Jaundice
Definition
• French word “jaune”  yellow
• Yellow staining of the skin, sclera, mucous membrane by bilirubin
(>3mg/dL)
• Bilirubin  breakdown product of heme rings
• Unconjugated
• Conjugated
Jaundice
prehepatic
intrahepatic
posthepatic
Hemolytic anemia
Spherocytosis
G6PD
Autoimmune
Drugs
Hemoglobin defects
Gilbert’s Syndrome
Cholestasis
Obstruction
Obstruction
Hepatitis
Symptoms
• Fever
• Fatigue
• Loss of apetite
• Nausea
• Vomiting
• Abdominal pain
• Gray-colored stool
• Jaundice
Hepatitis A Hepatitis B Hepatitis C
Transmission Fecal-oral Blood, semen Blood
Serologic Test IgM anti-HAV HBsAg, IgM anti-HBc HCV RNA, anti-HCV
Severity Rarely fatal Rarely fatal, 15-25%
develop chronic liver
disease;
1800 deaths
60-70% develop chronic
liver disease;
17000 deaths
Treatment Supportive Supportive; monitor,
antiviral
Antiviral, supportive; direct
acting antiviral
Vaccines 2 doses given 6 months
apart
Infants and children : 3-4
doses
Adults : 3 doses given over
a 6 months period
----
Hemolytic Anemia
Hemolytic Anemia
Definition Destruction or removal of red blood cells from the circulation before their normal
life span of 120 days
Signs and symptoms Dyspnea, fatigue, dark urine, jaundice or pale, enlarged spleen, leg ulcer
Diagnosis Laboratory (reticulocytosis), peripheral blood smear
Treatment Corticosteroid, blood transfusion, splenectomy
GAMBARAN LABORATORIUM
TES FUNGSI HATI HASIL
Aminotransferase N/↑  AST > ALT
Alkali Phopatase ↑
GGT ↑
Bilirubin N ↑
Albumin ↓
Globulin ↑
Waktu protrombin ↑
Natrium serum ↓
IPD edisi V jilid I bab 104 9
PERUBAHAN PROTEIN SERUM PADA PENYAKIT HATI
ALBUMIN α-GLOBULIN β-GLOBULIN γ-GLOBULIN
Hepatitis
Akut
N/↓ N/↑ ↑
↑↑
(IgG dan IgM)
Hepatitis
Kronik Aktif
↓↓↓ N ↑↑ ↑↑↑ (IgG)
Sirosis
Laennec
↓↓↓ N ↑
↑↑↑
(IgM dan IgA)
N = Normal
↓ = turun sedikit
↓↓ = turun sedang
↓↓↓ = turun banyak
10
Batu Empedu
Batu empedu adalah timbunan kristal di dalam kandung empedu atau di dalam
saluran empedu
Faktor Predisposisi
1. Perubahan komposisi
empedu
2. Statis empedu
3. Infeksi bakteri
Gejala
-Nyeri di perut atas atau
epigastrium
-Nyeri di perut atas
berlangsung >30 menit dan
kurang dari 12 jam
-Jaundice
-Biasa disertai mual dan
muntah
Klasifikasi menurut
gambaran makroskopik
1.Batu kolesterol
2.Batu pigmen
-coklat
-hitam
Pemeriksaan
-Fisik : murphy sign (+)
-Penunjang : lab, USG
ERCP,MRCP,
kolesistografi, EUS
Penatalaksanaan
-Farmako (terapi
simptomatis)
-Non farmako :
Kolesistektomi
laparoskopik
KOLELITIASIS
• Kolelitiasis adalah timbunan kristal di dalam kandung
empedu atau di dalam saluran empedu atau keduanya
(buku ajar patologi)
• Sinonim: batu empedu, gallstones, biliary
calculus
• Batu yang ditemukan di dalam kandung empedu
disebut kolesistolitiasis, sedangkan batu di dalam
saluran empedu disebut koledokolitiasis.
