Manajemen Luka Bakar
Bogor 31 Oktober 2015
Epidemiologi
Morbiditas dan mortalitas tinggi
Di USA 2-3 juta per tahun
Kematian 5-6 ribu pert tahun
Di unit luka bakar RSCM thn 1998 107
kasus
Kematian 37,38%
Kematian tertinggi luka bakar lebih dari
50%
Penyebab kematian adalah cidera airway
dan sirkulasi pada 7 hari pertama
Kejadian luka bakar
Kecelakaan rumah tangga 60%
Kecelakaan kerja 20%
Lain-lain 20%
Fase Luka Bakar
Yang mengancam nyawa 3 fase
– Fase akut
– Fase subakut
– Fase lanjut
Fase Akut
Mulai kejadian sampai di IGD
Ancaman
– Gangguan airway (jalan nafas)
– Gangguan breathing (mekanisme
pernafasan)
– Gangguan sirkulasi
Gangguan jalan nafas 48-72 jam
pasca trauma
Kematian fase akut
– Cedera inhalasi
– Cedera sirkulasi dan elektrolit
– Syok
Fase Subakut
Fase ini setelah syok teratasi
Masalah
– inflamasi dan infeksi
– Penutupan luka
– Hypermetabolisme
Fase Lanjut
OS dinyatakan sembuh
Masalah
– Hypertropi parut
– Keloid
– Gangguan pigmentasi
– Deformitas
– kontratur
Penyebab Luka Bakar
Luka Bakar Api
Luka Bakar Air Panas
Luka Bakar Bahan Kimia
Luka Bakar Listrik, Petir, Radiasi
Luka Bakar Sengatan Matahari
Luka Bakar Benda Panas / Udara
Panas
Luka Bakar Ledakan BOM
Derajat Luka Bakar
Derajat I
Derajat II
– Derajat IIA (supeficial/dangkal)
– Derajat IIB (deep/dalam)
Derajat III
Derajat IV
Derajat I
Lapisan epidermis
Kulit, hyperemic dan eritem
Bula (-)
Nyeri ringan sampai sedang
Sembuh spontan satu minggu
Derajat I
Derajat II
Kerusakan epidermis dan dermis
Terjadi Proses inflamasi dan exsudasi
Luka (+)
Nyeri sedang sampai berat
– Nyeri terangsang nosiseptor
– Terexpose ujung syaraf
Derajat II
Dibagi :
– Derajat IIA dangkal
– Derajat IIB dalam
Derajat IIA dangkal
Kerusakan epidermis dan bagian atas dari dermis
Permukaan merah hyperemis dan bula +
Sakit sedang sampai berat
Organ-organ kulit
– Folikel rambut
– Kelenjar keringat
– Kelenjar sebasea
– Masih banyak / tidak rusak
Sembuh Spontan 10-14 hari
Sikatrik / scar (-)
Pigmen pulih normal
Derajat IIB
Kerusakan seluruh dermis
Permukaan pucat bula (+)
Tidak sakit
Organ
– folikel rambut
– Kelenjar keringat
– Kelenjar serbasea
– Pigmen
– Rusak dan tinggal sedikit
Penyembuhan 1 bulan
Sikatrix dan scar (+) ringan
Pigmen kadang terganggu
Derajat II
Derajat III
Kerusakan seluruh tebal dermis
sampai subkutis
Permukaan keras dan kering
Organ Kulit semua rusak
Elemen epitel tidak ada lagi
Bula (-)
Warna abu-abu sampai hitam kering
Escar (+) (koagulasi protein)
Tidak sakit / nyeri negatif
– Hati hati derajat III disentral tidak nyeri
– Derajat II diferifel nyeri sekali
Penyembuahn lewat granulasi 6 bulan
Penanganan komplek
– Debridement
– Penanganan eskar
– Penanganan infeksi
– Manajement eksudat
– Penutupan luka (skin graft)
Derajat III
Luas Luka Bakar
Rule of nine of walace
Luas telapak tangan = 1%
Kriteria menurut american burn
association
1. Luka bakar ringan
2. Luka bakar sedang
3. Luka bakar Berat
Luka Bakar Ringan
Derajat II < 15% pada orang
dewasa
Derajat II < 10% pada anak
