SlideShare a Scribd company logo
1 of 20
Download to read offline
ANALISIS KORELASI
Korelasi adalah suatu alat analisis yang dipergunakan
untuk mencari hubungan antara variabel
independen/bebas dengan variabel
dipenden/takbebas.
Apabila beberapa variabel independen/bebas
dihubungkan dengan satu variabel dependen/tak
bebas disebut korelasi berganda.
Dan apabila satu variabel independen/bebas
berhubungan dengan satu variabel
dependent/takbebas disebut korelasi parsial .
PENDAHULUAN
Hubungan antara dua variabel dapat karena hanya
kebetulan saja dapat pula memang merupakan
hubungan yang sebab akibat.
Dua varibel berkorelasi apabila perubahan yang lain
secara teratur, dengan arah yang sama atau arah yang
berlawanan.
Dalam analisa korelasi disamping mengukur kesesuaian
garis regresi terhadap data sampel atau disebut
Koefisien Determinasi atau Koefisien Penentu, juga
mengukur keeratan hubungan antara variabel atau
disebut Koefisien Korelasi.
Dengan kata lain, analisa regresi menjawab
bagaimana pola hubungan variabel-variabel dan
analisa korelasi menjawab bagaimana keeratan
hubungan yang diterangkan dalam persamaan
regresi.
Kedua analisa ini biasanya dipakai bersama-sama.
Koefisien korelasi dilambangkan dengan r dan
koefisien determinasi dilambangkan dengan r2.
Korelasi negatif Korelasi negatif Tidak ada Korelasi positif korelasi positif
sempurna sedang korelasi sedang sempurna
negatif kuat negatif lemah positif lemah positif kuat
-1,0 -0,5 0,0 0,5 1,0
Korelasi Negatif Korelasi Positif
Harga r bergerak antara –1 dan +1 dengan tanda
negatif menyatakan adanya korelasi tak langsung atau
korelasi negatif dan tanda positif menyatakan adanya
korelasi langsung atau korelasi positif. r=0 menyatakan
tidak ada hubungan linier antara variabel X dan Y.
Koefisen korelasi ini mengukur kedekatan hubungan antara
dua variabel ordinal. Koefisien korelasi ini dinamakan koefisien
korelasi pangkat atau koefisien korelasi Spearman, yang
disimbolkan dengan r.
Pasangan data hasil pengamatan (Xi , Yi) kita susun menurut
urutan besar nilainya dalam tiap variabel. Kemudian kita
bentuk selisih atau beda peringkat Xi dan peringkat Yi yang
data aslinya berpasangan. Beda ini disimbolkan dengan bi,
maka koefisien korelasi peringkat r dihitung dengan rumus:
KOEFISIEN KORELASI RANK SPEARMAN
1)
(n
n
b
6
1 2
2
i




r
Data berikut adalah penilaian 2 orang juri
terhadap 8 orang peserta perlombaan.
Tentukan Koefisien Korelasi rank !
Contoh :
Peserta Juri I Juri II
A
B
C
D
E
F
G
H
70
85
65
50
90
80
75
60
80
75
55
60
85
70
90
65
Penyelesaian
Peserta Juri I Juri II Beda (bi) 2
i
b
A
B
C
D
E
F
G
H
5
2
6
8
1
3
4
7
3
4
8
7
2
5
1
6
2
-2
2
1
-1
-2
3
1
4
4
4
1
1
4
9
1
Jumlah - - - 28
667
,
0
1)
(64
8
(28)
6
1
1)
(n
n
b
6
1 2
2
i








r
Koefisien Korelasi rank :
Untuk sekumpulan data (Xi, Yi ) berukuran n, koefisien
korelasi dapat dihitung dengan rumus:
KOEFISIEN KORELASI PEARSON (PRODUCT
MOMENT)
  
)
Y
(
)
Y
(
n
)
X
(
)
X
(
n
)
Y
(
)
X
(
Y
X
n
2
i
2
i
2
i
2
i
i
i
i
i











r
Contoh :
Diketahui data jumlah SKS dan IPK mahasiswa sbb.
Jumlah SKS (X) IPK (Y)
10
10
15
10
5
3,00
2,50
2,00
1,50
1,00
Tentukan nilai koefisien korelasi dengan metode product
moment dan jelaskan artinya!
Jawab :
Buat tabel penolong untuk menghitung r
No Xi Yi Xi Yi Xi
2
Yi
2
1
2
3
4
5
10
10
15
10
5
3,00
2,50
2,00
1,50
1,00
30
25
30
15
5
100
100
225
100
25
9,00
6,25
4,00
2,25
1,00
n=5 Xi = 50 Yi = 10 XiYi=
105
Xi
2
=
550
Yi
2
=
22,5
r =   
(10)
(22,5)
5
(50)
(550)
5
(10)
(50)
(105)
5
2
2



= (12,5)
(250)
25
= 0,447
Dari hasil ini ternyata didapat korelasi positif antara
jumlah sks (X) dan IPK yang didapat (Y).
Koefisien determinasi merupakan ukuran untuk mengetahui
kesesuaian atau ketepatan antara nilai dugaan dengan data
sampel. Koefisien determinasi didefinisikan sebagai berikut.
Koefisien determinasi adalah bagian dari keragaman total variabel
tak bebas Y (variabel yang dipengaruhi atau dependent) yang
dapat diterangkan atau diperhitungkan oleh keragaman variabel
bebas X (variabel yang mempengaruhi, independent)
Jadi koefisien determinasi adalah kemampuan variabel X
mempengaruhi variabel Y. Semakin besar koefisien determinasi
menunjukkan semakin baik kemampuan X mempengaruhi Y.
Koefisien Determinasi =
KOEFISIEN DETERMINASI
  
