PENGGUNAAN MATRIKS UNTUK MENYELESAIKAN SPLDV 
KELOMPOK 3 : 
1. ISNAINI BUDI P. (11) 
2. KHAIRANISA NINDYA (12) 
3. M. SYAFI’I (14) 
4. MUFLICHAH SALAFATUN (16) 
5. NAJMI UMINDA (17) 
6. RIANA DEVI (24) 
7. RISKA AMALIA (25) 
8. RIZALDY HABIBIE (26) 
9. UMDATUL FADHILAH (36) 
10.YEFTA FRIYA S. (39)
DEFINISI DETERMINAN 
Misalkan M adalah himpunan semua matriks persegi, kemudian A ∈ M. 
Determianan dari matriks A adalah fungsi yang memetakan An×n ke 
bilangan x ∈ R. Determinan dari matriks yang tidak persegi tidak 
didefinisikan. 
Artinya : setiap matriks persegi selalu dapat dikaitkan dengan suatu 
skalar atau bilangan yang disebut determinan. Determianan matriks A 
dapat dituliskan dengan det(A), lAl, atau Δ. 
Jika matriks A = 
푎 푏 
푐 푑 
, maka determianan dari matriks A adalah 
det lAl = 
푎 푏 
푐 푑 
= ad – cb 
diagonal utama dikurangi diagonal samping
Determinan Matriks Persegi Berordo 3 x 3 
Dapat diselesaikan dengan 2 cara , yaitu : 1. metode sarrus metode 
sarrus-kino 
2. cara ekspansi kofaktor 
Contoh: jika matriks A = 
3 0 − 2 
1 6 4 
5 − 3 1 
tentukan determinannya ? 
Jawab : 1. Dengan Metode Sarrus 
lAl = 
3 0 − 2 
1 6 4 
5 − 3 1 
3 0 
1 6 
5 −3 
lAl = 3.6.1 + 0.4.5 + (-2).1.-3 – (-2.6.5) – 3.4.(-3) – 0.1.1 
= 18 + 0 + 6 + 60 + 36 – 0 
= 120 
Jadi, determinan dari matriks A adalah 132
Sejarah Sarrus 
Pierre Fr´ed´eric Sarrus (10 March 1798, Saint-Affrique - 20 November 
1861) seorang matematikawan asal Perancis. Sarrus adalah profesor di universitas 
Strasbourg, Perancis (1826-1856) dan anggota akademi sains di Perancis (1842). 
Sarus menemukan aturan mnemonic untuk menyelesaikan determinan untuk 
matriks berukuran 3 × 3 yang dinamakan skema Sarrus. 
Misalkan A = 
a11 a12 a13 
a21 a22 a23 
a31 a32 a33 
+ + + 
Perhatikan matriks dibawah 
lAl = 
a11 a12 a13 
a21 a22 a23 
a31 a32 a33 
a11 a12 
a21 a22 
a31 a32 
- - - 
det(A) = a11a22a33 + a12a23a31 + a13a21a32 − a13a22a31 − a12a21a33 − a11a23a32
Dengan menggunakan cara sarrus-kino 
1 6 4 
5 −3 1 
lAl = 
3 0 − 2 
1 6 4 
5 − 3 1 
- 
- 
- 
+ 
+ 
+ 
= 3.6.1 +5.0.4 + 1.(-3).(-2) - 5.6.(-2) – 1.0.1 
– 3.(-3).4 
= 18 + 0 + 6 + 60 – 0 + 36 
= 120 
atau 
- - - 
lAl = 
−2 
4 
1 
3 0 − 2 
1 6 4 
5 − 3 1 
3 
1 
5 
= -2.1.(-3) + 3.6.1 + 0.4.5 – 1.1.0 – (- 
+ + + 
2).6.5 – (-3). 4.3 
= 6 + 18 + 0 – 0 + 60 +36 
= 120
2. Cara Ekspansi Faktor 
Sebelum mencari determinan dengan ekspansi faktor, kita harus 
menyelesaikan terlebih dahulu pengertian Minor dan Kofaktor. 
