MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS & MUTU

25,923 views

Published on

PROSES PRODUKSI (PROSES KONVERSI), serangkaian pekerjaan dengan berbagai sumber daya digunakan untuk memproduksi barang dan jasa.
MANAJEMEN PRODUKSI (MANAJEMEN OPERASI), manajemen proses dimana berbagai sumber daya (misal karyawan, mesin, dll) digunakan untuk memproduksi barang dan jasa

Published in: Business
4 Comments
18 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
25,923
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
372
Actions
Shares
0
Downloads
1,288
Comments
4
Likes
18
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS & MUTU

  1. 1. IV. MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS & MUTU TEGUH WIYONO BUDI PRASETYO STMIK AKAKOM YOGYAKARTA
  2. 2. PENGARUH MANAJEMEN PRODUKSI TERHADAP NILAI PERUSAHAAN Manajemen Produksi Kepuasan Pelanggan Jumlah SDM, Mesin, dan Persediaan Pendapatan Perusahaan Pengeluaran Perusahaan Nilai Perusahaan Laba Perusahaan ------- JEFF MADURA, 2007
  3. 3. Beberapa pertanyaan mengenai manajemen produksi. <ul><li>Sumber daya manusia dan sumber daya lain apakah yang dibutuhkan untuk produksi ? </li></ul><ul><li>Dimana sebaiknya perusahaan sebaiknya memproduksi ? </li></ul><ul><li>Bagaimana perusahaan dapat memproduksi secara lebih efisien ? </li></ul><ul><li>Apa yang dapat dilakukan untuk mengendalikan mutu produksinya ? </li></ul>
  4. 4. <ul><li>SUMBER DAYA DALAM PROSES PRODUKSI </li></ul><ul><li>PROSES PRODUKSI (PROSES KONVERSI), serangkaian pekerjaan dengan berbagai sumber daya digunakan untuk memproduksi barang dan jasa. </li></ul><ul><li>MANAJEMEN PRODUKSI (MANAJEMEN OPERASI), manajemen proses dimana berbagai sumber daya (misal karyawan, mesin, dll) digunakan untuk memproduksi barang dan jasa. </li></ul><ul><li>---- JEFF MADURA, 2007 </li></ul>
  5. 5. <ul><li>TUJUAN MANAJEMEN PRODUKSI </li></ul><ul><li>Mengembangkan proses produksi yang efisien (biaya relatif rendah) dan bermutu tinggi guna menghasilkan produk barang/jasa yang spesifik. </li></ul><ul><li>Manajemen produksi dapat mencapai efisiensi dengan pengelolaan sumber daya : </li></ul><ul><ul><li>Menentukan secara tepat jumlah bahan baku yang akan digunakan, </li></ul></ul><ul><ul><li>Kombinasi sumber daya yang tepat, </li></ul></ul><ul><ul><li>Pembagian pekerjaan yang tepat, </li></ul></ul><ul><ul><li>Rangkaian pekerjaan yang tepat </li></ul></ul><ul><ul><li>Misal : </li></ul></ul><ul><ul><li>Perusahaan manufaktur lebih banyak menggunakan bahan baku dan peralatan </li></ul></ul><ul><ul><li>Perusahaan Jasa lebih banyak menggunakan karyawan dan teknologi informasi </li></ul></ul>
  6. 6. SUMBER DAYA MANUSIA <ul><li>Mengelola sumber daya manusia : </li></ul><ul><li>Mengidentifikasi jenis karyawan yang dibutuhkan untuk produksi </li></ul><ul><ul><li>Tenaga ahli </li></ul></ul><ul><ul><li>Tenaga terampil </li></ul></ul><ul><li>Menentukan jumlah karyawan yang dibutuhkan. </li></ul><ul><li>Beban operasional SDM akan tergantung jumlah </li></ul><ul><li>karyawan dan tingkat keahliannya. </li></ul><ul><li>-----Dalam skala sama, biaya operasi jasa pariwisata akan lebih banyak menanggung gaji dari pada usaha swalayan. </li></ul>
