pada kasus biopsi tumor paruPpt ct-scan thorax pada kasus biopsi tumor paru
Ppt ct-scan thorax pada kasus biopsi tumor paru
Nona Zesifa
 
ppt Ct scan abdomen pada kasus kista liver
ppt Ct scan abdomen pada kasus kista liverppt Ct scan abdomen pada kasus kista liver
ppt Ct scan abdomen pada kasus kista liver
Nona Zesifa
 
ppt Ct scan thorax pada klinis tumor hepar
ppt Ct scan thorax pada klinis tumor heparppt Ct scan thorax pada klinis tumor hepar
ppt Ct scan thorax pada klinis tumor hepar
Nona Zesifa
 
ppt aplikasi klinis Ct-scan thorax pada kasus Corpus Alienum
ppt aplikasi klinis Ct-scan thorax pada kasus Corpus Alienumppt aplikasi klinis Ct-scan thorax pada kasus Corpus Alienum
ppt aplikasi klinis Ct-scan thorax pada kasus Corpus Alienum
Nona Zesifa
 
ppt Pengolahan citra digital pada modalitas MRI
ppt Pengolahan citra digital pada modalitas MRIppt Pengolahan citra digital pada modalitas MRI
ppt Pengolahan citra digital pada modalitas MRI
Nona Zesifa
 
ppt Aplikasi pengolahan citra digital pada modalitas digital radiography (DR)
ppt Aplikasi pengolahan citra digital pada modalitas digital radiography (DR)ppt Aplikasi pengolahan citra digital pada modalitas digital radiography (DR)
ppt Aplikasi pengolahan citra digital pada modalitas digital radiography (DR)
Nona Zesifa
 
ppt Aplikasi pengolahan citra digital pada modalitas ct-scan
ppt Aplikasi pengolahan citra digital pada modalitas ct-scanppt Aplikasi pengolahan citra digital pada modalitas ct-scan
ppt Aplikasi pengolahan citra digital pada modalitas ct-scan
Nona Zesifa
 
ppt quality control akurasi dan repro timer
ppt quality control akurasi dan repro timerppt quality control akurasi dan repro timer
ppt quality control akurasi dan repro timer
Nona Zesifa
 
Ppt quality control akurasi dan repro kv
Ppt quality control akurasi dan repro kvPpt quality control akurasi dan repro kv
Ppt quality control akurasi dan repro kv
Nona Zesifa
 

More from Nona Zesifa (19)

PPT Variabel dan hipotesis
PPT Variabel dan hipotesisPPT Variabel dan hipotesis
PPT Variabel dan hipotesis
 
PPT Rancangan penelitian kuantitatif
PPT Rancangan penelitian kuantitatifPPT Rancangan penelitian kuantitatif
PPT Rancangan penelitian kuantitatif
 
PPT Metode penelitian kuantitatif
PPT Metode penelitian kuantitatifPPT Metode penelitian kuantitatif
PPT Metode penelitian kuantitatif
 
PPT Langkah - langkah Penelitian
PPT Langkah - langkah PenelitianPPT Langkah - langkah Penelitian
PPT Langkah - langkah Penelitian
 
PPT Kerangka konsep dan kerangka teori
PPT Kerangka konsep dan kerangka teoriPPT Kerangka konsep dan kerangka teori
PPT Kerangka konsep dan kerangka teori
 
ppt teknik scanning Renogram
ppt teknik scanning Renogramppt teknik scanning Renogram
ppt teknik scanning Renogram
 
Ppt teknik pemeriksaan tiroid up take
Ppt teknik pemeriksaan tiroid up takePpt teknik pemeriksaan tiroid up take
Ppt teknik pemeriksaan tiroid up take
 
Ppt ct scan abdomen pada kasus tumor hati
Ppt ct scan abdomen pada kasus tumor hatiPpt ct scan abdomen pada kasus tumor hati
Ppt ct scan abdomen pada kasus tumor hati
 
Ppt ct scan abdomen pada klinis kanker pankreas
Ppt ct scan abdomen pada  klinis kanker pankreasPpt ct scan abdomen pada  klinis kanker pankreas
Ppt ct scan abdomen pada klinis kanker pankreas
 
Ppt ct scan thorax pada kasus asma
Ppt ct scan thorax pada kasus asmaPpt ct scan thorax pada kasus asma
Ppt ct scan thorax pada kasus asma
 