-Minor adalah suatu determinan yang dihasilkan detelah terjadi penghapusan 
baris dan kolom 
dimana unsur itu terletak. 
contoh : lAl = 
3 0 − 2 
1 6 4 
5 − 3 1 
, berapak minor untuk unsur 4? 
jawab : minor untuk unsur 4 adalah M23, karena unsur 4 berada dalam baris 2 
kolom 3, 
maka 
3 0 − 2 
1 6 4 
5 − 3 1 
hapus baris ini 
hapus kolom ini 
M23 = 
3 0 
5 − 3 
= 3.(-3) -5.0 = -9 
Jadi, Minor dari unsur 4 adalah -9
- Kofaktor dari suatu unsur adalah minor unsur itu berikut dengan tanda. 
keterangan : k = kofaktor 
Kij = (-1)i+j . Mij i = baris 
j = kolom 
M = minor 
Ekspansi Kofaktor 
Dengan menggunakan minor entri dan kofaktor kita dapat menuliskan determinan dari matriks 
A = 
a11 a12 a13 
a21 a22 a23 a31 a32 a33 
yang berukuran 3 × 3 yaitu 
det(A) = a11M11 + a12−M12 + a12M13 
= a11C11 + a12C12 + a13C13 
Secara umum determinan dari matriks M berukuran n × n adalah 
det(M) = a11C11 + a12C12 + ··· + a1nC1n 
Metode ini dinamakan ekspansi kofaktor sepanjang baris pertama matriks M.
Contoh : hitunglah determinan berikut dengan ekspansi kofaktor. 
Δ = 
2 − 4 3 
−1 5 − 2 
7 − 8 1 
- + - 
+ + 
a. Menurut kolom pertama 
b. Menurut baris ketiga 
Jawab : 
a. Kolom pertama terdiri dari anggota 2, -1, 7 
Maka Δ = 2 . M11 - (-1) . M21 + 7 . M31 
= 2 
5 − 2 
−8 1 
+ 1 
−4 3 
−8 1 
+ 7 
−4 3 
5 − 2 
= 2 (5 -16) + 1 (-4 +24) + 7 (8 – 15) 
= 2 (-11) + 1 . 20 + 7 (-7) 
= -51 
Jadi, Δ = -51 
+ - 
- 
+
b. Baris ke tiga terdiri dari 7, -8, 1 
Maka Δ = 7 . M31 - (-8) . M32 + 1 . M33 
= 7 
−4 3 
5 − 2 
+ 8 
2 3 
−1 − 2 
+ 1 
2 − 4 
−1 5 
= 7 (8-15) + 8 (-4+3) + (10-4) 
= 7 (-7) + 8 (-1) + 6 
= -49 - 8 + 6 
Δ = -51 
Jadi, nilai dari Δ dengan menggunakan ekspansi faktor 
menurut baris ke tiga adalah Δ = -51
PERKALIAN MATRIKS 
o Matriks A dapat dikalikan dengan matriks B jIka banyaknya baris matriks A sama 
dengan banyaknya kolom matriks B. 
o Untuk mencari hasil kali matriks A dengan matriks B adalah mengalikan baris-baris 
pada matriks A dengan kolom-kolom pada matriks B dan kemudian 
jumlahkan hasil perkalian antara baris dan kolom 
 
  
 
 
c d 
   
a b 
 
  
 
 
g h 
  
 
e f 
 
  
 
 
  
 
ae  bg af  
bh 
ce  dg cf  
dh 
=
Sifat perkalian matriks dengan skalar 
jika matriks A dan B berordo m x n dan r, s €bilangan real, maka : 
1. (r + s) A = rA + sA 4. I . A + A. I + A 
2. r (A + B) = rA + rB 5. (-1) A = A (-1) = -A 
3. r ( sA ) = ( r . s ) A 
Sifat-sifat perkalian dua buah matriks atau lebihTidak komutatif AB ≠ BA 
1. Asosiatif (AB) C = A (BC) 
2. Distributif kiri A (B + C) = AB + AC 
3. Distributif kanan (B + C ) A = BA + CA 
4. k (A . B ) = kA . B = A. kB , dengan k bilangan real 
5. Jika AB = 0,belum tentu A = 0 atau B = 0 
6. Jika AB = AC,belum tentu B = C 
7. Identitas : A . I = I . A = A
1. Perkalian Sekalar 
Definisi : Misalkan A adalah sembarang matriks dan c adalah sembarang 
skalar. Perkalian cA adalah matriks 
yang didapat dari mengalikan setiap entri matriks A dengan c. 
