SlideShare a Scribd company logo
1 of 15
TEORI BOHR MENGENAI ATOM
        HIDROGEN
evolusi model atom




                                John Dalton
                                (1766-1844)
  Demokritus                                         JJ. Thomson
(460 – 370 SM)                                       ( 1856 - 1940 )




                 Ernest Rutherford            Niels Bohr
                    (1871-1937)
Demokritus       Tiap zat dapat dibagi atas bagian-bagian yang lebih kecil
(460 – 370 SM)     sampai menjadi bagian yang lebih kecil dan tidak dapat di
                   bagi lagi. Bagian zat yang terkecil inilah yang disebut Atom.
                   Atom berasal dari kata Yunani Atomos yang artinya sebagai
                   sesuatu yang tidak dapat dibagi lagi.


                   a. Semua materi tersusun dari partikel-partikel yang sangan
                      kecil yang tidak dapat dibagi lagi disebut atom
                   b. Setiap unsur tersusun dari atom-atom yang sama dan
                      tidak dapat berubah menjadi atom unsur lain
                   c. Dua atau lebih atom berlainan dapat membentuk
                      molekul
 John Dalton       d. Pada reaksi kimia atom-atom berpisah, kemudian
 (1766-1844)          bergabung lagi dengan susunan yang berbeda dengan
                      semula, tapi massa keseluruhan tetap.


                   Pada tahun 1897 Sir Joseph John Thomson mengemukakan
                   suatu model atom yaitu “Atom merupakan bola pejal yang
                   mempunyai muatan positif yang tersebar merata pada
                   seluruh bagian bola. Muatan ini dinetralkan oleh muatan
 JJ. Thomson       negatif(elektron-elektron) yang tersebar diantara muatan-
 ( 1856 - 1940 )   muatan positif. Pada th 1911 model ini dinyatakan salah
                   oleh Ernest Rutherford
Model atom Rutherford
                    • Atom terdiri atas inti yang bermuatan listrik positif
                      yang mengandung hampir seluruh massa atom.
                    • Elektron bermuatan negatif beredar mengelilingi inti
                      pada lintasan-lintasan tertentu seperti planet-planet
                      yang beredar mengelilingi matahari pada susunan
                      tata surya.
                    • Atom secara keseluruhan bermuatan netral, jumlah
                      muatan positif inti atom sama dengan jumlah muatan
                      elektron-elektronnya.
                    • Inti atom dan elektron tarik-menarik sehingga timbul
Ernest Rutherford     gaya sentripetal pada elektron yang menyebabkan
   (1871-1937)        elektron tetap pada orbitnya(lintasannya)
                    • Pada reaksi kimia inti atom tidak mengalami
                      perubahan hanya elektron-elektron pada lintasan
                      luarnya yang saling mempengaruhi.
KELEMAHAN MODEL ATOM RUTHERFORD

 Karena dalam gerak orbitnya
  elektron memancarkan energi,
  maka energi elektron berkurang
  sehingga jari-jari lintasannya
  mengecil. Lintasannya tidak lagi
  berupa lingkaran dengan jari-jari
  tetap tetapi berupa putaran
  berpilin yang mendekati inti dan
  akhirnya elektron akan jatuh ke                              Atom tidak stabil
  inti. Artinya atom tidak stabil,     Atom stabil
  padahal kenyataan atom adalah
  stabil
  Apabila    jari-jari   lintasan
   elektron semakin kecil maka
   waktu putarnya semakin kecil
   juga. Akibatnya frekwensi dan      Spektrum menurut teori Atom Rutherford
   panjang gelombang elektromag-
   netik yang dipancarkan menjadi
   bermacam macam padahal dari
   hasil pengamatan kenyataannya
   spektrum dari atom hidrogen
   menunjukkan spektrum garis yang
   khas.                              Spektrum hasil pengamatan Atom hidrogen
Model Atom Bohr                             Pada tahun 1913 Niels Bohr mengoreksi kelemahan
                                                     teori atom Rutherford dengan teori kuantum Planck.
                                                     Model atom Bohr dinyatakan dengan dua postulat
                                                     1.   Elektron tidak dapat bergerak mengelilingi inti
                                                          melalui sembarang lintasan , tetapi hanya dapat
                                                          melalui lintasan tertentu saja tanpa mebebaskan
                                                          energi. Lintasan itu disebut lintasan stasioner.
                                                          Pada lintasan ini elektron memiliki momentum
                                                          angular (sudut)
                                                                      h      m = massa elektron
                                                            mvr = n .        v = keecepatan linier elektron
                                                                      2p     r = jaari-jari orbit elektron
                                                                            n = bilangan kwantum
                                                                            h = tetapan planck =6,626.10-34 J.s


                                                     2.   Elektron dapat berpindah dari suatu lintasan ke
                                                          lintasan yang lain dengan memancarkan atau
                                                          menyerap energi foton.
                                                          Energi footon yang dipancarkan atau diserap
                                                          saat terjadi perpindahan lintasan sebanding
                                                          dengan frekwensinya

                                                                   EA – EB = h.f
J. J. ( Sir Joseph John ) Thompson ( 1856 - 1940 )
          with (r) Ernest Rutherford, c. 1915
Model Atom Bohr
Keunggulan dapat             Kekurangan Tidak dapat
  menjelaskan:                menjelaskan :
• kestabilan atom            •Efek Zeeman
• spektrum garis pada atom   •Spektrum garis yang
  hidrogen                    dipancarkan oleh atom
                              berelektron banyak
                             •Beberapa garis spektrum
                              memiliki intensitas lebih
                              besar dari garis spektrum
                              yang lain
Bilangan kuantum