)
Y
(
)
Y
(
n
)
X
(
)
X
(
n
]
)
Y
(
)
X
(
Y
X
n
[
r
2
i
2
i
2
i
2
i
2
i
i
i
i
2











Untuk 2 variabel bebas (X1 dan X2 ) maka r dihitung dengan rumus:
2
1
2
1
2
1
2
1
2
1
x
x
2
x
x
y x
y x
y x
2
y x
2
x
y x
r
1
r
r
r
2
r
r
r




dimana :
2
1 x
y x
r = Koefisien korelasi ganda antara variable X1 dan X2 secara
bersama-sama dengan variable Y
1
y x
r = Koefisien korelasi X1 dengan Y
2
y x
r = Koefisien korelasi X2 dengan Y
2
1 x
x
r = Koefisien korelasi X1 dengan X2
KOEFISIEN KORELASI GANDA
Misalkan kita melakukan pengamatan terhadap 10 keluarga mengenai:
X1 = pendapatan dalam ribuan rupiah
X2 = jumlah keluarga dalam satuan jiwa
Y = pengeluaran untuk membeli barang A dalam ratusan rupiah
X1 10 2 4 6 8 7 4 6 7 6
X2 7 3 2 4 6 5 3 3 4 3
Y 23 7 15 17 23 22 10 14 20 19
Akan dibuktikan ada hubungan linier positif dan signifikan antara variabel X1
dan X2 secara bersama-sama dengan variabel Y.
Contoh :
No X1 X2 Y X1Y X2Y X1X2 X1
2
X2
2
Y2
1 10 7 23 230 161 70 100 49 529
2 2 3 7 14 21 6 4 9 49
3 4 2 15 60 30 8 16 4 225
4 6 4 17 102 68 24 36 16 289
5 8 6 23 184 138 48 64 36 529
6 7 5 22 152 110 35 49 25 484
7 4 3 10 40 30 12 16 9 100
8 6 3 14 84 42 18 36 9 196
9 7 4 20 140 80 28 49 16 400
10 6 3 19 114 57 18 36 9 361
Jumlah 60 40 170 1121 737 267 406 182 3162
Dari tabel diperoleh:
n = 10, X1 = 60, X2 = 40, Y = 170, X1Y = 1122, X2Y = 737, X1 X2 = 267,
X1
2
= 406, X2
2
= 182, Y2
= 3162
1
y x
r =   
)
Y
(
)
Y
(
n
)
X
(
)
X
(
n
Y)
(
)
X
(
Y
X
n
2
1
2
2
1
2
1
1
1










=
1
y x
r =   
(170)
(3162)
10
(60)
(406)
10
(170)
(60)
(1122)
10
2
2



1
y x
r = 1118,57
1020
2720
x
460
1020

1
y x
r = 0,912
2
y x
r =   
Y)
(
)
Y
(
n
)
X
(
)
X
(
n
Y)
(
)
X
(
Y
X
n
2
2
2
2
2
2
2
2










=
2
y x
r =   
(170)
(3162)
10
(40)
(182)
10
(170)
(40)
(737)
10
2
2



2
y x
r = 773,56
570
2720
x
220
570

2
y x
r = 0,74
2
1 x
x
r
=   
)
X
(
)
X
(
n
)
X
(
)
X
(
n
)
X
(
)
X
(
X
X
n
2
2
2
2
2
1
2
1
2
1
2
1










=
2
1 x
x
r
=   
(40)
(182)
10
(60)
(406)
10
(40)
(60)
(267)
10
2
2



2
1 x
x
r
= 318,12
270
220
x
460
270

2
1 x
x
r
= 0,85
2
1
2
1
2
1
2
1
2
1
x
x
2
x
x
y x
y x
y x
2
y x
2
x
y x
r
1
r
r
r
2
r
r
r




=
2
2
2
(0,85)
1
(0,85)
(0,74)
(0,912)
2
(0,74)
(0,912)



= 8354
,
0
= 0,914
Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara X2 bersama-sama dengan X2 dengan Y.
Atau : Terdapat hubungan yang signifikan antara pendapatan dan jumlah keluarga dengan
pengeluaran untuk membeli barang A.
LATIHAN SOAL
1. Data dibawah ini menunjukkan jumlah pemakaian pupuk (X)
dan hasil panen padi yang diperoleh (Y):
Pupuk
(kg)
Hasil Panen
(kw)
20 8
40 9
50 11
70 11
100 12
110 14
120 15
150 16
Hitung koefisien korelasi dengan metode product moment dan
Jelaskan artinya .
2. Dua orang ibu rumah tangga diminta untuk mengemukakan tingkat
preferensinya terhadap sabun mandi berbagai merk. Hasilnya adalah
sebagai berikut :
Merk Sabun
Mandi
Ny. Witono Ny. Hartoko
A 3 5
B 5 6
C 8 4
D 12 9
E 10 8
F 7 12
G 9 11
H 1 3
I 4 1
J 6 2
K 2 10
L 11 7
Hitunglah nilai koefisien rank
3. Tabel dibawah ini menunjukkan berat badan, tinggi badan, dan
umur dari sampel random 12 anak laki-laki. Berat badan diukur
dalam pound, tinggi badan diukur dalam inci, dan umur diukur
dalam tahun.
Berat Badan
(X1)
Tinggi Badan
(X2)
Umur
(Y)
64 57 8
71 59 10
53 49 6
67 62 11
55 51 8
58 50 7
77 55 10
57 48 9
56 52 10
51 42 6
76 61 12
68 57 9
Hitung koefisien korelasi antara variabel X1 dan X2 secara
bersama-sama dengan variabel Y.