Matriks cA disebut perkalian skalar 
dari matriks A. 
Soal : Jika c = −1 dan A = 
2 1 0 
−1 0 2 
4 −2 7 
, tentukan cA ? 
2. Perkalian Dua Buah Matriks 
Perhatikan matriks berikut 
A = 
1 2 4 
2 6 0 
dan B = 
4 1 4 3 
0 −1 3 1 
2 7 5 2 
Perkalian matriks AB terdefinisi karena 
banyaknya kolom pada matriks A sama 
dengan banyaknya baris pada matriks 
B. Karena A berukuran 2 × 3 dan B 
berukuran 3 × 4 jadi AB berukuran 2 × 
4. 
Tentukan semua entri matriks AB?
 Penggunaan Matriks untuk Menyelesaikan Sistem Persamaan Linear Dua 
Variabel 
Apabila A,B, dan X adalah matriks-matriks persegi berordo 2 dan A 
adalah 
matriks nonsingular yang mempunyai invers,yaitu A-1 
1. Penyelesaian persamaan matriks AX=B ditentukan oleh X=A-1 .B 
2. Penyelesaian persamaan matriks XA=B ditentukan oleh X=B.A-1 
Contoh : 
Diketahu P dan Q adalah matriks matriks persegi berordo 2 dengan 
Q= 
2 −5 
4 1 
Tentukan matriks P, jika: 
a. PQ= 
20 16 
2 −6 
b. QP= 
20 16 
2 −6
Jawab: 
a. PQ = 
20 16 
2 −6 
P = 
20 16 
2 −6 
.Q-1 
= 
20 16 
2 −6 
1 
2+20 
1 5 
−4 2 
= 
20 16 
2 −6 
1 
22 
5 
22 
−4 
22 
2 
22 
= 
−2 6 
1 
2 
11 
− 
1 
11 
Jadi, matriks P adalah = 
−2 6 
1 
2 
11 
− 
1 
11
b. QP= 
20 16 
2 −6 
P= Q-1 20 16 
2 −6 
1 
2+20 
= 
1 5 
−4 2 
20 16 
2 −6 
= 
1 
22 
5 
22 
−4 
22 
2 
22 
20 16 
2 −6 
= 
15 
11 
− 
7 
11 
−3 
5 
11 
−3 
5 
11 
Jadi,matriks P adalah = 
15 
11 
− 
7 
11 
−3 
5 
11 
−3 
5 
11
Pada subbab ini akan dibahas dua metode lagi untuk mencari penyelesaian system persamaan linear dua variable . Dua metode tersebut adalah 
metode invers matrriks dan metode determinan. 
1. Menyelesaikan system persamaan linear dua variabel dengan invers matriks 
Bentuk umum system persamaan linear dua peubah 
푎푥 + 푏푦 = 푝 
푐푥 + 푑푦 = 푞 dapat dinyatakan dalam bentuk 
persamaan matriks,yaitu 
푎 푏 
푐 푑 
푥 
푦 = 푝 
푞 . Sehingga himpunan penyelesaiannya dapat ditentukan oleh : 
푥 
푦 = 
1 
푎푑−푏푐 
푑 −푏 
−푐 푎 
푝 
푞 
Contoh : 
Tentukan nilai x dan y pada persamaan linear 5x-2y=4 dan 2x-y=7 dengan menggunakan metode invers matriks! 
