PENILAIAN RESIKO




           BADAN KOORDINASI NASIONAL
PENANGGULANGAN BENCANA DAN PENANGANAN PENGUNGSI
                 (BAKORNAS PBP)
Topik bahasan
 Bahaya
 Kerentanan
 Kemampuan
 Resiko
Kejadian Bencana
                         Kejadian



  Bahaya



                Resiko              BENCANA
               Bencana



  Kerentanan
Bahaya (hazard)
   Suatu kondisi, secara alamiah maupun
    karena ulah manusia, yang berpotensi
    menimbulkan kerusakan atau kerugian
    dan kehilangan jiwa manusia.

   Bahaya berpotensi menimbulkan
    bencana, tetapi tidak semua bahaya
    selalu menjadi bencana.
Bahaya yg Beresiko Tinggi
   Didasarkan pada dua penilaian ancaman
    yaitu:
     Probabilitas   atau kemungkinan terjadinya
      bencana dan
     Intensitas, dampak kerugian atau kerusakan
      yang ditimbulkan

   Hasil penilaian kemudian di plot kedalam
    matriks pemilihan resiko.
Probabilitas Kejadian
   Skala Probabilitas:
    5 Sangat Pasti (hampir dipastikan 100% terjadi
      tahun depan).
    4 Hampir Pasti (10 – 100% terjadi tahun depan,
      atau sekali dalam 10 tahun mendatang)
    3 Mungkin (1-10% terjadi tahun depan, atau
      sekali dalam 100 tahun)
    2 Kemungkinan Kecil (kurang dari sekali dalam
      100 tahun)
    1 Tidak Pasti sama sekali
Dampak Kejadian
Dampak Kerugian yang ditimbulkan:

  5 Sangat Parah (hampir dipastikan 100%
    wilayah hancur dan lumpuh total)
  4 Parah (50-75 % wilayah hancur dan lumpuh)
  3 Cukup Parah (10-50 % wilayah hancur)
  2 Ringan (kurang 10% wilayah yang terkena)
  1 Tidak Parah sama sekali
Penilaian Bahaya
          Jenis Ancaman Bahaya   P   D
Gempa Bumi
Banjir
Tsunami
Longsor
Kerusuhan Sosial
dst.
P= Probabilitas (skala 1-5)
D= Intensitas (skala 1-5)
MATRIKS SKALA TINGKAT BAHAYA

                               Intensitas




                                            Probabilitas
Kerentanan (vulnerability)

 Sekumpulan kondisi dan atau suatu
 akibat keadaan (faktor fisik, sosial,
 ekonomi dan lingkungan) yang
 berpengaruh buruk terhadap upaya-
 upaya pencegahan dan
 penanggulangan bencana.
Faktor-faktor Kerentanan
   Fisik:
      Prasarana dasar, konstruksi, bangunan
   Ekonomi:
      Kemiskinan, penghasilan, nutrisi,
   Sosial:
      Pendidikan,kesehatan, politik, hukum,
       kelembagaan
   Lingkungan:
      tanah,air, tanaman, hutan, lautan
Kemampuan (capability)
 Kekuatan dan potensi yang dimiliki oleh
 perorangan, keluarga dan masyarakat
 yang membuat mereka mampu
 mencegah, mengurangi, siap-siaga,
 menanggapi dengan cepat atau segera
 pulih dari suatu kedaruratan dan bencana.
Resiko (risk)
 Besarnya kerugian atau kemungkinan
  hilangnya (jiwa, korban, kerusakan dan
  kerugian ekonomi) yang disebabkan
  oleh bahaya tertentu di suatu daerah
  pada suatu waktu tertentu.
 Resiko dapat dinilai secara kuantitatif,
  dan merupakan probabilitas dari
  dampak atau konsekwesi suatu
  bahaya.
Penilaian Resiko
   Setiap jenis ancaman dinilai tingkat bahayanya dengan
    skala tertentu (3-1)
      Bahaya/ancaman tinggi nilai 3
      Bahaya/ancaman sedang nilai 2
      Bahaya/ancaman rendah nilai 1