Buku ajar bedah de jong
KLASIFIKASI BATU EMPEDU
Jenis kolesterol hitam Coklat
Lokasi Vesica biliaris,
duktus
Vesica biliaris,
duktus
Duktus
Unsur utama kolesterol Bilirubin, garam
kalsium
Kalsium
Konsistensi Kristal dengan inti keras Lunak, rapuh
% radio-opak 15% 60% 0%
Penyerta
Infeksi jarang jarang Biasa
Penyakit lain Hemolisis, sirosis Obstruksi saluran
empedu sebagian
menahun
Diagnosis Kolelitiasis
• USG : pencitraan pilihan utama untuk mendiagnosis batu
kandung empedu (sensitivitas >95%), tetapi (-) sensitif untuk
batu di saluran empedu (18-74%)
• CT-Scan
• EUS : sensitivitas 97% dalam mendeteksi batu saluran empedu,
daripada CT-Scan dan USG
• MRCP : teknik pencitraan dengan gema magnet tanpa zat
kontras, instrumen, dan radiasi ion. Metode ini cocok untuk
mendiagnosis batu saluran empedu (intensitas sinyal rendah →
batu saluran empedu)
Tatalaksana Kolelitiasis
1. Kolelitiasis simtomatik : kolesistektomi laparoskopik
(pengganti kolesistektomi terbuka/laparotomi)
→ Laparotomi dilakukan bila gagal/tidak memungkinkan dengan
teknik di atas
→ Komplikasi cedera saluran empedu dari teknik di atas pada
tahap belajar, dapat diatasi dengan pemasangan stent atau
kateter nasobilier dengan ERCP
2. Non-operatif : ERCP terapeutik dengan melakukan
sfingterotomi endoskopik (khusus lansia dengan batu saluran
empedu residif atau tertinggal pasca kolesistektomi; dan pasien
risiko tinggi terhadap komplikasi operasi saluran empedu)
16
Terapi medikamentosa
• Simptomatik: indometasin/ sodium diclofenac 
mengurangi nyeri kolik bilier
• Ursodeoxycholic acid (UDCA) & chenodeoxycholic acid
(CDCA). UDCA  mengurangi penyerapan kolesterol di
usus. CDCA  mengurangi sintesis kolesterol di hati.
• Disolusi batu kolesterol 90 % bila batu < 5 mm dan 50 %
diameter batu 5-10 mm.
• Terapi 6 bulan – 2 tahun
17
Diet pada penyakit kandung empedu
• Rendah lemak
• Cukup kalori, protein dan hidrat arang. Bila terlalu gemuk
jumlah kalori dikurangi.
• Cukup mineral dan vitamin  vitamin larut lemak dalam
bentuk larut air
• Tinggi cairan  mencegah dehidrasi
• Makanan yang tidak merangsang
• Terapi gizi
• Keadaan akut  istirahatkan KE  NPO sampai gejala
mereda
• Bertahap: makanan cair rendah lemak  padat rendah
lemak
• Kronis: batasi asupan lemak
• Beri asupan serat utk mengikat kelebihan as. Empedu, &
vit. Larut lemak dalam bentuk larut air
Kolesistitis akut
• Radang kandung empedu (kolesistitis akut)  reaksi inflamasi akut
dinding kandung empedu yg disertai nyeri perut kanan atas, nyeri
tekan & demam
• Kolestistitis akut tanpa batu disebut kolesistitis akalkulosa, biasa
ditemukan pascabedah
Faktor Resiko & Etiologi
• Faktor resiko:
• Stasis cairan empedu
• Infeksi kuman
• Iskemia kandung empedu
• Etiologi:
• Batu kandung empedu di ductus cystikus yg mnyebabkan
statis cairan empedu
• Akalkulus (tanpa adanya batu empedu)
• Infeksi
• Sumbatan krn keganasan kandung empedu
• Komplikasi penyakit lain (demam tifoid, DM)
• Faktor yg mmpngaruhi statis di duktus sistikus yg
