G e o b o a r d | 1 
BAB I 
PENDAHULUAN 
A. Latar Belakang 
Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi 
moderen, mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin dan memajukan daya pikir 
manusia. Perkembangan pesat dibidang teknologi, informasi dan komunikasi dewasa ini 
dilandasi oleh perkembangan matematika dibidang teori bilangan, aljabar, logika, analisis, 
teori peluang dan matematika diskrit. Untuk menguasai dan mencipta teknologi di masa 
depan diperlukan penguasaan matematika yang kuat sejak dini (Peraturan Menteri 
Pendidikan Nasional No.22, 2006: 3). 
Matematika menerangkan perhitungan, penalaran, keaktifan berpikir, pemahaman-pemahaman 
teorema sebagai dasar mata pelajaran eksak lainnya. Banyak siswa yang 
kurang berminat dengan mata pelajaran matematika, karena mereka menganggap 
matematika merupakan pelajaran yang paling sulit. Dalam mengetahui kesulitan siswa 
banyak cara yang dilakukan agar pembelajaran matematika dapat dilaksanakan dengan 
lancar, efektif dan efisien sehingga tujuan yang ditetapkan tercapai. 
Salah satu permasalahan yang muncul pada uji coba dan implementasi pendidikan 
matematika adalah terbatasnya suatu alat peraga yang digunakan untuk memperlancar 
proses pembelajaran. Beberapa guru mengeluh karena dalam mengembangkan alat peraga 
sebagai penunjang implementasi pendidikan matematika, padahal kita ketahui bahwa alat 
peraga bias dibuat dengan mudah dan bahan-bahan yang dibutuhkan bisa kita peroleh dari 
lingkungan sekitar. 
Alat peraga matematika merupakan suatu alat yang mempunyai peranan penting 
untuk memahami konsep matematika, bahkan dapat menentukan keberhasilan proses 
belajar. Sehingga alat peraga ini bisa dikatakan sebagai media transfer dari pendidikan 
kepada siswa, yaitu dengan cara melihat dan memahami secara langsung. Dengan begitu 
pembelajaran akan lebih berkesan kepada siswa, sehingga akan lebih bersemangat 
mempelajari matematika (Nana Sudjana, 2002: 99). 
Geometri bidang atau bangun datar merupakan mata pelajaran matematika pada 
kelas VII SMP. Geometri ini merupakan salah satu materi pembelajaran yang sulit untuk 
dipahami dalam hal menghitung luas sebuah bangun datar baik yang berpola standar 
maupun yang berpola acak. Salah satu cara untuk untuk mengetahui hal tersebut tersebut 
yaitu dengan menggunakan alat peraga. Dengan menggunakan alat peraga “GEOBOARD
G e o b o a r d | 2 
(PAPAN BERPAKU GEOMETRI)” diharapkan pembelajaran matematika pada pokok 
bahasan tersebut dapat dikuasai dengan mudah, menyenagkan dan kreatif. Pengajaran alat 
peraga lebih meningkatkan hasil pembelajaran, hal ini sesuai dengan penelitian yang 
dilakukan oleh Asrifa (2007:69) dalam penelitiannya “efektivitas pembelajaran 
matematika dengan menggunakan alat peraga terhadap prestasi belajar matematika 
ditinjau dari segi motivasi belajar siswa”. 
B. Identifikasi Masalah 
1. Mengapa pendidik harus menggunakan alat peraga geoboard dalam masalah geometri. 
2. Apa dampak dari penggunaan alat peraga geoboard dalam masalah geometri. 
C. Rumusan Masalah 
1. Apa yang dimaksud dengan geoboard ? 
2. Apa saja bahan dari alat peraga geoboard ? 
3. Bagaimana cara penggunaan alat peraga geoboard dalam permasalahan matematika ? 
4. Bagaimana cara menentukan kongruen sebuah bangun ? 
D. Tujuan Pembuatan Makalah 
1. Memperkenalkan alat peraga geoboard kepada siswa. 
2. Memberikan informasi kepada pembaca khususnya mahasiswa. 
3. Mempermudah pendidik dalam menyampaikan materi pembelajaran khususnya 
geometri. 
E. Manfaat Pembuatan Makalah 
1) Pendidik dapat dengan cepat menunjukan bermacam-macam bentuk geometri, 
seperti segitiga, persegi, persegi panjang, dan sebagainya. 
2) Siswa juga dapat lebih mudah mengikuti guru dalam membuat bentuk geometri 
tanpa memerlukan banyak waktu untuk menggambar di kertas, tanpa menggunakan 
penghapus, penggaris, pensil dan kertas. 
