PENDEKATAN DALAM
PEMBELAJARAN IPA di SD
UNIVERSITAS TERBUKA 2023
HAI!
HENI NOVIA MAIYANTI
(859512736)
NURJANAH (859515606)
SHERLY MUGI (859516228)
IRA LINES (859512388)
MODUL 02
Pendekatan dalam
Pembelajaran IPA di
SD
KB 1 KB 2
Penerapan
Pendekatan dalam
Pembelajaran IPA di
SD
Pendekatan dalam Pembelajaran
IPA di SD
KB
01
A. Pengertian dan Prinsip Pemilihan Pendekatan
● Menurut Raka Joni (1993), pendekatan adalah cara umum dalam memandang permasalahan atau objek
kajian, sehingga berdampak iabrat seseorang memakai kacamata dengan warna tertentu pada saat
memandang alam sekitar.
● Peranan pendekatan pembelajaran adalah menyesuaikan antara tujuan pembelajaran, siswa, latar
belakang social dan budaya, sumber dan daya dukung, dan lain-lain yang tercakup dalam unsur input,
output, produk, dan outcomes Pendidikan dengan bahan kajian yang akan disajikan.
● Prinsip pemilihan pendekatan adalah pertimbangan pendekatan yang dipilih dengan faktor-faktor
terkaitnya, antara lain seperti tujuan Pendidika dan pembelajran, kurikulum, kemampuan siswa, psikologi
belajar, dan sumber daya.
● Pendekatan pembelajran mengacu kepada tujuan Pendidikan secara umum dan tujuan pembeljaran dari
bahan kajian. Tujuan Pendidikan nasional yang tertera pada Pasal 3 UU RI No. 20 Tahun 2003 tentang
Sistem Pendidikan Nasional adalah untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia
yang beriman dan bertakwa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi waraga
negara yang demokratis dan bertanggung jawab.
● Pengembangan pembelajaran IPA yang menarik, menyenangkan, layak,
sesuai konteks, serta didukung oleh ketersediaan waktu, keahlian, sarana
dan prasarana merupakan kegiatan yang tidak mudah untuk
dilaksanakan. Salah satu aspek kemampuan yang harus dimiliki oleh
seorang guru adalah tentang pemahaman dan penguasaan terhadap
pendekatan pembelajaran.
● Pendekatan yang dapat digunakan dalam pembelajaran IPA antara lain:
Pendekatan Lingkungan, Sain-lingkungan-teknologi-masyarakat,
Konseptual, Faktual, Nilai, Pemecahan masalah, Penemuan (discovery),
Inkuiri, Keterampilan proses, Komputer, Sejarah, dan Deduktif/Induktif
● Dalam Kurikulum Merdeka, mata pelajaran IPA dan IPS digabungkan menjadi mata pelajaran Ilmu
Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS), dengan harapan dapat memicu anak untuk dapat mengelola
lingkungan alam dan sosial dalam satu kesatuan.
● Berdasarkan kurikulum merdeka, tujuan pembelajran IPAS :
● 1. mengembangkan ketertarikan serta rasa ingin tahu sehingga peserta didik terpicu untuk mengkaji
fenomena yang ada di sekitar manusia, memahami alam semesta dan kaitannya dengan kehidupan
manusia;
● 2. berperan aktif dalam memelihara, menjaga, melestarikan lingkungan alam, mengelola sumber daya alam
dan lingkungan dengan bijak;
● 3. mengembangkan keterampilan inkuiri untuk mengidentifikasi, merumuskan hingga menyelesaikan
masalah melalui aksi nyata;
● 4. mengerti siapa dirinya, memahami bagaimana lingkungan sosial dia berada, memaknai bagaimanakah
kehidupan manusia dan masyarakat berubah dari waktu ke waktu;
● 5. memahami persyaratan yang diperlukan peserta didik untuk menjadi anggota suatu kelompok
masyarakat dan bangsa serta memahami arti menjadi anggota masyarakat bangsa dan dunia, sehingga dia
dapat berkontribusi dalam menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan dirinya dan lingkungan di
sekitarnya;
● 6. dan mengembangkan pengetahuan dan pemahaman konsep di dalam IPAS serta menerapkannya dalam
kehidupan sehari-hari. Dikutip dari https://kurikulum.kemdikbud.go.id/
Jenis Pendekatan
Pendekatan Sain Lingkungan
Teknologi Masyarakat
02 06
04
Pendekatan Pemecahan
Masalah
Pendekatan Nilai
Pendekatan Lingkungan
01 05
03 Pendekatan Faktual
Pendekatan Konseptual
07
08
09
Pendekatan
Keterampilan Proses
Pendekatan Inkuiri
Pendekatan Sejarah
Pendekatan lingkungan adalah mengajarkan IPA
dengan cara pandang bahwa mengembangkan
kebiasaan siswa menggunakan dan memperlakukan
lingkungan secara bijaksana dengan memahami faktor
politis, ekonomis, social-budaya, ekologis yang
mempengaruhi manusia dalam memperlakukan
lingkungan tersebut
Merupakan cara pandang bahwa siswa belajar,
Menyusun pengetahuan, melalui interaksi
pribadi antara pengalaman dengan skema
pengetahuannya.
