Instalasi motor 3 fasa

23,091 views

Published on

Instalasi motor 3 fasa

Published in: Education

Instalasi motor 3 fasa

  1. 1. INSTALASI MOTOR LISTRIK – IML 3 INSTALASI MOTOR LISTRIK Persyaratan Umum Instalasi Listrik 2000 (PUIL 2000) Peraturan instalasi listrik yang digunakan sebagai pedoman adalah : AVE (Algemene Voorschriften voor Electrische Sterkstroom Instalasties) yang diterbitkan sebagai Norma N2004 oleh Dewan Normalisasi Pemerintah Hindia Belanda. Kemudian N2004 ini diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia dan diterbitkan pada tahun 1964 sebagai Norma Indonesia N16 yang kemudian dikenal sebagai PUIL (Peraturan Umum Instalasi Listrik) 1964 (PUIL pertama)’ PUIL yang kedua adalah PUIL 1977 yang mengacu standar IEC (International Electrotechnical Commission) Sedangkan PUIL yang ketiga adalah PUIL 1987. PUIL (Persyaratan Umum Instalasi Listrik) 2000 merupakan hasil revisi dari PUIL 1987 yang ditetapkan oleh Menteri Pertambangan dan Energi dalam Surat Keputusan Menteri No.24-12/40/600.3/1999, tertanggal 30 April 1999. PUIL ini mengacu pada standar IEC, NEC (National Electric Code), VDE (Verband Deutscher Electrotechniker) dan SAA (Standards Assosiation Australia). PUIL 2000 SNI 04-0225-2000 ini merupakan revisi dari PUIL 1987 SNI 04-225-1987 yang dirumuskan oleh panitia revisi PUIL, dan ditetapkan sebagai Standar Nasional Indonesia. Dengan terbitnya PUIL 2000 ini, maka PUIL 1987, 1977 dan 1964 menjadi tidak berlaku. A. Maksud dan Tujuan Maksud dan tujuan Persyaratan Umum Instalasi Listrik ini ialah agar pengusahaan instalasi listrik terselenggara dengan baik, untuk menjamin keselamatan manusia dari bahaya kejut listrik, keamanan instalasi listrik beserta perlengkapannya, keamanan gedung serta isinya dari kebakaran akibat listrik, dan perlindungan lingkungan. B. Ruang Lingkup 1.2.1.1 Persyaratan Umum Instalasi listrik ini berlaku untuk semua pengusahaan instalasi listrik tegangan rendah arus bolak-balik sampai dengan 1000 V, arus searah 1500 V dan tegangan menengah sampai 35 kV dalam bangunan dan sekitarnya baik perancangan, SMK TUREN – HERI halaman 1 dari 61
  2. 2. INSTALASI MOTOR LISTRIK – IML 3 pemasangan, pemeriksaan dan pengujian, pelayanan, pemeliharaan maupun pengawasannya dengan memperhatikan ketentuan yang terkait. Instalasi Listrik  Instalasi listrik dipergunakan untuk menyalurkan tenaga listrik ke alat-alat yang memerlukan tenaga listrik, misalnya lampu, motor-motor listrik, alat pemanas seperti kompor listrik, setrika listrik, pemanggang roti dan lain-lain. Instalasi listrik ini memakai perlengkapan misalnya : kawat penghantar, pengaman lebur, kotak pembagi, dan lain-lain. Perlengkapan listrik ini ditempatkan dalam ruangan. Keadaan ruangan itu tergantung pada tempat dan keperluan kerja. Untuk itu semua ada syarat-syarat instalasi listrik baik untuk tegangan tinggi maupun tegangan rendah. MACAM-MACAM INSTALASI LISTRIK Menurut arus listrik yang disalurkan  Instalasi arus searah  Instalasi arus bolak-balik Menurut pemakaian tenaga listrik  Instalasi penerangan (cahaya)  Instalasi tenaga Menurut tegangan yang dipergunakan  Instalasi tegangan tinggi  Instalasi tegangan rendah SYARAT-SYARAT INSTALASI LISTRIK  Syarat ekonomis Instalsi listrik harus dibuat sedemikian rupa sehingga harga keseluruhan dari instalasi itu, ongkos pemasangan dan ongkos pemeliharaannya semurah mungkin.  Syarat keamanan Instalsi listrik harus dibuat sedemikian rupa sehingga kemungkinan timbul kecelakaan sangat kecil. Aman dalam hal ini berarti tidak membahayakan jiwa manusia dan terjaminnya peralatan dan benda-benda di sekitarnya dari kerusakan akibat adanya gangguan seperti hubung pendek, beban lebih, tegangan lebih dan sebagainya. SMK TUREN – HERI halaman 2 dari 61
  3. 3. INSTALASI MOTOR LISTRIK – IML 3  Syarat keandalan Kelangsungan pemberian / pengaliran arus listrik kepada konsumen harus terjamin secara baik. Pada pelat nama setiap motor harus terdapat keterangan atau tanda mengenai hal berikut : nama pembuat  tegangan pengenal  arus beban pengenal  daya pengenal  frekuensi pengenal dan jumlah fase untuk motor arus bolak balik  putaran per menit pengenal  suhu lingkungan pengenal dan kenaikan suhu pengenal  kelas isolasi  tegangan kerja dan arus beban penuh  sekunder untuk motor induksi rotor lilit  jenis lilitan : shunt, kompon, atau seri untuk motor arus searah  daur kerja. Motor • Pemakaian motor listrik biasanya sudah menjadi satu kesatuan dengan peralatan mekanikal lainnya yang berfungsi sebagai penggerak seperti : pompa, Fan,Kompressor dan lain-lain. • Hal yang utama didalam pelaksanaan pemasangan motor yang berkaitan dengan instalasi listrik adalah cara penyambungan diterminal motor. . SMK TUREN – HERI halaman 3 dari 61
  4. 4. INSTALASI MOTOR LISTRIK – IML 3 Rumus untuk motor gerakan lurus, misal askalator, krane dll p.v P = 75.η ( Hp ) p.v P = 102.η KW ) P = daya motor P = besar beban yang bergerak ( Kg ) V = kecepatan beban yang bergerak ( m/det ) η = efisiensi dari mesin Rumus untuk motor gwrakan berputar, misal mesin giling, gerinda dll M .n P = 746.η ( Hp ) M .n P = 975.η KW ) P = daya motor M = momen putar beban ( Kg.m ) n = putaran beban ( rpm ) η = efisiensi dari mesin Rumus untuk motor kipas / fan, v. p P = 75.η ( Hp ) v. p P = 102.η KW ) P = daya motor v = volume udara ( m3/detik ) p = tekanan udara ( kg/m2 ) η = efisiensi dari mesin Rumus penyesuaian momen puter / torsi, SMK TUREN – HERI halaman 4 dari 61
  5. 5. INSTALASI MOTOR LISTRIK – IML 3 M = 975 P ( KW ) n P = daya motor ( KW ) M = momen putar motor ( Kg m ) n = putaran motor ( rpm ) Penyesuaian dengan macam kerja ( duty ) dari mesin : Continous rating symbol DB / S1 Short time rating symbol KB / S2 Intermittent rating symbol AB Continous operation with intermittent loading symbol SAB Continous operation with Short time loading symbol OKB RUMUS – RUMUS MOTOR LISTRIK Untuk motor satu fasa Pin = V.I.cos ϕ ( KW ) η = Pout Pin Pout In = V . cos ϕη . Dimana : Pin = daya masukan motor ( KW ) Pout = daya keluaran motor ( KW ) V = tegangan kerja motor ( Volt ) Cos ϕ = factor daya motor η = efisiensi motor ( % )η Untuk motor tiga fasa Pin = 3. V.I.cos ϕ ( KW ) η = Pout Pin In = Pout 3.V . cos ϕη . Dimana : Pin = daya masukan motor ( KW ) Pout = daya keluaran motor ( KW ) V = tegangan kerja motor ( Volt ) Cos ϕ = factor daya motor η = efisiensi motor ( % ) Dimana : Bila sumber PLN 380/220V,sedang tegangan motor 3 phase adalah 220 / 380 V, maka motor dihubungkan bintang pada teg 380 V SMK TUREN – HERI halaman 5 dari 61