Ppt ct-scan thorax pada kasus biopsi tumor paru
Ppt ct-scan thorax pada kasus biopsi tumor paruPpt ct-scan thorax pada kasus biopsi tumor paru
Ppt ct-scan thorax pada kasus biopsi tumor paru
 
ppt Ct scan abdomen pada kasus kista liver
ppt Ct scan abdomen pada kasus kista liverppt Ct scan abdomen pada kasus kista liver
ppt Ct scan abdomen pada kasus kista liver
 
ppt Ct scan thorax pada klinis tumor hepar
ppt Ct scan thorax pada klinis tumor heparppt Ct scan thorax pada klinis tumor hepar
ppt Ct scan thorax pada klinis tumor hepar
 
ppt aplikasi klinis Ct-scan thorax pada kasus Corpus Alienum
ppt aplikasi klinis Ct-scan thorax pada kasus Corpus Alienumppt aplikasi klinis Ct-scan thorax pada kasus Corpus Alienum
ppt aplikasi klinis Ct-scan thorax pada kasus Corpus Alienum
 
ppt Pengolahan citra digital pada modalitas MRI
ppt Pengolahan citra digital pada modalitas MRIppt Pengolahan citra digital pada modalitas MRI
ppt Pengolahan citra digital pada modalitas MRI
 
ppt Aplikasi pengolahan citra digital pada modalitas digital radiography (DR)
ppt Aplikasi pengolahan citra digital pada modalitas digital radiography (DR)ppt Aplikasi pengolahan citra digital pada modalitas digital radiography (DR)
ppt Aplikasi pengolahan citra digital pada modalitas digital radiography (DR)
 
ppt Aplikasi pengolahan citra digital pada modalitas ct-scan
ppt Aplikasi pengolahan citra digital pada modalitas ct-scanppt Aplikasi pengolahan citra digital pada modalitas ct-scan
ppt Aplikasi pengolahan citra digital pada modalitas ct-scan
 
ppt quality control akurasi dan repro timer
ppt quality control akurasi dan repro timerppt quality control akurasi dan repro timer
ppt quality control akurasi dan repro timer
 
Ppt quality control akurasi dan repro kv
Ppt quality control akurasi dan repro kvPpt quality control akurasi dan repro kv
Ppt quality control akurasi dan repro kv
 

Recently uploaded

Supracondyler humerus fracture modul.pdf
Supracondyler humerus fracture modul.pdfSupracondyler humerus fracture modul.pdf
Supracondyler humerus fracture modul.pdf
ortopedifk
 
Hiv DAN AIDS dalam kehamilan-------------
Hiv DAN AIDS dalam kehamilan-------------Hiv DAN AIDS dalam kehamilan-------------
Hiv DAN AIDS dalam kehamilan-------------
nurulkarunia4
 
Materi 5. Penjaminan Mutu Labkesmas.pptx
Materi 5. Penjaminan Mutu Labkesmas.pptxMateri 5. Penjaminan Mutu Labkesmas.pptx
Materi 5. Penjaminan Mutu Labkesmas.pptx
syam586213
 
DEFENISI OPERASIONAL (SINDROM) PENYAKIT SKDR.pptx
DEFENISI OPERASIONAL (SINDROM) PENYAKIT SKDR.pptxDEFENISI OPERASIONAL (SINDROM) PENYAKIT SKDR.pptx
DEFENISI OPERASIONAL (SINDROM) PENYAKIT SKDR.pptx
DamianLoveChannel
 
Cara Pembuatan Obat Tradisional Yang Baik_New.ppt
Cara Pembuatan Obat Tradisional Yang Baik_New.pptCara Pembuatan Obat Tradisional Yang Baik_New.ppt
Cara Pembuatan Obat Tradisional Yang Baik_New.ppt
andiulfahmagefirahra1
 
441766795-PERSONAL-HYGIENE-ppt kebersihan diri sendiri.ppt
441766795-PERSONAL-HYGIENE-ppt kebersihan diri sendiri.ppt441766795-PERSONAL-HYGIENE-ppt kebersihan diri sendiri.ppt
441766795-PERSONAL-HYGIENE-ppt kebersihan diri sendiri.ppt
Datalablokakalianda
 
Desain Deskriptif Desain studi pada epidemiology bencana .pdf
Desain Deskriptif Desain studi pada epidemiology bencana .pdfDesain Deskriptif Desain studi pada epidemiology bencana .pdf
Desain Deskriptif Desain studi pada epidemiology bencana .pdf
arikiskandar
 
ANTIBIOTIK TOPIKAL Farmakologi Basic Dasar
ANTIBIOTIK TOPIKAL Farmakologi Basic DasarANTIBIOTIK TOPIKAL Farmakologi Basic Dasar
ANTIBIOTIK TOPIKAL Farmakologi Basic Dasar
MFCorp
 
Pengendalian Proses.pptx Mata kuliah manajemen mutu laboratorium
Pengendalian Proses.pptx Mata kuliah manajemen mutu laboratoriumPengendalian Proses.pptx Mata kuliah manajemen mutu laboratorium
Pengendalian Proses.pptx Mata kuliah manajemen mutu laboratorium
SyailaNandaSofiaWell
 
farmakologi antikoagulan pada kasus kardiovaskular
farmakologi antikoagulan pada kasus kardiovaskularfarmakologi antikoagulan pada kasus kardiovaskular
farmakologi antikoagulan pada kasus kardiovaskular
MuhammadAuliaKurniaw1
 
