SlideShare a Scribd company logo
P RL
 E INDUNGAN P  ASIE ANAK
                   N
  DAN DOSIS E E T P
             F K IF ADA
   PM
    E ANFAAT AN RADIASI
        P NGION
         E
     OLEH :
     AGUNG N.O, ST, MSi
     ( agung_nokt@yahoo.co.id )




                                  1
Dasar hukum :
• UU no 23 tahun 2002 [1] tentang Perlindungan Anak
   pasal 1.
  (1) Anak adalah seseorang yang belum berusia 18
  (delapan belas) tahun, termasuk anak yang masih
  dalam         kandungan.
  (2) Perlindungan anak adalah segala kegiatan untuk
  menjamin dan           melindungi anak dan hak-haknya
       agar dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan
  berpartisipasi, secara optimal sesuai dengan harkat dan
  martabat kemanusiaan, serta mendapat
  perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.



                                                            2
Faktor yang mempengaruhi
tumbuh kembang anak [2] :

• Hereditas
• Lingkungan
• Hormonal
 [2] Alimul H, A Aziz, 2008, Pengantar Ilmu Kesehatan Anak untuk Pendidikan
 Kebidanan , Salemba Medika, Jakarta




                                                                              3
PENANGANAN PASIEN ANAK
DI RUANG RADIOLOGI :

Anak lebih sensitif [3]. :
•   Fisik : dalam masa pertumbuhan
•   Psikologi : butuh pendamping

             .FDA, 2011, Radiology & children : extra care required,
           [3]




                                                                  4
Sensitivitas dan Resiko
• Sensitivitas jaringan pada anak – anak
  lebih tinggi dari orang dewasa, yang
  mengakibatkan faktor resiko timbulnya
  kanker akibat radiasi pada anak – anak
  juga lebih tinggi dari orang dewasa.
• Faktor resiko timbulnya kanker pada
  anak – anak antara 2 sampai 3 kali
  lebih besar dari orang dewasa [4].
[4] IAEA Training Material on Radiation Protection in Diagnostic and Interventional Radiology :
RADIATION PROTECTION IN DIAGNOSTIC AND INTERVENTIONAL RADIOLOGY
L 21: Optimization of Protection in Pediatric Radiology
                                                                                          5
kemungkinan terjadinya efek tertunda
                                dari paparan radiasi untuk anak-anak
                                adalah 2 — 3 kali lebih besar dari
                                orang dewasa dan risiko kanker dari
                                paparan radiasi pada anak-anak 2 — 4
                                lebih besar dari orang dewasa per unit
                                dosisnya [5,6,7].
• [5,6,7].
•UNSCEAR (United Nations Scientific Committee on the Effects of Atomic Radiation), Sources, Effects and Risks of Atomic Radiation. Vol II,
New York, NY: United Nations, 2000:13, (2000).
•ICRP 60, International Commission on Radiological        Protection,   1990
Recommendations of the International Commission on Radiological Protection. Oxford: Pergamon Press, (1990).
•BEIR-V. Committee on the Biological Effects of Ionizing Radiations. Health effects of exposure to low levels of ionizing radiation. BEIR V
Report. Washington: National Academy Press, (1990).                                                                                       6
Dosis efektif (Eô)
Tingkat kepekaan organ atau jaringan tubuh terhadap efek stokastik akibat
radiasi disebut faktor bobot organ atau faktor bobot jaringan tubuh,
         Tabel I Nilai Faktor Bobot Berbagai Organ Tubuh [8].
               No       Organ atau Jaringan Tubuh                           WT
              1     Gonad                                                  0,20
              2     Sumsum Tulang                                          0,12
              3     Colon                                                  0,12
              4     Lambung                                                0,12
              5     Paru-paru                                              0,12
              6     Ginjal                                                 0,05
              7     Payudara                                               0,05
              8     Liver                                                  0,05
              9     Oesophagus                                             0,05
              10    Kelenjar Gondok (Tiroid)                               0,05
              11    Kulit                                                  0,01
              12    Permukaan tulang                                       0,01
              13    Organ atau jaringan tubuh lainnya                      0,05
                                                                                  7
                               Catatan: Harga WT berdasarkan ICRP No. 60 (1990)
EFEK STOKHASTIK DAN DETERMINISTIK [9].




      Gambar 1. Kurva dosis respon
  •   Kurva A – Deterministik / non stokhastik :
      Merupakan suatu bentuk khas suatu efek biologis yang memperlihatkan dosis ambang –
      titik a. Rentangan kurva dari titik ambang a hingga respon 100% dianggap disebabkan
      oleh ’variabilitas biologis’ di sekitar dosis rata-rata titik c, yang disebut dosis 50%.
  •   Kurva B –stokhastik :
      menyajikan ambang ’nol’ atau respon linier, titik b menyajikan dosis 50% bagi efek
      biologis ambang ’nol’                                                                    8
      (Chember, 2009)
Efek Stokastik :
adalah efek yang penyebab timbulnya merupakan
fungsi dosis radiasi dan diperkirakan tidak mengenal
dosis ambang.
• Tidak mengenal dosis ambang
• Timbul setelah melalui masa tenang yang lama
• Keparahannya tidak bergantung pada dosis radiasi
• Tidak ada penyembuhan spontan
• Efek ini meliputi : kanker, leukemia (efek somatik),
   dan penyakit keturunan         (efek genetik).


                                                         9
Efek Deterministik
(non-stokastik) :
adalah efek yang kualitas keparahannya bervariasi
menurut dosis dan hanya timbul bila dosis ambang
dilampaui.
• Mempunyai dosis ambang
• Umumnya timbul beberapa saat setelah radiasi
• Adanya penyembuhan spontan (tergantung
   keparahan)
• Tingkat keparahan tergantung terhadap dosis radiasi
• Efek ini meliputi : luka bakar, sterilitas /
   kemandulan, katarak (efek somatik)

                                                   10
Efek radiasi terhadap DNA [10]




    Gambar 2.                                                     11
    Efek paparan radiasi (langsung dan tidak langsung) pada DNA
Beberapa data kejadian pasien kanker
       karena terpapar radiasi [10]:
•   Di Jepang,
    Efek radiasi dari bom atom Hiroshima dan Nagasaki; 120.000 orang dilakuan
    perawatan intensif, diantaranya 50.000 terpapar 0.005 Sv. Pada tahun 1990
    6.000 orang meninggal karena kanker. Bahan radioaktif yang memapar
    Nagasaki adalah emisi α dengan sejumlah neuton. Di Hiroshima terpapar
    radiasi γ dan nutron.
•   Di Ingris antara tahun 1935 – 1944
    Terjadi kasus spondylitis berkaitan dengan efek pemberian radioterapi
    terhadap spine pasien dengan kasus leukimia.
•   Sebelum tahun 1922
    Banyak terjadi kasus leukimia yang mengenai radiolog karena belum adanya
    standar keamanan radiasi
•   Kejadian kanker thyroid pada saat observasi radioterapi pasien anak-anak
    dengan kasus pembesaran kelenjar thymus.
•   Pada tahun 1955,
    Terjadi kasus epilate pada anak-anak karena penggunaan sinar x dari
    pemeriksaan tinea capitis. Kanker Thyroid dilaporkan sebagai efek pertama
    kali terjadi di Israel. Selain itu juga terjadi tumor otak, tumor salivary gland,
    kanker kulit dan leukimia di daerah Afrika Utara. Di New york, Tumor kulit
    hanya ditemukan pada anak-anak kulit putih, dan tidak terjadi pada anak-anak
    kulit hitam .
•   Di Nova Scotia
    Dilaporkan adanya pasien kanker payudara yang terjadi disebabkan expose       12
    berkali-kali dalam pemeriksaan TBC
Efek radiasi :