More Related Content

What's hot

Part 3 teori konsumsi, tabungan, dan investasi
Part 3   teori konsumsi, tabungan, dan investasiPart 3   teori konsumsi, tabungan, dan investasi
Part 3 teori konsumsi, tabungan, dan investasimahasiswaunida
 
Biaya marginal
Biaya marginalBiaya marginal
Biaya marginalhadiqzuhri
 
fungsi non linear dan penerapan ekonomi
fungsi non linear dan penerapan ekonomifungsi non linear dan penerapan ekonomi
fungsi non linear dan penerapan ekonomiAchmad Pradana
 
pendapatan nasional
pendapatan nasionalpendapatan nasional
pendapatan nasionalEdo Setiawan
 
6. biaya penggunaan modal kerja (cost of capital)
6. biaya penggunaan modal kerja (cost of capital)6. biaya penggunaan modal kerja (cost of capital)
6. biaya penggunaan modal kerja (cost of capital)SEPTIANA RAHAYUNINGTIAS
 
penerapan baris dan deretndalam ekonomi dan bisnis
penerapan baris dan deretndalam ekonomi dan bisnispenerapan baris dan deretndalam ekonomi dan bisnis
penerapan baris dan deretndalam ekonomi dan bisnismaulana wahid
 
PPT PENENTUAN HARGA JUAL
PPT PENENTUAN HARGA JUALPPT PENENTUAN HARGA JUAL
PPT PENENTUAN HARGA JUALrisni sari
 
Paper Seminar Manajemen Keuangan (Analisis Rasio Industri Otomotif)
Paper Seminar Manajemen Keuangan (Analisis Rasio Industri Otomotif)Paper Seminar Manajemen Keuangan (Analisis Rasio Industri Otomotif)
Paper Seminar Manajemen Keuangan (Analisis Rasio Industri Otomotif)Septyatha Yap
 
BAB 4. PROBABILITAS DASAR dan DISTRIBUSI PROBABILITAS DISKRIT
BAB 4. PROBABILITAS DASAR dan DISTRIBUSI PROBABILITAS DISKRITBAB 4. PROBABILITAS DASAR dan DISTRIBUSI PROBABILITAS DISKRIT
BAB 4. PROBABILITAS DASAR dan DISTRIBUSI PROBABILITAS DISKRITCabii
 
06 deret berkala
06 deret berkala06 deret berkala
06 deret berkalaJavier JRs
 
Anggaran Penjualan
Anggaran PenjualanAnggaran Penjualan
Anggaran PenjualanMarieska L
 
struktur pasar persaingan sempurna monopoli monopolistik
struktur pasar persaingan sempurna monopoli monopolistikstruktur pasar persaingan sempurna monopoli monopolistik
struktur pasar persaingan sempurna monopoli monopolistikmas karebet
 

What's hot (20)

Part 3 teori konsumsi, tabungan, dan investasi
Part 3   teori konsumsi, tabungan, dan investasiPart 3   teori konsumsi, tabungan, dan investasi
Part 3 teori konsumsi, tabungan, dan investasi
 
Distribusi sampling
Distribusi samplingDistribusi sampling
Distribusi sampling
 
Euro bank dan eurocurrency
Euro bank dan eurocurrencyEuro bank dan eurocurrency
Euro bank dan eurocurrency
 
Biaya marginal
Biaya marginalBiaya marginal
Biaya marginal
 
fungsi non linear dan penerapan ekonomi
fungsi non linear dan penerapan ekonomifungsi non linear dan penerapan ekonomi
fungsi non linear dan penerapan ekonomi
 
Analisa Pulang Pokok
Analisa Pulang PokokAnalisa Pulang Pokok
Analisa Pulang Pokok
 
Bahan kuliah pengantar akuntansi ii utang obligasi
Bahan kuliah pengantar akuntansi ii  utang obligasiBahan kuliah pengantar akuntansi ii  utang obligasi
Bahan kuliah pengantar akuntansi ii utang obligasi
 
Kebijakan moneter
Kebijakan moneterKebijakan moneter
Kebijakan moneter
 
pendapatan nasional
pendapatan nasionalpendapatan nasional
pendapatan nasional
 
6. biaya penggunaan modal kerja (cost of capital)
6. biaya penggunaan modal kerja (cost of capital)6. biaya penggunaan modal kerja (cost of capital)
6. biaya penggunaan modal kerja (cost of capital)
 
penerapan baris dan deretndalam ekonomi dan bisnis
penerapan baris dan deretndalam ekonomi dan bisnispenerapan baris dan deretndalam ekonomi dan bisnis
penerapan baris dan deretndalam ekonomi dan bisnis
 
PPT PENENTUAN HARGA JUAL
PPT PENENTUAN HARGA JUALPPT PENENTUAN HARGA JUAL
PPT PENENTUAN HARGA JUAL
 
Paper Seminar Manajemen Keuangan (Analisis Rasio Industri Otomotif)
Paper Seminar Manajemen Keuangan (Analisis Rasio Industri Otomotif)Paper Seminar Manajemen Keuangan (Analisis Rasio Industri Otomotif)
Paper Seminar Manajemen Keuangan (Analisis Rasio Industri Otomotif)
 
Distribusi normal 1
Distribusi normal 1Distribusi normal 1
Distribusi normal 1
 
BAB 4. PROBABILITAS DASAR dan DISTRIBUSI PROBABILITAS DISKRIT
BAB 4. PROBABILITAS DASAR dan DISTRIBUSI PROBABILITAS DISKRITBAB 4. PROBABILITAS DASAR dan DISTRIBUSI PROBABILITAS DISKRIT
BAB 4. PROBABILITAS DASAR dan DISTRIBUSI PROBABILITAS DISKRIT
 
06 deret berkala
06 deret berkala06 deret berkala
06 deret berkala
 
Anggaran Penjualan
Anggaran PenjualanAnggaran Penjualan
Anggaran Penjualan
 
Analisis break-even
Analisis break-evenAnalisis break-even
Analisis break-even
 
struktur pasar persaingan sempurna monopoli monopolistik
struktur pasar persaingan sempurna monopoli monopolistikstruktur pasar persaingan sempurna monopoli monopolistik
struktur pasar persaingan sempurna monopoli monopolistik
 
Akuntansi biaya - 1
Akuntansi biaya - 1Akuntansi biaya - 1
Akuntansi biaya - 1
 

Similar to analisis korelasi.ppt

Teknik Analisis Korelasi Untuk Pembelajaran
Teknik Analisis Korelasi Untuk PembelajaranTeknik Analisis Korelasi Untuk Pembelajaran
Teknik Analisis Korelasi Untuk Pembelajaranardian881
 
Ppt ekonometrika analisis regresi berganda
Ppt ekonometrika analisis regresi bergandaPpt ekonometrika analisis regresi berganda
Ppt ekonometrika analisis regresi bergandaSOFIATUL JANNAH
 