PPT RAKOR POKJANAL POSYANDU DALAM PENGUATAN INTEGRASI LAYANAN PRIMER
PPT  RAKOR POKJANAL POSYANDU DALAM PENGUATAN INTEGRASI LAYANAN PRIMERPPT  RAKOR POKJANAL POSYANDU DALAM PENGUATAN INTEGRASI LAYANAN PRIMER
PPT RAKOR POKJANAL POSYANDU DALAM PENGUATAN INTEGRASI LAYANAN PRIMER
sulastri822782
 
jejaring dan jaringan pkm 2019 presentasi
jejaring dan jaringan pkm 2019 presentasijejaring dan jaringan pkm 2019 presentasi
jejaring dan jaringan pkm 2019 presentasi
lala263132
 
pemaparan PPT pneumonia untuk fakultas kedokteran
pemaparan PPT pneumonia untuk fakultas kedokteranpemaparan PPT pneumonia untuk fakultas kedokteran
pemaparan PPT pneumonia untuk fakultas kedokteran
hadijaul
 
farmakologi antikoagulan presentasi.pptx
farmakologi antikoagulan presentasi.pptxfarmakologi antikoagulan presentasi.pptx
farmakologi antikoagulan presentasi.pptx
MuhammadAuliaKurniaw1
 
1.Kebutuhan Dasar Neonatus, Bayi, Balita, dan Anak Pra Sekolah.pptx
1.Kebutuhan Dasar Neonatus, Bayi, Balita, dan Anak Pra Sekolah.pptx1.Kebutuhan Dasar Neonatus, Bayi, Balita, dan Anak Pra Sekolah.pptx
1.Kebutuhan Dasar Neonatus, Bayi, Balita, dan Anak Pra Sekolah.pptx
LisnaKhairaniNasutio
 
Slide 1. Analisis Obat-obat Analgetik.pptx
Slide 1. Analisis Obat-obat Analgetik.pptxSlide 1. Analisis Obat-obat Analgetik.pptx
Slide 1. Analisis Obat-obat Analgetik.pptx
FiikFiik
 
graves’ disease etiology, pathofisiology
graves’ disease etiology, pathofisiologygraves’ disease etiology, pathofisiology
graves’ disease etiology, pathofisiology
RheginaSalsabila
 
pengukuran dan intervensi Serentak stunting.pdf
pengukuran dan intervensi Serentak stunting.pdfpengukuran dan intervensi Serentak stunting.pdf
pengukuran dan intervensi Serentak stunting.pdf
adwinhadipurnadi
 
Gambaran Umum asuhan persalinan normal.ppt
Gambaran Umum asuhan persalinan normal.pptGambaran Umum asuhan persalinan normal.ppt
Gambaran Umum asuhan persalinan normal.ppt
ssusera85899
 
Petunjuk teknis Aplikasi Indikator Nasional Mutu FKTP
Petunjuk teknis Aplikasi Indikator Nasional Mutu FKTPPetunjuk teknis Aplikasi Indikator Nasional Mutu FKTP
Petunjuk teknis Aplikasi Indikator Nasional Mutu FKTP
adhiwargamandiriseja
 

Recently uploaded (20)

Supracondyler humerus fracture modul.pdf
Supracondyler humerus fracture modul.pdfSupracondyler humerus fracture modul.pdf
Supracondyler humerus fracture modul.pdf
 
Hiv DAN AIDS dalam kehamilan-------------
Hiv DAN AIDS dalam kehamilan-------------Hiv DAN AIDS dalam kehamilan-------------
Hiv DAN AIDS dalam kehamilan-------------
 
Materi 5. Penjaminan Mutu Labkesmas.pptx
Materi 5. Penjaminan Mutu Labkesmas.pptxMateri 5. Penjaminan Mutu Labkesmas.pptx
Materi 5. Penjaminan Mutu Labkesmas.pptx
 
DEFENISI OPERASIONAL (SINDROM) PENYAKIT SKDR.pptx
DEFENISI OPERASIONAL (SINDROM) PENYAKIT SKDR.pptxDEFENISI OPERASIONAL (SINDROM) PENYAKIT SKDR.pptx
DEFENISI OPERASIONAL (SINDROM) PENYAKIT SKDR.pptx
 
Cara Pembuatan Obat Tradisional Yang Baik_New.ppt
Cara Pembuatan Obat Tradisional Yang Baik_New.pptCara Pembuatan Obat Tradisional Yang Baik_New.ppt
Cara Pembuatan Obat Tradisional Yang Baik_New.ppt
 
441766795-PERSONAL-HYGIENE-ppt kebersihan diri sendiri.ppt
441766795-PERSONAL-HYGIENE-ppt kebersihan diri sendiri.ppt441766795-PERSONAL-HYGIENE-ppt kebersihan diri sendiri.ppt
441766795-PERSONAL-HYGIENE-ppt kebersihan diri sendiri.ppt
 
Desain Deskriptif Desain studi pada epidemiology bencana .pdf
Desain Deskriptif Desain studi pada epidemiology bencana .pdfDesain Deskriptif Desain studi pada epidemiology bencana .pdf
Desain Deskriptif Desain studi pada epidemiology bencana .pdf
 
ANTIBIOTIK TOPIKAL Farmakologi Basic Dasar
ANTIBIOTIK TOPIKAL Farmakologi Basic DasarANTIBIOTIK TOPIKAL Farmakologi Basic Dasar
ANTIBIOTIK TOPIKAL Farmakologi Basic Dasar
 
