Your SlideShare is downloading. ×
Kepemimpinan
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×

Introducing the official SlideShare app

Stunning, full-screen experience for iPhone and Android

Text the download link to your phone

Standard text messaging rates apply

Kepemimpinan

2,882
views

Published on

Materi kuliah kepemimpinan

Materi kuliah kepemimpinan

Published in: Education

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
2,882
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
113
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. KEPEMIMPINAN Oleh Agung Santosa (05402241026) Kardilah A (05402241030) Ani Suryati (05402241031) Uri Kustantri (05402241044)
  • 2. Pengertian Kepemimpinan   Kepemimpinan meliputi proses mempengaruhi dalam menentukan tujuan organisasi, memotivasi perilaku pengikut untuk mencapai tujuan, mempengaruhi untuk memperbaiki kelompok dan budayanya. Kepemimpinan mempunyai kaitan yang erat dengan motivasi. Hal tersebut dapat dilihat dari keberhasilan seorang pemimpin dalam menggerakkan orang lain dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan sangat tergantung kepada kewibawaan, dan juga pimpinan itu dalam menciptakan motivasi dalam diri setiap orang bawahan, kolega, maupun atasan pimpinan itu sendiri. Beberapa devinisi kepemimpinan menurut para ahli.
  • 3.    Beberapa definisi yang dikemukakan oleh para ahli sebagai berikut : 1] Koontz & O’donnel, mendefinisikan kepemimpinan sebagai proses mempengaruhi sekelompok orang sehingga mau bekerja dengan sungguh-sungguh untuk meraih tujuan kelompoknya. 2] Wexley & Yuki [1977], kepemimpinan mengandung arti mempengaruhi orang lain untuk lebih berusaha mengarahkan tenaga, dalam tugasnya atau merubah tingkah laku mereka.
  • 4.    3] Georger R. Terry, kepemimpinan adalah kegiatan mempengaruhi orang-orang untuk bersedia berusaha mencapai tujuan bersama. 4] Pendapat lain, kepemimpinan merupakan suatu proses dengan berbagai cara mempengaruhi orang atau sekelompok orang. Dari keempat definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa sudut pandangan yang dilihat oleh para ahli tersebut adalah kemampuan mempengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan bersama.
  • 5.   Definisi lain, para ahli kepemimpinan merumuskan definisi, sebagai berikut: [1] Fiedler [1967], kepemimpinan pada dasarnya merupakan pola hubungan antara individu-individu yang menggunakan wewenang dan pengaruhnya terhadap kelompok orang agar bekerja bersama-sama untuk mencapai tujuan [2] John Pfiffner, kepemimpinan adalah kemampuan mengkoordinasikan dan memotivasi orangorang dan kelompok untuk mencapai tujuan yang di kehendaki.
  • 6.  [3] Davis [1977], mendefinisikan kepemimpinan adalah kemampuan untuk mengajak orang lain mencapai tujuan yang sudah ditentukan dengan penuh semangat . [4] Ott [1996], kepemimpinan dapat didefinisikan sebagai proses hubungan antar pribadi yang di dalamnya seseorang mempengaruhi sikap, kepercayaan, dan khususnya perilaku orang lain.
  • 7.  [5] Locke et.al. [1991], mendefinisikan kepemimpinan merupakan proses membujuk orang lain untuk mengambil langkah menuju suatu sasaran bersama Dari kelima definisi ini, para ahli ada yang meninjau dari sudut pandang dari pola hubungan, kemampuan mengkoordinasi, memotivasi, kemampuan mengajak, membujuk dan mempengaruhi orang lain.
