Oleh :
Apriana Romansyah, S.Pd.
Bab 1.
Matriks
Matriks
Operasi
Matriks
Transpose
Penjumlahan/
Pengurangan
Perkalian Perpangkatan
Determinan
Matriks
Ordo 2 x 2 Ordo 3 x 3
Cara Sarrus
Cara Ekspansi
Kofaktor
Invers
Matriks
Ordo 2 x 2 Ordo 3 x 3
Eliminasi
Gauss-Jordan
SPL
SPLDV SPLTV
Persamaan
Matriks
Home
1.1 Matriks dan Operasi Matriks
HOME
› Bentuk umum matriks
› 𝐴 𝑚 x 𝑛 =
𝑎11 𝑎12 ⋯ 𝑎1𝑛
𝑎21
⋯
𝑎22 ⋯
⋯ ⋮
𝑎2𝑛
⋮
𝑎 𝑚1 𝑎 𝑚2 ⋯ 𝑎 𝑚𝑛
Kolom
B
a
r
i
s
Ordo Matriks
Ditulis sebagai banyak baris x banyak kolom
 Kesamaan Matriks
Dua matriks dikatakan sama jika dan hanya jika satu
matriks merupakan duplikat matriks lainnya.
 Transpose Matriks
Transpose matriks 𝐴 𝑚 x 𝑛 merupakan matriks A yang
diubah kedudukan baris menjadi kolom dan ditulis
sebagai AT.
HOME
Transpose
HOME
› 𝐴 𝑚 x 𝑛 = (𝑎𝑖 x 𝑗) → 𝐴 𝑛 x 𝑚
𝑇
= (𝑎𝑗𝑖)
Penjumlahan dan pengurangan matriks
HOME
› Penjumlahan dan pengurangan dua matriks A dan B
dapat dilakukan jika mengikuti aturan berikut.
(i) Ordo (A) = ordo (B)
(ii) A  B = 𝑎𝑖𝑗  𝑏𝑖𝑗 ,
untuk setiap elemen seletak.
› Perkalian dua matriks
𝐴 𝑚 x 𝑝= 𝑎𝑖𝑗 dan 𝐵𝑝 x 𝑛 = 𝑏𝑖𝑗 ,
diperoleh 𝐶 𝑚 x 𝑛 = 𝑐𝑖𝑗
Dengan mengalikan baris
matriks A terhadap kolom
matriks B.
Sifat-sifat yang berlaku
i. A x B  B x A
ii. A x I = I x A = A
iii. A x O = O x A = O
I = matriks identitas
O = matriks nol
› Perkalian skalar dengan matriks
A = 𝑎𝑖𝑗 dan k skalar
merupakan bilangan real, maka
kA = 𝑘𝑎𝑖𝑗 untuk setiap i dan
j.
Perkalian
HOME
› Sifat-sifat yang berlaku
i. (A + B)2 = A2 + B2 + AB + BA
ii. (A - B)2 = A2 + B2 – (AB + BA)
iii. (A + B)(A – B) = A2 – AB + BA - B2
› Ak = A x A x A x ... x A
(sebanyak k faktor)
dengan k bilangan bulat
positif dan A merupakan
matriks persegi berordo
m x m.
Perpangkatan
HOME
Contoh
1.2.1 Determinan Matriks Persegi Berordo 2 x 2
Matriks A berordo 2 x 2  A =
𝑎 𝑏
𝑐 𝑑
dinotasikan
dengan: det (A) = det
𝑎 𝑏
𝑐 𝑑
= 𝐴 = 𝑎𝑑 − 𝑏𝑐.
Determinan Matriks Persegi
HOME
› Cara Cramer
› Diberikan SPLDV
𝑎𝑥 + 𝑏𝑦 = 𝑚
𝑐𝑥 + 𝑑𝑦 = 𝑛
.
› Maka bentuk matriks:
›
𝑎 𝑏
𝑐 𝑑
𝑥
𝑦 =
𝑚
𝑛
1.2.2 Penyelesaian Sistem Persamaan Linear Dua
Variabel (SPLDV) dengan Determinan.
