Kabel bawah tanah dan sambungan kabel-Syamsir abduh

22,819 views

Published on

Dalam transmisi dan distribusi tenaga listrik banyak dilakukan berbagai cara diantaranya melalui saluran udara (Over Head Line) dan saluran kabel bawah tanah (Underground Transmission). Akan tetapi transmisi dan distribusi saluran udara menjadi sangat sulit untuk dilaksanakan khususnya pada daerah yang jumlah penduduknya banyak seperti di kota-kota, dengan alas an beresiko tinggi dan mengurangi keindahan lingkungan. Untuk menghindari hal tersebut maka digunakan kabel transmisi yang di pasang di bawah permukaan tanah yang disebut kabel kabel bawah tanah (Underground Cable).

Published in: Education
2 Comments
9 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
22,819
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
508
Comments
2
Likes
9
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Kabel bawah tanah dan sambungan kabel-Syamsir abduh

  1. 1. KABEL BAWAH TANAH DAN SAMBUNGAN KABEL 2.1 Kabel Bawah Tanah Dalam transmisi dan distribusi tenaga listrik banyak dilakukan berbagai cara diantaranya melalui saluran udara (Over Head Line) dan saluran kabel bawah tanah (Underground Transmission). Akan tetapi transmisi dan distribusi saluran udara menjadi sangat sulit untuk dilaksanakan khususnya pada daerah yang jumlah penduduknya banyak seperti di kota-kota, dengan alas an beresiko tinggi dan mengurangi keindahan lingkungan. Untuk menghindari hal tersebut maka digunakan kabel transmisi yang di pasang di bawah permukaan tanah yang disebut kabel kabel bawah tanah (Underground Cable). 2.1.1 Parameter Kabel Bawah Tanah 2.1.1.1 Kapasitansi Suatu kabel yang mempunyai konduktor dengan jari-jari r dan selubung isolasi dengan jari-jari R, seperti yang terlihat pada gambar 2.1. R r dx Gambar 2.1 Penampang Kabel Jika konduktor kabel di atas memiliki muatan sebesar Q coulomb/ meter, maka harga kerapatan fluks listrik (D) pada suatu permukaan sebesar: 23
  2. 2. =ø=Q Fluks (coulomb) D= Luas Permukaan (M²) A (2.1) A maka kerapatan fluks listrik pada jarak x meter dari pusat kabel: D= Q Coulomb/ m² 2π. X (2.2) Hubungan antara kerapatan fluks dengan intensitas medan listrik adalah: (2.3) D=εE maka : E= (2.4) Q 2πε X Beda potensial antara konduktor dengan selubung isolasi menjadi: V= (2.5) dx = = ln (2.6) Volt Jadi Kapasitansi kabel per satuan panjang : C= Q V = 2πε Farad/ M (2.7) Ln ( R/r ) 24
  3. 3. Jika permitivitas relatif εr = 36π x 109 ε maka: εr C= 18 x 10 9 Farad/ m ln (R/r) 0,024 εr = Mikro-Farad/ KM (2.8) (2.9) Log10 (R/r) 2.1.1.2 Tahanan Isolasi Tahanan isolasi pada daerah dx yang berjarak x meter dari pusat lingkaran kabel adalah: dR' = ρ dx (2.10) Ohm 2π x dimana ρ adalah resistivitas dari bahan isolasi dalam ohm-meter. Tahanan isolasi per meter satuan panjang kabel adalah : R' = ρ = Ohm 2π = ρ ln 2π = 0,367 ρ log10 (2.11) R r R X 10 -9 Mega.Ohm/ Km (2.12) r 25
