SUDUT ANTARA DUA
BIDANG
Oleh:
Dwi Andriyani
4101012015
Pendidikan Matematika
6. Menentukan kedudukan, jarak, dan besar sudut yang melibatkan titik,
garis, dan bidang dalam ruang dimensi tiga
6.3 Menentukan besar sudut antara garis dan bidang dan antara dua
bidang dalam ruang dimensi tiga
PPG – Pend. Matematika UNNES
SUDUT ANTARA DUA BIDANG
 Menggambar sudut antara dua bidang
yang berpotongan
 enentukan sudut antara dua bidang yang
berpotongan
 Menentukan sudut antara dua bidang
dalam ruang dimensi tiga
SUDUT ANTARA DUA BIDANG
PENDIDIKAN MATEMATIKA
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
PRASYARAT
TEOREMA PROYEKSI
a. Kuadrat sisi siku – siku sama dengan hasil kali
proyeksinya ke sisi miring dan sisi miring sendiri.
c2 = pa atau b2 = qa
b. Kuadrat garis tinggi ke sisi miring sama dengan hasil
kali bagian sisi miring. t2 = pq
c. Hasil kali sisi siku – siku sama dengan hasil kali sisi
miring dan garis tinggi ke sisi miring itu. bc = ta
d. Kuadrat sisi miring sama dengan jumlah kuadrat kedua
sisi yang lain. a2 = b2 + c2
a
q
t pb
c
C
BA
ATURAN SINUS
ATURAN KOSINUS
Kedudukan garis dengan bidang dimana
garis menembus bidang dapat ditentukan
sudut antara garis dengan bidang.
Misalnya, garis g menembus bidang V di
titik A. Maka untuk menentukan sudut
antara garis dengan bidang dapat
dilakukan langkah-langkah sebagai
berikut :
Kedudukan garis dengan bidang dimana
garis menembus bidang dapat ditentukan
sudut antara garis dengan bidang.
V
g
A
Kedudukan garis dengan bidang dimana
garis menembus bidang dapat ditentukan
sudut antara garis dengan bidang.
• Tetapkan satu titik sembarang pada garis g di luar bidang
V, misalkan titik B
Misalnya, garis g menembus bidang V di
titik A. Maka untuk menentukan sudut
antara garis dengan bidang dapat
dilakukan langkah-langkah sebagai
berikut :
V
g
A
B
• Tetapkan satu titik sembarang pada garis g di luar bidang
V, misalkan titik B
Kedudukan garis dengan bidang dimana
garis menembus bidang dapat ditentukan
sudut antara garis dengan bidang.
Misalnya, garis g menembus bidang V di
titik A. Maka untuk menentukan sudut
antara garis dengan bidang dapat
dilakukan langkah-langkah sebagai
berikut :
• Proyeksikan titik B pada bidang V, misalkan titik B’
V
g
A
B’
B
• Hubungkan titik A dengan titik B’
Kedudukan garis dengan bidang dimana
garis menembus bidang dapat ditentukan
sudut antara garis dengan bidang.
• Tetapkan satu titik sembarang pada garis g di luar bidang
V, misalkan titik B
Misalnya, garis g menembus bidang V di
titik A. Maka untuk menentukan sudut
antara garis dengan bidang dapat
dilakukan langkah-langkah sebagai
berikut :
• Proyeksikan titik B pada bidang V, misalkan titik B’
V
g
A
B’
B
a
• Hubungkan titik A dengan titik B’
Kedudukan garis dengan bidang dimana
garis menembus bidang dapat ditentukan
sudut antara garis dengan bidang.
