Asuhan KeperawatanAsuhan Keperawatan
Klien EpilepsiKlien Epilepsi
By ALI HAMZAH, SKp. MNS.By ALI HAMZAH, SKp. MNS.
Pengertian EpilepsiPengertian Epilepsi
â–şAdalah suatu gangguan serebral kronikAdalah suatu gangguan serebral kronik
dengan berbagai macam etiologi, yangdengan berbagai macam etiologi, yang
ditandai oleh timbulnya serangan proksimalditandai oleh timbulnya serangan proksimal
yang berkala sebagai akibat lepasnyayang berkala sebagai akibat lepasnya
muatan listrik serebral secara eksesif.muatan listrik serebral secara eksesif.
•Insiden:Insiden:
►Prevalen 4 – 7 %Prevalen 4 – 7 %
►Di Indonesia terdapat ± 900.000 – 1,8 jutaDi Indonesia terdapat ± 900.000 – 1,8 juta
penderita epilepsi.penderita epilepsi.
â–şLaki-laki lebih banyak dari perempuanLaki-laki lebih banyak dari perempuan
â–şAwita :Awita :
 < 4 tahun< 4 tahun : 30 – 32, 9 %: 30 – 32, 9 %
 < 10 tahun< 10 tahun : 50 – 51,5 %: 50 – 51,5 %
 < 20 tahun< 20 tahun : 75 – 83,4 %: 75 – 83,4 %
ď‚§ > 25 tahun> 25 tahun : 15 %: 15 %
EtiologiEtiologi
1.1. Epilepsi Idiopatik (penyebab tidak diketahui, meliputi >50Epilepsi Idiopatik (penyebab tidak diketahui, meliputi >50
% kasus)% kasus)
2.2. Epilepsi Simptomatik (sangat bervariasi bergangungEpilepsi Simptomatik (sangat bervariasi bergangung
pada usia awitan):pada usia awitan):
a.a. Usia 0 – 6 bulan :Usia 0 – 6 bulan :
â–ş Kelainan intra uterinKelainan intra uterin
â–ş Kelainan selama persalinanKelainan selama persalinan
â–ş Kelainan kongnitalKelainan kongnital
â–ş Gangguan metabolikGangguan metabolik
â–ş infeksiinfeksi
a.a. Usia 6 bulan – 3 tahun:Usia 6 bulan – 3 tahun:
â–ş Kejang demamKejang demam
â–ş Cedera kepalaCedera kepala
â–ş Kecarunan dan gangguan metabolikKecarunan dan gangguan metabolik
â–ş Degenerasi serebralDegenerasi serebral
c.c. Usia Remaja:Usia Remaja:
â–ş Infeksi virus, bakteri, parasitInfeksi virus, bakteri, parasit
â–ş Abses otakAbses otak
c.c. Usia Muda:Usia Muda:
â–ş Cedera kepalaCedera kepala
â–ş Tumor otalTumor otal
â–ş infeksiinfeksi
c.c. Usia Lanjut:Usia Lanjut:
â–ş Gangguan pembuluh darah otakGangguan pembuluh darah otak
â–ş TraumaTrauma
â–ş TumorTumor
â–ş Degenerasi serebralDegenerasi serebral
PatofisiologiPatofisiologi
â–ş Gejala yang ditimbulkan akibat serangan epilepsiGejala yang ditimbulkan akibat serangan epilepsi
sebagaian karena otak mengalami kerusakan. Beratsebagaian karena otak mengalami kerusakan. Berat
ringannya gangguan bergantung pada lokasi dan keadaanringannya gangguan bergantung pada lokasi dan keadaan
patologinya. Apabila lesi pada otak tengah. Thalamus danpatologinya. Apabila lesi pada otak tengah. Thalamus dan
korteks serebri kemungkinan bersifat epileptogenik. Lesikorteks serebri kemungkinan bersifat epileptogenik. Lesi
pada serebelum biasanya tidak mengakibatkan seranganpada serebelum biasanya tidak mengakibatkan serangan
epileptik.epileptik.
â–ş Serangan epilepsi terjadi karena adanya lepas muatanSerangan epilepsi terjadi karena adanya lepas muatan
listrik yang berlebihan dari neuron di SSP yang terlokalisir.listrik yang berlebihan dari neuron di SSP yang terlokalisir.
Hal ini terjadi karena adanya gangguan keseimbanganHal ini terjadi karena adanya gangguan keseimbangan
antara prosesaksitasi dan inhibisi pada interaksi antarantara prosesaksitasi dan inhibisi pada interaksi antar
neuron yang disebabkan oleh karena gangguan pada selneuron yang disebabkan oleh karena gangguan pada sel
neuronnya sendiri atau transmisi sinaptiknya.neuronnya sendiri atau transmisi sinaptiknya.
â–ş Transmisi sinaptik oleh neurotransmiteryangTransmisi sinaptik oleh neurotransmiteryang
bersifat aksitasi oleh inhibisi dalam keadaanbersifat aksitasi oleh inhibisi dalam keadaan
gangguan akan mempengaruhi membran sel,gangguan akan mempengaruhi membran sel,
sehingga terjadi proses :sehingga terjadi proses :
1.1. Ketidakstabilan membran sel saraf sehingga selKetidakstabilan membran sel saraf sehingga sel
mudah diaktifkan mudah terjadi kejang.mudah diaktifkan mudah terjadi kejang.
2.2. Neuron mengalami peningkatan sensitivitas denganNeuron mengalami peningkatan sensitivitas dengan
ambang rangsang menurun, sehingga mudah sekaliambang rangsang menurun, sehingga mudah sekali
terangsang dan dapat terangsan secara berturut-turut.terangsang dan dapat terangsan secara berturut-turut.
3.3. Kemungkinan terjadi polarisasi yang berlebihnKemungkinan terjadi polarisasi yang berlebihn
sehingga terjadi hiperpolarisasi atau sebaliknyasehingga terjadi hiperpolarisasi atau sebaliknya
terhenti repolarisasi, karena terjadi perbedaanterhenti repolarisasi, karena terjadi perbedaan
potensial listrik lapisan intra sel dan ekstra sel.potensial listrik lapisan intra sel dan ekstra sel.
4.4. Adanya ketidakseimbangan ion yang mengubahAdanya ketidakseimbangan ion yang mengubah
lingkungan kimia neuron, sehingga membran neuronlingkungan kimia neuron, sehingga membran neuron
depolarisasi.depolarisasi.
Klasifikasi (international League Against Epilepsy)Klasifikasi (international League Against Epilepsy)
â–ş Bangkitan Partial (berasal dari daerah tertentu diBangkitan Partial (berasal dari daerah tertentu di
otak)otak)
ď‚§ Bangkitan Partial Sederhana / Jacksonial:Bangkitan Partial Sederhana / Jacksonial:
â–ş Ditandai dengan kesadaran yang tetap baik, dapat berupaDitandai dengan kesadaran yang tetap baik, dapat berupa
vokal motorik yang menjalar.vokal motorik yang menjalar.
â–ş Gerakan klonik jari tangan, menjalar ke lengan bawah dan atasGerakan klonik jari tangan, menjalar ke lengan bawah dan atas
atau menjalar ke seluruh tubuh.atau menjalar ke seluruh tubuh.
â–ş Gerakan versif dimana kepala dan leher menengok ke satu sisi.Gerakan versif dimana kepala dan leher menengok ke satu sisi.
â–ş Gejala sensoris fokal menjalar atau sensorik khusus berupaGejala sensoris fokal menjalar atau sensorik khusus berupa
halusinasi sederhana (visual, auditorik, gustatorik)halusinasi sederhana (visual, auditorik, gustatorik)
â–ş Kadang-kadang ada devisit neurologik fokal post iktal berupaKadang-kadang ada devisit neurologik fokal post iktal berupa
kelumpuhan ekstermitas (Todds Paralisis) yang hilang dalamkelumpuhan ekstermitas (Todds Paralisis) yang hilang dalam
beberapa jam.beberapa jam.