3) Dengan papan paku ini juga dapat di cari luas dan keliling dari bangun tersebut. 
4) Dengan ditambahkannya pemakaian dadu, maka siswa akan lebih mudah untuk 
menghafalkan rumus-rumus luas dari bangun geometri datar tersebut.
G e o b o a r d | 3 
BAB II 
POKOK PEMBAHASAN 
A. Kajian Teori 
1. Pengertian Alat Peraga geoboard 
Papan Berpaku ( Geoboard) merupakan alat peraga yang terbuat dari papan 
berbentuk persegipanjang atau bujur sangkar, yang diatasnya ditancapkan paku-paku yang 
tersusun sesuai ukuran tertentu. Keunggulan dari papan berpaku dengan karetnya ini 
adalah alat ini menyajikan bentuk geometri yang lebih dekat kepada kenyataan daripada 
kayu, kertas dan semacamnya. Alat peraga ini cocok untuk membantu siswa SD dalam 
mengenali berbagai macam bentuk bangun datar, sehingga siswa akan lebih memahami 
bentuk bangun datar tersebut karena bisa melihat secara realnya atau konkretnya. 
Kegunaan alat peraga ini antara lain : pengenalan bentuk bangun datar , dan menentukan 
luas permukaan bangun datar.1 
2. Alat dan Bahan Serta Langkah-Langkah Pembuatannya 
Pada alat peraga geoboard (papan berpaku) memerlukan alat dan bahan sebagai 
berikut: 
- Papan triplek (ukuran disesuaikan oleh pembuat) 
- Paku 
- Karet gelang (secukupnya) 
- Dadu 
Dari bahan tersebut dapat kita simpulkan langkah-langkah pembuatan geoboard 
sebagai berikut: 
- Siapkan semua alat dan bahan yang sudah tersedia 
- Tancapkan paku-paku yang sudah disediakan pada papan triplek, sehingga paku 
menjulang diatas permukaan papan triplek dengan jarak antar paku yang sma 
dan beraturan. 
1 Pengertian geoboard, yang diakses dari :http://www.slideee.com/slide/macam-macam-alat-peraga- 
matematika, pada tanggal 24/09/2014 jam 09.30 WIB
G e o b o a r d | 4 
- Ambilah dadu yang telah tersedia. Selanjutnya isilah setiap sisi permukaan dadu 
dengan rumus luas macam-macam bangun datar, yaitu persegi, persegi panjang, 
segi tiga, jajar genjang, trapesium, dan layang- layang.2 
3. Aplikasi Penggunaan Alat Peraga Geoboard Dalam Permasalahan Matematika 
Dalam hal ini alat peraga geoboard dapat digunakan dalam materi pembelajaran: 
a. Kesebangunan 
Kesebangunan adalah kesamaan perbandingan panjang sisi dan besar sudut antara 
dua buah bangun datar atau lebih. Pengertian kesebangunan seperti ini berlaku umum 
untuk semua bangun datar. Dua bangun datar dikatakan sebangun jika memenuhi dua 
syarat berikut: 
- Panjang sis-sisi yang bersesuain dari kedua bangun itu memiliki perbandingan 
senilai. 
- Sudut-sudut yang bersesuain itu dari kedua bangun itu sma besar. 
Sehingga berdasarkan pengertian diatas, dapat kita jabarkan bahwasanya 
penggunaan geoboard mengenai kesebangunan yaitu: 
1. Ambilah papan geoboard yang telah kita buat sebelumnya. 
2. Ambil satu buah karet gelang. 
3. Buatlah pola segitiga siku-siku pada papan geoboard dengan menggunakan 
karet gelang. 
4. Lalu ambil satu buah karet gelang lagi, dan letakkan karet gelang tersebut di 
depan pola yang telah kita buat sebelumnya. 
5. Kemudian ambil satu buah karet gelang kembali, buatlah refleksi dari pola 
yang kita buat sebelumnya dengan ukuran yang sama. 
6. Untuk tahap selanjutnya tentukan apakah kedua bangun tersebut sebangun. 
b. Menghitung Luas Bangun Datar 
Umunya, untuk menghitung luas sebuah bangun datar dapat menggunakan 
rumus yang memang sudah ada berdasarkan bentuk bangun datar tersebut. Namun, 
sekarang kita dapat mengaplikasikan rumus-rumus bangun datar tersebut ke dalam 
2 Geoboard, diakses dari :http://coretantangann.blogspot.com/2012/04/alat-peraga-papan-berpaku-geoboard. 
html, Deppi Dwi Winasis, pada tanggal 23/09/2014 jam 20.00 WIB
G e o b o a r d | 5 
sebauh alat peraga. Dimana alat peraga tersebut akan menjelaskan cara mencari luas 
sebuah bangun datar. Alat peraga tersebut yaitu geoboard (papan geometri). Dalam 
penggunaannya, goeboard juga memiliki teorema khusus yang bisa digunakan dalam 
mencari luas sebuah bangun datar tanpa menggunakan rumus yang sudah ada. 
