Medical Education Laboratory
AKUT ABDOMEN
LEARNING OBJECTIVE
• Akut Abdomen
• Etiologi
• Penilaian Klinis
• Differential Diagnosis
• Diagnosis dan
Penatalaksanaan:
o Apendisitis akut
o Batu Empedu
o Ileus
o Intususepsi
o Hernia
o Pankreatitis Akut
o Peritonitis Akut
Pendahuluan
• Akut abdomen didefinisikan sebagai rasa nyeri yang
dirasakan pada bagian perut dan membutuhkan
pertolongan dengan segera.
• Kegawatan abdomen yang datang ke rumah sakit dapat
berupa kegawatan bedah atau kegawatan non bedah.
• Insiden nyeri abdomen akut dilaporkan berkisar 5–10%
pada kunjungan pasien ke unit gawat darurat.
Anatomi Abdomen
• Regio Abdomen
berdasarkan Kuadran:
• Right Upper Quadrant
• Left Upper Quadrant
• Right Lower Quadrant
• Left Lower Quadrant
Anatomi Abdomen
• Regio Abdomen
berdasarkan Regio:
• Epigastrik
• Periumbilikal
• Hipogastrik/suprap
ubik
Vaskularisasi
Abdomen
Inervasi
Abdomen
Dorsal motor
nucleus of vagus
Parasympathetic
division
Cranial
Sacral
Jenis-Jenis Nyeri
• Visceral Pain: Nyeri visceral sifat
difus dan lokasi nyeri yang buruk,
ambang batas tinggi, adaptasi
yang lambat.
• Stimuli: distensi, traksi, inflamasi,
iskemia.
• Parietal/Somatic Pain: Nyerinya
lebih akut, tajam dan dapat
ditentukan lokasinya.
• Stimuli: iritasi peritoneum
• Cardinal Sign: pain, guarding,
Rebound, Absent bowel sound
• Referred Pain: akibat adanya
serabut saraf afferent yang
menginervasi 2 organ yang
letaknya berjauhan dan
memiliki struktur berbeda
secara anatomis , tetapi
memiliki asal embriologik
yang sama.
• Shifting Pain: Lokasi nyeri
saat onset harus dibedakan
dengan lokasi nyeri yang
sekarang dirasakan.
Jenis-Jenis Nyeri
Definisi & Etiologi Akut Abdomen
Definisi:
• “Keadaan klinik akibat kegawatan di rongga perut yang biasanya timbul
mendadak dengan nyeri sebagai keluhan utama”
Etiologi:
• Infeksi: Appendisitis akut, Kolesistitis akut, Pankreatitis akut, Ulkus duodenum,
• Perforasi: GI Tract (gaster, usus, apendiks), GU Tract (ureter)
• Obstruksi: GI Tract (Ileus obstruktif, Volvulus, Hernia inkarserata, Ca Colon,
intususepsi), GU Tract (batu, tumor), Vascular (thrombus mesenteric)
• Perdarahan: Abdominal Aorta Aneurysm Rupture, Ruptur hati, limpa, trauma
tajam
Lokasi Nyeri
pada Akut
Abdomen
Onset of Pain
• Sudden Onset • Gradual Onset
DDx/ Berdasarkan Lokasi
DDx Akut Abdomen non-Bedah
Perbandingan Karakteristik Penyebab Umum Kejadian Akut Abdomen
Medical Education Laboratory
APPENDISITIS
AKUT
Apendisitis akut
• Definisi: Peradangan apendiks
vermiformis dan merupakan
penyebab tersering akut abdomen.
• Patogenesis: obstruksi lumen o/
fecalith  terhambat saluran lymph
 distensi apendiks  edema 
diapedesis bakteri, obstruksi vena 
supurasi akut  obstruksi arteri 
gangrene  perforasi
• Sering pada anak – dewasa muda
• Komplikasi: perforasi apendiks 
peritonitis
Gejala
Diagnosis
1-4: unlikely te bo acute
appendicitis
5-6: Possible diagnosis
appendicitis
7-8: Acute appendicitis present
9-10: Definite acute
appendicitis requiring surgery
Pemeriksaan Fisik
Specific Sign in Examination:
Rovsing, Psoas, Obturator Sign (+)
SIGN OF
APPENDICITIS
Radiological Exam:
•USG: appendikolit (+), struktur tubular non-compressible,
operator dependent
•CT Scan hasil baik, non operator dependent, radiasi pada
anak dan ibu hamil
•Appendikogram: Barium swallow, jika hasil USG masih
meragukan
DDx:
Intususepsi, diverkulitis, kehamilan ektopik, PID,
Batu saluran kencing
Tata Laksana
Tindakan Operatif
CHECKPOINT
Seorang laki laki datang ke UGD dengan keluhan
nyeri perut. Awal nyeri perut sebelah kanan
bawah. Keluhan disertai perut kembung, mual
muntah, tidak nafsu makan dan demam. Hasil
pemeriksan fisik : Bising sus menghilang, defans
muskular (+). Berapa score alvarado pasien
tersebut?
