ETIK,ETIKA,NORMA DAN MORAL
ANGGOTA KELOMPOK 3
1. ARIANI SETYANINGSIH (D1509011)
2. LARAS HENDRATI (D1509047)
3. NADIA OKKI A. (D1509057)
4. UYIK ANASTASIA (D1509091)
5.YASMINE APRILLA A. (D1509097)
POKOK BAHASAN
ETIK/ETIKA
NORMA
MORAL
ETIK/ETIKA
 PENGERTIAN :
Istilah etik/etika berasal dari bahasa Yunani Kuno yaitu ethos.
- Bentuk tunggal : arti tempat tinggal yang biasa, padang rumput,
kebiasaan, adat, akhlak, watak, perasaan dan cara berpikir
- Bentuk jamak (ta etha) : adat istiadat
 Seiring dengan perkembangan waktu, istilah etika mempunyai banyak
definisi menurut beberapa sumber :
1. Kamus Umum Bahasa Indonesia yang Lama (Poerwadarminta, 1955)
2. Kamus Umum Bahasa Indonesia yang Baru (Depdikbud, 1988)
3. Menurut K. Bertens (1997)
4. Menurut Sumaryono (1995)
5. Menurut A Sonny Keraf dan Robert Haryono Imam (1995)
 ETIKA SEBAGAI CABANG FILSAFAT :
Mempelajari pandangan – pandangan dan persoalan – persoalan
yang berhubungan dengan masalah kesusilaan
 ETIKA PERANGAI DAN ETIKA MORAL :
- Etika perangai adalah adat istiadat atau kebiasaan yang
menggambarkan perangai manusia dalam hidup bermasyarakat
di daerah – daerah tertentu pada waktu tertentu pula
- Etika moral berkenaan dengan kebiasaan berperilaku yang baik
dan benar berdasarkan kodrat manusia
 PERAN DAN MANFAAT ETIKA :
a) Dapat membantu suatu pendirian dalam beragam pandangan
dan moral
b) Dapat membantu membedakan mana yang tidal boleh dirubah
dan mana yang boleh dirubah sehingga dalam kehidupan
bermasyarakat kita tetap dapat yang layak diterima dan
ditolak mengambil sikap yang dapat dipertanggungjawabkan
c) Dapat membantu seseorang mampu menentukan pendapat
d) Dapat menjembatani semua dimensi atau nilai – nilai yang
ada dalam masyarakat
NORMA
 PENGERTIAN :
Norma ialah sesuatu yang dipakai untuk mengatur sesuatu yang
lain atau sebuah ukuran
 NORMA DAPAT DIBEDAKAN MENJADI 2 YAITU :
1. Norma umum adalah norma yang menyangkut laku manusia
sebagai keseluruhan. Contoh : Norma Kesopanan, Norma
Hukum dan Norma Moral
2. Norma khusus adalah norma yang menyangkut aspek tertentu
dari apa yang dilakukan manusia. Contoh : norma bahasa
Indonesia, adalah aturan bagaimana menggunakan bahasa
Indonesia dengan baik dan benar
 TINGKATAN NORMA adalah sebagai berikut :
1. Cara (Usage) adalah suatu bentuk perbuatan tertentu yang
dilakukan individu dalam suatu masyarakat tetapi tidak secara
terus-menerus
2. Kebiasaan (Folkways0 merupakan suatu bentuk perbuatan
berulang-ulang dengan bentuk yang sama yang dilakukan
secara sadar dan mempunyai tujuan-tujuan jelas dan dianggap
baik dan benar
3. Adat-istiadat (Coustom) adalah pola-pola prilaku yang diakui
sebagai hal yang baik dan dijadikan sebagai hukuman tidak
tertulis dengan sanksi yang berat
4. Tata kelakuan (Mores) adalah perilaku yang ditetapkan oleh
masyarakat sebagai perilaku yang baik dan diterima sebagai
norma pengatur dan pengawas anggota-anggotanya
MORAL
 PENGERTIAN:
- Kata moral berasal dari bahasa Latin Mores yang berasal dari
kata mos yang berarti kesusilaan, tabiat atau kelakuan
- Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dari W.J.S
Poerwadarminto terdapat keterangan bahwa moral adalah
ajaran tentang baik-buruk perbuatan dan kelakuan.