â–ş Bangkitan Partial Kompleks:Bangkitan Partial Kompleks:
â–ş Didapati adanya gangguan kesadaran dan gejalaDidapati adanya gangguan kesadaran dan gejala
psikis/gangguan fungsi luhur, seperti:psikis/gangguan fungsi luhur, seperti:
ď‚§ DisphasiaDisphasia
ď‚§ Deja-vu (kenal dengan peristiwa yang belum pernahDeja-vu (kenal dengan peristiwa yang belum pernah
dialaminya)dialaminya)
ď‚§ Jamais-vu (tidak kenal dengan peristiwa yang pernahJamais-vu (tidak kenal dengan peristiwa yang pernah
dialaminya)dialaminya)
ď‚§ Dreamy State (keadaan seperti sedang bermimpi)Dreamy State (keadaan seperti sedang bermimpi)
ď‚§ Ilusi, halusinasiIlusi, halusinasi
ď‚§ Otomatisme (mengunyah, menelan, gerakan-gerakanOtomatisme (mengunyah, menelan, gerakan-gerakan
tertentu.tertentu.
ď‚§ Klien menjadi sering bingung, disorientasi selamaKlien menjadi sering bingung, disorientasi selama
beberapa menit pasca bangkitan.beberapa menit pasca bangkitan.
â–ş Bangkitan UmumBangkitan Umum
ď‚§ Bangkitan umum sekunder:Bangkitan umum sekunder:
Bangkitan partial dapat berubah menjadi bangkitanBangkitan partial dapat berubah menjadi bangkitan
umum melalui beberapa tingkatan, hal iniumum melalui beberapa tingkatan, hal ini
menunjukkan adanya penyebaran dari lepasanmuatanmenunjukkan adanya penyebaran dari lepasanmuatan
listrik ke berbagai bagian dari otak. Bangkitan partiallistrik ke berbagai bagian dari otak. Bangkitan partial
sederhana bangkitan partial kompleksederhana bangkitan partial komplek
bangkitan umum.bangkitan umum.
ď‚§ Bangkitan Umum Primer :Bangkitan Umum Primer :
1.1. Bangkitan tonik-klonik (Grand mall):Bangkitan tonik-klonik (Grand mall):
â–ş Serangan terjadi secara tiba-tiba.Serangan terjadi secara tiba-tiba.
â–ş Klien jatuh sambil menjerit/berteriak.Klien jatuh sambil menjerit/berteriak.
â–ş Pernafasan sejenak berhenti dan seluruh tubuh kaku,Pernafasan sejenak berhenti dan seluruh tubuh kaku,
kemudian bangkit gerakan tonik-klonik selama 1 – 2kemudian bangkit gerakan tonik-klonik selama 1 – 2
menit.menit.
â–şKesadaran hilang pada saat klien jatuh.Kesadaran hilang pada saat klien jatuh.
â–şUrine keluar kartena kontraksi tonik involunter.Urine keluar kartena kontraksi tonik involunter.
â–şAir liur berbusa karena kontraksi tonik-klonik aoatAir liur berbusa karena kontraksi tonik-klonik aoat
wajah, mulut, oropharynk.wajah, mulut, oropharynk.
â–şSetelah serangan, klien belum sadar untukSetelah serangan, klien belum sadar untuk
beberapa menit sampai ½ jam.beberapa menit sampai ½ jam.
â–şKlien mulai membuka mata, tampak letih sekali danKlien mulai membuka mata, tampak letih sekali dan
tertidur.tertidur.
â–şPasca grand mall, klien nyeri kepala dan tidak ingatPasca grand mall, klien nyeri kepala dan tidak ingat
apa yang terjadi.apa yang terjadi.
â–şSebelum serangan ditandai adanya suatu auraSebelum serangan ditandai adanya suatu aura
berupa pusing, iritabilitas dan sakit kepalaberupa pusing, iritabilitas dan sakit kepala
2.2. Bangkitan Lena (Petit mall)Bangkitan Lena (Petit mall)
 Ditandai kehilangan kesadaran sangat singkat (5 – 10Ditandai kehilangan kesadaran sangat singkat (5 – 10
detik). Saat kehilangan kesadaran, tonus otot skeletaldetik). Saat kehilangan kesadaran, tonus otot skeletal
tidak hilang sehinga klien tidak terjatuh.tidak hilang sehinga klien tidak terjatuh.
ď‚§ Kadang timbul gerakan otot wajah setempat (facialKadang timbul gerakan otot wajah setempat (facial
twitcing).twitcing).
ď‚§ Kedua mata menatap hampa ke depan atau keduaKedua mata menatap hampa ke depan atau kedua
mata berputar ke atas sambil melepaskan benda yangmata berputar ke atas sambil melepaskan benda yang
sedang dipegangnya atau berhenti bicara.sedang dipegangnya atau berhenti bicara.
ď‚§ Setelah sadar klien lupa apa yang terjadi.Setelah sadar klien lupa apa yang terjadi.
3.3. Bangkitan Mioklonik.Bangkitan Mioklonik.
Ditandai dengan kontraksi otot tubuh secara cepat,Ditandai dengan kontraksi otot tubuh secara cepat,
sinkron dan bilateral atau kadang hanya mengenaisinkron dan bilateral atau kadang hanya mengenai
kelompok otot-otot tertentu.kelompok otot-otot tertentu.
4.4. Bangkitan Atonik:Bangkitan Atonik:
ď‚§ Ditandai kehilangan tonus otot secaraDitandai kehilangan tonus otot secara
mendadak pada kelompok otot tertentu,mendadak pada kelompok otot tertentu,
misalnya:misalnya:
â–ş Otot-otot leher : kepala seolah-olah jatuh.Otot-otot leher : kepala seolah-olah jatuh.
â–ş Seluruh otot tubuh : klien jatuh.Seluruh otot tubuh : klien jatuh.
ď‚§ Berlangsung singkat, kesadaran dapat hilangBerlangsung singkat, kesadaran dapat hilang
sesaat atau tidak sama sekali.sesaat atau tidak sama sekali.
5.5. Bangkitan tonik sajaBangkitan tonik saja
6.6. Bangkitan klonik sajaBangkitan klonik saja
â–şBangkita tak tergolongkan:Bangkita tak tergolongkan:
ď‚§ Kejang yang tidak diketahui penyebabnya,Kejang yang tidak diketahui penyebabnya,
sehingga tidak termasuk ke dalam kategorisehingga tidak termasuk ke dalam kategori
bangkitan umum atau partial.bangkitan umum atau partial.
â–şPemeriksaan Diagnostik :Pemeriksaan Diagnostik :
ď‚§ EEGEEG
ď‚§ Photo polos kepalaPhoto polos kepala
ď‚§ CT ScanCT Scan
ď‚§ Pemeriksaan Lab.Pemeriksaan Lab.
PengobatanPengobatan
â–şTujuan untuk penyembuhan atau bila tidakTujuan untuk penyembuhan atau bila tidak
mampu menyembuhkan untuk membatasimampu menyembuhkan untuk membatasi
gejala dan mengurangi efek sampinggejala dan mengurangi efek samping
pengobatan, sehingga dapat memperbaikipengobatan, sehingga dapat memperbaiki
kualitas hidup.kualitas hidup.
â–şObat anti epoleptik mempunyai efektifitasObat anti epoleptik mempunyai efektifitas
terbatas untuk berbagai bangkitan yangterbatas untuk berbagai bangkitan yang
berbeda.berbeda.