Dalam teori kuantum, keadaan stasioner tidak
dinyatakan dalam satu bilangan bulat n, melainkan
dinyatakan dengan sekumpulan bilangan lkuantum.
Ada empat bilangan kuantum:
• bilangan kuantum utama (n)
• bilangan kuantum orbital (l)
• bilangan kuantum magnetik (m l )
• bilangan kuantum spin (ms)
Bilangan kuantum utama (n)
• digunakan untuk menentukan tingkatan-
  tingkatan energi elektron pada setiap kulit
• energi total dalam atom kekal dan
  terkuantisasi oleh n
• nilai bilangan kuantum utama mulai dari 1
  sampai tak hingga
• orbit tempat elektron bergerak disebut kulit
NAMA KULIT
Nama kulit         K     L   M   N   O   P   …

Bilangan kuantum   1     2   3   4   5   6   …
    utama (n)
Bilangan Kuantum Orbital
• Bilangan kuantum orbital teramati karena efek Zeeman (
  garis-garis tambahan dalam spektrum emisi jika atom-
  atom tereksitasi diletakan dalam medan magnet luar
  homogen)
• Sommerfeld mengusulkan orbit elips karena gerakan
  elektron mengelilingi atom dipengaruhi gaya
• Bilangan kuantum orbital (l ) adalah bilangan kuantum
  yang menentukan besar momentum sudut elektron (L)
  dan kepipihan elips
• Nilai bilangan kuantum orbital l dibatasi oleh n yaitu (n-1)
• bilangan kuantum orbital menyatakan subkulit
Nama-nama sub kulit
Bilangan kuantum      Subkulit
      orbital


       0            s (sharp = tajam)
       1           p (principal = utama)
       2           d (diffuse = kabur)
       3           f (fundamental = pokok)
ATOM HELIUM ( Z = 2 )
 Elektron     n         l        ml        ms
    1        1          0        0        + 1/2
    2        1          0        0        - 1/2
 ATOM LITHIUM ( Z = 3 )
 Elektron  n        l       ml         ms
    1      1       0        0         + 1/2
    2      1       0        0         - 1/2
    3      2       0        0         + 1/2
 Struktur elektron pada atom menurut Pauli :
   1. Jumlah elektron pada bilangan kwantum utama=2n2
   2. Jumlah maksimum elektron yang mempunyai
      bilangan kwantum orbital l adalah 2(2l +1)
SPEKTRUM EMISI : Zat padat maupun zat cair pada suhu tertentu atom-atomnya meman-carkan energi
radiasi dengan panjang gelom-bang berbeda-beda, tingkat energinya bergantung pada bilangan kwantumnya.
Energi radiasi yang dipancarkan memiliki spektrum yang berisi panjang gelombang tertentu saja. Untuk
mengamati spektrum atomik seperti itu digunakan SPEKTROSKOP.


                                                                               Spektroskop digunakan
                                                                               untuk menganalisa kom-
                                                                               posisi zat yang tidak
                                                                               diketahui sehingga dapat
                                                                               ditentukan jenisnya
SPEKTRUM ABSORBSI : Cahaya putih sebagai gelombang elektromagnetik memancar-kan energi dalam
bentuk spektrum emisi. Jika cahaya putih melalui gas , gas akan menyerap energi cahaya tersebut dalam bentuk
spektrum absorbsi. Spektrum absorbsi yang terjadi terdiri dari latar belakang yang terang ditumpangi oleh garis
gelap yang bersesuaian dengan panjang gelombang yang diserap.




        Zat yang beradiasi memancarkan spektrum emisi, zat tersebut
        merupakan zat yang baik untuk mengabsorbsi spektrumnya.

More Related Content

What's hot

teori Bohr tentang Atom Hidrogen
teori Bohr tentang Atom Hidrogenteori Bohr tentang Atom Hidrogen
teori Bohr tentang Atom HidrogenKhotim U
 
Fisika Zat Padat "Model Einstein"
Fisika Zat Padat "Model Einstein"Fisika Zat Padat "Model Einstein"
Fisika Zat Padat "Model Einstein"Hendra Trisurya
 
Contoh Soal Persamaan Schrodinger dan penyelesaiannya
Contoh Soal Persamaan Schrodinger dan penyelesaiannyaContoh Soal Persamaan Schrodinger dan penyelesaiannya
Contoh Soal Persamaan Schrodinger dan penyelesaiannyaAyuShaleha
 
Kelompok 4 osilator harmonik revisi
Kelompok 4 osilator harmonik revisiKelompok 4 osilator harmonik revisi
Kelompok 4 osilator harmonik revisiSuharziamah_al_aksa
 
Laporan Resmi Percobaan Tetes Minyak Milikan
Laporan Resmi Percobaan Tetes Minyak MilikanLaporan Resmi Percobaan Tetes Minyak Milikan
Laporan Resmi Percobaan Tetes Minyak MilikanLatifatul Hidayah
 
gelombang pada tali dan resonansi
gelombang pada tali dan resonansigelombang pada tali dan resonansi
gelombang pada tali dan resonansiRizqi Umi Rahmawati
 
Laporan Eksperimen Efek Fotolistrik
Laporan Eksperimen Efek FotolistrikLaporan Eksperimen Efek Fotolistrik
Laporan Eksperimen Efek FotolistrikNurfaizatul Jannah
 
Mengungkap radiasi benda hitam menggunakan statistik bose
Mengungkap radiasi benda hitam menggunakan statistik boseMengungkap radiasi benda hitam menggunakan statistik bose
Mengungkap radiasi benda hitam menggunakan statistik boseIda Sonie
 