Analisis korelasi-sederhana
Analisis korelasi-sederhanaAnalisis korelasi-sederhana
Analisis korelasi-sederhanaMitha Viani
 
Analisis Regresi dan Korelasi.ppt
Analisis Regresi dan Korelasi.pptAnalisis Regresi dan Korelasi.ppt
Analisis Regresi dan Korelasi.pptBambangismeOurTeam
 
Analisis Regresi dan Korelasi.ppt
Analisis Regresi dan Korelasi.pptAnalisis Regresi dan Korelasi.ppt
Analisis Regresi dan Korelasi.pptssusera89b03
 
Analisis_Regresi_Linier_Berganda.ppt
Analisis_Regresi_Linier_Berganda.pptAnalisis_Regresi_Linier_Berganda.ppt
Analisis_Regresi_Linier_Berganda.pptWawanJoko
 
3 regresi and-korelasi_berganda.ppt
3 regresi and-korelasi_berganda.ppt3 regresi and-korelasi_berganda.ppt
3 regresi and-korelasi_berganda.pptaliff_aimann
 
ANALISIS REGRESI DAN KORELASI.pptx
ANALISIS REGRESI DAN KORELASI.pptxANALISIS REGRESI DAN KORELASI.pptx
ANALISIS REGRESI DAN KORELASI.pptxWan Na
 
Regegresi sederhana ayda tri_valen_virdya
Regegresi sederhana ayda tri_valen_virdyaRegegresi sederhana ayda tri_valen_virdya
Regegresi sederhana ayda tri_valen_virdyaAyda Fitriani
 
13.analisa korelasi
13.analisa korelasi13.analisa korelasi
13.analisa korelasiHafiza .h
 
8. korelasi, regresi linier sederhana dan berganda
8. korelasi, regresi linier sederhana dan berganda8. korelasi, regresi linier sederhana dan berganda
8. korelasi, regresi linier sederhana dan bergandaEko Siswanto
 
KORELASI LINIER SEDERHANA DAN REGRESI LINIEAR.pptx
KORELASI LINIER SEDERHANA DAN REGRESI LINIEAR.pptxKORELASI LINIER SEDERHANA DAN REGRESI LINIEAR.pptx
KORELASI LINIER SEDERHANA DAN REGRESI LINIEAR.pptxEvikurniafitri
 
REGRESI-LINEAR-BERGANDA.ppt
REGRESI-LINEAR-BERGANDA.pptREGRESI-LINEAR-BERGANDA.ppt
REGRESI-LINEAR-BERGANDA.pptssuserb7d229
 
analisis_regresi_sederhana_dan_berganda.pdf
analisis_regresi_sederhana_dan_berganda.pdfanalisis_regresi_sederhana_dan_berganda.pdf
analisis_regresi_sederhana_dan_berganda.pdfHamjaAbdulHalik
 

Similar to analisis korelasi.ppt (20)

Teknik Analisis Korelasi Untuk Pembelajaran
Teknik Analisis Korelasi Untuk PembelajaranTeknik Analisis Korelasi Untuk Pembelajaran
Teknik Analisis Korelasi Untuk Pembelajaran
 
Analisis Korelasi.pdf
Analisis Korelasi.pdfAnalisis Korelasi.pdf
Analisis Korelasi.pdf
 
Ppt ekonometrika analisis regresi berganda
Ppt ekonometrika analisis regresi bergandaPpt ekonometrika analisis regresi berganda
Ppt ekonometrika analisis regresi berganda
 
Analisis korelasi-sederhana
Analisis korelasi-sederhanaAnalisis korelasi-sederhana
Analisis korelasi-sederhana
 
05 reresi linier berganda
05 reresi linier berganda05 reresi linier berganda
05 reresi linier berganda
 
Analisis Regresi dan Korelasi.ppt
Analisis Regresi dan Korelasi.pptAnalisis Regresi dan Korelasi.ppt
Analisis Regresi dan Korelasi.ppt
 
Analisis Regresi dan Korelasi.ppt
Analisis Regresi dan Korelasi.pptAnalisis Regresi dan Korelasi.ppt
Analisis Regresi dan Korelasi.ppt
 
Analisis_Regresi_Linier_Berganda.ppt
Analisis_Regresi_Linier_Berganda.pptAnalisis_Regresi_Linier_Berganda.ppt
Analisis_Regresi_Linier_Berganda.ppt
 
teknik analisis korelasi sampel kecil
teknik analisis korelasi sampel kecilteknik analisis korelasi sampel kecil
teknik analisis korelasi sampel kecil
 
teknik analisis korelasi sampel kecil
teknik analisis korelasi sampel kecilteknik analisis korelasi sampel kecil
teknik analisis korelasi sampel kecil
 
3 regresi and-korelasi_berganda.ppt
3 regresi and-korelasi_berganda.ppt3 regresi and-korelasi_berganda.ppt
3 regresi and-korelasi_berganda.ppt
 
ANALISIS REGRESI DAN KORELASI.pptx
ANALISIS REGRESI DAN KORELASI.pptxANALISIS REGRESI DAN KORELASI.pptx
ANALISIS REGRESI DAN KORELASI.pptx
 
Regegresi sederhana ayda tri_valen_virdya
Regegresi sederhana ayda tri_valen_virdyaRegegresi sederhana ayda tri_valen_virdya
Regegresi sederhana ayda tri_valen_virdya
 
13.analisa korelasi
13.analisa korelasi13.analisa korelasi
13.analisa korelasi
 
Analisis korelasi
Analisis korelasiAnalisis korelasi
Analisis korelasi
 
Bab 15 regresi
Bab 15 regresiBab 15 regresi
Bab 15 regresi
 
8. korelasi, regresi linier sederhana dan berganda
8. korelasi, regresi linier sederhana dan berganda8. korelasi, regresi linier sederhana dan berganda
8. korelasi, regresi linier sederhana dan berganda
 
KORELASI LINIER SEDERHANA DAN REGRESI LINIEAR.pptx
KORELASI LINIER SEDERHANA DAN REGRESI LINIEAR.pptxKORELASI LINIER SEDERHANA DAN REGRESI LINIEAR.pptx
KORELASI LINIER SEDERHANA DAN REGRESI LINIEAR.pptx
 