a. 5
b. 5-7
c. >7
d. 15
e. >15
CHECKPOINT
Tn. Lim usia 27 tahun dibawa ke IGD karena
nyeri hebat pada perut kanan bawah sejak 6
jam yang lalu. Pasien mengatakan lebih
nyaman saat tidur terlentang dan lutut
ditekuk ke depan sedikit. Pada pemeriksaan
ditemukan Psoas sign (+), Rovsing sign (+),
Obturator sign (+). Tanda lain apakah yang
diharapkan positif juga pada pasien ini?
a. Ten Horn sign
b. Murphy’s sign
c. Blumberg sign
d. Phren’s sign
e. Reynold’s Pentad
Medical Education Laboratory
BILE STONE
Definisi
Kelainan hepatobilier kronis berulang akibat gangguan
metabolisme kolesterol, bilirubin dan asam empedu sehingga
terbentuk batu di kantung (kolelitiasis) dan saluran empedu
(koledokolitiasis).
Fisiologi
Faktor Resiko
5F
Fair
Female
Forty
Fat
Fertile
Klasifikasi
• Batu kolesterol (75%)
• Batu pigmen
• Batu campuran
Manifestasi
Klinis
Charcot’s Triad:
• RUQ Abdominal Pain
• Jaundice
• Fever
Reynold’s Pentad:
• Charcot’s Triad
• Shock
• AMS
Komplikasi
CHARCOT’S TRIAD + hipotensi + perubahan status mental = REYNOD’S PENTAD
Diagnosis
1. Tes fungsi liver
2. USG transabdominal
3. Magnetic Resonance Cholangiopancreatography
(MRCP) jika USG menunjukkan dilatasi saluran
empedu dan/atau tes fungsi liver abnormal
4. Endoscopic Ultrasound (EUS) jika MRCP gagal
mengonfirmasi diagnosis
Tatalaksana
Intervensi Farmakologis
Ursodeoxycholic acid: menekan
sintesis dan sekresi kolesterol oleh
hati, menghambat absorbsi
kolesterol dari usus.
Indikasi:
1. Batu kolesterol atau campuran
2. Ukuran batu < 1.5 cm
3. Fungsi dan patensi kantung dan
saluran empedu baik, begitu juga
sirkulasi enterohepatik asam
empedu.
Seorang pria, 22 tahun, datang dengan keluhan
utama nyeri perut kanan bawah. Nyeri dirasakan
sejak 1 jam yang lalu. Nyeri tekan (+), nyeri lepas
(+), murphy sign (+). Apakah etiologi dari kasus
diatas?
a. Apendekolith
b. Colelitolith
c. Uterolitholith
d. Cistolith
e. Fecalith
CHECKPOINT
CHECK POINT
Seorang wanita usia 40 tahun, perawakan gemuk,
mengeluh sakit di abdomen kanan atas. Pasien tidak
tampak jaundice. Pada pemeriksaan USG didapatkan
kandung empedu ukuran membesar, tebal dinding 8
mm disertai gambaran ”double rims”, tampak
bayangan hiperekhoik disertai posterior acoustik
shadow ukuran 2 cm dan pluge intraluminal. Apakah
diagnosis paling mungkin?
