dr. Dea Ardelia Putri
Pembimbing:
dr. M. Perdana Airlangga, Sp.JP
dr. Bonni Sarta Pratidina, Sp.B. M.Ked.Klin
SITI KHODIJAH MUHAMMADIYAH HOSPITAL SEPANJANG -
SIDOARJO
LAPORAN KASUS
Apendisitis Akut
IDENTITAS
• Nama : Tn. S
• Usia : 25 tahun
• Alamat : Sidoarjo
• Tanggal pemeriksaan : 20 Desember 2021
Pasien datang ke IGD RSSK 20 Desember 2021 pukul
11.45
ANAMNESIS
• KU: Nyeri perut kanan bawah
Pasien datang dengan keluhan nyeri perut kanan bawah sejak 2 hari yang
lalu yang memberat pada hari ini. Nyeri awalnya dirasakan sekitar ulu hati
namun lama kemudian berpindah ke perut kanan bawah. Pasien juga
mengeluhkan rasa mual dan sempat muntah sebanyak 2x disertai nafsu
makan yang menurun sebelum masuk rumah sakit. Pasien mengeluhkan
juga demam Ketika nyeri perut muncul. Pasien baru pertama kali
merasakan seperti ini.
ANAMNESIS
• Riwayat penyakit terdahulu :
Hipertensi (-), Diabetes mellitus (-)
• Riwayat penyakit keluarga :
Hipertensi (-), Diabetes mellitus (-)
PEMERIKSAAN FISIK
• KU : tampak sakit sedang
• KS : compos mentis (GCS : E4M6V5)
• TTV
â–Ş BP : 110/70 mmHg
â–Ş HR : 90 x/m
â–Ş RR : 20 x/m
▪ T : 38 °C
STATUS GENERALIS
• Kepala dan wajah : bentuk normosefali, tanpa deformitas
• Mata : konjungtiva pucat (-/-), pupil isokor 2
mm, RCL +/+, RCTL +/+
• Telinga : bentuk normal
• Hidung : bentuk normal
STATUS GENERALIS
• Thoraks :
â–Ş I : bentuk dan pergerakan simetris saat statis dan
dinamis
â–Ş P : chest expansion simetris. Tactile vocal
fremitus sama kanan dan kiri
â–Ş P: sonor di seluruh paru
â–Ş A: ronkhi (-/-), wheezing (-/-), murmur (-/-)
STATUS GENERALIS
• Abdomen :
â–Ş I : bentuk datar
â–Ş A: BU (+)
â–Ş P : timpani di seluruh lapang abdomen
â–Ş P : defans muskular (-), Nyeri tekan titik Mc
Burney (+), Nyeri lepas(+), Rovsing sign (+)
STATUS GENERALIS
• Abdomen :
â–Ş Pemeriksaan tambahan:
• Psoas sign (Tidak dilakukan)
• Obturator Sign (+)
STATUS GENERALIS
• Ekstremitas atas :
Akral hangat, CRT < 2 detik, edema (-/-)
• Ekstremitas bawah :
Akral hangat, CRT < 2 detik, edema (-/-)
DIAGNOSIS
• Diagnosis Kerja : Akut abdomen susp. Apendisitis Akut
• Planning Diagnosis:
1. Pemeriksaan Lab
2. USG Abdomen
PEMERIKSAAN LABORATORIUM
(20/12/2020)
Pemeriksaan Hasil Nilai Normal
Hb 14,3 11,5-16,5g/dL
Hct 42,5 37-45 g/dl
WBC 15.960 3.370 – 10.000/uL
PLT 270.000 150.000 – 450.000
GDA 103 0-200 mg/dl
Yang Dinilai Skor
Gejala
Nyeri alih
Anoreksia
Mual/Muntah
1
-
1
Tanda
Nyeri tekan Mc Burney
Nyeri lepas
Demam
2
1
1
Laboratorium Leukositosis
Neutrofil bergeser ke kiri
1
-
Skor Total 7
Skor 5-7 :Dipertimbangkan kemungkinan diagnosis apendisitis akut
USG
Nyeri tekan Mc Burney
(+), Tampak bowel blind
dengan diameter 9mm