Ppt 2 difraksi kristal dan kisi balik
Ppt 2 difraksi kristal dan kisi balikPpt 2 difraksi kristal dan kisi balik
Ppt 2 difraksi kristal dan kisi balikwindyramadhani52
 
Osilasi tergandeng
Osilasi tergandengOsilasi tergandeng
Osilasi tergandengkyu manda
 
Bab ii pembahasan a. persamaan schrodinger pada gerak partikel b
Bab ii pembahasan a. persamaan schrodinger pada gerak partikel bBab ii pembahasan a. persamaan schrodinger pada gerak partikel b
Bab ii pembahasan a. persamaan schrodinger pada gerak partikel bMuhammad Ali Subkhan Candra
 
Penurunan rumus pemantulan
Penurunan rumus pemantulanPenurunan rumus pemantulan
Penurunan rumus pemantulannooraisy22
 

What's hot (20)

teori Bohr tentang Atom Hidrogen
teori Bohr tentang Atom Hidrogenteori Bohr tentang Atom Hidrogen
teori Bohr tentang Atom Hidrogen
 
PERCOBAAN GEIGER MULLER
PERCOBAAN GEIGER MULLERPERCOBAAN GEIGER MULLER
PERCOBAAN GEIGER MULLER
 
Fisika Zat Padat "Model Einstein"
Fisika Zat Padat "Model Einstein"Fisika Zat Padat "Model Einstein"
Fisika Zat Padat "Model Einstein"
 
Contoh Soal Persamaan Schrodinger dan penyelesaiannya
Contoh Soal Persamaan Schrodinger dan penyelesaiannyaContoh Soal Persamaan Schrodinger dan penyelesaiannya
Contoh Soal Persamaan Schrodinger dan penyelesaiannya
 
Peluruhan alfa
Peluruhan alfaPeluruhan alfa
Peluruhan alfa
 
Persamaan Schrodinger
Persamaan SchrodingerPersamaan Schrodinger
Persamaan Schrodinger
 
Bab iii(fix)
Bab iii(fix)Bab iii(fix)
Bab iii(fix)
 
Zat padat
Zat padatZat padat
Zat padat
 
Kelompok 4 osilator harmonik revisi
Kelompok 4 osilator harmonik revisiKelompok 4 osilator harmonik revisi
Kelompok 4 osilator harmonik revisi
 
Laporan Resmi Percobaan Tetes Minyak Milikan
Laporan Resmi Percobaan Tetes Minyak MilikanLaporan Resmi Percobaan Tetes Minyak Milikan
Laporan Resmi Percobaan Tetes Minyak Milikan
 
Spektrum Garis Atom Hidrogen
Spektrum Garis Atom HidrogenSpektrum Garis Atom Hidrogen
Spektrum Garis Atom Hidrogen
 
gelombang pada tali dan resonansi
gelombang pada tali dan resonansigelombang pada tali dan resonansi
gelombang pada tali dan resonansi
 
Laporan Eksperimen Efek Fotolistrik
Laporan Eksperimen Efek FotolistrikLaporan Eksperimen Efek Fotolistrik
Laporan Eksperimen Efek Fotolistrik
 
Mengungkap radiasi benda hitam menggunakan statistik bose
Mengungkap radiasi benda hitam menggunakan statistik boseMengungkap radiasi benda hitam menggunakan statistik bose
Mengungkap radiasi benda hitam menggunakan statistik bose
 
Ppt 2 difraksi kristal dan kisi balik
Ppt 2 difraksi kristal dan kisi balikPpt 2 difraksi kristal dan kisi balik
Ppt 2 difraksi kristal dan kisi balik
 
Teori dasar tld
Teori dasar tldTeori dasar tld
Teori dasar tld
 
Osilasi tergandeng
Osilasi tergandengOsilasi tergandeng
Osilasi tergandeng
 
Bab ii pembahasan a. persamaan schrodinger pada gerak partikel b
Bab ii pembahasan a. persamaan schrodinger pada gerak partikel bBab ii pembahasan a. persamaan schrodinger pada gerak partikel b
Bab ii pembahasan a. persamaan schrodinger pada gerak partikel b
 
Fisika modern
Fisika modernFisika modern
Fisika modern
 
Penurunan rumus pemantulan
Penurunan rumus pemantulanPenurunan rumus pemantulan
Penurunan rumus pemantulan
 

Viewers also liked

Viewers also liked (20)

Fisika atom sma kelas 12
Fisika atom sma kelas 12Fisika atom sma kelas 12
Fisika atom sma kelas 12
 
teori atom
teori atomteori atom
teori atom
 
Energi Atom dan Inti, NIRSAM
Energi Atom dan Inti, NIRSAMEnergi Atom dan Inti, NIRSAM
Energi Atom dan Inti, NIRSAM
 
PP STRUKTUR ATOM HIDROGEN
PP STRUKTUR ATOM HIDROGENPP STRUKTUR ATOM HIDROGEN
PP STRUKTUR ATOM HIDROGEN
 
13. bohr (kel 3)
13. bohr (kel 3)13. bohr (kel 3)
13. bohr (kel 3)
 
radiasi Benda hitam fisika sma
radiasi Benda hitam fisika smaradiasi Benda hitam fisika sma
radiasi Benda hitam fisika sma
 
Fisika atom bab 8
Fisika atom bab 8Fisika atom bab 8
Fisika atom bab 8
 
Teori atom niels bohr
Teori atom niels bohrTeori atom niels bohr
Teori atom niels bohr
 
79309543 solusi-osn-astro-2008
79309543 solusi-osn-astro-200879309543 solusi-osn-astro-2008
79309543 solusi-osn-astro-2008
 