  7. 7. BAHAN BAKU <ul><li>Bahan baku yang digunakan dalam proses produksi normalnya diubah oleh SDM perusahaan menjadi produk akhir. </li></ul><ul><ul><li>Perusahaan manufaktur sangat bergantung pada bahan baku. </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>Pabrik ban tergantung bahan baku karet </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Pabrik mobil tergantung bahan baku baja </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Percetakan tergantung bahan baku kertas, dll </li></ul></ul></ul><ul><ul><li>Perusahaan jasa tidak banyak bergantung pada bahan baku karena tidak melakukan proses manufaktur. </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>Biro perjalanan, konsultan keuangan, designer. dll </li></ul></ul></ul>
  8. 8. BAHAN BAKU………… (lanjutan) Bahan Baku Proses Produksi Produk Akhir Sumber Daya Manusia Teknologi Bahan Baku dalam Proses Produksi
  9. 9. SUMBER DAYA LAIN <ul><li>Sumber daya pendukung yang mempunyai kontribusi besar dalam proses produksi </li></ul><ul><ul><li>Bangunan pabrik (work shop/bengkel kerja) </li></ul></ul><ul><ul><li>Kantor sebagai pusat administrasi (site administration) </li></ul></ul><ul><ul><li>Gudang tempat penyimpanan/trasit bahan baku </li></ul></ul><ul><ul><li>Mesin-mesin dan peralatan, dll </li></ul></ul><ul><li>Pengadaan dapat dilakukan dengan membangun sendiri, membeli, sewa, leasing, kerjasama dengan pemilik lahan. </li></ul>
  10. 10. EFISIENSI SUMBER DAYA UNTUK PRODUKSI <ul><li>Memanfaatkan berbagai sumber daya untuk mencapai hasil produksi yang spesifik dengan biaya rendah. </li></ul><ul><li>Dilakukan dengan mengkombinasikan berbagai sumber daya. </li></ul><ul><ul><li>Menggunakan stasiun kerja ( work station ) dan lini perakitan ( assembly line ) </li></ul></ul>
  11. 11. <ul><li>Stasiun Kerja ( Work Station ), adalah area dimana satu atau beberapa karyawan diberi pekerjaan tertentu. Work station membutuhkan mesin, peralatan sekaligus karyawan </li></ul><ul><li>Lini Perakitan ( Asembly Line ), adalah serangkaian stasiun kerja dimana setiap stasiun kerja telah dirancang untuk mengerjakan tahapan-tahapan tertentu dalam proses produksi </li></ul><ul><li>Dampak Efisiensi : </li></ul><ul><ul><li>Karyawan diberi pekerjaan yang berbeda-beda (fokus pada pekerjaan/job) </li></ul></ul><ul><ul><li>Karyawan dapat menggunakan keahlian spesifik yang dimilikinya. </li></ul></ul>
  12. 12. <ul><li>MEMILIH LOKASI </li></ul><ul><li>FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN MEMILIH LOKASI, faktor yang dianggap relevan : </li></ul><ul><ul><li>Biaya ruang kerja . Biaya sewa atau beli sangat bervariasi tergantung lokasi bangungan tersebut berada. </li></ul></ul><ul><ul><li>Biaya tenaga kerja . Biaya perekrutan (standar gaji) tenaga kerja berbeda beda untuk setiap lokasi. </li></ul></ul><ul><ul><li>Insentif pajak daerah . Kebijakan pajak oleh pemerintah daerah berbeda-beda (asas otonomi daerah). </li></ul></ul>
  13. 13. MEMILIH LOKASI…. (lanjutan) <ul><li>FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN MEMILIH LOKASI .. (lanjutan) : </li></ul><ul><ul><li>Sumber permintaan . Perusahaan yang mendekati sumber permintaan akan meminimalisasi biaya mobilisasi/transportasi produknya. </li></ul></ul><ul><ul><li>Akses transportasi . Perusahaan yang memasarkan produk secara Nasional akan berusaha mencari lokasi dekat sumber utama transportasi. </li></ul></ul><ul><ul><li>Pasokan tenaga kerja . Perusahaan akan memilih lokasi yang dapat menyediakan sebagian besar tenaga yang dibutuhkan sesuai keahlian/ketrampilannya . </li></ul></ul>
  14. 14. <ul><li>DESIGN & LAYOUT PRODUKSI </li></ul><ul><li>DESIGN (DESAIN), menunjukkan bentuk, ukuran dan struktur dari pabrik. </li></ul><ul><li>LAYOUT (TATA RUANG), pengaturan & penempatan mesin dan peralatan lain yang mendukung produksi suatu pabrik. </li></ul><ul><li>Ilmu yang mendukung : Arsitektur, Sipil, Ergonomi </li></ul><ul><li>Penentuan design dan layout yang tepat akan berdampak efisiensi proses produksi dan investasi yang ditanamkan. </li></ul>