• Tetapkan satu titik sembarang pada garis g di luar bidang
V, misalkan titik B
Misalnya, garis g menembus bidang V di
titik A. Maka untuk menentukan sudut
antara garis dengan bidang dapat
dilakukan langkah-langkah sebagai
berikut :
• Proyeksikan titik B pada bidang V, misalkan titik B’
V
g
A
B’
B
a
• Sudut BAB’ merupakan sudut antara garis g dan bidang V
HUBUNGAN ANTARA BIDANG-BIDANG
Hubungan antara dua bidang yang memungkinkan jika
diketahui bidang V dan bidang W :
1. Bidang V dan bidang W berhimpit, (semua titik pada
bidang V terletak pada bidang W, dan sebaliknya)
dipandang sebagai sebuah bidang saja
2. Bidang V dan bidang W sejajar, kedua bidang tidak
memiliki titik persekutuan
3. Bidang V dan bidang W berpotongan. , perpotongan
kedua bidang berupa garis lurus yang disebut garis
potong atau garis persekutuan yang dilambangkan
dengan (V,W)
Sudut antara bidang U dan bidang V
(berpotongan) dapat ditentukan dengan
cara sebagai berikut :
V
U
Sudut antara bidang U dan bidang V
(berpotongan) dapat ditentukan dengan
cara sebagai berikut :
• Tetapkan garis persekutuan
bidang U dengan bidang V
yaitu (U,V)
V
U
(V,U)
Q
Sudut antara bidang U dan bidang V
(berpotongan) dapat ditentukan dengan
cara sebagai berikut :
• Tetapkan garis persekutuan
bidang U dengan bidang V
yaitu (U,V)
• Tetapkan sebuah titik P pada
garis (U,V)
V
U
(V,U)
P
Sudut antara bidang U dan bidang V
(berpotongan) dapat ditentukan dengan
cara sebagai berikut :
• Tetapkan garis persekutuan
bidang U dengan bidang V
yaitu (U,V)
• Tetapkan sebuah titik P pada
garis (U,V)
• Pada bidang U, buat garis
melalui P tegak lurus garis
(U,V) yaitu PQ
V
U
(V,U)
R
Q
P
Sudut antara bidang U dan bidang V
(berpotongan) dapat ditentukan dengan
cara sebagai berikut :
• Tetapkan garis persekutuan
bidang U dengan bidang V
yaitu (U,V)
• Tetapkan sebuah titik P pada
garis (U,V)
• Pada bidang V, buat garis
melalui P tegak lurus garis
(U,V) yaitu PR
• Pada bidang U, buat garis
melalui P tegak lurus garis
(U,V) yaitu PQ
V
U
(V,U)
R
Q
P
Sudut antara bidang U dan bidang V
(berpotongan) dapat ditentukan dengan
cara sebagai berikut :
• Tetapkan garis persekutuan
bidang U dengan bidang V
yaitu (U,V)
• Tetapkan sebuah titik P pada
garis (U,V)
• Pada bidang V, buat garis
melalui P tegak lurus garis
(U,V) yaitu PR
• Sudut QPR adalah sudut
bidang U dan bidang V
• Pada bidang U, buat garis
melalui P tegak lurus garis
(U,V) yaitu PQ V
U
(V,U)
R
Q
P
Kubus ABCD.EFGH dengan panjang rusuk 6 cm. Titik P
di tengah EF dan R di tengah GH. Tentukan sudut antara
bidang ADRP dengan bidang BCRP
A
H G
C
B
E F
D
Kubus ABCD.EFGH dengan panjang rusuk 6 cm. Titik P
di tengah EF dan R di tengah GH. Tentukan sudut antara
bidang ADRP dengan bidang BCRP
Jawab :
• Tentukan garis persekutuan bidang
ADRP dengan bidang BCRP yaitu RP
A
H G
C
B
E F
D
R
P
Kubus ABCD.EFGH dengan panjang rusuk 6 cm. Titik P
di tengah EF dan R di tengah GH. Tentukan sudut antara
bidang ADRP dengan bidang BCRP
Jawab :
• Tentukan garis persekutuan bidang
ADRP dengan bidang BCRP yaitu RP
• Tetapkan sebuah titik T pada garis
RP (T di tengah RP)
A
H G