HOME
› Nilai x dan y ditentukan oleh:
› 𝑥 =
𝑚 𝑏
𝑛 𝑑
𝑎 𝑏
𝑐 𝑑
dan y =
𝑎 𝑚
𝑏 𝑛
𝑎 𝑏
𝑐 𝑑
, dengan
𝑎 𝑏
𝑐 𝑑
≠ 0
› Dx =
𝑚 𝑏
𝑛 𝑑
, Dy =
𝑎 𝑚
𝑐 𝑛
, dan D =
𝑎 𝑏
𝑐 𝑑
Contoh
HOME
i. Pindahkan dua kolom pertama dari
determinan kesebelah kanan
ii. Lakukan perkalian keenam diagonal.
𝑎 𝑏 𝑐
𝑑 𝑒 𝑓
𝑔 ℎ 𝑖
𝑎 𝑏
𝑑 𝑒
𝑔 ℎ
= aei + bfg + cdh – gec –hfa - idb
› Perhatikan matriks
A =
𝑎 𝑏 𝑐
𝑑 𝑒 𝑓
𝑔 ℎ 𝑖
› Determinan
matriks A dengan
cara Sarrus
dilakukan dengan
aturan berikut:
1.2.3 Determinan Matriks Persegi Berordo 3 x 3
-Cara Sarrus
HOME
(-) (-) (-)
(+) (+) (+)
›
𝑎 𝑐
𝑔 𝑖 = 𝑎𝑖 − 𝑔𝑐1. Pengertian Minor
Minor dari elemen umum
adalah determinan yang
berisi elemen setelah baris
dan kolom yang dihilangkan.
𝑎 𝑏 𝑐
𝑑 𝑒 𝑓
𝑔 ℎ 𝑖
Cara Ekspansi Kofaktor
HOME
Penghilangan kolom ke-2
Penghilangan
baris ke-2
3. Ekspansi dan kofaktor-minor
› Dengan menggunakan ekspansi
ini, kita dapat menghitung
determinan matriks berordo
lebih dari 2 x 2.
2. Kofaktor
› Kofaktor dari sebuah elemen
adalah nilai minor beserta
tandanya
›
+ − +
− + −
+ − +
›
+ − + −
− + − +
+
−
−
+
+ −
− +
› Sifat 2
Jika ada semua elemen pada baris atau
pada kolom dari sebuah determinan
sama dengan nol.
0 0 0
𝑎 𝑏 𝑐
𝑑 𝑒 𝑓
= 0 atau
𝑎 𝑑 0
𝑏 𝑒 0
𝑐 𝑓 0
= 0
1.2.4 Sifat-sifat determinan
matriks persegi
› Sifat 1
𝐴 = 𝐴 𝑇
𝑎 𝑏 𝑐
𝑑 𝑒 𝑓
𝑔 ℎ 𝑖
=
𝑎 𝑑 𝑔
𝑏 𝑒 ℎ
𝑐 𝑓 𝑖
› Sifat 3
Jika dua baris (atau dua kolom) dari
sebuah determinan saling ditukar, maka
tanda dari determinan akan berubah.
𝑎 𝑏 𝑐
𝑑 𝑒 𝑓
𝑔 ℎ 𝑖
= (−)
𝑔 ℎ 𝑖
𝑑 𝑒 𝑓
𝑎 𝑏 𝑐
atau
𝑎 𝑏 𝑐
𝑑 𝑒 𝑓
𝑔 ℎ 𝑖
= (−)
𝑎 𝑐 𝑏
𝑑 𝑒 𝑓
𝑔 𝑖 ℎ
› Sifat 4
Jika dua baris (atau dua kolom) dari sebuah determinan sama
atau kelipatannya, maka nilai determinan itu samadengan nol.
𝑎 𝑏 𝑐
𝑑 𝑒 𝑓
𝑎 𝑏 𝑐
= 0 atau
𝑎 𝑏 𝑐
𝑑 𝑒 𝑓
𝑘𝑎 𝑘𝑏 𝑘𝑐
= 0
› Sifat 5
Jika ada setiap elemen pada baris (atau kolom) dari sebuah
determinan dikali oleh bilangan real k, maka nilai determinan itu
bernilai k kali determinan matriks awal.