  15. 15. DESIGN & LAYOUT FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI : DESIGN LAYOUT Karakteristik Lokasi Proses Produksi Lini Produk Kapasitas Produksi
  16. 16. DESIGN & LAYOUT FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI : <ul><li>Karakteristik lokasi : --- faktor bawaan </li></ul><ul><ul><li>Harga tanah : </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>tinggi : bangunan bertingkat, rendah : satu lantai </li></ul></ul></ul><ul><ul><li>Geografis : </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>iklim pantai dan pegunungan mempengaruhi bentuk bangunan --- efisiensi pemanfaatan AC </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Kontur tanah --- biaya pembuatan (investasi bangunan) </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Wilayah rawan bencana --- faktor aman >>> thd bencana </li></ul></ul></ul>
  17. 17. DESIGN & LAYOUT FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI : <ul><li>Proses Produksi : </li></ul><ul><ul><li>Tata ruang produk ( product layout ). Tata ruang dimana pekerjaan diposisikan sesuai dengan urutan yang diberikan. </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>Pabrik dengan operasi lini perakitan, perusahaan pengepakan, dll </li></ul></ul></ul><ul><ul><li>Tata ruang posisi tetap ( fixed-position layout ). Tata ruang dimana karyawan mendatangi posisi sub produk ( part product ) untuk dibawa ke produk utama ( main product ) </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>Pabrik kapal, pesawat terbang, bangunan (gedung, rumah), dll. </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>---- JEFF MADURA, 2007 </li></ul></ul></ul>
  18. 18. DESIGN & LAYOUT FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI : <ul><li>Proses Produksi (lanjutan) : </li></ul><ul><ul><li>Pabrikasi fleksibel ( flexible manufacturing ). Proses produksi yang dapat dengan mudah disesuaikan dengan mengakomodasi perubahan-perubahan dimasa y.a.d. </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>Dibutuhkan tata ruang yang fleksibel, perlu karyawan dengan keahlian yang fleksibel pula. </li></ul></ul></ul><ul><li>---- JEFF MADURA, 2007 </li></ul>
  19. 19. DESIGN & LAYOUT FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI : <ul><li>Lini Produk </li></ul><ul><ul><li>Perluasan lini produk karena permintaan pasar memungkinkan mempengaruhi tata ruang produksi. </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>Pabrik mobil ekspansi ke sepada motor, dll </li></ul></ul></ul><ul><ul><li>Diperlukan Tata ruang yang fleksibel (menyediakan ruang tambahan untuk ekspansi produk) utk mengurangi biaya redesain. </li></ul></ul>
  20. 20. DESIGN & LAYOUT FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI : <ul><li>Kapasitas Produksi . </li></ul><ul><li>Beberapa pertimbangan yang perlu : </li></ul><ul><ul><li>Kapasitas maksimum (kemampuan perusahaan untuk berproduksi maksimum) </li></ul></ul><ul><ul><li>Pola pertumbuhan kapasitas perusahaan dari waktu ke waktu. </li></ul></ul><ul><ul><li>Diperlukan tata ruang yang membuka lebih banyak tempat untuk peningkatan produksi dengan meminimalkan kemungkinan relokasi / pembebasan lahan baru. </li></ul></ul><ul><ul><li>Kebijakan kantor just-in-time akan mengurangi luas area kantor. </li></ul></ul>