Gambar 3.
 seorang anak post-treatment dan efek over exposure
radioterapi tumor otak [11]
11. ACCIDENTAL OVEREXPOSURE OF RADIOTHERAPY PATIENTS IN SAN JOSE,
COSTA RICA, INTERNATIONAL ATOMIC ENERGY VIENNA, 1998                13
Table II. Typical dose levels in paediatric
       radiology [NRPB-W14] [12]
                                                Entrance surface dose (µGy)
  Examination                                                      Age
                                 0                 1                 5                10                15
Abdomen AP                     110               340               590               860              2010
Chest PA/AP                     60                80               110                70               110
Pelvis AP                      170               350               510               650              1300
Skull AP                          /              600              1250                  /                /
Skull LAT                         /              340               580                  /                /
                                             Dose Area Product (mGy.cm2)
MCU                            430               810               940              1640              3410
Barium Meal                    760               1610             1620              3190              5670
Barium Swallow                 560               1150             1010              2400              3170

           12. NATIONAL RADIOLOGICAL PROTECTION BOARD, Doses to Patient from Medical X Ray Examinations in
           the UK: 2000 review, NRPB-W14, Chilton (2002).
                                                                                      14
           http://rpop.iaea.org/RPOP/RPoP/Content/SpecialGroups/2_Children/index.htm#ref3
RISET :
     DOSIS RADIASI PASIEN RADIOLOGI ANAK
     PADA PEMERIKSAAN TORAK DI KOTA
     PADANG [13]

      Data pasien anak hasil penelitian yang menerima dosis di atas batas NRPB
                                                       Arus Waktu
                    Berat Badan Tegangan                    (mAs) Jarak               Dosis
No.            Usia        (Kg)    (kVp)                          (cm)                (uGy)


 1         4 bulan                3,9           55,0            10,00        91,0     484,80
 2         9 bulan                7,9           54,0            12,50        89,0     346,30
 3        19 bulan                8,7           58,0            12,50        90,0     455,20
 4        11 tahun               16,0           47,0             8,00        89,0     254,30
 5        11 tahun               45,0           58,0            0,05*       129,0     201,40
 6        12 tahun               25,0           56,0            0,06*       131,0     425,40
 7        13 tahun               39,0           87,5            18,00       148,0     582,60
13. Prosiding Seminar Nasional Keselamatan Kesehatan dan Lingkungan V Depok, 14 Oktober   15
2009
         Note= waktu (s) yang digunakan untuk penyinaran, tidak termasuk data untuk arus (mA)
Riset :
Siegel et al, 2004 , dosis radiasi pada CT Pediatric :
efek perubahan faktor ekspose dan ukuran phantom [14]




  Gambar :
  terjadi penurunan dosis radiasi jika kV diturunkan dengan mA tetap
          14. Siegel et al, 2004, Radiation Dose and Image Quality in Pediatric CT: 16
                                                                                    Effect
          of Technical Factors and Phantom Size and Shape, Radiology , UK
RISET :
PENGARUH PENGGUNAAN TEKNIK KV TINGGI PADA
PEMERIKSAAN THORAK ANAK TERHADAP KUALITAS
GAMBAR DAN DOSIS RADIASI [15]
 Perbandingan Incident air kerma :
 • Pada Pesawat A :
    kV standar : 40 – 54 kV,         6,25 mAs
    kV tinggi : 60- 76 kV; 0,82 – 1,36 mAs
          incident Air kerma turun dengan rentang dari
 57.975% hingga 61.007%,
 • Pesawat B :
     kV standar : 40 – 54 kV,           6,4 mAs
     kV tinggi     : 60- 76 kV; 0,84 – 1,39 mAs
           incident air turun dengan rentang dari
 36.492% hingga 40.197%

15. Euphrat, Datu; Seno K, Dwi ; Prasetio, Heru, 2011, Pengaruh Penggunaan
Teknik kV Tinggi pada Pemeriksaan Thorak Anak terhadap kualitas Gambar dan
Dosis Radiasi, UI

                                                                         17
Entrance surface dose [15] :


                       Tebal              ESD kV              ESD Teknik kV
No   Pesawat          pasien              standar                 tinggi
                       (cm)                (mGy)                 (mGy)
1         A           10 - 12              0.143                  0.042
2         A           24 – 26              0.349                    0.245
3         B           13 – 14              0.081                    0.018
4         B           24 – 26              0.386                    0.355

     15. Euphrat, Datu; Seno K, Dwi ; Prasetio, Heru, 2011, Pengaruh Penggunaan
     Teknik kV Tinggi pada Pemeriksaan Thorak Anak terhadap kualitas Gambar dan
     Dosis Radiasi, UI
                                                                              18
Pertimbangan secara Teknis [16]
• Detail yang baik dari gambaran dapat dicapai dengan
  menggunakan bidang fokus (focal spot) ukuran kecil dan
  waktu eksposi yang sesingkat mungkin.

• Grid (anti-hamburan) tidak diperlukan pada radiologi
  anak, walaupun dengan alasan untuk kepentingan
  kualitas radiograf. Tidak dibenarkan penggunaannya
  karena akan menaikan dosis yang diterima pasien,
  kecuali untuk anak – anak usia belasan yang mungkin
  karena bentuk tubuhnya akan mengakibatkan hamburan
  semakin meningkat. [BSS II.16(b).iii]
                          16. BAPETEN, 2010, Radiologi Anak.

                                                         19
Pertimbangan secara Teknis [16]




• Kombinasi screen-film kecepatan tinggi harus digunakan
  untuk mengurangi waktu radiasi, resolusi yang berkurang
  tidaklah terlalu penting untuk kebanyakan (majority)
  indikasi klinis. [BSS II.16(b).ii]

• Penggunaan Kendali Ekspose Otomatis (Automatic
  Exposure Control (AEC)) pada anak – anak tidaklah tepat
  karena (ukuran dan geometri) dari sensornya secara normal
  dirancang untuk orang dewasa. Sebagai gantinya, tabel
  ekspose yang sesuai dengan teknik radiografis, ketebalan
  pasien dan penggunaan dengan grid atau tidak adalah lebih
  aman dan mudah digunakan.
                            16. BAPETEN, 2010, Radiologi Anak.

                                                                 20
Pertimbangan secara Teknis [16]




• Radiasi harus dibatasi dengan kolimasi [BSS
  II.16(b).iv]

• Perlengkapan/alat pelindung (dari radiasi)
  diletakkan pada posisi yang tepat untuk melindungi
  jaringan tubuh dan hindari terjadinya pengulangan
  pemeriksaan (penyinaran radiasi). BSS II.16(f)]

• Jika diperlukan dan memungkinkan, alat
  immobilisasi (dengan alat khusus ) dapat digunakan.
  http://rpop.iaea.org/RPOP/RPoP/Content/SpecialGroups/2_Children/index.htm#ref3

                                         16. BAPETEN, 2010, Radiologi Anak.

                                                                                   21
Pertimbangan secara Teknis [16]

          Pertimbangan Lainnya
• Luas ruangan pemeriksaan : selain pertimbangan untuk
  radiasi hambur, juga mempertimbangan psikologi anak
  sehingga ia tidak merasa di ruangan sempit yang dapat
  menimbulkan rasa cemas atau takut.
• Interior ruangan juga di desain sesuai dengan kejiwaan
  anak, sehingga ia merasa betah dan nyaman.
• Komunikasi yang baik antara radiografer dengan
  pasien (anak) dan pendamping sangat membantu pada
  proses pemeriksaan (penyinaran).