Teorema tersebut disebut “teorema pick”. Dengan menggunakan teorema pick ini, kita 
dapat mencari luas sebuah lokasi / denah yang bentuknya tidak beraturan atau terdiri 
dari lebih satu buah bangun datar. 
Hal itu dapat terjadi karena teorema pick ini hanya menghitung banyaknya 
pasak yang membentuk lokasi atau denah dari bangun datar tersebut. Rumus dari 
teorema pick yaitu : 
푏 
2 
+ 푖 − 1 
Dengan, b merupakan jumlah pasak pada batas dan i merupakan jumlah pasak 
yang terdapat didalam pasak. Perhatikan contoh berikut: 
Contoh diatas merupakan contoh soal mengenai cara mencari luas sebuah 
bangun datar dengan menggunakan rumus umum dari bangun datar tersebut. 
Selanjutnya, berikut merupakan contoh lain yang menggunakan teorema pick dengan 
menggunakan soal bagian (a) 
Dan ternyata, hasil yang didapat yaitu sama. Sehingga dapat disimpulkan bahwa 
teorema pick merupakan cara tercepat dalam menentukan luas sebuah bangun datar.3 
3 Geoboard, diakses melalui website : 
http://translate.google.co.id/translate?hl=id&sl=en&u=http://en.wikipedia.org/wiki/Geoboard&prev=/
G e o b o a r d | 6 
Selanjutnya, adapun cara menggunakan geoboard dalam permasalahan ini yaitu 
dengan menggunakan sebuah dadu. Dimana, disetiap permukaan dadu dituliskan 
rumus-rumus luas dari bangun datar. Pada tahap ini, siswa ditekankan untuk bisa 
menentukkan bangun datar apa yang cocok dengan rumus-rumus yang terdapat pada 
sisi permukaan dadu tersebut. Beriku ini langkah-langkah penggunaan geoboard 
dalam menentukan luas sebuah denah : 
1. Ambilah dadu yang sebelumnya sisi permukaannya sudah dituliskan rumus-rumus 
bangun datar. 
2. Letakkan dadu tersebut kedalam sebuah tempat untuk selanjutnya dadu tersebut di 
kocok. 
3. Maka, akan muncul salah satu sisi permukaan dadu tersebut yang berisi rumus dari 
sebuah bangun datar. Sebagai contoh yaitu 퐿 = 1 
2 
푥 푎푙푎푠 푥 푡푖푛푔푔푖 
4. Sealnjutnya, ambillah goeboard dan beberapa karet gelang. 
5. Buat pola berdasarkan rumus yang muncul pada sisi permukaan dadu dengan 
menggunakan karet gelang. 
6. Selanjutnya, hitung berapa panjang alas dan tingginya berdasarkan pola bangun yang 
dibuat. 
7. Lalu, masukkan ke dalam rumus dan teorema pick. 
8. Dan ternyata hasil untuk keduanya sama. 
search%3Fq%3Dgeoboard%26client%3Dfirefox-beta%26hs%3DgVd%26rls%3Dorg.mozilla:en- 
US:official%26channel%3Dsb, pada tanggal 24/09/2014 jam 14.35 WIB
G e o b o a r d | 7 
c. Kongruen 
Dua bangun dikatakan kongruen jika sudut-sudut yang bersesuaian sama besar 
dan sisi yang bersesuaian mempunyai panjang yang sama. 
Syarat kekongruenan 
a. Sudut-sudut yang bersesuaian sama besar 
b. Panjang sisi-sisi yang bersesuaian sama dua bangun yang kongruen pasti 
sebangun. 
Tetapi dua bangun yang sebangun belum tentu kongruen 
Kekongruenan pada segitiga 
a. Sisi-sisi yang bersesuaian sama panjang. 
b. Dua sisi yang bersesuaian sama panjang dan sudut yang diapitnya sama 
besar. 
c. Dua sudut yang bersesuaian sama besar dan sisi yang berada diantarannya 
sama panjang. 
d. Dua sudut yang bersesuaian sama besar dan sisi yang berada di hadapannya 
sama panjang.4 
Pada penggunaannya sekarang, goeboard akan membuktikan rumus bangun 
kongruen. Dimana rumusnya yaitu 
1. AB2 = BC x BD 
2. AC2 = BC x CD 
3. AD2 = BD x CD 
Cara penggunaannya yaitu: 
Misalkan buat segitiga ABC dengan siku siku di A, ,lalu tarik garis tengah dari 
segitiga tersebut,lalu beri nama garis tersebut misalkan D,sekarang kita 
mempunyai 3 segitiga yaitu ABC, ACD dan ABD. 