  6. 6. INSTALASI MOTOR LISTRIK – IML 3 Rangkaian instalasi motor listrik Pengaman hubung-pendek Sirkit motor Sarana pemutus Kendali Pengaman beban lebih (Motor berputar) SMK TUREN – HERI M Motor halaman 6 dari 61
  7. 7. INSTALASI MOTOR LISTRIK – IML 3 Sirkit Motor 5.5.3.1 Penghantar sirkit akhir yang menyuplai motor tunggal tidak boleh mempunyai KHA kurang dari 125 % arus pengenal beban penuh. Di samping itu, untuk jarak jauh perlu digunakan penghantar yang cukup ukurannya hingga tidak terjadi susut tegangan yang berlebihan. 5.5.3.2 Penghantar sirkit akhir yang mensuplai dua motor atau lebih, tidak boleh mempunyai KHA kurang dari jumlah arus beban penuh semua motor itu ditambah 25 % dari arus beban penuh motor yang terbesar dalam kelompok tersebut. Yang dianggap motor terbesar ialah yang mempunyai arus beban penuh tertinggi. Proteksi beban lebih 5.5.4.1 Proteksi beban lebih (arus lebih) dimaksudkan untuk melindungi motor, dan perlengkapan kendali motor, terhadap pemanasan berlebihan sebagai akibat beban lebih atau sebagai akibat motor tidak dapat diasut. Beban lebih atau arus lebih pada waktu motor beroperasi, bila bertahan cukup lama, akan mengakibatkan kerusakan atau pemanasan yang berbahaya pada motor tersebut. 5.5.4.3 Gawai proteksi beban lebih tidak boleh mempunyai nilai pengenal, atau disetel pada nilai yang lebih tinggi dari yang diperlukan untuk mengasut motor pada beban penuh. Dalam pada itu waktu tunda gawai proteksi beban lebih tersebut tidak boleh lebih lama dari yang diperlukan untuk memungkinkan motor diasut dan dipercepat pada beban penuh. 5.5.4.7 Gawai proteksi beban lebih, yang melindungi sirkit akhir tempat motor atau peranti bermotor dihubungkan, harus mempunyai waktu utnda yang memungkinkan motor diasut dan mencapai putaran penuh. SMK TUREN – HERI halaman 7 dari 61
  8. 8. INSTALASI MOTOR LISTRIK – IML 3 5.5.4.8 Gawai proteksi beban lebih yang dapat mengulang asut secara otomatis setelah jatuh karena arus lebih, tidak boleh dipasang, kecuali bila hal itu diperbolehkan untuk motor yang diproteksi. Motor yang setelah berhenti dapat diulang asut secara otomatis, tidak boleh dipasang bila ulang asut otomatis itu dapat mengakibatkan kecelakaan. Proteksi hubung pendek sirkit motor Nilai pengenal atau setelan gawai proteksi 5.5.5.2.1 Nilai pengenal atau setelan gawai proteksi arus hubung pendek harus dipilih sehingga motor dapat diasut, sedangkan penghantar sirkit akhir, gawai kendali, dan motor, tetap diproteksi terhadap arus hubung pendek. 5.5.5.2.2 Untuk sirkit akhir yang menyuplai motor tunggal, nilai pengenal atau setelan proteksi arus hubung pendek tidak boleh melebihi nilai yang bersangkutan dalam Tabel 5.5.2. 5.5.5.2.3 Untuk sirkit akhir yang menyuplai beberapa motor, nilai pengenal atau setelan proteksi arus hubung pendek tidak boleh melebihi nilai terbesar dihitung menurut Tabel 5.5.2. untuk masing-masing motor, ditambah dengan jumlah arus beban penuh motor lain dalam sirkit akhir itu. Tabel 5.5-2 Nilai pengenal atau setelan tertinggi gawai proteksi sirkit motor terhadap hubung pendek Jenis Motor motor sangkar deng stater bintang/delta,DOL motor sangkar /serempak deng stater outotransformer motor rotor lilit / slipring Setelan tertinggi untuk pemutus tenaga Setelan tertinggi untuk pemutus tenaga 250 % 400% 200 % 400 % 150 % 400 % Proteksi hubung pendek sirkit cabang SMK TUREN – HERI halaman 8 dari 61
  9. 9. INSTALASI MOTOR LISTRIK – IML 3 5.5.6.1 Suatu sirkit cabang yang menyuplai beberapa motor dan terdiri dari penghantar dengan ukuran berdasarkan 5.5.3.2 harus dilengkapi dengan proteksi arus lebih yang tidak melebihi nilai pengenal atau setelan gawai proteksi sirkit akhir motor yang tertinggi berdasarkan 5.5.5.2.3, ditambah dengan jumlah arus beban penuh semua motor lain yang disuplai oleh sirkit tersebut. a. Penghantar Penghantar adalah bahan yang bersifat menyalurkan arus listrik. Bahan yang digunakan untuk instalasi tegangan rendah adalah tembaga yang mempunyai daya hantar tinggi. Sedangkan penghantar berisolasi adalah bahan yang bersifat menyalurkan arus listrik baik yang berbentuk pejal maupun serabut yang masing-masing dilengkapi dengan isolasi dan membentuk satu kesatuan. Penggabungan satu atau lebih inti-inti umumnya dilengkapi dengan selubung pelindung. Dengan demikian ada 3 hal pokok dari penghantar yang berisolasi, yaitu: 1. Konduktor atau penghantar, merupakan media untuk menyalurkan arus listrik. 2. Isolasi merupakan bahan dielektrik untuk mengisolir. 3. pelindung luar yang akan memberikan perlindungan terhadap kerusakan mekanik, pengaruh bahan kimia, elektrolisis dan api. Penghantar yang digunakan dalam instalasi sangat beraneka ragam, lain dari itu berhubungan dengan bahan-bahan plastik untuk isolasi masih terus berkembang, dengan demikian peretambahan jenis kabel selalu ada. b. Jenis Penghantar Untuk kabel tenaga biasa digunakan kabel jenis: a. NYY, yaitu instalasi industri didalam gedung maupun dia alam asal tanah diberi perlindungan secukupnya terhadap kemungkinan terjadinya kerusakan mekanis. b. NYFGbY, kabel NYFGbY 3 x 120 mm 18/30 KV, artinya kabel tiga inti berpenghantar tembaga dengan masing-masing luas penghantar 120 mm 2 berbentuk sektor serabut, pelindung dalam dari PVC, berperisai baja dan armatur dari pipa baja, pelindung luar dari PVC, tegangan nomianal penghantar fasa dengan netral 18 KV dan tegangan antar fasa 30 KV. c. Menentukan KHA Penghantar SMK TUREN – HERI halaman 9 dari 61