a. Hidrops vesika fellae
b. Tumor vesika fellae
c. Kolesistitis akut dan koledokolitiasis
d. Kolangitis akut dan kolelitiasis
e. Kolesistitis akut dan kolelitiasis
Medical Education Laboratory
PANKREATITIS
Definisi & Patofisiologi
Peradangan akut, non-bakterial pada organ
pankreas
Etiologi
Jejas di sel asini pankreas akibat :
(1) obstruksi duktus pankreatikus (terutama oleh migrasi batu
empedu)
(2) Stimulasi hormon kolesistokinin (CCK)mengaktivasi enzim
pankreas (cth: pengaruh hipertrigliseridemia dan alkohol)
(3) Iskemia (cth: pankreatitis akut pasca prosedur ERCP atau
aterosklerosis)
Jejas di sel asini Enzim autodigesti: enzim pankreas yang teraktivasi
mencerna pankreas edema, kerusakan vaskular, perdarahan dan
nekrosis organ pankreas
Manifestasi Klinis
• Nyeri perut atas
menjalar ke punggung
(bisa diperparah
dengan makan
makanan berlemak)
• Perut bengkak dan
nyeri
• Mual muntah
• Demam
• Takikardi
Pemeriksaan Fisik
Pankreatitis nekrosis perdarahan retroperitoneal diskolorisasi kebiruan di kulit:
• Turner sign
– Ekimosis di RUQ
• Cullen Sign
– Ekimosis sekitar umbilikus
Diagnosis
• KRITERIA ATLANTA (2012): Pankreatitis akut (+) jika ada 2 dari 3 berikut:
– Nyeri perut bagian atas
– Peningkatan amilase / lipase >3x nilai batas normal
– Hasil pemeriksaan imaging (USG/ CT scan atau MRI) sugestif ke arah pankreatitis
• Tidak semua pasien susp.pankreatitis di CT scan (contrast-enhanced). Indikasi:
– Apabila hasil pemeriksaan amilase–lipase atau USG masih diragukan
– Menentukan tingkat keparahan pankreatitis akut dan mendeteksi adanya komplikasi lokal
pankreatitis
– Pemandu tindakan invasif minimal pada saat melakukan drainase cairan atau debris nekrotik
Grading
Penatalaksanaan Pankreatitis Akut
• Puasa
• Pemasangan NG  nutrisi
• Resusitasi cairan lewat IV Line
• Pemberian PPI, H2 antagonis
• Antibiotik broad spectrum IV
• Kontrol nyeri dengan Pemberian analgesik IV
Tatalaksana
0-72 jam
pertama
Tatalaksana
Pankreatitis
akut berat
CHECK POINT
Seorang wanita 50 tahun datang dengan keluhan nyeri perut kanan atas. Keluhan dirasakan sejak 2 hari
dan dirasakan terus-menerus. Pasien juga mengeluhkan panas badan sejak 1 hari yang lalu, disertai mual
dan muntah. Dari anamnesis didapatkan pasien sudah sering mengeluh nyeri perut kanan atas
sebelumnya dan hilang timbul terutama jika makan makanan berlemak. Pada pemeriksaan fisik
didapatkan suhu febris, nadi 110x/menit, sklera tidak ikterik, pemeriksaan abdomen terdapat nyeri tekan
di abdomen kanan atas. Laboratorium leukositosis 15.000/mm3. Setelah memikirkan diagnosis, anda
memutuskan untuk merawat pasien. Bagaimanakah tatalaksana pasien ini?
a. Pasien tidak dipuasakan, diberi analgetik, H2 blocker, antibiotik peka gram positif
b. Pasien dipuasakan, pasang NGT, diberi analgesik, H2 blocker, dan antibiotik spektrum luas
c. Pasien dipuasakan, pasang NGT, segera konsul ke dokter bedah untuk operasi cito
d. Pasien tidak dipuasakan, diberi golongan obat antasida dan H2 blocker, dan amoksilin oral
e. Pasien tidak dipuasakan, diberi analgetik, dan antibiotik spektrum luas
Medical Education Laboratory
ILEUS
Ileus
Definisi Ileus: hambatan pasase usus
Klasifikasi:
• Obstruksi
• Letak Tinggi (usus halus)
• Letak Rendah (kolon)
• Paralisis
Etiologi Ileus Obstruksi:
• Ekstralumen: karsinoma, hernia,
adhesi, abses
• Intrinsik dinding usus: tumor primer
usus, intususepsi
• Intralumen: impaksi fekal, enterolith
Etiologi Ileus Paralisis:
• Peritonitis
• Pasca bedah adhesi
• Trauma abdomen
• Gangguan elektrolit
• Obat-obatan spasmolitik
Ileus Obstruktif vs Paralisis
Ileus Obstruktif Ileus Paralisis
Distensi Proksimal tersumbat Semua bagian usus
Udara Distal dari titik obstruksi Di seluruh usus
Manifestasi Klinis Nyeri abdomen, muntah, distensi, konstipasi,
awal gejala  bising usus meningkat u/
mengeluarkan isi sumbatan
Kembung, mual, muntah,
konstipasi, bising usus berkurang
sampai hilang, nyeri menyeluruh,
DM (+), distensi gaster – colon
Peritonitis Jarang Berhubungan
Preperitoneal Fat (+) (-)
Gambaran
Radiologis
• Air fluid level pendek-pendek (+)  Step
Ladder appearance
• Dilatasi dinding usus di proksimal obstruksi
• Pada letak tinggi: valvula conniventes
terlihat jelas (+), string of pearls (+)
• Letak rendah: haustra terlihat jelas (+)
• Sentinel loop
• Herring bone appearance
• Air fluid level memanjang (+)
• Dinding usus menebal
Ileus
Sentinel Loop
Penatalaksanaan Ileus
• Pre OP:
• Pemasangan NG  dekompresi
• IV Line  resusitasi cairan dan koreksi keseimbangan
elektrolit, memperbaiki keadaan umum
• Pemasangan kateter urine
• Antibiotik broad spectrum IV jika ditemukan tanda infeksi
• Operatif:
• Laparoskopi eksplorasi
CHECKPOINT
Seorang laki-laki datang ke IGD dengan keluhan sakit di seluruh
abdomen, perut terasa kembung dengan riwayat belum BAB sejak 4
hari yang lalu dan sulit buang angin sejak 3 hari yang lalu. Dilakukan
BNO 3 posisi dan didapatkan gambaran usus (kolon dan usus halus)
yang melebar di seluruh abdomen disertai penebalan dinding usus.