Derajat III < 2%
Luka Bakar Sedang
Derajat II 15-25% pada orang
dewasa
Derajat II 10-20% pada anak
Derajat III 2-10%
Luka Bakar Berat
Derajat II > 25% pada orang dewasa
Derajat II > 20% pada anak
Derajat III > 10%
Kena wajah telinga mata genitalia /
perineum
Luka Bakar dengan
– cedera inhalasi
– Listrik
– Disertai Trauma organ lain
Prognosis
Penting untuk motivasi pasien
Luka bakar I dan II dangkal sembuh
spontan 1-2 minggu
Luka bakar III sembuh 1-6 bulan
Angka kematian luka bakar berat
37%
Kecacatan pada luka bakar III
– Kontraktur
– kosmetik
Manejemen Luka Bakar
Penanganan teliti dan sistemik
Prioritas
– Airway (A)
– Breathing (B)
– Circulation (C)
Perhatian
– derajat luka bakar
– Luas luka bakar
– Sebab luka bakar
Diagnosa
– Derajat luka bakar
– Luas luka bakar
– Sebab luka bakar
Manejemen Luka Bakar
Luka Bakar Luas Mengancam Jiwa
– Airway bila perlu ETT
– Brething analgetik kuat
– Sirkulasi infus kristaloid hari pertama 30-50 cc
per jam
– Pasang kateter untuk monitor produksi urine
– Bila dilatasi glaster pasang NGT
– Nyeri hebat
Opiat / morfin IV
NSAID
Obat anastesi
– Pencegahan tetanus / human anti tetanus
Local Manejemen
A dan antiseptik
Analgetik kuat
Obat topical
Rawat tertutup
– Dressing
Menyerap eksudat dan pus
tidak lengket
Mengurangi penguapan cairan (menjaga tetap
lembab)
Antiseptik dan bakteriostatis / bakteriosit
Bahan Topical
Silver zulpadiazin
Mebo
Bioplasenton
Sufratule
Cutimed surbact
Topical analgetic
– Xilocain gell
Dresing
– woundres dll
– Kassa steril
– Amnion (biological dressing)
– Jaga kelembaban
TERIMA KASIH

Manajemen Luka Bakar

  • 1.
  • 2.
    Epidemiologi Morbiditas dan mortalitastinggi Di USA 2-3 juta per tahun Kematian 5-6 ribu pert tahun Di unit luka bakar RSCM thn 1998 107 kasus Kematian 37,38% Kematian tertinggi luka bakar lebih dari 50% Penyebab kematian adalah cidera airway dan sirkulasi pada 7 hari pertama
  • 3.
    Kejadian luka bakar Kecelakaanrumah tangga 60% Kecelakaan kerja 20% Lain-lain 20%
  • 4.
    Fase Luka Bakar Yangmengancam nyawa 3 fase – Fase akut – Fase subakut – Fase lanjut
  • 5.
    Fase Akut Mulai kejadiansampai di IGD Ancaman – Gangguan airway (jalan nafas) – Gangguan breathing (mekanisme pernafasan) – Gangguan sirkulasi Gangguan jalan nafas 48-72 jam pasca trauma
  • 6.
    Kematian fase akut –Cedera inhalasi – Cedera sirkulasi dan elektrolit – Syok
  • 7.
    Fase Subakut Fase inisetelah syok teratasi Masalah – inflamasi dan infeksi – Penutupan luka – Hypermetabolisme
  • 8.
    Fase Lanjut OS dinyatakansembuh Masalah – Hypertropi parut – Keloid – Gangguan pigmentasi – Deformitas – kontratur
  • 9.
    Penyebab Luka Bakar LukaBakar Api Luka Bakar Air Panas Luka Bakar Bahan Kimia Luka Bakar Listrik, Petir, Radiasi Luka Bakar Sengatan Matahari Luka Bakar Benda Panas / Udara Panas Luka Bakar Ledakan BOM
  • 10.
    Derajat Luka Bakar DerajatI Derajat II – Derajat IIA (supeficial/dangkal) – Derajat IIB (deep/dalam) Derajat III Derajat IV
  • 11.