  • 8. Unsur-unsur Kepemimpinan Dari beberapa definisi di atas, ada beberapa unsur pokok yang mendasari atau sudut pandang dan sifat-sifat dasar yang ada dalam merumuskan definisi kepemimpinan, yaitu:   Unsur-unsur yang mendasari Sifat dasar kepemimpinan
  • 9. a. Unsur-unsur yang mendasari Unsur-unsur yang mendasai kepemimpinan dari definisi-definis yang dikemukakan di atas, adalah: [1] Kemampuan mempenga ruhi orang lain [kelom pok/bawahan]. [2] Kemampuan mengarahkan atau memotivasi tingkah laku orang lain atau kelompok. [3] Adanya unsur kerja sama untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
  • 10. b. Sifat dasar kepemimpinan Sifat-sifat yang mendasari kepemimpinan adalah kecakapan memimpin. Paling tidak, dapat dikatakan bahwa kecakapan memimpin mencakup tiga unsur kecakapan pokok, yaitu: [1] Kecakapan memahami individual, artinya mengetahui bahwa setiap manusia mempunyai daya motivasi yang berbeda pada berbagai saat dan keadaan yang berlainan. [2] Kemampuan untuk menggugah semangat dan memberi inspirasi.
  • 11. [3] Kemampuan untuk melakukan tindakan dalam suatu cara yang dapat mengembangkan suasana [iklim] yang mampu memenuhi dan sekaligus menimbulkan dan mengendalikan motivasi-motivasi [Tatang M. Amirin, 1983:15]. Pendapat lain, menyatakan bahwa kecakapan memimpin mencakup tiga unsure pokok yang mendasarinya, yaitu : [1] Seseorang pemimpin harus memiliki kemampuan persepsi sosial [sosial perception]. [2] Kemampuan berpikir abstrak [abilitiy in abstrakct thinking]. [3] Memiliki kestabilan emosi [emosional stability].
  • 12.  Kemudian dari definisi Locke, yang dikemukakan di atas, dapat dikategorikan kepemimpinan menjadi 3 [tiga] elemen dasar, yaitu: 1] Kepemimpinan merupakan suatu konsep relasi [relation consept], artinya kepemimpinan hanya ada dalam relasi dengan orang lain, maka jika tiadak ada pengikut atau bawahan, tak ada pemimpin. Dalam defines Locke, tersirat premis bahwa para pemimpin yang efektif harus mengetahui bagaimana membangkitkan inspirasi dan berelasi dengan para pengikut mereka.
  • 13. 2] Kepemimpinan merupakan suatu proses, artinya proses kepemimpinan lebih dari sekedar menduduki suatu otoritas atau posisi jabatan saja, karena dipandang tidak cukup memadai untuk membuat seseorang menjadi pemimpin, artinya seorang pemimpin harus melakukan sesuatu. Maka menurut Burns [1978], bahwa untuk menjadi pemimpin seseorang harus dapat mengembangkan motivasi pengikut secara terus menerus dan mengubah perilaku mereka menjadi responsive.
  • 14. 3] Kepemimpinan bearti mempengaruhi orang-orang lain untuk mengambil tindakan, artinya seorang pemimpin harus berusaha mempengaruhi pengikutnya dengan berbagai cara, seperti menggunakan otoritas yang terlegitimasi, menciptakan model [menjadi teladan], penetapan sasaran, memberi imbalan dan hukuman, restrukrisasi organisasi, dan mengkomunikasikan sebuah visi. Dengan demikian, seorang pemimpin dapat dipandang efektif apabila dapat membujuk para pengikutnya untuk meninggalkan kepentingan pribadi mereka demi keberhasilan organisasi [Bass, 1995. Locke et.al., 1991., dalam Mochammad Teguh, dkk., 2001:69.
  • 15. Teori Kelahiran Pemimpin    Para ahli teori kepemimpinan telah mengemukakan beberapa teori tentang timbulnya Seorang Pemimpin. Dalam hal ini terdapat 3 [tiga] teori yang menonjol [Sunindhia dan Ninik Widiyanti, 1988:18], yaitu: teori genetis teori sosial teori ekologis