Tujuan penggunaan pendekatan ini adalah agar
siswa memiliki pemahaman tentang aspek
sains, teknologi, lingkungan, dan masyarakat
yang bergunakan bagi perkembangan kognitif.
Menurut Funk dkk (1979), pendekatan faktual adalah
merupakan suatu cara mengajarkan IPA dengan
menyampaikan hasil-hasil penemuan IPA kepada siswa
dimana pada akhir suatu instruksional siswa akan
memperoleh informasi tentang hal-hal penting tentang
IPA. Metode yang paling efisien untuk menindaklanjuti
pendekatan ini adalah dengan membaca,
menyampaikan pendapat ahli dari buku, demonstrasi,
Latihan, dan memberikan tes.
Menurut Funk dkk (1979), konsep adalah suatu
pendapat yang merupakan rangkaian dari fakta-
fakta. Agar dapat memahami suatu konsep,
suatu pembelajaran memerlukan objek yang
konkret, eskplorasi, mendapatkan fakta, dan
melakukan manipulasi atau pemrosesan
pendapat secara mental.
Pendekatan konseptual memungkinkan siswa untuk
mengorganisasikan fakta ke dalam suatu model
atau penjelasan tentang sifat alam semesta.
Herawati Susilo (1998) mengutip pendapat Meyer
(1987) bahwa pendekatan pemecahan masalah
merupakan suatu pendekatan yang penting. Setiap
masalah memiliki suatu daya positif atau daya
pendorong yang cenderung menuju kea rah perubahan
yang positif untuk memperbaiki suatu kondisi atau
keadaan
Pendekatan nilai adalah cara mengajarkan IPA
dengan menggunakan pandangan suatu nilai,
misalkan terkait moral dan etika, yang bersifat
universal, nilai yang terkait dengan kepercayaan
atau agama, atau nilai yang terkait dengan
politik, social, budaya suatu negara atau daerah.
Pendekatan ini menekankan pada penyampaian
produk atau hasil IPA dan penjelasan tentang
proses IPA serta perilaku yang diharapkan yang
terkait produk dan proses tersebut.
Menurut Herawati Susilo (1998), inkuiri ditandai dengan
adanya pencarian jawaban melalui serangkaian
kegiatan intelektual. Secara umum urutan kegiatan
yang dilakukan adalah merencanakn, mendiskusikan,
membuat hipotesis, menganalisis, menafsirkan, hasil
untuk mendapatkan konsep umum yang dipelajari.
Pendekatan ini dimaksudkan untuk mengembangka sifat
ingin tahu, imajinasi, kemampuan berpikir, sikap, dan
keterampilan proses.
Esler dan Esler (1984) menggambarkan bahwa suatu
pembelajaran dapat dikategorikan menggunakan
pendekatan inkuiri apabuila siswa perlu menggali
lebih dalam tentang informasi yang disampaikan guru
untuk mendaptakan pemahaman baru dan
pemceahan masalah dimaksudkan untuk mencari
jawaban atu generalisasi yang original bagi siswa.
● Terdapat 3 kategori pada pendekatan inkuiri: rasional. Discovery, dan ekperimental.
