Dimensi Tiga ( Proyeksi & Sudut ) http://meetabied.wordpress.com
Setelah menyaksikan  tayangan ini anda dapat Menentukan proyeksi dan  besar sudut dalam ruang dimensi tiga http://meetabied.wordpress.com
Proyeksi Pada Bangun Ruang : proyeksi titik pada garis proyeksi titik pada bidang proyeksi garis pada bidang http://meetabied.wordpress.com
Proyeksi titik pada garis Dari titik P ditarik garis  m   garis  k garis  m  memotong  k  di Q, titik Q  adalah  hasil proyeksi  titik P pada  k P Q k m http://meetabied.wordpress.com
Contoh Diketahui  kubus ABCD.EFGH Tentukan proyeksi titik A pada  garis  a. BC  b.BD c. ET (T perpotongan AC dan BD). T http://meetabied.wordpress.com A B C D H E F G
Pembahasan Proyeksi titik A pada a. BC adalah titik b. BD adalah titik c. ET adalah titik  B T A’ A’ (AC    ET) (AB    BC) (AC    BD) http://meetabied.wordpress.com A B C D H E F G T
Proyeksi Titik pada Bidang Dari titik P di luar bidang H ditarik garis  g     H.  Garis  g  menembus  bidang H di titik P’. Titik P’ adalah proyeksi titik P  di bidang H P P’ g http://meetabied.wordpress.com H
Contoh Diketahui kubus ABCD.EFGH a. Proyeksi titik E pada bidang ABCD adalah…. b. Proyeksi titik C pada bidang BDG adalah…. http://meetabied.wordpress.com A B C D H E F G
Pembahasan a. Proyeksi titik E pada bidang ABCD adalah b. Proyeksi titik C pada bidang BDG adalah CE    BDG (EA    ABCD) A P P http://meetabied.wordpress.com A B C D H E F G
Proyeksi garis pada bidang Proyeksi sebuah garis ke sebuah bidang dapat diperoleh  dengan memproyek- sikan titik-titik yang terletak pada garis itu ke bidang. A A’ g Jadi proyeksi garis g pada bidang H  adalah  g’ B B’ g’ http://meetabied.wordpress.com H
Fakta-fakta 1.  Proyeksi garis  pada bidang   umumnya  berupa garis 2. Jika garis  h        maka   proyeksi garis  h  pada bidang     berupa  titik.   3. Jika garis g   //  bidang    maka   g’  yaitu proyeksi garis  g  pada    dan  sejajar garis  g http://meetabied.wordpress.com
Contoh 1 Diketahui kubus ABCD.EFGH a. Proyeksi garis EF pada bidang ABCD adalah…. b. Jika panjang rusuk kubus 6 cm, Panjang  proyeksi garis CG pada bidang BDG adalah…. http://meetabied.wordpress.com A B C D H E F G
Pembahasan a. Proyeksi garis EF pada bidang ABCD berarti menentukan proyeksi titik E dan F pada bidang ABCD, yaitu titik A dan B Jadi proyeksi EF pada ABCD  adalah garis AB http://meetabied.wordpress.com A B C D H E F G
Pembahasan b. Proyeksi garis CG pada bidang BDG berarti menentukan proyeksi titik C  dan titik G pada bidang BDG, yaitu titik P dan G Jadi proyeksi CG pada BDG  adalah garis  PG  dan panjangnya? P 6 cm http://meetabied.wordpress.com A B C D H E F G
• Panjang proyeksi CG  pada BDG adalah  panjang garis  PG . • PG =  ⅔.GR  = ⅔.½a√6  = ⅓a√6 = ⅓.6√6 P R • Jadi  panjang  proyeksi garis CG pada bidang BDG adalah  2√6 cm 6 cm http://meetabied.wordpress.com A B C D H E F G
Contoh 2 Diketahui limas beraturanT.ABCD dengan panjang AB = 16 cm, TA = 18 cm Panjang proyeksi TA pada bidang ABCD adalah…. 16 cm 18 cm http://meetabied.wordpress.com T A D C B