REGRESI-LINEAR-BERGANDA.ppt
REGRESI-LINEAR-BERGANDA.pptREGRESI-LINEAR-BERGANDA.ppt
REGRESI-LINEAR-BERGANDA.ppt
 
analisis_regresi_sederhana_dan_berganda.pdf
analisis_regresi_sederhana_dan_berganda.pdfanalisis_regresi_sederhana_dan_berganda.pdf
analisis_regresi_sederhana_dan_berganda.pdf
 

More from fajarnurcahyani

More from fajarnurcahyani (7)

Word classes. all about word clases.pptx
Word classes. all about word clases.pptxWord classes. all about word clases.pptx
Word classes. all about word clases.pptx
 
ANALISIS SWOT.pptx
ANALISIS SWOT.pptxANALISIS SWOT.pptx
ANALISIS SWOT.pptx
 
KECELAKAAN_KERJA.ppt
KECELAKAAN_KERJA.pptKECELAKAAN_KERJA.ppt
KECELAKAAN_KERJA.ppt
 
ANALISIS REGRESI SEDERHANA.ppt
ANALISIS REGRESI SEDERHANA.pptANALISIS REGRESI SEDERHANA.ppt
ANALISIS REGRESI SEDERHANA.ppt
 
PPT 1.pptx
PPT 1.pptxPPT 1.pptx
PPT 1.pptx
 
mms.pptx
mms.pptxmms.pptx
mms.pptx
 
P2.pptx
P2.pptxP2.pptx
P2.pptx
 

Recently uploaded

KISI-KISI Soal PAS Geografi Kelas XII.docx
KISI-KISI Soal PAS Geografi Kelas XII.docxKISI-KISI Soal PAS Geografi Kelas XII.docx
KISI-KISI Soal PAS Geografi Kelas XII.docxjohan effendi
 
MESYUARAT PANITIA rbt 1 tahun 2024 .pptx
MESYUARAT PANITIA rbt 1 tahun 2024 .pptxMESYUARAT PANITIA rbt 1 tahun 2024 .pptx
MESYUARAT PANITIA rbt 1 tahun 2024 .pptxKALIDASALBALAKRISHNA
 
Elemen Jurnalistik Ilmu Komunikasii.pptx
Elemen Jurnalistik Ilmu Komunikasii.pptxElemen Jurnalistik Ilmu Komunikasii.pptx
Elemen Jurnalistik Ilmu Komunikasii.pptxGyaCahyaPratiwi
 
Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 2 Fase A [abdiera.com]
Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 2 Fase A [abdiera.com]Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 2 Fase A [abdiera.com]
Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 2 Fase A [abdiera.com]Abdiera
 
PPT PERLINDUNGAN KONSUMEN .Pengertian Transaksi Online
PPT PERLINDUNGAN KONSUMEN .Pengertian Transaksi OnlinePPT PERLINDUNGAN KONSUMEN .Pengertian Transaksi Online
PPT PERLINDUNGAN KONSUMEN .Pengertian Transaksi OnlineMMario4
 
bahasa-indonesia-penyusunan-paragraf.pptx
bahasa-indonesia-penyusunan-paragraf.pptxbahasa-indonesia-penyusunan-paragraf.pptx
bahasa-indonesia-penyusunan-paragraf.pptxvincentptk17
 
Materi Kuliah Ramadhan WARISAN SYAWAL 1444.pptx
Materi Kuliah Ramadhan WARISAN SYAWAL 1444.pptxMateri Kuliah Ramadhan WARISAN SYAWAL 1444.pptx
Materi Kuliah Ramadhan WARISAN SYAWAL 1444.pptxc9fhbm7gzj
 
SKPM Kualiti @ Sekolah 23 Feb 22222023.pptx
SKPM Kualiti @ Sekolah 23 Feb 22222023.pptxSKPM Kualiti @ Sekolah 23 Feb 22222023.pptx
SKPM Kualiti @ Sekolah 23 Feb 22222023.pptxg66527130
 
Pembuktian rumus volume dan luas permukaan bangung ruang Tabung, Limas, Keruc...
Pembuktian rumus volume dan luas permukaan bangung ruang Tabung, Limas, Keruc...Pembuktian rumus volume dan luas permukaan bangung ruang Tabung, Limas, Keruc...
Pembuktian rumus volume dan luas permukaan bangung ruang Tabung, Limas, Keruc...NiswatuzZahroh
 
slide presentation bab 2 sain form 2.pdf
slide presentation bab 2 sain form 2.pdfslide presentation bab 2 sain form 2.pdf
slide presentation bab 2 sain form 2.pdfNURAFIFAHBINTIJAMALU
 
Panduan Mengisi Dokumen Tindak Lanjut.pdf
Panduan Mengisi Dokumen Tindak Lanjut.pdfPanduan Mengisi Dokumen Tindak Lanjut.pdf
Panduan Mengisi Dokumen Tindak Lanjut.pdfandriasyulianto57
 
Sejarah Perkembangan Teori Manajemen.ppt
Sejarah Perkembangan Teori Manajemen.pptSejarah Perkembangan Teori Manajemen.ppt
Sejarah Perkembangan Teori Manajemen.pptssuser940815
 
Perbaikan ekonomi zaman Habibie (Offering A - 4-6) Pertemuan - 10.pdf
Perbaikan ekonomi zaman Habibie (Offering A - 4-6) Pertemuan - 10.pdfPerbaikan ekonomi zaman Habibie (Offering A - 4-6) Pertemuan - 10.pdf
Perbaikan ekonomi zaman Habibie (Offering A - 4-6) Pertemuan - 10.pdfAgungNugroho932694
 
Materi bab 6 biaya modal manajemen keuangan.pptx
Materi bab 6 biaya modal manajemen keuangan.pptxMateri bab 6 biaya modal manajemen keuangan.pptx
Materi bab 6 biaya modal manajemen keuangan.pptxZadaLiza
 