1) Pendekatan inkuiri kategori rasional
● Guru mengarahkan siswa untuk membuat suatu generasisasi dengan menggunakan
rasional.pada umumnya guru bertanya dan memberi penguatan terhadap jawaban
yang diberikan siswa sampai suatu generalisasi yang diinginkam tercapai.
2) Pendekatan inkuiri kategori discovery
● Tujuan pembelajaran discovery adalah untuk mengembangkan keterampilan
memasang dan merancang alat serta keterampilan mengobservasi; bukan untuk
menemukan generalisasi secara ilmiah.
3) Pendekatan inkuiri seccara eskperimen
● Dapat dijelaskan sebagai prosedur membuat pernyataan yang dianggap benar dan
menemukan suatu cara untuk menguji pernyataan tersebut.
● Perbedaan antara eksperimen dengan discovery adalah: pada discovery bahan-
bahan diatur/dipasang/digunakan tanpa adanya rencana kegiatan yang formal,
sedangkan pada eksperimen pengaturan pemasangan atau penggunaan bahan
dilakukan setelah pembuatan rencana kegiatan.
Menurut Funk dkk (1979), pendekatan keterampilan
proses adalah cara mengajarkan IPA dengan
mengajrakan berbagai keterampilan proses yang biasa
digunakan para ilmuwan dalam mendapatkan atau
memformulasikan hasil IPA.
Keterampilan proses yang umum diajarakan adalah
mengobservasi, mengukur, menentukan variable,
memformulasikan hipotesis, mengamati, menyampaikan
hasil pengamatan dan menyimpulkan serta melakukan
percobaan/peneltian.
Adalah cara mengajrakan IPA dengan menyajikan
berbagai penemuan yang dihasilkan oleh para
ilmuwan/ahli IPA dan tentang perkembangan temuan-
temuan tersebut dikaitkan dengan ilmu IPA sendiri.
Metode yang umummya digunakan untuk pendekaran
ini adalah membaca buku teks atau menjelaskan.
Pendekatan ini lebih menekankan penyampaian produk
atau hasil, sedikit menjelaskan proses temuan.
Penerapan Pendekatan dalam
Pembelajaran IPA di SD
KB
02
TERIMAKASIH!
Mari berdiskusi . . .
.

PRESENTASI PEMBELAJARAN IPA PGSD UT MODUL 2

  • 1.
    PENDEKATAN DALAM PEMBELAJARAN IPAdi SD UNIVERSITAS TERBUKA 2023
  • 2.
    HAI! HENI NOVIA MAIYANTI (859512736) NURJANAH(859515606) SHERLY MUGI (859516228) IRA LINES (859512388)
  • 3.
    MODUL 02 Pendekatan dalam PembelajaranIPA di SD KB 1 KB 2 Penerapan Pendekatan dalam Pembelajaran IPA di SD
  • 4.
  • 5.
    A. Pengertian danPrinsip Pemilihan Pendekatan ● Menurut Raka Joni (1993), pendekatan adalah cara umum dalam memandang permasalahan atau objek kajian, sehingga berdampak iabrat seseorang memakai kacamata dengan warna tertentu pada saat memandang alam sekitar. ● Peranan pendekatan pembelajaran adalah menyesuaikan antara tujuan pembelajaran, siswa, latar belakang social dan budaya, sumber dan daya dukung, dan lain-lain yang tercakup dalam unsur input, output, produk, dan outcomes Pendidikan dengan bahan kajian yang akan disajikan. ● Prinsip pemilihan pendekatan adalah pertimbangan pendekatan yang dipilih dengan faktor-faktor terkaitnya, antara lain seperti tujuan Pendidika dan pembelajran, kurikulum, kemampuan siswa, psikologi belajar, dan sumber daya. ● Pendekatan pembelajran mengacu kepada tujuan Pendidikan secara umum dan tujuan pembeljaran dari bahan kajian. Tujuan Pendidikan nasional yang tertera pada Pasal 3 UU RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional adalah untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi waraga negara yang demokratis dan bertanggung jawab.
  • 6.
