SlideShare a Scribd company logo
TEKNIK kV TINGGI



             Bocah Radiography File
Pengertian
   Teknik kV tinggi merupakan suatu
    pengembangan       teknik radiograf
    dengan menaikkan nilai kV dari kV
    standar (kV yang secara umum
    digunakan untuk membentuk suatu
    radiograf dan mampu menghasilkan
    informasi diagnostik).
   Tegangan tabung (kV) yang digunakan
    berkisar antara 100 kV – 150 kV
    (Carrol, 1985)
   Teknik kV tinggi ini biasa digunakan pada
    pemeriksaan thoraks secara rutin,
    karena bisa menampakkan lapangan paru
    dan mediastinum lebih detail.
   Dengan teknik kV tinggi, dosis radiasi
    yang diterima pasien kecil karena
    dengan bertambahnya kV maka daya
    tembus sinar-X semakin kuat, sehingga
    semakin sedikit sinar-X yang diserap oleh
    bahan (kulit) (Bushong, 1988)
Faktor Eksposi (1)
   Besarnya nilai eksposi yang dihasilkan
    oleh pesawat sinar-X dapat dihitung
    dengan menggunakan rumus :
                      kV² x mAs
   Eksposure = P x ----------------
                         D²
  Keterangan :
  D     : FFD (cm)
  kV    : Tegangan tabung
  mAs : mAs yang digunakan
  P     : Ketetapan yang nilainya adalah 15 dan
        tergantung dari filtrasi dan ukuran
        penyinaran yang diberikan
Faktor Eksposi (2)
   Sedangkan perhitungan nilai mAs dengan
    perubahan kV adalah :
               mAs1 x kV14 x g1 x S1 x FFD22
    mAs2   = --------------------------------------
                    kV24 x g2 x S2 x FFD12

   kV24 digunakan apabila faktor IS dan Grid
    diperhitungkan dan apabila tidak, maka
    menggunakan rumus :

        mAs1      kV22
        ------- = ------
        mAs2      kV12
FAKTOR GRID DARI BEBERAPA GRID DENGAN
DUA PERBEDAAN ENERGI RADIASI

Rasio grid     70 kVp          120 kVp
Tanpa grid       1               1
 5 : 1           3               3
 8 : 1          3,5              4
 12 : 1          4               5
 16 : 1         4,5              6
Kelebihan Teknik kV Tinggi
   Penggunaan kV yang tinggi akan meminimalkan dosis
    yang diterima oleh pasien, karena semakin tinggi kV
    semakin kuat daya tembus sinar-X, sehingga semakin
    sedikit sinar-X yang diserap oleh bahan (pasien).
   Peningkatan kV yang diimbangi dengan penurunan
    nilai mAs akan mengurangi pembebanan pesawat
    sinar-X sehingga umur pesawat lebih panjang
   Penggunaan waktu eksposi yang singkat akan
    meminimalkan ketidaktajaman akibat pergerakan
    (Um)
   Penggunaan teknik kV tinggi akan menghasilkan
    rentang densitas panjang sehingga datail yang
    dihasilkan tinggi
Kekurangan Teknik kV Tinggi
   Teknik kV tinggi memerlukan pesawat dengan
    kapasitas tinggi (bisa dioperasikan diatas 100 kV)
    dan tidak semua pesawat bisa dioperasikan pada
    tegangan diatas 100 kV.
   Penggunaan kV tinggi akan meningkatkan radiasi
    hambur, sehingga kontras radiograf yang dihasilkan
    rendah. Untuk memperbaiki nilai kontras radiograf
    diperlukan grid dengan rasio tinggi
Penggunaan Teknik kV Tinggi
Teknik kV tinggi tepat digunakan untuk pemeriksaan (Byan GJ., 1979)
   Radiologi obstetric, karena dapat mengurangi dosis dari ibu dan
    janin
   Pada pemeriksaan HSG, karena dapat mengurangi dosis pada
    sistem reproduksi
   Pemeriksaan yang menggunakan Barium dan menggunakan film
    rapid serial karena nilai mAs rendah akan mengurangi pemanasan
    tabung
   Lumbosacral lateral, karena rentang densitas yang tinggi sehingga
    akan didapatkan detail yang lebih jelas
   Teknik kV tinggi tepat digunakan untuk pemerik-saan thoraks,
    karena dengan bertambah-nya kV yang digunakan daya tembus
    sinar-X juga ber-tambah, sehingga bagian-bagian mediastinal,
    retrocardial dan sela-sela intervertebra thorakal dapat terlihat
    ................................................................(Rasad, 1992)
Batasan Pemeriksaan Thoraks
    dengan kV Tinggi
   Beberapa literatur memberikan batasan kV tinggi pada
    pemeriksaan radiologi thoraks pada 130-150 kV (Clark, KC,
    1973) dan 125-150 kV ( John E Cullinan, 1972)
   Dalam pelaksanaan teknik kV tinggi perlu menggunakan
    grid atau bucky untuk mengurangi radiasi hambur akibat
    kV yang tinggi
   Besarnya nilai kV yang digunakan diimbangi dengan
    penurunan nilai mAs untuk mendapatkan nilai eksposure
    yang sama dengan nilai eksposure pada pemeriksaan
    thoraks dengan kV standar, sehingga hasil radiograf akan
    optimal
   FFD pada teknik kV tinggi ini sama dengan FFD yang
    digunakan pada teknik kV standar (Clark, KC, 1973)
Terima Kasih 