  4. 4. 2.1.1.3 Stress Listrik Persamaan ( 2.4 ) menunjukkan besarnya intensitas medan listrik atau Stress listrik pada jarak x meter dari pusat kabel. Dari persamaan ( 2.6 ) didapatkan harga : Q= (2.13) 2πεV Ln ( R/ r ) Sehingga persamaan ( 2.4 ) menjadi : E= V Volt/ meter (2.14) x Ln ( R/ r ) Harga maksimum dari Stress listrik tergantung dari permukaan konduktor, pada x = r dan memisalkan permukaan konduktor adalah sebuah permukaan yang bundar dan licin maka : E max = V Volt/ meter (2.15) r Ln ( R/ r ) Harga minimumnya tergantung permukaan dalam dari selubung isolasi dimana x = R maka: E min = V Volt/ meter (2.16) R Ln ( R/ r ) Sehingga perbandingan antara Emax dan Emin menjadi : E max = R E min (2.17) r 26
  5. 5. 2.1.2 Konstruksi Kabel Kabel bawah tanah dan Fungsi Bagiannya Pada umumnya konstruksi kabel tanah yang digunakan untuk distribusi tenaga listrik tegangan rendah dan tegangan menengah, dibagi menjadi dua bagian yaitu bagian utama dan bagian pelengkap. Bagian utama, terdiri dari penghanta, isolasi, tabir dan selubung seperti yang terlihat pada gambar 2.2 berikut. Penghantar Isolasi Tabir Selubung Gambar 2.2 Bagian Utama Kabel BawahTanah Bagian pelengkap, terdiri dari bantalan, perisai, bahan pngisi, sarung kabel dan lapisan penahan kebocoran air. Bagian pelengkap ini berguna untuk memperbaiki sifat-sifat kabel tanah sebagai tenaga listrik. 2.1.2.1 Penghantar Penghantar merupakan bagian utama dari kabel, yang berfungsi untuk menghantarkan arus listrik. Penghantar yang digunakan biasanya dipilih berdasarkan sifat materialnya, diantaranya mempunyai daya hantar listrik (konduktivitas) yang tinggi dan tahanan jenis (resistivitas) yang rendah. Besarnya tahanan jenis suatu penghantar dapat ditentukan dengan rumus: 27
  6. 6. R= ρL (2.18) A Dimana : A = luas penampang penghantar ( m²) L = panjang pengantar ( m ) R = tahanan penghantar ( Ω ) ρ = tahanan jenis penghantar ( Ω – m ) Sedangkan besarnya konduktivitas penghantar : σ= 1 (2.19) ρ σ = konduktivitas penghantar ( Ω – m ) -1 Tabel 2.1 Daya Hantar Listrik Berbagai Logam Logam/ Material Resistivitas ( Ω-m ) Konduktivitas ( Ω-m ) Perak (Ag) Tembaga (Cu) 1,67 x 10-8 6,0 x 10 -7 Emas (Au) 2,32 x 10-8 4,3 x 10-7 Aluminium (Al) 2,63 x 10 -8 3,8 x 10-7 Kuningan ( 70% Cu + 30% Zn) 6,25 x 10-8 1,6 x 10-7 Besi (Fe) 1,00 x 10-7 1,0 x 10-7 Baja Karbon ( Fe + C ) 1,67 x 10 -7 0,6 x 10-7 Baja Tahan Karat ( Fe + Cr ) 5,00 x 10 -7 0,2 x 10-7 28
  7. 7. Dari tabel di atas, diketahui bahwa logam/ material yang merupakan pengantar listrik yang baik, memiliki konduktivitas listrik dengan orde 10 7 ( Ω-m ) -1 dan resistivitas dengan orde 10 -8 ( Ωm). Selain dilihat dari konduktivitas dan resistivitasnya, suatu penghantar yang baik juga ditentukan dari unsur-unsur pemadu, ketidakmurnian dan ketidaksempurnaan dalam Kristal logam, yang banyak berperan dalam proses pembuatan pengahantar itu sendiri. Unsur-unsur pemadu pada suatu penghantar selain mempengaruhi daya hantar listrik juga mempengaruhi sifat-sifat mekanika dan fisiknya. Suatu logam murni memiliki sifat daya hantar listrik yang lebih baik jika dibandingkan dengan logam yang tidak murni, tetapi kekuatan mekanisnya lebih rendah. Dewasa ini, bahan penghantar yang banyak dipakai untuk kabel tenaga listrik ialah logam tembaga dan aluminium, karena mempunyai konduktivitas yang cukup baik da resistivitas yang kecil serta memenuhi pertimbangan ekonomis. Selain mempunyai sifat fisika yang baik suatu penghantar juga harus memiliki sifat mekanika yang baik pula, misalnya mudah dibelok-belokan, sehingga mudah pada saat instalasi kabel. Oleh karena itu penghantar suatu kabel dibuat menjadi beberapa macam bentuk, antara lain : (a) (b) (c) (d) Gambar 2.3 Bentuk-Bentuk Penghantar a. Bundar Konsentris Bentuk ini biasanya digunakan untuk kabel berinti satu dan kabel tegangan rendah (gambar 2 . 