    ● Pengembangan pembelajaranIPA yang menarik, menyenangkan, layak, sesuai konteks, serta didukung oleh ketersediaan waktu, keahlian, sarana dan prasarana merupakan kegiatan yang tidak mudah untuk dilaksanakan. Salah satu aspek kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang guru adalah tentang pemahaman dan penguasaan terhadap pendekatan pembelajaran. ● Pendekatan yang dapat digunakan dalam pembelajaran IPA antara lain: Pendekatan Lingkungan, Sain-lingkungan-teknologi-masyarakat, Konseptual, Faktual, Nilai, Pemecahan masalah, Penemuan (discovery), Inkuiri, Keterampilan proses, Komputer, Sejarah, dan Deduktif/Induktif
  • 7.
    ● Dalam KurikulumMerdeka, mata pelajaran IPA dan IPS digabungkan menjadi mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS), dengan harapan dapat memicu anak untuk dapat mengelola lingkungan alam dan sosial dalam satu kesatuan. ● Berdasarkan kurikulum merdeka, tujuan pembelajran IPAS : ● 1. mengembangkan ketertarikan serta rasa ingin tahu sehingga peserta didik terpicu untuk mengkaji fenomena yang ada di sekitar manusia, memahami alam semesta dan kaitannya dengan kehidupan manusia; ● 2. berperan aktif dalam memelihara, menjaga, melestarikan lingkungan alam, mengelola sumber daya alam dan lingkungan dengan bijak; ● 3. mengembangkan keterampilan inkuiri untuk mengidentifikasi, merumuskan hingga menyelesaikan masalah melalui aksi nyata; ● 4. mengerti siapa dirinya, memahami bagaimana lingkungan sosial dia berada, memaknai bagaimanakah kehidupan manusia dan masyarakat berubah dari waktu ke waktu; ● 5. memahami persyaratan yang diperlukan peserta didik untuk menjadi anggota suatu kelompok masyarakat dan bangsa serta memahami arti menjadi anggota masyarakat bangsa dan dunia, sehingga dia dapat berkontribusi dalam menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan dirinya dan lingkungan di sekitarnya; ● 6. dan mengembangkan pengetahuan dan pemahaman konsep di dalam IPAS serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dikutip dari https://kurikulum.kemdikbud.go.id/
  • 8.
    Jenis Pendekatan Pendekatan SainLingkungan Teknologi Masyarakat 02 06 04 Pendekatan Pemecahan Masalah Pendekatan Nilai Pendekatan Lingkungan 01 05 03 Pendekatan Faktual Pendekatan Konseptual 07 08 09 Pendekatan Keterampilan Proses Pendekatan Inkuiri Pendekatan Sejarah
  • 9.
    Pendekatan lingkungan adalahmengajarkan IPA dengan cara pandang bahwa mengembangkan kebiasaan siswa menggunakan dan memperlakukan lingkungan secara bijaksana dengan memahami faktor politis, ekonomis, social-budaya, ekologis yang mempengaruhi manusia dalam memperlakukan lingkungan tersebut
  • 10.
    Merupakan cara pandangbahwa siswa belajar, Menyusun pengetahuan, melalui interaksi pribadi antara pengalaman dengan skema pengetahuannya. Tujuan penggunaan pendekatan ini adalah agar siswa memiliki pemahaman tentang aspek sains, teknologi, lingkungan, dan masyarakat yang bergunakan bagi perkembangan kognitif.
  • 11.
    Menurut Funk dkk(1979), pendekatan faktual adalah merupakan suatu cara mengajarkan IPA dengan menyampaikan hasil-hasil penemuan IPA kepada siswa dimana pada akhir suatu instruksional siswa akan memperoleh informasi tentang hal-hal penting tentang IPA. Metode yang paling efisien untuk menindaklanjuti pendekatan ini adalah dengan membaca, menyampaikan pendapat ahli dari buku, demonstrasi, Latihan, dan memberikan tes.
  • 12.
    Menurut Funk dkk(1979), konsep adalah suatu pendapat yang merupakan rangkaian dari fakta- fakta. Agar dapat memahami suatu konsep, suatu pembelajaran memerlukan objek yang konkret, eskplorasi, mendapatkan fakta, dan melakukan manipulasi atau pemrosesan pendapat secara mental. Pendekatan konseptual memungkinkan siswa untuk mengorganisasikan fakta ke dalam suatu model atau penjelasan tentang sifat alam semesta.