Pengendalian Proses.pptx Mata kuliah manajemen mutu laboratorium
Pengendalian Proses.pptx Mata kuliah manajemen mutu laboratoriumPengendalian Proses.pptx Mata kuliah manajemen mutu laboratorium
Pengendalian Proses.pptx Mata kuliah manajemen mutu laboratorium
 
farmakologi antikoagulan pada kasus kardiovaskular
farmakologi antikoagulan pada kasus kardiovaskularfarmakologi antikoagulan pada kasus kardiovaskular
farmakologi antikoagulan pada kasus kardiovaskular
 
PPT RAKOR POKJANAL POSYANDU DALAM PENGUATAN INTEGRASI LAYANAN PRIMER
PPT  RAKOR POKJANAL POSYANDU DALAM PENGUATAN INTEGRASI LAYANAN PRIMERPPT  RAKOR POKJANAL POSYANDU DALAM PENGUATAN INTEGRASI LAYANAN PRIMER
PPT RAKOR POKJANAL POSYANDU DALAM PENGUATAN INTEGRASI LAYANAN PRIMER
 
jejaring dan jaringan pkm 2019 presentasi
jejaring dan jaringan pkm 2019 presentasijejaring dan jaringan pkm 2019 presentasi
jejaring dan jaringan pkm 2019 presentasi
 
pemaparan PPT pneumonia untuk fakultas kedokteran
pemaparan PPT pneumonia untuk fakultas kedokteranpemaparan PPT pneumonia untuk fakultas kedokteran
pemaparan PPT pneumonia untuk fakultas kedokteran
 
farmakologi antikoagulan presentasi.pptx
farmakologi antikoagulan presentasi.pptxfarmakologi antikoagulan presentasi.pptx
farmakologi antikoagulan presentasi.pptx
 
1.Kebutuhan Dasar Neonatus, Bayi, Balita, dan Anak Pra Sekolah.pptx
1.Kebutuhan Dasar Neonatus, Bayi, Balita, dan Anak Pra Sekolah.pptx1.Kebutuhan Dasar Neonatus, Bayi, Balita, dan Anak Pra Sekolah.pptx
1.Kebutuhan Dasar Neonatus, Bayi, Balita, dan Anak Pra Sekolah.pptx
 
Slide 1. Analisis Obat-obat Analgetik.pptx
Slide 1. Analisis Obat-obat Analgetik.pptxSlide 1. Analisis Obat-obat Analgetik.pptx
Slide 1. Analisis Obat-obat Analgetik.pptx
 
graves’ disease etiology, pathofisiology
graves’ disease etiology, pathofisiologygraves’ disease etiology, pathofisiology
graves’ disease etiology, pathofisiology
 
pengukuran dan intervensi Serentak stunting.pdf
pengukuran dan intervensi Serentak stunting.pdfpengukuran dan intervensi Serentak stunting.pdf
pengukuran dan intervensi Serentak stunting.pdf
 
Gambaran Umum asuhan persalinan normal.ppt
Gambaran Umum asuhan persalinan normal.pptGambaran Umum asuhan persalinan normal.ppt
Gambaran Umum asuhan persalinan normal.ppt
 
Petunjuk teknis Aplikasi Indikator Nasional Mutu FKTP
Petunjuk teknis Aplikasi Indikator Nasional Mutu FKTPPetunjuk teknis Aplikasi Indikator Nasional Mutu FKTP
Petunjuk teknis Aplikasi Indikator Nasional Mutu FKTP
 