Pembahasan Proyeksi TA pada bidang ABCD adalah AT’. Panjang AT’=  ½AC = ½.16√2 = 8√2  16 cm 18 cm T’ Jadi panjang proyeksi TA pada bidang ABCD adalah 8 √2 cm http://meetabied.wordpress.com T A D C B
Sudut Pada Bangun Ruang : Sudut antara dua garis Sudut antara garis dan bidang Sudut antara bidang dan bidang http://meetabied.wordpress.com
Sudut antara Dua Garis Yang dimaksud dengan  besar sudut antara  dua garis adalah besar sudut terkecil yang dibentuk  oleh kedua garis tersebut k m http://meetabied.wordpress.com
Contoh Diketahui  kubus ABCD.EFGH  Besar sudut antara garis-garis: a. AB dengan BG b. AH dengan AF  c. BE dengan DF http://meetabied.wordpress.com A B C D H E F G
Pembahasan Besar sudut antara garis-garis: a. AB dengan BG = 90 0 b. AH dengan AF = 60 0  ( ∆ AFH smss) c. BE dengan DF = 90 0  (BE    DF) http://meetabied.wordpress.com A B C D H E F G
Sudut antara  Garis dan Bidang Sudut antara  garis a dan bidang     dilambangkan (a,  ) adalah sudut antara garis a dan  proyeksinya pada   . Sudut antara garis PQ dengan V  = sudut antara PQ dengan  P’Q =     PQP ’ P’ http://meetabied.wordpress.com P Q V
Contoh 1 Diketahui  kubus ABCD.EFGH panjang rusuk 6 cm.  Gambarlah sudut antara garis BG dengan ACGE, 6 cm Kemudian hitunglah besar sudutnya! http://meetabied.wordpress.com A B C D H E F G
Pembahasan Proyeksi garis BG pada bidang ACGE adalah garis KG (K =  titik potong  AC dan BD)   6 cm Jadi   (BG,ACGE) =   (BG,KG) =   BGK K http://meetabied.wordpress.com A B C  D H E F G
Pembahasan BG = 6 √2 cm BK = ½BD = ½.6√2 = 3√2 cm ∆ BKG siku-siku di K   6 cm sin  BGK = Jadi, besar   BGK = 30 0 K http://meetabied.wordpress.com A B C  D H E F G
Contoh 2 Diketahui  kubus ABCD.EFGH panjang rusuk 8 cm.  8 cm Nilai tangens sudut antara garis CG dan bidang AFH adalah…. http://meetabied.wordpress.com A B C D H E F G
Pembahasan tan  (CG,AFH)  = tan   (PQ,AP) = tan   APQ = =  8 cm P Q Nilai tangens sudut antara garis CG dan bidang AFH adalah  ½√2 http://meetabied.wordpress.com A B C D H E F G
Contoh 3 Pada limas segiempat beraturan  T.ABCD yang semua rusuknya sama panjang,  sudut antara TA dan bidang ABCD adalah…. http://meetabied.wordpress.com T A B C D a cm a cm
Pembahasan •  TA = TB = a cm •  AC = a√2  ( diagonal persegi) •   ∆ TAC = ∆ siku-siku samakaki sudut antara TA dan bidang ABCD adalah sudut antara TA dan AC yang besarnya 45 0   http://meetabied.wordpress.com T A B C D a cm a cm
Sudut antara  Bidang dan Bidang Sudut antara  bidang    dan bidang     adalah sudut antara garis  g  dan  h , dimana g     (  ,  ) dan  h     (  ,  ). (  ,  ) garis potong bidang    dan     (  ,  ) g h http://meetabied.wordpress.com
Contoh 1 Diketahui kubus ABCD.EFGH a. Gambarlah sudut antara bidang BDG dengan ABCD b. Tentukan nilai sinus sudut antara BDG dan ABCD! http://meetabied.wordpress.com A B C D H E F G
Pembahasan a.   (BDG,ABCD) •  garis potong BDG dan ABCD    BD •   garis pada ABCD yang    BD    AC •  garis pada  BDG yang    BD    GP Jadi   (BDG,ABCD) =   (GP,PC) =  GPC P http://meetabied.wordpress.com A B C D H E F G
Pembahasan b. sin  (BDG,ABCD) = sin   GPC = = =  ⅓√6 Jadi, sin  (BDG,ABCD) =  ⅓√6 P http://meetabied.wordpress.com A B C D H E F G