Struktur Atom Presentation
Struktur Atom PresentationStruktur Atom Presentation
Struktur Atom Presentation
 
Makalah Struktur Atom
Makalah Struktur AtomMakalah Struktur Atom
Makalah Struktur Atom
 
Perkembangan teori atom
Perkembangan teori atomPerkembangan teori atom
Perkembangan teori atom
 
Struktur atom
Struktur atomStruktur atom
Struktur atom
 
Bab 3 b5 persamaan schrodinger
Bab 3 b5 persamaan schrodingerBab 3 b5 persamaan schrodinger
Bab 3 b5 persamaan schrodinger
 
Teori atom bohr
Teori atom bohrTeori atom bohr
Teori atom bohr
 
Materi sejarah dan struktur atom ppt
Materi sejarah dan struktur atom pptMateri sejarah dan struktur atom ppt
Materi sejarah dan struktur atom ppt
 
Onlay preparations
Onlay preparationsOnlay preparations
Onlay preparations
 
The big easy contest timeline
The big easy contest timelineThe big easy contest timeline
The big easy contest timeline
 
Company Profile PT SKY LAB
Company Profile PT SKY LABCompany Profile PT SKY LAB
Company Profile PT SKY LAB
 
O Mar Registo Erros
O Mar Registo ErrosO Mar Registo Erros
O Mar Registo Erros
 

Similar to Teori bohr mengenai atom hidrogen

Materi sejarah dan struktur atom ppt
Materi sejarah dan struktur  atom pptMateri sejarah dan struktur  atom ppt
Materi sejarah dan struktur atom pptMimi Yeni
 
tugas Fisika man
tugas Fisika mantugas Fisika man
tugas Fisika mangooner29
 
Materi sejarah dan struktur atom
Materi sejarah dan struktur atom Materi sejarah dan struktur atom
Materi sejarah dan struktur atom MIMI HERMAN
 
Makalah fisika atom dan fisika inti SMA
Makalah fisika atom dan fisika inti SMA Makalah fisika atom dan fisika inti SMA
Makalah fisika atom dan fisika inti SMA Ajeng Rizki Rahmawati
 
Kimia struktur elektron atom
Kimia   struktur elektron atomKimia   struktur elektron atom
Kimia struktur elektron atomaralailiyah
 
14708251099_Putri Rahadian_Model model atom
14708251099_Putri Rahadian_Model model atom14708251099_Putri Rahadian_Model model atom
14708251099_Putri Rahadian_Model model atomIPA 2014
 
Presentasi Atom Lengkap
Presentasi Atom LengkapPresentasi Atom Lengkap
Presentasi Atom LengkapKevin Suryo
 
Model model atom
Model   model atomModel   model atom
Model model atomkemenag
 
struktur atom, sistem periodik, dan ikatan kimia
struktur atom, sistem periodik, dan ikatan kimiastruktur atom, sistem periodik, dan ikatan kimia
struktur atom, sistem periodik, dan ikatan kimiamfebri26
 
Model atom
Model atomModel atom
Model atomyendri59
 
Struktur atom,sistem periodik unsur dan ikatan kimia XI IPA
Struktur atom,sistem periodik unsur dan ikatan kimia XI IPAStruktur atom,sistem periodik unsur dan ikatan kimia XI IPA
Struktur atom,sistem periodik unsur dan ikatan kimia XI IPADian Ningrum
 
perkembangan model ataom ( yosi aprianti )
perkembangan model ataom ( yosi aprianti )perkembangan model ataom ( yosi aprianti )
perkembangan model ataom ( yosi aprianti )Youssii Ajaahh
 
Presentasi kimia fisika
Presentasi kimia fisikaPresentasi kimia fisika
Presentasi kimia fisikaMarten Gesti
 
Pertemuan-5.-Struktur-Atom-1.ppt
Pertemuan-5.-Struktur-Atom-1.pptPertemuan-5.-Struktur-Atom-1.ppt
Pertemuan-5.-Struktur-Atom-1.pptAndreanSaputra13
 

Similar to Teori bohr mengenai atom hidrogen (20)

Fsk atom lengkap
Fsk atom lengkapFsk atom lengkap
Fsk atom lengkap
 
Materi sejarah dan struktur atom ppt
Materi sejarah dan struktur  atom pptMateri sejarah dan struktur  atom ppt
Materi sejarah dan struktur atom ppt
 
tugas Fisika man
tugas Fisika mantugas Fisika man
tugas Fisika man
 
Fisika atom
Fisika atomFisika atom
Fisika atom
 
Materi sejarah dan struktur atom
Materi sejarah dan struktur atom Materi sejarah dan struktur atom
Materi sejarah dan struktur atom
 
Perkembangan Model Atom.ppt
Perkembangan Model Atom.pptPerkembangan Model Atom.ppt
Perkembangan Model Atom.ppt
 
Makalah fisika atom dan fisika inti SMA
Makalah fisika atom dan fisika inti SMA Makalah fisika atom dan fisika inti SMA
Makalah fisika atom dan fisika inti SMA
 
Kimia struktur elektron atom
Kimia   struktur elektron atomKimia   struktur elektron atom
Kimia struktur elektron atom
 
14708251099_Putri Rahadian_Model model atom
14708251099_Putri Rahadian_Model model atom14708251099_Putri Rahadian_Model model atom
14708251099_Putri Rahadian_Model model atom
 
Struktur atom
Struktur atomStruktur atom
Struktur atom
 
Presentasi Atom Lengkap
Presentasi Atom LengkapPresentasi Atom Lengkap
Presentasi Atom Lengkap
 