2.a). Pada umumnya tidak digunakan untuk kabel tegangan menengah, karena dapat terjadi penetrasi lapisan penghantar berupa lapisan ekstrusi kompon semi konduktor ke dalam sela-sela penghantarnya. b. Bundar Kompak 29
  8. 8. Penghantar ini dipilin dan ditekan hingga 90% konsentris diameternya, sehingga dapat menghalangi penetrasi ekstrusi kompon semi konduktor. ( gambar 2.2.b ) c. Kompak Gepeng Penghantar ini dipilin dan ditekan hingga 50% konsentris, kemudian dibentuk seperti gambar 2.3.c. Bentuk seperti ini biasanya digunakan untuk kabel berinti tiga. d. Bundar Padat ( Solid Round ) Biasanya bentuk penghantar seperti ini untuk kabel tegangan rendah dan tidak dipakai untuik tegangan menengah ( gambar 2.3.d ) 2.1.2.2 Isolasi Isolasi merupakan bagian utama kabel yang berfungsi mencegah terjadinya hubung singkat pada kabel. Salah satu gangguan pada penyaluran tenaga listrik dengan menggunakan kabel tanah adalah terjadinya kerusakan pada lapisan isolasi. Bahan isolasi disesuaikan dengan kemampuan kabel, sehingga dalam instalasi suatu kabel, harus disesuaikan penggunaannya. Secara umum isolasi harus mempunyai sifat-sifat sebagai berikut : 1. Ketahanan dielektrik yang tinggi. 2. Tahanan jenis yang tinggi. 3. Dapat bekerja pada temperature rendah atau tinggi. 4. Tidak menghisap air/ uap air 5. Mudah dibengkok-bengkokkan ( fleksibel ). 6. Tidak mudah terbakar. 7. Sanggup menahan tegangan impuls listrik yang tinggi. Suatu hal yang tidak mungkin, dalam suatu jenis isolasi memiliki semua sifat-sifat diatas, sehingga diperlukan pemilihan jenis isolasi yang sesuai dengan maksud dan tujuan kabel yang 30
  9. 9. akan dipakai. Dewasa ini untuk kabel tegangan rendah dan tegangan menengah, jenis isolasi yang dipakai : a. Kertas yang diimpregnasi b. Termoplastik ( misalnya PE, PVC ) c. Elastomer ( misalnya XLPE ) Tabel 2.2 Perbandingan untuk kerja beberapa macam isolasi Sifat Jenis Kabel 1 Inti Kertas PVC PE XLPE Permitivitas relative pada 20º C 3,6 5 2,3 3 Temperatur kerja º C 65 70 70 90 Temperatur max setelah hubung singkat 150 160 150 250 Tahanan panas º C.sm/W 600 600 350 500 Untuk kabel tegangan menengah, penggunaan XLPE sebagai bahan isolasi cukup pesat. Akan tetapi isolasi XLPE memiliki kelemahan, yaitu masalah “water treeing” yang terjadi apabila XLPE yang dalam bertegangan terkena air. Keadaan seperti ini menyebabkan umur XLPE bertambah pendek. Dengan adanya teknologi baru mengenai lapisan penahan kebocoran terhadap air yang dipasang di atas dan di bawah pita tembaga, agar isolasi terhindar dari water treeing, sehingga umur XLPE diharapkan lebih panjang. 2.1.2.2 Tabir Tabir merupakan bagian utama kabel yang berfungsi untuk meratakan distribusi tegangan. Dalam perkembangan konstruksi kabel, tabir ( screen ) dibagi menjadi 2 macam berdasarkan jenis bahannya, yaitu : 31