  10. 10. INSTALASI MOTOR LISTRIK – IML 3 Kemampuan hantar arus dipengaruhi oleh suhu penghantar yang diijinkan dan sejumlah panas yang dipindahkan. Kemampuan hantar arus dari suatu penghantar yang berbeda-beda tergantung dari spesifikasi penghantar yang ada. Penghantar sirkit akhir yang menyuplai motor tunggal tidak boleh mempunyai KHA kurang dari 125 % arus pengenal beban penuh. Disamping itu, untuk jarak jauh perlu digunakan penghantar yang cukup ukurannya d. Menentukan Penampang Penghantar Luas penampang dan jenis penghantar yang dipasang dalam suatu instalasi ditentukan berdasarkan pertimbangan-pertimbangan berikut: 1. Kemampuan hantar arus 2. Kondisi suhu 3. Susut tegangan 4. Sifat lingkungan 5. Kemungkinan perluasan Semua penghantar harus mempunyai KHA sekurang-kurangnya sama dengan arus yang mengalir melaluinya, yang telah ditentukan sesuai dengan kebutuhannya. Untuk penghantar aktif saluran utama, sirkuit akhir harus terdiri atas penghantar dengan penampang dan bahan yang sama, penghantar aktif dengan isolasi berbeda dapat digunakan dengan ketentuan bahwa KHA penghantar yang mempunyai bahan isolasi yang terendah mutunya digunakan sebagai dasar perhitungan untuk semua penghantar. Untuk penghantar netral mempunayi KHA sebagai berikut: a. Penghantar netral saluran dua kawat harus mempunyai KHA sama dengan penghantar fasa (PUIL 2000 ayat 3.16.2.2 hal 77). b. Penghantar netral saluran banyak harus mempunyai KHA sesuai dengan arus maksimum yang mungkin timbul dalam keadaan tidak seimbang yang normal (PUIL 2000 ayat 4.2.2.2.3 hal 109). Bila saluran fasa banyak melayani sebagian besar dari beban diantara penghantar fasa dan netral, maka penampang dari penghantar netral harus tidak kurang dari ½ penampang fasa bbila penghantar fasa mempunyai penampang sama atau lebih dari 25 mm2. SMK TUREN – HERI halaman 10 dari 61
  11. 11. INSTALASI MOTOR LISTRIK – IML 3 SMK TUREN – HERI halaman 11 dari 61
  12. 12. INSTALASI MOTOR LISTRIK – IML 3 NYMHYMedium Heavy Thermoplastic Flexible Cable Conductor:Flexible CopperInsulation:Extruded PVCOuter Sheath: 350V/500V Rated Voltage Application For indoor location connection or portable application Construction and Characteristics No. of Cores Size Range SPLN 42-6-2:1992 SNI 04-3234:1992 2 3 4 0.75 to 2.5 mm² 0.75 to 2.5 mm² 0.75 to 2.5 mm² Identification of Cores Twin-cores 5 0.75 to 2.5 mm² Light blue, black System I Green/yellow, light blue, black System O Light blue, yellow, black Fourcores System I Green/yellow, light blue, yellow, black System O Other colors are available on request Threecores Light blue, red, yellow, black Five-cores Heri Sungkowo, SST a. Green/yellow, light blue, red, yellow, black 71 Arus Nominal Beban Dalam menentukan luas penampang penghnatar harus sedemikian rupa sehingga penghantar tersebut dapat menyalurkan tenaga listrik secara aman dan efisien, dan supaya penghantar dapat menyalurkan energi secara maksimal maka harus diperhatikan kemampuan hantar arusnya. Untuk beban 1 fasa In = S V Untuk beban 3 fasa In = S 3.V Dimana S = daya semu (VA) V = tegangan (V) Setelah diketahui maka selanjutnya dapat melihat tabel pada PUIL untuk menyesuaikan besar arus. b. Rugi Tegangan SMK TUREN – HERI halaman 12 dari 61
  13. 13. INSTALASI MOTOR LISTRIK – IML 3 Rugi tegangan adalah tegangan yang hilang pada penghantar berupa panas. Rugi tegangan yang diijinkan tidak boleh melebihi 5 % dari tegangan yang ada (PUIL 2000 ayat 4.2.3.1). Dari 5 % tersebut dibagi mennjadi beberapa bagian sebagai berikut: 1. Rugi tegangan dari jala-jala KWh meter 0,5 %. 2. Rugi tegangan dari KWh meter ke peralatan pemakai atau rangkaian penerangan 1,5 %. 3. Rugi tegangan dari KWh meter ke motor-motor atau rangkian daya 3 %. (Sumber: Muhaimmin, Instalasi Listrik 1, Pusat Pengembangan Pendidikan Politeknik, Bandung, 1995). Untuk menghitung rugi tegangan pada satu penghantar adalah: (1Ø) V= (3Ø) V= 2.L.I X .A 3.L.I X .A Dimana, V = drop tegangan (Volt) L = panjang kabel (meter) I = arus (ampere) X = hantaran jenis (m/Ωmm2) A = luas penampangn penghantar Jika dipersentasikan, maka didapat persamaan: V= V .100% V Dari rumus tersebut dapat dilihat bahwa untuk suatu rangkaian yang bersifat resistif pada besaran arus tertentu, semakin panjang konduktor maka akan semakin besar drop tegangan yang dihasilkan, demikian juga jika penampang penghantar terlalu kecil maka rugi tegangannya akan semakin besar. c. Perhitungan Pengaman Berdasarkan PUIL 1987 ayat 4.1.2.C.2, bahwa semua pengaman seperti pemutus daya dan pengaman lebur, arus yang melewati pengaman tersebut tidak boleh melebihi KHA penghantar ditempat yang dilindungi kecuali tidak terdapat pemutus daya yang mempunyai arus nominal sama dengan KHA penghantar. SMK TUREN – HERI halaman 13 dari 61
  14. 14. INSTALASI MOTOR LISTRIK – IML 3 Gawai untuk proteksi terhadap arus beban lebih dan arus hubung pedek harus sanggup memutuskan setiap arus lebih dan mencakup arus hubung pendek pada titik tempat gawai proteksi dipasang (PUIL 2000 ayat 4.2.7.2.2). Untuk semua jenis pengaman lebur yang elemennya dapat diganti, arus nominal lebur tidak boleh lebih besar dari KHA penghantar yang dilindunginya. Gawai proteksi khusus terhadap arus lebih harus mampu memutus setiap arus beban lebih, tetapi dapat mempunyai kemampuan memutus lebih rendah daripada arus hubung pendek (PUIL 2000 ayat 4.2.7.2.3). Sedangkan untuk elemen leburnya yang tidak boleh lebih besar dari KHA penghantar yang dilindunginya kecuali bila tidak ada pengaman lebur standar yang sama dengan KHA penghantar. Untuk beban 1 fasa; In = S V Setelah mengetahui arus nominalnya maka selanjutnya arus nominal tersebut dikalikian dengan faktor pengaman yaitu 1,25 atau 1,5. Untuk beban 3 fasa, beban motor atau peralatan; In = S 3.V Setelah mengetahui arus nominalnya maka selanjutnya arus nominal tersebut dikalikan dengan faktor pengaman. Tabel 1*) Nilai nominal/setelan Tertinggi Gawai Pengaman Sirkit Motor terhadap Hubung Pendek. Pemutus Daya 250 % Pengaman Lebur 400 % Jenis Pengasutan Y/Δ, 200 % 400 % DOL, Reaktor Pengasutan auto tranformator, 150 % 400 % reaktansi tinggi Untuk arus searah , rotor lilit *) LIPI, Peraturan Umum Instalasi Listrik (PUIL 2000). e. Macam-macam Pengaman SMK TUREN – HERI halaman 14 dari 61