   Setiap kerentanan dinilai tingkat kerentanan dengan skala
    yang sama (3-1).
      Kerentanan tinggi nilai 3
      Kerentanan sedang nilai 2
      Kerentanan rendah nilai 1

   Sedangkan untuk kemampuan/ manajemen dinilai dengan
    skala yang berbalikan (1-3).
      Kemampuan tinggi nilai 1
      Kemampuan sedang nilai 2
      Kemampuan rendah nilai 3
MATRIKS PENILAIAN RESIKO BENCANA
PROP:
KAB:

NO               Jenis       GEMPA   ANGIN   BANJIR   TANAH     KECELAKAAN   KONFLIK   dsb
     Variabel                BUMI    PUYUH            LONGSOR   TRANSPORT
1    Bahaya
     a. Frekuensi
     b. Intensitas
     c. Dampak
     d. Keluasan
     e. Durasi
                     TOTAL
2    Kerawanan
     a. Fisik
     b.Sosial
     c. Ekonomi
                     TOTAL
3    Kemampuan
     a.Kebijakan
     b.Kesiapsiagaan

     c.Partisipasi masy
                  TOTAL

        NILAI TOTAL
PENGURANGAN
RESIKO BENCANA
 Bahaya merupakan fenomena atau
  kondisi yang sulit untuk dirubah atau
  diperbaiki.
 Kerentanan merupakan situasi/sikap/
  perilaku individu/masyarakat yang
  relatif dapat dilakukan perubahan.
 Oleh karena itu Pengurangan Resiko
  Bencana dapat dilakukan dengan cara
  memperkecil kerentanan.
BAHAYA DAN KERENTANAN




Bahaya            Kerentanan
RESIKO = BAHAYA * KERENTANAN




Bahaya   Bencana   Kerentanan
PENGURANGAN RESIKO BENCANA




Bahaya       Kerentanan
Diskusi dan Tanya-jawab :

 Diskusi dan Tanya-jawab (30 ‘)
 Berikan contoh-contoh :

  - Bahaya apa?
  - Kerentanan apa?
  - Upaya pengurangan bagaimana?
Kerangka Kerja Pengurangan Resiko Bencana

                                          Kaitan dengan Pembangunan Berkelanjutan
                                                  Sosial Budaya

                                                       Fokus Pengurangan Resiko Bencana
                                                   PENCIPTAAN
                                                  KEWASPADAAN
          FAKTOR RESIKO                           Mengubah Perilaku         PENGEMBANGAN PENGETAHUAN
          Kerentanan
                                                                           · Informasi
          · Sosial                                                         · Pendidikan & Latihan
          · Ekonomi                                                        · Penelitian




                                                                                                                                                   Ekosistem/Lingkungan
          · Fisik
          · Lingkungan
                                   Analisis Kerentanan /                                                    KOMITMEN POLITIK
          Bahaya                      Kemampuan                       IDENTIFIKASI RESIKO &                 • Internasional, regional, nasional,
          · Geologi                  Analisis Bahaya                   PENGKAJIAN DAMPAK                       daerah.
          · Hidrometeorologi                                                                                • Kelembagaan (pengaturan)
                                     & Pemantauan
Politik




          · Biologi                                                                                              − pengembangan kebijakan
          · Teknologi                                                                                            − legislasi dan aturan
          · Lingkungan                                                                                           − pengembangan organisasi
                                                           PERINGATAN DINI                                  • Kegiatan Masyarakat