Model model atom
Model   model atomModel   model atom
Model model atom
 
struktur atom, sistem periodik, dan ikatan kimia
struktur atom, sistem periodik, dan ikatan kimiastruktur atom, sistem periodik, dan ikatan kimia
struktur atom, sistem periodik, dan ikatan kimia
 
Model atom
Model atomModel atom
Model atom
 
Struktur atom,sistem periodik unsur dan ikatan kimia XI IPA
Struktur atom,sistem periodik unsur dan ikatan kimia XI IPAStruktur atom,sistem periodik unsur dan ikatan kimia XI IPA
Struktur atom,sistem periodik unsur dan ikatan kimia XI IPA
 
Atom
AtomAtom
Atom
 
perkembangan model ataom ( yosi aprianti )
perkembangan model ataom ( yosi aprianti )perkembangan model ataom ( yosi aprianti )
perkembangan model ataom ( yosi aprianti )
 
Bahan ajar kimia xi
Bahan ajar kimia xiBahan ajar kimia xi
Bahan ajar kimia xi
 
Presentasi kimia fisika
Presentasi kimia fisikaPresentasi kimia fisika
Presentasi kimia fisika
 
Pertemuan-5.-Struktur-Atom-1.ppt
Pertemuan-5.-Struktur-Atom-1.pptPertemuan-5.-Struktur-Atom-1.ppt
Pertemuan-5.-Struktur-Atom-1.ppt
 

More from Eco Chem

Ancaman pemanasan global oleh hewan ternak
Ancaman pemanasan global oleh hewan ternakAncaman pemanasan global oleh hewan ternak
Ancaman pemanasan global oleh hewan ternakEco Chem
 
Artikel alih fungsi lahan pertanian
Artikel alih fungsi lahan pertanianArtikel alih fungsi lahan pertanian
Artikel alih fungsi lahan pertanianEco Chem
 
Mengenal lebih dekat tentang air sadah
Mengenal lebih dekat tentang air sadahMengenal lebih dekat tentang air sadah
Mengenal lebih dekat tentang air sadahEco Chem
 
Gelombang elektromagnetik
Gelombang elektromagnetikGelombang elektromagnetik
Gelombang elektromagnetikEco Chem
 
Koloid ppt
Koloid pptKoloid ppt
Koloid pptEco Chem
 

More from Eco Chem (6)

Ancaman pemanasan global oleh hewan ternak
Ancaman pemanasan global oleh hewan ternakAncaman pemanasan global oleh hewan ternak
Ancaman pemanasan global oleh hewan ternak
 
Artikel alih fungsi lahan pertanian
Artikel alih fungsi lahan pertanianArtikel alih fungsi lahan pertanian
Artikel alih fungsi lahan pertanian
 
Mengenal lebih dekat tentang air sadah
Mengenal lebih dekat tentang air sadahMengenal lebih dekat tentang air sadah
Mengenal lebih dekat tentang air sadah
 
Psb
PsbPsb
Psb
 
Gelombang elektromagnetik
Gelombang elektromagnetikGelombang elektromagnetik
Gelombang elektromagnetik
 
Koloid ppt
Koloid pptKoloid ppt
Koloid ppt
 

Recently uploaded

Modul persamaan perakaunan prinsip akaun
Modul persamaan perakaunan prinsip akaunModul persamaan perakaunan prinsip akaun
Modul persamaan perakaunan prinsip akaunnhsani2006
 
Keberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptx
Keberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptxKeberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptx
Keberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptxLeniMawarti1
 
Estetika Humanisme Diskusi Video Sesi Ke-1.pdf
Estetika Humanisme Diskusi Video Sesi Ke-1.pdfEstetika Humanisme Diskusi Video Sesi Ke-1.pdf
Estetika Humanisme Diskusi Video Sesi Ke-1.pdfHendroGunawan8
 
Modul Ajar Informatika Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Informatika Kelas 11 Fase F Kurikulum MerdekaModul Ajar Informatika Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Informatika Kelas 11 Fase F Kurikulum MerdekaAbdiera
 
Diagram Fryer Pembelajaran Berdifferensiasi
Diagram Fryer Pembelajaran BerdifferensiasiDiagram Fryer Pembelajaran Berdifferensiasi
Diagram Fryer Pembelajaran BerdifferensiasiOviLarassaty1
 
slide presentation bab 2 sain form 2.pdf
slide presentation bab 2 sain form 2.pdfslide presentation bab 2 sain form 2.pdf
slide presentation bab 2 sain form 2.pdfNURAFIFAHBINTIJAMALU
 
Program Roots Indonesia/Aksi Nyata AAP.pdf
Program Roots Indonesia/Aksi Nyata AAP.pdfProgram Roots Indonesia/Aksi Nyata AAP.pdf
Program Roots Indonesia/Aksi Nyata AAP.pdfwaktinisayunw93
 
Modul Ajar IPA Kelas 7 Fase D Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPA Kelas 7 Fase D Kurikulum MerdekaModul Ajar IPA Kelas 7 Fase D Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPA Kelas 7 Fase D Kurikulum MerdekaAbdiera
 
Workshop penulisan buku (Buku referensi, monograf, BUKU...
Workshop penulisan buku                       (Buku referensi, monograf, BUKU...Workshop penulisan buku                       (Buku referensi, monograf, BUKU...
Workshop penulisan buku (Buku referensi, monograf, BUKU...Riyan Hidayatullah
 