  15. 15. INSTALASI MOTOR LISTRIK – IML 3 Tujuan tindakan pengamanan pada instalasi listrik adalah untuk melindungi manusia atau peralatan yang tersambung pada instalasi itu jika terjadi arus gangguan akibat dari keadaan yang tidak normal. Guna pengamanan adalah untuk mendeteksi gangguan yang terjadi pada rangkaian listrik dan untuk memutuskan bagian rangkaian yang mengalami gangguan itu. Pemutus rangkaian itu juga dimaksudkan untuk membatasi arus yang berlebihan dan membatasi dampak busur api yang disebabkan oleh gangguan. Alat-alat pengaman ini umumnya digunakan untuk: a. Mengamankan hantaran, peralatan listrik dan motor listrik terhadap beban lebih. b. Pengaman terhadap hubung singkat antar fasa atau antara fasa dengan netral dan terhadap hubung singkat dalam peralatan atau motor listrik. c. Pengaman terhadap hubung singkat dengan badan mesin Macam-macamnya: A. Air Circuit Breaker (ACB) Air Circuit Breaker memiliki ketahanan thermis yang tinggi sehingga dapat menjamin kontinuitas pelayanan sumber daya listrik. Karena pada saat terjadi gangguan, alat ini akan menunda pemutusan sebelum semua pemutus tenaga disisi bawahnya terputus (tripp). Sehingga jika gangguan tersebut hanya terjadi pada satu titik, maka hanya pemutus tenaga pada daerah itu sajalah yang terputus (tripp). ACB adalah pengendali yang secara otomatis dapat memutuskan rangkaian secara seketika apabila terjadi hubung singkat atau beban lebih. Karena karakteristik perilakunya baik sekali dan berkapasitas pemutusan arus besar dibandingkan dengan saklar pisau dan sekering, ACB ini luas dipergunakan sebagai pemutus daya untuk papan distribusi dan kendali dari peralatan elektrik suatu bangunan, perkakas mesin, mesin industri dll. B. Miniature Circuit Breaker (MCB). MCB adalah salah satu bentuk circuit breaker yang dilengkapi dengan pengaman thermis (bimetal) sebagai pengaman beban lebih dan juga dilengkapi dengan pengaman magnetis untuk arus lebih atau arus hubung singkat. Gambar 2.7. Kontruksi MCB dan Pengawatannya *) SMK TUREN – HERI halaman 15 dari 61
  16. 16. INSTALASI MOTOR LISTRIK – IML 3 *) Harten, P.Van, “ Instalasi Listrik Arus Kuat I “, Cetakan Ke-Empat, CV. Trimitra Mandiri, Jakarta, 1980, hlm 212. a. Otomat – L Pada otomat jenis ini pengaman thermisnya disesuaikan dengan meningkatnya suhu hantarannya melebihi suatu nilai tertentu, maka elemen dwi logamnya akan memutuskan arusnya. Kalau terjadi hubung singkat, arus diputuskan oleh pengman elektomagnetiknya. Untuk arus bolak-balik yang sama dengan 4 In – 6 In dan arus searah yang sama dengan 8 In pemutusan arusnya berlangsung dalam waktu 0,2 sekon. b. Otomat – H Secara thermis jenis ini sama dengan otomat - L, hanya pengaman elektromagnetiknya memutuskan dalam waktu 0,2 sekon, kalau arusnya sama dengan 2,5 In – 3 In untuk arus bolak-balik atau 4 In untuk arus searah, jenis otomat ini digunakan untuk instalasi rumah. Pada instalasi rumah, arus gangguan yang rendahpun harus diputuskan dengan cepat. Jadi kalau terjadi gangguan tanah bagian-bagian yang terdiri dari logam tidak akan bertegangan. c. Otomat – G Jenis otomat ini digunakan untuk mengamankan motor-motor listrik kecil untuk arus bolak-balik atau arus searah, alat-alat listrik dan juga rangkaian akhir besar untuk penerangan, misalnya penerangan bangsal pabrik. Pengaman elektromagnetiknya berfungsi pada 8 In–11 In untuk arus bolak-balik atau pada 14 In untuk arus searah. Kotak-kontak saklarnya dan ruang pemadam SMK TUREN – HERI halaman 16 dari 61
  17. 17. INSTALASI MOTOR LISTRIK – IML 3 busur apinya memiliki kontruksi khusus. Karena itu jenis otomat ini dapat memutuskan arus hubuing singkat yang besar yaitu hingga 1500 A. Gambar 2.8. Karakteristik MCB type L, H, G*) *) Muhaimin, Instalasi Listrik 1, Bandung. C. Moulded Case Circuit breakers (MCCB) MCCB adalah salah satu bentuk circuit breaker yang dilengkapi dengan pengaman thermis (bimetal) sebagai pengaman beban lebih dan juga dilengkapi dengan pengaman magnetis untuk arus lebih atau arus hubung singkat, dan biasanya dipakai pada pemutusan beban tenaga. D. Limit Swicth Limit switch merupakan salah satu jenis saklar yang bekerja karena adanya sentuhan atau gesekan. Biasanya limit switch ini digunakan atau ditempatkan sesuai dengan kebutuhan dan keadaan benda yang bersangkutan. Jarak benda dengan limit switch harus diperhatikan agar benda tersebut dapat tersentuh limit switch. Limit switch mempunyai beberapa bagian antara lain pengungkit dan roda penjulang yang merupakan bagian mekanik yang akan menggerakkan lengan pengungkit dan diteruskan pada bergeraknya suatu kontak baik menutup atau membuka. Dan perpindahan posisi kontak ini menandakan bahwa limit switch bekerja. Pada limit switch juga terdapat dua macam jenis limit switch yang dibagi berdasarkan posisi kontak pada saat keadaan normal yaitu limit switch NO (normally open) dan limit switch NC (normally close). Pada push button NO, dalam keadaan normal kontaknya berada dalam keadaan terbuka atau tidak SMK TUREN – HERI halaman 17 dari 61
  18. 18. INSTALASI MOTOR LISTRIK – IML 3 saling terhubung sehingga berfungsi sebagai penghubung rangkaian listrik jika limit switch tersebut mendapat tekanan atau gesekan. Sedangkan push button NC pada keadaan normal kontaknya berada dalam posisi tertutup atau saling terhubung sehingga berfungsi sebagai pemutus rangakain listrik jika limit switch tersebut mendapat tekanan atau gesekan. Jika tekanan atau gesekan tersebut dilepaskan dari limit switch maka kontak limit switch tersebut akan kembali pada posisi normalnya. Gambar 2.9. Konstruksi Limit Switch E. Relay Pengaman Relay merupakan peralatan listrik yang memiliki fungsi sama dengan kontaktor yaitu mengendalikan satu rangkaian atau lebih. Perbedaannya bahwa kontaktor biasanya digunakan untuk arus yang besar sedangkan relay tidak. Relay tidak memiliki kontak utama karena tidak dirancang untuk berhubungan dengan arus besar melainkan dirancang sebagai pemutus dan penghubung rangkaian kontrol. Gambar 2.10. Konstruksi Relay dan Simbol SMK TUREN – HERI halaman 18 dari 61