  10. 10. a. Tabir ( screen ) semi konduktif. b. Tabir ( screen ) konduktif 2.1.2.2.1 Tabir Semi Konduktif Tabir semi konduktif adalah lapisan yang melengkapi setiap inti kabel untuk kabel yang bertegangan kerja tinggi. Tabir ini dibuat dari bahan semi penghantar yang diekstrusi. Tabir ini juga digunakan untuk meniadakan adanya kantong udara antara isolasi dan penghantar, agar tidak terjadi Stress listrik yang berlebihan pada kantong udara tersebut. Lapisan tabir ini selain dipasang antara lapisan pita tembaga dan isolasi, juga dipasang di antara isolasi dan penghantar. Fungsi utama dari tabir yang dipasang antara isolasi dan pita tembaga ialah : 1. Menghilangkan kantong udara pada permukaan isolasi dan metal pelindung elektris ( lapisan pita tembaga ). 2. Membuat medan listrik radial pada isolasi. Fungsi utama dari tabir yang dipasang antara isolasi dan penghantar ialah : 1. Untuk mendapatkan distribusi medan listrik yang seragam sehingga tidak terjadi penumpukan tegangan pada celah-celah elemen penghantar ( kantong udara ) dengan isolasi. 2. Mencegah terjadinya korona discharge antara penghantar dan isolasi ( celah-celah elemen penghantar ). 2.1.2.2.2 Tabir Konduktif Tabir konduktif adalah lapisan netral di luar isolasi untuk kabel tegangan menengah dan kabel tegangan tinggi, dan lapisan ini dihubungkan dengan ground. Lapisan tabir ini dipasang diantara lapisan tabir semi konduktif dan perisai ( armor ). Apabila kabel tidak dilengkapi dengan perisai ( armor ), maka lapisan ini dipasang di antara lapisan tabir semi konduktif dan 32
  11. 11. selubung ( sheath ). Tabir ini dibuat dari bahan penghantar konduktif seperti tembaga, aluminium, dan timah hitam. Biasanya bahan-bahan ini diberikan dalam bentuk yang berbedabeda, antara lain : a. Pita yang ditempatkan berputar sepanjang kabel dengan satu lapis maupun berlapis-lapis. b. Pita yang ditempatkan memanjang dan ditutup dengan cara mekanis. c. Pembalut yang diextruder, ditekan atau tarik ayunan. Fungsi dari tabir konduktif adalah : 1. Untuk mendapatkan distribusi medan listrik yang radial. 2. Menjamin pentanahan sepanjang rangkaian bagian luar kabel untuk mengamankan sentuhan manusia terhadap bahaya listrik. 3. Mengalirkan arus-arus kapasitif yang timbul dalam isolasi karena adanya tegangan fasa ke tanah. 4. Mengalirkan arus hubung singkat dalam gangguan fasa tanah, sampai tempat pentanahan yang paling dekat. 2.1.2.3 Selubung Selubung merupakan bagian utama kabel yang paling luar. Berdasarkan jenis bahannya, selubung dibagi menjadi tiga golongan : a. Selubung logam ( misalnnya timbel, aluminium ) b. Selubung karet ( misalnya karet silicon ) c. Selubung plastic ( misalnya PVC ) Fungsi selubung : 1. Melindungi inti kabel dari pengaruh luar. 33
  12. 12. 2. Mencegah terjadinya korosi. 3. Menahan gaya mekanis. 4. Melindungi/ mencegah gaya listrik drai luar. 5. Mencegah masuknya uap air/ cairan ke dalam kabel secara vertikal. 6. Pada kabel kertas yang diresapi minyak ( impregnated paper ), selubung dapat mencegah keluarnya minyak. 2.1.2.4 Bantalan Bantalan pada kabel berfungsi sebagai kedudukan perisai dan untuk mencegah terjadinya proses elektrolisa, sehingga tidak merusak bagian dalamnya. Bantalan diletakkan di bawah perisai. Pada kabel berisolasi kertas, bantalan dilengkapi dengan kompon kedap air. Karena kompon kedap air tersebut, menyebabkan bantalan mempunyai sifat : 1. Tidak bereaksi dengan selubung dan perisai, namun tetap melekat dengan sempurna pada selubung dan perisai. 