Pelatihan Asesor 2024_KEBIJAKAN DAN MEKANISME AKREDITASI PAUD TAHUN 2024 .pdf
Pelatihan Asesor 2024_KEBIJAKAN DAN  MEKANISME AKREDITASI PAUD TAHUN 2024 .pdfPelatihan Asesor 2024_KEBIJAKAN DAN  MEKANISME AKREDITASI PAUD TAHUN 2024 .pdf
Pelatihan Asesor 2024_KEBIJAKAN DAN MEKANISME AKREDITASI PAUD TAHUN 2024 .pdfEmeldaSpd
 
PERTEMUAN 9 KESEIM 3 SEKTOR.............
PERTEMUAN 9 KESEIM 3 SEKTOR.............PERTEMUAN 9 KESEIM 3 SEKTOR.............
PERTEMUAN 9 KESEIM 3 SEKTOR.............SenLord
 
AKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pptx
AKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pptxAKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pptx
AKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pptxHeriyantoHeriyanto44
 
(NEW) Template Presentasi UGM yang terbaru
(NEW) Template Presentasi UGM yang terbaru(NEW) Template Presentasi UGM yang terbaru
(NEW) Template Presentasi UGM yang terbaruSilvanaAyu
 
rpp bangun-ruang-sisi-datar kelas 8 smp.pdf
rpp bangun-ruang-sisi-datar kelas 8 smp.pdfrpp bangun-ruang-sisi-datar kelas 8 smp.pdf
rpp bangun-ruang-sisi-datar kelas 8 smp.pdfGugunGunawan93
 
Teks ucapan Majlis Perpisahan Lambaian Kasih
Teks ucapan Majlis Perpisahan Lambaian KasihTeks ucapan Majlis Perpisahan Lambaian Kasih
Teks ucapan Majlis Perpisahan Lambaian Kasihssuserfcb9e3
 
Elemen Jurnalistik Ilmu Komunikasii.pptx
Elemen Jurnalistik Ilmu Komunikasii.pptxElemen Jurnalistik Ilmu Komunikasii.pptx
Elemen Jurnalistik Ilmu Komunikasii.pptxGyaCahyaPratiwi
 
Silabus Mata Pelajaran Biologi SMA Kelas X.doc
Silabus Mata Pelajaran Biologi SMA Kelas X.docSilabus Mata Pelajaran Biologi SMA Kelas X.doc
Silabus Mata Pelajaran Biologi SMA Kelas X.docNurulAiniFirdasari1
 
Kualifikasi dan Kompetensi Guru Profesi Kependidikan .pptx
Kualifikasi dan Kompetensi Guru Profesi Kependidikan .pptxKualifikasi dan Kompetensi Guru Profesi Kependidikan .pptx
Kualifikasi dan Kompetensi Guru Profesi Kependidikan .pptxSelviPanggua1
 
PPT TEKS TANGGAPAN KELAS 7 KURIKUKULM MERDEKA
PPT TEKS TANGGAPAN KELAS 7 KURIKUKULM MERDEKAPPT TEKS TANGGAPAN KELAS 7 KURIKUKULM MERDEKA
PPT TEKS TANGGAPAN KELAS 7 KURIKUKULM MERDEKARenoMardhatillahS
 
Modul Ajar Matematika Kelas 2 Fase A Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Matematika Kelas 2 Fase A Kurikulum MerdekaModul Ajar Matematika Kelas 2 Fase A Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Matematika Kelas 2 Fase A Kurikulum MerdekaAbdiera
 

Recently uploaded (20)

Modul persamaan perakaunan prinsip akaun
Modul persamaan perakaunan prinsip akaunModul persamaan perakaunan prinsip akaun
Modul persamaan perakaunan prinsip akaun
 
Keberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptx
Keberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptxKeberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptx
Keberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptx
 
Estetika Humanisme Diskusi Video Sesi Ke-1.pdf
Estetika Humanisme Diskusi Video Sesi Ke-1.pdfEstetika Humanisme Diskusi Video Sesi Ke-1.pdf
Estetika Humanisme Diskusi Video Sesi Ke-1.pdf
 
Modul Ajar Informatika Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Informatika Kelas 11 Fase F Kurikulum MerdekaModul Ajar Informatika Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Informatika Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka
 
Diagram Fryer Pembelajaran Berdifferensiasi
Diagram Fryer Pembelajaran BerdifferensiasiDiagram Fryer Pembelajaran Berdifferensiasi
Diagram Fryer Pembelajaran Berdifferensiasi
 
slide presentation bab 2 sain form 2.pdf
slide presentation bab 2 sain form 2.pdfslide presentation bab 2 sain form 2.pdf
slide presentation bab 2 sain form 2.pdf
 
Program Roots Indonesia/Aksi Nyata AAP.pdf
Program Roots Indonesia/Aksi Nyata AAP.pdfProgram Roots Indonesia/Aksi Nyata AAP.pdf
Program Roots Indonesia/Aksi Nyata AAP.pdf
 
Modul Ajar IPA Kelas 7 Fase D Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPA Kelas 7 Fase D Kurikulum MerdekaModul Ajar IPA Kelas 7 Fase D Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPA Kelas 7 Fase D Kurikulum Merdeka
 
Workshop penulisan buku (Buku referensi, monograf, BUKU...
Workshop penulisan buku                       (Buku referensi, monograf, BUKU...Workshop penulisan buku                       (Buku referensi, monograf, BUKU...
Workshop penulisan buku (Buku referensi, monograf, BUKU...
 
