Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Perencanaan SDM

Mata Kuliah Perencanaan SDM, Pasca Sarjana MM UNWIM oleh Dr.Kakay Karyana,Drs.,MM

  • Be the first to comment

Perencanaan SDM

  1. 1. ‫ﺒﺳﻡﺍﷲﺍﻟﺮﺤﻣﻥﺍﻟﺮﺤﻳﻢ‬ PERENCANAAN SUMBER DAYA MANUSIA OLEH : Dr.Kakay Karyana,Drs, MM. HP. 08122243748
  2. 2. Hal pokok MSDM 1. perencanaan (human resources planning) 2. pengorganisasian, 3. pengarahan, 4. pengendalian, 5. pengadaan,
  3. 3. Hal pokok MSDM 6. pengembangan, 7. kompensasi, 8. pengintegrasian, 9. pemeliharaan, 10. kedisiplinan dan 11. pemberhentian karyawan
  4. 4. I. PERENCANAAN PERENCANAAN MERUPAKAN SALAH SATU UNSUR DALAM MANAJEMEN, SEHINGGA BANYAK KETERGANTUNGAN KEBERHASILAN PROGRAM KERJA TERHADAP PROSES PENYUSUNAN PERENCANAAN
  5. 5. MANAJEMEN Management is the process of planning, organizing, leading and controlling the effort of organizing members and of using all other organizational resourcess to achieve stated organizational goals (Stoner, 1981)
  6. 6. Manajemen • Management is working with and through individuals ang group to accomplish organizational goals. ( Harsey & blanchard ,1982)
  7. 7. Manajemen Manajemen sebagai sebuah proses perencanaan,pengorganisasian,pengko ordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efesien. Ricky W. Griffin
  8. 8. Manajemen • Manajemen (management) adalah pencapaian sasaran –sasaran organisasi dengan cara yang efektif dan efisien melalui perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan dan pengendalian sumber daya organisasi (Daft, 8)
  9. 9. PENGERTIAN PERENCANAAN • SALAH SATU FUNGSI MANAJEMEN YANG SANGAT PENTING DAN MENENTUKAN BERHASIL ATAU TIDAKNYA PROSES PENCAPAIAN TUJUAN ORGANISASI • MENJADI LANGKAH AWAL DALAM PROGRAM KERJA ORGANISASI
  10. 10. PENGERTIAN PERENCANAAN PLANNING IS THE PROCESS OF PREPARING A SET OF DECISION FOR ACTION IN THE FUTURE DIRECTED AT ACHIEVING GOALS BY PREFERABLE MEANS (YEHEZKEL DROR).
  11. 11. PENGERTIAN PERENCANAAN PERENCANAAN : PROSES MEMPERSIAPKAN SEPERANGKAT KEPUTUSAN TENTANG KEGIATAN-KEGIATAN UNTUK MASA YANG AKAN DATANG DENGAN DIARAHKAN PADA PENCAPAIAN TUJUAN-TUJUAN MELALUI PENGGUNAAN SARANA YANG
  12. 12. Perencanaan • Planning is the selection and relating of fact and the making and using of assumption regarding the future in the visualization and formulation of proposed activitions beleived necessary to achieve desired results (GR Terry)
  13. 13. Perencanaan • Perencanaan Adalah memilih dan menghubungkan fakta dan membuat serta menggunakan asumsi- asumsi mengenani masa datang dengan jalan menggambarkan dan merumuskan kegiatan-kegiatan yang diperlukan untuk mencapai hasil yang diinginkan (GR.Terry).
  14. 14. PENGERTIAN PERENCANAAN PLANNING IS THE PROCESS BY WHICH A SCIENTTIFIC AND TECHNICAL KNOWLEDGE IS JOINED TO ORGANIZED ACTION (FRIEDMEN )
  15. 15. Pengertian perencanaan PERENCANAAN ADALAH PROSES YANG MENGGABUNGKAN PENGETAHUAN DAN TEHNIK ILMIAH KE DALAM KEGIATAN YANG DIORGANISASI (FRIEDMEN)
  16. 16. Pengertian perencanaan • APABILA PERENCANAAN DIBICARAKAN, KEGIATAN INI TIDAK AKAN TERLEPAS DRI HAL-HAL YANG BERKAITAN DENGAN PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN. • PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN DIMULAI DENGAN PERUMUSAN TUJUAN, KEBIJAKAN DAN SASARAN SECARA LUAS
  17. 17. Asas-asas Perencanaan 1. Principle of contribution to objective setiap perencanaan ditujukan pada pencapaian tujuan. 2. Peinciple of efficiency of planning perencanaan harus efisiensi dan efektif sesuai dengan program kerja.