Lihat segitiga ABC diperoleh panjang AD = BD = CD = 6 satuan 
AD = 6, maka AD2 = 36 
4 Pengertian Kongruen, diakses melalui website: http://doctorpintar.blogspot.com/2013/12/definisi-kesebangunan- 
dan-kekongruenan.html, pada tanggal 26/09/2014 jam 08.31 WIB
G e o b o a r d | 8 
Untuk membuktikan rumus segitiga kongruen 
1. AB2 = BC x BD 
2. AC2 = BC x CD 
3. AD2 = BD x CD 
Jawab: 
1. AB2 = BC x BD 
Bukti : 
Diketahui panjang AD = 6, BD = 6, BC = BD + CD = 6 + 6 = 12 
AB2 = AD2 + BD2 
= 36 + 36 
= 72 
Kita mempunyai rumus : 
AB2 = BC x BD 
Maka subtitusi: 
72 = 12 x 6 
72 = 72 terbukti 
2. AC2 = CD x BC 
Dengan menggunakan rumus phytagoras maka, dapat diketahui panjang 
AC = 6√2 satuan, maka AC2 = 72 satuan 
Dan diketahui misal CD = 6 satuan, dan BC = 12 satuan. 
AC2 = CD x BC 
AC2 = 6 x 12 
= 72 terbukti 
3. AD2 = CD x BD 
Sehingga, diperoleh AD2 = 6 x 6 satuan 
= 36 terbukti.
G e o b o a r d | 9 
BAB III 
PENUTUP 
A. Implikasi dari Materi 
Adapun dampak yang ditimbulkan oleh alat peraga geoboard dalam proses pembelajaran 
yaitu : 
1. Membuat siswa lebih terlibat serta aktif dalam proses pembelajaran yang terjadi. 
2. Dapat membuat ide yang abstrak menjadi lebih konkret. 
3. Bentuknya sederhana sehingga mudah pembuatannya. 
4. Lebih ekonomis karena biayanya murah dan dapat dipakai berkali-kali. 
5. Bahan dan alat produksinya mudah diperoleh. 
6. Terdapat unsur bermain dalam penggunaannya karena dapat digunakan untuk 
membentuk macam-macam bangun datar dengan permainan karet gelang. 
B. Kesimpulan 
Papan Berpaku ( Geoboard) merupakan alat peraga yang terbuat dari papan berbentuk 
persegipanjang atau bujur sangkar, yang diatasnya ditancapkan paku-paku yang tersusun 
sesuai ukuran tertentu. Geoboard ini terdiri atas sebuah papan triplek sebagai tumpuan 
dasarnya, paku dan karet gelang. Dalam penggunaannya, goeboard dapat menggunakan 
sebuah dadu berisikan rumus-rumus bangun datar. Dalam penggunaannya, geoboard ini 
dapat menentukan kesebangunan, serta mencari luas sebuah bangun datar dengan bantuan 
teorema pick. 
C. Saran 
Berdasarkan uraian mengenai alat peraga goeboard dalam permasalahan geometri, maka 
pemakalah menyampaikan sarannya sebagai berikut: 
1. Penggunaan sebuah alat peraga dalam setiap kegiatan pembelajaran itu sangatlah 
penting, teutama pada mata pelajaran matematika yang menjadi momok bagi setiap 
siswa. Sehingga menjadi pola pikir siswa yang irasional menjadi rasional. 
2. Bagi seorang pendidik, mampu berkreativitas dalam mengembangkan sebuah alat 
peraga. 
3. Bagi siswa, dalam proses pembelajarannya menjadi lebih kreatif.
G e o b o a r d | 10 
DAFTAR PUSTAKA 
Pengertian geoboard, yang diakses dari :http://www.slideee.com/slide/macam-macam-alat-peraga- 
matematika, pada tanggal 24/09/2014 jam 09.30 WIB 
Geoboard, diakses dari :http://coretantangann.blogspot.com/2012/04/alat-peraga-papan-berpaku- 
geoboard.html, Deppi Dwi Winasis, pada tanggal 23/09/2014 jam 20.00 WIB 
Geoboard, diakses melalui website : 
http://translate.google.co.id/translate?hl=id&sl=en&u=http://en.wikipedia.org/wiki/Geoboard 
&prev=/search%3Fq%3Dgeoboard%26client%3Dfirefox-beta% 
26hs%3DgVd%26rls%3Dorg.mozilla:en-US:official%26channel%3Dsb, pada tanggal 
24/09/2014 jam 14.35 WIB 
Pengertian Kongruen, diakses melalui website: http://doctorpintar.blogspot.com/2013/12/definisi-kesebangunan- 
dan-kekongruenan.html, pada tanggal 26/09/2014 jam 08.31 WIB

Alat Peraga Geo board

  • 1.