   Visit : http://bocahradiography.wordpress.com/

More Related Content

What's hot

ppt Aplikasi pengolahan citra digital pada modalitas digital radiography (DR)
ppt Aplikasi pengolahan citra digital pada modalitas digital radiography (DR)ppt Aplikasi pengolahan citra digital pada modalitas digital radiography (DR)
ppt Aplikasi pengolahan citra digital pada modalitas digital radiography (DR)
Nona Zesifa
 
Mammografi
MammografiMammografi
Mammografi
Adina Widi Astuti
 
ppt kritisi dan evaluasi radiograf Cervical dan thoracal
ppt kritisi dan evaluasi radiograf Cervical dan thoracalppt kritisi dan evaluasi radiograf Cervical dan thoracal
ppt kritisi dan evaluasi radiograf Cervical dan thoracal
Nona Zesifa
 
Bahan kontras radiografi
Bahan kontras radiografiBahan kontras radiografi
Bahan kontras radiografi
Wira Kusuma
 
Teknik Pemeriksaan Radiografi Colon In Loop (CIL)
Teknik Pemeriksaan Radiografi Colon In Loop (CIL)Teknik Pemeriksaan Radiografi Colon In Loop (CIL)
Teknik Pemeriksaan Radiografi Colon In Loop (CIL)
Nona Zesifa
 
Teknik Radiografi 2 Panoramic
Teknik Radiografi 2 PanoramicTeknik Radiografi 2 Panoramic
Teknik Radiografi 2 Panoramic
Nona Zesifa
 
Penggunaan media kontras
Penggunaan media  kontrasPenggunaan media  kontras
Penggunaan media kontras
Ich Bin Fandy
 
ppt kritisi dan evaluasi radiograf Lumbal dan Lumbosacral
ppt kritisi dan evaluasi radiograf Lumbal dan Lumbosacralppt kritisi dan evaluasi radiograf Lumbal dan Lumbosacral
ppt kritisi dan evaluasi radiograf Lumbal dan Lumbosacral
Nona Zesifa
 
ppt kritisi dan evaluasi radiograf Follow through
ppt kritisi dan evaluasi radiograf Follow throughppt kritisi dan evaluasi radiograf Follow through
ppt kritisi dan evaluasi radiograf Follow through
Nona Zesifa
 
Kemenkes no 1250 tahun 2009 tentang kendali mutu (quality control) peralatan ...
Kemenkes no 1250 tahun 2009 tentang kendali mutu (quality control) peralatan ...Kemenkes no 1250 tahun 2009 tentang kendali mutu (quality control) peralatan ...
Kemenkes no 1250 tahun 2009 tentang kendali mutu (quality control) peralatan ...
Ich Bin Fandy
 