  18. 18. Asa-asas perencanaan • 3. Principle of primacy of planning asas pengutamaan perencanaan sebagai kebutuhan utama bagi pemimpin dalam mencapai tujuan organisasi 4. Principle of pervasiveness of planning asa pemerataan perencanaan , pemimpin pada tinggkat tinggi banyak mengerjakan perencanaan dan bertanggungjawab atas hasilnya
  19. 19. Asas –asan perencanaan 5. Principle of planning premise asa patokan perencanaan berguna bagi meramal atau memprediksi kejadian pelaksanaan program kerja yang akan datang 6. Principle of policy frame work asas kebijaksanaan pola kerja, sesuai dengan prosedur dan program mkerja
  20. 20. Asas-asas perencanaan 7. principle if timing asas waktu, singkat dan tepat sesuai dengan yang dihirapkan. 8. Principle of planning communication asas tata hubungan perencanaan, setiap orang memiliki tanggung jawab pekerjaan yang harus dikordinasikan agar terciptanya sinergitas
  21. 21. Asas-asas perencanaan 9. Principle of elternative Asas pemilihan-pemilihan yang sesuai dengan program kerja untuk mencapai tujuan organisasi 10. Principle of limiting factor asas pembatasan faktor, memilih faktor-faktor yang strategis dan menunjang pada pemecahan masalah yang ada dalam organisasi
  22. 22. Asas-asas perencanaan 11. The commitment principle perencanaan harus memperhitungkan jangka yang diperlukan dalam pelaksanaan program kerja. 12. The principle of flexibility perencanaan yang efektif memerlukan flexibilitas dengan tidak merubah atau mengalihkan program kerja
  23. 23. Asas-asas perencanaan 13. The principle of navigation change perencanaan yang efektif memerlukan asas ketepatan arah program kerja yang harus diselesaiakan dalam rangka mempertahankan penncapaian tujuan organisasi 14. Principle of strategic planning perencanaan yang strategis memberikan dampak pada terciptanya sinergitas dan efisiensi pencapaian tujuan organisasi.
  24. 24. Syarat-syarat perencanaan 1. merumuskan dahulu masalah yang akan direncanakan sejelas-jelasnya 2. Perencanaan harus didasarkan pada data, fakta dan informasi 3. Menetapkan beberapa alternatif dan premises nya 4. Putuskanlah suatu keputusan yang menjadi rencana
  25. 25. Pertertanyaan pokok dalam perencanaan • Kita sudah mengenal tentang beberapa pertanyaan yang harus dijelaskan dan dipahami secara konkrit dalam perencanaan sebagai berikut : 1. What : apa yang harus dicapai 2. Why : mengapa harus harus dilakukan 3. Where : dimana aktivitas dilaksanakan 4. When : kapan rencana dilaksanakan 5. Who : siapa yang melakukan (SDM) 6. How : bagaimana mengerjakannya
  26. 26. Fungsi perencanaan Fungsi perencanaan 1. forecasting ( peramalan) 2. establishing objective ( penetapan tujuan) 3. programming ( pemograman) 4. scheduling ( penjadwalan)
  27. 27. Fungsi perencanaan 5. budgeting ( penganggaran) 6. developing prosedure ( pengembangan prosedur) 7. establishing and interpreting policies (penetapan dan penapsiran kebijaksanaan)
  28. 28. Kategori perencanaan 1. Physical planning adalah perencanaan mengenai tata susun perusahaan, gedung-gedung, tempat kerja dan sarana lainnya. 2. functional planning perencanaan mengenai sifat, bagian-bagian yang berhubungan dengan fungsi-fungsi tertentu dalam perusahaan
  29. 29. Kategori perencanaan 3. Comprehenshive planning perencanaan yang mencakup perusahaan secara keseluruhan dan faktor-faktor ekstern yang mempengaruhi usaha-usahanya. 4. General combination planning perencanaan gabungann 1, 2, 3 di atas