    G e ob o a r d | 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi moderen, mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin dan memajukan daya pikir manusia. Perkembangan pesat dibidang teknologi, informasi dan komunikasi dewasa ini dilandasi oleh perkembangan matematika dibidang teori bilangan, aljabar, logika, analisis, teori peluang dan matematika diskrit. Untuk menguasai dan mencipta teknologi di masa depan diperlukan penguasaan matematika yang kuat sejak dini (Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No.22, 2006: 3). Matematika menerangkan perhitungan, penalaran, keaktifan berpikir, pemahaman-pemahaman teorema sebagai dasar mata pelajaran eksak lainnya. Banyak siswa yang kurang berminat dengan mata pelajaran matematika, karena mereka menganggap matematika merupakan pelajaran yang paling sulit. Dalam mengetahui kesulitan siswa banyak cara yang dilakukan agar pembelajaran matematika dapat dilaksanakan dengan lancar, efektif dan efisien sehingga tujuan yang ditetapkan tercapai. Salah satu permasalahan yang muncul pada uji coba dan implementasi pendidikan matematika adalah terbatasnya suatu alat peraga yang digunakan untuk memperlancar proses pembelajaran. Beberapa guru mengeluh karena dalam mengembangkan alat peraga sebagai penunjang implementasi pendidikan matematika, padahal kita ketahui bahwa alat peraga bias dibuat dengan mudah dan bahan-bahan yang dibutuhkan bisa kita peroleh dari lingkungan sekitar. Alat peraga matematika merupakan suatu alat yang mempunyai peranan penting untuk memahami konsep matematika, bahkan dapat menentukan keberhasilan proses belajar. Sehingga alat peraga ini bisa dikatakan sebagai media transfer dari pendidikan kepada siswa, yaitu dengan cara melihat dan memahami secara langsung. Dengan begitu pembelajaran akan lebih berkesan kepada siswa, sehingga akan lebih bersemangat mempelajari matematika (Nana Sudjana, 2002: 99). Geometri bidang atau bangun datar merupakan mata pelajaran matematika pada kelas VII SMP. Geometri ini merupakan salah satu materi pembelajaran yang sulit untuk dipahami dalam hal menghitung luas sebuah bangun datar baik yang berpola standar maupun yang berpola acak. Salah satu cara untuk untuk mengetahui hal tersebut tersebut yaitu dengan menggunakan alat peraga. Dengan menggunakan alat peraga “GEOBOARD
  • 2.
    G e ob o a r d | 2 (PAPAN BERPAKU GEOMETRI)” diharapkan pembelajaran matematika pada pokok bahasan tersebut dapat dikuasai dengan mudah, menyenagkan dan kreatif. Pengajaran alat peraga lebih meningkatkan hasil pembelajaran, hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Asrifa (2007:69) dalam penelitiannya “efektivitas pembelajaran matematika dengan menggunakan alat peraga terhadap prestasi belajar matematika ditinjau dari segi motivasi belajar siswa”. B. Identifikasi Masalah 1. Mengapa pendidik harus menggunakan alat peraga geoboard dalam masalah geometri. 2. Apa dampak dari penggunaan alat peraga geoboard dalam masalah geometri. C. Rumusan Masalah 1. Apa yang dimaksud dengan geoboard ? 2. Apa saja bahan dari alat peraga geoboard ? 3. Bagaimana cara penggunaan alat peraga geoboard dalam permasalahan matematika ? 4. Bagaimana cara menentukan kongruen sebuah bangun ? D. Tujuan Pembuatan Makalah 1. Memperkenalkan alat peraga geoboard kepada siswa. 2. Memberikan informasi kepada pembaca khususnya mahasiswa. 3. Mempermudah pendidik dalam menyampaikan materi pembelajaran khususnya geometri. E. Manfaat Pembuatan Makalah 1) Pendidik dapat dengan cepat menunjukan bermacam-macam bentuk geometri, seperti segitiga, persegi, persegi panjang, dan sebagainya. 2) Siswa juga dapat lebih mudah mengikuti guru dalam membuat bentuk geometri tanpa memerlukan banyak waktu untuk menggambar di kertas, tanpa menggunakan penghapus, penggaris, pensil dan kertas. 3) Dengan papan paku ini juga dapat di cari luas dan keliling dari bangun tersebut. 4) Dengan ditambahkannya pemakaian dadu, maka siswa akan lebih mudah untuk menghafalkan rumus-rumus luas dari bangun geometri datar tersebut.