Pelatihan Asesor 2024_KEBIJAKAN DAN MEKANISME AKREDITASI PAUD TAHUN 2024 .pdf
Pelatihan Asesor 2024_KEBIJAKAN DAN  MEKANISME AKREDITASI PAUD TAHUN 2024 .pdfPelatihan Asesor 2024_KEBIJAKAN DAN  MEKANISME AKREDITASI PAUD TAHUN 2024 .pdf
Pelatihan Asesor 2024_KEBIJAKAN DAN MEKANISME AKREDITASI PAUD TAHUN 2024 .pdf
 
PERTEMUAN 9 KESEIM 3 SEKTOR.............
PERTEMUAN 9 KESEIM 3 SEKTOR.............PERTEMUAN 9 KESEIM 3 SEKTOR.............
PERTEMUAN 9 KESEIM 3 SEKTOR.............
 
AKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pptx
AKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pptxAKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pptx
AKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pptx
 
(NEW) Template Presentasi UGM yang terbaru
(NEW) Template Presentasi UGM yang terbaru(NEW) Template Presentasi UGM yang terbaru
(NEW) Template Presentasi UGM yang terbaru
 
rpp bangun-ruang-sisi-datar kelas 8 smp.pdf
rpp bangun-ruang-sisi-datar kelas 8 smp.pdfrpp bangun-ruang-sisi-datar kelas 8 smp.pdf
rpp bangun-ruang-sisi-datar kelas 8 smp.pdf
 
Teks ucapan Majlis Perpisahan Lambaian Kasih
Teks ucapan Majlis Perpisahan Lambaian KasihTeks ucapan Majlis Perpisahan Lambaian Kasih
Teks ucapan Majlis Perpisahan Lambaian Kasih
 
Elemen Jurnalistik Ilmu Komunikasii.pptx
Elemen Jurnalistik Ilmu Komunikasii.pptxElemen Jurnalistik Ilmu Komunikasii.pptx
Elemen Jurnalistik Ilmu Komunikasii.pptx
 
Silabus Mata Pelajaran Biologi SMA Kelas X.doc
Silabus Mata Pelajaran Biologi SMA Kelas X.docSilabus Mata Pelajaran Biologi SMA Kelas X.doc
Silabus Mata Pelajaran Biologi SMA Kelas X.doc
 
Kualifikasi dan Kompetensi Guru Profesi Kependidikan .pptx
Kualifikasi dan Kompetensi Guru Profesi Kependidikan .pptxKualifikasi dan Kompetensi Guru Profesi Kependidikan .pptx
Kualifikasi dan Kompetensi Guru Profesi Kependidikan .pptx
 
PPT TEKS TANGGAPAN KELAS 7 KURIKUKULM MERDEKA
PPT TEKS TANGGAPAN KELAS 7 KURIKUKULM MERDEKAPPT TEKS TANGGAPAN KELAS 7 KURIKUKULM MERDEKA
PPT TEKS TANGGAPAN KELAS 7 KURIKUKULM MERDEKA
 
Modul Ajar Matematika Kelas 2 Fase A Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Matematika Kelas 2 Fase A Kurikulum MerdekaModul Ajar Matematika Kelas 2 Fase A Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Matematika Kelas 2 Fase A Kurikulum Merdeka
 