  30. 30. KEPUTUSAN DALAM PERENCANAAN Kecerdasan (intelligence) adalah kemampuan untuk menyadari atau menemukan sesuatu, atau ide-ide yang dapat memberikan jalan terbaik dalam melaksanakan program kerja. Kecerdasan kunci utama dalam setiap mengambil keputusan sebagai penentu berhasilnya pencapaian program kerja organisasi
  31. 31. Keputusan dalam perencanaan Perancangan (design) adalah kemampuan untuk membuat beberapa alternatif pemecahan masalah. Pengambilan keputusan tidak serta merta begitu ada yang harus diputuskan secara spontanitas dilakukan. Banyak kejadian- kejadian dalam mengambil keputusan tidak dipikir secara matang
  32. 32. Keputusan dalam perencanaan Pemilihan (choice) adalah kemampuan untuk memilih dan dari berbagai alternatif pengambilan keputusan yang dapat diambil. Pengambilan keputusan bersandar pada berbagai ketepatan pilihan yang harus diambil.
  33. 33. pemilihan Pengambilan keputusan disesuaikan dengan situasi dan kondisi baik yang ada di internal maupun eksternal organisasi, yaitu banyaknya pilihan yang harus dijadikan sebagai alat penentuan keberhasilan mencapai tujuan.
  34. 34. PART 2 M S D M
  35. 35. MSDM Memperluas konsep dengan menekankan kegunaan komitmen dan mutualitas, yaitu manajemen SDM yang baru disusun oleh kebijakan yang mempromosikan mutualitas tujuan bersama, pengaruh bersama, penghargaan bersama, imbalan bersama, tanggung jawab bersama.
  36. 36. MSDM Teorinya adalah kebijakan mutualitas (saling,bersama), akan memperoleh komitmen, yang kemudian akan menghasilkan kinerja ekonomi yang lebih baik dan pengembangan manusia yang lebih besar (Walton, 1985)
  37. 37. 7 aktivitas SDM 1. Perencanaan dan analisis pokok sumber daya manusia 2. Kesetaraan kesempatan kerja 3. Pengangkatan pegawai 4. Pengembangan SDM 5. Kompensasi dan tunjangan 6. Kesehatan, keselamatan dan keamanan 7. Hubungan karyawan dan buruh/manajemen ( Mathis & jackson )
  38. 38. AKTIVITAS SDM 1. Perencanaan dan analisis pokok SDM Berdasarkan perencanaan Sumber daya manusia, manajer atau pimpinan organisasi berusaha untuk mengantisipasi kekuatan yang akan memengaruhi persediaan dan tuntutan para karyawan di masa yang akan datang.
  39. 39. Aktivitas perencanaan Semua manajer yang memiliki tanggung jawab aktivitas SDM harus mempertimbangkan pengaruh lingkungan eksternal hukum, politik, ekonomi, sosial, kebudayaan, teknologi (Mathis & Jackson)
  40. 40. Proses perencanaan SDM Tujuan dan strategi organisasi Membaca lingkungan eksternal untuk perubahan yg mempengaruhi penawaran tenaga kerja Menganalisis persediaan internal dsn kemampusn SDM Survey terhadap orang-orang yang ada Kebutuhan karyawan organisasional PERAMALAN Strategi dan rencana SDM Sedarmayanti 2009 : 33
  41. 41. Aktivitas 2. Keseteraan kesempatan kerja pemenuhan hukum dan peraturan tentang keseteraan kesempatan kerja mempengaruhi semua aktivitas SDM yang lain dan integral dengan MSDM.
  42. 42. aktivitas • Sebagai contoh rencana SDM yang strategis harus menjamin ketersediaan perbedaan individu-individu yang memadai untuk untuk memenuhi persyaratan tindakan afirmatif (penegasan,penguatan)
  43. 43. Aktivitas 3. Pengangkatan pegawai. Tujuan pengangkatan pegawai adalah memberikan persediaan yang memadai atas individu yang berkualitas untuk mengisi lowongan pekerjaan dalam organisasi.
  44. 44. aktivitas • Mempelajari apa yang dilakukan para pekerja, analisis pekerjaan merupakan dasar untuk fungsi pengangkatan pegawai