C
B
E F
D
R
P
T
Kubus ABCD.EFGH dengan panjang rusuk 6 cm. Titik P
di tengah EF dan R di tengah GH. Tentukan sudut antara
bidang ADRP dengan bidang BCRP
Jawab :
• Tentukan garis persekutuan bidang
ADRP dengan bidang BCRP yaitu RP
• Tetapkan sebuah titik T pada garis
RP (T di tengah RP)
• Pada bidang BCRP, buat garis melalui T tegak lurus RP
yaitu TL
A
H G
C
B
E F
D
R
P
T
L
Kubus ABCD.EFGH dengan panjang rusuk 6 cm. Titik P
di tengah EF dan R di tengah GH. Tentukan sudut antara
bidang ADRP dengan bidang BCRP
Jawab :
• Tentukan garis persekutuan bidang
ADRP dengan bidang BCRP yaitu RP
• Tetapkan sebuah titik T pada garis
RP (T di tengah RP)
• Pada bidang BCRP, buat garis melalui T tegak lurus RP
yaitu TL
• Pada bidang ADRP, buat garis melalui T tegak lurus RP
yaitu TK
A
H G
C
B
E F
D
R
P
K
T
L
• Sudut KTL merupakan sudut antara dua bidang
Kubus ABCD.EFGH dengan panjang rusuk 6 cm. Titik P
di tengah EF dan R di tengah GH. Tentukan sudut antara
bidang ADRP dengan bidang BCRP
Jawab :
• Tentukan garis persekutuan bidang
ADRP dengan bidang BCRP yaitu RP
• Tetapkan sebuah titik T pada garis
RP (T di tengah RP)
• Pada bidang BCRP, buat garis melalui T tegak lurus RP
yaitu TL
• Pada bidang ADRP, buat garis melalui T tegak lurus RP
yaitu TK
A
H G
C
B
E F
D
R
P
K
T
L
1. Diketahui kubus ABCD. EFGH.
a.Gambar sudut antara bidang ABCD dengan bidang
ABGH!
b.Tentukan besar sudut antara bidang ABCD dengan
bidang ABGH!
PPG – Pend. Matematika UNNES
PPG – Pend. Matematika UNNES
Nama : Dwi Andriyani
Nim : 4101012015
Hp : 085777119219
Email : wiex_ext@yahoo.com
Let’s do whatever that we can do!
Jurusan matematika
Universitas negeri semarang

bamz Mine

  • 1.
    SUDUT ANTARA DUA BIDANG Oleh: DwiAndriyani 4101012015 Pendidikan Matematika 6. Menentukan kedudukan, jarak, dan besar sudut yang melibatkan titik, garis, dan bidang dalam ruang dimensi tiga 6.3 Menentukan besar sudut antara garis dan bidang dan antara dua bidang dalam ruang dimensi tiga
  • 2.
    PPG – Pend.Matematika UNNES
  • 3.
    SUDUT ANTARA DUABIDANG  Menggambar sudut antara dua bidang yang berpotongan  enentukan sudut antara dua bidang yang berpotongan  Menentukan sudut antara dua bidang dalam ruang dimensi tiga
  • 4.
  • 5.
  • 6.
    TEOREMA PROYEKSI a. Kuadratsisi siku – siku sama dengan hasil kali proyeksinya ke sisi miring dan sisi miring sendiri. c2 = pa atau b2 = qa b. Kuadrat garis tinggi ke sisi miring sama dengan hasil kali bagian sisi miring. t2 = pq c. Hasil kali sisi siku – siku sama dengan hasil kali sisi miring dan garis tinggi ke sisi miring itu. bc = ta d. Kuadrat sisi miring sama dengan jumlah kuadrat kedua sisi yang lain. a2 = b2 + c2 a q t pb c C BA
  • 7.
  • 8.
    Kedudukan garis denganbidang dimana garis menembus bidang dapat ditentukan sudut antara garis dengan bidang.
  • 9.
    Misalnya, garis gmenembus bidang V di titik A. Maka untuk menentukan sudut antara garis dengan bidang dapat dilakukan langkah-langkah sebagai berikut : Kedudukan garis dengan bidang dimana garis menembus bidang dapat ditentukan sudut antara garis dengan bidang. V g A
  • 10.