ppt kritisi dan evaluasi radiograf Lumbal dan Lumbosacral

  • 1. RADIOGRAPHIC IMAGE QUALITY PARAMETRY DAN RCF LUMBAL DAN LUMBOSACRAL
  • 2. KRITISI DAN EVALUASI RADIOGRAF LUMBAL (AP)
  • 3. BERDASARKAN RCF 1. Identifikasi Identitas Radiograf Tidak, Pada gambar radiograf Lumbal AP disamping, tidak terdapat identitas pasien yang meliputi nama pasien, tanggal lahir/umur, institusi pembuat/instalasi, dan tanggal pemeriksaan. 2. Marker Ya, Pada gambar radiograf Lumbal AP disamping, ada marker yang terpasang “R” dan menunjukkan radiograf dalam proyeksi AP, ditandai dengan marker “R” yang terbaca. 3. Anatomi yang seharusnya ditampakkan. Ya, Pada gambar radiograf Lumbal AP disamping, bagian yang seharusnya terlihat adalah lumbal-1 sampai dengan lumbal 5 dan semuanya sudah tampak di radiograf disamping.
  • 4. 4. Anatomi yang tampak pada proyeksi ini Ya, semua ROI nampak. Anatomi yang ditampakkan adalah: 1. L-1 sampai L-5 2. Prosesus transfersus 3. Prosesus spinosus 5. Kolimasi Ya, Pada gambar radiograf Lumbal AP diatas, penggunaan kolimasi sudah cukup, ditandai dengan bagian superior Lumbal yang tidak terpotong, dan lateral kanan kiri juga tidak terpotong, sehingga dapat menampakkan
  • 5. 6. Proteksi Radiasi Ya, Salah satu proteksi radiasi yaitu pada penggunaan luas lapangan kolimasi. Pada radiograf Lumbal AP di samping digambarkan bahwa penggunaan luas kolimasi untuk bagian samping kanan masih terlalu luas, seharusnya masih dapat diperkecil, dengan memperhatikan objek pemeriksaan agar tidak terpotong sehingga dapat menyajikan informasi yang cukup.
  • 6. 7. Apakah batas antar tulang, trabecular, dan soft tissue tampak? Ya, Pada gambar radiograf Lumbal AP disamping, batas antar tulang sudah tajam, trabecular sudah jelas ditampakkan, dan untuk soft tissue secara umum tampak tidak terlalu jelas sehingga gambaran turabecular tulang lebih dominan. 8. Radiograf terproyeksi tanpa distorsi Ya, Pada gambar radiograf Lumbal AP disamping, secara umum tidak nampak adaya distorsi, baik itu elongasi maupun shortening ditandai dengan prosesus spinosus
  • 7. 9. Apakah penggunaan film dan batas anatomi sudah tepat? Ya, Penggunaan film pada pemeriksaan Lumbal AP Lumbal AP adalah ukuran 24x30 cm dengan posisi film membujur. Pada gambar radiograf Lumbal AP Lumbal AP disamping, batas atas dan bawah dari lumbal sudah tidak terpotong dan lateral kanan dan kiri dari lumbal juga tidak terpotong. 10. Apakah densitas dan kontras sudah cukup? Ya, Pada gambar radiograf Lumbal AP disamping, densitas dan kontras sudah cukup karena sudah dapat menampakkan batas antar tulang, meskipun soft tissue tidak terlihat
  • 8. 11. Bagaimana upaya untuk mencegah artefak? Tidak, Pada pemeriksaan Lumbal AP, salah satu upaya untuk mencegah adanya artefak adalah dengan cara melepaskan benda- benda logam sebelum pemeriksaan di sekitar objek. Pada radiograf disamping masih terdapat artefak pada thoracal 12. 12. Apakah radiograf dapat menegakkan diagnosa? Ya, Pada gambar radiograf Lumbal AP disamping, dirasa sudah dapat menegakkan diagnosa karena lumbal terproyeksi dengan baik.
  • 9. 13. Kesimpulan dari radiogaf tersebut Pada gambar radiograf Lumbal proyeksi AP Axial disamping dinyatakan dapat diterima dengan perbaikan Identitas dicantumkan dan untuk pemeriksaan lumbal, soft tissue lebih diperlihatkan dengan cara menurunkan sedikit faktor eksposi dan artefak yang menghalangi bagian thoracal. 14. Perbaikan pada radiograf Untuk pembuatan radiograf Lumbal AP untuk perbaikan, seharusnya memperhatikan hal-hal berikut: a. Penggunaan faktor eksposi yang lebih baik agar ketajaman dan soft tissue dapat ditampakkan, batas antar ulang dapat terlihat jelas. b. Ketajaman juga dapat ditingkatkan dengan memberi instruksi pada pasien agar tidak bergerak pada saat ekspose
  • 10. c. Untuk identifikasi pasien, seharusnya diberi identitas pada radiograf, baik itu nama, tempat tanggal lahir, nmor pemeriksaan harus dicantumkan dan untuk pengolahan film secara manual atau dengan automatic processing, dapat dilakukan ID printing sebelum melakukan processing. Untuk penggunaan CR, bisa dilakuakn editing pada pemrosesan film sebelum film dicetak. d. Untuk mencegah adanya artefak pada radiograf seharusnya sebelum pemeriksaan dilakukan pengecekan barang-barang yang akan menghalangi objek yang diperiksa
  • 11. KRITISI DAN EVALUASI RADIOGRAF LUMBAL (LATERAL)