  • 16.  Teori Genetik Penganut teori ini berpendapat bahwa, “pemimpin itu dilahirkan dan bukan dibentuk” [Leaders are born and not made]. Pandangan terori ini bahwa, seseorang akan menjadi pemimpin karena “keturunan” atau ia telah dilahirkan dengan “membawa bakat” kepemimpinan. Teori keturunan ini, dapat saja terjadi, karena seseorang dilahirkan telah “memiliki potensi” termasuk “memiliki potensi atau bakat” untuk memimpin dan inilah yang disebut dengan faktor “dasar”. Dalam realitas, teori keturunan ini biasanya dapat terjadi di kalangan bangsawan atau keturunan raja-raja, karena orang tuanya menjadi raja maka seorang anak yang lahir dalam keturunan tersebut akan diangkan menjadi raja.
  • 17.   Teori Sosial Penganut teori ini berpendapat bahwa, seseorang yang menjadi pemimpin dibentuk dan bukan dilahirkan [Leaders are made and not born]. Penganut teori berkeyakinan bahwa semua orang itu sama dan mempunyai potensi untuk menjadi pemimpin. Tiap orang mempunyai potensi atau bakat untuk menjadi pemimpin, hanya saja paktor lingkungan atau faktor pendukung yang mengakibatkan potensi tersebut teraktualkan atau tersalurkan dengan baik dan inilah yang disebut dengan faktor “ajar” atau “latihan”. Setiap orang dapat dididik, diajar, dan dlatih untuk menjadi pemimpin. Intinya, bahwa setiap orang memiliki potensi untuk menjadi pemimpin, meskipun dia bukan merupakan atau berasal dari keturunan dari seorang pemimpin atau seorang raja, asalkan dapat dididik, diajar dan dilatih untuk menjadi pemimpin.
  • 18.  Teori Ekologik Penganut teori ini berpendapat bahwa, seseorang akan menjadi pemimpin yang baik “manakala dilahirkan” telah memiliki bakat kepemimpinan. Kemudian bakat tersebut dikembangkan melalui pendidikan, latihan, dan pengalamanpengalaman yang memungkinkan untuk mengembangkan lebih lanjut bakat-bakat yang telah dimiliki.
  • 19.      Jadi, inti dari teori ini yaitu seseorang yang akan menjadi pemimpin merupakan perpaduan antara faktor keturunan, bakat dan lungkungan yaitu faktor pendidikan, latihan dan pengalaman-pengalaman yang memungkinkan bakat tersebut dapat teraktualisasikan dengan baik. Selain ketiga teori tersebut, muncul pula teori keempat yaitu Teori Kontigensi atau Teori Tiga Dimensi. Penganut teori ini berpendapat bahwa, ada tiga faktor yang turut berperan dalam proses perkembangan seseorang menjadi pemimpin atau tidak, yaitu: [1] Bakat kepemimpinan yang dimilikinya. [2] Pengalaman pendidikan, latihan kepemimpinan yang pernah diperolehnya, 3] Kegiatan sendiri untuk mengembangkan bakat kepemimpinan tersebut.
  • 20.  Teori ini disebut dengan teori serba kemungkinan dan bukan sesuatu yang pasti, artinya seseorang dapat menjadi pemimpin jika memiliki bakat, lingkungan yang membentuknya, kesempatan dan kepribadian, motivasi dan minat yang memungkinkan untuk menjadi pemimpin.
  • 21. Gaya dasar kepemimpinan dalam proses pembuatan keputusan     Gaya instruksi (G1) Gaya konsultasi (G2) Gaya Delegasi (G4) Gaya Partisipasi
  • 22.   Gaya instruksi (G1) Merupakan perilaku pemimpin yang tinggi tugas dan rendah hubungan. Komunikasi yang terjalin antara pimpinan dan bawahan satu arah. Pemimpin memberikan batasn peranan bawahannya. Gaya konsultasi (G2) Merupakan perilaku pemimpin yang tinggi tugas dan tinggi hubungan. Pemimpin dengan menerapkan gaya ini masih banyak memberikan pengarahan, dan masih mendominasi pelaksanaan keputusan, namun juga diikuti oleh usaha meningkatkan komunikasi dua arah atau perilaku hubungan.