  45. 45. Aktivitas Kemudian, deskripsi pekerjaan dan spesifikasi pekerjaan dapat dipersiapkan untuk digunakan ketika merekrut para pelamar untuk lowongan pekerjaan.
  46. 46. aktivitas Proses seleksi berhubungan dengan pemilihan individu yang berkualifikasi untuk mengisi lowongan pekerjaan dalam organisasi
  47. 47. Aktivitas Pembinaan pegawai a. Sistem kepantasan ( merit sistem) Sistem peminaan tenaga kerja yang didasarkan pada kecakapan yang dimiliki tenaga kerja yang bersangkutan (Sedarmayanti)
  48. 48. Aktivitas b.Sistem nepotisme (nepotisme system) merupakan sistem pembinaan tenaga kerja atau pegawai, yang pembinaannya didasarkan atas keanggotaan keluarga atau kedekatan pertemanan, persahabatan dan komunitas.
  49. 49. Aktivitas c. Sistem karir (carrier system) sistem pembinaan tenaga kerja, pengangkatan pertama didasarkan atas kecakapan tenaga kerja yang bersangkutan, sedangkan pembinaan lebih lanjut didasarkan pada masa kerja, pengalaman kerja, kesetiaan, pengabdian, dan syarat-syarat objektif.
  50. 50. Aktivitas d. Sistem kinerja ( performance system) Pembinaan tenaga kerja untuk pengangkatan tenaga kerja dalam suatu jabatan didasarkan atas kecakapan dan prestasi yang telah dicapai tenaga kerja yang akan diangkat.
  51. 51. Aktivitas e. Sistem campuran/ kombinasi / situasional (combination/situational system) menggunakan kombinasi keempat sistem di atas dengan cara mengambil masing-masing keunggulannya dengan mempertimbangkan situasi kebutuhan tenaga kerja yang akan memangku jabatan atau pekerjaan tertentu.
  52. 52. Aktivitas 4. Pengembangan SDM dimulai dengan orientasi karyawan baru, pengembangan SDM juga meliputi pelatihan keterampilan pekerjaan. Ketika pekerjaan berkembang dan berubah, ihan ulang diperlukan adanya pelatatihan ulang yang dilakukan terus menerus untuk menyesuaikan perubahan teknologi.
  53. 53. Aktivitas • Menddorong pengembangan semua karyawan, termasuk para supervisor dan manajer, untuk mempersiapkan organisasi-organisasi agar dapat menghadapi tantangan masa depan.
  54. 54. aktivitas • Perencanaan karir menyebutkan arah dan aktivitas untuk karyawan individu ketika mereka berkembang di dalam organisasi
  55. 55. Aktivitas 5. Kompensasi dan tunjangan Kompensasi memberikan penghargaan kepada karyawan atas pelaksanaan pekerjaan melalui gaji, insentif, dan tunjangan. Para pemberi kerja harus mengembangkan dan memperbaiki sistem upah dan gaji, dasar mereka.
  56. 56. Aktivitas Selain itu, program insentif seperti pembagian keuntungan dan penghargaan produktivitas mulai digunakan. Kenaikan yang cepat dalam hal biaya tunjangan, terutama tunjangan kesehatan, akan terus menjadi persoalan utama
  57. 57. Aktivitas :Tujuan kompensasi Kompensasi adalah segala sesuatu yang diterima oleh karyawan sebagai balas jasa kerja karyawan dengan tujuan sistem kompensasi sebagai berikut : 1. Menghargai kinerja 2. Menjamin keadilan
  58. 58. Tujuan konpensasi 3. Mempertahankan karyawan 4. Memperoleh karyawan bermutu 5. Mengendalikan biaya 6. Memenuhi peraturan
  59. 59. Aktivitas • Secara umum tujuan pengelolaan kompensasi adalah membantu organisasi mencapai keberhasilan strategis dan menjamin 1) hak keadilan internal dan 2) hak eksternal secara adil.
  60. 60. aktivitas 1. Keadilan internal : Menjamin bahwa posisi yang lebih banyak persyaratannya atau orang yang lebih cakap/mampu di dalam organisasi diberi kompensasi yang lebih tinggi