MATERI PEMBELAJARAN SENI BUDAYA.KELOMPOK 5.pptx
MATERI PEMBELAJARAN SENI BUDAYA.KELOMPOK 5.pptxMATERI PEMBELAJARAN SENI BUDAYA.KELOMPOK 5.pptx
MATERI PEMBELAJARAN SENI BUDAYA.KELOMPOK 5.pptxwulandaritirsa
 
Adab bjjkkkkkkk gggggggghhhhywq dede dulu ya itu yg kamu
Adab bjjkkkkkkk gggggggghhhhywq dede dulu ya itu yg kamuAdab bjjkkkkkkk gggggggghhhhywq dede dulu ya itu yg kamu
Adab bjjkkkkkkk gggggggghhhhywq dede dulu ya itu yg kamuKarticha
 
Jaringan VOIP Ringkasan PTT Pertemuan Ke-1.pdf
Jaringan VOIP Ringkasan PTT Pertemuan Ke-1.pdfJaringan VOIP Ringkasan PTT Pertemuan Ke-1.pdf
Jaringan VOIP Ringkasan PTT Pertemuan Ke-1.pdfHendroGunawan8
 
Silabus Mata Pelajaran Biologi SMA Kelas X.doc
Silabus Mata Pelajaran Biologi SMA Kelas X.docSilabus Mata Pelajaran Biologi SMA Kelas X.doc
Silabus Mata Pelajaran Biologi SMA Kelas X.docNurulAiniFirdasari1
 
Program Roots Indonesia/Aksi Nyata AAP.pdf
Program Roots Indonesia/Aksi Nyata AAP.pdfProgram Roots Indonesia/Aksi Nyata AAP.pdf
Program Roots Indonesia/Aksi Nyata AAP.pdfwaktinisayunw93
 
AKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pdf
AKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pdfAKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pdf
AKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pdfHeriyantoHeriyanto44
 

Recently uploaded (20)

KISI-KISI Soal PAS Geografi Kelas XII.docx
KISI-KISI Soal PAS Geografi Kelas XII.docxKISI-KISI Soal PAS Geografi Kelas XII.docx
KISI-KISI Soal PAS Geografi Kelas XII.docx
 
MESYUARAT PANITIA rbt 1 tahun 2024 .pptx
MESYUARAT PANITIA rbt 1 tahun 2024 .pptxMESYUARAT PANITIA rbt 1 tahun 2024 .pptx
MESYUARAT PANITIA rbt 1 tahun 2024 .pptx
 
Elemen Jurnalistik Ilmu Komunikasii.pptx
Elemen Jurnalistik Ilmu Komunikasii.pptxElemen Jurnalistik Ilmu Komunikasii.pptx
Elemen Jurnalistik Ilmu Komunikasii.pptx
 
Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 2 Fase A [abdiera.com]
Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 2 Fase A [abdiera.com]Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 2 Fase A [abdiera.com]
Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 2 Fase A [abdiera.com]
 
PPT PERLINDUNGAN KONSUMEN .Pengertian Transaksi Online
PPT PERLINDUNGAN KONSUMEN .Pengertian Transaksi OnlinePPT PERLINDUNGAN KONSUMEN .Pengertian Transaksi Online
PPT PERLINDUNGAN KONSUMEN .Pengertian Transaksi Online
 
bahasa-indonesia-penyusunan-paragraf.pptx
bahasa-indonesia-penyusunan-paragraf.pptxbahasa-indonesia-penyusunan-paragraf.pptx
bahasa-indonesia-penyusunan-paragraf.pptx
 
Materi Kuliah Ramadhan WARISAN SYAWAL 1444.pptx
Materi Kuliah Ramadhan WARISAN SYAWAL 1444.pptxMateri Kuliah Ramadhan WARISAN SYAWAL 1444.pptx
Materi Kuliah Ramadhan WARISAN SYAWAL 1444.pptx
 
SKPM Kualiti @ Sekolah 23 Feb 22222023.pptx
SKPM Kualiti @ Sekolah 23 Feb 22222023.pptxSKPM Kualiti @ Sekolah 23 Feb 22222023.pptx
SKPM Kualiti @ Sekolah 23 Feb 22222023.pptx
 
Pembuktian rumus volume dan luas permukaan bangung ruang Tabung, Limas, Keruc...
Pembuktian rumus volume dan luas permukaan bangung ruang Tabung, Limas, Keruc...Pembuktian rumus volume dan luas permukaan bangung ruang Tabung, Limas, Keruc...
Pembuktian rumus volume dan luas permukaan bangung ruang Tabung, Limas, Keruc...
 
slide presentation bab 2 sain form 2.pdf
slide presentation bab 2 sain form 2.pdfslide presentation bab 2 sain form 2.pdf
slide presentation bab 2 sain form 2.pdf
 
Panduan Mengisi Dokumen Tindak Lanjut.pdf
Panduan Mengisi Dokumen Tindak Lanjut.pdfPanduan Mengisi Dokumen Tindak Lanjut.pdf
Panduan Mengisi Dokumen Tindak Lanjut.pdf
 
Sejarah Perkembangan Teori Manajemen.ppt
Sejarah Perkembangan Teori Manajemen.pptSejarah Perkembangan Teori Manajemen.ppt
Sejarah Perkembangan Teori Manajemen.ppt
 
Perbaikan ekonomi zaman Habibie (Offering A - 4-6) Pertemuan - 10.pdf
Perbaikan ekonomi zaman Habibie (Offering A - 4-6) Pertemuan - 10.pdfPerbaikan ekonomi zaman Habibie (Offering A - 4-6) Pertemuan - 10.pdf
Perbaikan ekonomi zaman Habibie (Offering A - 4-6) Pertemuan - 10.pdf
 
Materi bab 6 biaya modal manajemen keuangan.pptx
Materi bab 6 biaya modal manajemen keuangan.pptxMateri bab 6 biaya modal manajemen keuangan.pptx
Materi bab 6 biaya modal manajemen keuangan.pptx
 
MATERI PEMBELAJARAN SENI BUDAYA.KELOMPOK 5.pptx
MATERI PEMBELAJARAN SENI BUDAYA.KELOMPOK 5.pptxMATERI PEMBELAJARAN SENI BUDAYA.KELOMPOK 5.pptx
MATERI PEMBELAJARAN SENI BUDAYA.KELOMPOK 5.pptx
 