Jawab: 
Bentuk matriks : 
5 −2 
2 −1 
푥 
푦 = 4 
7 
푥 
푦 = 
1 
−5 −(−4) 
−1 2 
−2 5 
4 
7 = 
1 
−1 
−1.4 + 2.7 
−2.4 + 5.7 
= -1 10 
27 = −10 
−27 
Jadi, diperoleh nilai dari X=-10 dan Y=-27
2. Menyelesaikan sistem persamaan linear dua variable dengan determinan 
Contoh : 
Tentukan penyelesaian sistem persamaan linear variabel 3x-y=5 dan -2x+5y=-12dengan menggunakan 
metode determinan! 
Jawab: 
Bentuk matriks : 
3 −1 
−2 5 
푥 
푦 = 5 
−12 
D= 3.5 - −2. −1 =15-2=13 
~ untuk mencari Dx, posisi x yaitu 3 dan -2 diganti dengan hasil yaitu 5 dan -12. sedangkan posisi Y tetap. 
sehingga membentuk 5, -1, -2 , dan 5. 
x = 
퐷푋 
퐷 
= 
5 −1 
−12 5 
13 
= 
25−12 
13 
= 
13 
13 
= 1 Jadi, HP = 1, −2 
퐷푌 
퐷 
y = 
= 
3 5 
−2 −12 
13 
= 
−36+10 
13 
= 
−26 
13 
= -2~
Soal ! 
1. Diketahui matriks X = 
3 1 2 
2 1 2 
1 0 3 
dan X . Y = Z , dengan Z = 
10 18 
8 14 
5 13 
. Tentukan 
matriks Y ? 
2. Diketahui : x + y – z = 1 , 8x + 3y – 6z = 1, -4x – y + 3z = 1 , tentukanlah nilai 
dari x, y, dan z dengan cara determinan? 
3. Ibu Ahmad berbelanja di Toko ”Sembako Sejahtera” sebanyak 5 kg beras dengan 
harga 
Rp6.000,00 per kg, 4 kg terigu dengan harga Rp7.000,00 per kg, dan 3 liter minyak 
goreng dengan 
harga Rp9.000,00 per liter. Ibu Susan berbelanja barang yang sama di toko yang sama 
dengan kuantitas 
10 kg beras, 8 kg terigu, dan 2 liter minyak goreng. Sederhanakan persoalan di atas 
dalam bentuk 
perkalian matriks dan tentukan jumlah yang harus dibayar oleh Ibu Ahmad dan Ibu 
Susan.

Matematika matriks

  • 1.
    PENGGUNAAN MATRIKS UNTUKMENYELESAIKAN SPLDV KELOMPOK 3 : 1. ISNAINI BUDI P. (11) 2. KHAIRANISA NINDYA (12) 3. M. SYAFI’I (14) 4. MUFLICHAH SALAFATUN (16) 5. NAJMI UMINDA (17) 6. RIANA DEVI (24) 7. RISKA AMALIA (25) 8. RIZALDY HABIBIE (26) 9. UMDATUL FADHILAH (36) 10.YEFTA FRIYA S. (39)
  • 2.
    DEFINISI DETERMINAN MisalkanM adalah himpunan semua matriks persegi, kemudian A ∈ M. Determianan dari matriks A adalah fungsi yang memetakan An×n ke bilangan x ∈ R. Determinan dari matriks yang tidak persegi tidak didefinisikan. Artinya : setiap matriks persegi selalu dapat dikaitkan dengan suatu skalar atau bilangan yang disebut determinan. Determianan matriks A dapat dituliskan dengan det(A), lAl, atau Δ. Jika matriks A = 푎 푏 푐 푑 , maka determianan dari matriks A adalah det lAl = 푎 푏 푐 푑 = ad – cb diagonal utama dikurangi diagonal samping
  • 3.