Pada BNO tegak tampak gambaran fluid level (+) dan gambaran herring
bone (+), tidak tampak gambaran udara di rongga pelvis dan tampak
gambaran udara bebas di subdiafragma bilateral. Apakah diagnosis
yang paling mungkin?
a. Ileus obstruktif letak tinggi dengan pneumoperitoneum
b. Ileus paralitik dengan asites
c. Ileus obstruktif letak rendah dengan asites
d. Ileus obstruktif letak rendah dengan pneumoperitoneum
e. Ileus paralitik dengan pneumoperitoneum
Medical Education Laboratory
INTUSUSEPSI
(INVAGINASI)
Definisi
•  segmen intestin masuk ke dalam lumen intestine
terdekat
• Sering menyebabkan ileus obstruktif pada anak <3
tahun
Manifestasi Klinis
CLASSIC TRIAD
• Vomit
– Awalnon-bilious
– Obstruksi intestinal
bilious (hijau)
• Nyeri abdomen kolik
• Red currant jelly stool
Pemeriksaan
• Dance sign: Massa seperti
sosis di hipokondrium
kanan (RUQ) dengan
kekosongan di RLQ
• RT: Portio like
Penunjang
USG (GOLD STANDARD)
target sign / doughnut /
bull’s eye
Barium enema
coiled spring
Medical Education Laboratory
VOLVULUS
Definisi
• Obstruksi yang disebabkan oleh
terpelintirnya usus komplikasi:
Iskemi
• Kelainan kongenital (malrotasi usus)
• GIT yang bisa terkena:
– Lambung
– Small intestine
– Kolon
– Rektum
– Paling sering: sekum / kolon
sigmoid
Manifestasi Klinis
• Nyeri perut
• Muntah hijau
• Tanda-tanda obstruksi
– Konstipasi
– Distensi abdomen
– Tidak bisa buang angin
Pemeriksaan Penunjang
Medical Education Laboratory
PERITONITIS
PERITONITIS AKUT
• Definisi: Reaksi inflamasi pada
membran serosa yang membatasi
rongga abdomen dan organ di
dalamnya.
• Klasifikasi:
• Primary: alcohol cirrhosis, ascites, TB
• Secondary: operasi, perforasi, trauma
• Etiologi: E.Coli, Pseudomonas,
Klabsiella
PERITONITIS AKUT
MANIFESTASI KLINIS:
• Nyeri perut diffuse
• Demam
• Takikardi
• Hipotensi
• Tanda dehidrasi
• Bising Usus (-)
KRITERIA DIAGNOSIS:
1. Cairan peritoneal keruh
2. WBC >100/mm3
3. 50% WBC berupa PMN
TATALAKSANA:
• Persiapan OP:
• Stabilisasi keadaan umum
• Puasa
• IV Line  resusitasi cairan; NGT;
keteterisasi
• Antibiotik broad spectrum IV
• Analgetik IV
• Operatif:
• Laparotomi eksplorasi
CHECK POINT
Pria 55 tahun ke IGD dengan keluhan utama nyeri seluruh perut
sejak 2 hari yang lalu. Nyeri dimulai di ulu hati kemudian nyeri
bertambah dan menyebar ke seluruh perut. Pasien memiliki riwayat
nyeri ulu hati selama 1 tahun dan selalu makan obat aspirin untuk
keluhan nyeri kepalanya. Pasien tampak berkeringat dan letargi. NT-
NL+DM+ perut kembung dan BU menurun batas paru hepar
menghilang. Tekanan darah 100/60 mmHg, nadi 110x/menit, suhu
38 C. Penyebab paling sering penyakit ini adalah?
a. Primary Peritonitis
b. Secondary Peritonitis
c. Tertiary Peritonitis
d. Faceal Peritonitis
e. Foreign Body Peritonitis
meduPEDIA
Akut
Abdomen
Appendicitis
Akut
Batu
Empedu
Pankreatitis
Peritonitis
Ileus
Intususepsi
Volvulus
TERIMA KASIH

3. AKUT ABDOMEN.pptx

  • 1.
  • 2.