  • 3.
    G e ob o a r d | 3 BAB II POKOK PEMBAHASAN A. Kajian Teori 1. Pengertian Alat Peraga geoboard Papan Berpaku ( Geoboard) merupakan alat peraga yang terbuat dari papan berbentuk persegipanjang atau bujur sangkar, yang diatasnya ditancapkan paku-paku yang tersusun sesuai ukuran tertentu. Keunggulan dari papan berpaku dengan karetnya ini adalah alat ini menyajikan bentuk geometri yang lebih dekat kepada kenyataan daripada kayu, kertas dan semacamnya. Alat peraga ini cocok untuk membantu siswa SD dalam mengenali berbagai macam bentuk bangun datar, sehingga siswa akan lebih memahami bentuk bangun datar tersebut karena bisa melihat secara realnya atau konkretnya. Kegunaan alat peraga ini antara lain : pengenalan bentuk bangun datar , dan menentukan luas permukaan bangun datar.1 2. Alat dan Bahan Serta Langkah-Langkah Pembuatannya Pada alat peraga geoboard (papan berpaku) memerlukan alat dan bahan sebagai berikut: - Papan triplek (ukuran disesuaikan oleh pembuat) - Paku - Karet gelang (secukupnya) - Dadu Dari bahan tersebut dapat kita simpulkan langkah-langkah pembuatan geoboard sebagai berikut: - Siapkan semua alat dan bahan yang sudah tersedia - Tancapkan paku-paku yang sudah disediakan pada papan triplek, sehingga paku menjulang diatas permukaan papan triplek dengan jarak antar paku yang sma dan beraturan. 1 Pengertian geoboard, yang diakses dari :http://www.slideee.com/slide/macam-macam-alat-peraga- matematika, pada tanggal 24/09/2014 jam 09.30 WIB
  • 4.
    G e ob o a r d | 4 - Ambilah dadu yang telah tersedia. Selanjutnya isilah setiap sisi permukaan dadu dengan rumus luas macam-macam bangun datar, yaitu persegi, persegi panjang, segi tiga, jajar genjang, trapesium, dan layang- layang.2 3. Aplikasi Penggunaan Alat Peraga Geoboard Dalam Permasalahan Matematika Dalam hal ini alat peraga geoboard dapat digunakan dalam materi pembelajaran: a. Kesebangunan Kesebangunan adalah kesamaan perbandingan panjang sisi dan besar sudut antara dua buah bangun datar atau lebih. Pengertian kesebangunan seperti ini berlaku umum untuk semua bangun datar. Dua bangun datar dikatakan sebangun jika memenuhi dua syarat berikut: - Panjang sis-sisi yang bersesuain dari kedua bangun itu memiliki perbandingan senilai. - Sudut-sudut yang bersesuain itu dari kedua bangun itu sma besar. Sehingga berdasarkan pengertian diatas, dapat kita jabarkan bahwasanya penggunaan geoboard mengenai kesebangunan yaitu: 1. Ambilah papan geoboard yang telah kita buat sebelumnya. 2. Ambil satu buah karet gelang. 3. Buatlah pola segitiga siku-siku pada papan geoboard dengan menggunakan karet gelang. 4. Lalu ambil satu buah karet gelang lagi, dan letakkan karet gelang tersebut di depan pola yang telah kita buat sebelumnya. 5. Kemudian ambil satu buah karet gelang kembali, buatlah refleksi dari pola yang kita buat sebelumnya dengan ukuran yang sama. 6. Untuk tahap selanjutnya tentukan apakah kedua bangun tersebut sebangun. b. Menghitung Luas Bangun Datar Umunya, untuk menghitung luas sebuah bangun datar dapat menggunakan rumus yang memang sudah ada berdasarkan bentuk bangun datar tersebut. Namun, sekarang kita dapat mengaplikasikan rumus-rumus bangun datar tersebut ke dalam 2 Geoboard, diakses dari :http://coretantangann.blogspot.com/2012/04/alat-peraga-papan-berpaku-geoboard. html, Deppi Dwi Winasis, pada tanggal 23/09/2014 jam 20.00 WIB
  • 5.