  21. 21. <ul><li>PENGENDALIAN PRODUKSI </li></ul><ul><li>Pengendalian produksi meliputi : </li></ul><ul><ul><ul><li>Pembelian bahan baku </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Pengendalian persediaan </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Penjadwalan </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Pengendalian mutu </li></ul></ul></ul><ul><li>---- JEFF MADURA, 2007 </li></ul>
  22. 22. Pengendalian Produksi. (lanjutan) <ul><ul><li>Pembelian bahan baku , hal yang perlu diperhatikan </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>Memilih pemasok bahan baku dgn pertimbangan harga, mutu, kecepatan, fasilitas kredit. </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Potongan harga (discount) pembelian partai besar. </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Kemungkinan mendelegasikan produk kepada pemasok ( deintegration ).------ mis melalui outsourching. </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><ul><li>Lebih efisien ? </li></ul></ul></ul></ul><ul><ul><ul><ul><li>Terhindar dari biaya komplain produk. </li></ul></ul></ul></ul>Penawaran Sample Komitmen
  23. 23. Pengendalian Produksi. (lanjutan) <ul><li>Pengaruh Deintegrasi </li></ul>Pabrik menerima komponen yg belum dirakit Karyawan merakit komponen Hasil perakitan dikirim ke stasiun kerja akhir (Perakitan akhir) Penyelesaian akhir produk Pabrik menerima komponen jadi Siap perakitan akhir (Perakitan akhir) Penyelesaian akhir produk Proses sebelumnya Setelah Deintegrasi ---- JEFF MADURA, 2007
  24. 24. Pengendalian Produksi. (lanjutan) <ul><li>Pengendalian persediaan ( inventory control ). </li></ul><ul><li>Adalah proses mengelola persediaan pada tingkat yang meminimalkan biaya. Meliputi : </li></ul><ul><ul><li>Pengendalian persediaan bahan baku </li></ul></ul><ul><ul><li>Pengendalian persediaan barang dalam proses (“setengah jadi”) </li></ul></ul><ul><ul><li>Pengendalian persediaan barang jadi </li></ul></ul>
  25. 25. Pengendalian Produksi. (lanjutan) <ul><li>1) Pengendalian persediaan bahan baku. </li></ul><ul><ul><li>Perencanaan kebutuhan bahan baku ( materials requirements planning – MRP ) : Proses untuk memastikan telah tersedianya bahan baku apabila dibutuhkan </li></ul></ul><ul><ul><li>Pemesanan bahan baku dalam tahapan tertentu dengan tujuan mengurangi biaya penyimpanan, asuransi persediaan, keamanan, dll --- konsekuensi ada biaya pemesanan ( order cost ) </li></ul></ul><ul><ul><li>Sistem lain : just-in-time : pemesanan dalam jumlah minimal sesuai kebutuhan . </li></ul></ul>Barang Jadi Kuantitas Waktu MRP
  26. 26. Pengendalian Produksi. (lanjutan) <ul><li>2) Pengendalian persediaan barang dalam proses --------( work-in-process inventories ) : </li></ul><ul><ul><li>Pengendalian barang-barang setengah jadi untuk menghindari gangguan dalam produksi, kekurangan dalam produk akhir dan hilangnya penjualan . </li></ul></ul><ul><li>3) Pengendalian persediaan barang jadi </li></ul><ul><ul><li>Memonitor penawaran dan permintaan dari waktu ke waktu untuk diminimalkan perbedaannya </li></ul></ul><ul><ul><li>Demand Forecast : ramalan permintaan sehingga persediaan produk dapat memenuhi permintaan tanpa berlebihan . </li></ul></ul>
  27. 27. Pengendalian Produksi. (lanjutan) <ul><li>Penjadwalan ( scheduling ) </li></ul><ul><ul><li>Penjadwalan ( scheduling ) adalah tindakan penentuan periode waktu untuk masing-masing pekerjaan dalam proses produksi. </li></ul></ul><ul><ul><li>Jadwal Produksi ( production schedule ) adalah rencana penentuan waktu dan volume produksi yang akan dicapai </li></ul></ul>---- JEFF MADURA, 2007