  19. 19. INSTALASI MOTOR LISTRIK – IML 3 Relay memiliki dua macam kontak yaitu kontak NO (normally open) artinya dalam keadaan normal kontaknya berada dalam keadaan terbuka (open)atau tidak saling terhubung sehingga berfungsi sebagai penghubung rangkaian listrik jika relay tersebut mendapat sumber dan NC (normally close) pada keadaan normal kontaknya berada dalam posisi tertutup (close) atau saling terhubung sehingga berfungsi sebagai pemutus rangakain listrik jika relay tersebut mendapat sumber. Relay pengaman juga merupakan sebuah alat yang bertugas menerima, mendeteksi besaran tertentu untuk kemudian mengeluarkan perintah sebagai tanggapan (respon) atas besaran yang dideteksi. Perintah yang dikeluarkan berupa besaran listrik ditujukan kepada trip coil, pemutus tenaga (CB) atau kepada alat-alat seperti alarm atau lampu. Adapun tujuan dari penerapan relay pengaman adalah: 1. Mengamankan peralatan pada sistem akibat adanya kondisi abnormal. 2. Cepat melokalisir bagian yang terganggu menjadi sekecil mungkin. 3. Mengamankan manusia dari bahaya yang ditimbulkan oleh listrik. 4. Dapat memberikan keandalan ynag tinggi dalam penyaluran tenaga listrik. Karena relay merupakan kunci kelangsungan kerja dari suatu sistem tenaga, maka untuk menjamin keandalan dari sistem tenag yang bersangkutan, relay harus memenuhi persyaratan sebgai berikut: 1. Cepat Bereaksi. 2. Seleksi 3. Sensitif 4. Handal SMK TUREN – HERI halaman 19 dari 61
  20. 20. INSTALASI MOTOR LISTRIK – IML 3 5. Ekonomis Berikut ini akan dibahas mengenai perbedaan WATT dengan VA (Volt Ampere). Untuk system 1 phase : Daya Nyata ( P ) = VL-N. I. Cos ϕ ( WATT ) Daya Semu ( S ) = VL-N. I ( VA ) Daya Reaktif (Q) = VL-N.I Sin ϕ ( VAR ) Untuk system 3 phase Daya Nyata ( P ) = √ 3 VL-L. I. Cos ϕ ( WATT ) Daya Semu ( S ) = √ 3 VL-L. I ( VA ) Daya Reaktif (Q) = √ 3 VL-L .I Sin ϕ ( VAR ) atau Daya Nyata ( P ) = 3 VL-N. I. Cos ϕ ( WATT ) Daya Semu ( S ) = 3 VL-N. I ( VA ) Daya Reaktif (Q) = 3 VL-N .I Sin ϕ ( VAR ) Catatan : VL-L = Tegangan antara line-line = 380 V VL-N = Tegangan antara line-Netral = 220 V I = Arus ( Ampere ) Cos ϕ = Faktor daya dari beban (berkisar antara 0 - 1) Sebagai contoh suatu pompa air bersih yang digerakkan oleh motor 3 phase 18.5 KW. 380 volt, Cos ϕ = 0.85. Maka berapa besar arus yang dibutuhkannya dapat dihitung sebagai berikut : 1 KW = 1000 W P3 φ = √ 3.VL-L . I . Cos ϕ 18.500 = √ 3. 380. I . 0,85 I = 18.500 = 32,97 ≈ 33 A . √ 3. 380. I . 0,85 Jadi arus yang dibutuhkannya = 33 A untuk masing-masing phase. Contoh : Instalasi Motor listrik SMK TUREN – HERI halaman 20 dari 61
  21. 21. INSTALASI MOTOR LISTRIK – IML 3 Sirkit cabang motor dengan tegangan kerja 220 /380 V menyuplai motor berikut : a).Motor sangkar dengan pengasutan bintang segitiga, arus pengenal beban penuh 42 A. b).Motor serempat dengan pengasutan autotransformator, arus pengenal beban penuh 54 A. c).Motor rotor lilit, arus pengenal beban penuh 68 A. Masing-masing motor diproteksi terhadap hubung pendek dengan pemutus sirkit. a).KHA penghantar sirkit cabang. b).Setelan proteksi hubung pendek sirkit cabang. c).Setelan proteksi saluran utama dari hubung pendek bila sirkit cabang itu disuplai oleh satu saluran utama yang juga menyplai motor rotor lilit dengan arus pengenal beban penuh 68 A. Penyelesaian : (lihat Gambar 5.5-2) a).Menurut 5.5.3.2 KHA tidak boleh kurang dari 42 A + 54 A + 1,25 x 68 A = 181 A. b).Menurut 5.5.6.1, setelan maksimum gawai proteksi masing-masing motor adalah sebagai berikut : 1). motor sangkar : 250 % x 42 A = 105 A 2). motor serempak : 200 % x 54 A = 108 A 3). motor rotor lilit : 150 % x 68 A = 102 A Menurut 5.5.4.3 setelan maksimum gawai proteksi sirkit cabang terhadap hubung pendek tidak boleh melebihi : 108 A + 42 A + 68 A = 218 A c). Setelan maksimum gawai proteksi hubung pendek masing-masing sirkit cabang adalah 218 A dan 150 % x 68 A Setelan gawai proteksi hubung pendek saluran utama tidak boleh melebihi 218 A + 68 A = 286 A. Kendali  5.5.7.1 Yang dimaksud dengan kendali ialah sarana yang mengatur tenaga listrik, yang dialirkan ke motor dengan cara yang sudah ditentukan. Di dalamnya termasuk juga sarana yang biasa digunakan untuk mengasut dan menghentikan motor.  5.5.7.3.1 Tiap kendali harus mampu mengasut dan menghentikan motor yang dikendalikannya. Untuk motor arus bolak balik kendali harus mampu memutuskan arus motor yang macet. 5.5.7.7 Sirkit kendali  5.5.7.7.1 Sirkit kendali harus diatur sedemikian rupa sehingga akan terputus dari semua sumber suplai, jika sarana pemutus dalam keadaan terbuka. Sarana pemutus boleh terdiri atas dua gawai, satu diantaranya memutuskan hubungan motor dan SMK TUREN – HERI halaman 21 dari 61
  22. 22. INSTALASI MOTOR LISTRIK – IML 3 kendali dari sumber suplai daya untuk motor, dan yang lain memutuskan hubungan sirkit kendali dari suplai dayanya. Sarana pemutus  5.5.8.1 Motor harus dilengkapi dengan sarana pemutus, yakni gawai yang memutuskan hubungan motor dan kendali dari sirkit sumber dayanya.   5.5.8.3.3 Sarana pemutus harus mempunyai kemampuan arus sekurang- kurangnya 115 persen dari arus beban penuh motor.  5.5.8.3.4 Sarana pemutus yang melayani beberapa motor atau melayani motor dan beban lainnya, harus mempunyai kemampuan arus sekurang-kurangnya 115 % dari jumlah arus beban pada keadaan beban penuh. KONTAKTOR Kontaktor adalah gawai (alat) untuk menghubungkan dan memutuskan sirkit listrik dengan menggunakan tenaga elektromagnet untuk menutup dan membuka kontak-kontaknya Kelebihan Kontaktor • Dapat menghubungkan sirkit listrik pada arus yang besar dan tegangan yang tinggi dengan menggunakan tegangan yang rendah dan arus yang kecil di dalam kumparannya (aman bagi operator). • Dapat dioperasikan dari jarak jauh (remote). • Dapat dioperasikan secara otomatis. SMK TUREN – HERI halaman 22 dari 61