membentuk gambaran
target sign. Cairan bebas
(-)
Kesan:
Menyokong appendicitis
Akut
PLANNING TERAPI
• IVFD RL 14 tpm
• Inj. Pantoprazole 2x40 mg
• Rencana Cito Appendictomy
• Pemberian AB pre-OP Ceftriaxone 2 gr, skin test
• Drip Dexketoprofen 3x1 dalam Pz 100 cc
DIAGNOSIS
• Diagnosis akhir : Apendisitis Akut
DURANTE OPERASI
(20/12/2021)
Diagnosa
• Pra bedah:
Appendisitis Akut
• Pasca Bedah
Appendisitis Akut
Tanggal Operasi Waktu Operasi
20/12/2021
Mulai Operasi Selesai Operasi Lama Operasi
17:00 18:00 60 Menit
Tindakan Operasi:
Appendectomy
Golongan
Operasi
Jenis Operasi Urgensi Operasi
Besar Bersih Kontaminasi Cito
1. Persiapan Operasi Inform Concent ada, AB Profilaksis Ceftriaxone 2 gr
2. Posisi Pasien Supine, dalam pengaruh anastesi
3. Desinfeksi Providone Iodine
4. Insisi kulit dan
pembukaan
Inisisi Mc Burney sampai buka peritoneum
5. Pendapatan pada
explorasi
Didapatkan appendix letak retrocaecal, edema, hiperemis,
diameter 1cm, panjang 8cm, tidak perforasi, teraba fecalith
6. Deskripsi/Uraian Operasi
Dilakukan:
- Appendectomy
- Rawat perdarahan
7. Komplikasi -
8. Penutupan lapangan
operasi
Luka operasi dijahit lapis demi lapis
9 . Implant -
10. Jumlah Perdarahan Kurang lebih 5 ml
11. Tranfusi Tidak
12. PA Tidak
13. Drain Tidak
14. Advice terapi Post OP
- Infus PZ 1500 ml/24 jam
- Injeksi Ceftriaxone 2 x 1 gr
- Drip Dexketoprofen 3x1 amp dalam PZ 100ml
- Injeksi Pantoprazole 2 x 40 mg
- Jika pasien sadar, pulih baik-> Boleh Pulang
- Jika tidak apa-apa -> Diet bebas
SPESIMEN
Tanggal Subjective Objective Assesment Planning
21/12/2021 Nyeri Pasca
Operasi
KU: Baik
GCS 456
I: Dressing (+)
A: BU (+)
P: Pekak Hepar (+)
P: Nyeri tekan luka jahit
(+)
Post
Appendectomy
E.C. Appendisitis
Akut
- Terapi lanjut
- Mobilitas sampai dapat berdiri
- Diet bebas tinggi protein
22/12/2021 Keluhan
Membaik
KU: Baik
GCS 456
I: Dressing (+)
A: BU (+)
P: Pekak Hepar (+)
P: Nyeri tekan luka jahit
(+)
Post
Appendectomy
E.C. Appendisitis
Akut
â–Ş ACC KRS
â–Ş Rawat luka dengan Gentamicin
cream sebelum KRS
â–Ş Obat Pulang:
âś” Cefixime 2x100mg
âś” As. Mefenamat 3 x 500mg
âś” Gentamicin cream untuk rawat luka
setiap hari
âś” Kontrol poli bedah
FOLLOW UP AR-RAUDOH
APPENDISITIS AKUT
PENDAHULUAN
Appendicitis adalah peradangan pada
organ appendix vermiformis
Salah satu penyebab
keadaan bedah
emergensi terbanyak
Insiden terbanyak terjadi
pada usia 10 – 30 tahun
Angka komplikasi
berupa perforasi
appendix diikuti dengan
peritonitis generalisata
cukup tinggi.
Diduga berkaitan
dengan pola makan
yang semakin rendah
serat
APPENDIX
• Organ yang berbentuk
tabung panjang dan
sempit.
• Panjangnya ± 10cm
(kisaran 3-15cm) dan
berpangkal di caecum.