    Kedudukan garis denganbidang dimana garis menembus bidang dapat ditentukan sudut antara garis dengan bidang. • Tetapkan satu titik sembarang pada garis g di luar bidang V, misalkan titik B Misalnya, garis g menembus bidang V di titik A. Maka untuk menentukan sudut antara garis dengan bidang dapat dilakukan langkah-langkah sebagai berikut : V g A B
  • 11.
    • Tetapkan satutitik sembarang pada garis g di luar bidang V, misalkan titik B Kedudukan garis dengan bidang dimana garis menembus bidang dapat ditentukan sudut antara garis dengan bidang. Misalnya, garis g menembus bidang V di titik A. Maka untuk menentukan sudut antara garis dengan bidang dapat dilakukan langkah-langkah sebagai berikut : • Proyeksikan titik B pada bidang V, misalkan titik B’ V g A B’ B
  • 12.
    • Hubungkan titikA dengan titik B’ Kedudukan garis dengan bidang dimana garis menembus bidang dapat ditentukan sudut antara garis dengan bidang. • Tetapkan satu titik sembarang pada garis g di luar bidang V, misalkan titik B Misalnya, garis g menembus bidang V di titik A. Maka untuk menentukan sudut antara garis dengan bidang dapat dilakukan langkah-langkah sebagai berikut : • Proyeksikan titik B pada bidang V, misalkan titik B’ V g A B’ B a
  • 13.
    • Hubungkan titikA dengan titik B’ Kedudukan garis dengan bidang dimana garis menembus bidang dapat ditentukan sudut antara garis dengan bidang. • Tetapkan satu titik sembarang pada garis g di luar bidang V, misalkan titik B Misalnya, garis g menembus bidang V di titik A. Maka untuk menentukan sudut antara garis dengan bidang dapat dilakukan langkah-langkah sebagai berikut : • Proyeksikan titik B pada bidang V, misalkan titik B’ V g A B’ B a • Sudut BAB’ merupakan sudut antara garis g dan bidang V
  • 14.
    HUBUNGAN ANTARA BIDANG-BIDANG Hubunganantara dua bidang yang memungkinkan jika diketahui bidang V dan bidang W : 1. Bidang V dan bidang W berhimpit, (semua titik pada bidang V terletak pada bidang W, dan sebaliknya) dipandang sebagai sebuah bidang saja 2. Bidang V dan bidang W sejajar, kedua bidang tidak memiliki titik persekutuan 3. Bidang V dan bidang W berpotongan. , perpotongan kedua bidang berupa garis lurus yang disebut garis potong atau garis persekutuan yang dilambangkan dengan (V,W)
  • 15.
    Sudut antara bidangU dan bidang V (berpotongan) dapat ditentukan dengan cara sebagai berikut : V U
  • 16.
    Sudut antara bidangU dan bidang V (berpotongan) dapat ditentukan dengan cara sebagai berikut : • Tetapkan garis persekutuan bidang U dengan bidang V yaitu (U,V) V U (V,U) Q
  • 17.
    Sudut antara bidangU dan bidang V (berpotongan) dapat ditentukan dengan cara sebagai berikut : • Tetapkan garis persekutuan bidang U dengan bidang V yaitu (U,V) • Tetapkan sebuah titik P pada garis (U,V) V U (V,U) P
  • 18.
    Sudut antara bidangU dan bidang V (berpotongan) dapat ditentukan dengan cara sebagai berikut : • Tetapkan garis persekutuan bidang U dengan bidang V yaitu (U,V) • Tetapkan sebuah titik P pada garis (U,V) • Pada bidang U, buat garis melalui P tegak lurus garis (U,V) yaitu PQ V U (V,U) R Q P
  • 19.
    Sudut antara bidangU dan bidang V (berpotongan) dapat ditentukan dengan cara sebagai berikut : • Tetapkan garis persekutuan bidang U dengan bidang V yaitu (U,V) • Tetapkan sebuah titik P pada garis (U,V) • Pada bidang V, buat garis melalui P tegak lurus garis (U,V) yaitu PR • Pada bidang U, buat garis melalui P tegak lurus garis (U,V) yaitu PQ V U (V,U) R Q P
  • 20.