                            16. BAPETEN, 2010, Radiologi Anak.

                                                                 22
UU no 44 tahun 2009
tentang Rumah Sakit [17]
Pasal 6
(1) Pemerintah dan pemerintah daerah
    bertanggung jawab untuk :
d. memberikan perlindungan kepada Rumah
    Sakit agar dapat memberikan pelayanan
    kesehatan secara profesional dan bertanggung
    jawab;
 e. memberikan perlindungan kepada masyarakat
    pengguna jasa pelayanan Rumah Sakit sesuai
    dengan ketentuan peraturan perundang-
    undangan;
                                               23
UU no 44 tahun 2009
tentang Rumah Sakit [17]
Pasal 16
(1)Persyaratan peralatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal
   7 ayat (1) meliputi peralatan medis dan nonmedis harus
   memenuhi standar pelayanan, persyaratan mutu,
   keamanan, keselamatan dan laik pakai.
(2) Peralatan medis sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
   harus diuji dan dikalibrasi secara berkala oleh Balai
   Pengujian Fasilitas Kesehatan dan/atau institusi
   pengujian fasilitas kesehatan yang berwenang.
(3) Peralatan yang menggunakan sinar pengion harus
   memenuhi ketentuan dan harus diawasi oleh lembaga
   yang berwenang

                                                       24
PP 33 tahun 2007 TENTANG
    KESELAMATAN RADIASI PENGION DAN
    KEAMANAN SUMBER RADIOAKTIF [18]
•   Pasal 39
(1) Praktisi medik wajib menggunakan Tingkat Panduan untuk
    Paparan Medik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 pada
    saat melaksanakan prosedur radiologi diagnostik dan
    intervensional, dan kedokteran nuklir untuk mengoptimumkan
    proteksi terhadap pasien
• Pasal 40
(1) Untuk memastikan bahwa Tingkat Panduan untuk Paparan
    Medik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 sampai dengan
    Pasal 39 dipatuhi, uji kesesuaian wajib dilakukan terhadap
    pesawat sinar-X untuk radiologi diagnostik dan intervensional.

                                                                 25
PERKA BAPETEN NOMOR 9 TAHUN 2011 TENTANG
UJI KESESUAIAN PESAWAT SINAR-X RADIOLOGI
DIAGNOSTIK DAN INTERVENSIONAL [19]



Pasal2
   Uji Kesesuaian Pesawat Sinar-X sebagaimana
  dimaksud pada ayat (1) bertujuan untuk
  mewujudkan pengoperasian Pesawat Sinar-X
  yang andal dan aman bagi pasien, pekerja dan
  masyarakat.




                                           26
Peraturan Menteri Kesehatan No. 363 tahun 1998
tentang Pengujian dan Kalibrasi pada sarana
pelayanan kesehatan [20]
• Pasal 4 :
  Kalibrasi alat kesehatan dilakukan oleh institusi
  penguji secara berkala, sekurang - kurangnya satu
  kali dalam setahun
• Pasal 7 :
  Setiap alat kesehatan yang telah dilakukan kalibrasi
  dengan hasil yang memenuhi standar diberikan
  sertifikat dan tanda yang menyatakan alat tersebut
  layak pakai oleh institusi penguji


                                                         27
Contoh Uji kesesuaian dental x ray




Terjadi kebocoran tabung   Tanpa conus




                                         28
ICRP-ISR “smart” message for
pediatrics




                               29
Daftar Pustaka :
1. UU no 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak
2. Alimul H, A Aziz, 2008, Pengantar Ilmu Kesehatan Anak untuk
   Pendidikan Kebidanan , Salemba Medika, Jakarta
3. FDA, 2011, Radiology & children : extra care required
4. IAEA Training Material on Radiation Protection in Diagnostic and
   Interventional Radiology : Radiation Protection in Diagnostic and
   Intervensional Radiology      L 21: Optimization of Protection in
   Pediatric Radiology
5. UNSCEAR (United Nations Scientific Committee on the Effects of
   Atomic Radiation), 2000:13, Sources, Effects and Risks of Atomic
   Radiation. Vol II, New York, NY: United Nations
6. ICRP 60, 1990, International Commission on Radiological
   Protection, Recommendations of the International Commission on
   Radiological Protection. Oxford: Pergamon Press.
7. BEIR-V. Committee on the Biological Effects of Ionizing Radiations,
   (1990).. Health effects of exposure to low levels of ionizing radiation.
                                                                      30
   BEIR V Report. Washington: National Academy Press
Daftar Pustaka :


8. ICRP No. 60 (1990)
9. Chember, Herman and Johnson, Thomas (2009), Introduction to
    Health Physics fourth edition, The McGraw-Hill Companies,
    New York
10. Johns, Harold E & Cunningham, John R, 1983, The Physics of
    Radiology 4th edition, Charles Thomas Publisher, USA
11. International Atomic Energy, 1998, Accidental Overexposure of
    Radiotherapy Patiens in San Jose, Costarica , Vienna
12. National Radiological Protection Board, 2002, Doses to Patient
    from Medical X Ray Examinations in the UK: 2000 review
13. Sofyan, Hasnel; Yuliati, Helfi; Milvita, Dian; dan Nengsih,Sri;
    2009, Dosis Radiasi Pasien Radiologi Anak pada Pemeriksaan
    torak di Kota Padang, Prosiding Seminar Nasional Keselamatan
    Kesehatan dan Lingkungan V Depok.
                                                              31
Daftar Pustaka :

14. Siegel et al, 2004, Radiation Dose and Image Quality in Pediatric CT:
    Effect of Technical Factors and Phantom Size and Shape, Radiology ,
    UK
15. Euphrat, Datu; Seno K, Dwi ; Prasetio, Heru, 2011 Pengaruh
    Penggunaan Teknik kV Tinggi pada Pemeriksaan Thorak Anak terhadap
    kualitas Gambar dan Dosis Radiasi, UI
16. BAPETEN, 2010, Radiologi Anak
17. UU no 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit
18. PP 33 tahun 2007 tentang Keselamatan Radiasi Pengion dan Keamanan
    Sumber Radioaktif.
19. Peraturan Kepala BAPETEN No. 9 tahun 2011 tentang Uji Kesesuaian
    Pesawat Sinar X Radiologi Diagnostik dan Intervensional
20. Peraturan Menteri Kesehatan No. 363 tahun 1998 tentang Pengujian dan
    Kalibrasi pada sarana pelayanan kesehatan


                                                                  32
2. FDA, 2011, Radiology & children : extra care required



• Terima kasih                                                 33

More Related Content

What's hot

Uji kesesuaian ct scan
Uji kesesuaian   ct scanUji kesesuaian   ct scan
Uji kesesuaian ct scan
Agung Oktavianto
 
ppt kritisi dan evaluasi radiograf Follow through
ppt kritisi dan evaluasi radiograf Follow throughppt kritisi dan evaluasi radiograf Follow through
ppt kritisi dan evaluasi radiograf Follow through
Nona Zesifa
 
Kedokteran nuklir
Kedokteran nuklirKedokteran nuklir
Kedokteran nuklir
hermansyah husaini
 
Teknik Radiografi 3 Pediatric
Teknik Radiografi 3 PediatricTeknik Radiografi 3 Pediatric
Teknik Radiografi 3 Pediatric
Nona Zesifa
 
Teknik Radiografi 3 Pemeriksaan Lopografi
Teknik Radiografi 3 Pemeriksaan LopografiTeknik Radiografi 3 Pemeriksaan Lopografi
Teknik Radiografi 3 Pemeriksaan Lopografi
Nona Zesifa
 
Teknik Radiografi 3 Sistem Biliari
Teknik Radiografi 3 Sistem BiliariTeknik Radiografi 3 Sistem Biliari
Teknik Radiografi 3 Sistem Biliari
Nona Zesifa
 
Pogi, usg, 2014, final, 5. prinsip fisika dasar & biosafety pemeriksaan usg, ...
Pogi, usg, 2014, final, 5. prinsip fisika dasar & biosafety pemeriksaan usg, ...Pogi, usg, 2014, final, 5. prinsip fisika dasar & biosafety pemeriksaan usg, ...
Pogi, usg, 2014, final, 5. prinsip fisika dasar & biosafety pemeriksaan usg, ...
JudiEndjun Ultrasound
 
Ppt fasil radiologi 2
Ppt fasil radiologi 2Ppt fasil radiologi 2
Ppt fasil radiologi 2
rickygunawan84
 
KERMA - Kinetic Energy Release in Material
KERMA - Kinetic Energy Release in MaterialKERMA - Kinetic Energy Release in Material
KERMA - Kinetic Energy Release in Material
Merah Mars HiiRo
 