    Determinan Matriks PersegiBerordo 3 x 3 Dapat diselesaikan dengan 2 cara , yaitu : 1. metode sarrus metode sarrus-kino 2. cara ekspansi kofaktor Contoh: jika matriks A = 3 0 − 2 1 6 4 5 − 3 1 tentukan determinannya ? Jawab : 1. Dengan Metode Sarrus lAl = 3 0 − 2 1 6 4 5 − 3 1 3 0 1 6 5 −3 lAl = 3.6.1 + 0.4.5 + (-2).1.-3 – (-2.6.5) – 3.4.(-3) – 0.1.1 = 18 + 0 + 6 + 60 + 36 – 0 = 120 Jadi, determinan dari matriks A adalah 132
  • 4.
    Sejarah Sarrus PierreFr´ed´eric Sarrus (10 March 1798, Saint-Affrique - 20 November 1861) seorang matematikawan asal Perancis. Sarrus adalah profesor di universitas Strasbourg, Perancis (1826-1856) dan anggota akademi sains di Perancis (1842). Sarus menemukan aturan mnemonic untuk menyelesaikan determinan untuk matriks berukuran 3 × 3 yang dinamakan skema Sarrus. Misalkan A = a11 a12 a13 a21 a22 a23 a31 a32 a33 + + + Perhatikan matriks dibawah lAl = a11 a12 a13 a21 a22 a23 a31 a32 a33 a11 a12 a21 a22 a31 a32 - - - det(A) = a11a22a33 + a12a23a31 + a13a21a32 − a13a22a31 − a12a21a33 − a11a23a32
  • 5.
    Dengan menggunakan carasarrus-kino 1 6 4 5 −3 1 lAl = 3 0 − 2 1 6 4 5 − 3 1 - - - + + + = 3.6.1 +5.0.4 + 1.(-3).(-2) - 5.6.(-2) – 1.0.1 – 3.(-3).4 = 18 + 0 + 6 + 60 – 0 + 36 = 120 atau - - - lAl = −2 4 1 3 0 − 2 1 6 4 5 − 3 1 3 1 5 = -2.1.(-3) + 3.6.1 + 0.4.5 – 1.1.0 – (- + + + 2).6.5 – (-3). 4.3 = 6 + 18 + 0 – 0 + 60 +36 = 120
  • 6.
    2. Cara EkspansiFaktor Sebelum mencari determinan dengan ekspansi faktor, kita harus menyelesaikan terlebih dahulu pengertian Minor dan Kofaktor. -Minor adalah suatu determinan yang dihasilkan detelah terjadi penghapusan baris dan kolom dimana unsur itu terletak. contoh : lAl = 3 0 − 2 1 6 4 5 − 3 1 , berapak minor untuk unsur 4? jawab : minor untuk unsur 4 adalah M23, karena unsur 4 berada dalam baris 2 kolom 3, maka 3 0 − 2 1 6 4 5 − 3 1 hapus baris ini hapus kolom ini M23 = 3 0 5 − 3 = 3.(-3) -5.0 = -9 Jadi, Minor dari unsur 4 adalah -9
  • 7.
    - Kofaktor darisuatu unsur adalah minor unsur itu berikut dengan tanda. keterangan : k = kofaktor Kij = (-1)i+j . Mij i = baris j = kolom M = minor Ekspansi Kofaktor Dengan menggunakan minor entri dan kofaktor kita dapat menuliskan determinan dari matriks A = a11 a12 a13 a21 a22 a23 a31 a32 a33 yang berukuran 3 × 3 yaitu det(A) = a11M11 + a12−M12 + a12M13 = a11C11 + a12C12 + a13C13 Secara umum determinan dari matriks M berukuran n × n adalah det(M) = a11C11 + a12C12 + ··· + a1nC1n Metode ini dinamakan ekspansi kofaktor sepanjang baris pertama matriks M.
  • 8.