2 3𝑘 1
4 𝑘 3
3 5𝑘 7
= 𝑘
2 3 1
4 1 3
1 5 7
› Sifat 6
Jika masing-masing elemen pada baris (atau kolom)
dinyatakan sebagai jumlah dua suku (baris atau kolom),
maka determinan matriks tersebut merupakan jumlah
kedua determinan itu.
𝑎 + 𝑎 𝑏 𝑐
𝑑 + 𝑏 𝑒 𝑓
𝑔 + 𝑐 ℎ 𝑖
= 𝑘
𝑎 𝑏 𝑐
𝑑 𝑒 𝑓
𝑔 ℎ 𝑖
+
𝑎 𝑏 𝑐
𝑏 𝑒 𝑓
𝑐 ℎ 𝑖
› Sifat 7
Nilai sebuah determinan tidak berudah, jika masing-masing
elemen pada baris (atau kolom) dikali dengan bilangan real k
dan ditambahkan pada sembarang baris (atau kolom).
𝑎 𝑏 𝑐 + 𝑘𝑎
𝑑 𝑒 𝑓 + 𝑘𝑑
𝑔 ℎ 𝑖 + 𝑘𝑔
=
𝑎 𝑏 𝑐
𝑑 𝑒 𝑓
𝑔 ℎ 𝑖
› Ketentuan determinan
matriks.
𝐷 𝑥 =
𝑏1 𝑎12 𝑎13
𝑏2 𝑎22 𝑎23
𝑏3 𝑎32 𝑎33
,
𝐷 𝑦 =
𝑎11 𝑏1 𝑎13
𝑎21 𝑏2 𝑎23
𝑎31 𝑏3 𝑎33
› Perhatikan SPLTV berikut.
𝑎11 𝑥 + 𝑎12 𝑦 + 𝑎13 𝑧 = 𝑏1
𝑎21 𝑥 + 𝑎22 𝑦 + 𝑎23 𝑧 = 𝑏2
𝑎31 𝑥 + 𝑎32 𝑦 + 𝑎33 𝑧 = 𝑏3
Model matematika SPLTV
berbentuk.
𝑎11 𝑎12 𝑎13
𝑎21 𝑎22 𝑎23
𝑎31 𝑎32 𝑎33
𝑥
𝑦
𝑧
=
𝑏1
𝑏2
𝑏3
1.2.5 Penyelesaian Sistem Persamaan Linear Tiga
Variabel (SPLTV) dengan Determinan.
› Penyelesaiannya adalah (x, y, z)
dan HP = (𝑥, 𝑦, 𝑧)› 𝐷𝑧 =
𝑎11 𝑎12 𝑏1
𝑎21 𝑎22 𝑏2
𝑎31 𝑎32 𝑏3
, 𝑑𝑎𝑛
› 𝐷 =
𝑎11 𝑎12 𝑎13
𝑎21 𝑎22 𝑎23
𝑎31 𝑎32 𝑎33
› Nilai x, y, dan z
› 𝑥 =
𝐷 𝑥
𝐷
, y =
𝐷 𝑦
𝐷
, z =
𝐷 𝑧
𝐷
1.3 Invers Matriks Persegi
Misalkan M merupakan matriks persegi berordo n x n
dan I matriks satuan (identitas) berordo n x n. Jika ada
sebuah matriks M-1 (dibaca: invers M) akan selalu
berlaku.
M-1  M = M  M-1 = I
Invers Matriks
HOME
A. Formula Matriks Persegi Berordo 2 x 2
Diberikan matriks A berordo
2 x 2:
𝐴 =
𝑎 𝑏
𝑐 𝑑
Invers matriks A ditentukan oleh:
𝐴−1
=
1
𝐷
𝑑 −𝑏
−𝑐 𝑎
dengan D = ad-bc
(i) Untuk D  0, matriks A disebut nonsingular berarti
mempunyai invers.
(ii) Untuk D = 0, matriks A disebut singular berarti tidak
mempunyai invers.
1.3.1 Invers Matriks Persegi Berordo 2 x 2
HOME
› Carilah A-1 dari A =
4 −1
−6 2
.