Mammografi
MammografiMammografi
Mammografi
Adina Widi Astuti
 
Appendicografi
AppendicografiAppendicografi
Appendicografi
Wira Kusuma
 
Peraturan perundangan radiasi
Peraturan  perundangan  radiasiPeraturan  perundangan  radiasi
Peraturan perundangan radiasi
Agung Oktavianto
 
Bahan kontras radiografi
Bahan kontras radiografiBahan kontras radiografi
Bahan kontras radiografi
Wira Kusuma
 
Radiofotografi ii ( ATRO NUSANTARA JAKARTA)
Radiofotografi  ii ( ATRO NUSANTARA JAKARTA)Radiofotografi  ii ( ATRO NUSANTARA JAKARTA)
Radiofotografi ii ( ATRO NUSANTARA JAKARTA)
Novita Anggia
 
Penggunaan media kontras
Penggunaan media  kontrasPenggunaan media  kontras
Penggunaan media kontras
Ich Bin Fandy
 
Magnetic resonance imaging iwan cony setiadi
Magnetic resonance imaging   iwan cony setiadiMagnetic resonance imaging   iwan cony setiadi
Magnetic resonance imaging iwan cony setiadi
Iwan Cony S
 
Dosimetry In Nuclear Medicine
Dosimetry In Nuclear MedicineDosimetry In Nuclear Medicine
Dosimetry In Nuclear Medicine
Khaeroel Ansory
 
Gamma Camera Imaging
Gamma Camera ImagingGamma Camera Imaging
Gamma Camera Imaging
Muhammad Andri Kurniawan
 

What's hot (20)

Uji kesesuaian ct scan
Uji kesesuaian   ct scanUji kesesuaian   ct scan
Uji kesesuaian ct scan
 
ppt kritisi dan evaluasi radiograf Follow through
ppt kritisi dan evaluasi radiograf Follow throughppt kritisi dan evaluasi radiograf Follow through
ppt kritisi dan evaluasi radiograf Follow through
 
sinar x
sinar xsinar x
sinar x
 
Kedokteran nuklir
Kedokteran nuklirKedokteran nuklir
Kedokteran nuklir
 
Teknik Radiografi 3 Pediatric
Teknik Radiografi 3 PediatricTeknik Radiografi 3 Pediatric
Teknik Radiografi 3 Pediatric
 
Teknik Radiografi 3 Pemeriksaan Lopografi
Teknik Radiografi 3 Pemeriksaan LopografiTeknik Radiografi 3 Pemeriksaan Lopografi
Teknik Radiografi 3 Pemeriksaan Lopografi
 
Teknik Radiografi 3 Sistem Biliari
Teknik Radiografi 3 Sistem BiliariTeknik Radiografi 3 Sistem Biliari
Teknik Radiografi 3 Sistem Biliari
 
Pogi, usg, 2014, final, 5. prinsip fisika dasar & biosafety pemeriksaan usg, ...
Pogi, usg, 2014, final, 5. prinsip fisika dasar & biosafety pemeriksaan usg, ...Pogi, usg, 2014, final, 5. prinsip fisika dasar & biosafety pemeriksaan usg, ...
Pogi, usg, 2014, final, 5. prinsip fisika dasar & biosafety pemeriksaan usg, ...
 
Teknik k v tinggi
Teknik k v tinggiTeknik k v tinggi
Teknik k v tinggi
 
Ppt fasil radiologi 2
Ppt fasil radiologi 2Ppt fasil radiologi 2
Ppt fasil radiologi 2
 
KERMA - Kinetic Energy Release in Material
KERMA - Kinetic Energy Release in MaterialKERMA - Kinetic Energy Release in Material
KERMA - Kinetic Energy Release in Material
 
Mammografi
MammografiMammografi
Mammografi
 
Appendicografi
AppendicografiAppendicografi
Appendicografi
 
Peraturan perundangan radiasi
Peraturan  perundangan  radiasiPeraturan  perundangan  radiasi
Peraturan perundangan radiasi
 
Bahan kontras radiografi
Bahan kontras radiografiBahan kontras radiografi
Bahan kontras radiografi
 
Radiofotografi ii ( ATRO NUSANTARA JAKARTA)
Radiofotografi  ii ( ATRO NUSANTARA JAKARTA)Radiofotografi  ii ( ATRO NUSANTARA JAKARTA)
Radiofotografi ii ( ATRO NUSANTARA JAKARTA)
 
Penggunaan media kontras
Penggunaan media  kontrasPenggunaan media  kontras
Penggunaan media kontras
 
Magnetic resonance imaging iwan cony setiadi
Magnetic resonance imaging   iwan cony setiadiMagnetic resonance imaging   iwan cony setiadi
Magnetic resonance imaging iwan cony setiadi
 
Dosimetry In Nuclear Medicine
Dosimetry In Nuclear MedicineDosimetry In Nuclear Medicine
Dosimetry In Nuclear Medicine
 
Gamma Camera Imaging
Gamma Camera ImagingGamma Camera Imaging
Gamma Camera Imaging
 

Similar to Perlindungan pasien anak dan dosis efektif pada pemanfaatan radiasi pengion

Efek Radiasi dan Proteksi Radiasi pada Pasien Pediatrik [2018]
Efek Radiasi dan Proteksi Radiasi pada Pasien Pediatrik [2018]Efek Radiasi dan Proteksi Radiasi pada Pasien Pediatrik [2018]
Efek Radiasi dan Proteksi Radiasi pada Pasien Pediatrik [2018]
sunarya afaf
 
Kedokteran Nuklir
Kedokteran NuklirKedokteran Nuklir
Kedokteran Nuklir
Jingga Matahari
 
PROTEKSI RADIASI INDI (1).ppt
PROTEKSI RADIASI INDI (1).pptPROTEKSI RADIASI INDI (1).ppt
PROTEKSI RADIASI INDI (1).ppt
gamalrizal
 
DASAR - DASAR PROTEKSI DAN KESELAMATAN RADIASI_RUDI WIJANARKO_ONC 2023 Rev 1....
DASAR - DASAR PROTEKSI DAN KESELAMATAN RADIASI_RUDI WIJANARKO_ONC 2023 Rev 1....DASAR - DASAR PROTEKSI DAN KESELAMATAN RADIASI_RUDI WIJANARKO_ONC 2023 Rev 1....
DASAR - DASAR PROTEKSI DAN KESELAMATAN RADIASI_RUDI WIJANARKO_ONC 2023 Rev 1....
RudiWijanarko2
 
04_common_radiation_Indonesian.pdf
04_common_radiation_Indonesian.pdf04_common_radiation_Indonesian.pdf
04_common_radiation_Indonesian.pdf
davidsaputra0604
 
015. RADIASI 2019 (1).ppt
015. RADIASI 2019 (1).ppt015. RADIASI 2019 (1).ppt
015. RADIASI 2019 (1).ppt
drGames3
 
Ayu Hardianti.pptx
Ayu Hardianti.pptxAyu Hardianti.pptx
Ayu Hardianti.pptx
AyuHardianti5
 
BIOLOGI RADIAsi, biologi radiasi, biologi
BIOLOGI RADIAsi, biologi radiasi, biologiBIOLOGI RADIAsi, biologi radiasi, biologi
BIOLOGI RADIAsi, biologi radiasi, biologi
AviyudaPrabowo1
 
Radiologi & laboratorium a4
Radiologi & laboratorium a4Radiologi & laboratorium a4
Radiologi & laboratorium a4
Ishak Majid
 
DRL_Pengenalan DRL_1 Juli 2020.pptx
DRL_Pengenalan DRL_1 Juli 2020.pptxDRL_Pengenalan DRL_1 Juli 2020.pptx
DRL_Pengenalan DRL_1 Juli 2020.pptx
PutraPratama208800
 
materi 101_Dasar dasar Fisika Radiasi.pdf
materi 101_Dasar dasar Fisika Radiasi.pdfmateri 101_Dasar dasar Fisika Radiasi.pdf
materi 101_Dasar dasar Fisika Radiasi.pdf
Hana949769
 