PengkajianPengkajian
â–ş Riwayat kesehatan (berhubungan dengan faktorRiwayat kesehatan (berhubungan dengan faktor
resiko bio-psiko-sosio-spiritual)resiko bio-psiko-sosio-spiritual)
â–ş Aktifitas dan istirahat :Aktifitas dan istirahat :
ď‚§ Data objektif: keadaan umum lemah, lelah,Data objektif: keadaan umum lemah, lelah,
keterbatasan aktivitas, tidak mampu merawat diriketerbatasan aktivitas, tidak mampu merawat diri
sendiri, kekuatan otot menurun.sendiri, kekuatan otot menurun.
â–ş Peredaran darah:Peredaran darah:
ď‚§ Data objektif: saat serangan: hipertensi, HR meningkat,Data objektif: saat serangan: hipertensi, HR meningkat,
sianosis dan setelah serangan normal atau menurun.sianosis dan setelah serangan normal atau menurun.
â–ş Eliminasi:Eliminasi:
ď‚§ Data objektif : saat serangan : tekanan kandung kemihData objektif : saat serangan : tekanan kandung kemih
dan otot spinkter meningkat, setelah serangan : relaks.dan otot spinkter meningkat, setelah serangan : relaks.
â–şMakanan dan Cairan:Makanan dan Cairan:
ď‚§ Data objektif : gusi/gigi mengalami kerusakanData objektif : gusi/gigi mengalami kerusakan
selama serangan, gusi bengkak karena efekselama serangan, gusi bengkak karena efek
samping obat dilantin.samping obat dilantin.
â–şPersarafan:Persarafan:
ď‚§ Selama serangan :Selama serangan :
â–şNyeri kepalaNyeri kepala
â–şKehilangan kesadaran/pingsan/lupaKehilangan kesadaran/pingsan/lupa
â–şKlien menangis, jatuh ke lantai disertai kejang,Klien menangis, jatuh ke lantai disertai kejang,
menggigit lidah, mulut berbuih, inkontinensia urine &menggigit lidah, mulut berbuih, inkontinensia urine &
faeces.faeces.
â–şBibir dan muka tampak kebiruanBibir dan muka tampak kebiruan
ď‚§ Setelah serangan :Setelah serangan :
â–şLethargi, bingung, otot terasa sakit, ggn bicara, nyeriLethargi, bingung, otot terasa sakit, ggn bicara, nyeri
kepala, luka memar/goresan.kepala, luka memar/goresan.
â–şHemiplegi sementaraHemiplegi sementara
â–şKlien tidak ingat kejadian yang menimpa dirinyaKlien tidak ingat kejadian yang menimpa dirinya
â–şPerubahan kesadaran.Perubahan kesadaran.
ď‚§ Riwayat sebelum serangan :Riwayat sebelum serangan :
â–şTerdapat awitan pada usia tertentu.Terdapat awitan pada usia tertentu.
â–şAda faktor pencetus (misal: suhu yang panas, kurangAda faktor pencetus (misal: suhu yang panas, kurang
tidur, stress, emosi labil).tidur, stress, emosi labil).
â–şRiwayat penyakit yang sama.Riwayat penyakit yang sama.
ď‚§ Interaksi sosial:Interaksi sosial:
â–şGangguan interaksi sosial karena rendah diriGangguan interaksi sosial karena rendah diri
â–şKeluarga merasa malu.Keluarga merasa malu.
ď‚§ Konsep diri :Konsep diri :
â–şRendah diriRendah diri
â–şMerasa tidak berdaya/tidak bergunaMerasa tidak berdaya/tidak berguna
â–şTidak mempunyai harapanTidak mempunyai harapan
â–şSelalu hati-hati dalam berhubungan dengan orangSelalu hati-hati dalam berhubungan dengan orang
lain.lain.
Masalah dan intervensi keperawatanMasalah dan intervensi keperawatan
â–ş Resiko terjadinya kecelakaan/injuri: trauma atauResiko terjadinya kecelakaan/injuri: trauma atau
kekurangan oksigenkekurangan oksigen
â–ş Intervensi :Intervensi :
ď‚§ Bersama klien mengidentifikasi faktor-faktor yangBersama klien mengidentifikasi faktor-faktor yang
menyebabkan serangan timbul tiba-tiba.menyebabkan serangan timbul tiba-tiba.
ď‚§ Apabila serangan terjadi di luar tempat tidur, letakkanApabila serangan terjadi di luar tempat tidur, letakkan
bantal di bawah kepala klien atau lerakkan kepala klienbantal di bawah kepala klien atau lerakkan kepala klien
dipangkuan perawat.dipangkuan perawat.
ď‚§ Obaservasi tanda-tanda vital.Obaservasi tanda-tanda vital.
ď‚§ Dampingi klien saat serangan tiba untuk mencegah lukaDampingi klien saat serangan tiba untuk mencegah luka
fisik, aspirasi dan lidah tergigit.fisik, aspirasi dan lidah tergigit.
ď‚§ Miringkan kepala klien untuk mencegah aspirasi.Miringkan kepala klien untuk mencegah aspirasi.
ď‚§ Bila perlu gunakan tonk spatelBila perlu gunakan tonk spatel
ď‚§ Hindari alat-alat/benda yangHindari alat-alat/benda yang
membahayakan.membahayakan.
ď‚§ Longgarkan pakaian klienLonggarkan pakaian klien
ď‚§ Catat semua gejala dan karakteristik dariCatat semua gejala dan karakteristik dari
tipe serangan.tipe serangan.
ď‚§ Kolaborasi :Kolaborasi :
â–şPemberian obat sesuai program th/Pemberian obat sesuai program th/
â–şMonitor efek samping obat.Monitor efek samping obat.
â–şMonitor tingkat keseimbangan elektrolit danMonitor tingkat keseimbangan elektrolit dan
glukosa.glukosa.
â–ş Resiko tidak efektifnya jalan nafas/pola nafas.Resiko tidak efektifnya jalan nafas/pola nafas.
ď‚§ Bila klien tak sadar, pertahankan kepatenan jalan nafas,Bila klien tak sadar, pertahankan kepatenan jalan nafas,
agar tetap lancar.agar tetap lancar.
ď‚§ Observasi tanda-tanda vital.Observasi tanda-tanda vital.
ď‚§ Identifikasi kemungkinan adanya trauma fisik.Identifikasi kemungkinan adanya trauma fisik.
ď‚§ Beri oksigen sesuai program.Beri oksigen sesuai program.
â–ş Gangguan konsep diri: harga diri rendah/identitasGangguan konsep diri: harga diri rendah/identitas
diri tidak jelasdiri tidak jelas
ď‚§ Diskusikan ttg perasaan yang dihadapkan klienDiskusikan ttg perasaan yang dihadapkan klien
ď‚§ Dorong klien untuk mengekspresikan fikiran danDorong klien untuk mengekspresikan fikiran dan
perasaannyaperasaannya
ď‚§ Kaji kemampuan klien yang daapt meningkatkan hargaKaji kemampuan klien yang daapt meningkatkan harga
diri klien dan dapat hidup di masyarakat.diri klien dan dapat hidup di masyarakat.
ď‚§ Anjurkan untuk ikut kelompok epilepsiAnjurkan untuk ikut kelompok epilepsi
â–ş Kurangnya pengetahuan tentang kondisi klien:Kurangnya pengetahuan tentang kondisi klien:
ď‚§ Diskusikan ttg pentingnya kontrol dan minumDiskusikan ttg pentingnya kontrol dan minum
obat secara teratur.obat secara teratur.