Appendicografi
AppendicografiAppendicografi
Appendicografi
Wira Kusuma
 
Makalah Digital Radiography
Makalah Digital RadiographyMakalah Digital Radiography
Makalah Digital Radiography
Ivan Kurnia
 
Prosessing otomatis radiografi
Prosessing otomatis radiografiProsessing otomatis radiografi
Prosessing otomatis radiografi
Amalia Annisa
 
Teknik pemeriksaan radiografi oral colecystography
Teknik pemeriksaan radiografi oral colecystographyTeknik pemeriksaan radiografi oral colecystography
Teknik pemeriksaan radiografi oral colecystography
Ich Bin Fandy
 
Atresia ani
Atresia aniAtresia ani
Atresia ani
Ich Bin Fandy
 
ppt kritisi dan evaluasi radiograf Oesofagus Maag Duodenum
ppt kritisi dan evaluasi radiograf Oesofagus Maag Duodenumppt kritisi dan evaluasi radiograf Oesofagus Maag Duodenum
ppt kritisi dan evaluasi radiograf Oesofagus Maag Duodenum
Nona Zesifa
 
Faktor Geometrik
Faktor GeometrikFaktor Geometrik
Faktor Geometrik
Rini Indrati
 
Teknik Radiografi 3 Sistem Biliari
Teknik Radiografi 3 Sistem BiliariTeknik Radiografi 3 Sistem Biliari
Teknik Radiografi 3 Sistem Biliari
Nona Zesifa
 
Ivp
Ivp Ivp

What's hot (20)

ppt Aplikasi pengolahan citra digital pada modalitas digital radiography (DR)
ppt Aplikasi pengolahan citra digital pada modalitas digital radiography (DR)ppt Aplikasi pengolahan citra digital pada modalitas digital radiography (DR)
ppt Aplikasi pengolahan citra digital pada modalitas digital radiography (DR)
 
Mammografi
MammografiMammografi
Mammografi
 
ppt kritisi dan evaluasi radiograf Cervical dan thoracal
ppt kritisi dan evaluasi radiograf Cervical dan thoracalppt kritisi dan evaluasi radiograf Cervical dan thoracal
ppt kritisi dan evaluasi radiograf Cervical dan thoracal
 
Bahan kontras radiografi
Bahan kontras radiografiBahan kontras radiografi
Bahan kontras radiografi
 
Teknik Pemeriksaan Radiografi Colon In Loop (CIL)
Teknik Pemeriksaan Radiografi Colon In Loop (CIL)Teknik Pemeriksaan Radiografi Colon In Loop (CIL)
Teknik Pemeriksaan Radiografi Colon In Loop (CIL)
 
Teknik Radiografi 2 Panoramic
Teknik Radiografi 2 PanoramicTeknik Radiografi 2 Panoramic
Teknik Radiografi 2 Panoramic
 
Penggunaan media kontras
Penggunaan media  kontrasPenggunaan media  kontras
Penggunaan media kontras
 
ppt kritisi dan evaluasi radiograf Lumbal dan Lumbosacral
ppt kritisi dan evaluasi radiograf Lumbal dan Lumbosacralppt kritisi dan evaluasi radiograf Lumbal dan Lumbosacral
ppt kritisi dan evaluasi radiograf Lumbal dan Lumbosacral
 
ppt kritisi dan evaluasi radiograf Follow through
ppt kritisi dan evaluasi radiograf Follow throughppt kritisi dan evaluasi radiograf Follow through
ppt kritisi dan evaluasi radiograf Follow through
 
Kemenkes no 1250 tahun 2009 tentang kendali mutu (quality control) peralatan ...
Kemenkes no 1250 tahun 2009 tentang kendali mutu (quality control) peralatan ...Kemenkes no 1250 tahun 2009 tentang kendali mutu (quality control) peralatan ...
Kemenkes no 1250 tahun 2009 tentang kendali mutu (quality control) peralatan ...
 