Adab bjjkkkkkkk gggggggghhhhywq dede dulu ya itu yg kamu
Adab bjjkkkkkkk gggggggghhhhywq dede dulu ya itu yg kamuAdab bjjkkkkkkk gggggggghhhhywq dede dulu ya itu yg kamu
Adab bjjkkkkkkk gggggggghhhhywq dede dulu ya itu yg kamu
 
Jaringan VOIP Ringkasan PTT Pertemuan Ke-1.pdf
Jaringan VOIP Ringkasan PTT Pertemuan Ke-1.pdfJaringan VOIP Ringkasan PTT Pertemuan Ke-1.pdf
Jaringan VOIP Ringkasan PTT Pertemuan Ke-1.pdf
 
Silabus Mata Pelajaran Biologi SMA Kelas X.doc
Silabus Mata Pelajaran Biologi SMA Kelas X.docSilabus Mata Pelajaran Biologi SMA Kelas X.doc
Silabus Mata Pelajaran Biologi SMA Kelas X.doc
 
Program Roots Indonesia/Aksi Nyata AAP.pdf
Program Roots Indonesia/Aksi Nyata AAP.pdfProgram Roots Indonesia/Aksi Nyata AAP.pdf
Program Roots Indonesia/Aksi Nyata AAP.pdf
 
AKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pdf
AKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pdfAKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pdf
AKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pdf
 