ď‚§ Berikan penyuluhan tentang:Berikan penyuluhan tentang:
â–şPenyakit Epilepsi :Penyakit Epilepsi :
ď‚§ MengenaliMengenali
ď‚§ PenyebabPenyebab
ď‚§ Aura sebelum seranganAura sebelum serangan
ď‚§ Mencatat lama kejang dan waktu terjadinyaMencatat lama kejang dan waktu terjadinya
ď‚§ Pencegahan serangan kejang berulangPencegahan serangan kejang berulang
â–şPsiko sosial Epilepsi:Psiko sosial Epilepsi:
ď‚§ Pekerjaan dan pendidikanPekerjaan dan pendidikan
ď‚§ Olah raga dan istirahatOlah raga dan istirahat
ď‚§ Mengendarai kendaraanMengendarai kendaraan
ď‚§ Penanganan saat kejang:Penanganan saat kejang:
â–şLindungi dari injuri :Lindungi dari injuri :
ď‚§ Jangan meletakkan apapun di mulut.Jangan meletakkan apapun di mulut.
ď‚§ Tidak boleh melakukan restrainingTidak boleh melakukan restraining
ď‚§ Tinggal bersama klienTinggal bersama klien
ď‚§ Jauhkan benda-benda yang berbahaya.Jauhkan benda-benda yang berbahaya.
â–şMiringkan posisi kepalaMiringkan posisi kepala
â–şLonggarkan pakaian klienLonggarkan pakaian klien
â–şCatat tanda dan gejala seranganCatat tanda dan gejala serangan
â–şCari tenaga medis bila serangan berlanjut.Cari tenaga medis bila serangan berlanjut.
ď‚§ Setelah kejang:Setelah kejang:
â–şKlien tak sadar:Klien tak sadar:
ď‚§ Peliharan kepatenan jalan nafas.Peliharan kepatenan jalan nafas.
ď‚§ Catat keadaan umum klienCatat keadaan umum klien
â–şKlien sadar, anjurkan istirahatKlien sadar, anjurkan istirahat
â–şBeri rasa amanBeri rasa aman
â–şKaji trauma fisik.Kaji trauma fisik.
ď‚§ Pengobatan :Pengobatan :
â–şManfaatManfaat
â–şEfek obatEfek obat
â–şSide efek anto konvulsan: ngantuk dan perubahanSide efek anto konvulsan: ngantuk dan perubahan
perilakuperilaku
â–şCara pemberian obatCara pemberian obat
â–şPemeriksaan secara periodik.Pemeriksaan secara periodik.
Nursing ObservationNursing Observation
â–ş Pre kejang:Pre kejang:
1.1. Aaktivitas sebelum kejang :Aaktivitas sebelum kejang :
ď‚§ Bangun/tidurBangun/tidur
ď‚§ Febris, sakit beratFebris, sakit berat
ď‚§ Fatique, stress, gembiraFatique, stress, gembira
2.2. Faktor presipitasiFaktor presipitasi
ď‚§ Cahaya yang terlalu terangCahaya yang terlalu terang
ď‚§ Suara bisingSuara bising
ď‚§ hiperventilasihiperventilasi
3.3. Aura: keluhan, sensasi tidak biasa.Aura: keluhan, sensasi tidak biasa.
â–ş KejangKejang
1.1. Onset: menangis, jatuh, bagian tubuh yangOnset: menangis, jatuh, bagian tubuh yang
dipengaruhi saat kejangdipengaruhi saat kejang
2.2. Perubahan perilaku: automatisme, agitasi, lari-Perubahan perilaku: automatisme, agitasi, lari-
lari.lari.
3.3. Pergerakan tubuh; tonik, klonik, lokal/general.Pergerakan tubuh; tonik, klonik, lokal/general.
4.4. Karakteristik facial:Karakteristik facial:
1.1. Warna: sianosis, pucat, kemerahan.Warna: sianosis, pucat, kemerahan.
2.2. TwitchingTwitching
3.3. Posisi dan pergerakan mataPosisi dan pergerakan mata
4.4. Perubahan pupilPerubahan pupil
5.5. Peningkatan sekresi.Peningkatan sekresi.
5.5. Respirasi : frekuensi, irama, pola dsb)Respirasi : frekuensi, irama, pola dsb)
â–ş Post kejangPost kejang
1.1. Kesadaran/ orientasiKesadaran/ orientasi
2.2. BingungBingung
3.3. Ggn bicaraGgn bicara
4.4. TidurTidur
5.5. Perubahan fungsi motorik dan sensorik:Perubahan fungsi motorik dan sensorik:
ď‚§ Kelemahan/menurunnya pergerakanKelemahan/menurunnya pergerakan
ď‚§ Numbness, tinglingNumbness, tingling
ď‚§ Keseimbangan tergangguKeseimbangan terganggu
ď‚§ Ggn visual/pendengaranGgn visual/pendengaran
6.6. Keluhan nyeri/sakit kepalaKeluhan nyeri/sakit kepala
7.7. Kaji: injuri, ggn emosiKaji: injuri, ggn emosi
Status EpileptikusStatus Epileptikus
â–şAdalah kondisi/jenis epilepsi dimanaAdalah kondisi/jenis epilepsi dimana
serangan terjadi begitu sering, sehinggaserangan terjadi begitu sering, sehingga
klien belum keluar dari satu serangan telahklien belum keluar dari satu serangan telah
mendapat serangan yang lain.mendapat serangan yang lain.
â–şSerangan berrulang-ulang, biasanya terjadiSerangan berrulang-ulang, biasanya terjadi
pada serangan umum tonik-klonik,pada serangan umum tonik-klonik,
merupakan kondisi emergensi karenamerupakan kondisi emergensi karena
menyebabkan kerusakan pernanenmenyebabkan kerusakan pernanen
â–şPenyebab:Penyebab:
ď‚§ Suhu yang tinggiSuhu yang tinggi
ď‚§ Penghentian obat anti epileptik secara tiba-tibaPenghentian obat anti epileptik secara tiba-tiba
ď‚§ Ggn metabolikGgn metabolik
ď‚§ Kurang tidurKurang tidur
ď‚§ MeningitisMeningitis
ď‚§ Trauma otakTrauma otak
ď‚§ Intoksikasi obatIntoksikasi obat
ď‚§ Alkohol, dsbAlkohol, dsb
Aspek Psikososial EpilepsiAspek Psikososial Epilepsi
1.1. Prasangka dan ketidaktahuan masyarakatPrasangka dan ketidaktahuan masyarakat
tentang epilepsi/mitos; bahwa epilepsitentang epilepsi/mitos; bahwa epilepsi
merupakan penyakit yang membahayakan,merupakan penyakit yang membahayakan,
menular, kemasukan setan, sakit jiwa sehinggamenular, kemasukan setan, sakit jiwa sehingga
klien sering dikucilkan.klien sering dikucilkan.
2.2. Pendidikan: sering mendapat toleransi danPendidikan: sering mendapat toleransi dan
perlakuan khusus dari guru, sehingga terisolirperlakuan khusus dari guru, sehingga terisolir
jarang berpartisipasi di sekolahjarang berpartisipasi di sekolah
3.3. Pekerjaan:Pekerjaan:
â–ş Seringkali sulit mendapatkan pekerjaanSeringkali sulit mendapatkan pekerjaan
â–ş Harus selektif dalam mencari kerjaHarus selektif dalam mencari kerja
4.4. Olah raga:Olah raga:
ď‚§ Seringkali timbul keraguan/ketakutan padaSeringkali timbul keraguan/ketakutan pada
waktu akan berolah ragawaktu akan berolah raga
ď‚§ Ada beberapa jenis olah raga yang sebaiknyaAda beberapa jenis olah raga yang sebaiknya
dihindari oleh penderita ,misal: mendakidihindari oleh penderita ,misal: mendaki
gunung, meyelam, berenang dsb.gunung, meyelam, berenang dsb.
4.4. Ketergantungan pada obat anti epilepsiKetergantungan pada obat anti epilepsi
5.5. Kahamilan: boleh hamil, asal selama hamilKahamilan: boleh hamil, asal selama hamil
serangan kecang dapat dicegah.serangan kecang dapat dicegah.