• Pada posisi yang lazim,
apendiks terletak pada
regio abdomen kanan
bawah di titik McBurney
HELMUT (1988)
• Terdapat variasi letak
a. Posisi retrocecal
(65%)
a. Posisi pelvic (31 %)
b. Posisi paracolica
(2%)
d. Posisi preileal (1%)
e. Posisi post ileal
(1%)
Parasimpatis
• Berasal dari
cabang N.
Vagus
Simpatis
• Berasal dari N.
Thoracalis X
• berasal dari A.
Appendicularis
Vaskularisas
i
Appendiks menghasilkan lendir
sebanyak 1-2 ml per hari
PERSYARAFAN DAN
VASKULAR
Laki-laki 1,4x lebih
banyak
dibandingkan
perempuan
Lebih rendah pada
negara dengan
budaya konsumsi
makanan tinggi serat
SERING
PADA
UMUR 10-
19 TAHUN
EPIDEMIOLOGI
Etiologi
Peranan
Lingkungan
diet
MAKANAN
RENDAH SERAT
DAN
PENGARUH
KONSTIPASI
higiene
Peranan
Obstruksi
Fekalit merupakan penyebab
terjadinya obstruksi lumen
Megakolon kongenital
Erosi mukosa apendiks karena parasit
seperti Entamoeba hystolityca dan benda
asing
ETIOLOGI
PATOGE
NSIS
ANAMNESA
Pemeriksaan
Fisik
Pemeriksaan
Penunjang
Diagnosis
DIAGNOSIS
GEJALA KLINIS
nyeri samar-samar dan tumpul di daerah
epigastrium di sekitar umbilikus atau periumbilikus
mual dan kadang ada muntah
nyeri akan berpindah ke kuadran kanan bawah,
ke titik Mc Burney
mengeluh sakit perut bila berjalan atau batuk
demam ringan, dengan suhu sekitar 37,5 -38,5o C
ALVARADO SCORE
Yang Dinilai Skor
Gejala Nyeri beralih pada fossa iliaca
kanan
Anoreksia
Mual/muntah
Nyeri tekan Mc burney
1
1
1
2
Tanda Nyeri lepas
Demam
1
1
Laboratoriu
m
Leukositosis
Neutrofil bergeser kekiri
2
1
Skor Total 10
Bila:
âś” Skor 1-4 : Tidak
dipertimbangkan
mengalami
apendisitis akut
âś” Skor 5-7
:Dipertimbangkan
kemungkinan
diagnosis apendisitis
akut
âś” Skor 8-10 : Hampir
definitif mengalami
apendisitis akut
• Pada appendicitis akut biasanya ditemukan distensi perut
Inspeksi
• Nyeri tekan Mc Burney
• Nyeri lepas Mc Burney
• Defans muscular
• Rovsing Sign
Palpasi
• Khusus untuk appendicitis kronis tipe Reccurent/Interval
Appendicitis tidak ada defans muscular sedangkan untuk yang
tipe Reccurent Appendicular Colic ditemukan nyeri tekan di
apendiks.
PEMERIKSAAN FISIK
PSOAS SIGN
OBTURATOR SIGN
• Leukositosis ringan berkisar antara
10.000-18.000/ mm3
• CRP (C-Reactive Protein) > 8
mcg/mL
• persentase neutrofil ≥ 75%
• Pemeriksaan urine 🡪
menyingkirkan kemungkinan
ISK
Laboratorium
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Foto polos abdomen
• Jarang membantu
diagnosis
Appendicitis acuta
• Tetapi dapat
sangat bermanfaat
untuk
menyingkirkan
diagnosis banding
CT Scan
• Sama atau lebih akurat
daripada USG, tapi jauh
lebih mahal
• Karena alasan biaya
dan efek radiasinya, CT
Scan diperiksa terutama
saat dicurigai adanya
Abscess appendix
untuk melakukan
percutaneous drainage
secara tepat
PEMERIKSAAN RADIOLOGI
Gambaran CT Scan abdomen: Penebalan Appendix
(panah) dengan appendicolith1)
• Sensitifitasnya sebesar
78%-96% dan
spesifitasnya sebesar
85%-98%.