  61. 61. 2.Keadilan eksternal : menjamin bahwa pekerjaan diberi imbalan yang wajar, sebanding dengan pekerjaan serupa di pasar kerja. Tujuan pengelolaan kompensasi : a.Mendapatkan karyawan yang cakap/mampu b.Menggaji karyawan yang ada sekarang
  62. 62. aktivitas c.Menjamin hak yang adil d.Memberi penghargaan pada perilaku yang diharapkan e.Mengendalikan biaya f.Patuh pada peraturan yang berlaku g.Memudahkan pengertian h.Efisiensi adm lebih lanjut
  63. 63. Aktivitas 6. Kesehatan, keselamatan dan keamanan Jaminan atas kesehatan fisik dan mental serta keselamatan para karyawan adalah hal yang sangat penting penting. Secara global berbagai hukum keselamatan dan kesehatan telah menjadikan organiasi lebih profesional terhadap persoalan kesehatan dan keselamatan
  64. 64. Aktivitas Persoalan tradisional mengenani keselamatan fokus pada peniadaan kecelakaan di tempat kerja. Melalui fokus mengenai kesehatan yang lenbih luas.
  65. 65. aktivitas MSDM dapat membantu karyawan yang mengalami penyalahgunaan obat dan masalah lain melalui program bantuan karyawan, untuk mempertahankan karyawan yang sebenarnya berkinerja memuaskan.
  66. 66. Aktivitas Program peningkatan kesehatan yang menaikkan gaya hidup karyawan yang sehat menjadi lebih luas. Selain itu keamanan tempat bekerja menjadi lebih penting, sebagai akibat dari jumlah tindak kekerasan yang meningkat di tempat kerja.
  67. 67. Aktivitas 7. Hubungan karyawan dan buruh/manajemen hubungan antara para manajer dan karyawan harus ditangani secara efektif apabila para karyawan dan organisasi ingin sukses bersama. Apakah beberapa karyawan diwakili oleh satu serikat pekerja atau tidak, hak karyawan harus disampaikan.
  68. 68. Aktivitas Merupakan suatu hal yang penting untuk mengembangkan, mengomunikasikan dan meng Update kebijakan dan prosedur SDM sehingga para manajer dan karyawan sama-sama tahu apa yang diharapkan. Dalam beberapa organ isasi, hubungan serikat pekerja manajemen harus disampaikan dengan baik juga
  69. 69. PART 3 PERENCANAAN SEMBER DAYA MANUSIA
  70. 70. Perencanaan SDM • Human resource of manpower planning has been defined as the process of determining manpower requiretmens and the means for meeting those requiretmens in order to carry out the integrated plans of the organization
  71. 71. Perencanan • Perencanaan SDM atau perencanaan tenaga kerja didefinisikan sebagai proses menentukan kebutuhan tenaga kerja dan berarti mempertemukan kebutuhan tersebut agar pelaksanaannya berintegrasi dengan rencana organisasi
  72. 72. Arti dan manfaat PSDM Perencanaan SDM adalah kegiatan untuk mengantisipasi permimntaan atau kebutuhan dan suplai tenaga kerja organisasi dimasa yang akan datang, dengan memperhatikan : 1. persediaan sumber daya manusia sekarang 2. Peramalan permintaan dan suplai sumber daya manusia. 3. Rencana untuk memperbesar jumlah sumber daya manusia
  73. 73. Manfaat perencanaan SDM 1. Memperbaiki penggunaan SDM 2. M emadukan kegiatan perusahaan dan tujuan organisasi di masal y a d secara efisien 3. Melakukan pengadaan karyawan baru secara ekonomis 4. Memperoleh tenaga kerja pada posisi tepat
  74. 74. Manfaat..... 5.Mengembangkan informasi dasar manajemen kepegawaian, untuk membantu kegiatan kepegawaian dan unit organisasi lain 6.Membantu program penarikan tenaga kerja 7.Mengkoordinasikan program manajemen kepegawaian, seperti rekruitmrn, seleksi 8.Menciptakan iklim dan kondisi kerja yang serasi dan dinamis