  • 12. BERDASARKAN RCF 1. Identifikasi Identitas Radiograf Tidak, Pada gambar radiograf lumbal proyeksi lateral disamping, tidak terdapat identitas pasien yang meliputi nama pasien, tanggal lahir/umur, institusi pembuat/instalasi, dan tanggal pemeriksaan. 2. Marker Tidak, Pada gambar radiograf lumbal proyeksi lateral disamping, tidak ada marker yang terpasang 3. Anatomi yang seharusnya ditampakkan Ya, Pada gambar radiograf lumbal lateral disamping, bagian yang seharusnya tampak adalah lumbal 1 sampai lumbal 5, Processus spinosus,
  • 13. 4. Anatomi yang tampak pada proyeksi ini Ya, Bagian ROI tidak terpotong. Pada gambar radiograf Lumbal Lateral disamping, anatomi yang ditampakkan adalah: 1. L-1 sampai L-5 2. Prosesus transfersus 3. Prosesus spinosus 5. Kolimasi Ya, Pada gambar radiograf Lumbal proyeksi Lateral disamping, penggunaan kolimasi sudah cukup, ditandai dengan bagian superior lumbal yang tidak terpotong, dan lateral kanan kiri juga tidak terpotong, sehingga dapat menampakkan informasi yang dibutuhkan.
  • 14. 6. Proteksi Radiasi Ya, Salah satu proteksi radiasi yaitu pada penggunaan luas lapangan kolimasi. Pada radiograf lumbal proyeksi lateral di samping digambarkan bahwa penggunaan luas kolimasi untuk bagian superior, lateral kanan, kiri sudah cukup , seluruh objek yang diperlukan sudah masuk dalam lapangan penyinaran. 7. Apakah batas antar tulang, trabecular, dan soft tissue tampak? Tidak, Pada gambar radiograf lumbal proyeksi Lateral disamping, batas antar tulang tidak tampak tajam, trabecular tulang tidak jelas ditampakkan, dan untuk soft tissue secara umum tampak tidak terlalu jelas dikarenakan over eksposi pada saat pengaturan di control table.
  • 15. 8. Radiograf terproyeksi tanpa distorsi Ya, Pada gambar radiograf lumbal proyeksi Lateral disamping, secara umum tidak nampak adaya distorsi, baik itu elongasi maupun shortening. 9. Apakah penggunaan film dan batas anatomi sudah tepat? Ya, Penggunaan film pada pemeriksaan lumbal proyeksi Lateral adalah ukuran 18x24 cm dengan posisi film membujur. Pada gambar radiograf Lumbal proyeksi lateral disamping, batas atas dan bawah dari Lumbal sudah tidak terpotong dan samping kanan dan kiri dari Lumbal juga tidak terpotong.
  • 16. 10. Apakah densitas dan kontras sudah cukup? Ya, Pada gambar radiograf lumbal proyeksi lateral disamping, densitas dan kontras sudah cukup karena sudah dapat menampakkan batas antar tulang, meskipun soft tissue tidak terlihat jelas. 11. Bagaimana upaya untuk mencegah artefak Ya, Pada pemeriksaan lumbal proyeksi lateral, salah satu upaya untuk mencehgah adanya artefak adalah dengan cara melepaskan benda-benda logam di sekitar celana sebelum pemeriksaan, dan sebaiknya celana dilepas.
  • 17. 12. Apakah radiograf dapat menegakkan diagnosa? Ya, Pada gambar radiograf lumbal proyeksi lateral disamping, dirasa sudah dapat menegakkan diagnosa karena Lumbal terproyeksi dengan baik. 13. Kesimpulan dari radiogaf tersebut Pada gambar radiograf lumbal proyeksi lateral disamping dinyatakan dapat diterima karena 9 dari 12 penilaian RCF gambar tersebut memenuhi kriteria. Namun dengan perbaikan Identitas dicantumkan dan pemberian marker harus diperhatikan. Ketajaman gambar juga perlu diperhatikan agar diagnosa dapat ditegakkan dengan baik.
  • 18. 14. Perbaikan pada radiograf Untuk pembuatan radiograf Lumbal proyeksi lateral untuk perbaikan, seharusnya memperhatikan hal-hal berikut: a. Penggunaan faktor eksposi yang lebih baik agar ketajaman dan soft tissue dapat ditampakkan, batas antar ulang dapat terlihat jelas. b. Ketajaman juga dapat ditingkatkan dengan memberi instruksi pada pasien agar tidak bergerak pada saat ekspose dengan cara menahan nafas. c. Untuk identifikasi pasien, seharusnya diberi identitas pada radiograf, baik itu nama, tempat tanggal lahir, nmor pemeriksaan harus dicantumkan dan untuk pengolahan film secara manual atau dengan automatic processing, dapat dilakukan ID printing sebelum melakukan processing. Untuk penggunaan CR, bisa dilakuakn editing pada pemrosesan film sebelum film dicetak.
  • 19. KRITISI DAN EVALUASI RADIOGRAF LUMBOSACRAL AP
  • 20. BERDASARKAN RCF 1. Identifikasi Identitas Radiograf Tidak, Pada gambar radiograf Lumbosakral Proyeksi AP disamping, tidak terdapat identitas pasien yang meliputi nama pasien, tanggal lahir/umur, institusi pembuat/instalasi, dan tanggal pemeriksaan. 2. Marker Tidak, Pada gambar radiograf Lumbosakral Proyeksi AP disamping, tidak ada marker yang terpasang. Seharusnya diberi marker “R” menunjukkan radiograf dalam proyeksi AP, ditandai dengan marker “R” yang terbaca.