• Penilaian dikatakan positif
bila tanpa kompresi ukuran
anterior-posterior
Appendix 6 mm atau lebih
USG
PERBANDINGAN USG DAN CT SCAN
APPENDIX PADA APPENDICITIS
USG CT Scan Appendix
Sensitivitas 85% 90-100%
Spesifitas 92% 95-97%
Penggunaan Evaluasi pasien pada pasien
Appendicitis
Evaluasi pasien pada pasien
Appendicitis
Keuntungan Aman
Relatif murah
Dapat menyingkirkan
penyakit pelvis pada wanita
Lebih baik pada anak-anak
Lebih akurat
Lebih baik dalam
mengidentifikasi
Appendix normal,
phlegmon dan abscess
Kerugian Tergantung operator
Secara teknik tidak adekuat
dalam menilai gas
Nyeri
Mahal
Radiasi ionisasi
Kontras
• Adenitis Mesenterica Acuta
• Gastroenteritis akut
• Penyakit urogenital pada laki-laki.
• Diverticulitis Meckel
• Intususseption
• Chron’s enteritis
• Perforasi ulkus peptikum
• Infeksi saluran kencing
• Batu Urethra
• Peritonitis Primer
DIAGNOSIS BANDING
1. Perforasi
2. Peritonitis
3. Appendisitis infiltrat
KOMPLIKASI
TATALAKSANA
OPEN APPENDETOMY
• Insisi dilakukan dengan Teknik insisi McBurney (Oblique)
atau Rocky Davis (Horizontl) pada sisi kanan bawah di pasien
dengan kecurigaan apendisitis.
LAPAROSCOPIC
APPENDECTOMY
• Dengan
menggunakan
laparoscope akan
mudah membedakan
penyakit akut
ginekologi dari
Appendicitis akut
PERBANDINGAN LA DAN OA
LA OA
Tingkat infeksi luka lebih rendah Lebih Murah
Pemulihan lebih cepat Waktu operasi lebih singkat
Perawatan di RS lebih singkat
Lebih memudahkan pada
pasien obesitas dan perempuan
• Hernia cicatricalis.
• Ileus
• Perdarahan dari traktus digestivus
KOMPLIKASI POST
OPERASI
• Mortalitas dari Appendicitis di USA
menurun terus dari 9,9% per 100.000
pada tahun 1939 sampai 0,2% per
100.000 pada tahun 1986
PROGNOSIS
TERIMA
KASIH

Lapsus Apendisitis - dr. Dea Ardelia P (1).pptx

  • 1.
    dr. Dea ArdeliaPutri Pembimbing: dr. M. Perdana Airlangga, Sp.JP dr. Bonni Sarta Pratidina, Sp.B. M.Ked.Klin SITI KHODIJAH MUHAMMADIYAH HOSPITAL SEPANJANG - SIDOARJO LAPORAN KASUS Apendisitis Akut
  • 2.
    IDENTITAS • Nama :Tn. S • Usia : 25 tahun • Alamat : Sidoarjo • Tanggal pemeriksaan : 20 Desember 2021 Pasien datang ke IGD RSSK 20 Desember 2021 pukul 11.45
  • 3.
    ANAMNESIS • KU: Nyeriperut kanan bawah Pasien datang dengan keluhan nyeri perut kanan bawah sejak 2 hari yang lalu yang memberat pada hari ini. Nyeri awalnya dirasakan sekitar ulu hati namun lama kemudian berpindah ke perut kanan bawah. Pasien juga mengeluhkan rasa mual dan sempat muntah sebanyak 2x disertai nafsu makan yang menurun sebelum masuk rumah sakit. Pasien mengeluhkan juga demam Ketika nyeri perut muncul. Pasien baru pertama kali merasakan seperti ini.
  • 4.
    ANAMNESIS • Riwayat penyakitterdahulu : Hipertensi (-), Diabetes mellitus (-) • Riwayat penyakit keluarga : Hipertensi (-), Diabetes mellitus (-)
  • 5.
    PEMERIKSAAN FISIK • KU: tampak sakit sedang • KS : compos mentis (GCS : E4M6V5) • TTV ▪ BP : 110/70 mmHg ▪ HR : 90 x/m ▪ RR : 20 x/m ▪ T : 38 °C
  • 6.