6.6. Menghindari menggunakan kendaraanMenghindari menggunakan kendaraan
bermotor.bermotor.

Askep epilepsi

  • 1.
    Asuhan KeperawatanAsuhan Keperawatan KlienEpilepsiKlien Epilepsi By ALI HAMZAH, SKp. MNS.By ALI HAMZAH, SKp. MNS.
  • 2.
    Pengertian EpilepsiPengertian Epilepsi â–şAdalahsuatu gangguan serebral kronikAdalah suatu gangguan serebral kronik dengan berbagai macam etiologi, yangdengan berbagai macam etiologi, yang ditandai oleh timbulnya serangan proksimalditandai oleh timbulnya serangan proksimal yang berkala sebagai akibat lepasnyayang berkala sebagai akibat lepasnya muatan listrik serebral secara eksesif.muatan listrik serebral secara eksesif.
  • 3.
    •Insiden:Insiden: ►Prevalen 4 –7 %Prevalen 4 – 7 % ►Di Indonesia terdapat ± 900.000 – 1,8 jutaDi Indonesia terdapat ± 900.000 – 1,8 juta penderita epilepsi.penderita epilepsi. ►Laki-laki lebih banyak dari perempuanLaki-laki lebih banyak dari perempuan ►Awita :Awita :  < 4 tahun< 4 tahun : 30 – 32, 9 %: 30 – 32, 9 %  < 10 tahun< 10 tahun : 50 – 51,5 %: 50 – 51,5 %  < 20 tahun< 20 tahun : 75 – 83,4 %: 75 – 83,4 %  > 25 tahun> 25 tahun : 15 %: 15 %
  • 4.
    EtiologiEtiologi 1.1. Epilepsi Idiopatik(penyebab tidak diketahui, meliputi >50Epilepsi Idiopatik (penyebab tidak diketahui, meliputi >50 % kasus)% kasus) 2.2. Epilepsi Simptomatik (sangat bervariasi bergangungEpilepsi Simptomatik (sangat bervariasi bergangung pada usia awitan):pada usia awitan): a.a. Usia 0 – 6 bulan :Usia 0 – 6 bulan : ► Kelainan intra uterinKelainan intra uterin ► Kelainan selama persalinanKelainan selama persalinan ► Kelainan kongnitalKelainan kongnital ► Gangguan metabolikGangguan metabolik ► infeksiinfeksi a.a. Usia 6 bulan – 3 tahun:Usia 6 bulan – 3 tahun: ► Kejang demamKejang demam ► Cedera kepalaCedera kepala ► Kecarunan dan gangguan metabolikKecarunan dan gangguan metabolik ► Degenerasi serebralDegenerasi serebral
  • 5.
    c.c. Usia Remaja:UsiaRemaja: â–ş Infeksi virus, bakteri, parasitInfeksi virus, bakteri, parasit â–ş Abses otakAbses otak c.c. Usia Muda:Usia Muda: â–ş Cedera kepalaCedera kepala â–ş Tumor otalTumor otal â–ş infeksiinfeksi c.c. Usia Lanjut:Usia Lanjut: â–ş Gangguan pembuluh darah otakGangguan pembuluh darah otak â–ş TraumaTrauma â–ş TumorTumor â–ş Degenerasi serebralDegenerasi serebral
  • 6.
    PatofisiologiPatofisiologi â–ş Gejala yangditimbulkan akibat serangan epilepsiGejala yang ditimbulkan akibat serangan epilepsi sebagaian karena otak mengalami kerusakan. Beratsebagaian karena otak mengalami kerusakan. Berat ringannya gangguan bergantung pada lokasi dan keadaanringannya gangguan bergantung pada lokasi dan keadaan patologinya. Apabila lesi pada otak tengah. Thalamus danpatologinya. Apabila lesi pada otak tengah. Thalamus dan korteks serebri kemungkinan bersifat epileptogenik. Lesikorteks serebri kemungkinan bersifat epileptogenik. Lesi pada serebelum biasanya tidak mengakibatkan seranganpada serebelum biasanya tidak mengakibatkan serangan epileptik.epileptik. â–ş Serangan epilepsi terjadi karena adanya lepas muatanSerangan epilepsi terjadi karena adanya lepas muatan listrik yang berlebihan dari neuron di SSP yang terlokalisir.listrik yang berlebihan dari neuron di SSP yang terlokalisir. Hal ini terjadi karena adanya gangguan keseimbanganHal ini terjadi karena adanya gangguan keseimbangan antara prosesaksitasi dan inhibisi pada interaksi antarantara prosesaksitasi dan inhibisi pada interaksi antar neuron yang disebabkan oleh karena gangguan pada selneuron yang disebabkan oleh karena gangguan pada sel neuronnya sendiri atau transmisi sinaptiknya.neuronnya sendiri atau transmisi sinaptiknya.
  • 7.
    â–ş Transmisi sinaptikoleh neurotransmiteryangTransmisi sinaptik oleh neurotransmiteryang bersifat aksitasi oleh inhibisi dalam keadaanbersifat aksitasi oleh inhibisi dalam keadaan gangguan akan mempengaruhi membran sel,gangguan akan mempengaruhi membran sel, sehingga terjadi proses :sehingga terjadi proses : 1.1. Ketidakstabilan membran sel saraf sehingga selKetidakstabilan membran sel saraf sehingga sel mudah diaktifkan mudah terjadi kejang.mudah diaktifkan mudah terjadi kejang. 2.2. Neuron mengalami peningkatan sensitivitas denganNeuron mengalami peningkatan sensitivitas dengan ambang rangsang menurun, sehingga mudah sekaliambang rangsang menurun, sehingga mudah sekali terangsang dan dapat terangsan secara berturut-turut.terangsang dan dapat terangsan secara berturut-turut. 3.3. Kemungkinan terjadi polarisasi yang berlebihnKemungkinan terjadi polarisasi yang berlebihn sehingga terjadi hiperpolarisasi atau sebaliknyasehingga terjadi hiperpolarisasi atau sebaliknya terhenti repolarisasi, karena terjadi perbedaanterhenti repolarisasi, karena terjadi perbedaan potensial listrik lapisan intra sel dan ekstra sel.potensial listrik lapisan intra sel dan ekstra sel. 4.4. Adanya ketidakseimbangan ion yang mengubahAdanya ketidakseimbangan ion yang mengubah lingkungan kimia neuron, sehingga membran neuronlingkungan kimia neuron, sehingga membran neuron depolarisasi.depolarisasi.
  • 8.
    Klasifikasi (international LeagueAgainst Epilepsy)Klasifikasi (international League Against Epilepsy) â–ş Bangkitan Partial (berasal dari daerah tertentu diBangkitan Partial (berasal dari daerah tertentu di otak)otak) ď‚§ Bangkitan Partial Sederhana / Jacksonial:Bangkitan Partial Sederhana / Jacksonial: â–ş Ditandai dengan kesadaran yang tetap baik, dapat berupaDitandai dengan kesadaran yang tetap baik, dapat berupa vokal motorik yang menjalar.vokal motorik yang menjalar. â–ş Gerakan klonik jari tangan, menjalar ke lengan bawah dan atasGerakan klonik jari tangan, menjalar ke lengan bawah dan atas atau menjalar ke seluruh tubuh.atau menjalar ke seluruh tubuh. â–ş Gerakan versif dimana kepala dan leher menengok ke satu sisi.Gerakan versif dimana kepala dan leher menengok ke satu sisi. â–ş Gejala sensoris fokal menjalar atau sensorik khusus berupaGejala sensoris fokal menjalar atau sensorik khusus berupa halusinasi sederhana (visual, auditorik, gustatorik)halusinasi sederhana (visual, auditorik, gustatorik) â–ş Kadang-kadang ada devisit neurologik fokal post iktal berupaKadang-kadang ada devisit neurologik fokal post iktal berupa kelumpuhan ekstermitas (Todds Paralisis) yang hilang dalamkelumpuhan ekstermitas (Todds Paralisis) yang hilang dalam beberapa jam.beberapa jam.