  28. 28. Penjadwalan produksi <ul><li>Teknik Evaluasi dan Peninjauan Program ( Program Evaluation and Review Technique - PERT ) beberapa langkah awal : </li></ul><ul><ul><li>Identifikasi beragam jenis pekerjaan yang terkait dalam prses produksi </li></ul></ul><ul><ul><li>Penyusunan pekerjaan sesuai urutan yang harus dilakukan </li></ul></ul><ul><ul><li>Pengestimasian waktu yang dibutuhkan untuk setiap aktifitas </li></ul></ul><ul><ul><li>Menuangkan rencana proses produksi dalam diagram (mis. Diagram Gantt / Gantt Chart ) </li></ul></ul>
  29. 29. Penjadwalan produksi 2 3 4 5 1 Teknik Evaluasi dan Peninjauan Program ( Program Evaluation and Review Technique - PERT ) Contoh : memproduksi bahan kimia Contoh PERT dalam Diagram Gantt untuk proses produksi sederhana ---- JEFF MADURA, 2007 5. Mengemas kontainer satu galon ke dalam peti 4. Menuangkan bahan kimia Z ke dalam 500 kontainer satu galon 3. Mencampur bahan kimia X dan Y dalam sebuah tanki untuk membuat bahan kimia Z 2. Memproduksi bahan kimia Y 1. Memproduksi bahan kimia X Minggu 5 Minggu 4 Minggu 3 Minggu 2 Minggu 1 PEKERJAAN PRODUKSI
  30. 30. Teknik Evaluasi dan Peninjauan Program ( Program Evaluation and Review Technique - PERT ) contoh : Lab 1 Membuat Bahan Kimia X (1 minggu) Lab 2 Membuat Bahan Kimia Y (2 minggu) Mencampur X dan Y Dalam tanki Untuk membuat Bahan kimia Z (1 minggu) Bahan kimia Z Dituang ke Dalam 500 Kontainer satu Galon (1 minggu) Kontainer satu Galon bahan Kimia Z dikemas Dalam peti (1 minggu) 1 2 3 4 5 Menentukan jalur kritis ( critical path ) yaitu jalur yang membutuhkan waktu terpanjang berdasarkan urut-urutan pekerjaan
  31. 31. Teknik Evaluasi dan Peninjauan Program ( Program Evaluation and Review Technique - PERT ) contoh : <ul><li>Manfaat analisa jalur kritis : </li></ul><ul><ul><li>Mengidentifikasi dan menghitung waktu yang dibutuhkan memungkinkan para manajer mengestimasikan waktu renggang (waktu tambahan) dari jalur lain dan mengurangi ketidakefisienan oleh waktu renggang tersebut. </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>Jalur kritis (jalur 2-3-4-5) dalam waktu 5 minggu tidak memiliki waktu renggang bagi para pekerja </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Jalur 1-3-4-5 dalam waktu 4 minggu mempunyai waktu renggang selama 1 minggu (dalam pekerjaan 1) </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Sebagian pekerja yang ditugaskan di pekerjaan 1 dapat ditugaskan membantu pekerjaan kedua dalam urutan jalur kritis sehingga mempersingkat penyelesaian jalur kritis </li></ul></ul></ul>
  32. 32. Teknik Evaluasi dan Peninjauan Program ( Program Evaluation and Review Technique - PERT ) contoh : <ul><li>Manfaat analisa jalur kritis lanjutan : </li></ul><ul><ul><li>Meninjau setiap pekerjaan bagian jalur kritis untuk menghindari penundaan atau meningkatkan kecepatan proses produksi </li></ul></ul><ul><ul><li>Pekerjaan yang membutuhkan waktu panjang harus diawasi secara seksama karena setiap penundaan akan berakibat fatal bagi keseluruhan proses produksi </li></ul></ul>
  33. 33. Pengendalian Produksi. (lanjutan) <ul><ul><li>Dukungan teknologi dalam scheduling : </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>Perencanaan sumber daya perusahaan ( enterprise resource planning-ERP ) : Piranti lunak kompleks menghubungkan sistem komputer dengan berbagai departemen dengan tujuan otomatisasi akuntansi, produksi, penerimaan pesanan dan proses lain. ERP akan mencatat mulai dari pemesanan hingga produk jadi dan memperbaharui sistem secara keseluruhan </li></ul></ul></ul>