Appendicografi
AppendicografiAppendicografi
Appendicografi
 
Makalah Digital Radiography
Makalah Digital RadiographyMakalah Digital Radiography
Makalah Digital Radiography
 
Prosessing otomatis radiografi
Prosessing otomatis radiografiProsessing otomatis radiografi
Prosessing otomatis radiografi
 
Ivp fera
Ivp feraIvp fera
Ivp fera
 
Teknik pemeriksaan radiografi oral colecystography
Teknik pemeriksaan radiografi oral colecystographyTeknik pemeriksaan radiografi oral colecystography
Teknik pemeriksaan radiografi oral colecystography
 
Atresia ani
Atresia aniAtresia ani
Atresia ani
 
ppt kritisi dan evaluasi radiograf Oesofagus Maag Duodenum
ppt kritisi dan evaluasi radiograf Oesofagus Maag Duodenumppt kritisi dan evaluasi radiograf Oesofagus Maag Duodenum
ppt kritisi dan evaluasi radiograf Oesofagus Maag Duodenum
 
Faktor Geometrik
Faktor GeometrikFaktor Geometrik
Faktor Geometrik
 
Teknik Radiografi 3 Sistem Biliari
Teknik Radiografi 3 Sistem BiliariTeknik Radiografi 3 Sistem Biliari
Teknik Radiografi 3 Sistem Biliari
 
Ivp
Ivp Ivp
Ivp
 

Similar to Teknik k v tinggi

Tugas Kelompok 2 - Teknik Tegangan Tinggi - Prof.Ir. Syamsir Abduh , MM, Ph.D...
Tugas Kelompok 2 - Teknik Tegangan Tinggi - Prof.Ir. Syamsir Abduh , MM, Ph.D...Tugas Kelompok 2 - Teknik Tegangan Tinggi - Prof.Ir. Syamsir Abduh , MM, Ph.D...
Tugas Kelompok 2 - Teknik Tegangan Tinggi - Prof.Ir. Syamsir Abduh , MM, Ph.D...
Anggita Mentari
 
Pengaruh perubahan beban terhadap kinerja arester ZnO
Pengaruh perubahan beban terhadap kinerja arester ZnOPengaruh perubahan beban terhadap kinerja arester ZnO
Pengaruh perubahan beban terhadap kinerja arester ZnO
Modal Holong Education
 
Rangkaian Penapis RC
Rangkaian Penapis RCRangkaian Penapis RC
Rangkaian Penapis RC
Wahyu Pratama
 
Tugas Kelompok 4 - Teknik Tegangan Tinggi - Prof.Ir. Syamsir Abduh , MM, Ph.D...
Tugas Kelompok 4 - Teknik Tegangan Tinggi - Prof.Ir. Syamsir Abduh , MM, Ph.D...Tugas Kelompok 4 - Teknik Tegangan Tinggi - Prof.Ir. Syamsir Abduh , MM, Ph.D...
Tugas Kelompok 4 - Teknik Tegangan Tinggi - Prof.Ir. Syamsir Abduh , MM, Ph.D...
Rio Afdhala
 
Pengenalan Pesawat Sinar X Diagnostik
Pengenalan Pesawat Sinar X DiagnostikPengenalan Pesawat Sinar X Diagnostik
Pengenalan Pesawat Sinar X Diagnostik
wiranto santoso
 
Acar 4 sensor cahaya
Acar 4 sensor cahayaAcar 4 sensor cahaya
Acar 4 sensor cahaya
Yuwan Kilmi
 
Analisis penggunaan swer untuk mengatasi masalah jatuh
Analisis penggunaan swer untuk mengatasi masalah jatuhAnalisis penggunaan swer untuk mengatasi masalah jatuh
Analisis penggunaan swer untuk mengatasi masalah jatuh
Simon Patabang
 
PPT Pembangkitan Tegangan Tinggi Kelompok 1
PPT Pembangkitan Tegangan Tinggi Kelompok 1PPT Pembangkitan Tegangan Tinggi Kelompok 1
PPT Pembangkitan Tegangan Tinggi Kelompok 1
Maulana Ilham Saputra
 
Rangkaian Integral & Diferensial RC
Rangkaian Integral & Diferensial RCRangkaian Integral & Diferensial RC
Rangkaian Integral & Diferensial RC
Wahyu Pratama
 