mnyebabkan kolesistitis akut :
• Kepekatan cairan empedu
• Kolestrol
• Lisolesitin
• Prostaglandin yg merusak lapisan mukosa dinding kandung
empedu yg diikuti oleh reaksi inflamasi & supurasi
Gejala klinis
• Keluhan yg khas dari kolesistitis akut
• kolik perut di sebelah kanan atas epigastrium
• Nyeri tekan
• Demam
• Rasa sakit menjalar ke pundak/skapula kanan & brlangsung
sampai 60 mnt tnpa reda (kadang2)
• Pasien kolesistitis akut umumnya  perempuan,
gemuk & usia > 40 thn
Pemeriksaan
Akut Kronik
Pemeriksaan fisik Teraba masa
Nyeri tekan di sertai tanda2
peritonitis (Murphy sign)
Nyeri tekan di sertai tanda2
peritonitis (Murphy sign)
Ikterus Ikterus
Pemeriksaan
laboratorium
Leukositosis
Peninggian serum
transaminase dan fosfatase
alkali
Diagnosis USG Kolesistografi oral
Skintigrafi USG
CT-scan Kolangiografi
Sonografi ERCP
Pengobatan
Akut Kronik
Umum Istirahat total Kolesistektomi
Pemberian nutrisi
parenteral
Diet ringan
Farmakologi
*penghilang rasa
nyeri
Petidin
Antispasmodik
* Antibiotik (cegah
komplikasi)
Ampisilin
Sefalosporin
Metrodinazole
Prognosis
• Penyembuhan spontan (85% kasus) namun dinding KE menebal, fibrotik, penuh dengan
batu dan tidak berfungsi lagi.
• Dapat terjadi kolesistitis rekuren
• Kolesistitis dapat berkembang menjadi :
• Gangren
• Empiema
• Perforasi kandung empedu
• Fistel
• Abses hati
• Peritonitis umum
Komplikasi diatas dapat dicegah dengan pemberian antibiotik yang adekuat pada awal
serangan.
• Tindakan bedah akut pada pasien usia lanjut (>75 tahun) memilki prognosis yang buruk.

KKD etika.pptx

  • 1.
  • 2.
    Definition • French word“jaune”  yellow • Yellow staining of the skin, sclera, mucous membrane by bilirubin (>3mg/dL) • Bilirubin  breakdown product of heme rings • Unconjugated • Conjugated
  • 3.
  • 4.
  • 5.
    Symptoms • Fever • Fatigue •Loss of apetite • Nausea • Vomiting • Abdominal pain • Gray-colored stool • Jaundice
  • 6.
    Hepatitis A HepatitisB Hepatitis C Transmission Fecal-oral Blood, semen Blood Serologic Test IgM anti-HAV HBsAg, IgM anti-HBc HCV RNA, anti-HCV Severity Rarely fatal Rarely fatal, 15-25% develop chronic liver disease; 1800 deaths 60-70% develop chronic liver disease; 17000 deaths Treatment Supportive Supportive; monitor, antiviral Antiviral, supportive; direct acting antiviral Vaccines 2 doses given 6 months apart Infants and children : 3-4 doses Adults : 3 doses given over a 6 months period ----
  • 7.
  • 8.
    Hemolytic Anemia Definition Destructionor removal of red blood cells from the circulation before their normal life span of 120 days Signs and symptoms Dyspnea, fatigue, dark urine, jaundice or pale, enlarged spleen, leg ulcer Diagnosis Laboratory (reticulocytosis), peripheral blood smear Treatment Corticosteroid, blood transfusion, splenectomy
  • 9.
    GAMBARAN LABORATORIUM TES FUNGSIHATI HASIL Aminotransferase N/↑  AST > ALT Alkali Phopatase ↑ GGT ↑ Bilirubin N ↑ Albumin ↓ Globulin ↑ Waktu protrombin ↑ Natrium serum ↓ IPD edisi V jilid I bab 104 9
  • 10.