  34. 34. <ul><li>PENGENDALIAN MUTU </li></ul><ul><li>Mutu ( quality ) : tingkat sejauh mana produk/jasa yang diberikan perusahaan mampu memenuhi keinginan atau harapan pelanggan. </li></ul><ul><ul><li>Mutu berhubungan dengan kepuasan pelanggan dan mempengaruhi keberlangsungan perusahaan </li></ul></ul><ul><ul><li>Pelanggan akan membeli produk tambahan dari perusahaan tersebut apabila puas dengan mutu produk sebelumnya. </li></ul></ul><ul><ul><li>Mutu dapat diukur dengan melihat berbagai karakter misal : seberapa lama produk bertahan, kemudahan pesanan, kecepatan pengiriman, dll </li></ul></ul><ul><li>Pengendalian Mutu ( quality control ) : proses untuk memastikan apakah mutu dari suatu produk telah memenuhi tingkat yang diinginkan dan mengidentifikasi perbaikan yang perlu dilakukan dalam proses produksi. </li></ul>
  35. 35. <ul><li>PENGENDALIAN MUTU </li></ul><ul><li>Manajemen Mutu Total ( total quality management-TQM ) </li></ul><ul><ul><li>Penilaian produk secara terus menerus mulai sejak bahan baku dipesan sampai pelanggan membeli dan menggunakan produk tersebut. </li></ul></ul><ul><ul><li>TQM membutuhkan interaksi diantara fungsi-fungsi bisnis : </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>Fungsi Manajemen </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Fungsi Pemasaran </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>---- JEFF MADURA, 2007 </li></ul></ul></ul>
  36. 36. Manajemen Mutu Total ( Total Quality Management -TQM ) <ul><li>Fungsi2 Manajemen : </li></ul><ul><li>Pemesanan persediaan </li></ul><ul><li>Mencapai produksi yang efisien </li></ul><ul><li>Memastikan standar produksi </li></ul><ul><li>Fungsi2 pemasaran : </li></ul><ul><li>Strategi pemasaran yg efisien </li></ul><ul><li>Memastikan kepuasan pelanggan </li></ul><ul><li>Mendapatkan saran2 pelanggan </li></ul><ul><li>untuk peningkatan </li></ul>Produk diproduksi dengan baik Produk dipasarkan dan dijual dengan baik Memberikan umpan balik bagaimana produk dapat ditingkatkan <ul><ul><ul><li>---- JEFF MADURA, 2007 </li></ul></ul></ul>
  37. 37. Manajemen mutu total. <ul><li>Pengendalian mutu dengan teknologi : </li></ul><ul><ul><li>Penilaian mutu/kualitas produk dengan perangkat komputer ( sensor elektronik menilai bagian yang rusak, tidak berfungsi, dll ) </li></ul></ul><ul><ul><li>Melacak/merekam perjalanan produk melalui jaringan komputer ( tracer technology ) mulai dari titik kontak penjualan awal sampai dengan produk terkirim ke pelanggan bahkan sampai umpan balik pelanggan setelah memakai produk perusahaan. (waktu pertanyaan awal, pemesanan, produksi, pengiriman, bantuan teknis. Dst) Tujuan : </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>Seberapa cepat pesanan dapat dipenuhi </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Memiliki riwayat komunikasi dengan pelanggan jika timbul perselisihan di masa yad </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Mengetahui jenis bantuan/perbaikan teknis sebagai bahan pertimbangan untuk produk selanjutnya. </li></ul></ul></ul>
  38. 38. Manajemen mutu total. <ul><li>Pengendalian mutu oleh karyawan : </li></ul><ul><ul><li>Hakikat : memanfaatkan karyawan untuk menilai mutu produk perusahaan. </li></ul></ul><ul><ul><li>Gugus kendali mutu ( quality control circle ) : </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>sekelompok karyawan diminta menilai mutu dari produk dan menawarkan saran-saran untuk peningkatannya. </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Memfasilitasi interaksi para pekerja dan manajer dan memberikan rasa tanggungjawab kepada para pekerja (mengedepankan faktor kepercayaan dan tanggungjawab) </li></ul></ul></ul>
