Penyakit alzheimer

1,314 views

Published on

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
1,314
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
88
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Penyakit alzheimer

  1. 1. PENYAKIT ALZHEIMER Oleh :
  2. 2. PENYAKIT ALZHEIMER
  3. 3. APA ITU PENYAKIT ALZHEIMER ?  suatu kondisi di mana sel-sel saraf di otak mati, sehingga sinyal-sinyal otak sulit ditransmisikan dengan baik.  Penyakit neurodegeneratif atau penurunan fungsi saraf otak. Daya ingat penderita sangat merosot hingga tak bisa mengurus dirinya sendiri  ditemukan pertama kali pada tahun 1907 oleh seorang ahli Psikiatri dan neuropatologi yang bernama Alois Alzheimer.
  4. 4. ALOIS ALZHEIMER.
  5. 5.  Penyakit Alzheimer sering juga disebut dengan penyakit tua karena sangat erat kaitannya dengan usia oleh karena itu sering juga ada istilah dementia alzheimer. Dementia adalah gejala kerusakan otak yang mengganggu kemampuanseseorang untuk berfikir, daya ingat, dan fungsi berbahasa. Hal tersebut membuat pasien dementia kesulitan untuk melakukan aktivitas sehari hari.
  6. 6. KLASIFIKASI PENYAKIT  Penyakit alzheimer merupakan penyakit neurodegeneratif yang secara epidemiologi terbagi 2 kelompok yaitu kelompok yang menderita pada usia kurang 58 tahun disebut sebagai early onset sedangkan kelompok yang menderita pada usia lebih dari 58 tahun disebut sebagai late onset.
  7. 7. FAKTOR PENYEBAB PENYAKIT ALZHEIMER  Usia  Usia adalah paling penting faktor risiko untuk penyakit Alzheimer.  Setelah seseorang mencapai usia 65 tahun, maka risiko terkena Alzheimer akan meningkat menjadi dua kali lipat setiap lima tahun. Sekitar setengah dari orang yang berusia 85 tahun menderita Alzheimer.  Namun orang yang mengalami perubahan genetik yang langka sering mengembangkan penyakit Alzheimer dan mulai menampakkan gejala penyakit ini pada usia 40-an atau 50-an tahun.
  8. 8.  Riwayat Keluarga dan Genetika  Risiko Alzheimer akan meningkat jika ada anggota keluarga dekat (orangtua, kakak, adik, anak) menderita penyakit ini.  Para ilmuwan berhasil mengidentifikasi perubahan atau mutasi pada tiga gen yang bertanggung jawab terhadap munculnya penyakit Alzheimer.  Peneliti menemukan bahwa gen yang menjadi risiko terkuat dari Alzheimer adalah apolipoprotein e4 (APOE- e4).
  9. 9.  Jenis Kelamin  Perempuan memiliki risiko lebih besar dibandingkan laki-laki terkena penyakit Alzheimer. Hal ini terjadi karena sebagian besar perempuan harapan hidupnya lebih panjang daripada laki-laki.  Gaya Hidup dan Kesehatan Jantung  Sampai saat ini belum ada bukti kuat bahwa perubahan gaya hidup dapat mengurangi risiko terkena penyakit Alzheimer.
  10. 10.  Namun, ada bukti yang menunjukkan bahwa beberapa faktor risiko penyakit jantung dapat meningkatkan risiko terkena penyakit Alzheimer juga, diantaranya yaitu: a. Kurang olahraga b. Merokok c. Tekanan darah tinggi d. Diabetes yang tidak terkontrol dengan baik e. Kolesterol tinggi
  11. 11.  Belajar Seumur Hidup (Lifelong Learning) dan Keterlibatan Interaksi Sosial  Penelitian menemukan bahwa aktivitas belajar dan interaksi sosial seumur hidup bisa mengurangi risiko penyakit Alzheimer.  Faktor-faktor yang dapat mengurangi risiko penyakit Alzheimer diantaranya adalah: a. Tingkat pendidikan formal yang lebih tinggi b. Pekerjaan yang memberikan stimulus c. Aktivitas mental yang menantang, misalnya membaca, bermain game, atau memainkan alat musik d. Sering melakukan interaksi sosial  Sampai saat ini, para ilmuwan belum bisa menjelaskan hubungan ini secara detail.
  12. 12.  Namun ada satu teori yang mengatakan bahwa dengan digunakannya otak, maka otak akan membangun lebih banyak koneksi antar sel, yang dapat melindungi otak dari dampak perubahan yang berkaitan dengan Alzheimer.  Penjelasan lainnya adalah bahwa orang yang menderita Alzheimer cenderung kurang mencari kegiatan yang memberi stimulus (stimulating activities) beberapa tahun sebelum mereka didiagnosis menderita penyakit ini.
  13. 13. PENCEGAHAN PENYAKIT ALZHEIMER Penyakit Alzheimer tidak dapat diobati, namun dapat dicegah. Berikut cara pencegahan penyakit Alzheimer : 1. Konsumsi makanan sehat Penelitian terbaru tentang Alzheimer dan dementia dalam Journal of the Alzheimer's Association menemukan bahwa orang – orang yang mengkonsumsi asam folat dalam jumlah yang cukup memiliki risiko yang jauh lebih rendah terhadap penyakit Alzheimer.
  14. 14. 2. Terapkan Gaya Hidup Sehat Menurut Asosiasi Alzheimer Amerika, menghindari merokok dan konsumsi alkohol, olahraga dan aktif dalam kehidupan sosial berkaitan dengan kesehatan otak. 3. Olahragakan Tubuh Anda Olahraga teratur penting untuk kesehatan otak Anda. “Berjalan 45 menit sebanyak 3 kali seminggu selama 6 bulan signifikan meningkatkan kemampuan mental orang dewasa tanpa demensia.
  15. 15. 4. Olahragakan Pikiran Anda Pada penelitian yang dilakukan selama tujuh tahun dengan subjek penelitian 1800 orang dewasa, Stern menemukan bahwa “waktu luang” yang dimiliki seseorang menurunkan risiko peningkatan Alzheimer. Waktu luang tersebut meliputi mengunjungi teman-teman, bermain kartu, menonton film, menjawab teka-teki, bermain catur, membaca, mendengarkan kuliah atau ceramah, menjadi sukarelawan, dan menggeluti bidang yang kita gemari. Kuncinya adalah gunakan otak Anda setiap saat !
  16. 16.  5. Hindari cidera kepala Penelitian menemukan hubungan yang kuat antara cidera kepala yang berat dan Alzheimer. Anda dapat mengurangi risiko tersebut dengan mengenakan sabuk pengaman selama mengendarai mobil, mengenakan helm saat mengendarai sepeda motor, dan minimalkan risiko berbahaya di sekitar Anda.
  17. 17. VIDEO

×