2. Tidak mudah berubah dengan adanya perubahan temperature. 3. Tidak mudah robek jika terkena getaran. 2.1.2.5 Perisai ( Armor ) Perisai pada kabel berfungsi untuk melindungi bahan isolasi dari kerusakan mekanis. Hal ini disebabkan karena sifat mekanis bahan isolasi pada kabel kurang sempurna. Pada umumnya perisai digolongkan menjadi tiga jenis, yaitu : a. Perisai pita baja 34
  13. 13. b. Perisai kawat baja pipih/bulat yang digalvanis c. Perisai alumunium 2.1.2.6 Bahan Pengisi Bahan pengisi berfungsi untuk mengisi celah yang kosong pada saat pemasangan inti kabel, khususnya untuk kabel berinti tiga. Pada kabel yang mempunyai tabir terbuat dari logam, bahan pengisi juga berfungsi untuk melindungi isolasi dari luka yang disebabkan oleh tabir logam tersebut. Bahan pengisi yang banyak digunakan pada kabel isolasi kertas ialah jute, sedangkan untuk kabel isolasi XLPE menggunakan PVC. 2.1.2.7 Sarung Kabel Seain sebagai bantalan perisai, sarung kabel juga berfungsi sebagai komponen yang berhubungan / terkena pengaruh-pengaruh luar. Sarung kabel biasanya dipasang di atas perisai. Bahan sarung kabel yang banyak digunakan yaitu sarung goni. Pada kabel isolasi XLPE, sarung kabel yang digunakan terbuat dari PVC. 2.1.2.8 Lapisan Penahan Kebocoran Air Untuk menghindari kebocoran air secara longitudinal maupun radial, maka perlu adanya lapisan penahan penetrasi air yang bersifat membengkak bila terkena air, sehingga penetrasi air dapat tertahan. Lapisan penahan kebocoran air ini, terdapat pada empat bagian kabel yaitu : 35
  14. 14. 1. Di bawah dan di atas lapisan pelindung listrik. 2. Pengisi di antara inti sepanjang kabel, untuk kabel berinti tiga. 3. Di bawah selubung dan di bawah pelindung mekanis. 4. Di sela-sela antar kawat pada saat proses pemilinan. Seperti telah dibahas dalam hal isolasi, untuk kabel dengan bahan isolasi XLPE mudah rusak, apabila isolasi XLPE tersebut terkena air dalam keadaan bertegangan ( water treeing ). Maka lapisan penahan kebocoran air berguna untuk mencegah penetrasi air ke bahan isolasi XLPE, seperti yang terlihat pada gambar 2.4. Penghantar dengan serbuk Penahan kebocoran air Lapisan penahan Kebocoran air Semi konduktor Lapisan penghantar Semi konduktor Lapisan isolasi Pita-tembaga Isolasi XLPE Lapisan penahan Kebocoran air Lapisan isolasi Semi konduktor Selubung luar ( PVC ) Gambar 2.4 Penampang kabel TM XLPE berinti tunggal Dengan lapisan penahan kebocoran air Penghantar dengan serbuk penahan kebocoran air Bahan Pengisi ( Filler ) Lapisan penghantar semi konduktor Pita pengikat pembungkus inti Isolasi XLPE Lapisan isolasi semi konduktor Lapisan penahan kebocoran air semi konduktor Selubung dalam Lapisan penahan kebocoran air 36 Perisai baja/ Aluminium campuram