Contoh 2 Limas beraturan  T.ABC, panjang rusuk alas 6 cm dan panjang rusuk tegak 9 cm. Nilai sinus sudut antara bidang TAB dengan bidang ABC adalah…. http://meetabied.wordpress.com A B C T 6 cm 9 cm
Pembahasan • sin  (TAB,ABC) = sin  (TP,PC) = sin  TPC • TC = 9 cm, BP = 3 cm • PC = = • PT = =  P 3 http://meetabied.wordpress.com A B C T 6 cm 9 cm
•  Lihat  ∆ TPC PT = 6√2, PC = 3√3 Aturan cosinus TC 2  = TP 2  + PC 2  – 2TP.TC.cos  TPC 81 = 72 + 27 – 2.6√2.3√3.cos  TPC 36√6.cos  TPC = 99 – 81 36√6.cos  TPC = 18  cos  TPC = =  A B C T 9 cm P 6 √2 3 √3 2 1 http://meetabied.wordpress.com
•  Lihat  ∆ TPC cos  P = Maka diperoleh Sin   P = Jadi sinus   (TAB,ABC) =  12 √ 6 P http://meetabied.wordpress.com
Contoh 3 Diketahui kubus ABCD.EFGH, pan- jang rusuk 4 cm Titik P dan Q  berturut-turut di tengah-tengah AB dan AD.  Sudut antara bidang FHQP dan bi- dang AFH adalah   . Nilai cos   =… 4 cm P Q http://meetabied.wordpress.com A B C D H E F G
Pembahasan •   (FHQP,AFH) =   (KL,KA) =   AKL =   •  AK = ½a√6 = 2√6 •  AL = LM = ¼ AC = ¼a√2 = √2 •  KL = = =3√2  4 cm P Q K L  M http://meetabied.wordpress.com A B C D H E F G
Pembahasan •  AK = 2√6 , AL = √2 KL = 3√2 Aturan Cosinus: AL 2  = AK 2  + KL 2  – 2AK.KLcos  2 = 24 + 18 – 2.2√6.3√2.cos  24√3.cos   = 42 – 2  24√3.cos   = 40 cos   = K L  M A Jadi nilai cos   = http://meetabied.wordpress.com

Presentasi matematika-kelas-x-dimensi-tiga

  • 1.
    Dimensi Tiga (Proyeksi & Sudut ) http://meetabied.wordpress.com
  • 2.
    Setelah menyaksikan tayangan ini anda dapat Menentukan proyeksi dan besar sudut dalam ruang dimensi tiga http://meetabied.wordpress.com
  • 3.
    Proyeksi Pada BangunRuang : proyeksi titik pada garis proyeksi titik pada bidang proyeksi garis pada bidang http://meetabied.wordpress.com
  • 4.
    Proyeksi titik padagaris Dari titik P ditarik garis m  garis k garis m memotong k di Q, titik Q adalah hasil proyeksi titik P pada k P Q k m http://meetabied.wordpress.com
  • 5.
    Contoh Diketahui kubus ABCD.EFGH Tentukan proyeksi titik A pada garis a. BC b.BD c. ET (T perpotongan AC dan BD). T http://meetabied.wordpress.com A B C D H E F G
  • 6.
    Pembahasan Proyeksi titikA pada a. BC adalah titik b. BD adalah titik c. ET adalah titik B T A’ A’ (AC  ET) (AB  BC) (AC  BD) http://meetabied.wordpress.com A B C D H E F G T
  • 7.
    Proyeksi Titik padaBidang Dari titik P di luar bidang H ditarik garis g  H. Garis g menembus bidang H di titik P’. Titik P’ adalah proyeksi titik P di bidang H P P’ g http://meetabied.wordpress.com H
  • 8.
    Contoh Diketahui kubusABCD.EFGH a. Proyeksi titik E pada bidang ABCD adalah…. b. Proyeksi titik C pada bidang BDG adalah…. http://meetabied.wordpress.com A B C D H E F G
  • 9.
    Pembahasan a. Proyeksititik E pada bidang ABCD adalah b. Proyeksi titik C pada bidang BDG adalah CE  BDG (EA  ABCD) A P P http://meetabied.wordpress.com A B C D H E F G
  • 10.
    Proyeksi garis padabidang Proyeksi sebuah garis ke sebuah bidang dapat diperoleh dengan memproyek- sikan titik-titik yang terletak pada garis itu ke bidang. A A’ g Jadi proyeksi garis g pada bidang H adalah g’ B B’ g’ http://meetabied.wordpress.com H
  • 11.