PPT Metode Penelitian Ivan Mangundhanu.pptx
PPT Metode Penelitian Ivan Mangundhanu.pptxPPT Metode Penelitian Ivan Mangundhanu.pptx
PPT Metode Penelitian Ivan Mangundhanu.pptx
IvanDhanu1
 
Tegangan Tinggi DC
Tegangan Tinggi DCTegangan Tinggi DC
Tegangan Tinggi DC
Gredi Arga
 
4 Manfaat Kapasitor Bank
4 Manfaat Kapasitor Bank4 Manfaat Kapasitor Bank
4 Manfaat Kapasitor Bank
Simon Patabang
 
jaringandistribusitenagalistrik-171208000924.pptx
jaringandistribusitenagalistrik-171208000924.pptxjaringandistribusitenagalistrik-171208000924.pptx
jaringandistribusitenagalistrik-171208000924.pptx
AbelDoloksaribu
 
Jaringan distribusi tenaga listrik
Jaringan distribusi tenaga listrikJaringan distribusi tenaga listrik
Jaringan distribusi tenaga listrik
Politeknik Negeri Ujung Pandang
 
Laporan Praktikum Elektronika Dasar 2
Laporan Praktikum Elektronika Dasar 2Laporan Praktikum Elektronika Dasar 2
Laporan Praktikum Elektronika Dasar 2
Samantars17
 
Sumber tegangan tinggi
Sumber tegangan tinggiSumber tegangan tinggi
Sumber tegangan tinggi
edofredikaa
 
Transistor sebagai penguat
Transistor sebagai penguatTransistor sebagai penguat
Transistor sebagai penguat
RetnoWulan26
 
Transistor sebagai penguat
Transistor sebagai penguatTransistor sebagai penguat
Transistor sebagai penguat
RetnoWulan26
 
PEMBANGKITAN TEKNIK TINGGI TEGANGAN AC.pptx
PEMBANGKITAN TEKNIK TINGGI TEGANGAN AC.pptxPEMBANGKITAN TEKNIK TINGGI TEGANGAN AC.pptx
PEMBANGKITAN TEKNIK TINGGI TEGANGAN AC.pptx
NigsulKifli
 

Similar to Teknik k v tinggi (20)

Tugas Kelompok 2 - Teknik Tegangan Tinggi - Prof.Ir. Syamsir Abduh , MM, Ph.D...
Tugas Kelompok 2 - Teknik Tegangan Tinggi - Prof.Ir. Syamsir Abduh , MM, Ph.D...Tugas Kelompok 2 - Teknik Tegangan Tinggi - Prof.Ir. Syamsir Abduh , MM, Ph.D...
Tugas Kelompok 2 - Teknik Tegangan Tinggi - Prof.Ir. Syamsir Abduh , MM, Ph.D...
 
Pengaruh perubahan beban terhadap kinerja arester ZnO
Pengaruh perubahan beban terhadap kinerja arester ZnOPengaruh perubahan beban terhadap kinerja arester ZnO
Pengaruh perubahan beban terhadap kinerja arester ZnO
 
Rangkaian Penapis RC
Rangkaian Penapis RCRangkaian Penapis RC
Rangkaian Penapis RC
 
Tugas Kelompok 4 - Teknik Tegangan Tinggi - Prof.Ir. Syamsir Abduh , MM, Ph.D...
Tugas Kelompok 4 - Teknik Tegangan Tinggi - Prof.Ir. Syamsir Abduh , MM, Ph.D...Tugas Kelompok 4 - Teknik Tegangan Tinggi - Prof.Ir. Syamsir Abduh , MM, Ph.D...
Tugas Kelompok 4 - Teknik Tegangan Tinggi - Prof.Ir. Syamsir Abduh , MM, Ph.D...
 