    Sudut antara bidangU dan bidang V (berpotongan) dapat ditentukan dengan cara sebagai berikut : • Tetapkan garis persekutuan bidang U dengan bidang V yaitu (U,V) • Tetapkan sebuah titik P pada garis (U,V) • Pada bidang V, buat garis melalui P tegak lurus garis (U,V) yaitu PR • Sudut QPR adalah sudut bidang U dan bidang V • Pada bidang U, buat garis melalui P tegak lurus garis (U,V) yaitu PQ V U (V,U) R Q P
  • 21.
    Kubus ABCD.EFGH denganpanjang rusuk 6 cm. Titik P di tengah EF dan R di tengah GH. Tentukan sudut antara bidang ADRP dengan bidang BCRP A H G C B E F D
  • 22.
    Kubus ABCD.EFGH denganpanjang rusuk 6 cm. Titik P di tengah EF dan R di tengah GH. Tentukan sudut antara bidang ADRP dengan bidang BCRP Jawab : • Tentukan garis persekutuan bidang ADRP dengan bidang BCRP yaitu RP A H G C B E F D R P
  • 23.
    Kubus ABCD.EFGH denganpanjang rusuk 6 cm. Titik P di tengah EF dan R di tengah GH. Tentukan sudut antara bidang ADRP dengan bidang BCRP Jawab : • Tentukan garis persekutuan bidang ADRP dengan bidang BCRP yaitu RP • Tetapkan sebuah titik T pada garis RP (T di tengah RP) A H G C B E F D R P T
  • 24.
    Kubus ABCD.EFGH denganpanjang rusuk 6 cm. Titik P di tengah EF dan R di tengah GH. Tentukan sudut antara bidang ADRP dengan bidang BCRP Jawab : • Tentukan garis persekutuan bidang ADRP dengan bidang BCRP yaitu RP • Tetapkan sebuah titik T pada garis RP (T di tengah RP) • Pada bidang BCRP, buat garis melalui T tegak lurus RP yaitu TL A H G C B E F D R P T L
  • 25.
    Kubus ABCD.EFGH denganpanjang rusuk 6 cm. Titik P di tengah EF dan R di tengah GH. Tentukan sudut antara bidang ADRP dengan bidang BCRP Jawab : • Tentukan garis persekutuan bidang ADRP dengan bidang BCRP yaitu RP • Tetapkan sebuah titik T pada garis RP (T di tengah RP) • Pada bidang BCRP, buat garis melalui T tegak lurus RP yaitu TL • Pada bidang ADRP, buat garis melalui T tegak lurus RP yaitu TK A H G C B E F D R P K T L
  • 26.
    • Sudut KTLmerupakan sudut antara dua bidang Kubus ABCD.EFGH dengan panjang rusuk 6 cm. Titik P di tengah EF dan R di tengah GH. Tentukan sudut antara bidang ADRP dengan bidang BCRP Jawab : • Tentukan garis persekutuan bidang ADRP dengan bidang BCRP yaitu RP • Tetapkan sebuah titik T pada garis RP (T di tengah RP) • Pada bidang BCRP, buat garis melalui T tegak lurus RP yaitu TL • Pada bidang ADRP, buat garis melalui T tegak lurus RP yaitu TK A H G C B E F D R P K T L
  • 27.
    1. Diketahui kubusABCD. EFGH. a.Gambar sudut antara bidang ABCD dengan bidang ABGH! b.Tentukan besar sudut antara bidang ABCD dengan bidang ABGH!
  • 28.
    PPG – Pend.Matematika UNNES
  • 29.
    PPG – Pend.Matematika UNNES Nama : Dwi Andriyani Nim : 4101012015 Hp : 085777119219 Email : wiex_ext@yahoo.com Let’s do whatever that we can do! Jurusan matematika Universitas negeri semarang

Editor's Notes

  • #30 Muncul gambar unnes dengan animation swivel repeat until end of slide start after previous, direction horizontal, speed slow dan textbox bertuliskan “Laboratorium Matematika UNNES” dengan font Snap ITC size 18 warna biru muda di pojok kiri bawah slide