                                                                                        PENERAPAN UPAYA
             DAMPAK                                                                     PENGURANGAN RESIKO
             BENCANA                                                                    • Pengelolaan lingkungan
                                      KESIAPAN
                                                                                        • Pengembangan Kegiatan Sosial and Ekonomi
                                                                                        (termasuk pengentasan kemiskinan, kehidupan,
                                                                                        mekanisme pembiayaan, kesehatan, pertanian,dll)
                                                                                        • Kegiatan fisk dan teknis
                               MANAJEMEN                                                   − penggunaan lahan dan tata ruang perkotaan
                                DARURAT                        PEMULIHAN
                                                                                           − perlindungan fasilitas penting
                                                                                        • Jejaring dan kemitraan




                                                           Ekonomi
Sekian dan
Terima Kasih

Modul 4 analisis resiko

  • 1.
    PENILAIAN RESIKO BADAN KOORDINASI NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA DAN PENANGANAN PENGUNGSI (BAKORNAS PBP)
  • 2.
    Topik bahasan  Bahaya Kerentanan  Kemampuan  Resiko
  • 3.
    Kejadian Bencana Kejadian Bahaya Resiko BENCANA Bencana Kerentanan
  • 4.
    Bahaya (hazard)  Suatu kondisi, secara alamiah maupun karena ulah manusia, yang berpotensi menimbulkan kerusakan atau kerugian dan kehilangan jiwa manusia.  Bahaya berpotensi menimbulkan bencana, tetapi tidak semua bahaya selalu menjadi bencana.
  • 5.
    Bahaya yg BeresikoTinggi  Didasarkan pada dua penilaian ancaman yaitu:  Probabilitas atau kemungkinan terjadinya bencana dan  Intensitas, dampak kerugian atau kerusakan yang ditimbulkan  Hasil penilaian kemudian di plot kedalam matriks pemilihan resiko.
  • 6.
    Probabilitas Kejadian  Skala Probabilitas: 5 Sangat Pasti (hampir dipastikan 100% terjadi tahun depan). 4 Hampir Pasti (10 – 100% terjadi tahun depan, atau sekali dalam 10 tahun mendatang) 3 Mungkin (1-10% terjadi tahun depan, atau sekali dalam 100 tahun) 2 Kemungkinan Kecil (kurang dari sekali dalam 100 tahun) 1 Tidak Pasti sama sekali
  • 7.
    Dampak Kejadian Dampak Kerugianyang ditimbulkan: 5 Sangat Parah (hampir dipastikan 100% wilayah hancur dan lumpuh total) 4 Parah (50-75 % wilayah hancur dan lumpuh) 3 Cukup Parah (10-50 % wilayah hancur) 2 Ringan (kurang 10% wilayah yang terkena) 1 Tidak Parah sama sekali
  • 8.
    Penilaian Bahaya Jenis Ancaman Bahaya P D Gempa Bumi Banjir Tsunami Longsor Kerusuhan Sosial dst. P= Probabilitas (skala 1-5) D= Intensitas (skala 1-5)
  • 9.
    MATRIKS SKALA TINGKATBAHAYA Intensitas Probabilitas
  • 10.
    Kerentanan (vulnerability) Sekumpulankondisi dan atau suatu akibat keadaan (faktor fisik, sosial, ekonomi dan lingkungan) yang berpengaruh buruk terhadap upaya- upaya pencegahan dan penanggulangan bencana.