Pengenalan Pesawat Sinar X Diagnostik
Pengenalan Pesawat Sinar X DiagnostikPengenalan Pesawat Sinar X Diagnostik
Pengenalan Pesawat Sinar X Diagnostik
 
Acar 4 sensor cahaya
Acar 4 sensor cahayaAcar 4 sensor cahaya
Acar 4 sensor cahaya
 
Analisis penggunaan swer untuk mengatasi masalah jatuh
Analisis penggunaan swer untuk mengatasi masalah jatuhAnalisis penggunaan swer untuk mengatasi masalah jatuh
Analisis penggunaan swer untuk mengatasi masalah jatuh
 
PPT Pembangkitan Tegangan Tinggi Kelompok 1
PPT Pembangkitan Tegangan Tinggi Kelompok 1PPT Pembangkitan Tegangan Tinggi Kelompok 1
PPT Pembangkitan Tegangan Tinggi Kelompok 1
 
Rangkaian Integral & Diferensial RC
Rangkaian Integral & Diferensial RCRangkaian Integral & Diferensial RC
Rangkaian Integral & Diferensial RC
 
PPT Metode Penelitian Ivan Mangundhanu.pptx
PPT Metode Penelitian Ivan Mangundhanu.pptxPPT Metode Penelitian Ivan Mangundhanu.pptx
PPT Metode Penelitian Ivan Mangundhanu.pptx
 
Tegangan Tinggi DC
Tegangan Tinggi DCTegangan Tinggi DC
Tegangan Tinggi DC
 
4 Manfaat Kapasitor Bank
4 Manfaat Kapasitor Bank4 Manfaat Kapasitor Bank
4 Manfaat Kapasitor Bank
 
jaringandistribusitenagalistrik-171208000924.pptx
jaringandistribusitenagalistrik-171208000924.pptxjaringandistribusitenagalistrik-171208000924.pptx
jaringandistribusitenagalistrik-171208000924.pptx
 
Jaringan distribusi tenaga listrik
Jaringan distribusi tenaga listrikJaringan distribusi tenaga listrik
Jaringan distribusi tenaga listrik
 
Laporan Praktikum Elektronika Dasar 2
Laporan Praktikum Elektronika Dasar 2Laporan Praktikum Elektronika Dasar 2
Laporan Praktikum Elektronika Dasar 2
 
Bab 10 elda tiwi
Bab 10 elda tiwiBab 10 elda tiwi
Bab 10 elda tiwi
 
Sumber tegangan tinggi
Sumber tegangan tinggiSumber tegangan tinggi
Sumber tegangan tinggi
 
Transistor sebagai penguat
Transistor sebagai penguatTransistor sebagai penguat
Transistor sebagai penguat
 
Transistor sebagai penguat
Transistor sebagai penguatTransistor sebagai penguat
Transistor sebagai penguat
 
PEMBANGKITAN TEKNIK TINGGI TEGANGAN AC.pptx
PEMBANGKITAN TEKNIK TINGGI TEGANGAN AC.pptxPEMBANGKITAN TEKNIK TINGGI TEGANGAN AC.pptx
PEMBANGKITAN TEKNIK TINGGI TEGANGAN AC.pptx
 