B. Menentukan Invers Matriks Berordo 2 x 2
dengan Eliminasi Gauss-Jordan
1.3.2 Invers Matriks Persegi
Berordo 3 x 3
Untuk menentukan invers
matriks persegi berordo 3 x 3
akan lebih mudah jika kita
menggunakan eliminasi
Gauss-Jordan.
Ordo 3 x 3
HOME
2 3
3 6
8
15
 𝐼 𝑋
Proses pencarian matriks
sebaga berikut.
1.3.5 Penyelesaian Sistem
Persamaan Linear (SPL)
dengan Eliminasi Gauss-
Jordan
2 3
3 6
𝑥
𝑦 =
8
15
.
Bentuk di atas dapat ditulis
dalam bentuk matriks Gauss-
Jordan sebagai berikut.
Eliminasi Gauss-Jordan
HOME
1.3.3 Persamaan Matriks
HOME
Persamaan matriks sama seperti persamaan bentuk aljabar.
Bentuk umum persamaan matriks adalah sebagai berikut.
(i) A  X = B  A-1A  X = A-1  B
I  X = A-1  B
X = A-1  B
(ii) X  A = B  X  A  A-1 = B  A-1
X  I = B  A-1
X = B  A-1
HOME
Dengan A =
2 3
3 6
, 𝑋 =
𝑥
𝑦 ,
𝑑𝑎𝑛 𝐵 =
8
15
.
Untuk menetukan
penyelesaian SPL berikut.
2𝑥 + 3𝑦 = 8
3𝑥 + 6𝑦 = 15
Dapat dilakukan dengan
menulis SPL dalam bentuk
matriks:
2 3
3 6
𝑥
𝑦 =
8
15
1.3.4 Penyelesaian Sistem Persamaan Linear (SPL)
Menggunakan Invers Matriks
Perhatikan SPL berikut
2 3
3 6
𝑥
𝑦 =
8
15
A B
›
2 3
3 6
8
15
 𝐼 𝑋
› Proses pencarian matriks X
sebagai berikut
1.3.5 Penyelesaian Sistem Persamaan Linear (SPL)
dengan Eliminasi Gauss-Jordan
Persiapkan diri Anda, pertemuan selanjutnya Ulangan Harian

Matriks kelas xii K-13

  • 1.
    Oleh : Apriana Romansyah,S.Pd. Bab 1. Matriks
  • 2.
    Matriks Operasi Matriks Transpose Penjumlahan/ Pengurangan Perkalian Perpangkatan Determinan Matriks Ordo 2x 2 Ordo 3 x 3 Cara Sarrus Cara Ekspansi Kofaktor Invers Matriks Ordo 2 x 2 Ordo 3 x 3 Eliminasi Gauss-Jordan SPL SPLDV SPLTV Persamaan Matriks Home
  • 3.
    1.1 Matriks danOperasi Matriks HOME › Bentuk umum matriks › 𝐴 𝑚 x 𝑛 = 𝑎11 𝑎12 ⋯ 𝑎1𝑛 𝑎21 ⋯ 𝑎22 ⋯ ⋯ ⋮ 𝑎2𝑛 ⋮ 𝑎 𝑚1 𝑎 𝑚2 ⋯ 𝑎 𝑚𝑛 Kolom B a r i s
  • 4.
    Ordo Matriks Ditulis sebagaibanyak baris x banyak kolom  Kesamaan Matriks Dua matriks dikatakan sama jika dan hanya jika satu matriks merupakan duplikat matriks lainnya.  Transpose Matriks Transpose matriks 𝐴 𝑚 x 𝑛 merupakan matriks A yang diubah kedudukan baris menjadi kolom dan ditulis sebagai AT. HOME
  • 5.
    Transpose HOME › 𝐴 𝑚x 𝑛 = (𝑎𝑖 x 𝑗) → 𝐴 𝑛 x 𝑚 𝑇 = (𝑎𝑗𝑖)
  • 6.
    Penjumlahan dan penguranganmatriks HOME › Penjumlahan dan pengurangan dua matriks A dan B dapat dilakukan jika mengikuti aturan berikut. (i) Ordo (A) = ordo (B) (ii) A  B = 𝑎𝑖𝑗  𝑏𝑖𝑗 , untuk setiap elemen seletak.
  • 7.