 MACAM MORALITAS :
- Moralitas objektif memandang perbuatan semata-mata
sebagai perbuatan yang telah dilakukan, terlepas dari
pengaruh sukarela pihak pelaku
- Moralitas subjektif memandang perbuatan sebagai
perbuatan yang dipengaruhi oleh pengertian dan
persetujuan individu yang bersangkutan
 NILAI MORAL :
- Nilai moral tidak merupakan suatu kategori nilai tersendiri di
samping kategori-kategori nilai yang lain
 NILAI MORAL mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
1. Berkaitan dengan Tanggung Jawab Kita
2. Berkaitan dengan Hati Nurani
3. Mewajibkan
 NILAI MORAL BERSIFAT FORMAL :
Nilai-nilai moral tidak membentuk suatu kawasan khusus
yang terpisah dari nilai-nilai lain. Nilai-nilai moral tidak
memiliki isi tersendiri, tidak ada nilai moral yang murni,
terlepas dari nilai lain. Hal itulah yang kita maksudkan
dengan mengatakan bahwa nilai moral bersifat moral.
DAFTAR PUSTAKA
 http://id.wikipedia.org/wiki/Norma_sosial, diakses pada
tanggal 15 September 2011, pukul 15.00 WIB.
 Bertens, K. 2004. Etika. PT Gramedia Pustaka Utama :
Jakarta.
 Rindjin, Ketut. 2004. Etika Bisnis dan Implementasinya. PT
Gramedia Pustaka Utama : Jakarta.
 Salam, Burhanuddin. 1997. Etika Sosial : Asas Moral Dalam
Kehidupan Manusia. PT Rineka Cipta : Jakarta.
 Salam, Burhanuddin. 2000. Etika Individual : Pola Dasar
Filsafat Moral. PT Rineka Cipta : Jakarta.
 Sulistyaningrum Dyah & Susilowati Tutik. 2008. Etika dan
Kepribadian. PT Widya Sari : Salatiga.
TERIMA
KASIH

Makul Etika Profesi Kelompok 3 ETIK,ETIKA,NORMA DAN MORAL

  • 1.
    ETIK,ETIKA,NORMA DAN MORAL ANGGOTAKELOMPOK 3 1. ARIANI SETYANINGSIH (D1509011) 2. LARAS HENDRATI (D1509047) 3. NADIA OKKI A. (D1509057) 4. UYIK ANASTASIA (D1509091) 5.YASMINE APRILLA A. (D1509097)
  • 2.
  • 3.
    ETIK/ETIKA  PENGERTIAN : Istilahetik/etika berasal dari bahasa Yunani Kuno yaitu ethos. - Bentuk tunggal : arti tempat tinggal yang biasa, padang rumput, kebiasaan, adat, akhlak, watak, perasaan dan cara berpikir - Bentuk jamak (ta etha) : adat istiadat  Seiring dengan perkembangan waktu, istilah etika mempunyai banyak definisi menurut beberapa sumber : 1. Kamus Umum Bahasa Indonesia yang Lama (Poerwadarminta, 1955) 2. Kamus Umum Bahasa Indonesia yang Baru (Depdikbud, 1988) 3. Menurut K. Bertens (1997) 4. Menurut Sumaryono (1995) 5. Menurut A Sonny Keraf dan Robert Haryono Imam (1995)
  • 4.
     ETIKA SEBAGAICABANG FILSAFAT : Mempelajari pandangan – pandangan dan persoalan – persoalan yang berhubungan dengan masalah kesusilaan  ETIKA PERANGAI DAN ETIKA MORAL : - Etika perangai adalah adat istiadat atau kebiasaan yang menggambarkan perangai manusia dalam hidup bermasyarakat di daerah – daerah tertentu pada waktu tertentu pula - Etika moral berkenaan dengan kebiasaan berperilaku yang baik dan benar berdasarkan kodrat manusia
  • 5.