  23. 23. INSTALASI MOTOR LISTRIK – IML 3 • Memiliki kinerja yang handal. Konstruksi Bagian utama kontaktor : • kumparan (coil) diletakkan pada kaki tengah inti • inti magnet tetap • inti magnet bergerak atau jangkar penggerak (moving armature atau plunger) yang memegang lengan-lengan kontak. Konstruksi kontaktor Inti magnet dan koil SMK TUREN – HERI halaman 23 dari 61
  24. 24. INSTALASI MOTOR LISTRIK – IML 3 Shading coil • Pada kaki-kaki luar inti magnet ini terdapat lilitan yang dihubung pendek seperti cincin yang disebut kumparan magnet bayangan (magnet shading coils). Lilitan (cincin) ini akan menahan jangkar dari sistem magnet supaya tidak bergetar atau mendengung. Cara Kerja Kontaktor • Jika arus mengalir melalui kumparan, inti besi dimagnetkan sehingga akan menarik jangkar penggerak yang memegang lengan-lengan kontak. Kontak gerak digerakkan menuju kontak stasioner (kontak yang diam). Kontak dihubungkan seri dengan alat yang dikendalikan, sehingga beban dihubungkan dengan sumber tegangan ketika kumparan diberi energi (coil energized). SMK TUREN – HERI halaman 24 dari 61
  25. 25. INSTALASI MOTOR LISTRIK – IML 3 • Jika arus kumparan magnet diputuskan, magnet akan kehilangan gaya tariknya sehingga jangkar dilepas kembali ke posisi semula oleh pegas, sehingga kontaknya kembali ke posisi normal. Coil Kontaktor AC • Tegangan nominal (Un) : 12, 20, 24, 32, 42, 48, 110, 120, 127, 208, 220, 230, 240, 256, 277, 380,400, 415, 440, 480, 500, 575, 600 dan 660 volt-ac. • Spesifikasi • Konsumsi rata-rata 7 - 22 VA • Operating range 0,8 - 1,1 Un Coil Kontaktor DC • Tegangan nominal (Un) : 12, 20, 24, 32, 42, 48, 60, 72, 96, 100, 110, 125, 155, 174, 200, 220, 250, 305, 348, 440, 543, dan 600 volt-dc. • Spesifikasi • Konsumsi rata-rata 9W • Operating range 0,8-1,1 Un • 0,7-1,25 Un • 0,85-1,1 Un 11W 22 W Kontak Utama (Main Contact) • Kontak utama digunakan pada sirkit utama atau sirkit daya (power circuit), yaitu untuk menghubungkan dan memutuskan sumber daya dengan beban. • Oleh karena itu kontak-kontak utama biasanya terbuat dari oksida cadmium-perak sehingga memiliki kekuatan mekanik yang tinggi dan tahan terhadap percikan bunga api. • Jumlah kontak utama pada suatu kontaktor dinyatakan dengan jumlah kutub (pole). biasanya terdiri dari tiga kontak (3-pole) atau empat kontak (4-pole). Kontak Bantu (Auxiliary Contacts) • Sedangkan kontak bantu dipersiapkan untuk melengkapi atau membantu kerja sirkit kontrol, misalnya untuk mengunci kontaktor magnet itu sendiri maupun untuk keperluan lain seperti sistem kerja berurutan, interlock dan sebagainya atau sebagai kontak sinyal pada peralatan kontrol. • Kontak-kontak ini terdiri dari kontak NO (normally open) atau normal membuka dan kontak NC (normally closed) atau normal menutup. SMK TUREN – HERI halaman 25 dari 61
  26. 26. INSTALASI MOTOR LISTRIK – IML 3 • Simbol wiring kontak utama, kontak Bantu dan koil Coil Kontaktor SMK TUREN – HERI halaman 26 dari 61
  27. 27. INSTALASI MOTOR LISTRIK – IML 3 Simbol dan tanda koil A1 A1 KA2 KM1 (a) Kontaktor utama KT1 KA1 A2 A2 (b) Kontaktor bantu A1 A1 A2 A2 (c) ON delay Kontaktor bantu dengan timer (d)OFF delay Pemilihan Kontaktor Kontaktor dinilai berdasarkan : · jenis suplainya (AC/DC) · jenis bebannya (kategori penggunaan) · kapasitas beban : (A), (kW), (HP) · tegangan kerja (volt) · jumlah kontak penghubung/pemutus · frekuensi catu (suplai) · umur elektrik (jumlah operasi) Pemilihan Katagori Kontaktor Kategori penggunaan : AC 1 • Karakteristik kerja : Beban resistif atau sedikit induktif (cos ϕ ≥ 0,95), Ue ≤ 440 V SMK TUREN – HERI halaman 27 dari 61
  28. 28. INSTALASI MOTOR LISTRIK – IML 3 • Jenis aplikasi : Pemanas, distribusi • Karakteristik listrik - Menghubung : 1,5 x arus nominal beban - Memutus : 1 x arus nominal beban Kategori penggunaan : AC 3 • Karakteristik kerja : Motor rotor sangkar Starting, switching off selama running • Jenis aplikasi : Motor rotor sangkar standar Lift escalator, conveyor, compresor, pompa, mixer, air condition, dsb. • Karakteristik listrik - Menghubung : 6 x arus nominal motor - Memutus : 1 x arus nominal motor Kategori penggunaan : AC 2 • Karakteristik kerja : Untuk motor slip-ring inching, plugging, reversing • Jenis aplikasi : Crane, penggerak khusus pada mesin processing dan produksi • Karakteristik listrik - Penutupan : 2,5 x arus nominal motor - Pembukaan : 2,5 x arus nominal motor Kategori penggunaan : AC 4 • Karakteristik kerja : Motor rotor sangkar Starting, plugging, inching (jogging) • Jenis aplikasi : Mesin printing, mesin penarik kawat, mesin tool dengan inching, alat pengangkat (hoist). • Karakteristik listrik : - Menghubung : 6 x arus nominal - Memutus : 6 x arus nominal SMK TUREN – HERI halaman 28 dari 61
  29. 29. INSTALASI MOTOR LISTRIK – IML 3 Gambar komponen kontaktor SMK TUREN – HERI halaman 29 dari 61
  30. 30. INSTALASI MOTOR LISTRIK – IML 3 MOTOR OVERLOAD SMK TUREN – HERI halaman 30 dari 61
  31. 31. INSTALASI MOTOR LISTRIK – IML 3 3.1 Pengaman Beban Lebih • Pengaman beban lebih memproteksi motor dari kerusakan karena terjadinya beban lebih dengan memutuskan suplai ke koil kontaktor (melalui kontak NC nya), sehingga kontaktor terbuka dan motor berhenti (proteksi dilakukan dengan melalui fungsi kontrolnya, tidak ada pemutusan daya langsung pada pengaman beban lebihnya). Thermal overload relay • Relai ini mengamankan motor dari : • · Beban lebih • · Kegagalan pengasutan • · Putusnya salah satu fase (untuk motor tiga fase) SMK TUREN – HERI halaman 31 dari 61
  32. 32. INSTALASI MOTOR LISTRIK – IML 3 Penyetelan (Setting) Relai Buka tutup (cover) transparan 1 untuk penyetelan (setting) dan pengaturan (control). Ø Setel arus pemutusan dengan memutar sekrup pengatur (dial) 2 ke posisi yang dikehendaki (sesuai dengan arus nominal dalam ampere). Ø Tutup kembali cover transparan dan gunakan kawat ∅ < 2 mm masukkan pada lobang pengunci 3 untuk mengunci cover. Dalam posisi tertutup cover mengunci penyetelan. Konstruksi TOR 1⇒ tutup (cover) transparan 2⇒ sekrup pengatur (dial) setelan arus trip 3⇒ lubang pengunci tutup (cover) 4⇒ selektor reset 5⇒ tombol stop 6⇒ lubang tes trip 7⇒ indikator trip SMK TUREN – HERI halaman 32 dari 61