    LEARNING OBJECTIVE • AkutAbdomen • Etiologi • Penilaian Klinis • Differential Diagnosis • Diagnosis dan Penatalaksanaan: o Apendisitis akut o Batu Empedu o Ileus o Intususepsi o Hernia o Pankreatitis Akut o Peritonitis Akut
  • 3.
    Pendahuluan • Akut abdomendidefinisikan sebagai rasa nyeri yang dirasakan pada bagian perut dan membutuhkan pertolongan dengan segera. • Kegawatan abdomen yang datang ke rumah sakit dapat berupa kegawatan bedah atau kegawatan non bedah. • Insiden nyeri abdomen akut dilaporkan berkisar 5–10% pada kunjungan pasien ke unit gawat darurat.
  • 4.
    Anatomi Abdomen • RegioAbdomen berdasarkan Kuadran: • Right Upper Quadrant • Left Upper Quadrant • Right Lower Quadrant • Left Lower Quadrant
  • 5.
    Anatomi Abdomen • RegioAbdomen berdasarkan Regio: • Epigastrik • Periumbilikal • Hipogastrik/suprap ubik
  • 6.
  • 7.
    Inervasi Abdomen Dorsal motor nucleus ofvagus Parasympathetic division Cranial Sacral
  • 8.
    Jenis-Jenis Nyeri • VisceralPain: Nyeri visceral sifat difus dan lokasi nyeri yang buruk, ambang batas tinggi, adaptasi yang lambat. • Stimuli: distensi, traksi, inflamasi, iskemia. • Parietal/Somatic Pain: Nyerinya lebih akut, tajam dan dapat ditentukan lokasinya. • Stimuli: iritasi peritoneum • Cardinal Sign: pain, guarding, Rebound, Absent bowel sound
  • 9.
    • Referred Pain:akibat adanya serabut saraf afferent yang menginervasi 2 organ yang letaknya berjauhan dan memiliki struktur berbeda secara anatomis , tetapi memiliki asal embriologik yang sama. • Shifting Pain: Lokasi nyeri saat onset harus dibedakan dengan lokasi nyeri yang sekarang dirasakan. Jenis-Jenis Nyeri
  • 10.
    Definisi & EtiologiAkut Abdomen Definisi: • “Keadaan klinik akibat kegawatan di rongga perut yang biasanya timbul mendadak dengan nyeri sebagai keluhan utama” Etiologi: • Infeksi: Appendisitis akut, Kolesistitis akut, Pankreatitis akut, Ulkus duodenum, • Perforasi: GI Tract (gaster, usus, apendiks), GU Tract (ureter) • Obstruksi: GI Tract (Ileus obstruktif, Volvulus, Hernia inkarserata, Ca Colon, intususepsi), GU Tract (batu, tumor), Vascular (thrombus mesenteric) • Perdarahan: Abdominal Aorta Aneurysm Rupture, Ruptur hati, limpa, trauma tajam
  • 11.
  • 12.
    Onset of Pain •Sudden Onset • Gradual Onset
  • 13.
  • 14.
  • 15.
    Perbandingan Karakteristik PenyebabUmum Kejadian Akut Abdomen
  • 16.
  • 17.
    Apendisitis akut • Definisi:Peradangan apendiks vermiformis dan merupakan penyebab tersering akut abdomen. • Patogenesis: obstruksi lumen o/ fecalith  terhambat saluran lymph  distensi apendiks  edema  diapedesis bakteri, obstruksi vena  supurasi akut  obstruksi arteri  gangrene  perforasi • Sering pada anak – dewasa muda • Komplikasi: perforasi apendiks  peritonitis
  • 18.
  • 19.
    Diagnosis 1-4: unlikely tebo acute appendicitis 5-6: Possible diagnosis appendicitis 7-8: Acute appendicitis present 9-10: Definite acute appendicitis requiring surgery
  • 20.
    Pemeriksaan Fisik Specific Signin Examination: Rovsing, Psoas, Obturator Sign (+)
  • 21.
  • 22.
    Radiological Exam: •USG: appendikolit(+), struktur tubular non-compressible, operator dependent •CT Scan hasil baik, non operator dependent, radiasi pada anak dan ibu hamil •Appendikogram: Barium swallow, jika hasil USG masih meragukan DDx: Intususepsi, diverkulitis, kehamilan ektopik, PID, Batu saluran kencing
  • 23.
  • 24.
  • 25.
    CHECKPOINT Seorang laki lakidatang ke UGD dengan keluhan nyeri perut. Awal nyeri perut sebelah kanan bawah. Keluhan disertai perut kembung, mual muntah, tidak nafsu makan dan demam. Hasil pemeriksan fisik : Bising sus menghilang, defans muskular (+). Berapa score alvarado pasien tersebut? a. 5 b. 5-7 c. >7 d. 15 e. >15
  • 26.