Kanker-Payudarleher-penyuluhanRahim.pptx
Kanker-Payudarleher-penyuluhanRahim.pptxKanker-Payudarleher-penyuluhanRahim.pptx
Kanker-Payudarleher-penyuluhanRahim.pptx
ZullaiqahNurhali2
 
Efek Radiasi terhadap Sistem Biologi.pptx
Efek Radiasi terhadap Sistem Biologi.pptxEfek Radiasi terhadap Sistem Biologi.pptx
Efek Radiasi terhadap Sistem Biologi.pptx
AmelOktaviaS1
 
Media Kontras pada Pemeriksaan Ultrasonografi
Media Kontras pada Pemeriksaan Ultrasonografi Media Kontras pada Pemeriksaan Ultrasonografi
Media Kontras pada Pemeriksaan Ultrasonografi
Politeknik Kesehatan Jakarta 2
 
Fizik Radioisotop
Fizik RadioisotopFizik Radioisotop
Fizik Radioisotop
Cool University
 
proteksi dan keselamatan keselamatan radiasi di rs
proteksi dan keselamatan keselamatan radiasi di rsproteksi dan keselamatan keselamatan radiasi di rs
proteksi dan keselamatan keselamatan radiasi di rs
arni12345
 
Peranan fisika dalam kehidupan
Peranan fisika dalam kehidupan Peranan fisika dalam kehidupan
Peranan fisika dalam kehidupan
Shinta Fathia
 
Week 13 pengamanan dampak radiasi
Week 13   pengamanan dampak radiasiWeek 13   pengamanan dampak radiasi
Week 13 pengamanan dampak radiasi
sunarto bin sudi
 

Similar to Perlindungan pasien anak dan dosis efektif pada pemanfaatan radiasi pengion (20)

Efek Radiasi dan Proteksi Radiasi pada Pasien Pediatrik [2018]
Efek Radiasi dan Proteksi Radiasi pada Pasien Pediatrik [2018]Efek Radiasi dan Proteksi Radiasi pada Pasien Pediatrik [2018]
Efek Radiasi dan Proteksi Radiasi pada Pasien Pediatrik [2018]
 
Kedokteran Nuklir
Kedokteran NuklirKedokteran Nuklir
Kedokteran Nuklir
 
PROTEKSI RADIASI INDI (1).ppt
PROTEKSI RADIASI INDI (1).pptPROTEKSI RADIASI INDI (1).ppt
PROTEKSI RADIASI INDI (1).ppt
 
DASAR - DASAR PROTEKSI DAN KESELAMATAN RADIASI_RUDI WIJANARKO_ONC 2023 Rev 1....
DASAR - DASAR PROTEKSI DAN KESELAMATAN RADIASI_RUDI WIJANARKO_ONC 2023 Rev 1....DASAR - DASAR PROTEKSI DAN KESELAMATAN RADIASI_RUDI WIJANARKO_ONC 2023 Rev 1....
DASAR - DASAR PROTEKSI DAN KESELAMATAN RADIASI_RUDI WIJANARKO_ONC 2023 Rev 1....
 
04_common_radiation_Indonesian.pdf
04_common_radiation_Indonesian.pdf04_common_radiation_Indonesian.pdf
04_common_radiation_Indonesian.pdf
 
015. RADIASI 2019 (1).ppt
015. RADIASI 2019 (1).ppt015. RADIASI 2019 (1).ppt
015. RADIASI 2019 (1).ppt
 
Ayu Hardianti.pptx
Ayu Hardianti.pptxAyu Hardianti.pptx
Ayu Hardianti.pptx
 
BIOLOGI RADIAsi, biologi radiasi, biologi
BIOLOGI RADIAsi, biologi radiasi, biologiBIOLOGI RADIAsi, biologi radiasi, biologi
BIOLOGI RADIAsi, biologi radiasi, biologi
 
Emr shield
Emr shieldEmr shield
Emr shield
 
Radiologi & laboratorium a4
Radiologi & laboratorium a4Radiologi & laboratorium a4
Radiologi & laboratorium a4
 
DRL_Pengenalan DRL_1 Juli 2020.pptx
DRL_Pengenalan DRL_1 Juli 2020.pptxDRL_Pengenalan DRL_1 Juli 2020.pptx
DRL_Pengenalan DRL_1 Juli 2020.pptx
 
materi 101_Dasar dasar Fisika Radiasi.pdf
materi 101_Dasar dasar Fisika Radiasi.pdfmateri 101_Dasar dasar Fisika Radiasi.pdf
materi 101_Dasar dasar Fisika Radiasi.pdf
 
Kanker-Payudarleher-penyuluhanRahim.pptx
Kanker-Payudarleher-penyuluhanRahim.pptxKanker-Payudarleher-penyuluhanRahim.pptx
Kanker-Payudarleher-penyuluhanRahim.pptx
 
Efek Radiasi terhadap Sistem Biologi.pptx
Efek Radiasi terhadap Sistem Biologi.pptxEfek Radiasi terhadap Sistem Biologi.pptx
Efek Radiasi terhadap Sistem Biologi.pptx
 
Media Kontras pada Pemeriksaan Ultrasonografi
Media Kontras pada Pemeriksaan Ultrasonografi Media Kontras pada Pemeriksaan Ultrasonografi
Media Kontras pada Pemeriksaan Ultrasonografi
 
Fizik Radioisotop
Fizik RadioisotopFizik Radioisotop
Fizik Radioisotop
 
Radioaktif
RadioaktifRadioaktif
Radioaktif
 
proteksi dan keselamatan keselamatan radiasi di rs
proteksi dan keselamatan keselamatan radiasi di rsproteksi dan keselamatan keselamatan radiasi di rs
proteksi dan keselamatan keselamatan radiasi di rs
 
Peranan fisika dalam kehidupan
Peranan fisika dalam kehidupan Peranan fisika dalam kehidupan
Peranan fisika dalam kehidupan
 
Week 13 pengamanan dampak radiasi
Week 13   pengamanan dampak radiasiWeek 13   pengamanan dampak radiasi
Week 13 pengamanan dampak radiasi
 

More from Agung Oktavianto

Permenkes 83 tahun 2015 tentang standar pelayanan fisika medik
Permenkes 83 tahun 2015 tentang standar pelayanan fisika medikPermenkes 83 tahun 2015 tentang standar pelayanan fisika medik
Permenkes 83 tahun 2015 tentang standar pelayanan fisika medik
Agung Oktavianto
 
Permenkes 83 tahun 2015 tentang standar pelayanan fisika medik
Permenkes 83 tahun 2015 tentang standar pelayanan fisika medikPermenkes 83 tahun 2015 tentang standar pelayanan fisika medik
Permenkes 83 tahun 2015 tentang standar pelayanan fisika medik
Agung Oktavianto
 
Permenkes nomor 54 tahun 2015 tentang pengujian dan kalibrasi alat kesehatan
Permenkes nomor 54 tahun 2015 tentang pengujian dan kalibrasi alat kesehatanPermenkes nomor 54 tahun 2015 tentang pengujian dan kalibrasi alat kesehatan
Permenkes nomor 54 tahun 2015 tentang pengujian dan kalibrasi alat kesehatan
Agung Oktavianto
 
Permenkes no 56 tahun 2015 tentang penetapan nilai tingkat tunjangan bahaya ...
Permenkes  no 56 tahun 2015 tentang penetapan nilai tingkat tunjangan bahaya ...Permenkes  no 56 tahun 2015 tentang penetapan nilai tingkat tunjangan bahaya ...
Permenkes no 56 tahun 2015 tentang penetapan nilai tingkat tunjangan bahaya ...
Agung Oktavianto
 