    G e ob o a r d | 5 sebauh alat peraga. Dimana alat peraga tersebut akan menjelaskan cara mencari luas sebuah bangun datar. Alat peraga tersebut yaitu geoboard (papan geometri). Dalam penggunaannya, goeboard juga memiliki teorema khusus yang bisa digunakan dalam mencari luas sebuah bangun datar tanpa menggunakan rumus yang sudah ada. Teorema tersebut disebut “teorema pick”. Dengan menggunakan teorema pick ini, kita dapat mencari luas sebuah lokasi / denah yang bentuknya tidak beraturan atau terdiri dari lebih satu buah bangun datar. Hal itu dapat terjadi karena teorema pick ini hanya menghitung banyaknya pasak yang membentuk lokasi atau denah dari bangun datar tersebut. Rumus dari teorema pick yaitu : 푏 2 + 푖 − 1 Dengan, b merupakan jumlah pasak pada batas dan i merupakan jumlah pasak yang terdapat didalam pasak. Perhatikan contoh berikut: Contoh diatas merupakan contoh soal mengenai cara mencari luas sebuah bangun datar dengan menggunakan rumus umum dari bangun datar tersebut. Selanjutnya, berikut merupakan contoh lain yang menggunakan teorema pick dengan menggunakan soal bagian (a) Dan ternyata, hasil yang didapat yaitu sama. Sehingga dapat disimpulkan bahwa teorema pick merupakan cara tercepat dalam menentukan luas sebuah bangun datar.3 3 Geoboard, diakses melalui website : http://translate.google.co.id/translate?hl=id&sl=en&u=http://en.wikipedia.org/wiki/Geoboard&prev=/
  • 6.
    G e ob o a r d | 6 Selanjutnya, adapun cara menggunakan geoboard dalam permasalahan ini yaitu dengan menggunakan sebuah dadu. Dimana, disetiap permukaan dadu dituliskan rumus-rumus luas dari bangun datar. Pada tahap ini, siswa ditekankan untuk bisa menentukkan bangun datar apa yang cocok dengan rumus-rumus yang terdapat pada sisi permukaan dadu tersebut. Beriku ini langkah-langkah penggunaan geoboard dalam menentukan luas sebuah denah : 1. Ambilah dadu yang sebelumnya sisi permukaannya sudah dituliskan rumus-rumus bangun datar. 2. Letakkan dadu tersebut kedalam sebuah tempat untuk selanjutnya dadu tersebut di kocok. 3. Maka, akan muncul salah satu sisi permukaan dadu tersebut yang berisi rumus dari sebuah bangun datar. Sebagai contoh yaitu 퐿 = 1 2 푥 푎푙푎푠 푥 푡푖푛푔푔푖 4. Sealnjutnya, ambillah goeboard dan beberapa karet gelang. 5. Buat pola berdasarkan rumus yang muncul pada sisi permukaan dadu dengan menggunakan karet gelang. 6. Selanjutnya, hitung berapa panjang alas dan tingginya berdasarkan pola bangun yang dibuat. 7. Lalu, masukkan ke dalam rumus dan teorema pick. 8. Dan ternyata hasil untuk keduanya sama. search%3Fq%3Dgeoboard%26client%3Dfirefox-beta%26hs%3DgVd%26rls%3Dorg.mozilla:en- US:official%26channel%3Dsb, pada tanggal 24/09/2014 jam 14.35 WIB
  • 7.
    G e ob o a r d | 7 c. Kongruen Dua bangun dikatakan kongruen jika sudut-sudut yang bersesuaian sama besar dan sisi yang bersesuaian mempunyai panjang yang sama. Syarat kekongruenan a. Sudut-sudut yang bersesuaian sama besar b. Panjang sisi-sisi yang bersesuaian sama dua bangun yang kongruen pasti sebangun. Tetapi dua bangun yang sebangun belum tentu kongruen Kekongruenan pada segitiga a. Sisi-sisi yang bersesuaian sama panjang. b. Dua sisi yang bersesuaian sama panjang dan sudut yang diapitnya sama besar. c. Dua sudut yang bersesuaian sama besar dan sisi yang berada diantarannya sama panjang. d. Dua sudut yang bersesuaian sama besar dan sisi yang berada di hadapannya sama panjang.4 Pada penggunaannya sekarang, goeboard akan membuktikan rumus bangun kongruen. Dimana rumusnya yaitu 1. AB2 = BC x BD 2. AC2 = BC x CD 3. AD2 = BD x CD Cara penggunaannya yaitu: Misalkan buat segitiga ABC dengan siku siku di A, ,lalu tarik garis tengah dari segitiga tersebut,lalu beri nama garis tersebut misalkan D,sekarang kita mempunyai 3 segitiga yaitu ABC, ACD dan ABD. Lihat segitiga ABC diperoleh panjang AD = BD = CD = 6 satuan AD = 6, maka AD2 = 36 4 Pengertian Kongruen, diakses melalui website: http://doctorpintar.blogspot.com/2013/12/definisi-kesebangunan- dan-kekongruenan.html, pada tanggal 26/09/2014 jam 08.31 WIB
  • 8.