  • 9.
    â–ş Bangkitan PartialKompleks:Bangkitan Partial Kompleks: â–ş Didapati adanya gangguan kesadaran dan gejalaDidapati adanya gangguan kesadaran dan gejala psikis/gangguan fungsi luhur, seperti:psikis/gangguan fungsi luhur, seperti: ď‚§ DisphasiaDisphasia ď‚§ Deja-vu (kenal dengan peristiwa yang belum pernahDeja-vu (kenal dengan peristiwa yang belum pernah dialaminya)dialaminya) ď‚§ Jamais-vu (tidak kenal dengan peristiwa yang pernahJamais-vu (tidak kenal dengan peristiwa yang pernah dialaminya)dialaminya) ď‚§ Dreamy State (keadaan seperti sedang bermimpi)Dreamy State (keadaan seperti sedang bermimpi) ď‚§ Ilusi, halusinasiIlusi, halusinasi ď‚§ Otomatisme (mengunyah, menelan, gerakan-gerakanOtomatisme (mengunyah, menelan, gerakan-gerakan tertentu.tertentu. ď‚§ Klien menjadi sering bingung, disorientasi selamaKlien menjadi sering bingung, disorientasi selama beberapa menit pasca bangkitan.beberapa menit pasca bangkitan.
  • 10.
    ► Bangkitan UmumBangkitanUmum  Bangkitan umum sekunder:Bangkitan umum sekunder: Bangkitan partial dapat berubah menjadi bangkitanBangkitan partial dapat berubah menjadi bangkitan umum melalui beberapa tingkatan, hal iniumum melalui beberapa tingkatan, hal ini menunjukkan adanya penyebaran dari lepasanmuatanmenunjukkan adanya penyebaran dari lepasanmuatan listrik ke berbagai bagian dari otak. Bangkitan partiallistrik ke berbagai bagian dari otak. Bangkitan partial sederhana bangkitan partial kompleksederhana bangkitan partial komplek bangkitan umum.bangkitan umum.  Bangkitan Umum Primer :Bangkitan Umum Primer : 1.1. Bangkitan tonik-klonik (Grand mall):Bangkitan tonik-klonik (Grand mall): ► Serangan terjadi secara tiba-tiba.Serangan terjadi secara tiba-tiba. ► Klien jatuh sambil menjerit/berteriak.Klien jatuh sambil menjerit/berteriak. ► Pernafasan sejenak berhenti dan seluruh tubuh kaku,Pernafasan sejenak berhenti dan seluruh tubuh kaku, kemudian bangkit gerakan tonik-klonik selama 1 – 2kemudian bangkit gerakan tonik-klonik selama 1 – 2 menit.menit.
  • 11.
    ►Kesadaran hilang padasaat klien jatuh.Kesadaran hilang pada saat klien jatuh. ►Urine keluar kartena kontraksi tonik involunter.Urine keluar kartena kontraksi tonik involunter. ►Air liur berbusa karena kontraksi tonik-klonik aoatAir liur berbusa karena kontraksi tonik-klonik aoat wajah, mulut, oropharynk.wajah, mulut, oropharynk. ►Setelah serangan, klien belum sadar untukSetelah serangan, klien belum sadar untuk beberapa menit sampai ½ jam.beberapa menit sampai ½ jam. ►Klien mulai membuka mata, tampak letih sekali danKlien mulai membuka mata, tampak letih sekali dan tertidur.tertidur. ►Pasca grand mall, klien nyeri kepala dan tidak ingatPasca grand mall, klien nyeri kepala dan tidak ingat apa yang terjadi.apa yang terjadi. ►Sebelum serangan ditandai adanya suatu auraSebelum serangan ditandai adanya suatu aura berupa pusing, iritabilitas dan sakit kepalaberupa pusing, iritabilitas dan sakit kepala
  • 12.
    2.2. Bangkitan Lena(Petit mall)Bangkitan Lena (Petit mall)  Ditandai kehilangan kesadaran sangat singkat (5 – 10Ditandai kehilangan kesadaran sangat singkat (5 – 10 detik). Saat kehilangan kesadaran, tonus otot skeletaldetik). Saat kehilangan kesadaran, tonus otot skeletal tidak hilang sehinga klien tidak terjatuh.tidak hilang sehinga klien tidak terjatuh.  Kadang timbul gerakan otot wajah setempat (facialKadang timbul gerakan otot wajah setempat (facial twitcing).twitcing).  Kedua mata menatap hampa ke depan atau keduaKedua mata menatap hampa ke depan atau kedua mata berputar ke atas sambil melepaskan benda yangmata berputar ke atas sambil melepaskan benda yang sedang dipegangnya atau berhenti bicara.sedang dipegangnya atau berhenti bicara.  Setelah sadar klien lupa apa yang terjadi.Setelah sadar klien lupa apa yang terjadi. 3.3. Bangkitan Mioklonik.Bangkitan Mioklonik. Ditandai dengan kontraksi otot tubuh secara cepat,Ditandai dengan kontraksi otot tubuh secara cepat, sinkron dan bilateral atau kadang hanya mengenaisinkron dan bilateral atau kadang hanya mengenai kelompok otot-otot tertentu.kelompok otot-otot tertentu.
  • 13.
    4.4. Bangkitan Atonik:BangkitanAtonik: ď‚§ Ditandai kehilangan tonus otot secaraDitandai kehilangan tonus otot secara mendadak pada kelompok otot tertentu,mendadak pada kelompok otot tertentu, misalnya:misalnya: â–ş Otot-otot leher : kepala seolah-olah jatuh.Otot-otot leher : kepala seolah-olah jatuh. â–ş Seluruh otot tubuh : klien jatuh.Seluruh otot tubuh : klien jatuh. ď‚§ Berlangsung singkat, kesadaran dapat hilangBerlangsung singkat, kesadaran dapat hilang sesaat atau tidak sama sekali.sesaat atau tidak sama sekali. 5.5. Bangkitan tonik sajaBangkitan tonik saja 6.6. Bangkitan klonik sajaBangkitan klonik saja
  • 14.
    â–şBangkita tak tergolongkan:Bangkitatak tergolongkan: ď‚§ Kejang yang tidak diketahui penyebabnya,Kejang yang tidak diketahui penyebabnya, sehingga tidak termasuk ke dalam kategorisehingga tidak termasuk ke dalam kategori bangkitan umum atau partial.bangkitan umum atau partial. â–şPemeriksaan Diagnostik :Pemeriksaan Diagnostik : ď‚§ EEGEEG ď‚§ Photo polos kepalaPhoto polos kepala ď‚§ CT ScanCT Scan ď‚§ Pemeriksaan Lab.Pemeriksaan Lab.
  • 15.
    PengobatanPengobatan â–şTujuan untuk penyembuhanatau bila tidakTujuan untuk penyembuhan atau bila tidak mampu menyembuhkan untuk membatasimampu menyembuhkan untuk membatasi gejala dan mengurangi efek sampinggejala dan mengurangi efek samping pengobatan, sehingga dapat memperbaikipengobatan, sehingga dapat memperbaiki kualitas hidup.kualitas hidup. â–şObat anti epoleptik mempunyai efektifitasObat anti epoleptik mempunyai efektifitas terbatas untuk berbagai bangkitan yangterbatas untuk berbagai bangkitan yang berbeda.berbeda.
  • 16.