    STATUS GENERALIS • Kepaladan wajah : bentuk normosefali, tanpa deformitas • Mata : konjungtiva pucat (-/-), pupil isokor 2 mm, RCL +/+, RCTL +/+ • Telinga : bentuk normal • Hidung : bentuk normal
  • 7.
    STATUS GENERALIS • Thoraks: ▪ I : bentuk dan pergerakan simetris saat statis dan dinamis ▪ P : chest expansion simetris. Tactile vocal fremitus sama kanan dan kiri ▪ P: sonor di seluruh paru ▪ A: ronkhi (-/-), wheezing (-/-), murmur (-/-)
  • 8.
    STATUS GENERALIS • Abdomen: ▪ I : bentuk datar ▪ A: BU (+) ▪ P : timpani di seluruh lapang abdomen ▪ P : defans muskular (-), Nyeri tekan titik Mc Burney (+), Nyeri lepas(+), Rovsing sign (+)
  • 9.
    STATUS GENERALIS • Abdomen: ▪ Pemeriksaan tambahan: • Psoas sign (Tidak dilakukan) • Obturator Sign (+)
  • 10.
    STATUS GENERALIS • Ekstremitasatas : Akral hangat, CRT < 2 detik, edema (-/-) • Ekstremitas bawah : Akral hangat, CRT < 2 detik, edema (-/-)
  • 11.
    DIAGNOSIS • Diagnosis Kerja: Akut abdomen susp. Apendisitis Akut • Planning Diagnosis: 1. Pemeriksaan Lab 2. USG Abdomen
  • 12.
    PEMERIKSAAN LABORATORIUM (20/12/2020) Pemeriksaan HasilNilai Normal Hb 14,3 11,5-16,5g/dL Hct 42,5 37-45 g/dl WBC 15.960 3.370 – 10.000/uL PLT 270.000 150.000 – 450.000 GDA 103 0-200 mg/dl
  • 13.
    Yang Dinilai Skor Gejala Nyerialih Anoreksia Mual/Muntah 1 - 1 Tanda Nyeri tekan Mc Burney Nyeri lepas Demam 2 1 1 Laboratorium Leukositosis Neutrofil bergeser ke kiri 1 - Skor Total 7 Skor 5-7 :Dipertimbangkan kemungkinan diagnosis apendisitis akut
  • 14.
    USG Nyeri tekan McBurney (+), Tampak bowel blind dengan diameter 9mm membentuk gambaran target sign. Cairan bebas (-) Kesan: Menyokong appendicitis Akut
  • 15.
    PLANNING TERAPI • IVFDRL 14 tpm • Inj. Pantoprazole 2x40 mg • Rencana Cito Appendictomy • Pemberian AB pre-OP Ceftriaxone 2 gr, skin test • Drip Dexketoprofen 3x1 dalam Pz 100 cc DIAGNOSIS • Diagnosis akhir : Apendisitis Akut
  • 16.
    DURANTE OPERASI (20/12/2021) Diagnosa • Prabedah: Appendisitis Akut • Pasca Bedah Appendisitis Akut Tanggal Operasi Waktu Operasi 20/12/2021 Mulai Operasi Selesai Operasi Lama Operasi 17:00 18:00 60 Menit Tindakan Operasi: Appendectomy Golongan Operasi Jenis Operasi Urgensi Operasi Besar Bersih Kontaminasi Cito 1. Persiapan Operasi Inform Concent ada, AB Profilaksis Ceftriaxone 2 gr 2. Posisi Pasien Supine, dalam pengaruh anastesi 3. Desinfeksi Providone Iodine 4. Insisi kulit dan pembukaan Inisisi Mc Burney sampai buka peritoneum
  • 17.
    5. Pendapatan pada explorasi Didapatkanappendix letak retrocaecal, edema, hiperemis, diameter 1cm, panjang 8cm, tidak perforasi, teraba fecalith 6. Deskripsi/Uraian Operasi Dilakukan: - Appendectomy - Rawat perdarahan 7. Komplikasi - 8. Penutupan lapangan operasi Luka operasi dijahit lapis demi lapis 9 . Implant - 10. Jumlah Perdarahan Kurang lebih 5 ml 11. Tranfusi Tidak 12. PA Tidak 13. Drain Tidak 14. Advice terapi Post OP - Infus PZ 1500 ml/24 jam - Injeksi Ceftriaxone 2 x 1 gr - Drip Dexketoprofen 3x1 amp dalam PZ 100ml - Injeksi Pantoprazole 2 x 40 mg - Jika pasien sadar, pulih baik-> Boleh Pulang - Jika tidak apa-apa -> Diet bebas
  • 18.