  • 13.
    Herawati Susilo (1998)mengutip pendapat Meyer (1987) bahwa pendekatan pemecahan masalah merupakan suatu pendekatan yang penting. Setiap masalah memiliki suatu daya positif atau daya pendorong yang cenderung menuju kea rah perubahan yang positif untuk memperbaiki suatu kondisi atau keadaan
  • 14.
    Pendekatan nilai adalahcara mengajarkan IPA dengan menggunakan pandangan suatu nilai, misalkan terkait moral dan etika, yang bersifat universal, nilai yang terkait dengan kepercayaan atau agama, atau nilai yang terkait dengan politik, social, budaya suatu negara atau daerah. Pendekatan ini menekankan pada penyampaian produk atau hasil IPA dan penjelasan tentang proses IPA serta perilaku yang diharapkan yang terkait produk dan proses tersebut.
  • 15.
    Menurut Herawati Susilo(1998), inkuiri ditandai dengan adanya pencarian jawaban melalui serangkaian kegiatan intelektual. Secara umum urutan kegiatan yang dilakukan adalah merencanakn, mendiskusikan, membuat hipotesis, menganalisis, menafsirkan, hasil untuk mendapatkan konsep umum yang dipelajari. Pendekatan ini dimaksudkan untuk mengembangka sifat ingin tahu, imajinasi, kemampuan berpikir, sikap, dan keterampilan proses. Esler dan Esler (1984) menggambarkan bahwa suatu pembelajaran dapat dikategorikan menggunakan pendekatan inkuiri apabuila siswa perlu menggali lebih dalam tentang informasi yang disampaikan guru untuk mendaptakan pemahaman baru dan pemceahan masalah dimaksudkan untuk mencari jawaban atu generalisasi yang original bagi siswa.
  • 16.
    ● Terdapat 3kategori pada pendekatan inkuiri: rasional. Discovery, dan ekperimental. 1) Pendekatan inkuiri kategori rasional ● Guru mengarahkan siswa untuk membuat suatu generasisasi dengan menggunakan rasional.pada umumnya guru bertanya dan memberi penguatan terhadap jawaban yang diberikan siswa sampai suatu generalisasi yang diinginkam tercapai. 2) Pendekatan inkuiri kategori discovery ● Tujuan pembelajaran discovery adalah untuk mengembangkan keterampilan memasang dan merancang alat serta keterampilan mengobservasi; bukan untuk menemukan generalisasi secara ilmiah. 3) Pendekatan inkuiri seccara eskperimen ● Dapat dijelaskan sebagai prosedur membuat pernyataan yang dianggap benar dan menemukan suatu cara untuk menguji pernyataan tersebut. ● Perbedaan antara eksperimen dengan discovery adalah: pada discovery bahan- bahan diatur/dipasang/digunakan tanpa adanya rencana kegiatan yang formal, sedangkan pada eksperimen pengaturan pemasangan atau penggunaan bahan dilakukan setelah pembuatan rencana kegiatan.
  • 17.
    Menurut Funk dkk(1979), pendekatan keterampilan proses adalah cara mengajarkan IPA dengan mengajrakan berbagai keterampilan proses yang biasa digunakan para ilmuwan dalam mendapatkan atau memformulasikan hasil IPA. Keterampilan proses yang umum diajarakan adalah mengobservasi, mengukur, menentukan variable, memformulasikan hipotesis, mengamati, menyampaikan hasil pengamatan dan menyimpulkan serta melakukan percobaan/peneltian.
  • 18.
    Adalah cara mengajrakanIPA dengan menyajikan berbagai penemuan yang dihasilkan oleh para ilmuwan/ahli IPA dan tentang perkembangan temuan- temuan tersebut dikaitkan dengan ilmu IPA sendiri. Metode yang umummya digunakan untuk pendekaran ini adalah membaca buku teks atau menjelaskan. Pendekatan ini lebih menekankan penyampaian produk atau hasil, sedikit menjelaskan proses temuan.
  • 19.
  • 28.