Teori bohr mengenai atom hidrogen

  • 1. TEORI BOHR MENGENAI ATOM HIDROGEN
  • 2. evolusi model atom John Dalton (1766-1844) Demokritus JJ. Thomson (460 – 370 SM) ( 1856 - 1940 ) Ernest Rutherford Niels Bohr (1871-1937)
  • 3. Demokritus Tiap zat dapat dibagi atas bagian-bagian yang lebih kecil (460 – 370 SM) sampai menjadi bagian yang lebih kecil dan tidak dapat di bagi lagi. Bagian zat yang terkecil inilah yang disebut Atom. Atom berasal dari kata Yunani Atomos yang artinya sebagai sesuatu yang tidak dapat dibagi lagi. a. Semua materi tersusun dari partikel-partikel yang sangan kecil yang tidak dapat dibagi lagi disebut atom b. Setiap unsur tersusun dari atom-atom yang sama dan tidak dapat berubah menjadi atom unsur lain c. Dua atau lebih atom berlainan dapat membentuk molekul John Dalton d. Pada reaksi kimia atom-atom berpisah, kemudian (1766-1844) bergabung lagi dengan susunan yang berbeda dengan semula, tapi massa keseluruhan tetap. Pada tahun 1897 Sir Joseph John Thomson mengemukakan suatu model atom yaitu “Atom merupakan bola pejal yang mempunyai muatan positif yang tersebar merata pada seluruh bagian bola. Muatan ini dinetralkan oleh muatan JJ. Thomson negatif(elektron-elektron) yang tersebar diantara muatan- ( 1856 - 1940 ) muatan positif. Pada th 1911 model ini dinyatakan salah oleh Ernest Rutherford
  • 4. Model atom Rutherford • Atom terdiri atas inti yang bermuatan listrik positif yang mengandung hampir seluruh massa atom. • Elektron bermuatan negatif beredar mengelilingi inti pada lintasan-lintasan tertentu seperti planet-planet yang beredar mengelilingi matahari pada susunan tata surya. • Atom secara keseluruhan bermuatan netral, jumlah muatan positif inti atom sama dengan jumlah muatan elektron-elektronnya. • Inti atom dan elektron tarik-menarik sehingga timbul Ernest Rutherford gaya sentripetal pada elektron yang menyebabkan (1871-1937) elektron tetap pada orbitnya(lintasannya) • Pada reaksi kimia inti atom tidak mengalami perubahan hanya elektron-elektron pada lintasan luarnya yang saling mempengaruhi.
  • 5. KELEMAHAN MODEL ATOM RUTHERFORD  Karena dalam gerak orbitnya elektron memancarkan energi, maka energi elektron berkurang sehingga jari-jari lintasannya mengecil. Lintasannya tidak lagi berupa lingkaran dengan jari-jari tetap tetapi berupa putaran berpilin yang mendekati inti dan akhirnya elektron akan jatuh ke Atom tidak stabil inti. Artinya atom tidak stabil, Atom stabil padahal kenyataan atom adalah stabil  Apabila jari-jari lintasan elektron semakin kecil maka waktu putarnya semakin kecil juga. Akibatnya frekwensi dan Spektrum menurut teori Atom Rutherford panjang gelombang elektromag- netik yang dipancarkan menjadi bermacam macam padahal dari hasil pengamatan kenyataannya spektrum dari atom hidrogen menunjukkan spektrum garis yang khas. Spektrum hasil pengamatan Atom hidrogen
  • 6. Model Atom Bohr Pada tahun 1913 Niels Bohr mengoreksi kelemahan teori atom Rutherford dengan teori kuantum Planck. Model atom Bohr dinyatakan dengan dua postulat 1. Elektron tidak dapat bergerak mengelilingi inti melalui sembarang lintasan , tetapi hanya dapat melalui lintasan tertentu saja tanpa mebebaskan energi. Lintasan itu disebut lintasan stasioner. Pada lintasan ini elektron memiliki momentum angular (sudut) h m = massa elektron mvr = n . v = keecepatan linier elektron 2p r = jaari-jari orbit elektron n = bilangan kwantum h = tetapan planck =6,626.10-34 J.s 2. Elektron dapat berpindah dari suatu lintasan ke lintasan yang lain dengan memancarkan atau menyerap energi foton. Energi footon yang dipancarkan atau diserap saat terjadi perpindahan lintasan sebanding dengan frekwensinya EA – EB = h.f J. J. ( Sir Joseph John ) Thompson ( 1856 - 1940 ) with (r) Ernest Rutherford, c. 1915
  • 7. Model Atom Bohr Keunggulan dapat Kekurangan Tidak dapat menjelaskan: menjelaskan : • kestabilan atom •Efek Zeeman • spektrum garis pada atom •Spektrum garis yang hidrogen dipancarkan oleh atom berelektron banyak •Beberapa garis spektrum memiliki intensitas lebih besar dari garis spektrum yang lain
  • 8. Bilangan kuantum Dalam teori kuantum, keadaan stasioner tidak dinyatakan dalam satu bilangan bulat n, melainkan dinyatakan dengan sekumpulan bilangan lkuantum. Ada empat bilangan kuantum: • bilangan kuantum utama (n) • bilangan kuantum orbital (l) • bilangan kuantum magnetik (m l ) • bilangan kuantum spin (ms)
  • 9. Bilangan kuantum utama (n) • digunakan untuk menentukan tingkatan- tingkatan energi elektron pada setiap kulit • energi total dalam atom kekal dan terkuantisasi oleh n • nilai bilangan kuantum utama mulai dari 1 sampai tak hingga • orbit tempat elektron bergerak disebut kulit
  • 10. NAMA KULIT Nama kulit K L M N O P … Bilangan kuantum 1 2 3 4 5 6 … utama (n)
  • 11. Bilangan Kuantum Orbital • Bilangan kuantum orbital teramati karena efek Zeeman ( garis-garis tambahan dalam spektrum emisi jika atom- atom tereksitasi diletakan dalam medan magnet luar homogen) • Sommerfeld mengusulkan orbit elips karena gerakan elektron mengelilingi atom dipengaruhi gaya • Bilangan kuantum orbital (l ) adalah bilangan kuantum yang menentukan besar momentum sudut elektron (L) dan kepipihan elips • Nilai bilangan kuantum orbital l dibatasi oleh n yaitu (n-1) • bilangan kuantum orbital menyatakan subkulit
  • 12. Nama-nama sub kulit Bilangan kuantum Subkulit orbital 0 s (sharp = tajam) 1 p (principal = utama) 2 d (diffuse = kabur) 3 f (fundamental = pokok)
  • 13. ATOM HELIUM ( Z = 2 ) Elektron n l ml ms 1 1 0 0 + 1/2 2 1 0 0 - 1/2 ATOM LITHIUM ( Z = 3 ) Elektron n l ml ms 1 1 0 0 + 1/2 2 1 0 0 - 1/2 3 2 0 0 + 1/2 Struktur elektron pada atom menurut Pauli : 1. Jumlah elektron pada bilangan kwantum utama=2n2 2. Jumlah maksimum elektron yang mempunyai bilangan kwantum orbital l adalah 2(2l +1)
  • 14. SPEKTRUM EMISI : Zat padat maupun zat cair pada suhu tertentu atom-atomnya meman-carkan energi radiasi dengan panjang gelom-bang berbeda-beda, tingkat energinya bergantung pada bilangan kwantumnya. Energi radiasi yang dipancarkan memiliki spektrum yang berisi panjang gelombang tertentu saja. Untuk mengamati spektrum atomik seperti itu digunakan SPEKTROSKOP. Spektroskop digunakan untuk menganalisa kom- posisi zat yang tidak diketahui sehingga dapat ditentukan jenisnya
  • 15. SPEKTRUM ABSORBSI : Cahaya putih sebagai gelombang elektromagnetik memancar-kan energi dalam bentuk spektrum emisi. Jika cahaya putih melalui gas , gas akan menyerap energi cahaya tersebut dalam bentuk spektrum absorbsi. Spektrum absorbsi yang terjadi terdiri dari latar belakang yang terang ditumpangi oleh garis gelap yang bersesuaian dengan panjang gelombang yang diserap. Zat yang beradiasi memancarkan spektrum emisi, zat tersebut merupakan zat yang baik untuk mengabsorbsi spektrumnya.