Teknik k v tinggi

  • 1. TEKNIK kV TINGGI Bocah Radiography File
  • 2. Pengertian  Teknik kV tinggi merupakan suatu pengembangan teknik radiograf dengan menaikkan nilai kV dari kV standar (kV yang secara umum digunakan untuk membentuk suatu radiograf dan mampu menghasilkan informasi diagnostik).  Tegangan tabung (kV) yang digunakan berkisar antara 100 kV – 150 kV (Carrol, 1985)
  • 3. Teknik kV tinggi ini biasa digunakan pada pemeriksaan thoraks secara rutin, karena bisa menampakkan lapangan paru dan mediastinum lebih detail.  Dengan teknik kV tinggi, dosis radiasi yang diterima pasien kecil karena dengan bertambahnya kV maka daya tembus sinar-X semakin kuat, sehingga semakin sedikit sinar-X yang diserap oleh bahan (kulit) (Bushong, 1988)
  • 4. Faktor Eksposi (1)  Besarnya nilai eksposi yang dihasilkan oleh pesawat sinar-X dapat dihitung dengan menggunakan rumus : kV² x mAs  Eksposure = P x ---------------- D² Keterangan : D : FFD (cm) kV : Tegangan tabung mAs : mAs yang digunakan P : Ketetapan yang nilainya adalah 15 dan tergantung dari filtrasi dan ukuran penyinaran yang diberikan
  • 5. Faktor Eksposi (2)  Sedangkan perhitungan nilai mAs dengan perubahan kV adalah : mAs1 x kV14 x g1 x S1 x FFD22 mAs2 = -------------------------------------- kV24 x g2 x S2 x FFD12  kV24 digunakan apabila faktor IS dan Grid diperhitungkan dan apabila tidak, maka menggunakan rumus : mAs1 kV22 ------- = ------ mAs2 kV12
  • 6. FAKTOR GRID DARI BEBERAPA GRID DENGAN DUA PERBEDAAN ENERGI RADIASI Rasio grid 70 kVp 120 kVp Tanpa grid 1 1 5 : 1 3 3 8 : 1 3,5 4 12 : 1 4 5 16 : 1 4,5 6
  • 7. Kelebihan Teknik kV Tinggi  Penggunaan kV yang tinggi akan meminimalkan dosis yang diterima oleh pasien, karena semakin tinggi kV semakin kuat daya tembus sinar-X, sehingga semakin sedikit sinar-X yang diserap oleh bahan (pasien).  Peningkatan kV yang diimbangi dengan penurunan nilai mAs akan mengurangi pembebanan pesawat sinar-X sehingga umur pesawat lebih panjang  Penggunaan waktu eksposi yang singkat akan meminimalkan ketidaktajaman akibat pergerakan (Um)  Penggunaan teknik kV tinggi akan menghasilkan rentang densitas panjang sehingga datail yang dihasilkan tinggi
  • 8. Kekurangan Teknik kV Tinggi  Teknik kV tinggi memerlukan pesawat dengan kapasitas tinggi (bisa dioperasikan diatas 100 kV) dan tidak semua pesawat bisa dioperasikan pada tegangan diatas 100 kV.  Penggunaan kV tinggi akan meningkatkan radiasi hambur, sehingga kontras radiograf yang dihasilkan rendah. Untuk memperbaiki nilai kontras radiograf diperlukan grid dengan rasio tinggi
  • 9. Penggunaan Teknik kV Tinggi Teknik kV tinggi tepat digunakan untuk pemeriksaan (Byan GJ., 1979)  Radiologi obstetric, karena dapat mengurangi dosis dari ibu dan janin  Pada pemeriksaan HSG, karena dapat mengurangi dosis pada sistem reproduksi  Pemeriksaan yang menggunakan Barium dan menggunakan film rapid serial karena nilai mAs rendah akan mengurangi pemanasan tabung  Lumbosacral lateral, karena rentang densitas yang tinggi sehingga akan didapatkan detail yang lebih jelas  Teknik kV tinggi tepat digunakan untuk pemerik-saan thoraks, karena dengan bertambah-nya kV yang digunakan daya tembus sinar-X juga ber-tambah, sehingga bagian-bagian mediastinal, retrocardial dan sela-sela intervertebra thorakal dapat terlihat ................................................................(Rasad, 1992)
  • 10. Batasan Pemeriksaan Thoraks dengan kV Tinggi  Beberapa literatur memberikan batasan kV tinggi pada pemeriksaan radiologi thoraks pada 130-150 kV (Clark, KC, 1973) dan 125-150 kV ( John E Cullinan, 1972)  Dalam pelaksanaan teknik kV tinggi perlu menggunakan grid atau bucky untuk mengurangi radiasi hambur akibat kV yang tinggi  Besarnya nilai kV yang digunakan diimbangi dengan penurunan nilai mAs untuk mendapatkan nilai eksposure yang sama dengan nilai eksposure pada pemeriksaan thoraks dengan kV standar, sehingga hasil radiograf akan optimal  FFD pada teknik kV tinggi ini sama dengan FFD yang digunakan pada teknik kV standar (Clark, KC, 1973)
  • 11. Terima Kasih   Visit : http://bocahradiography.wordpress.com/