    › Perkalian duamatriks 𝐴 𝑚 x 𝑝= 𝑎𝑖𝑗 dan 𝐵𝑝 x 𝑛 = 𝑏𝑖𝑗 , diperoleh 𝐶 𝑚 x 𝑛 = 𝑐𝑖𝑗 Dengan mengalikan baris matriks A terhadap kolom matriks B. Sifat-sifat yang berlaku i. A x B  B x A ii. A x I = I x A = A iii. A x O = O x A = O I = matriks identitas O = matriks nol › Perkalian skalar dengan matriks A = 𝑎𝑖𝑗 dan k skalar merupakan bilangan real, maka kA = 𝑘𝑎𝑖𝑗 untuk setiap i dan j. Perkalian HOME
  • 8.
    › Sifat-sifat yangberlaku i. (A + B)2 = A2 + B2 + AB + BA ii. (A - B)2 = A2 + B2 – (AB + BA) iii. (A + B)(A – B) = A2 – AB + BA - B2 › Ak = A x A x A x ... x A (sebanyak k faktor) dengan k bilangan bulat positif dan A merupakan matriks persegi berordo m x m. Perpangkatan HOME Contoh
  • 9.
    1.2.1 Determinan MatriksPersegi Berordo 2 x 2 Matriks A berordo 2 x 2  A = 𝑎 𝑏 𝑐 𝑑 dinotasikan dengan: det (A) = det 𝑎 𝑏 𝑐 𝑑 = 𝐴 = 𝑎𝑑 − 𝑏𝑐. Determinan Matriks Persegi HOME
  • 10.
    › Cara Cramer ›Diberikan SPLDV 𝑎𝑥 + 𝑏𝑦 = 𝑚 𝑐𝑥 + 𝑑𝑦 = 𝑛 . › Maka bentuk matriks: › 𝑎 𝑏 𝑐 𝑑 𝑥 𝑦 = 𝑚 𝑛 1.2.2 Penyelesaian Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) dengan Determinan. HOME
  • 11.
    › Nilai xdan y ditentukan oleh: › 𝑥 = 𝑚 𝑏 𝑛 𝑑 𝑎 𝑏 𝑐 𝑑 dan y = 𝑎 𝑚 𝑏 𝑛 𝑎 𝑏 𝑐 𝑑 , dengan 𝑎 𝑏 𝑐 𝑑 ≠ 0 › Dx = 𝑚 𝑏 𝑛 𝑑 , Dy = 𝑎 𝑚 𝑐 𝑛 , dan D = 𝑎 𝑏 𝑐 𝑑 Contoh HOME
  • 12.
    i. Pindahkan duakolom pertama dari determinan kesebelah kanan ii. Lakukan perkalian keenam diagonal. 𝑎 𝑏 𝑐 𝑑 𝑒 𝑓 𝑔 ℎ 𝑖 𝑎 𝑏 𝑑 𝑒 𝑔 ℎ = aei + bfg + cdh – gec –hfa - idb › Perhatikan matriks A = 𝑎 𝑏 𝑐 𝑑 𝑒 𝑓 𝑔 ℎ 𝑖 › Determinan matriks A dengan cara Sarrus dilakukan dengan aturan berikut: 1.2.3 Determinan Matriks Persegi Berordo 3 x 3 -Cara Sarrus HOME (-) (-) (-) (+) (+) (+)
  • 13.
    › 𝑎 𝑐 𝑔 𝑖= 𝑎𝑖 − 𝑔𝑐1. Pengertian Minor Minor dari elemen umum adalah determinan yang berisi elemen setelah baris dan kolom yang dihilangkan. 𝑎 𝑏 𝑐 𝑑 𝑒 𝑓 𝑔 ℎ 𝑖 Cara Ekspansi Kofaktor HOME Penghilangan kolom ke-2 Penghilangan baris ke-2
  • 14.
    3. Ekspansi dankofaktor-minor › Dengan menggunakan ekspansi ini, kita dapat menghitung determinan matriks berordo lebih dari 2 x 2. 2. Kofaktor › Kofaktor dari sebuah elemen adalah nilai minor beserta tandanya › + − + − + − + − + › + − + − − + − + + − − + + − − +
  • 15.
