Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Konsep dan Asuhan Keperawatan Ibu Hamil Normal dan Komplikasi

4,542 views

Published on

Konsep dan Asuhan Keperawatan Ibu Hamil Normal dan Komplikasi

Published in: Education
  • Be the first to comment

Konsep dan Asuhan Keperawatan Ibu Hamil Normal dan Komplikasi

  1. 1. Konsep dan Asuhan Keperawatan Ibu Hamil Normal dan Komplikasi Semester 05 Kegiatan Belajar I Keperawatan Maternitas I Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Pusat Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kesehatan Jakarta 2013 Prodi Keperawatan Sofia Februanti http://www.sehataja.com/wp-content/uploads/2013/09/2.5-Posisi-Duduk-yang-Berbahaya-untuk-Ibu-Hamil2.jpg
  2. 2. Konsepsi dan Nidasi http://actisperm.com/wp-content/uploads/w1.jpg Konsepsi atau biasa disebut Fertilisasi merupakan penyatuan sperma dari laki- laki & ovum dari perempuanK Pengertian
  3. 3. Tanda presumptive (dugaan) Minggu Tanda Kemungkinan Penyebab lainnya 3-4 Perubahan pada payudara Perubahan premenstruasi, kontrasepsi oral 4 Amenorrhea Stres, latihan terlalu sering, menopause dini, gangguan endokrin, malnutrisi 4-14 Mual, muntah Pengaruh gastrointestinal, keracunan makanan 6-12 Frekuensi berkemih sering Infeksi, tumor pelvis 12 Lemah Stres, penyakit 16-20 Pergerakan bayi (quickening) Gas, peristaltis
  4. 4. Tanda mungkin Minggu Tanda Kemungkinan penyebab lain 5 Tanda goodell Pembesaran pelvic 6-8 Tanda chadwick Pembesaran pelvic 6-12 Tanda hegar (isthmus uteri teraba lunak) Pembesaran pelvic 4-12 Tes kehamilan positif (serum) Mola hidatidosa, koriokrasinoma 6-12 Tes kehamilan positif (urin) Positif palsu mungkin terjadi karena infeksi pelvik, tumor 16 Kontraksi braxton hicks Mioma tumor lain 16-28 Ballotement Tumor, polips cervikal
  5. 5. Tanda Positif Minggu Tanda Kemungkinan penyebab lainnya 5-6 Pemeriksaan Ultrasound tampak terlihat fetus Tidak ada penyebab 16 Pemeriksaan sinar X tampak terlihat fetus (rangka janin) 6 Bunyi jantung janin terdeteksi oleh pemeriksaan ultrasound 8-17 Bunyi jantung janin terdeteksi oleh doppler 17-19 Bunyi jantung janin terdeteksi oleh fetal stetoskop (fetoskop) 19-22 Pergerakan fetus dapat dipalpasi Kehamilan tua Pergerakan fetus tampak nyata
  6. 6. Trimester 1 http://1.bp.blogspot.com/-WWq_0ggiHiA/UOV5Qk9eo7I/AAAAAAAAAHM/n6o8rSL5Msg/s1600/nyeri+haid.jpg Masalah pada Pada trimester I, ibu hamil harus mengetahui kapan Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT). Hal ini dimaksudkan agar petugas kesehatan dapat mengetahui kapan taksiran persalinan (TP) ibu hamil tersebut
  7. 7. Trimester 1 http://pengobatanjantung.biz/wp-content/uploads/2013/07/coronary-heart.jpg Masalah pada Rumus Naegle merupakan rumus standar yang digunakan untuk mengetahui taksiran persalinan (TP). Caranya adalah (HPHT + 7 hari) (bulan – 3 bulan) (tahun + 1 tahun). Atau (HPHT + 7 hari) (bulan + 9)
  8. 8. Trimester 2 http://banjarmasin.tribunnews.com/foto/bank/images/tanda-ginjal.jpg Masalah pada Pada trimester II, anda harus dapat mengkaji masalah- masalah yang dapat terjadi pada ibu- ibu hamil. Menurut teori, masalah yang sering terjadi pada ibu hamil trimester II adalah frekuensi berkemih meningkat
  9. 9. Trimester 3 http://www.dokterherbalife.com/wp-content/uploads/2013/12/nyeri_punggung_bawah.jpg Masalah pada Sedangkan pada trimester III, anda pun harus dapat mengkaji masalah- masalah yang dapat terjadi pada ibu- ibu hamil. Menurut teori, masalah yang sering terjadi pada ibu hamil trimester III adalah nyeri punggung, konstipasi, hiperventilasi, striae gravidarum, dan hemoroid.
  10. 10. Adaptasi Fisiologis Gejala http://motivationinspirationandlife.files.wordpress.com/2012/04/102978-050-74aef51f.jpg Psikologis Ibu Hamil
  11. 11. Sistem Reproduksi Payudara http://pengobatanjantung.biz/wp-content/uploads/2013/07/coronary-heart.jpg Adaptasi Fisiologis Peningkatan jumlah estrogen dan progesterone, mulanya diproduksi oleh korpus luteum dan kemudian plasenta, meningkatnya aliran darah ke payudara, prolaktin meningkat, yang diproduksi oleh pituitary anterior.