    Contoh : hitunglahdeterminan berikut dengan ekspansi kofaktor. Δ = 2 − 4 3 −1 5 − 2 7 − 8 1 - + - + + a. Menurut kolom pertama b. Menurut baris ketiga Jawab : a. Kolom pertama terdiri dari anggota 2, -1, 7 Maka Δ = 2 . M11 - (-1) . M21 + 7 . M31 = 2 5 − 2 −8 1 + 1 −4 3 −8 1 + 7 −4 3 5 − 2 = 2 (5 -16) + 1 (-4 +24) + 7 (8 – 15) = 2 (-11) + 1 . 20 + 7 (-7) = -51 Jadi, Δ = -51 + - - +
  • 9.
    b. Baris ketiga terdiri dari 7, -8, 1 Maka Δ = 7 . M31 - (-8) . M32 + 1 . M33 = 7 −4 3 5 − 2 + 8 2 3 −1 − 2 + 1 2 − 4 −1 5 = 7 (8-15) + 8 (-4+3) + (10-4) = 7 (-7) + 8 (-1) + 6 = -49 - 8 + 6 Δ = -51 Jadi, nilai dari Δ dengan menggunakan ekspansi faktor menurut baris ke tiga adalah Δ = -51
  • 10.
    PERKALIAN MATRIKS oMatriks A dapat dikalikan dengan matriks B jIka banyaknya baris matriks A sama dengan banyaknya kolom matriks B. o Untuk mencari hasil kali matriks A dengan matriks B adalah mengalikan baris-baris pada matriks A dengan kolom-kolom pada matriks B dan kemudian jumlahkan hasil perkalian antara baris dan kolom      c d    a b      g h    e f         ae  bg af  bh ce  dg cf  dh =
  • 11.
    Sifat perkalian matriksdengan skalar jika matriks A dan B berordo m x n dan r, s €bilangan real, maka : 1. (r + s) A = rA + sA 4. I . A + A. I + A 2. r (A + B) = rA + rB 5. (-1) A = A (-1) = -A 3. r ( sA ) = ( r . s ) A Sifat-sifat perkalian dua buah matriks atau lebihTidak komutatif AB ≠ BA 1. Asosiatif (AB) C = A (BC) 2. Distributif kiri A (B + C) = AB + AC 3. Distributif kanan (B + C ) A = BA + CA 4. k (A . B ) = kA . B = A. kB , dengan k bilangan real 5. Jika AB = 0,belum tentu A = 0 atau B = 0 6. Jika AB = AC,belum tentu B = C 7. Identitas : A . I = I . A = A
  • 12.
    1. Perkalian Sekalar Definisi : Misalkan A adalah sembarang matriks dan c adalah sembarang skalar. Perkalian cA adalah matriks yang didapat dari mengalikan setiap entri matriks A dengan c. Matriks cA disebut perkalian skalar dari matriks A. Soal : Jika c = −1 dan A = 2 1 0 −1 0 2 4 −2 7 , tentukan cA ? 2. Perkalian Dua Buah Matriks Perhatikan matriks berikut A = 1 2 4 2 6 0 dan B = 4 1 4 3 0 −1 3 1 2 7 5 2 Perkalian matriks AB terdefinisi karena banyaknya kolom pada matriks A sama dengan banyaknya baris pada matriks B. Karena A berukuran 2 × 3 dan B berukuran 3 × 4 jadi AB berukuran 2 × 4. Tentukan semua entri matriks AB?
  • 13.
     Penggunaan Matriksuntuk Menyelesaikan Sistem Persamaan Linear Dua Variabel Apabila A,B, dan X adalah matriks-matriks persegi berordo 2 dan A adalah matriks nonsingular yang mempunyai invers,yaitu A-1 1. Penyelesaian persamaan matriks AX=B ditentukan oleh X=A-1 .B 2. Penyelesaian persamaan matriks XA=B ditentukan oleh X=B.A-1 Contoh : Diketahu P dan Q adalah matriks matriks persegi berordo 2 dengan Q= 2 −5 4 1 Tentukan matriks P, jika: a. PQ= 20 16 2 −6 b. QP= 20 16 2 −6
  • 14.