  33. 33. INSTALASI MOTOR LISTRIK – IML 3 Pemilihan Reset Manual • Setelah cover diangkat (dibuka), pemilihan reset manual atau otomatis dapat dilakukan dengan memutar selector RESET (tombol biru) 4 : • Untuk reset manual, tombol biru diputar ke kiri Pemilihan Reset Otomatis • Untuk reset otomatis, tombol biru ditekan dan diputar ke kanan. • Reset otomatis digunakan pada sistem kontrol tiga kawat. SMK TUREN – HERI halaman 33 dari 61
  34. 34. INSTALASI MOTOR LISTRIK – IML 3 Fungsi Reset • Relai beban lebih ini dilengkapi dengan trip indicator 7 untuk memberi petunjuk jika relai dalam kondisi trip. Untuk membedakan kerja trip dengan kerja stop. • Penyetelan kembali (reset) secara manual dilakukan dengan menekan tombol RESET biru. Fungsi Stop • Relai ini juga dilengkapi dengan tombol stop. • Fungsi stop dilakukan dengan menekan tombol STOP warna merah. • Penekanan tombol stop akan membuka kontak N/C (95-96), tidak berpengaruh terhadap kontak N/O (97-98). [Perbedaan antara fungsi stop dan fungsi trip test]. SMK TUREN – HERI halaman 34 dari 61
  35. 35. INSTALASI MOTOR LISTRIK – IML 3 Pengunci Tombol Stop Jika tombol ini tidak digunakan, tombol stop dapat dikunci dengan menggunakan alat pengunci clip “U” (ref.:LA7 D901). Tes Trip • • o o Fungsi trip dapat dites dengan menekan tombol TEST warna merah 6 dengan menggunakan obeng kecil. Pengoperasian tombol TEST mengakibatkan relay trip dan : Membuka kontak NC dan menutup kontak NO Mengaktifkan indikator trip 7. SMK TUREN – HERI halaman 35 dari 61
  36. 36. INSTALASI MOTOR LISTRIK – IML 3 Tes Trip • Fungsi trip dapat dites dengan menekan tombol TEST warna merah 6 dengan menggunakan obeng kecil. • Pengoperasian tombol TEST mengakibatkan relay trip dan : o Membuka kontak NC dan menutup kontak NO o Mengaktifkan indikator trip 7. SMK TUREN – HERI halaman 36 dari 61
  37. 37. INSTALASI MOTOR LISTRIK – IML 3 SMK TUREN – HERI halaman 37 dari 61
  38. 38. INSTALASI MOTOR LISTRIK – IML 3 SMK TUREN – HERI halaman 38 dari 61
  39. 39. INSTALASI MOTOR LISTRIK – IML 3 SMK TUREN – HERI halaman 39 dari 61
  40. 40. INSTALASI MOTOR LISTRIK – IML 3 GV2-RT (1) SMK TUREN – HERI halaman 40 dari 61
  41. 41. INSTALASI MOTOR LISTRIK – IML 3 (2) (3) SMK TUREN – HERI halaman 41 dari 61
  42. 42. INSTALASI MOTOR LISTRIK – IML 3 SMK TUREN – HERI halaman 42 dari 61
  43. 43. INSTALASI MOTOR LISTRIK – IML 3 SMK TUREN – HERI halaman 43 dari 61
  44. 44. INSTALASI MOTOR LISTRIK – IML 3 SMK TUREN – HERI halaman 44 dari 61
  45. 45. INSTALASI MOTOR LISTRIK – IML 3 SMK TUREN – HERI halaman 45 dari 61
  46. 46. INSTALASI MOTOR LISTRIK – IML 3 SMK TUREN – HERI halaman 46 dari 61
  47. 47. INSTALASI MOTOR LISTRIK – IML 3 SMK TUREN – HERI halaman 47 dari 61
  48. 48. INSTALASI MOTOR LISTRIK – IML 3 SMK TUREN – HERI halaman 48 dari 61
  49. 49. INSTALASI MOTOR LISTRIK – IML 3 SMK TUREN – HERI halaman 49 dari 61
  50. 50. INSTALASI MOTOR LISTRIK – IML 3 SMK TUREN – HERI halaman 50 dari 61
  51. 51. INSTALASI MOTOR LISTRIK – IML 3 SMK TUREN – HERI halaman 51 dari 61
  52. 52. INSTALASI MOTOR LISTRIK – IML 3 Uji Tahanan Isolasi Tujuan Pelajaran : Menjelaskan cara menggunakan tester tahanan isolasi (Megger) dan alasan penggunaannya. Kriteria Penilaian  Memilih skala yang benar untuk suatu. tugas test khusus.  Menjelaskan syarat-syarat pengukuran minimum untuk pengujian (test) tahanan isolasi yang dikeluarkan oleh NEC.  Melaksanakan test dengan menggunakan tester tahanan isolasi.  Mengoperasikan tester tahanan isolasi analog dan digital. Pendahuluan Bila jaringan instalasi daya listrik pertama kali dipasang, jaringan instalasi tersebut harus diperiksa sebelum dihubungkan ke sumber catu daya. Salah satunya adalah test tahanan isolasi antara konduktor-konduktor. Tester tahanan isolasi adalah sebuah peralatan yang dapat menggunakan 500 V DC atau 1000 V DC pada sebuah rangkaian dan menunjukkan pembacaan tahanan rangkaian yang bersangkutan. Karena nilai maksimum yang diizinkan adalah 2 M Ohm, maka nilai ini menunjukkan skala menengah (mid-scale). Untuk membuat peralatan ini menjadi serbaguna, biasanya dilengkapi dengan fungsi ohmmeter untuk mengukur tahanan rendah. Dua metode untuk mendapatkan tegangan tinggi yang dibutuhkan oleh tester isolasi adalah: 1. Dengan sebuah generator yang diengkol dengan tangan, dimana anda memutar engkol yang mernutar generator yang terpasang di dalarn tester. Lihat Gambar 1. 2. Dengan alat ukur elektronik yang diberi power dengan baterai yang disebut inverter. Lihat Gambar 2. SMK TUREN – HERI halaman 52 dari 61
  53. 53. INSTALASI MOTOR LISTRIK – IML 3 Gambar 2 Skala jenis yang dioperasikan dengan baterai Karena jaringan kawat dan peralatan listrik biasanya bekerja pada tegangan 220 volt sampai earth atau lebih, jaringan penghantar dan peralatan tersebut harus diperiksa dengan suatu alat yang menghasilkan tegangan dua kali lebih besar daripada tegangan kerja. Jika tegangan kerja rangkaian sampai 220 volt (sampai earth), tegangan uji 500 volt harus diberikan oleh meter. Jika tegangan kerja rangkaian melebihi 220 volt (sampai earth), tegangan uji sebesar 1000 volts DC akan diperlukan. Peringatan Jangan menyentuh lead uji (test lead) selama melakukan pengujian (testing). Tegangan tinggi dapat menyebabkan pengguna terkena kejutan listrik. Catatan: Sebelum menggunakan meter untuk tujuan test: SMK TUREN – HERI halaman 53 dari 61