    PengkajianPengkajian â–ş Riwayat kesehatan(berhubungan dengan faktorRiwayat kesehatan (berhubungan dengan faktor resiko bio-psiko-sosio-spiritual)resiko bio-psiko-sosio-spiritual) â–ş Aktifitas dan istirahat :Aktifitas dan istirahat : ď‚§ Data objektif: keadaan umum lemah, lelah,Data objektif: keadaan umum lemah, lelah, keterbatasan aktivitas, tidak mampu merawat diriketerbatasan aktivitas, tidak mampu merawat diri sendiri, kekuatan otot menurun.sendiri, kekuatan otot menurun. â–ş Peredaran darah:Peredaran darah: ď‚§ Data objektif: saat serangan: hipertensi, HR meningkat,Data objektif: saat serangan: hipertensi, HR meningkat, sianosis dan setelah serangan normal atau menurun.sianosis dan setelah serangan normal atau menurun. â–ş Eliminasi:Eliminasi: ď‚§ Data objektif : saat serangan : tekanan kandung kemihData objektif : saat serangan : tekanan kandung kemih dan otot spinkter meningkat, setelah serangan : relaks.dan otot spinkter meningkat, setelah serangan : relaks.
  • 17.
    â–şMakanan dan Cairan:Makanandan Cairan: ď‚§ Data objektif : gusi/gigi mengalami kerusakanData objektif : gusi/gigi mengalami kerusakan selama serangan, gusi bengkak karena efekselama serangan, gusi bengkak karena efek samping obat dilantin.samping obat dilantin. â–şPersarafan:Persarafan: ď‚§ Selama serangan :Selama serangan : â–şNyeri kepalaNyeri kepala â–şKehilangan kesadaran/pingsan/lupaKehilangan kesadaran/pingsan/lupa â–şKlien menangis, jatuh ke lantai disertai kejang,Klien menangis, jatuh ke lantai disertai kejang, menggigit lidah, mulut berbuih, inkontinensia urine &menggigit lidah, mulut berbuih, inkontinensia urine & faeces.faeces. â–şBibir dan muka tampak kebiruanBibir dan muka tampak kebiruan
  • 18.
    ď‚§ Setelah serangan:Setelah serangan : â–şLethargi, bingung, otot terasa sakit, ggn bicara, nyeriLethargi, bingung, otot terasa sakit, ggn bicara, nyeri kepala, luka memar/goresan.kepala, luka memar/goresan. â–şHemiplegi sementaraHemiplegi sementara â–şKlien tidak ingat kejadian yang menimpa dirinyaKlien tidak ingat kejadian yang menimpa dirinya â–şPerubahan kesadaran.Perubahan kesadaran. ď‚§ Riwayat sebelum serangan :Riwayat sebelum serangan : â–şTerdapat awitan pada usia tertentu.Terdapat awitan pada usia tertentu. â–şAda faktor pencetus (misal: suhu yang panas, kurangAda faktor pencetus (misal: suhu yang panas, kurang tidur, stress, emosi labil).tidur, stress, emosi labil). â–şRiwayat penyakit yang sama.Riwayat penyakit yang sama. ď‚§ Interaksi sosial:Interaksi sosial: â–şGangguan interaksi sosial karena rendah diriGangguan interaksi sosial karena rendah diri â–şKeluarga merasa malu.Keluarga merasa malu.
  • 19.
    ď‚§ Konsep diri:Konsep diri : â–şRendah diriRendah diri â–şMerasa tidak berdaya/tidak bergunaMerasa tidak berdaya/tidak berguna â–şTidak mempunyai harapanTidak mempunyai harapan â–şSelalu hati-hati dalam berhubungan dengan orangSelalu hati-hati dalam berhubungan dengan orang lain.lain.
  • 20.
    Masalah dan intervensikeperawatanMasalah dan intervensi keperawatan â–ş Resiko terjadinya kecelakaan/injuri: trauma atauResiko terjadinya kecelakaan/injuri: trauma atau kekurangan oksigenkekurangan oksigen â–ş Intervensi :Intervensi : ď‚§ Bersama klien mengidentifikasi faktor-faktor yangBersama klien mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan serangan timbul tiba-tiba.menyebabkan serangan timbul tiba-tiba. ď‚§ Apabila serangan terjadi di luar tempat tidur, letakkanApabila serangan terjadi di luar tempat tidur, letakkan bantal di bawah kepala klien atau lerakkan kepala klienbantal di bawah kepala klien atau lerakkan kepala klien dipangkuan perawat.dipangkuan perawat. ď‚§ Obaservasi tanda-tanda vital.Obaservasi tanda-tanda vital. ď‚§ Dampingi klien saat serangan tiba untuk mencegah lukaDampingi klien saat serangan tiba untuk mencegah luka fisik, aspirasi dan lidah tergigit.fisik, aspirasi dan lidah tergigit. ď‚§ Miringkan kepala klien untuk mencegah aspirasi.Miringkan kepala klien untuk mencegah aspirasi. ď‚§ Bila perlu gunakan tonk spatelBila perlu gunakan tonk spatel
  • 21.
    ď‚§ Hindari alat-alat/bendayangHindari alat-alat/benda yang membahayakan.membahayakan. ď‚§ Longgarkan pakaian klienLonggarkan pakaian klien ď‚§ Catat semua gejala dan karakteristik dariCatat semua gejala dan karakteristik dari tipe serangan.tipe serangan. ď‚§ Kolaborasi :Kolaborasi : â–şPemberian obat sesuai program th/Pemberian obat sesuai program th/ â–şMonitor efek samping obat.Monitor efek samping obat. â–şMonitor tingkat keseimbangan elektrolit danMonitor tingkat keseimbangan elektrolit dan glukosa.glukosa.
  • 22.
    â–ş Resiko tidakefektifnya jalan nafas/pola nafas.Resiko tidak efektifnya jalan nafas/pola nafas. ď‚§ Bila klien tak sadar, pertahankan kepatenan jalan nafas,Bila klien tak sadar, pertahankan kepatenan jalan nafas, agar tetap lancar.agar tetap lancar. ď‚§ Observasi tanda-tanda vital.Observasi tanda-tanda vital. ď‚§ Identifikasi kemungkinan adanya trauma fisik.Identifikasi kemungkinan adanya trauma fisik. ď‚§ Beri oksigen sesuai program.Beri oksigen sesuai program. â–ş Gangguan konsep diri: harga diri rendah/identitasGangguan konsep diri: harga diri rendah/identitas diri tidak jelasdiri tidak jelas ď‚§ Diskusikan ttg perasaan yang dihadapkan klienDiskusikan ttg perasaan yang dihadapkan klien ď‚§ Dorong klien untuk mengekspresikan fikiran danDorong klien untuk mengekspresikan fikiran dan perasaannyaperasaannya ď‚§ Kaji kemampuan klien yang daapt meningkatkan hargaKaji kemampuan klien yang daapt meningkatkan harga diri klien dan dapat hidup di masyarakat.diri klien dan dapat hidup di masyarakat. ď‚§ Anjurkan untuk ikut kelompok epilepsiAnjurkan untuk ikut kelompok epilepsi
  • 23.
    â–ş Kurangnya pengetahuantentang kondisi klien:Kurangnya pengetahuan tentang kondisi klien: ď‚§ Diskusikan ttg pentingnya kontrol dan minumDiskusikan ttg pentingnya kontrol dan minum obat secara teratur.obat secara teratur. ď‚§ Berikan penyuluhan tentang:Berikan penyuluhan tentang: â–şPenyakit Epilepsi :Penyakit Epilepsi : ď‚§ MengenaliMengenali ď‚§ PenyebabPenyebab ď‚§ Aura sebelum seranganAura sebelum serangan ď‚§ Mencatat lama kejang dan waktu terjadinyaMencatat lama kejang dan waktu terjadinya ď‚§ Pencegahan serangan kejang berulangPencegahan serangan kejang berulang â–şPsiko sosial Epilepsi:Psiko sosial Epilepsi: ď‚§ Pekerjaan dan pendidikanPekerjaan dan pendidikan ď‚§ Olah raga dan istirahatOlah raga dan istirahat ď‚§ Mengendarai kendaraanMengendarai kendaraan
  • 24.