    Fakta-fakta 1. Proyeksi garis pada bidang umumnya berupa garis 2. Jika garis h   maka proyeksi garis h pada bidang  berupa titik. 3. Jika garis g // bidang  maka g’ yaitu proyeksi garis g pada  dan sejajar garis g http://meetabied.wordpress.com
  • 12.
    Contoh 1 Diketahuikubus ABCD.EFGH a. Proyeksi garis EF pada bidang ABCD adalah…. b. Jika panjang rusuk kubus 6 cm, Panjang proyeksi garis CG pada bidang BDG adalah…. http://meetabied.wordpress.com A B C D H E F G
  • 13.
    Pembahasan a. Proyeksigaris EF pada bidang ABCD berarti menentukan proyeksi titik E dan F pada bidang ABCD, yaitu titik A dan B Jadi proyeksi EF pada ABCD adalah garis AB http://meetabied.wordpress.com A B C D H E F G
  • 14.
    Pembahasan b. Proyeksigaris CG pada bidang BDG berarti menentukan proyeksi titik C dan titik G pada bidang BDG, yaitu titik P dan G Jadi proyeksi CG pada BDG adalah garis PG dan panjangnya? P 6 cm http://meetabied.wordpress.com A B C D H E F G
  • 15.
    • Panjang proyeksiCG pada BDG adalah panjang garis PG . • PG = ⅔.GR = ⅔.½a√6 = ⅓a√6 = ⅓.6√6 P R • Jadi panjang proyeksi garis CG pada bidang BDG adalah 2√6 cm 6 cm http://meetabied.wordpress.com A B C D H E F G
  • 16.
    Contoh 2 Diketahuilimas beraturanT.ABCD dengan panjang AB = 16 cm, TA = 18 cm Panjang proyeksi TA pada bidang ABCD adalah…. 16 cm 18 cm http://meetabied.wordpress.com T A D C B
  • 17.
    Pembahasan Proyeksi TApada bidang ABCD adalah AT’. Panjang AT’= ½AC = ½.16√2 = 8√2 16 cm 18 cm T’ Jadi panjang proyeksi TA pada bidang ABCD adalah 8 √2 cm http://meetabied.wordpress.com T A D C B
  • 18.
    Sudut Pada BangunRuang : Sudut antara dua garis Sudut antara garis dan bidang Sudut antara bidang dan bidang http://meetabied.wordpress.com
  • 19.
    Sudut antara DuaGaris Yang dimaksud dengan besar sudut antara dua garis adalah besar sudut terkecil yang dibentuk oleh kedua garis tersebut k m http://meetabied.wordpress.com
  • 20.
    Contoh Diketahui kubus ABCD.EFGH Besar sudut antara garis-garis: a. AB dengan BG b. AH dengan AF c. BE dengan DF http://meetabied.wordpress.com A B C D H E F G
  • 21.
    Pembahasan Besar sudutantara garis-garis: a. AB dengan BG = 90 0 b. AH dengan AF = 60 0 ( ∆ AFH smss) c. BE dengan DF = 90 0 (BE  DF) http://meetabied.wordpress.com A B C D H E F G
  • 22.
    Sudut antara Garis dan Bidang Sudut antara garis a dan bidang  dilambangkan (a,  ) adalah sudut antara garis a dan proyeksinya pada  . Sudut antara garis PQ dengan V = sudut antara PQ dengan P’Q =  PQP ’ P’ http://meetabied.wordpress.com P Q V
  • 23.
    Contoh 1 Diketahui kubus ABCD.EFGH panjang rusuk 6 cm. Gambarlah sudut antara garis BG dengan ACGE, 6 cm Kemudian hitunglah besar sudutnya! http://meetabied.wordpress.com A B C D H E F G
  • 24.
    Pembahasan Proyeksi garisBG pada bidang ACGE adalah garis KG (K = titik potong AC dan BD) 6 cm Jadi  (BG,ACGE) =  (BG,KG) =  BGK K http://meetabied.wordpress.com A B C D H E F G
  • 25.
    Pembahasan BG =6 √2 cm BK = ½BD = ½.6√2 = 3√2 cm ∆ BKG siku-siku di K 6 cm sin  BGK = Jadi, besar  BGK = 30 0 K http://meetabied.wordpress.com A B C D H E F G
  • 26.