    PERUBAHAN PROTEIN SERUMPADA PENYAKIT HATI ALBUMIN α-GLOBULIN β-GLOBULIN γ-GLOBULIN Hepatitis Akut N/↓ N/↑ ↑ ↑↑ (IgG dan IgM) Hepatitis Kronik Aktif ↓↓↓ N ↑↑ ↑↑↑ (IgG) Sirosis Laennec ↓↓↓ N ↑ ↑↑↑ (IgM dan IgA) N = Normal ↓ = turun sedikit ↓↓ = turun sedang ↓↓↓ = turun banyak 10
  • 11.
    Batu Empedu Batu empeduadalah timbunan kristal di dalam kandung empedu atau di dalam saluran empedu Faktor Predisposisi 1. Perubahan komposisi empedu 2. Statis empedu 3. Infeksi bakteri Gejala -Nyeri di perut atas atau epigastrium -Nyeri di perut atas berlangsung >30 menit dan kurang dari 12 jam -Jaundice -Biasa disertai mual dan muntah Klasifikasi menurut gambaran makroskopik 1.Batu kolesterol 2.Batu pigmen -coklat -hitam Pemeriksaan -Fisik : murphy sign (+) -Penunjang : lab, USG ERCP,MRCP, kolesistografi, EUS Penatalaksanaan -Farmako (terapi simptomatis) -Non farmako : Kolesistektomi laparoskopik
  • 12.
    KOLELITIASIS • Kolelitiasis adalahtimbunan kristal di dalam kandung empedu atau di dalam saluran empedu atau keduanya (buku ajar patologi) • Sinonim: batu empedu, gallstones, biliary calculus • Batu yang ditemukan di dalam kandung empedu disebut kolesistolitiasis, sedangkan batu di dalam saluran empedu disebut koledokolitiasis. Buku ajar bedah de jong
  • 13.
    KLASIFIKASI BATU EMPEDU Jeniskolesterol hitam Coklat Lokasi Vesica biliaris, duktus Vesica biliaris, duktus Duktus Unsur utama kolesterol Bilirubin, garam kalsium Kalsium Konsistensi Kristal dengan inti keras Lunak, rapuh % radio-opak 15% 60% 0% Penyerta Infeksi jarang jarang Biasa Penyakit lain Hemolisis, sirosis Obstruksi saluran empedu sebagian menahun
  • 14.
    Diagnosis Kolelitiasis • USG: pencitraan pilihan utama untuk mendiagnosis batu kandung empedu (sensitivitas >95%), tetapi (-) sensitif untuk batu di saluran empedu (18-74%) • CT-Scan • EUS : sensitivitas 97% dalam mendeteksi batu saluran empedu, daripada CT-Scan dan USG • MRCP : teknik pencitraan dengan gema magnet tanpa zat kontras, instrumen, dan radiasi ion. Metode ini cocok untuk mendiagnosis batu saluran empedu (intensitas sinyal rendah → batu saluran empedu)
  • 15.
    Tatalaksana Kolelitiasis 1. Kolelitiasissimtomatik : kolesistektomi laparoskopik (pengganti kolesistektomi terbuka/laparotomi) → Laparotomi dilakukan bila gagal/tidak memungkinkan dengan teknik di atas → Komplikasi cedera saluran empedu dari teknik di atas pada tahap belajar, dapat diatasi dengan pemasangan stent atau kateter nasobilier dengan ERCP 2. Non-operatif : ERCP terapeutik dengan melakukan sfingterotomi endoskopik (khusus lansia dengan batu saluran empedu residif atau tertinggal pasca kolesistektomi; dan pasien risiko tinggi terhadap komplikasi operasi saluran empedu)
  • 16.