  • 19.
    Tanggal Subjective ObjectiveAssesment Planning 21/12/2021 Nyeri Pasca Operasi KU: Baik GCS 456 I: Dressing (+) A: BU (+) P: Pekak Hepar (+) P: Nyeri tekan luka jahit (+) Post Appendectomy E.C. Appendisitis Akut - Terapi lanjut - Mobilitas sampai dapat berdiri - Diet bebas tinggi protein 22/12/2021 Keluhan Membaik KU: Baik GCS 456 I: Dressing (+) A: BU (+) P: Pekak Hepar (+) P: Nyeri tekan luka jahit (+) Post Appendectomy E.C. Appendisitis Akut â–Ş ACC KRS â–Ş Rawat luka dengan Gentamicin cream sebelum KRS â–Ş Obat Pulang: âś” Cefixime 2x100mg âś” As. Mefenamat 3 x 500mg âś” Gentamicin cream untuk rawat luka setiap hari âś” Kontrol poli bedah FOLLOW UP AR-RAUDOH
  • 20.
  • 21.
    PENDAHULUAN Appendicitis adalah peradanganpada organ appendix vermiformis Salah satu penyebab keadaan bedah emergensi terbanyak Insiden terbanyak terjadi pada usia 10 – 30 tahun Angka komplikasi berupa perforasi appendix diikuti dengan peritonitis generalisata cukup tinggi. Diduga berkaitan dengan pola makan yang semakin rendah serat
  • 22.
    APPENDIX • Organ yangberbentuk tabung panjang dan sempit. • Panjangnya ± 10cm (kisaran 3-15cm) dan berpangkal di caecum. • Pada posisi yang lazim, apendiks terletak pada regio abdomen kanan bawah di titik McBurney
  • 23.
    HELMUT (1988) • Terdapatvariasi letak a. Posisi retrocecal (65%) a. Posisi pelvic (31 %) b. Posisi paracolica (2%) d. Posisi preileal (1%) e. Posisi post ileal (1%)
  • 24.
    Parasimpatis • Berasal dari cabangN. Vagus Simpatis • Berasal dari N. Thoracalis X • berasal dari A. Appendicularis Vaskularisas i Appendiks menghasilkan lendir sebanyak 1-2 ml per hari PERSYARAFAN DAN VASKULAR
  • 25.
    Laki-laki 1,4x lebih banyak dibandingkan perempuan Lebihrendah pada negara dengan budaya konsumsi makanan tinggi serat SERING PADA UMUR 10- 19 TAHUN EPIDEMIOLOGI
  • 26.
    Etiologi Peranan Lingkungan diet MAKANAN RENDAH SERAT DAN PENGARUH KONSTIPASI higiene Peranan Obstruksi Fekalit merupakanpenyebab terjadinya obstruksi lumen Megakolon kongenital Erosi mukosa apendiks karena parasit seperti Entamoeba hystolityca dan benda asing ETIOLOGI
  • 27.
  • 28.
  • 29.
    GEJALA KLINIS nyeri samar-samardan tumpul di daerah epigastrium di sekitar umbilikus atau periumbilikus mual dan kadang ada muntah nyeri akan berpindah ke kuadran kanan bawah, ke titik Mc Burney mengeluh sakit perut bila berjalan atau batuk demam ringan, dengan suhu sekitar 37,5 -38,5o C
  • 32.
    ALVARADO SCORE Yang DinilaiSkor Gejala Nyeri beralih pada fossa iliaca kanan Anoreksia Mual/muntah Nyeri tekan Mc burney 1 1 1 2 Tanda Nyeri lepas Demam 1 1 Laboratoriu m Leukositosis Neutrofil bergeser kekiri 2 1 Skor Total 10 Bila: âś” Skor 1-4 : Tidak dipertimbangkan mengalami apendisitis akut âś” Skor 5-7 :Dipertimbangkan kemungkinan diagnosis apendisitis akut âś” Skor 8-10 : Hampir definitif mengalami apendisitis akut
  • 33.