  • 11.
    Faktor-faktor Kerentanan  Fisik:  Prasarana dasar, konstruksi, bangunan  Ekonomi:  Kemiskinan, penghasilan, nutrisi,  Sosial:  Pendidikan,kesehatan, politik, hukum, kelembagaan  Lingkungan:  tanah,air, tanaman, hutan, lautan
  • 12.
    Kemampuan (capability) Kekuatandan potensi yang dimiliki oleh perorangan, keluarga dan masyarakat yang membuat mereka mampu mencegah, mengurangi, siap-siaga, menanggapi dengan cepat atau segera pulih dari suatu kedaruratan dan bencana.
  • 13.
    Resiko (risk)  Besarnyakerugian atau kemungkinan hilangnya (jiwa, korban, kerusakan dan kerugian ekonomi) yang disebabkan oleh bahaya tertentu di suatu daerah pada suatu waktu tertentu.  Resiko dapat dinilai secara kuantitatif, dan merupakan probabilitas dari dampak atau konsekwesi suatu bahaya.
  • 14.
    Penilaian Resiko  Setiap jenis ancaman dinilai tingkat bahayanya dengan skala tertentu (3-1)  Bahaya/ancaman tinggi nilai 3  Bahaya/ancaman sedang nilai 2  Bahaya/ancaman rendah nilai 1  Setiap kerentanan dinilai tingkat kerentanan dengan skala yang sama (3-1).  Kerentanan tinggi nilai 3  Kerentanan sedang nilai 2  Kerentanan rendah nilai 1  Sedangkan untuk kemampuan/ manajemen dinilai dengan skala yang berbalikan (1-3).  Kemampuan tinggi nilai 1  Kemampuan sedang nilai 2  Kemampuan rendah nilai 3
  • 15.
    MATRIKS PENILAIAN RESIKOBENCANA PROP: KAB: NO Jenis GEMPA ANGIN BANJIR TANAH KECELAKAAN KONFLIK dsb Variabel BUMI PUYUH LONGSOR TRANSPORT 1 Bahaya a. Frekuensi b. Intensitas c. Dampak d. Keluasan e. Durasi TOTAL 2 Kerawanan a. Fisik b.Sosial c. Ekonomi TOTAL 3 Kemampuan a.Kebijakan b.Kesiapsiagaan c.Partisipasi masy TOTAL NILAI TOTAL
  • 16.
  • 17.
     Bahaya merupakanfenomena atau kondisi yang sulit untuk dirubah atau diperbaiki.  Kerentanan merupakan situasi/sikap/ perilaku individu/masyarakat yang relatif dapat dilakukan perubahan.  Oleh karena itu Pengurangan Resiko Bencana dapat dilakukan dengan cara memperkecil kerentanan.
  • 18.
  • 19.
    RESIKO = BAHAYA* KERENTANAN Bahaya Bencana Kerentanan
  • 20.
  • 21.
    Diskusi dan Tanya-jawab:  Diskusi dan Tanya-jawab (30 ‘)  Berikan contoh-contoh : - Bahaya apa? - Kerentanan apa? - Upaya pengurangan bagaimana?
  • 22.
    Kerangka Kerja PenguranganResiko Bencana Kaitan dengan Pembangunan Berkelanjutan Sosial Budaya Fokus Pengurangan Resiko Bencana PENCIPTAAN KEWASPADAAN FAKTOR RESIKO Mengubah Perilaku PENGEMBANGAN PENGETAHUAN Kerentanan · Informasi · Sosial · Pendidikan & Latihan · Ekonomi · Penelitian Ekosistem/Lingkungan · Fisik · Lingkungan Analisis Kerentanan / KOMITMEN POLITIK Bahaya Kemampuan IDENTIFIKASI RESIKO & • Internasional, regional, nasional, · Geologi Analisis Bahaya PENGKAJIAN DAMPAK daerah. · Hidrometeorologi • Kelembagaan (pengaturan) & Pemantauan Politik · Biologi − pengembangan kebijakan · Teknologi − legislasi dan aturan · Lingkungan − pengembangan organisasi PERINGATAN DINI • Kegiatan Masyarakat PENERAPAN UPAYA DAMPAK PENGURANGAN RESIKO BENCANA • Pengelolaan lingkungan KESIAPAN • Pengembangan Kegiatan Sosial and Ekonomi (termasuk pengentasan kemiskinan, kehidupan, mekanisme pembiayaan, kesehatan, pertanian,dll) • Kegiatan fisk dan teknis MANAJEMEN − penggunaan lahan dan tata ruang perkotaan DARURAT PEMULIHAN − perlindungan fasilitas penting • Jejaring dan kemitraan Ekonomi
  • 23.