  15. 15. Lapisan isolasi pita-tembaga Lapisan penahan kebocoran air Lapisan penahan kebocoran air Selubung luar ( PVC ) Gambar 2.5 Penampang kabel XLPE berinti tiga Dengan lapisan penahan kebocoran air 2.1.3 Kode Pengenal untuk Kabel Tanah Oleh karena kabel tanah terdiri dari beberapa macam jenis menurut kulit pelindungnya ( armor ), konstruksi maupun pemasangnnya, maka dibuat suatu pengkodean kabel dengan tujuan untuk mempermudah pengenalan jenis kabel. Pengkodan kabel ini dibuat sesuai dengan standart SPLN yang telah dibakukan, sebagai berikut : Tabel 2.3 Kode Pengenal untuk Kabel Huruf Kode N NA Komponen Kabel jenis standar, dengan tembaga sebagai penghantar Kabel jenis standar, dengan aluminium sebagai penghantar Y Isolasi PVC 2Y Isolasi Polyethyene ( PE ) 37
  16. 16. 2X S Isolasi XLPE Lapisan pita tembaga ( pada kabel berurat tunggal ) SE Lapisan pita tembaga pada tiap inti ( pada kabel berurat jamak ) C Lapisan kawat tembaga konsentris ( sebagai penghantar netral ) CE Lapisan kawat tembaga konsentris pada tiap inti M Selubung luar PVC untuk kabel NYM * Perisai pipa tembaga bergelombang W * Perisai pipa aluminium bergelombang * Perisai pipa baja bergelombang * Perisai pipa baja tahan karat bergelombang F Perisai dari kawat baja putih R Perisai dari kawat baja bulat Gb Perisai dari spiral pita baja B Perisai dari pita baja galvanis T Penggantung untuk kabel udara re Penghantar padat bulat rm Penghantar bulat berkawat banyak se Penghantar padat bentuk sector sm Penghantar dipilin bentuk sektor cm Penghantar bulat berkawat banyak dipadatkan Contoh : a. NA2XS2Y 1x240 cm/25 12/20 (24) Kv Menyatakan suatu kabel berinti tungal berisolasi XLPE dan berselubung PE bertegangan pengenal 12/20 (24) kV, berpenghantar aluminium dengan penampang nominal 240 mm², berlapis pita tembaga dengan luas penampang nominal geometris 25 mm². 38
  17. 17. b. NA2XSEBY 3x150 cm/25 12/20 (24) kV Menyatakan suatu kabel berinti tiga berisolasi XLPE, berperisai pita baja galvanis dan berselubung PVC bertegangan pengenal 12/20 (24) kV, berpenghantar aluminium dipilin bulat berkawat banyak dipadatkan dengan penampang nominal 150 mm², lapisan tembaga pada masing-masing intinya dengan luas penampang nominal geometris 25 mm². 2.1.3.1 Kabel Bawah Tanah Isolasi XLPE Seperti yang telah dijelaskan drialam dari hal tersebut bahan-bahan isolasi, bahwa penggunaan kabel berisolasi XLPE cukup pesat penggunaannya. Akan tetapi kabel berisolasi XLPE ini mempunyai kelemahan, seperti terjadinya “water treeing” pada lapisan isolasinya. Oleh karena itu dibuat konstruksi agar kabel berisolasi XLPE ini terhindar dari hal tersebut. Untuk lebih jelas lagi mengenai konstruksi dan penggunaan kabel tanah berisolasi XLPE dapat dilihat dalam tabel berikut : Tabel 2.4 Daftar Konstruksi dan Penggunaan Kabel Tanah Berisolasi XLPE dan Berselubung PVC N o Nama Kabel Tanah Kode Tegang an Nomin al (kV) Jumla h inti Luas Penampan g Perlindungan Penggunaa n Utama Penggunaan Dalam Pembatasan 39
  18. 18. 1 2 3 4 Kabel tanah berisolasi termoplasti k dengan lapisan pelindung elektris N2XSY Kabel tanah XLPE berselubun g termoplasti k dengan perisai pita baja dan lapisan pelindung elektris pada tian inti Kabel tanah berisolasi XLPE dan berselubun g termoplasti k dengan pelindung elektris pada tiap inti Kabel tanah berisolasi XLPE dan berselubun g termoplasti k dengan perisai kawat dan pita baja dan pelindung elektris pada tiap N2XSEBY 3,6/6 6/10 8,7/15 12/20 18/30 1 &3 10…1000 16…1000 25…1000 35…1000 50…1000 1 &3 10…1000 16…1000 25…1000 35…1000 50…1000 3,6/6 6/10 