  • 21. 3. Anatomi yang seharusnya ditampakkan. Pada gambar radiograf Lumbosakral Proyeksi AP disamping, bagian yang seharusnya tampak adalah superior artikularis process lumbal, a. inferior artikularis process lumbal, b. spinosus process lumbal, c. left lamina lumbal, d. ala of sacrum.
  • 22. 4. Anatomi yang tampak pada proyeksi ini Pada gambar radiograf Lumbosakral Proyeksi AP disamping, anatomi yang ditampakkan adalah: superior artikularis process lumbal 2 , inferior artikularis process 1 , spinosus process lumbal 3, left lamina lumbal 4, ala of sacrum. 5. Kolimasi Ya, Pada gambar radiograf Lumbosakral Proyeksi AP disamping, penggunaan kolimasi sudah cukup, ditandai dengan bagian superior Lumbosakral yang tidak terpotong, dan lateral kanan kiri juga tidak terpotong, sehingga dapat menampakkan informasi yang dibutuhkan.
  • 23. 6. Proteksi Radiasi Ya, Salah satu proteksi radiasi yaitu pada penggunaan luas lapangan kolimasi. Pada radiograf Lumbosakral Proyeksi AP di samping digambarkan bahwa penggunaan luas kolimasi untuk bagian lateral kanan dan kiri sudah cukup, bagian inferior dan superior juga sudah cukup. Seharusnya dapat memperhatikan objek pemeriksaan agar tidak terpotong sehingga dapat menyajikan informasi yang cukup. 7. Apakah batas antar tulang, trabecular, dan soft tissue tampak? Ya, Pada gambar radiograf Lumbosakral Proyeksi AP disamping, batas antar tulang sudah tajam, trabecular kurang jelas ditampakkan, dan untuk soft tissue secara umum tampak jelas sehingga gambaran soft tissue tulang lebih
  • 24. 8. Radiograf terproyeksi tanpa distorsi Ya, Pada gambar radiograf Lumbosakral Proyeksi AP diatas, secara umum tidak nampak adaya distorsi, baik itu elongasi maupun shortening. 9. Apakah penggunaan film dan batas anatomi sudah tepat? Ya, Penggunaan film pada pemeriksaan Lumbosakral Proyeksi AP disamping adalah ukuran 35x35cm dengan posisi film membujur. Pada gambar radiograf Lumbosakral Proyeksi AP diatas, batas atas dan bawah dari lumbosacral sudah tidak terpotong dan lateral kanan dan kiri dari
  • 25. 10. Apakah densitas dan kontras sudah cukup? Pada gambar radiograf Lumbosakral Proyeksi AP diatas dapat dinyatakan under exposed karena background dari radiograf nampak putih karena mAs terlalu rendah. densitas dan kontras kurangcukup karena kurang dapat menampakkan batas antar tulang dengan jelas, meskipun soft tissue yang paling dominan pada radiograf tersebut. Sebaiknya menggunakan faktor eksposi yang tepat agar dapat menegakkan diagnosa. 11. Bagaimana upaya untuk mencegah artefak? Pada pemeriksaan Lumbosakral Proyeksi AP, terdapat artefak antara lumbal 4-5. Salah satu upaya untuk mencegah adanya artefak adalah dengan cara melepaskan benda- benda logam sebelum pemeriksaan antara lain anting, kalung, dll.
  • 26. 12. Apakah radiograf dapat menegakkan diagnosa? Pada gambar radiograf Lumbosakral Proyeksi AP disamping, kurang dapat menegakkan diagnosa karena pengaturan faktor eksposi yang kurang baik meskipun sudah terproyeksi dengan baik. 13. Kesimpulan dari radiogaf tersebut Pada gambar radiograf Lumbosakral Proyeksi AP disamping dinyatakan tidak diterima karena Identitas pasien yang belum dicantumkan, penggunaan faktor eksposi yang kurang tepat, serta penggunaan
  • 27. 15. Perbaikan pada radiograf Untuk pembuatan radiograf lumbosacral dengan proyeksi AP untuk perbaikan, seharusnya memperhatikan hal-hal berikut: a. Penggunaan faktor eksposi yang lebih baik agar ketajaman dan soft tissue dapat ditampakkan, batas antar ulang dapat terlihat jelas. b. Ketajaman juga dapat ditingkatkan dengan memberi instruksi pada pasien agar tidak bergerak pada saat ekspose dengan cara menahan nafas. c. Untuk identifikasi pasien, seharusnya diberi identitas pada radiograf, baik itu nama, tempat tanggal lahir, nomor pemeriksaan harus dicantumkan dan untuk pengolahan film secara manual atau dengan automatic processing, dapat dilakukan ID printing sebelum melakukan processing. Untuk penggunaan CR, bisa dilakuakn editing pada pemrosesan film sebelum film dicetak.
  • 28. KRITISI DAN EVALUASI RADIOGRAF LUMBOSACRAL LATERAL
  • 29. BERDASARKAN RCF 1. Identifikasi Identitas Radiograf Tidak, Pada gambar radiograf Lumbosacral Proyeksi Lateral disamping, tidak terdapat identitas pasien yang meliputi nama pasien, tanggal lahir/umur, institusi pembuat/instalasi, dan tanggal pemeriksaan. 2. Marker Tidak, Pada gambar radiograf Lumbosacral Proyeksi Lateral disamping, tidak ada marker yang terpasang, seharusnya diberi marker “R” yang terbaca.