    Contoh 2 Diketahui kubus ABCD.EFGH panjang rusuk 8 cm. 8 cm Nilai tangens sudut antara garis CG dan bidang AFH adalah…. http://meetabied.wordpress.com A B C D H E F G
  • 27.
    Pembahasan tan (CG,AFH) = tan  (PQ,AP) = tan  APQ = = 8 cm P Q Nilai tangens sudut antara garis CG dan bidang AFH adalah ½√2 http://meetabied.wordpress.com A B C D H E F G
  • 28.
    Contoh 3 Padalimas segiempat beraturan T.ABCD yang semua rusuknya sama panjang, sudut antara TA dan bidang ABCD adalah…. http://meetabied.wordpress.com T A B C D a cm a cm
  • 29.
    Pembahasan • TA = TB = a cm • AC = a√2 ( diagonal persegi) • ∆ TAC = ∆ siku-siku samakaki sudut antara TA dan bidang ABCD adalah sudut antara TA dan AC yang besarnya 45 0 http://meetabied.wordpress.com T A B C D a cm a cm
  • 30.
    Sudut antara Bidang dan Bidang Sudut antara bidang  dan bidang  adalah sudut antara garis g dan h , dimana g  (  ,  ) dan h  (  ,  ). (  ,  ) garis potong bidang  dan    (  ,  ) g h http://meetabied.wordpress.com
  • 31.
    Contoh 1 Diketahuikubus ABCD.EFGH a. Gambarlah sudut antara bidang BDG dengan ABCD b. Tentukan nilai sinus sudut antara BDG dan ABCD! http://meetabied.wordpress.com A B C D H E F G
  • 32.
    Pembahasan a.  (BDG,ABCD) • garis potong BDG dan ABCD  BD • garis pada ABCD yang  BD  AC • garis pada BDG yang  BD  GP Jadi  (BDG,ABCD) =  (GP,PC) =  GPC P http://meetabied.wordpress.com A B C D H E F G
  • 33.
    Pembahasan b. sin (BDG,ABCD) = sin  GPC = = = ⅓√6 Jadi, sin  (BDG,ABCD) = ⅓√6 P http://meetabied.wordpress.com A B C D H E F G
  • 34.
    Contoh 2 Limasberaturan T.ABC, panjang rusuk alas 6 cm dan panjang rusuk tegak 9 cm. Nilai sinus sudut antara bidang TAB dengan bidang ABC adalah…. http://meetabied.wordpress.com A B C T 6 cm 9 cm
  • 35.
    Pembahasan • sin (TAB,ABC) = sin  (TP,PC) = sin  TPC • TC = 9 cm, BP = 3 cm • PC = = • PT = = P 3 http://meetabied.wordpress.com A B C T 6 cm 9 cm
  • 36.
    • Lihat ∆ TPC PT = 6√2, PC = 3√3 Aturan cosinus TC 2 = TP 2 + PC 2 – 2TP.TC.cos  TPC 81 = 72 + 27 – 2.6√2.3√3.cos  TPC 36√6.cos  TPC = 99 – 81 36√6.cos  TPC = 18 cos  TPC = = A B C T 9 cm P 6 √2 3 √3 2 1 http://meetabied.wordpress.com
  • 37.
    • Lihat ∆ TPC cos  P = Maka diperoleh Sin  P = Jadi sinus  (TAB,ABC) = 12 √ 6 P http://meetabied.wordpress.com
  • 38.
    Contoh 3 Diketahuikubus ABCD.EFGH, pan- jang rusuk 4 cm Titik P dan Q berturut-turut di tengah-tengah AB dan AD. Sudut antara bidang FHQP dan bi- dang AFH adalah  . Nilai cos  =… 4 cm P Q http://meetabied.wordpress.com A B C D H E F G
  • 39.
    Pembahasan •  (FHQP,AFH) =  (KL,KA) =  AKL =  • AK = ½a√6 = 2√6 • AL = LM = ¼ AC = ¼a√2 = √2 • KL = = =3√2 4 cm P Q K L  M http://meetabied.wordpress.com A B C D H E F G
  • 40.
    Pembahasan • AK = 2√6 , AL = √2 KL = 3√2 Aturan Cosinus: AL 2 = AK 2 + KL 2 – 2AK.KLcos  2 = 24 + 18 – 2.2√6.3√2.cos  24√3.cos  = 42 – 2 24√3.cos  = 40 cos  = K L  M A Jadi nilai cos  = http://meetabied.wordpress.com