  • 23.   Gaya Partisipasi Merupakan perilaku pemimpin yang mempunyai ciriciri tinggi hubungan dan rendah tugas. Pemimpin dengan pola gaya ini menunjukkan perilaku memberikan kewenangan kepada bawahan dalam pemecahan masalah serta pengambilan keputusan secara bergantian ataupun bersama-sama. Gaya Delegasi (G4) Merupakan perilaku pemimpin yang ciri-ciri rendah hubungan dan rendah tugas. Pemimpin dalam proses pengambilan keputusan dan pemecahan masalah berdiskusi bersama bawahan sehingga tercapai kesepakatan, proses pengambilan keputusan didelegasikan secara keseluruhan kepada bawahan.
  • 24.  Teori Blanchard sering disebut juga dengan teori siklus kehidupan. Konsep dasar teori ini menyatakan bahwa pemilihan gaya kepemimpinan tergantung pada faktor situasional dan terutama didasarkan pada kedewasaan atau ketidakdewasaan para bawahan atau pengikut. Kedewasaan para bawahan (maturity) dapat dirumuskan sebagai suatu kemampuan dan kemauan dari orang-orang untuk bertanggung jawab dalam mengarahkan perilakunya sendiri.
  • 25.  Tingkat kedewasaan bawahan atau tingkat kesiapan pengikut secara kontinum terbagi dalam empat tingkat: rendah (M1), rendah ke sedang (M2), sedang ke tinggi (M3), dan tinggi (M4). Tiap tingkat perkembangan menunjukkan kombinasi kemampuan dan kemauan yang berbeda-beda seperti ditunjukkan dalam gambar berikut.
  • 26. Pemilihan gaya kepemimpinan bila dikaitkan dengan tingkat kedewasaan     Gaya Gaya Gaya Gaya Instruksi Konsultasi Partisipasi delegasi
  • 27.     Gaya Instruksi Bila tingkat kedewasaan rendah (M1), maka gaya yang efektif adalah yang bersifat mengarahkan atau memerintah secara rinci tugas-tugas yang harus dilaksanakan. Gaya Konsultasi Bila tingkat kedewasan M2, maka gaya yang efektif adalah kombinasi antara penugasan tinggi dengan hubungan persahabatan yang tinggi pula.
  • 28.   Gaya Partisipasi Jika kedewasaan pada tingkat M3, maka diprioritaskan pada hubungan kemanusiaan dengan komunikasi dua arah yang persuasif dan penugasan rendah. Gaya delegasi Bila kedewasaan berada pada tingkat M4, maka gaya kepemimpinan yang cocok adalah pendelegasian tugas, tanggung jawab dan wewenang yang cukup besar pada bawahan.
  • 29. Model Jalur – Tujuan – House – Mitchel (Path– Goal Model)      Ada empat macam gaya utama kepemimpinan menurut teori path–goal sebagai berikut: Ada empat macam gaya utama kepemimpinan menurut teori path–goal sebagai berikut: Kepemimpinan direktif atau instruktif (directive leadership). Kepemimpinan yang mendukung (supportive leadership). Kepemimpinan partisipatif (participative leadership). Kepemimpinan yang berorientasi prestasi (achievement oriented leadership).
  • 30.  Kepemimpinan direktif atau instruktif (directive leadership). Tipe ini sama dengan tiper otokratis. Memberitahukan kepada bawahan apa yang diharapkan dari mereka, memberi pedoman yang spesifik, meminta bawahan untuk mengikuti peraturanperaturan dan prosedur-prosedur, mengatur waktu dan mengkoordinasikan pekerjaan mereka.
  • 31.   Kepemimpinan yang mendukung (supportive leadership). Gaya kepemimpinan yang menunjukkan kesediaan bersahabat dan mudah didekati, mempunyai perhatian kemanusiaan kepada bawahan. Kepemimpinan partisipatif (participative leadership). Pemimpin meminta dan mempergunakan saran-saran bawahan dalam pengambilan keputusan.
  • 32.  Kepemimpinan yang berorientasi prestasi (achievement oriented leadership). Gaya kepemimpinan yang menetapkan serangkaian tujuan yang menantang para bawahan untuk berpartisipasi dan memberikan keyakinan pada mereka mampu melaksanakan tugas untuk mencapai tujuan dengan baik.
  • 33. www.perkofashion.com