    16 Terapi medikamentosa • Simptomatik:indometasin/ sodium diclofenac  mengurangi nyeri kolik bilier • Ursodeoxycholic acid (UDCA) & chenodeoxycholic acid (CDCA). UDCA  mengurangi penyerapan kolesterol di usus. CDCA  mengurangi sintesis kolesterol di hati. • Disolusi batu kolesterol 90 % bila batu < 5 mm dan 50 % diameter batu 5-10 mm. • Terapi 6 bulan – 2 tahun
  • 17.
    17 Diet pada penyakitkandung empedu • Rendah lemak • Cukup kalori, protein dan hidrat arang. Bila terlalu gemuk jumlah kalori dikurangi. • Cukup mineral dan vitamin  vitamin larut lemak dalam bentuk larut air • Tinggi cairan  mencegah dehidrasi • Makanan yang tidak merangsang
  • 18.
    • Terapi gizi •Keadaan akut  istirahatkan KE  NPO sampai gejala mereda • Bertahap: makanan cair rendah lemak  padat rendah lemak • Kronis: batasi asupan lemak • Beri asupan serat utk mengikat kelebihan as. Empedu, & vit. Larut lemak dalam bentuk larut air
  • 19.
    Kolesistitis akut • Radangkandung empedu (kolesistitis akut)  reaksi inflamasi akut dinding kandung empedu yg disertai nyeri perut kanan atas, nyeri tekan & demam • Kolestistitis akut tanpa batu disebut kolesistitis akalkulosa, biasa ditemukan pascabedah
  • 20.
    Faktor Resiko &Etiologi • Faktor resiko: • Stasis cairan empedu • Infeksi kuman • Iskemia kandung empedu • Etiologi: • Batu kandung empedu di ductus cystikus yg mnyebabkan statis cairan empedu • Akalkulus (tanpa adanya batu empedu) • Infeksi • Sumbatan krn keganasan kandung empedu • Komplikasi penyakit lain (demam tifoid, DM)
  • 21.
    • Faktor ygmmpngaruhi statis di duktus sistikus yg mnyebabkan kolesistitis akut : • Kepekatan cairan empedu • Kolestrol • Lisolesitin • Prostaglandin yg merusak lapisan mukosa dinding kandung empedu yg diikuti oleh reaksi inflamasi & supurasi
  • 22.
    Gejala klinis • Keluhanyg khas dari kolesistitis akut • kolik perut di sebelah kanan atas epigastrium • Nyeri tekan • Demam • Rasa sakit menjalar ke pundak/skapula kanan & brlangsung sampai 60 mnt tnpa reda (kadang2) • Pasien kolesistitis akut umumnya  perempuan, gemuk & usia > 40 thn
  • 23.
    Pemeriksaan Akut Kronik Pemeriksaan fisikTeraba masa Nyeri tekan di sertai tanda2 peritonitis (Murphy sign) Nyeri tekan di sertai tanda2 peritonitis (Murphy sign) Ikterus Ikterus Pemeriksaan laboratorium Leukositosis Peninggian serum transaminase dan fosfatase alkali Diagnosis USG Kolesistografi oral Skintigrafi USG CT-scan Kolangiografi Sonografi ERCP
  • 24.
    Pengobatan Akut Kronik Umum Istirahattotal Kolesistektomi Pemberian nutrisi parenteral Diet ringan Farmakologi *penghilang rasa nyeri Petidin Antispasmodik * Antibiotik (cegah komplikasi) Ampisilin Sefalosporin Metrodinazole
  • 25.
    Prognosis • Penyembuhan spontan(85% kasus) namun dinding KE menebal, fibrotik, penuh dengan batu dan tidak berfungsi lagi. • Dapat terjadi kolesistitis rekuren • Kolesistitis dapat berkembang menjadi : • Gangren • Empiema • Perforasi kandung empedu • Fistel • Abses hati • Peritonitis umum Komplikasi diatas dapat dicegah dengan pemberian antibiotik yang adekuat pada awal serangan. • Tindakan bedah akut pada pasien usia lanjut (>75 tahun) memilki prognosis yang buruk.