  75. 75. Perencanaan SDM Berfungsi : 1. meramalkan secara sitematis tuntutan kebutuhan karyawan dan persediaan karyawan di masa mendatang 2. mengembangkan rencana pengembangan karyawan yang menunjang strategi organisasi, melalui pengisian lowongan kerja secara proaktif 3. mengidentifikasi kebutuhan karyawan jangka pendek dan panjang
  76. 76. Tuntutan SDM masa depan 1. tantangan eksternal : a. Tantangan bidang ekonomi b. Sosial,politik, hukum, perubahan aturan sikap dan tingkah laku c. Iptek d. Persaingan dan pembajakan pimpinan harus disiapkan penggantinya
  77. 77. Tuntutan .......... 2. Keputusan Organisasi a. Rencana strategis, pertumbuhan, produk atau segmen pasar baru b. Anggaran c. Ramalan pen jualan dan produk d. Usaha baru atau peluang bisnis baru e. Desain organisasi dan kerja
  78. 78. Tuntutan....... 3. Kapasitas Kerja a. Pensiun b. Pengunduran diri c. Pemberhentian setelah kontrak selesai d. Kematian e. Cuti f. Menaikan kebutuhan karyawan
  79. 79. Persediaan SDM 1. Estimasi persediaan internal a. Ausit SDM : menentukan status, kinerja karyawan sebagai dasar transfer, promosi pengembangan b. Merencanakan suksesi penggantian c. Bagan ringkasan penggantian karyawan (status kepegawaian :nama, jabatan pemegang sekarang, pengganti)
  80. 80. Persediaan ...... 2. Estimasi persediaan eksternal a. Kebutuhan eksternal b. Analisis pasar tenaga kerja c. Perilaku masyarakat atau sikap masyarakat tehadap oragnisasi. d. Kependudukan persediaan tenaga kerja yang tersedia dalam berbagai kategori. e. Flurktuasi angkatan kerja dari tahun ke tahun
  81. 81. Ramalan kebutuhan SDM 1. Ramalan permintaan SDM a. Jangka panjang 1. rencana strategi 2. kependudukan 3. perkembangan teknologi b. Jangka pendek 1. jadwal anggaran 2. pemindahan
  82. 82. Ramalan 2. Ramalan persediaan SDM a. Tingkat produktivitas b. Tingkat pergantian tenaga kerja c. Tingkat ketidakhadiran d. Perpindahan kerja
  83. 83. Ramalan 3. Perlakuan atas SDM a. Pengangkatan b. Pelatihan c. Manajemen karir d. Program produktivitas e. Pengurangan karyawan
  84. 84. Analisa beban kerja dan tenaga kerja Manfaat analisis beban kerja dan tenaga kerja untuk menetapkan bilangan atau jumlah karyawan yang diperlukan dalam pelaksanaan sejumlah pekerjaan tertentu selama waktu tertentu
  85. 85. Dua faktor analisis tenaga kerja 1. Ketidakhadiran harus diketahui penyebabnya a. Faktor kesehatan b. Faktor transfortasi c. Faktor keperluan pribadi d. Faktor loyalitas e. Faktor usia f. Faktor hari ketidakhadiran 2. Faktor perputaran atau pergantian karyawan (keluar masuknya karyawan)
  86. 86. Teknik-teknik peramalan SDM Terdapat 6 teknik dalam peramalan SDM 1. ekstrapolasi 2. indeksasi 3. analisis statistikal 4. analisis anggaran 5. analisis kegiatan baru 6. penciptaan model dengan bantuan komputer (Siagian, 2003 : 63)
  87. 87. Teknilk ....... 1. Teknik ekstrapolasi teknik peramalan dengan memproyeksi kecenderungan masa lampau ke masa yang akan datang. Kejadian masa lampau dapat dijadikan sebagai bahan untuk adanya perubahan yang lebih baik dan dapat meningkatkan produktivitas kerja yang efektif dan efisien (organisasi yang berkesinambungan)
  88. 88. Teknik....... 2. Teknik Indeksasi teknik memperkirakan kebutuhan ketenagakerjaan di masa depan dengan menyesuaikan dengan suatu indeks tertentu. Artinya rasio perbandingan antara tenaga yang bergerak di bidang produksi dengan bidang penjualan
  89. 89. Teknik...... 3. Teknik statistikal kepentingan kebutuhan organisasi masa yang panjang, dcengan memperhitungkan perubahan yang mungkin terjadi sebagai penyebab bergesernya tuntutan terhadap kebutuhan-kebutuhan akian SDM