    Derajat I Lapisan epidermis Kulit,hyperemic dan eritem Bula (-) Nyeri ringan sampai sedang Sembuh spontan satu minggu
  • 12.
  • 13.
    Derajat II Kerusakan epidermisdan dermis Terjadi Proses inflamasi dan exsudasi Luka (+) Nyeri sedang sampai berat – Nyeri terangsang nosiseptor – Terexpose ujung syaraf
  • 14.
    Derajat II Dibagi : –Derajat IIA dangkal – Derajat IIB dalam
  • 15.
    Derajat IIA dangkal Kerusakanepidermis dan bagian atas dari dermis Permukaan merah hyperemis dan bula + Sakit sedang sampai berat Organ-organ kulit – Folikel rambut – Kelenjar keringat – Kelenjar sebasea – Masih banyak / tidak rusak Sembuh Spontan 10-14 hari Sikatrik / scar (-) Pigmen pulih normal
  • 16.
    Derajat IIB Kerusakan seluruhdermis Permukaan pucat bula (+) Tidak sakit Organ – folikel rambut – Kelenjar keringat – Kelenjar serbasea – Pigmen – Rusak dan tinggal sedikit Penyembuhan 1 bulan Sikatrix dan scar (+) ringan Pigmen kadang terganggu
  • 17.
  • 18.
    Derajat III Kerusakan seluruhtebal dermis sampai subkutis Permukaan keras dan kering Organ Kulit semua rusak Elemen epitel tidak ada lagi Bula (-) Warna abu-abu sampai hitam kering Escar (+) (koagulasi protein)
  • 19.
    Tidak sakit /nyeri negatif – Hati hati derajat III disentral tidak nyeri – Derajat II diferifel nyeri sekali Penyembuahn lewat granulasi 6 bulan Penanganan komplek – Debridement – Penanganan eskar – Penanganan infeksi – Manajement eksudat – Penutupan luka (skin graft)
  • 20.
  • 21.
    Luas Luka Bakar Ruleof nine of walace Luas telapak tangan = 1%
  • 22.
    Kriteria menurut americanburn association 1. Luka bakar ringan 2. Luka bakar sedang 3. Luka bakar Berat
  • 23.
    Luka Bakar Ringan DerajatII < 15% pada orang dewasa Derajat II < 10% pada anak Derajat III < 2%
  • 24.
    Luka Bakar Sedang DerajatII 15-25% pada orang dewasa Derajat II 10-20% pada anak Derajat III 2-10%
  • 25.
    Luka Bakar Berat DerajatII > 25% pada orang dewasa Derajat II > 20% pada anak Derajat III > 10% Kena wajah telinga mata genitalia / perineum Luka Bakar dengan – cedera inhalasi – Listrik – Disertai Trauma organ lain
  • 26.
    Prognosis Penting untuk motivasipasien Luka bakar I dan II dangkal sembuh spontan 1-2 minggu Luka bakar III sembuh 1-6 bulan Angka kematian luka bakar berat 37% Kecacatan pada luka bakar III – Kontraktur – kosmetik
  • 27.
    Manejemen Luka Bakar Penangananteliti dan sistemik Prioritas – Airway (A) – Breathing (B) – Circulation (C) Perhatian – derajat luka bakar – Luas luka bakar – Sebab luka bakar Diagnosa – Derajat luka bakar – Luas luka bakar – Sebab luka bakar
  • 28.
    Manejemen Luka Bakar LukaBakar Luas Mengancam Jiwa – Airway bila perlu ETT – Brething analgetik kuat – Sirkulasi infus kristaloid hari pertama 30-50 cc per jam – Pasang kateter untuk monitor produksi urine – Bila dilatasi glaster pasang NGT – Nyeri hebat Opiat / morfin IV NSAID Obat anastesi – Pencegahan tetanus / human anti tetanus
  • 29.
    Local Manejemen A danantiseptik Analgetik kuat Obat topical Rawat tertutup – Dressing Menyerap eksudat dan pus tidak lengket Mengurangi penguapan cairan (menjaga tetap lembab) Antiseptik dan bakteriostatis / bakteriosit
  • 30.
  • 31.
    Topical analgetic – Xilocaingell Dresing – woundres dll – Kassa steril – Amnion (biological dressing) – Jaga kelembaban
  • 36.