  • 30. 3. Anatomi yang Seharusnya Ditampakan Tidak, Pada gambar radiograf Lumbosacral Proyeksi Lateraldiatas, bagian yang seharusnya tampak adalah Lumbal 1-5 dan sakrum Processus Transversus. Namun sebagian bagian sakrum terpotong. 4. Anatomi yang Tampak Pada Proyeksi Ini : Tidak, Bagian sakrum terpotong. Anatomi yang ditampakkan pada gambar radiograf ditunjukkan sebagai berikut: • Dis Spaces • Pedicles • Vertebral Body • Facet Joints • Superior Articular Facets
  • 31. • Pars Interarticularis • Spinosus Process • Inferior Articularis Facets 5. Kolimasi Ya, Pada gambar radiograf Lumbosakral Proyeksi Lateral disamping, penggunaan kolimasi sudah cukup, ditandai dengan bagian superior Lumbal yang tidak terpotong, dan lateral kanan kiri juga tidak terpotong maupun bagian inferior tidak terpotong, namun bagian inferior terpotong. Sehingga sebagian sakrum tidak tampak.
  • 32. 6. Proteksi Radiasi Ya, sudah ada upaya pembatasan kolimasi. Salah satu proteksi radiasi yaitu pada penggunaan luas lapangan kolimasi. Pada radiograf Lumbosakral Proyeksi Lateral di samping digambarkan bahwa penggunaan luas kolimasi untuk bagian sisi kiri dan kanan kolimasi kurang luas seharusnya dapat menampakkan seluruh bagian lumbal dan sacrum, bagian superior seharusnya diperkecil karena thoracal 12 masuk ke dalam film seharusnya batas atas yaitu lumbal 1 dan batas bawah coxygeus. Perhatikan objek pemeriksaan agar tidak terpotong sehingga dapat menyajikan
  • 33. 7. Apakah batas antar tulang, trabecular, dan soft tissue tampak? Tidak, Pada gambar radiograf Lumbosacral Proyeksi Lateral disamping, terjadi over exposed dikarenakan soft tissue terlalu hitam, meskipun cortex pada tulang masih terlihat. Trabecular tidak jelas ditampakkan, dan untuk soft tissue secara umum tampak tidak terlalu jelas. 8. Radiograf terproyeksi tanpa distorsi Ya, Pada gambar radiograf Lumbosakral Proyeksi Lateral, secara umum tidak nampak adaya distorsi, baik itu elongasi maupun shortening.
  • 34. 9. Apakah penggunaan film dan batas anatomi sudah tepat? Tidak, Penggunaan film pada pemeriksaan Lumbosacral Proyeksi Lateral disamping adalah ukuran 24 x30 cm dengan posisi film membujur. Pada gambar radiograf Lumbosacral Proyeksi Lateral disamping, batas atas dan bawah dari lumbosakral sudah tidak terpotong tetapi lateral kanan dan kiri dari lumbosacral terpotong. 10. Apakah densitas dan kontras sudah cukup? Ya, Pada gambar radiograf Lumbosacral Proyeksi Lateral disamping, densitas dan kontras sudah cukup karena sudah dapat menampakkan batas antar tulang, meskipun nampak kurang jelas.
  • 35. 11. Bagaimana upaya untuk mencegah artefak? Ya, Pada pemeriksaan Lumbosakral Proyeksi Lateral, salah satu upaya untuk mencegah adanya artefak adalah dengan cara melepaskan benda-benda logam sebelum pemeriksaan di sekitar objek pemeriksaan. 12.Apakah radiograf dapat menegakkan diagnosa? Tidak, Pada gambar radiograf Lumbosacral Proyeksi Lateral diatas, dirasa kurang dapat menegakkan diagnosa karena lumbosakral kurang terproyeksi dengan baik karena tidak menampakkana seluruh bagian sacrum bagian inferior.
  • 36. 13. Kesimpulan dari radiogaf tersebut Pada gambar radiograf lumbosakral proyeksi lateral disamping dinyatakan tidak dapat diterima karena 7 dari 12 penilaian RCF gambar tersebut tidak memenuhi kriteria. Pemberian ID Pasien, marker, dan pembatasan luas kolimasi dari ROI harus diperhatikan agar diagnosa dapat ditegakkan dengan baik. 14. Perbaikan pada radiograf Untuk pembuatan radiograf craium dengan proyeksi AP untuk perbaikan, seharusnya
  • 37. a. Penggunaan faktor eksposi yang lebih baik agar ketajaman dan soft tissue dapat ditampakkan, trabekular juga seharusnya terlihat jelas. b. Ketajaman juga dapat ditingkatkan dengan memberi instruksi pada pasien agar tidak bergerak pada saat ekspose dengan cara menahan nafas, serta memberi grid agar radiasi hambur dapat tidak mengganggu ketajaman radiograf. c. Pengaturan kolimasi seharusnya diperhatikan lagi agar bagian yang seharusnya tampak masuk ke dalam film dan bagian yang tidak tampak seharusnya tidak masuk dalam radiograf, sehingga asas proteksi radiasi dapat diterapkan dengan baik.
  • 38. d. Untuk identifikasi pasien, seharusnya diberi identitas pada radiograf, baik itu nama, tempat tanggal lahir, nomor pemeriksaan harus dicantumkan dan untuk pengolahan film secara manual atau dengan automatic processing, dapat dilakukan ID printing sebelum melakukan processing. Untuk penggunaan CR, bisa dilakuakn editing pada pemrosesan film sebelum film dicetak.