    G e ob o a r d | 8 Untuk membuktikan rumus segitiga kongruen 1. AB2 = BC x BD 2. AC2 = BC x CD 3. AD2 = BD x CD Jawab: 1. AB2 = BC x BD Bukti : Diketahui panjang AD = 6, BD = 6, BC = BD + CD = 6 + 6 = 12 AB2 = AD2 + BD2 = 36 + 36 = 72 Kita mempunyai rumus : AB2 = BC x BD Maka subtitusi: 72 = 12 x 6 72 = 72 terbukti 2. AC2 = CD x BC Dengan menggunakan rumus phytagoras maka, dapat diketahui panjang AC = 6√2 satuan, maka AC2 = 72 satuan Dan diketahui misal CD = 6 satuan, dan BC = 12 satuan. AC2 = CD x BC AC2 = 6 x 12 = 72 terbukti 3. AD2 = CD x BD Sehingga, diperoleh AD2 = 6 x 6 satuan = 36 terbukti.
  • 9.
    G e ob o a r d | 9 BAB III PENUTUP A. Implikasi dari Materi Adapun dampak yang ditimbulkan oleh alat peraga geoboard dalam proses pembelajaran yaitu : 1. Membuat siswa lebih terlibat serta aktif dalam proses pembelajaran yang terjadi. 2. Dapat membuat ide yang abstrak menjadi lebih konkret. 3. Bentuknya sederhana sehingga mudah pembuatannya. 4. Lebih ekonomis karena biayanya murah dan dapat dipakai berkali-kali. 5. Bahan dan alat produksinya mudah diperoleh. 6. Terdapat unsur bermain dalam penggunaannya karena dapat digunakan untuk membentuk macam-macam bangun datar dengan permainan karet gelang. B. Kesimpulan Papan Berpaku ( Geoboard) merupakan alat peraga yang terbuat dari papan berbentuk persegipanjang atau bujur sangkar, yang diatasnya ditancapkan paku-paku yang tersusun sesuai ukuran tertentu. Geoboard ini terdiri atas sebuah papan triplek sebagai tumpuan dasarnya, paku dan karet gelang. Dalam penggunaannya, goeboard dapat menggunakan sebuah dadu berisikan rumus-rumus bangun datar. Dalam penggunaannya, geoboard ini dapat menentukan kesebangunan, serta mencari luas sebuah bangun datar dengan bantuan teorema pick. C. Saran Berdasarkan uraian mengenai alat peraga goeboard dalam permasalahan geometri, maka pemakalah menyampaikan sarannya sebagai berikut: 1. Penggunaan sebuah alat peraga dalam setiap kegiatan pembelajaran itu sangatlah penting, teutama pada mata pelajaran matematika yang menjadi momok bagi setiap siswa. Sehingga menjadi pola pikir siswa yang irasional menjadi rasional. 2. Bagi seorang pendidik, mampu berkreativitas dalam mengembangkan sebuah alat peraga. 3. Bagi siswa, dalam proses pembelajarannya menjadi lebih kreatif.
  • 10.
    G e ob o a r d | 10 DAFTAR PUSTAKA Pengertian geoboard, yang diakses dari :http://www.slideee.com/slide/macam-macam-alat-peraga- matematika, pada tanggal 24/09/2014 jam 09.30 WIB Geoboard, diakses dari :http://coretantangann.blogspot.com/2012/04/alat-peraga-papan-berpaku- geoboard.html, Deppi Dwi Winasis, pada tanggal 23/09/2014 jam 20.00 WIB Geoboard, diakses melalui website : http://translate.google.co.id/translate?hl=id&sl=en&u=http://en.wikipedia.org/wiki/Geoboard &prev=/search%3Fq%3Dgeoboard%26client%3Dfirefox-beta% 26hs%3DgVd%26rls%3Dorg.mozilla:en-US:official%26channel%3Dsb, pada tanggal 24/09/2014 jam 14.35 WIB Pengertian Kongruen, diakses melalui website: http://doctorpintar.blogspot.com/2013/12/definisi-kesebangunan- dan-kekongruenan.html, pada tanggal 26/09/2014 jam 08.31 WIB