    CHECKPOINT Tn. Lim usia27 tahun dibawa ke IGD karena nyeri hebat pada perut kanan bawah sejak 6 jam yang lalu. Pasien mengatakan lebih nyaman saat tidur terlentang dan lutut ditekuk ke depan sedikit. Pada pemeriksaan ditemukan Psoas sign (+), Rovsing sign (+), Obturator sign (+). Tanda lain apakah yang diharapkan positif juga pada pasien ini? a. Ten Horn sign b. Murphy’s sign c. Blumberg sign d. Phren’s sign e. Reynold’s Pentad
  • 27.
  • 28.
    Definisi Kelainan hepatobilier kronisberulang akibat gangguan metabolisme kolesterol, bilirubin dan asam empedu sehingga terbentuk batu di kantung (kolelitiasis) dan saluran empedu (koledokolitiasis).
  • 29.
  • 30.
  • 31.
    Klasifikasi • Batu kolesterol(75%) • Batu pigmen • Batu campuran
  • 32.
    Manifestasi Klinis Charcot’s Triad: • RUQAbdominal Pain • Jaundice • Fever Reynold’s Pentad: • Charcot’s Triad • Shock • AMS
  • 33.
    Komplikasi CHARCOT’S TRIAD +hipotensi + perubahan status mental = REYNOD’S PENTAD
  • 34.
    Diagnosis 1. Tes fungsiliver 2. USG transabdominal 3. Magnetic Resonance Cholangiopancreatography (MRCP) jika USG menunjukkan dilatasi saluran empedu dan/atau tes fungsi liver abnormal 4. Endoscopic Ultrasound (EUS) jika MRCP gagal mengonfirmasi diagnosis
  • 36.
  • 37.
    Intervensi Farmakologis Ursodeoxycholic acid:menekan sintesis dan sekresi kolesterol oleh hati, menghambat absorbsi kolesterol dari usus. Indikasi: 1. Batu kolesterol atau campuran 2. Ukuran batu < 1.5 cm 3. Fungsi dan patensi kantung dan saluran empedu baik, begitu juga sirkulasi enterohepatik asam empedu.
  • 38.
    Seorang pria, 22tahun, datang dengan keluhan utama nyeri perut kanan bawah. Nyeri dirasakan sejak 1 jam yang lalu. Nyeri tekan (+), nyeri lepas (+), murphy sign (+). Apakah etiologi dari kasus diatas? a. Apendekolith b. Colelitolith c. Uterolitholith d. Cistolith e. Fecalith CHECKPOINT
  • 39.
    CHECK POINT Seorang wanitausia 40 tahun, perawakan gemuk, mengeluh sakit di abdomen kanan atas. Pasien tidak tampak jaundice. Pada pemeriksaan USG didapatkan kandung empedu ukuran membesar, tebal dinding 8 mm disertai gambaran ”double rims”, tampak bayangan hiperekhoik disertai posterior acoustik shadow ukuran 2 cm dan pluge intraluminal. Apakah diagnosis paling mungkin? a. Hidrops vesika fellae b. Tumor vesika fellae c. Kolesistitis akut dan koledokolitiasis d. Kolangitis akut dan kolelitiasis e. Kolesistitis akut dan kolelitiasis
  • 40.
  • 41.
    Definisi & Patofisiologi Peradanganakut, non-bakterial pada organ pankreas
  • 42.
    Etiologi Jejas di selasini pankreas akibat : (1) obstruksi duktus pankreatikus (terutama oleh migrasi batu empedu) (2) Stimulasi hormon kolesistokinin (CCK)mengaktivasi enzim pankreas (cth: pengaruh hipertrigliseridemia dan alkohol) (3) Iskemia (cth: pankreatitis akut pasca prosedur ERCP atau aterosklerosis) Jejas di sel asini Enzim autodigesti: enzim pankreas yang teraktivasi mencerna pankreas edema, kerusakan vaskular, perdarahan dan nekrosis organ pankreas
  • 43.
    Manifestasi Klinis • Nyeriperut atas menjalar ke punggung (bisa diperparah dengan makan makanan berlemak) • Perut bengkak dan nyeri • Mual muntah • Demam • Takikardi
  • 44.
    Pemeriksaan Fisik Pankreatitis nekrosisperdarahan retroperitoneal diskolorisasi kebiruan di kulit: • Turner sign – Ekimosis di RUQ • Cullen Sign – Ekimosis sekitar umbilikus
  • 45.