Tunjangan bahaya radiasi di bidang kesehatan kepres 48 th 1995 dan kepmenkes...
Tunjangan bahaya radiasi  di bidang kesehatan kepres 48 th 1995 dan kepmenkes...Tunjangan bahaya radiasi  di bidang kesehatan kepres 48 th 1995 dan kepmenkes...
Tunjangan bahaya radiasi di bidang kesehatan kepres 48 th 1995 dan kepmenkes...
Agung Oktavianto
 
Tbr di bidang kesehatan kepres 48 th 1995 dan kepmenkes 1267 th 1995
Tbr di bidang kesehatan kepres 48 th 1995 dan kepmenkes 1267 th 1995Tbr di bidang kesehatan kepres 48 th 1995 dan kepmenkes 1267 th 1995
Tbr di bidang kesehatan kepres 48 th 1995 dan kepmenkes 1267 th 1995
Agung Oktavianto
 
Dosis personal pada pemeriksaan radiologi intervensional
Dosis personal pada pemeriksaan radiologi intervensionalDosis personal pada pemeriksaan radiologi intervensional
Dosis personal pada pemeriksaan radiologi intervensional
Agung Oktavianto
 
Qa prosesing film
Qa   prosesing filmQa   prosesing film
Qa prosesing film
Agung Oktavianto
 

More from Agung Oktavianto (8)

Permenkes 83 tahun 2015 tentang standar pelayanan fisika medik
Permenkes 83 tahun 2015 tentang standar pelayanan fisika medikPermenkes 83 tahun 2015 tentang standar pelayanan fisika medik
Permenkes 83 tahun 2015 tentang standar pelayanan fisika medik
 
Permenkes 83 tahun 2015 tentang standar pelayanan fisika medik
Permenkes 83 tahun 2015 tentang standar pelayanan fisika medikPermenkes 83 tahun 2015 tentang standar pelayanan fisika medik
Permenkes 83 tahun 2015 tentang standar pelayanan fisika medik
 
Permenkes nomor 54 tahun 2015 tentang pengujian dan kalibrasi alat kesehatan
Permenkes nomor 54 tahun 2015 tentang pengujian dan kalibrasi alat kesehatanPermenkes nomor 54 tahun 2015 tentang pengujian dan kalibrasi alat kesehatan
Permenkes nomor 54 tahun 2015 tentang pengujian dan kalibrasi alat kesehatan
 
Permenkes no 56 tahun 2015 tentang penetapan nilai tingkat tunjangan bahaya ...
Permenkes  no 56 tahun 2015 tentang penetapan nilai tingkat tunjangan bahaya ...Permenkes  no 56 tahun 2015 tentang penetapan nilai tingkat tunjangan bahaya ...
Permenkes no 56 tahun 2015 tentang penetapan nilai tingkat tunjangan bahaya ...
 
Tunjangan bahaya radiasi di bidang kesehatan kepres 48 th 1995 dan kepmenkes...
Tunjangan bahaya radiasi  di bidang kesehatan kepres 48 th 1995 dan kepmenkes...Tunjangan bahaya radiasi  di bidang kesehatan kepres 48 th 1995 dan kepmenkes...
Tunjangan bahaya radiasi di bidang kesehatan kepres 48 th 1995 dan kepmenkes...
 
Tbr di bidang kesehatan kepres 48 th 1995 dan kepmenkes 1267 th 1995
Tbr di bidang kesehatan kepres 48 th 1995 dan kepmenkes 1267 th 1995Tbr di bidang kesehatan kepres 48 th 1995 dan kepmenkes 1267 th 1995
Tbr di bidang kesehatan kepres 48 th 1995 dan kepmenkes 1267 th 1995
 
Dosis personal pada pemeriksaan radiologi intervensional
Dosis personal pada pemeriksaan radiologi intervensionalDosis personal pada pemeriksaan radiologi intervensional
Dosis personal pada pemeriksaan radiologi intervensional
 