  54. 54. INSTALASI MOTOR LISTRIK – IML 3 1. Setel saklar fungsi (function switch) ke setelan yang benar (500 V DC). 2. Sambung test lead satu sama lain 3. Tekan tombol uji (atau putar engkol) 4. Catatan pembacaan skala - harus menunjuk nol ohm. Lihat Gambar 3. 5. Buka test lead 6. Tekan kembali tombol uji (atau putar engkol) 7. Catat pembacaan skala - harus tak terhingga. Lihat Gambar 4. Tester Tahanan Isolasi (disingkat IR) dibuat dengan merek :Clipsal, Kyoritsu, Megger dan banyak lagi merek lainnya. Karakteristik utama masing-masing instrumen atau. peralatan ini adalah: • Range Ohm yang biasanya 0 sampai 100 Ohm digunakan untuk testing atau pengujian kontinuitas (tahanan SMK TUREN – HERI bumi) dan sebagainya - skala bawah. halaman 54 dari 61
  55. 55. INSTALASI MOTOR LISTRIK – IML 3 • Range tegangan tinggi (minimum 500 V DC) megohm range yang biasanya 0 sampai oo (tak terhingga) digunakan untuk testing Tahanan Isolasi (skala atas). Instrumen tersebut di atas diberi power dari bateral. Baterai tersebut perlu diperiksa apakah dalam kondisi muatan yang baik. Beberapa instrumen tua berbentuk generator engkol tangan DC berukuran kecil. Bila menggunakan tester IR, anda harus selalu: 1 . memeriksa susunan (layout) skala instrumen tersebut, (a) tempat skala Ohm, atas atau bawah (b) apakah instrumen membaca dari kiri ke kanan atau dari kanan ke kiri (c) apakah skala tidak terbatas digunakan pada kedua skala, Ohm dan megOhm. 2. beberapa instrumen dilengkapi dengan lampu untuk menunjukkan apakah instrumen tersebut ditempatkan pada sebuah catu yang sudah diberi power. 3. Indikator kondisi baterai. Persyaratan Test Wiring code (ketentuan mengenai perkawatan) menetapkan bahwa isolasi untuk peralatan dan kawat harus diuji sebelum dihubungkan ke catu daya. Catatan: Pada test pertama, pastikan selalu bahwa instalasi sedang mati, yaitu sudah terisolasi dari catu daya (power supply). Tujuan test ini adalah untuk memastikan bahwa isolasi kawat dan peralatan tidak bocor ke ground. Ini juga memastikan bahwa arus bocor ke ground dipertahankan pada batas minimum, yang mengurangi resiko kejutan listrik atau cetusan api (sparking) ke ground yang dapat,menyebabkan kebakaran. Isolasi minimum ke ground untuk semua konduktor menuju ground adalah dua megOhm (2 MOhm). Lihat Gambar 5. SMK TUREN – HERI halaman 55 dari 61
  56. 56. INSTALASI MOTOR LISTRIK – IML 3 Keterangan: Acceptable range = Range yang dapat diterima Not acceptable range = Range yang tidak dapat diterima Minimum value = Nilai (besaran) minimum Tugas Catat semua (tiga) besaran isolasi yang ditunjukkan di bawah ini dan nyatakan apakah mereka akan lulus atau gagal jika menjalani test isolasi. Jawaban a : ……………………… Jawaban b : ……………………… Jawaban c : ……………………… Test 1 Tahanan Isolasi Peralatan Cara melakukannya: • meter disetel pada skala megohm • isolasi peralatan dari jaringan kawat. yang terpasang. • hidupkan saklar kontrol peralatan • tempatkan short sementara. (temporary short) pada. semua terminal yang hidup • Hubungkan satu lead pada meter ke earth pada peralatan • hubungkan lead yang lain pada meter ke terminal hidup yang disambung dan bacalah hasil penunjukannya. Hasil yang diharapkan: Tidak kurang dari 2 MOhm (2 juta Ohm). Contoh: test tahanan isolasi untuk motor Test 2 Tahanan lsolasi penghantar / Kawat SMK TUREN – HERI halaman 56 dari 61
  57. 57. INSTALASI MOTOR LISTRIK – IML 3 Cara melakukannya - Instalasi keseluruhan:  Meter berada pada Skala megohm  Semua alat pelindung masuk/hidup  Semua saklar rangkaian harus hidup Busway, motor and peralatan lain yang mengkonsumsi arus harus dimatikan pada saklar isolasi atau dilepas (hubungannya) dari kawat yang terpasang.  Lepaskan ground dari batang netral (neutral bar)  Hubungkan satu lead pada meter ke ground utama (main ground) Hubungkan lead yang lain pada meter ke sambungan ujung netral dan aktif utama pemakai. Hasil yang diharapkan -,menurut ketentuan perkawatan (wiring code): Tahanan isolasi harus tidak kurang dari 2 Mega Ohm(2 juta Ohm). Contoh: Alasan pengujian (test): Untuk memastikan bahwa tahanan isolasi konduktor cukup tinggi untuk mencegah arus bocor ke ground. Pengukuran elektroda pentanahan SMK TUREN – HERI halaman 57 dari 61
  58. 58. INSTALASI MOTOR LISTRIK – IML 3 A-1. JENIS TANAH : Jenis tanah menurut PUIL 2000 dibagi atas : 1). Tanah rawa, 2). Tanah liat dan tanah ladang, 3). Pasir basah, 4). Krikil basah, 5). Pasir dan kerikil kering , 6). Tanah berbatu. A-2. TAHANAN JENIS (RHO) TANAH : Masing – masing jenis tanah mempunyai nilai tahanan jenis tanah yang berbeda-beda dan bergantung dari jenis tanahnya, dapat dilihat dalam table dibawah ini, merupakan nilai tipikal. SMK TUREN – HERI halaman 58 dari 61
  59. 59. INSTALASI MOTOR LISTRIK – IML 3 A-3. TAHANAN PEMBUMIAN : Tahanan pembumian dari elektrode bumi, tergantung pada jenis tanah dan keadaan tanah serta ukuran dan susunan elektrode. Dari Tabel Tahanan Pembumian pada tahanan jenis (rho-1) = 100 ohm- meter dibawah ini, menunjukkan nilai rata – rata tahanan elektrode bumi, untuk panjang tertentu. SMK TUREN – HERI halaman 59 dari 61
  60. 60. INSTALASI MOTOR LISTRIK – IML 3 Tabel Luas penampang minimum elektroda pentanahan. Bahan berlapis seng dengan proses pe-manasan No. Bahan jenis elektroda 1. Pita baja 100 mm2 Elektroda Pita tebal minimum 3 mm hantaran pilin 95 mm2(bukan kawat halus) 2. 3. Elektroda batang Elektroda pelat Baja berlapis tembaga Tembaga 50 mm2 Pita tembaga 50 mm2 tebal minimum 2 mm Hantaran pilin 35 mm2 (bukan kawat halus) Pipa baja 1” Baja Baja profil : berdiameter 15 L 65 x 65 x 7 mm di lapisi T 6 x 50 x 3 tembaga setebal Atau batang lain 2,5 mm yang setaraf Plat besi tebal 3 mm Pelat tembaga 2 luas 0,5 m sampai 1 tebal 2 mm luas m2 0,5 m2 sampai 1 m2 Untuk tahanan jenis tanah lain (Q), maka besar tahanan pentanahan adalah perkalian nilai diatas dengan rumus : Q / Q1 = Q / 100 Bila untuk tahanan jenis tanah yang lain (Q), maka besar tahanan pentanahan adalah perkalian nilai pada tabel 5 di atas dengan Q/Q1 atau sama dengan Q/100. Contoh : pada pasir basah yang tahanan jenisnya 200 ohm meter dengan memakai elektroda batang sepanjang 5 m maka besar tahanan pentanahannya = 200/100 x 20 = 40 ohm. SMK TUREN – HERI halaman 60 dari 61
  61. 61. INSTALASI MOTOR LISTRIK – IML 3 Contoh gambar rekapitulasi daya SMK TUREN – HERI halaman 61 dari 61

×