  12. 12. Sistem Reproduksi Payudara http://pengobatanjantung.biz/wp-content/uploads/2013/07/coronary-heart.jpg Adaptasi Fisiologis Tanda klinis dan gejala yang dapat muncul pada payudara antara lain ketegangan, perasaan penuh, dan peningkatan berat payudara sampai 400 gram
  13. 13. Sistem Reproduksi Uterus http://www.copenhagenfertilitycenter.com/uploads/liv_moder3.jpg Adaptasi Fisiologis Peningkatan jumlah estrogen dan progesterone, sehingga menyebabkan pembesaran uterus untuk mengakomodasi perkembangan janin dan plasenta. pH vagina berubah menjadi asam, hipertropi pada dinding uterus.
  14. 14. Sistem Reproduksi Uterus http://www.copenhagenfertilitycenter.com/uploads/liv_moder3.jpg Adaptasi Fisiologis Pertumbuhan uterus, dapat dipalpasi di atas simpisis pubis pada kehamilan 12-14 minggu. Setelah 4 bulan kehamilan, kontraksi uterus dirasakan pada dinding abdomen (Braxton Hicks sign)
  15. 15. Vagina Vulva http://4.bp.blogspot.com/_i-7RlqkeE6s/S_OIONPembI/AAAAAAAAAF4/24XFwZ_35kw/s1600/DSCN1358.JPG Adaptasi Fisiologis Peningkatan vaskularisasi menghasilkan warna ungu kebiru-biruan pada mukosa vagina dan cervix (chadwick sign). Leukorrhea adalah lendir putih kental, cairan yang kental dan banyak ini terjadi karena respon rangsangan serviks oleh progesteron & estrogen. pH sekresi vagina berkisar 3,5 - 6 selama kehamilan
  16. 16. Saluran Perkemihan http://www.anneahira.com/images_wp/ginjal-dan-saluran-kemih.jpg Adaptasi Fisiologis Perubahan pada saluran perkemihan tejadi karena faktor hormonal & mekanis. Progesteron memiliki efek relaksan pada serabut otot polos, terjadi dilatasi, pemanjangan & penekukan ureter
  17. 17. Saluran Gastrointes- tinal Adaptasi Fisiologis Morning sickness adalah nausea (mual) atau vomitus (muntah) pada saat bangun tidur (trimester I). Peningkatan Progesteron menyebabkan relaksasi sfingter kardiak lambung & mengurangi motilitas lambung. Ibu hamil dapat mengalami konstipasi: disebabkan penurunan motilitas usus. http://exploreim.ucla.edu/wp-content/uploads/gastrointestinal.concept.male_-320x320.jpg
  18. 18. Saluran Respirasi http://www.anneahira.com/images/sistem-respirasi.jpg Adaptasi Fisiologis Secara Mekanis uterus yang besar akan mendorong diafragma ke atas sehingga mengubah bentuk thoraks namun tidak mengurangi kapasitas paru
  19. 19. System Integumen Adaptasi Fisiologis Kelenjar hipofise anterior yang dirangsang oleh kadar estrogen akan meningkatkan Melanin Stimulating Hormon (MSH) hiperpigmentasi (terutama pada putting dan areola mamae, wajah/ mask of pregnancy, linea nigra)
  20. 20. System Musculos- keletal Adaptasi Fisiologis Berat uterus dan isinya dapat menyebabkan perubahan pada titik pusat gaya tarik bumi dan garis bentuk tubuh untuk mengimbangi pembesaran abdomen sehingga akan mengubah lengkung tulang belakang/ lordosis dan mengakibatkan nyeri punggung.
  21. 21. System Kardiovas- kuler Adaptasi Fisiologis Hemodelusi (volume darah meningkat 40-50%, volume plasma meningkat, hemoglobin menurun) atau anemia fisiologis kehamilan. Peningkatan volume darah mengakibatkan peningkatan curah jantng sehingga jantung memompa dengan kuat dan terjadi sedikit dilatasi
  22. 22. System Kardiovas- kuler Adaptasi Fisiologis Tekanan pada vena iliaka dan Vena Cava Inferior oleh uterus menyebabkan peningkatan tekanan vena dan mengurangi aliran darah ke kaki terutama pada posisi lateral sehingga menyebabkan edema, varises vena dan vulva, hemoroid.
  23. 23. Adaptasi http://motivationinspirationandlife.files.wordpress.com/2012/04/102978-050-74aef51f.jpg Ibu Hamil Psikologis
  24. 24. Psikologis http://static.filmmakermagazine.com/wp-content/uploads/2011/04/happy-sad-face.jpg Ibu hamil akan menunjukkan respon yang ambivalen, yaitu respon terhadap kehamilannya dirasakan ada 2 yakni senang dan sedih Adaptasi
  25. 25. Psikologis http://static.filmmakermagazine.com/wp-content/uploads/2011/04/happy-sad-face.jpg Perasaan ibu hamil yang senang dan sedih sering dapat merusak hubungan suami istri karena ibu biasanya mengalami emosi yang labil. Hal ini disebabkan karena masa menjadi orang tua dianggap sebagai suatu transisi peran dan didasarkan pada tahapan tugas perkembangan Adaptasi

×