    Diagnosis • KRITERIA ATLANTA(2012): Pankreatitis akut (+) jika ada 2 dari 3 berikut: – Nyeri perut bagian atas – Peningkatan amilase / lipase >3x nilai batas normal – Hasil pemeriksaan imaging (USG/ CT scan atau MRI) sugestif ke arah pankreatitis • Tidak semua pasien susp.pankreatitis di CT scan (contrast-enhanced). Indikasi: – Apabila hasil pemeriksaan amilase–lipase atau USG masih diragukan – Menentukan tingkat keparahan pankreatitis akut dan mendeteksi adanya komplikasi lokal pankreatitis – Pemandu tindakan invasif minimal pada saat melakukan drainase cairan atau debris nekrotik
  • 46.
  • 47.
    Penatalaksanaan Pankreatitis Akut •Puasa • Pemasangan NG  nutrisi • Resusitasi cairan lewat IV Line • Pemberian PPI, H2 antagonis • Antibiotik broad spectrum IV • Kontrol nyeri dengan Pemberian analgesik IV
  • 48.
  • 49.
  • 50.
    CHECK POINT Seorang wanita50 tahun datang dengan keluhan nyeri perut kanan atas. Keluhan dirasakan sejak 2 hari dan dirasakan terus-menerus. Pasien juga mengeluhkan panas badan sejak 1 hari yang lalu, disertai mual dan muntah. Dari anamnesis didapatkan pasien sudah sering mengeluh nyeri perut kanan atas sebelumnya dan hilang timbul terutama jika makan makanan berlemak. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu febris, nadi 110x/menit, sklera tidak ikterik, pemeriksaan abdomen terdapat nyeri tekan di abdomen kanan atas. Laboratorium leukositosis 15.000/mm3. Setelah memikirkan diagnosis, anda memutuskan untuk merawat pasien. Bagaimanakah tatalaksana pasien ini? a. Pasien tidak dipuasakan, diberi analgetik, H2 blocker, antibiotik peka gram positif b. Pasien dipuasakan, pasang NGT, diberi analgesik, H2 blocker, dan antibiotik spektrum luas c. Pasien dipuasakan, pasang NGT, segera konsul ke dokter bedah untuk operasi cito d. Pasien tidak dipuasakan, diberi golongan obat antasida dan H2 blocker, dan amoksilin oral e. Pasien tidak dipuasakan, diberi analgetik, dan antibiotik spektrum luas
  • 51.
  • 52.
    Ileus Definisi Ileus: hambatanpasase usus Klasifikasi: • Obstruksi • Letak Tinggi (usus halus) • Letak Rendah (kolon) • Paralisis Etiologi Ileus Obstruksi: • Ekstralumen: karsinoma, hernia, adhesi, abses • Intrinsik dinding usus: tumor primer usus, intususepsi • Intralumen: impaksi fekal, enterolith Etiologi Ileus Paralisis: • Peritonitis • Pasca bedah adhesi • Trauma abdomen • Gangguan elektrolit • Obat-obatan spasmolitik
  • 53.
    Ileus Obstruktif vsParalisis Ileus Obstruktif Ileus Paralisis Distensi Proksimal tersumbat Semua bagian usus Udara Distal dari titik obstruksi Di seluruh usus Manifestasi Klinis Nyeri abdomen, muntah, distensi, konstipasi, awal gejala  bising usus meningkat u/ mengeluarkan isi sumbatan Kembung, mual, muntah, konstipasi, bising usus berkurang sampai hilang, nyeri menyeluruh, DM (+), distensi gaster – colon Peritonitis Jarang Berhubungan Preperitoneal Fat (+) (-) Gambaran Radiologis • Air fluid level pendek-pendek (+)  Step Ladder appearance • Dilatasi dinding usus di proksimal obstruksi • Pada letak tinggi: valvula conniventes terlihat jelas (+), string of pearls (+) • Letak rendah: haustra terlihat jelas (+) • Sentinel loop • Herring bone appearance • Air fluid level memanjang (+) • Dinding usus menebal
  • 54.
  • 55.
    Penatalaksanaan Ileus • PreOP: • Pemasangan NG  dekompresi • IV Line  resusitasi cairan dan koreksi keseimbangan elektrolit, memperbaiki keadaan umum • Pemasangan kateter urine • Antibiotik broad spectrum IV jika ditemukan tanda infeksi • Operatif: • Laparoskopi eksplorasi
  • 56.
    CHECKPOINT Seorang laki-laki datangke IGD dengan keluhan sakit di seluruh abdomen, perut terasa kembung dengan riwayat belum BAB sejak 4 hari yang lalu dan sulit buang angin sejak 3 hari yang lalu. Dilakukan BNO 3 posisi dan didapatkan gambaran usus (kolon dan usus halus) yang melebar di seluruh abdomen disertai penebalan dinding usus. Pada BNO tegak tampak gambaran fluid level (+) dan gambaran herring bone (+), tidak tampak gambaran udara di rongga pelvis dan tampak gambaran udara bebas di subdiafragma bilateral. Apakah diagnosis yang paling mungkin? a. Ileus obstruktif letak tinggi dengan pneumoperitoneum b. Ileus paralitik dengan asites c. Ileus obstruktif letak rendah dengan asites d. Ileus obstruktif letak rendah dengan pneumoperitoneum e. Ileus paralitik dengan pneumoperitoneum
  • 57.