    Jawab: a. PQ= 20 16 2 −6 P = 20 16 2 −6 .Q-1 = 20 16 2 −6 1 2+20 1 5 −4 2 = 20 16 2 −6 1 22 5 22 −4 22 2 22 = −2 6 1 2 11 − 1 11 Jadi, matriks P adalah = −2 6 1 2 11 − 1 11
  • 15.
    b. QP= 2016 2 −6 P= Q-1 20 16 2 −6 1 2+20 = 1 5 −4 2 20 16 2 −6 = 1 22 5 22 −4 22 2 22 20 16 2 −6 = 15 11 − 7 11 −3 5 11 −3 5 11 Jadi,matriks P adalah = 15 11 − 7 11 −3 5 11 −3 5 11
  • 16.
    Pada subbab iniakan dibahas dua metode lagi untuk mencari penyelesaian system persamaan linear dua variable . Dua metode tersebut adalah metode invers matrriks dan metode determinan. 1. Menyelesaikan system persamaan linear dua variabel dengan invers matriks Bentuk umum system persamaan linear dua peubah 푎푥 + 푏푦 = 푝 푐푥 + 푑푦 = 푞 dapat dinyatakan dalam bentuk persamaan matriks,yaitu 푎 푏 푐 푑 푥 푦 = 푝 푞 . Sehingga himpunan penyelesaiannya dapat ditentukan oleh : 푥 푦 = 1 푎푑−푏푐 푑 −푏 −푐 푎 푝 푞 Contoh : Tentukan nilai x dan y pada persamaan linear 5x-2y=4 dan 2x-y=7 dengan menggunakan metode invers matriks! Jawab: Bentuk matriks : 5 −2 2 −1 푥 푦 = 4 7 푥 푦 = 1 −5 −(−4) −1 2 −2 5 4 7 = 1 −1 −1.4 + 2.7 −2.4 + 5.7 = -1 10 27 = −10 −27 Jadi, diperoleh nilai dari X=-10 dan Y=-27
  • 17.
    2. Menyelesaikan sistempersamaan linear dua variable dengan determinan Contoh : Tentukan penyelesaian sistem persamaan linear variabel 3x-y=5 dan -2x+5y=-12dengan menggunakan metode determinan! Jawab: Bentuk matriks : 3 −1 −2 5 푥 푦 = 5 −12 D= 3.5 - −2. −1 =15-2=13 ~ untuk mencari Dx, posisi x yaitu 3 dan -2 diganti dengan hasil yaitu 5 dan -12. sedangkan posisi Y tetap. sehingga membentuk 5, -1, -2 , dan 5. x = 퐷푋 퐷 = 5 −1 −12 5 13 = 25−12 13 = 13 13 = 1 Jadi, HP = 1, −2 퐷푌 퐷 y = = 3 5 −2 −12 13 = −36+10 13 = −26 13 = -2~
  • 18.
    Soal ! 1.Diketahui matriks X = 3 1 2 2 1 2 1 0 3 dan X . Y = Z , dengan Z = 10 18 8 14 5 13 . Tentukan matriks Y ? 2. Diketahui : x + y – z = 1 , 8x + 3y – 6z = 1, -4x – y + 3z = 1 , tentukanlah nilai dari x, y, dan z dengan cara determinan? 3. Ibu Ahmad berbelanja di Toko ”Sembako Sejahtera” sebanyak 5 kg beras dengan harga Rp6.000,00 per kg, 4 kg terigu dengan harga Rp7.000,00 per kg, dan 3 liter minyak goreng dengan harga Rp9.000,00 per liter. Ibu Susan berbelanja barang yang sama di toko yang sama dengan kuantitas 10 kg beras, 8 kg terigu, dan 2 liter minyak goreng. Sederhanakan persoalan di atas dalam bentuk perkalian matriks dan tentukan jumlah yang harus dibayar oleh Ibu Ahmad dan Ibu Susan.