8,7/15 12/20 18/30 3 10…1000 16…1000 25…1000 35…1000 50…1000 NA2XSEBY 3,6/6 6/10 8,7/15 12/20 18/30 3 10…1000 16…1000 25…1000 35…1000 50…1000 N2XSEY 3,6/6 6/10 8,7/15 12/20 18/30 1&3 10…1000 16…1000 25…1000 35…1000 50…1000 NA2XSEY 3,6/6 6/10 8,7/15 12/20 18/30 1&3 10…1000 16…1000 25…1000 35…1000 50…1000 N2XSEFGbY 3,6/6 6/10 8,7/15 12/20 18/30 3 10…1000 16…1000 25…1000 35…1000 50…1000 NA2XSEFGbY 3,6/6 6/10 8,7/15 12/20 18/30 3 10…1000 16…1000 25…1000 35…1000 50…1000 NA2XSY 3,6/6 6/10 8,7/15 12/20 18/30 Berpelindun g elektris pita kawat tembaga Di dalam ruang, di dalam saluran, untuk trafo distribusi pada system dengan netral dibumikan Di dalam tanah bila terdapat cukup perlindunga n mekanis Perisai pita baja dan lapisan pelindung pita/ kawat tembaga pada tiap inti Di dalam ruang, di dalam saluran, di alam terbuka Di dalam tanah dengan perlindunga n bila gangguan mekanis sering terjadi Pelindung elektris pita/ kawat tembaga tiap inti Di dalam ruang, di dalam saluran, di alam terbuka Di dalam tanah dengan perindungan bilaganggua n mekanis sering terjadi Perisai kawat, dan pita baja dan lapisan pelindung elektris pita/ kawat tembaga Di dalam ruangan, di dalam saluran, di dalam tanah dan di alam terbuka Di dalam tanah bila diisyaratkan perlindunga n mekanis yang lebih tinggi. 40
  19. 19. inti Catatan : 1. Untuk menahan kebocoran terhaap air secara radial maupun longitudinal, kabel jenis ini dapat diberi lapisan khusus, yang tidak mengandung bahan selulosa. 2. Untuk keperluan khusus, misalnya menyebrangi sungai, kabel jenis ini dapat diberi perisai aluminium yang berombakombak dan stainless steel yang berombak-ombak ( corrugated ). Untuk melihat lebih jelas lagi, mengenai konstruksi kabel tanah berisolasi XLPE, khususnya untuk tegangan menengah yang ada di Indonesia, dapat dilihat pada gambar berikut: Kawat Penghantar Lapisan Semikonduktif Dalam Isolasi XLPE Lapisan Semikonduktif Luar Lapisan Pita Tembaga Lapisan Pita Plastik Selubung Luar PVC Gambar 2.6 Kabel Tanah Tegangan Menengah Type : N2XSY dan NA2XSY 41
  20. 20. Gambar 2.7 Kabel Tegangan Menengah XLPE Berinti Tiga Berdasarkan analisa di lapanga, jenis kabel XLPE yang dipakai adalah jenis kabel type NA2XSSEFGbY. 2.1.3.2 Kabel Bawah Tanah Isolasi Kertas Pada kabel kertas, untuk memperbaiki sifat-sifat isolasi kertas maka harus diresapi dengan minyak isolasi guna menvegah penghisapan air. Walaupun tidak dikembangkan lagi, sampai sekarang isolasi kertas masih banyak dipergunakan pada kabel tegangan menengah. 42
  21. 21. Gambar 2.8 Kabel Tegangan Menengah Isolasi Kertas Berinti Tiga Kabel SL ( Gambar 2.7.b ), secara teknis adalah konstruksi yang sangat aman karena ketiga inti kabel, masing-masing diselimuti oleh selubung timah tersendiri. Akan tetapi kabel jenis ini relatif mahal karena banyak memerlukan bahan selubung timah. 2.2 Sambungan Kabel Yang dimaksud dengan sambungan kabel adalah penyambungan antara dua buah penghantar kabel yang terpisah dengan tujuan agar kedua penghantar tersebut bersatu sehingga 43