  39. 39. Manajemen mutu total . <ul><li>Pengendalian mutu melalui sampling : </li></ul><ul><ul><li>Memilih secara acak sebagian produk untuk diuji kelayakannya sesuai standar mutu yang disyaratkan misal : Sampling 1 unit setiap 100 produk </li></ul></ul><ul><ul><li>Prioritaskan untuk berkonsentrasi pada kesalahan yang telah terjadi pada pemeriksaan/sampling sebelumnya </li></ul></ul>
  40. 40. Manajemen mutu total. <ul><li>Pengendalian mutu melalui Pengawasan Keluhan </li></ul><ul><ul><li>Penilaian mutu setelah produk dijual (dipakai oleh konsumen) : </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>Penilaian/evaluasi pada proporsi produk yang dikembalikan konsumen </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Umpan balik dari pelanggan : pendapat pelanggan mengenai mutu produk pasca penjualan (misal 6 bulan) </li></ul></ul></ul><ul><ul><li>Alasan : </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>Beberapa produk kadang tidak terlihat sampai digunakan oleh pelanggan/konsumen </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Meminimalkan perbedaan ( gap ) persepsi tentang mutu antara produsen dan konsumen </li></ul></ul></ul>
  41. 41. Manajemen mutu total. <ul><li>Memperbaiki kekurangan </li></ul><ul><ul><li>Tujuan dari proses pengendalian mutu tidak hanya mendeteksi kekurangan mutu, namun juga untuk memperbaikinya </li></ul></ul><ul><ul><li>Kekurangan dari mutu dapat disebabkan beberapa faktor antara lain : </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>Bahan baku dari pemasok (suplier) yang kurang memenuhi syarat </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Mutu hasil pekerjaan karyawan kurang memenuhi syarat </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Rusaknya mesin/peralatan, dsb </li></ul></ul></ul>
  42. 42. <ul><li>Standar Mutu Global </li></ul><ul><li>Standar mutu dengan pengakuan lembaga bertaraf internasional . </li></ul><ul><ul><li>ISO ( International Standar Organization ) </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>Tidak ada keharusan bagi perusahaan mengikuti standar ini (sukarela) </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Bagi yang memenuhi akan mendapatkan sertifikasi yang akan meningkatkan kredibilitas ketika besaing dalam lingkup internasional </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Konsumen internasional akan lebih yakin karena ada pengakuan dari lembaga independen bertaraf internasional. </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Proses sertifikasi membutuhkan biaya dan waktu ( + 1 th) </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Standar akan berfokus pada desain, proses manufaktur, pemasangan dan layanan suatu produk </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Auditor independen akan memantau dalam tahap tertentu sebelum memutuskan memberikan sertifikasi </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>ISO 9000 standar terhadap mutu produksi </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>ISO 14000 pengaruh proses produksi terhadap lingkungan hidup </li></ul></ul></ul>
  43. 43. <ul><li>Standar Mutu Global </li></ul><ul><li>Standar mutu memasuki pangsa pasar suatu negara : </li></ul><ul><li>Standar keamanan Jepang. </li></ul><ul><ul><li>Pemerintah Jepang akan memeriksa produk negara asing yang masuk ke negaranya untuk memastikan keamanannya </li></ul></ul><ul><ul><li>Upaya proteksi pemerintah Jepang untuk melindungi keberlangsungan perusahaan lokal dari pesaing negara lain. </li></ul></ul><ul><ul><li>Konsekuensi produk dalam negeri juga harus mengikuti standar keamanan yang diterapkan bagi produk asing tsb. </li></ul></ul>

×