    ď‚§ Penanganan saatkejang:Penanganan saat kejang: â–şLindungi dari injuri :Lindungi dari injuri : ď‚§ Jangan meletakkan apapun di mulut.Jangan meletakkan apapun di mulut. ď‚§ Tidak boleh melakukan restrainingTidak boleh melakukan restraining ď‚§ Tinggal bersama klienTinggal bersama klien ď‚§ Jauhkan benda-benda yang berbahaya.Jauhkan benda-benda yang berbahaya. â–şMiringkan posisi kepalaMiringkan posisi kepala â–şLonggarkan pakaian klienLonggarkan pakaian klien â–şCatat tanda dan gejala seranganCatat tanda dan gejala serangan â–şCari tenaga medis bila serangan berlanjut.Cari tenaga medis bila serangan berlanjut. ď‚§ Setelah kejang:Setelah kejang: â–şKlien tak sadar:Klien tak sadar: ď‚§ Peliharan kepatenan jalan nafas.Peliharan kepatenan jalan nafas. ď‚§ Catat keadaan umum klienCatat keadaan umum klien
  • 25.
    â–şKlien sadar, anjurkanistirahatKlien sadar, anjurkan istirahat â–şBeri rasa amanBeri rasa aman â–şKaji trauma fisik.Kaji trauma fisik. ď‚§ Pengobatan :Pengobatan : â–şManfaatManfaat â–şEfek obatEfek obat â–şSide efek anto konvulsan: ngantuk dan perubahanSide efek anto konvulsan: ngantuk dan perubahan perilakuperilaku â–şCara pemberian obatCara pemberian obat â–şPemeriksaan secara periodik.Pemeriksaan secara periodik.
  • 26.
    Nursing ObservationNursing Observation â–şPre kejang:Pre kejang: 1.1. Aaktivitas sebelum kejang :Aaktivitas sebelum kejang : ď‚§ Bangun/tidurBangun/tidur ď‚§ Febris, sakit beratFebris, sakit berat ď‚§ Fatique, stress, gembiraFatique, stress, gembira 2.2. Faktor presipitasiFaktor presipitasi ď‚§ Cahaya yang terlalu terangCahaya yang terlalu terang ď‚§ Suara bisingSuara bising ď‚§ hiperventilasihiperventilasi 3.3. Aura: keluhan, sensasi tidak biasa.Aura: keluhan, sensasi tidak biasa.
  • 27.
    â–ş KejangKejang 1.1. Onset:menangis, jatuh, bagian tubuh yangOnset: menangis, jatuh, bagian tubuh yang dipengaruhi saat kejangdipengaruhi saat kejang 2.2. Perubahan perilaku: automatisme, agitasi, lari-Perubahan perilaku: automatisme, agitasi, lari- lari.lari. 3.3. Pergerakan tubuh; tonik, klonik, lokal/general.Pergerakan tubuh; tonik, klonik, lokal/general. 4.4. Karakteristik facial:Karakteristik facial: 1.1. Warna: sianosis, pucat, kemerahan.Warna: sianosis, pucat, kemerahan. 2.2. TwitchingTwitching 3.3. Posisi dan pergerakan mataPosisi dan pergerakan mata 4.4. Perubahan pupilPerubahan pupil 5.5. Peningkatan sekresi.Peningkatan sekresi. 5.5. Respirasi : frekuensi, irama, pola dsb)Respirasi : frekuensi, irama, pola dsb)
  • 28.
    â–ş Post kejangPostkejang 1.1. Kesadaran/ orientasiKesadaran/ orientasi 2.2. BingungBingung 3.3. Ggn bicaraGgn bicara 4.4. TidurTidur 5.5. Perubahan fungsi motorik dan sensorik:Perubahan fungsi motorik dan sensorik: ď‚§ Kelemahan/menurunnya pergerakanKelemahan/menurunnya pergerakan ď‚§ Numbness, tinglingNumbness, tingling ď‚§ Keseimbangan tergangguKeseimbangan terganggu ď‚§ Ggn visual/pendengaranGgn visual/pendengaran 6.6. Keluhan nyeri/sakit kepalaKeluhan nyeri/sakit kepala 7.7. Kaji: injuri, ggn emosiKaji: injuri, ggn emosi
  • 29.
    Status EpileptikusStatus Epileptikus â–şAdalahkondisi/jenis epilepsi dimanaAdalah kondisi/jenis epilepsi dimana serangan terjadi begitu sering, sehinggaserangan terjadi begitu sering, sehingga klien belum keluar dari satu serangan telahklien belum keluar dari satu serangan telah mendapat serangan yang lain.mendapat serangan yang lain. â–şSerangan berrulang-ulang, biasanya terjadiSerangan berrulang-ulang, biasanya terjadi pada serangan umum tonik-klonik,pada serangan umum tonik-klonik, merupakan kondisi emergensi karenamerupakan kondisi emergensi karena menyebabkan kerusakan pernanenmenyebabkan kerusakan pernanen
  • 30.
    â–şPenyebab:Penyebab: ď‚§ Suhu yangtinggiSuhu yang tinggi ď‚§ Penghentian obat anti epileptik secara tiba-tibaPenghentian obat anti epileptik secara tiba-tiba ď‚§ Ggn metabolikGgn metabolik ď‚§ Kurang tidurKurang tidur ď‚§ MeningitisMeningitis ď‚§ Trauma otakTrauma otak ď‚§ Intoksikasi obatIntoksikasi obat ď‚§ Alkohol, dsbAlkohol, dsb
  • 31.
    Aspek Psikososial EpilepsiAspekPsikososial Epilepsi 1.1. Prasangka dan ketidaktahuan masyarakatPrasangka dan ketidaktahuan masyarakat tentang epilepsi/mitos; bahwa epilepsitentang epilepsi/mitos; bahwa epilepsi merupakan penyakit yang membahayakan,merupakan penyakit yang membahayakan, menular, kemasukan setan, sakit jiwa sehinggamenular, kemasukan setan, sakit jiwa sehingga klien sering dikucilkan.klien sering dikucilkan. 2.2. Pendidikan: sering mendapat toleransi danPendidikan: sering mendapat toleransi dan perlakuan khusus dari guru, sehingga terisolirperlakuan khusus dari guru, sehingga terisolir jarang berpartisipasi di sekolahjarang berpartisipasi di sekolah 3.3. Pekerjaan:Pekerjaan: â–ş Seringkali sulit mendapatkan pekerjaanSeringkali sulit mendapatkan pekerjaan â–ş Harus selektif dalam mencari kerjaHarus selektif dalam mencari kerja
  • 32.
    4.4. Olah raga:Olahraga: ď‚§ Seringkali timbul keraguan/ketakutan padaSeringkali timbul keraguan/ketakutan pada waktu akan berolah ragawaktu akan berolah raga ď‚§ Ada beberapa jenis olah raga yang sebaiknyaAda beberapa jenis olah raga yang sebaiknya dihindari oleh penderita ,misal: mendakidihindari oleh penderita ,misal: mendaki gunung, meyelam, berenang dsb.gunung, meyelam, berenang dsb. 4.4. Ketergantungan pada obat anti epilepsiKetergantungan pada obat anti epilepsi 5.5. Kahamilan: boleh hamil, asal selama hamilKahamilan: boleh hamil, asal selama hamil serangan kecang dapat dicegah.serangan kecang dapat dicegah. 6.6. Menghindari menggunakan kendaraanMenghindari menggunakan kendaraan bermotor.bermotor.