  90. 90. Teknik..... 4. Teknik anggaran praktek menajerial dalam semua jrenis organisasi, untuk menyususn rancangan anggaran belanja sebagai satuan kerja yang dipimpinnya. Berfungsi untuk menyususn kebutuhan dalam satu tahun anggaran atau kebutuhan anggaran dalam jangka waktu yang panjang
  91. 91. Teknik..... 5. Teknik usaha baru perencana memperhitungkan kebutuhan akan sumber daya manusia dengan memperhitungkan perkiraan organisasi yang bersangkutan sendiri dengan situasi yang dihadapai oleh perusahaan- perusahaan lain yang berpengalaman dalam menyelenggarakan kegiatan sejenis
  92. 92. Teknik..... 6.Teknik penciptaan model dengan bantuan komputer teknik yang digunakan untuk menciptakan model, gaya,jenis aktivitas yang dapat memberikan gairah kerja SDM dalam organisasi. Menciptakan terobosan-terobosan baru sehingga menciptakan kehiodupan organisasi yang dinamis dalam menghadapi kondisi hari ini, y a d serta globalisasi kehidupan
  93. 93. Silai SDM memiliki nilai sebagai berikut : 1. Memiliki nilai Teologika (Agama sebagai landasan pijakan dalam mencapai tujuan organisasi) tingginya keimanan dan ketaqwaan yang dimiliki setiap manusia, keteguhan dalam beragama, dapat memberikan dampak yang sangat besar baik dalam lingkungan internal maupun ekternal organisasi
  94. 94. Nilai SDM 2. Memiliki nilai Logika ( berfikir secara logik, masuk akal) dan dalam tindakannya berdasarkan akal pikiran yang jernih dan sehat, tidak asal bertindak. Nilai logika dalam SDM memberikan pengaruh terhadap pencapaian program kerja, sebab berbagai tindakan dalam melaksanakan aktivitas disesuaikan dengan prinsip dan alat manajemen.
  95. 95. Nilai SDM 3. Memiliki nilai Etika ( manusia wajib memahami dan mematuhi peraturan perundang-undangan), sebagai langkah pijakan dalam pelaksanaan program kerja. Etika merupakan alat sebagai pengendali diri dalam setiap tindakan utntuk mencapai tujuan, agar tidak menyimpang atau melanggar rambu-rambu aturan yang berlaku
  96. 96. Nilai 4. Memiliki Nilai Estetika ( memiliki nilai keindahan), setiap manusia dalam menjalankan aktivitasnya harus sesuai dengan keasrian, keindahan , kenyamanan sehingga lingkungan organisasi memberikan inspirasi yang dapat menciptakan kondisifitas kerja. Setiap tindakan sesuai dengan norma dan aturan yang berlaku.
  97. 97. Nilai SDM 5.Nilai Teleologika (memiliki azas manfaat), setiap manusia harus dapat menciptakan adanya manfaat bagi diri sendiri orang lain serta terciptanya stabilitas dan kemajuan bagi organisasinya. Setiap orang akan menjadikan oragnisasinya sebagai miliknya sendiri, sehingga menjadikan rumah kedua dalam kehidupannya sehari-hari.
  98. 98. Nilai SDM 6.Nilai Fisik Fisiologis (memiliki kesehatan, kekuatan dan daya tahan yang prima), setiap manusia yang berhasil dalam jiwa dan raganya harus memiliki kesehatan, dan kekuatan serta daya tahan yang prima. Karena dengan kekuatan daya tahan tubuh yang sehat dapat menciptakan, kelangsungan dan tidak akan adanya stagnasi dalam seluruh proses pencapaian seluruh program kerja organisasi.

    Be the first to comment

    Login to see the comments

  • slamethidayat549

    Jun. 16, 2014
  • BingkaBugis

    May. 28, 2015
  • EfilinaSumurung

    Jul. 19, 2016

Mata Kuliah Perencanaan SDM, Pasca Sarjana MM UNWIM oleh Dr.Kakay Karyana,Drs.,MM

Views

Total views

13,429

On Slideshare

0

From embeds

0

Number of embeds

3

Actions

Downloads

291

Shares

0

Comments

0

Likes

3

×