Qa prosesing film
Qa   prosesing filmQa   prosesing film
Qa prosesing film
 

Perlindungan pasien anak dan dosis efektif pada pemanfaatan radiasi pengion

  • 1. P RL E INDUNGAN P ASIE ANAK N DAN DOSIS E E T P F K IF ADA PM E ANFAAT AN RADIASI P NGION E OLEH : AGUNG N.O, ST, MSi ( agung_nokt@yahoo.co.id ) 1
  • 2. Dasar hukum : • UU no 23 tahun 2002 [1] tentang Perlindungan Anak pasal 1. (1) Anak adalah seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan. (2) Perlindungan anak adalah segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi anak dan hak-haknya agar dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi, secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. 2
  • 3. Faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang anak [2] : • Hereditas • Lingkungan • Hormonal [2] Alimul H, A Aziz, 2008, Pengantar Ilmu Kesehatan Anak untuk Pendidikan Kebidanan , Salemba Medika, Jakarta 3
  • 4. PENANGANAN PASIEN ANAK DI RUANG RADIOLOGI : Anak lebih sensitif [3]. : • Fisik : dalam masa pertumbuhan • Psikologi : butuh pendamping .FDA, 2011, Radiology & children : extra care required, [3] 4
  • 5. Sensitivitas dan Resiko • Sensitivitas jaringan pada anak – anak lebih tinggi dari orang dewasa, yang mengakibatkan faktor resiko timbulnya kanker akibat radiasi pada anak – anak juga lebih tinggi dari orang dewasa. • Faktor resiko timbulnya kanker pada anak – anak antara 2 sampai 3 kali lebih besar dari orang dewasa [4]. [4] IAEA Training Material on Radiation Protection in Diagnostic and Interventional Radiology : RADIATION PROTECTION IN DIAGNOSTIC AND INTERVENTIONAL RADIOLOGY L 21: Optimization of Protection in Pediatric Radiology 5
  • 6. kemungkinan terjadinya efek tertunda dari paparan radiasi untuk anak-anak adalah 2 — 3 kali lebih besar dari orang dewasa dan risiko kanker dari paparan radiasi pada anak-anak 2 — 4 lebih besar dari orang dewasa per unit dosisnya [5,6,7]. • [5,6,7]. •UNSCEAR (United Nations Scientific Committee on the Effects of Atomic Radiation), Sources, Effects and Risks of Atomic Radiation. Vol II, New York, NY: United Nations, 2000:13, (2000). •ICRP 60, International Commission on Radiological Protection, 1990 Recommendations of the International Commission on Radiological Protection. Oxford: Pergamon Press, (1990). •BEIR-V. Committee on the Biological Effects of Ionizing Radiations. Health effects of exposure to low levels of ionizing radiation. BEIR V Report. Washington: National Academy Press, (1990). 6
  • 7. Dosis efektif (Eô) Tingkat kepekaan organ atau jaringan tubuh terhadap efek stokastik akibat radiasi disebut faktor bobot organ atau faktor bobot jaringan tubuh, Tabel I Nilai Faktor Bobot Berbagai Organ Tubuh [8]. No Organ atau Jaringan Tubuh WT 1 Gonad 0,20 2 Sumsum Tulang 0,12 3 Colon 0,12 4 Lambung 0,12 5 Paru-paru 0,12 6 Ginjal 0,05 7 Payudara 0,05 8 Liver 0,05 9 Oesophagus 0,05 10 Kelenjar Gondok (Tiroid) 0,05 11 Kulit 0,01 12 Permukaan tulang 0,01 13 Organ atau jaringan tubuh lainnya 0,05 7 Catatan: Harga WT berdasarkan ICRP No. 60 (1990)
  • 8. EFEK STOKHASTIK DAN DETERMINISTIK [9]. Gambar 1. Kurva dosis respon • Kurva A – Deterministik / non stokhastik : Merupakan suatu bentuk khas suatu efek biologis yang memperlihatkan dosis ambang – titik a. Rentangan kurva dari titik ambang a hingga respon 100% dianggap disebabkan oleh ’variabilitas biologis’ di sekitar dosis rata-rata titik c, yang disebut dosis 50%. • Kurva B –stokhastik : menyajikan ambang ’nol’ atau respon linier, titik b menyajikan dosis 50% bagi efek biologis ambang ’nol’ 8 (Chember, 2009)
  • 9. Efek Stokastik : adalah efek yang penyebab timbulnya merupakan fungsi dosis radiasi dan diperkirakan tidak mengenal dosis ambang. • Tidak mengenal dosis ambang • Timbul setelah melalui masa tenang yang lama • Keparahannya tidak bergantung pada dosis radiasi • Tidak ada penyembuhan spontan • Efek ini meliputi : kanker, leukemia (efek somatik), dan penyakit keturunan (efek genetik). 9
  • 10. Efek Deterministik (non-stokastik) : adalah efek yang kualitas keparahannya bervariasi menurut dosis dan hanya timbul bila dosis ambang dilampaui. • Mempunyai dosis ambang • Umumnya timbul beberapa saat setelah radiasi • Adanya penyembuhan spontan (tergantung keparahan) • Tingkat keparahan tergantung terhadap dosis radiasi • Efek ini meliputi : luka bakar, sterilitas / kemandulan, katarak (efek somatik) 10
  • 11. Efek radiasi terhadap DNA [10] Gambar 2. 11 Efek paparan radiasi (langsung dan tidak langsung) pada DNA
  • 12. Beberapa data kejadian pasien kanker karena terpapar radiasi [10]: • Di Jepang, Efek radiasi dari bom atom Hiroshima dan Nagasaki; 120.000 orang dilakuan perawatan intensif, diantaranya 50.000 terpapar 0.005 Sv. Pada tahun 1990 6.000 orang meninggal karena kanker. Bahan radioaktif yang memapar Nagasaki adalah emisi α dengan sejumlah neuton. Di Hiroshima terpapar radiasi γ dan nutron. • Di Ingris antara tahun 1935 – 1944 Terjadi kasus spondylitis berkaitan dengan efek pemberian radioterapi terhadap spine pasien dengan kasus leukimia. • Sebelum tahun 1922 Banyak terjadi kasus leukimia yang mengenai radiolog karena belum adanya standar keamanan radiasi • Kejadian kanker thyroid pada saat observasi radioterapi pasien anak-anak dengan kasus pembesaran kelenjar thymus. • Pada tahun 1955, Terjadi kasus epilate pada anak-anak karena penggunaan sinar x dari pemeriksaan tinea capitis. Kanker Thyroid dilaporkan sebagai efek pertama kali terjadi di Israel. Selain itu juga terjadi tumor otak, tumor salivary gland, kanker kulit dan leukimia di daerah Afrika Utara. Di New york, Tumor kulit hanya ditemukan pada anak-anak kulit putih, dan tidak terjadi pada anak-anak kulit hitam . • Di Nova Scotia Dilaporkan adanya pasien kanker payudara yang terjadi disebabkan expose 12 berkali-kali dalam pemeriksaan TBC
  • 13. Efek radiasi : Gambar 3. seorang anak post-treatment dan efek over exposure radioterapi tumor otak [11] 11. ACCIDENTAL OVEREXPOSURE OF RADIOTHERAPY PATIENTS IN SAN JOSE, COSTA RICA, INTERNATIONAL ATOMIC ENERGY VIENNA, 1998 13
  • 14. Table II. Typical dose levels in paediatric radiology [NRPB-W14] [12] Entrance surface dose (µGy) Examination Age 0 1 5 10 15 Abdomen AP 110 340 590 860 2010 Chest PA/AP 60 80 110 70 110 Pelvis AP 170 350 510 650 1300 Skull AP / 600 1250 / / Skull LAT / 340 580 / / Dose Area Product (mGy.cm2) MCU 430 810 940 1640 3410 Barium Meal 760 1610 1620 3190 5670 Barium Swallow 560 1150 1010 2400 3170 12. NATIONAL RADIOLOGICAL PROTECTION BOARD, Doses to Patient from Medical X Ray Examinations in the UK: 2000 review, NRPB-W14, Chilton (2002). 14 http://rpop.iaea.org/RPOP/RPoP/Content/SpecialGroups/2_Children/index.htm#ref3
  • 15. RISET : DOSIS RADIASI PASIEN RADIOLOGI ANAK PADA PEMERIKSAAN TORAK DI KOTA PADANG [13] Data pasien anak hasil penelitian yang menerima dosis di atas batas NRPB Arus Waktu Berat Badan Tegangan (mAs) Jarak Dosis No. Usia (Kg) (kVp) (cm) (uGy) 1 4 bulan 3,9 55,0 10,00 91,0 484,80 2 9 bulan 7,9 54,0 12,50 89,0 346,30 3 19 bulan 8,7 58,0 12,50 90,0 455,20 4 11 tahun 16,0 47,0 8,00 89,0 254,30 5 11 tahun 45,0 58,0 0,05* 129,0 201,40 6 12 tahun 25,0 56,0 0,06* 131,0 425,40 7 13 tahun 39,0 87,5 18,00 148,0 582,60 13. Prosiding Seminar Nasional Keselamatan Kesehatan dan Lingkungan V Depok, 14 Oktober 15 2009 Note= waktu (s) yang digunakan untuk penyinaran, tidak termasuk data untuk arus (mA)
  • 16. Riset : Siegel et al, 2004 , dosis radiasi pada CT Pediatric : efek perubahan faktor ekspose dan ukuran phantom [14] Gambar : terjadi penurunan dosis radiasi jika kV diturunkan dengan mA tetap 14. Siegel et al, 2004, Radiation Dose and Image Quality in Pediatric CT: 16 Effect of Technical Factors and Phantom Size and Shape, Radiology , UK
  • 17. RISET : PENGARUH PENGGUNAAN TEKNIK KV TINGGI PADA PEMERIKSAAN THORAK ANAK TERHADAP KUALITAS GAMBAR DAN DOSIS RADIASI [15] Perbandingan Incident air kerma : • Pada Pesawat A : kV standar : 40 – 54 kV, 6,25 mAs kV tinggi : 60- 76 kV; 0,82 – 1,36 mAs incident Air kerma turun dengan rentang dari 57.975% hingga 61.007%, • Pesawat B : kV standar : 40 – 54 kV, 6,4 mAs kV tinggi : 60- 76 kV; 0,84 – 1,39 mAs incident air turun dengan rentang dari 36.492% hingga 40.197% 15. Euphrat, Datu; Seno K, Dwi ; Prasetio, Heru, 2011, Pengaruh Penggunaan Teknik kV Tinggi pada Pemeriksaan Thorak Anak terhadap kualitas Gambar dan Dosis Radiasi, UI 17