  22. 22. kabel dapat bekerja seperti sebelum dilakukan sambungan. Sambungan kabel ini dibutuhkan karena : a. Panjang kabel yang terbatas b. Pencabangan untuk konsumen baru c. Perbaikan di tempat yang rusak, misalnya akibat galian dan kegagalan isolasi Di lapangan, oleh karena instalasi menggunakan beberapa macam jenis kabel maka terpaksa terjadi penyambungan antara dua jenis kabel yang mempunyai ukuran penampang dan jenis isolasi yang berbeda. Penerapan sambungan dalam suatu jaringan listrik merupakan hal yang tida dapat dihindari. Akan tetapi penerapan sambungan kabel ini ditekan sedikit mungkin, karena pada umumnya pada titik sambungan inilah sering terjadi gangguan, sehingga terjadi kerugian daya, karena pada saat pemasangan sambungan tidak dilakukan sebagaimana mestinya. Suatu sambungan harus dapat berfungsi dengan baik tetapi tidak harus mempunyai sifatsifat yang persis sama dengan kabel yang akan disambungkan. Secara umum suatu sambungan haruslah bersifat : a. Menghindarkan efek kerusakan pada struktur material kabel. b. Tahanan terhadap tekanan/ gaya dari luar atau getaran yang timbul selama operasi. c. Tahan lama beroperasi di bawah kondisi temperature maksimum yang diizinkan. d. Dapat melewatkan arus hubung singkat yang diizinkan. e. Dapat menghentikan aliran isolasi minyak dan gas dalam sambungan transisi f. Sesuai dengan peralatan listrik yang mungkin dapat disambungkan langsung. Sambungan antara dua konduktor ( konektor ) pada sambungan kabel yang baik, haruslah bersifat : a. Tidak menghasilkan titik tempat yang lebih panas dari pada kabel di sekitarnya 44
  23. 23. b. Mempunyai ketahanan yang sama terhadap tegangan tarik yang diizinkan pada konduktor kabel. 2.2.1 Jenis-Jenis Sambungan Kabel Teknologi sambungan dari waktu ke waktu berkembang, seiring dengan kemajuan teknologi, baik dalam system penyambungan maupun bahannya. Berbagai macam ukuran sambungan telah dan akan terus dibuat untuk mendapatkan integritas teknik dan kelayakan ekonomi. Hal tersebut meliputi penyederhanaan, pengurangan ukuran, peningkatan keandalan dan penurunan harga. Oleh karena itu diperkenalkan berbagai macam jenis sambungan yang berbeda-beda, baik jenis dan penerapan teknologi isolasinya, antara lain : a. Pita dengan injeksi resin. b. Ciut Panas/ Heat-Shrink. c. Ciut Dingin/ Cold-Shrink. Jenis di atas masih dapat dibagi-bagi, menjadi dua bagian : a. Sambungan untuk dua kabel yang sama ( XLPE-XLPE ). b. Sambungan transisi ( hetero joint ) untuk dua kabel yang berlainan ( XLPEPILC ). Berdasarkan inti kabel yang akan disambung, sambungan dibagi menjadi : a. Sambungan untuk kabel berinti satu b. Sambungan untuk kabel berinti tiga Berdasarkan analisa di lapangan, jenis sambungan yang banyak dipakai adalah sambungan untuk kabel berinti tiga. Oleh karena itu, pembahasan sambungan di bawah ini adalah untuk sambungan kabl berinti 3. 2.2.2 Konstruksi Umum Sambungan Kabel 45
  24. 24. Pada umumnya semua jenis sambungan kabel mempunyai konstruksi yang sama. Yang membedakannya adalah jenis/ penerapan teknologi isolasi yang dipakai dan jenis kabel yang akan disambungkannya. Di bawah ini diperlihatkan konstruksi umum sambungan kabel berinti tiga: Konduktor Kabel Konektor Isolasi Kabel Isolasi Sambungan Screen Semikonduktor Screen Tembaga Lapisan Semi Konduktor Selubung Dalam Lapisan Pelindung Perisai Kabel Selubung Luar Selubung Luar Gambar 2.9 Konstruksi Umum Sambungan Berinti Tiga 46

×