    • Pada appendicitisakut biasanya ditemukan distensi perut Inspeksi • Nyeri tekan Mc Burney • Nyeri lepas Mc Burney • Defans muscular • Rovsing Sign Palpasi • Khusus untuk appendicitis kronis tipe Reccurent/Interval Appendicitis tidak ada defans muscular sedangkan untuk yang tipe Reccurent Appendicular Colic ditemukan nyeri tekan di apendiks. PEMERIKSAAN FISIK
  • 35.
  • 36.
  • 37.
    • Leukositosis ringanberkisar antara 10.000-18.000/ mm3 • CRP (C-Reactive Protein) > 8 mcg/mL • persentase neutrofil ≥ 75% • Pemeriksaan urine 🡪 menyingkirkan kemungkinan ISK Laboratorium PEMERIKSAAN PENUNJANG
  • 38.
    Foto polos abdomen •Jarang membantu diagnosis Appendicitis acuta • Tetapi dapat sangat bermanfaat untuk menyingkirkan diagnosis banding CT Scan • Sama atau lebih akurat daripada USG, tapi jauh lebih mahal • Karena alasan biaya dan efek radiasinya, CT Scan diperiksa terutama saat dicurigai adanya Abscess appendix untuk melakukan percutaneous drainage secara tepat PEMERIKSAAN RADIOLOGI
  • 39.
    Gambaran CT Scanabdomen: Penebalan Appendix (panah) dengan appendicolith1)
  • 40.
    • Sensitifitasnya sebesar 78%-96%dan spesifitasnya sebesar 85%-98%. • Penilaian dikatakan positif bila tanpa kompresi ukuran anterior-posterior Appendix 6 mm atau lebih USG
  • 41.
    PERBANDINGAN USG DANCT SCAN APPENDIX PADA APPENDICITIS USG CT Scan Appendix Sensitivitas 85% 90-100% Spesifitas 92% 95-97% Penggunaan Evaluasi pasien pada pasien Appendicitis Evaluasi pasien pada pasien Appendicitis Keuntungan Aman Relatif murah Dapat menyingkirkan penyakit pelvis pada wanita Lebih baik pada anak-anak Lebih akurat Lebih baik dalam mengidentifikasi Appendix normal, phlegmon dan abscess Kerugian Tergantung operator Secara teknik tidak adekuat dalam menilai gas Nyeri Mahal Radiasi ionisasi Kontras
  • 42.
    • Adenitis MesentericaAcuta • Gastroenteritis akut • Penyakit urogenital pada laki-laki. • Diverticulitis Meckel • Intususseption • Chron’s enteritis • Perforasi ulkus peptikum • Infeksi saluran kencing • Batu Urethra • Peritonitis Primer DIAGNOSIS BANDING
  • 43.
    1. Perforasi 2. Peritonitis 3.Appendisitis infiltrat KOMPLIKASI
  • 44.
  • 45.
    OPEN APPENDETOMY • Insisidilakukan dengan Teknik insisi McBurney (Oblique) atau Rocky Davis (Horizontl) pada sisi kanan bawah di pasien dengan kecurigaan apendisitis.
  • 46.
    LAPAROSCOPIC APPENDECTOMY • Dengan menggunakan laparoscope akan mudahmembedakan penyakit akut ginekologi dari Appendicitis akut
  • 47.
    PERBANDINGAN LA DANOA LA OA Tingkat infeksi luka lebih rendah Lebih Murah Pemulihan lebih cepat Waktu operasi lebih singkat Perawatan di RS lebih singkat Lebih memudahkan pada pasien obesitas dan perempuan
  • 48.
    • Hernia cicatricalis. •Ileus • Perdarahan dari traktus digestivus KOMPLIKASI POST OPERASI
  • 49.
    • Mortalitas dariAppendicitis di USA menurun terus dari 9,9% per 100.000 pada tahun 1939 sampai 0,2% per 100.000 pada tahun 1986 PROGNOSIS
  • 50.