  • 18. Entrance surface dose [15] : Tebal ESD kV ESD Teknik kV No Pesawat pasien standar tinggi (cm) (mGy) (mGy) 1 A 10 - 12 0.143 0.042 2 A 24 – 26 0.349 0.245 3 B 13 – 14 0.081 0.018 4 B 24 – 26 0.386 0.355 15. Euphrat, Datu; Seno K, Dwi ; Prasetio, Heru, 2011, Pengaruh Penggunaan Teknik kV Tinggi pada Pemeriksaan Thorak Anak terhadap kualitas Gambar dan Dosis Radiasi, UI 18
  • 19. Pertimbangan secara Teknis [16] • Detail yang baik dari gambaran dapat dicapai dengan menggunakan bidang fokus (focal spot) ukuran kecil dan waktu eksposi yang sesingkat mungkin. • Grid (anti-hamburan) tidak diperlukan pada radiologi anak, walaupun dengan alasan untuk kepentingan kualitas radiograf. Tidak dibenarkan penggunaannya karena akan menaikan dosis yang diterima pasien, kecuali untuk anak – anak usia belasan yang mungkin karena bentuk tubuhnya akan mengakibatkan hamburan semakin meningkat. [BSS II.16(b).iii] 16. BAPETEN, 2010, Radiologi Anak. 19
  • 20. Pertimbangan secara Teknis [16] • Kombinasi screen-film kecepatan tinggi harus digunakan untuk mengurangi waktu radiasi, resolusi yang berkurang tidaklah terlalu penting untuk kebanyakan (majority) indikasi klinis. [BSS II.16(b).ii] • Penggunaan Kendali Ekspose Otomatis (Automatic Exposure Control (AEC)) pada anak – anak tidaklah tepat karena (ukuran dan geometri) dari sensornya secara normal dirancang untuk orang dewasa. Sebagai gantinya, tabel ekspose yang sesuai dengan teknik radiografis, ketebalan pasien dan penggunaan dengan grid atau tidak adalah lebih aman dan mudah digunakan. 16. BAPETEN, 2010, Radiologi Anak. 20
  • 21. Pertimbangan secara Teknis [16] • Radiasi harus dibatasi dengan kolimasi [BSS II.16(b).iv] • Perlengkapan/alat pelindung (dari radiasi) diletakkan pada posisi yang tepat untuk melindungi jaringan tubuh dan hindari terjadinya pengulangan pemeriksaan (penyinaran radiasi). BSS II.16(f)] • Jika diperlukan dan memungkinkan, alat immobilisasi (dengan alat khusus ) dapat digunakan. http://rpop.iaea.org/RPOP/RPoP/Content/SpecialGroups/2_Children/index.htm#ref3 16. BAPETEN, 2010, Radiologi Anak. 21
  • 22. Pertimbangan secara Teknis [16] Pertimbangan Lainnya • Luas ruangan pemeriksaan : selain pertimbangan untuk radiasi hambur, juga mempertimbangan psikologi anak sehingga ia tidak merasa di ruangan sempit yang dapat menimbulkan rasa cemas atau takut. • Interior ruangan juga di desain sesuai dengan kejiwaan anak, sehingga ia merasa betah dan nyaman. • Komunikasi yang baik antara radiografer dengan pasien (anak) dan pendamping sangat membantu pada proses pemeriksaan (penyinaran). 16. BAPETEN, 2010, Radiologi Anak. 22
  • 23. UU no 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit [17] Pasal 6 (1) Pemerintah dan pemerintah daerah bertanggung jawab untuk : d. memberikan perlindungan kepada Rumah Sakit agar dapat memberikan pelayanan kesehatan secara profesional dan bertanggung jawab; e. memberikan perlindungan kepada masyarakat pengguna jasa pelayanan Rumah Sakit sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan; 23
  • 24. UU no 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit [17] Pasal 16 (1)Persyaratan peralatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (1) meliputi peralatan medis dan nonmedis harus memenuhi standar pelayanan, persyaratan mutu, keamanan, keselamatan dan laik pakai. (2) Peralatan medis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus diuji dan dikalibrasi secara berkala oleh Balai Pengujian Fasilitas Kesehatan dan/atau institusi pengujian fasilitas kesehatan yang berwenang. (3) Peralatan yang menggunakan sinar pengion harus memenuhi ketentuan dan harus diawasi oleh lembaga yang berwenang 24
  • 25. PP 33 tahun 2007 TENTANG KESELAMATAN RADIASI PENGION DAN KEAMANAN SUMBER RADIOAKTIF [18] • Pasal 39 (1) Praktisi medik wajib menggunakan Tingkat Panduan untuk Paparan Medik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 pada saat melaksanakan prosedur radiologi diagnostik dan intervensional, dan kedokteran nuklir untuk mengoptimumkan proteksi terhadap pasien • Pasal 40 (1) Untuk memastikan bahwa Tingkat Panduan untuk Paparan Medik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 sampai dengan Pasal 39 dipatuhi, uji kesesuaian wajib dilakukan terhadap pesawat sinar-X untuk radiologi diagnostik dan intervensional. 25
  • 26. PERKA BAPETEN NOMOR 9 TAHUN 2011 TENTANG UJI KESESUAIAN PESAWAT SINAR-X RADIOLOGI DIAGNOSTIK DAN INTERVENSIONAL [19] Pasal2 Uji Kesesuaian Pesawat Sinar-X sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bertujuan untuk mewujudkan pengoperasian Pesawat Sinar-X yang andal dan aman bagi pasien, pekerja dan masyarakat. 26
  • 27. Peraturan Menteri Kesehatan No. 363 tahun 1998 tentang Pengujian dan Kalibrasi pada sarana pelayanan kesehatan [20] • Pasal 4 : Kalibrasi alat kesehatan dilakukan oleh institusi penguji secara berkala, sekurang - kurangnya satu kali dalam setahun • Pasal 7 : Setiap alat kesehatan yang telah dilakukan kalibrasi dengan hasil yang memenuhi standar diberikan sertifikat dan tanda yang menyatakan alat tersebut layak pakai oleh institusi penguji 27
  • 28. Contoh Uji kesesuaian dental x ray Terjadi kebocoran tabung Tanpa conus 28
  • 29. ICRP-ISR “smart” message for pediatrics 29
  • 30. Daftar Pustaka : 1. UU no 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak 2. Alimul H, A Aziz, 2008, Pengantar Ilmu Kesehatan Anak untuk Pendidikan Kebidanan , Salemba Medika, Jakarta 3. FDA, 2011, Radiology & children : extra care required 4. IAEA Training Material on Radiation Protection in Diagnostic and Interventional Radiology : Radiation Protection in Diagnostic and Intervensional Radiology L 21: Optimization of Protection in Pediatric Radiology 5. UNSCEAR (United Nations Scientific Committee on the Effects of Atomic Radiation), 2000:13, Sources, Effects and Risks of Atomic Radiation. Vol II, New York, NY: United Nations 6. ICRP 60, 1990, International Commission on Radiological Protection, Recommendations of the International Commission on Radiological Protection. Oxford: Pergamon Press. 7. BEIR-V. Committee on the Biological Effects of Ionizing Radiations, (1990).. Health effects of exposure to low levels of ionizing radiation. 30 BEIR V Report. Washington: National Academy Press
  • 31. Daftar Pustaka : 8. ICRP No. 60 (1990) 9. Chember, Herman and Johnson, Thomas (2009), Introduction to Health Physics fourth edition, The McGraw-Hill Companies, New York 10. Johns, Harold E & Cunningham, John R, 1983, The Physics of Radiology 4th edition, Charles Thomas Publisher, USA 11. International Atomic Energy, 1998, Accidental Overexposure of Radiotherapy Patiens in San Jose, Costarica , Vienna 12. National Radiological Protection Board, 2002, Doses to Patient from Medical X Ray Examinations in the UK: 2000 review 13. Sofyan, Hasnel; Yuliati, Helfi; Milvita, Dian; dan Nengsih,Sri; 2009, Dosis Radiasi Pasien Radiologi Anak pada Pemeriksaan torak di Kota Padang, Prosiding Seminar Nasional Keselamatan Kesehatan dan Lingkungan V Depok. 31
  • 32. Daftar Pustaka : 14. Siegel et al, 2004, Radiation Dose and Image Quality in Pediatric CT: Effect of Technical Factors and Phantom Size and Shape, Radiology , UK 15. Euphrat, Datu; Seno K, Dwi ; Prasetio, Heru, 2011 Pengaruh Penggunaan Teknik kV Tinggi pada Pemeriksaan Thorak Anak terhadap kualitas Gambar dan Dosis Radiasi, UI 16. BAPETEN, 2010, Radiologi Anak 17. UU no 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit 18. PP 33 tahun 2007 tentang Keselamatan Radiasi Pengion dan Keamanan Sumber Radioaktif. 19. Peraturan Kepala BAPETEN No. 9 tahun 2011 tentang Uji Kesesuaian Pesawat Sinar X Radiologi Diagnostik dan Intervensional 20. Peraturan Menteri Kesehatan No. 363 tahun 1998 tentang Pengujian dan Kalibrasi pada sarana pelayanan kesehatan 32
  • 33. 2. FDA, 2011, Radiology & children : extra care required • Terima kasih 33