     PERAN DANMANFAAT ETIKA : a) Dapat membantu suatu pendirian dalam beragam pandangan dan moral b) Dapat membantu membedakan mana yang tidal boleh dirubah dan mana yang boleh dirubah sehingga dalam kehidupan bermasyarakat kita tetap dapat yang layak diterima dan ditolak mengambil sikap yang dapat dipertanggungjawabkan c) Dapat membantu seseorang mampu menentukan pendapat d) Dapat menjembatani semua dimensi atau nilai – nilai yang ada dalam masyarakat
  • 6.
    NORMA  PENGERTIAN : Normaialah sesuatu yang dipakai untuk mengatur sesuatu yang lain atau sebuah ukuran  NORMA DAPAT DIBEDAKAN MENJADI 2 YAITU : 1. Norma umum adalah norma yang menyangkut laku manusia sebagai keseluruhan. Contoh : Norma Kesopanan, Norma Hukum dan Norma Moral 2. Norma khusus adalah norma yang menyangkut aspek tertentu dari apa yang dilakukan manusia. Contoh : norma bahasa Indonesia, adalah aturan bagaimana menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar
  • 7.
     TINGKATAN NORMAadalah sebagai berikut : 1. Cara (Usage) adalah suatu bentuk perbuatan tertentu yang dilakukan individu dalam suatu masyarakat tetapi tidak secara terus-menerus 2. Kebiasaan (Folkways0 merupakan suatu bentuk perbuatan berulang-ulang dengan bentuk yang sama yang dilakukan secara sadar dan mempunyai tujuan-tujuan jelas dan dianggap baik dan benar 3. Adat-istiadat (Coustom) adalah pola-pola prilaku yang diakui sebagai hal yang baik dan dijadikan sebagai hukuman tidak tertulis dengan sanksi yang berat 4. Tata kelakuan (Mores) adalah perilaku yang ditetapkan oleh masyarakat sebagai perilaku yang baik dan diterima sebagai norma pengatur dan pengawas anggota-anggotanya
  • 8.
    MORAL  PENGERTIAN: - Katamoral berasal dari bahasa Latin Mores yang berasal dari kata mos yang berarti kesusilaan, tabiat atau kelakuan - Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dari W.J.S Poerwadarminto terdapat keterangan bahwa moral adalah ajaran tentang baik-buruk perbuatan dan kelakuan.
  • 9.
     MACAM MORALITAS: - Moralitas objektif memandang perbuatan semata-mata sebagai perbuatan yang telah dilakukan, terlepas dari pengaruh sukarela pihak pelaku - Moralitas subjektif memandang perbuatan sebagai perbuatan yang dipengaruhi oleh pengertian dan persetujuan individu yang bersangkutan
  • 10.
     NILAI MORAL: - Nilai moral tidak merupakan suatu kategori nilai tersendiri di samping kategori-kategori nilai yang lain  NILAI MORAL mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: 1. Berkaitan dengan Tanggung Jawab Kita 2. Berkaitan dengan Hati Nurani 3. Mewajibkan  NILAI MORAL BERSIFAT FORMAL : Nilai-nilai moral tidak membentuk suatu kawasan khusus yang terpisah dari nilai-nilai lain. Nilai-nilai moral tidak memiliki isi tersendiri, tidak ada nilai moral yang murni, terlepas dari nilai lain. Hal itulah yang kita maksudkan dengan mengatakan bahwa nilai moral bersifat moral.
  • 11.
    DAFTAR PUSTAKA  http://id.wikipedia.org/wiki/Norma_sosial,diakses pada tanggal 15 September 2011, pukul 15.00 WIB.  Bertens, K. 2004. Etika. PT Gramedia Pustaka Utama : Jakarta.  Rindjin, Ketut. 2004. Etika Bisnis dan Implementasinya. PT Gramedia Pustaka Utama : Jakarta.  Salam, Burhanuddin. 1997. Etika Sosial : Asas Moral Dalam Kehidupan Manusia. PT Rineka Cipta : Jakarta.  Salam, Burhanuddin. 2000. Etika Individual : Pola Dasar Filsafat Moral. PT Rineka Cipta : Jakarta.  Sulistyaningrum Dyah & Susilowati Tutik. 2008. Etika dan Kepribadian. PT Widya Sari : Salatiga.
  • 12.