  • 58.
    Definisi •  segmenintestin masuk ke dalam lumen intestine terdekat • Sering menyebabkan ileus obstruktif pada anak <3 tahun
  • 59.
    Manifestasi Klinis CLASSIC TRIAD •Vomit – Awalnon-bilious – Obstruksi intestinal bilious (hijau) • Nyeri abdomen kolik • Red currant jelly stool
  • 60.
    Pemeriksaan • Dance sign:Massa seperti sosis di hipokondrium kanan (RUQ) dengan kekosongan di RLQ • RT: Portio like
  • 61.
    Penunjang USG (GOLD STANDARD) targetsign / doughnut / bull’s eye Barium enema coiled spring
  • 62.
  • 63.
    Definisi • Obstruksi yangdisebabkan oleh terpelintirnya usus komplikasi: Iskemi • Kelainan kongenital (malrotasi usus) • GIT yang bisa terkena: – Lambung – Small intestine – Kolon – Rektum – Paling sering: sekum / kolon sigmoid
  • 64.
    Manifestasi Klinis • Nyeriperut • Muntah hijau • Tanda-tanda obstruksi – Konstipasi – Distensi abdomen – Tidak bisa buang angin
  • 65.
  • 66.
  • 67.
    PERITONITIS AKUT • Definisi:Reaksi inflamasi pada membran serosa yang membatasi rongga abdomen dan organ di dalamnya. • Klasifikasi: • Primary: alcohol cirrhosis, ascites, TB • Secondary: operasi, perforasi, trauma • Etiologi: E.Coli, Pseudomonas, Klabsiella
  • 68.
    PERITONITIS AKUT MANIFESTASI KLINIS: •Nyeri perut diffuse • Demam • Takikardi • Hipotensi • Tanda dehidrasi • Bising Usus (-) KRITERIA DIAGNOSIS: 1. Cairan peritoneal keruh 2. WBC >100/mm3 3. 50% WBC berupa PMN TATALAKSANA: • Persiapan OP: • Stabilisasi keadaan umum • Puasa • IV Line  resusitasi cairan; NGT; keteterisasi • Antibiotik broad spectrum IV • Analgetik IV • Operatif: • Laparotomi eksplorasi
  • 69.
    CHECK POINT Pria 55tahun ke IGD dengan keluhan utama nyeri seluruh perut sejak 2 hari yang lalu. Nyeri dimulai di ulu hati kemudian nyeri bertambah dan menyebar ke seluruh perut. Pasien memiliki riwayat nyeri ulu hati selama 1 tahun dan selalu makan obat aspirin untuk keluhan nyeri kepalanya. Pasien tampak berkeringat dan letargi. NT- NL+DM+ perut kembung dan BU menurun batas paru hepar menghilang. Tekanan darah 100/60 mmHg, nadi 110x/menit, suhu 38 C. Penyebab paling sering penyakit ini adalah? a. Primary Peritonitis b. Secondary Peritonitis c. Tertiary Peritonitis d. Faceal Peritonitis e. Foreign Body Peritonitis
  • 70.
  • 71.

Editor's Notes

  • #26 Nyeri RUQ: 2 Mual dan Muntah: 1 Tidak nafsu makan: 1 Demam: 1 A. 5
  • #27 C. Blumberg sign Phren sign: diangkat nyeri hilang -> + Ten horn sign:
  • #33 Charcot’s Triad: Jaundice, RUQ abdominal pain, fever Reynold’s Pentad: Charcot + Syok + AMS
  • #40 E. Kolesistitis akut dan kolelitiasis
  • #49 APACHE (Acute Physiology And Chronic Health Evaluation) BISAP pancreatic mortality
  • #50 Endoscopic retrograde cholangiopancreatography (ERCP)
  • #51 B. Pasien dipuasakan, pasang NGT, diberi analgesik, H2 blocker, dan antibiotik spektrum luas
  • #54 The valvulae conniventes, also known as Kerckring folds, plicae circulares or just small bowel folds, are the mucosal folds of the small intestine, starting from the second part of the duodenum, they are large and thick at the jejunum and considerably decrease in size distally in the ileum to disappear entirely in the distal ileal bowel loops. The haustral folds represent folds of mucosa within the colon. They are formed by circumferential contraction of the inner muscular layer of the colon.
  • #57 E. Ileus paralitik dengan pneumoperitoneum
  • #70 B. Secondary Peritonitis