    › Sifat 2 Jikaada semua elemen pada baris atau pada kolom dari sebuah determinan sama dengan nol. 0 0 0 𝑎 𝑏 𝑐 𝑑 𝑒 𝑓 = 0 atau 𝑎 𝑑 0 𝑏 𝑒 0 𝑐 𝑓 0 = 0 1.2.4 Sifat-sifat determinan matriks persegi › Sifat 1 𝐴 = 𝐴 𝑇 𝑎 𝑏 𝑐 𝑑 𝑒 𝑓 𝑔 ℎ 𝑖 = 𝑎 𝑑 𝑔 𝑏 𝑒 ℎ 𝑐 𝑓 𝑖 › Sifat 3 Jika dua baris (atau dua kolom) dari sebuah determinan saling ditukar, maka tanda dari determinan akan berubah. 𝑎 𝑏 𝑐 𝑑 𝑒 𝑓 𝑔 ℎ 𝑖 = (−) 𝑔 ℎ 𝑖 𝑑 𝑒 𝑓 𝑎 𝑏 𝑐 atau 𝑎 𝑏 𝑐 𝑑 𝑒 𝑓 𝑔 ℎ 𝑖 = (−) 𝑎 𝑐 𝑏 𝑑 𝑒 𝑓 𝑔 𝑖 ℎ
  • 16.
    › Sifat 4 Jikadua baris (atau dua kolom) dari sebuah determinan sama atau kelipatannya, maka nilai determinan itu samadengan nol. 𝑎 𝑏 𝑐 𝑑 𝑒 𝑓 𝑎 𝑏 𝑐 = 0 atau 𝑎 𝑏 𝑐 𝑑 𝑒 𝑓 𝑘𝑎 𝑘𝑏 𝑘𝑐 = 0 › Sifat 5 Jika ada setiap elemen pada baris (atau kolom) dari sebuah determinan dikali oleh bilangan real k, maka nilai determinan itu bernilai k kali determinan matriks awal. 2 3𝑘 1 4 𝑘 3 3 5𝑘 7 = 𝑘 2 3 1 4 1 3 1 5 7
  • 17.
    › Sifat 6 Jikamasing-masing elemen pada baris (atau kolom) dinyatakan sebagai jumlah dua suku (baris atau kolom), maka determinan matriks tersebut merupakan jumlah kedua determinan itu. 𝑎 + 𝑎 𝑏 𝑐 𝑑 + 𝑏 𝑒 𝑓 𝑔 + 𝑐 ℎ 𝑖 = 𝑘 𝑎 𝑏 𝑐 𝑑 𝑒 𝑓 𝑔 ℎ 𝑖 + 𝑎 𝑏 𝑐 𝑏 𝑒 𝑓 𝑐 ℎ 𝑖
  • 18.
    › Sifat 7 Nilaisebuah determinan tidak berudah, jika masing-masing elemen pada baris (atau kolom) dikali dengan bilangan real k dan ditambahkan pada sembarang baris (atau kolom). 𝑎 𝑏 𝑐 + 𝑘𝑎 𝑑 𝑒 𝑓 + 𝑘𝑑 𝑔 ℎ 𝑖 + 𝑘𝑔 = 𝑎 𝑏 𝑐 𝑑 𝑒 𝑓 𝑔 ℎ 𝑖
  • 19.
    › Ketentuan determinan matriks. 𝐷𝑥 = 𝑏1 𝑎12 𝑎13 𝑏2 𝑎22 𝑎23 𝑏3 𝑎32 𝑎33 , 𝐷 𝑦 = 𝑎11 𝑏1 𝑎13 𝑎21 𝑏2 𝑎23 𝑎31 𝑏3 𝑎33 › Perhatikan SPLTV berikut. 𝑎11 𝑥 + 𝑎12 𝑦 + 𝑎13 𝑧 = 𝑏1 𝑎21 𝑥 + 𝑎22 𝑦 + 𝑎23 𝑧 = 𝑏2 𝑎31 𝑥 + 𝑎32 𝑦 + 𝑎33 𝑧 = 𝑏3 Model matematika SPLTV berbentuk. 𝑎11 𝑎12 𝑎13 𝑎21 𝑎22 𝑎23 𝑎31 𝑎32 𝑎33 𝑥 𝑦 𝑧 = 𝑏1 𝑏2 𝑏3 1.2.5 Penyelesaian Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel (SPLTV) dengan Determinan.