analisis korelasi.ppt

  • 2. Korelasi adalah suatu alat analisis yang dipergunakan untuk mencari hubungan antara variabel independen/bebas dengan variabel dipenden/takbebas. Apabila beberapa variabel independen/bebas dihubungkan dengan satu variabel dependen/tak bebas disebut korelasi berganda. Dan apabila satu variabel independen/bebas berhubungan dengan satu variabel dependent/takbebas disebut korelasi parsial . PENDAHULUAN
  • 3. Hubungan antara dua variabel dapat karena hanya kebetulan saja dapat pula memang merupakan hubungan yang sebab akibat. Dua varibel berkorelasi apabila perubahan yang lain secara teratur, dengan arah yang sama atau arah yang berlawanan. Dalam analisa korelasi disamping mengukur kesesuaian garis regresi terhadap data sampel atau disebut Koefisien Determinasi atau Koefisien Penentu, juga mengukur keeratan hubungan antara variabel atau disebut Koefisien Korelasi.
  • 4. Dengan kata lain, analisa regresi menjawab bagaimana pola hubungan variabel-variabel dan analisa korelasi menjawab bagaimana keeratan hubungan yang diterangkan dalam persamaan regresi. Kedua analisa ini biasanya dipakai bersama-sama. Koefisien korelasi dilambangkan dengan r dan koefisien determinasi dilambangkan dengan r2.
  • 5. Korelasi negatif Korelasi negatif Tidak ada Korelasi positif korelasi positif sempurna sedang korelasi sedang sempurna negatif kuat negatif lemah positif lemah positif kuat -1,0 -0,5 0,0 0,5 1,0 Korelasi Negatif Korelasi Positif Harga r bergerak antara –1 dan +1 dengan tanda negatif menyatakan adanya korelasi tak langsung atau korelasi negatif dan tanda positif menyatakan adanya korelasi langsung atau korelasi positif. r=0 menyatakan tidak ada hubungan linier antara variabel X dan Y.
  • 6. Koefisen korelasi ini mengukur kedekatan hubungan antara dua variabel ordinal. Koefisien korelasi ini dinamakan koefisien korelasi pangkat atau koefisien korelasi Spearman, yang disimbolkan dengan r. Pasangan data hasil pengamatan (Xi , Yi) kita susun menurut urutan besar nilainya dalam tiap variabel. Kemudian kita bentuk selisih atau beda peringkat Xi dan peringkat Yi yang data aslinya berpasangan. Beda ini disimbolkan dengan bi, maka koefisien korelasi peringkat r dihitung dengan rumus: KOEFISIEN KORELASI RANK SPEARMAN 1) (n n b 6 1 2 2 i     r
  • 7. Data berikut adalah penilaian 2 orang juri terhadap 8 orang peserta perlombaan. Tentukan Koefisien Korelasi rank ! Contoh : Peserta Juri I Juri II A B C D E F G H 70 85 65 50 90 80 75 60 80 75 55 60 85 70 90 65
  • 8. Penyelesaian Peserta Juri I Juri II Beda (bi) 2 i b A B C D E F G H 5 2 6 8 1 3 4 7 3 4 8 7 2 5 1 6 2 -2 2 1 -1 -2 3 1 4 4 4 1 1 4 9 1 Jumlah - - - 28 667 , 0 1) (64 8 (28) 6 1 1) (n n b 6 1 2 2 i         r Koefisien Korelasi rank :
  • 9. Untuk sekumpulan data (Xi, Yi ) berukuran n, koefisien korelasi dapat dihitung dengan rumus: KOEFISIEN KORELASI PEARSON (PRODUCT MOMENT)    ) Y ( ) Y ( n ) X ( ) X ( n ) Y ( ) X ( Y X n 2 i 2 i 2 i 2 i i i i i            r
  • 10. Contoh : Diketahui data jumlah SKS dan IPK mahasiswa sbb. Jumlah SKS (X) IPK (Y) 10 10 15 10 5 3,00 2,50 2,00 1,50 1,00 Tentukan nilai koefisien korelasi dengan metode product moment dan jelaskan artinya!
  • 11. Jawab : Buat tabel penolong untuk menghitung r No Xi Yi Xi Yi Xi 2 Yi 2 1 2 3 4 5 10 10 15 10 5 3,00 2,50 2,00 1,50 1,00 30 25 30 15 5 100 100 225 100 25 9,00 6,25 4,00 2,25 1,00 n=5 Xi = 50 Yi = 10 XiYi= 105 Xi 2 = 550 Yi 2 = 22,5 r =    (10) (22,5) 5 (50) (550) 5 (10) (50) (105) 5 2 2    = (12,5) (250) 25 = 0,447 Dari hasil ini ternyata didapat korelasi positif antara jumlah sks (X) dan IPK yang didapat (Y).
  • 12. Koefisien determinasi merupakan ukuran untuk mengetahui kesesuaian atau ketepatan antara nilai dugaan dengan data sampel. Koefisien determinasi didefinisikan sebagai berikut. Koefisien determinasi adalah bagian dari keragaman total variabel tak bebas Y (variabel yang dipengaruhi atau dependent) yang dapat diterangkan atau diperhitungkan oleh keragaman variabel bebas X (variabel yang mempengaruhi, independent) Jadi koefisien determinasi adalah kemampuan variabel X mempengaruhi variabel Y. Semakin besar koefisien determinasi menunjukkan semakin baik kemampuan X mempengaruhi Y. Koefisien Determinasi = KOEFISIEN DETERMINASI    ) Y ( ) Y ( n ) X ( ) X ( n ] ) Y ( ) X ( Y X n [ r 2 i 2 i 2 i 2 i 2 i i i i 2           
  • 13. Untuk 2 variabel bebas (X1 dan X2 ) maka r dihitung dengan rumus: 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 x x 2 x x y x y x y x 2 y x 2 x y x r 1 r r r 2 r r r     dimana : 2 1 x y x r = Koefisien korelasi ganda antara variable X1 dan X2 secara bersama-sama dengan variable Y 1 y x r = Koefisien korelasi X1 dengan Y 2 y x r = Koefisien korelasi X2 dengan Y 2 1 x x r = Koefisien korelasi X1 dengan X2 KOEFISIEN KORELASI GANDA
  • 14. Misalkan kita melakukan pengamatan terhadap 10 keluarga mengenai: X1 = pendapatan dalam ribuan rupiah X2 = jumlah keluarga dalam satuan jiwa Y = pengeluaran untuk membeli barang A dalam ratusan rupiah X1 10 2 4 6 8 7 4 6 7 6 X2 7 3 2 4 6 5 3 3 4 3 Y 23 7 15 17 23 22 10 14 20 19 Akan dibuktikan ada hubungan linier positif dan signifikan antara variabel X1 dan X2 secara bersama-sama dengan variabel Y. Contoh :
  • 15. No X1 X2 Y X1Y X2Y X1X2 X1 2 X2 2 Y2 1 10 7 23 230 161 70 100 49 529 2 2 3 7 14 21 6 4 9 49 3 4 2 15 60 30 8 16 4 225 4 6 4 17 102 68 24 36 16 289 5 8 6 23 184 138 48 64 36 529 6 7 5 22 152 110 35 49 25 484 7 4 3 10 40 30 12 16 9 100 8 6 3 14 84 42 18 36 9 196 9 7 4 20 140 80 28 49 16 400 10 6 3 19 114 57 18 36 9 361 Jumlah 60 40 170 1121 737 267 406 182 3162 Dari tabel diperoleh: n = 10, X1 = 60, X2 = 40, Y = 170, X1Y = 1122, X2Y = 737, X1 X2 = 267, X1 2 = 406, X2 2 = 182, Y2 = 3162
  • 16. 1 y x r =    ) Y ( ) Y ( n ) X ( ) X ( n Y) ( ) X ( Y X n 2 1 2 2 1 2 1 1 1           = 1 y x r =    (170) (3162) 10 (60) (406) 10 (170) (60) (1122) 10 2 2    1 y x r = 1118,57 1020 2720 x 460 1020  1 y x r = 0,912 2 y x r =    Y) ( ) Y ( n ) X ( ) X ( n Y) ( ) X ( Y X n 2 2 2 2 2 2 2 2           = 2 y x r =    (170) (3162) 10 (40) (182) 10 (170) (40) (737) 10 2 2    2 y x r = 773,56 570 2720 x 220 570  2 y x r = 0,74
  • 17. 2 1 x x r =    ) X ( ) X ( n ) X ( ) X ( n ) X ( ) X ( X X n 2 2 2 2 2 1 2 1 2 1 2 1           = 2 1 x x r =    (40) (182) 10 (60) (406) 10 (40) (60) (267) 10 2 2    2 1 x x r = 318,12 270 220 x 460 270  2 1 x x r = 0,85 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 x x 2 x x y x y x y x 2 y x 2 x y x r 1 r r r 2 r r r     = 2 2 2 (0,85) 1 (0,85) (0,74) (0,912) 2 (0,74) (0,912)    = 8354 , 0 = 0,914 Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara X2 bersama-sama dengan X2 dengan Y. Atau : Terdapat hubungan yang signifikan antara pendapatan dan jumlah keluarga dengan pengeluaran untuk membeli barang A.
  • 18. LATIHAN SOAL 1. Data dibawah ini menunjukkan jumlah pemakaian pupuk (X) dan hasil panen padi yang diperoleh (Y): Pupuk (kg) Hasil Panen (kw) 20 8 40 9 50 11 70 11 100 12 110 14 120 15 150 16 Hitung koefisien korelasi dengan metode product moment dan Jelaskan artinya .
  • 19. 2. Dua orang ibu rumah tangga diminta untuk mengemukakan tingkat preferensinya terhadap sabun mandi berbagai merk. Hasilnya adalah sebagai berikut : Merk Sabun Mandi Ny. Witono Ny. Hartoko A 3 5 B 5 6 C 8 4 D 12 9 E 10 8 F 7 12 G 9 11 H 1 3 I 4 1 J 6 2 K 2 10 L 11 7 Hitunglah nilai koefisien rank
  • 20. 3. Tabel dibawah ini menunjukkan berat badan, tinggi badan, dan umur dari sampel random 12 anak laki-laki. Berat badan diukur dalam pound, tinggi badan diukur dalam inci, dan umur diukur dalam tahun. Berat Badan (X1) Tinggi Badan (X2) Umur (Y) 64 57 8 71 59 10 53 49 6 67 62 11 55 51 8 58 50 7 77 55 10 57 48 9 56 52 10 51 42 6 76 61 12 68 57 9 Hitung koefisien korelasi antara variabel X1 dan X2 secara bersama-sama dengan variabel Y.