  • 20.
    › Penyelesaiannya adalah(x, y, z) dan HP = (𝑥, 𝑦, 𝑧)› 𝐷𝑧 = 𝑎11 𝑎12 𝑏1 𝑎21 𝑎22 𝑏2 𝑎31 𝑎32 𝑏3 , 𝑑𝑎𝑛 › 𝐷 = 𝑎11 𝑎12 𝑎13 𝑎21 𝑎22 𝑎23 𝑎31 𝑎32 𝑎33 › Nilai x, y, dan z › 𝑥 = 𝐷 𝑥 𝐷 , y = 𝐷 𝑦 𝐷 , z = 𝐷 𝑧 𝐷
  • 21.
    1.3 Invers MatriksPersegi Misalkan M merupakan matriks persegi berordo n x n dan I matriks satuan (identitas) berordo n x n. Jika ada sebuah matriks M-1 (dibaca: invers M) akan selalu berlaku. M-1  M = M  M-1 = I Invers Matriks HOME
  • 22.
    A. Formula MatriksPersegi Berordo 2 x 2 Diberikan matriks A berordo 2 x 2: 𝐴 = 𝑎 𝑏 𝑐 𝑑 Invers matriks A ditentukan oleh: 𝐴−1 = 1 𝐷 𝑑 −𝑏 −𝑐 𝑎 dengan D = ad-bc (i) Untuk D  0, matriks A disebut nonsingular berarti mempunyai invers. (ii) Untuk D = 0, matriks A disebut singular berarti tidak mempunyai invers. 1.3.1 Invers Matriks Persegi Berordo 2 x 2 HOME
  • 23.
    › Carilah A-1dari A = 4 −1 −6 2 . B. Menentukan Invers Matriks Berordo 2 x 2 dengan Eliminasi Gauss-Jordan
  • 24.
    1.3.2 Invers MatriksPersegi Berordo 3 x 3 Untuk menentukan invers matriks persegi berordo 3 x 3 akan lebih mudah jika kita menggunakan eliminasi Gauss-Jordan. Ordo 3 x 3 HOME
  • 25.
    2 3 3 6 8 15 𝐼 𝑋 Proses pencarian matriks sebaga berikut. 1.3.5 Penyelesaian Sistem Persamaan Linear (SPL) dengan Eliminasi Gauss- Jordan 2 3 3 6 𝑥 𝑦 = 8 15 . Bentuk di atas dapat ditulis dalam bentuk matriks Gauss- Jordan sebagai berikut. Eliminasi Gauss-Jordan HOME
  • 26.
    1.3.3 Persamaan Matriks HOME Persamaanmatriks sama seperti persamaan bentuk aljabar. Bentuk umum persamaan matriks adalah sebagai berikut. (i) A  X = B  A-1A  X = A-1  B I  X = A-1  B X = A-1  B (ii) X  A = B  X  A  A-1 = B  A-1 X  I = B  A-1 X = B  A-1
  • 27.
    HOME Dengan A = 23 3 6 , 𝑋 = 𝑥 𝑦 , 𝑑𝑎𝑛 𝐵 = 8 15 . Untuk menetukan penyelesaian SPL berikut. 2𝑥 + 3𝑦 = 8 3𝑥 + 6𝑦 = 15 Dapat dilakukan dengan menulis SPL dalam bentuk matriks: 2 3 3 6 𝑥 𝑦 = 8 15 1.3.4 Penyelesaian Sistem Persamaan Linear (SPL) Menggunakan Invers Matriks
  • 28.
    Perhatikan SPL berikut 23 3 6 𝑥 𝑦 = 8 15 A B › 2 3 3 6 8 15  𝐼 𝑋 › Proses pencarian matriks X sebagai berikut 1.3.5 Penyelesaian Sistem Persamaan Linear (SPL) dengan Eliminasi Gauss-Jordan
  • 29.
    Persiapkan diri Anda,pertemuan selanjutnya Ulangan Harian