SlideShare a Scribd company logo
1 of 15
Download to read offline
ANCAMAN PEMANASAN GLOBAL
OLEH HEWAN TERNAK
Istilah pemanasan global (global warming) bukan menjadi istilah asing lagi bagi kita
sekarang ini. Selama ini, isu tentang pemanasan global semakin sering didengungkan oleh
berbagai pihak meskipun banyak juga pihak-pihak yang menyebutkan bahwa pemanasan
global merupakan berita “hoax” terbesar yang pernah ada. Seperti pernyataan yang dibuat
oleh Donald Trump Presiden Amerika Serikat saat ini yang mengatakan bahwa China telah
membuat hoax tentang global warming.
Gambar 1. Donald Trump Tidak Percaya Global Warming
Terlepas ada orang yang percaya atau tidak, pada kenyataannya sekarang dunia memang
sudah berubah. Pasti kita sering mendengar atau bahkan kita sendiri yang mengatakan “panas
banget ya hari ini!”. Kondisi suhu panas yang sering dirasakan oleh orang-orang sekarang ini
berbanding lurus dengan data yang menunjukkan bahwa planet Bumi terus mengalami
peningkatan suhu yang menghawatikan dari tahun ke tahun. Hal ini juga didukung dengan
terjadinya fenomena-fenomena alam yang cenderung semakin sulit dikendalikan.
Gambar 2. Efek Global Warming
Pemanasan Global (Global Warming)
Pengertian tentang pemanasan global sudah
banyak dibahas oleh para ahli. Kita juga tidak susah
lagi mencari tahu apa itu pemanasan global,
penyebabnya, dan dampak yang ditimbulkannya.
Bahkan solusi untuk mengatasi pemanasan global
juga sudah banyak dibahas. Setiap kali kita
mendiskusikan penyebab pemanasan global, bahan
bakar fosil menjadi tersangka utamanya. Mulai
dari minyak bumi, gas alam, batu bara, dan lainnya yang menghasilkan emisi CO2
(karbondioksida). Tanpa kita sadari ternyata ada lagi tersangka yang menyebabkan
pemanasan global, bahkan lebih kuat dari emisi bahan bakar fosil, dia adalah si “Hewan-
Hewan Ternak”.
Gambar 3. Hewan Ternak Lebih Berperan dalam
Pemanasan Global
Emisi Gas Rumah Kaca
oleh industri Peternakan
Menurut organisasi pangan dan pertanian PBB
(FAO) dalam laporan yang berjudul Livestock’s Long
Shadow tahun 2006 dan laporan berikutnya tahun 2008
dengan judul Kick the Habit disebutkan bahwa “industri
peternakan menyumbang 18% atau 7.516 juta metrik ton
per tahun emisi gas rumah kaca (GRK) yang berupa
karbondioksida (CO2), metana (CH4), dan dinitro oksida
(N2O). Jumlah ini jauh lebih besar dari sumbangan emisi
gas rumah kaca CO2 dari seluruh moda transportasi di
dunia yang ‘hanya’ 13,5%”. Bahkan menurut Goodland & Anhang (2009) bahwa industri
peternakan telah menyumbang 32.564 juta metrik ton atau 51 % dari seluruh emisi GRK
dunia per tahun.
Gambar 4. Hasil Penelitian World Watch Institute
Bahaya Hewan Ternak
Hewan ternak yang biasanya menjadi hewan yang berguna bagi manusia justru akan
menjadi agen pembawa kehancuran bagi dunia. Hewan-hewan ternak ini menghasilkan emisi
GRK berasal dari kotoran, sistem pernafasan, pembukaan lahan untuk beternak,
pengolahan dan pengiriman produk dagingnya.
Bahaya hewan ternak bukan pada dagingnya maupun bagian tubuh lainnya tetapi pada
beberapa gas yang dihasilkan selama dia hidup. Gas-gas tersebut adalah CH4 (metana), N2O
(dinitro oksida) dan CO2 (karbondioksida). Gas-gas Ternak ruminansia (sapi, domba dan
lainnya) menghasilkan CH4 lebih banyak daripada ternak non ruminansia (babi, kuda dan
lainnya) tetapi menghasilkan gas CO2 dan N2O lebih banyak (Maryono, 2010). 1 molekul
CH4 = 23 molekul CO2 bahkan 1 molekul N2O = 300 molekul CO2. Berdasarkan data
tersebut, gas CH4 dan N2O yang dihasilkan industri peternakan akan lebih berbahaya dari
pembakaran bahan bakar fosil.
Kalau untuk beberapa hewan ternak saja, gas-gas tersebut tidaklah berbahaya karena
masih dapat dinetralisir oleh tumbuhan, tetapi akan lain ceritanya jika ada milyaran hewan
ternak yang hidup di bumi ini dan ironisnya lagi banyak hutan dibabat untuk lahan beternak.
“Hal ini seperti kita memperbanyak jumlah penghasil polusi dan mengurangi jumlah
penetral polusi demi memperbanyak jumlah penghasil polusi”.
Metana
Metana mempunyai rumus kimia (CH4) yang termasuk dalam golongan alkana pada
senyawa-senyawa organik. Metana mempunyai wujud gas dan merupakan gas yang mudah
terbakar sehingga bisa digunakan sebagai sumber bahan bakar. Gas metana terdapat secara
alami namun sekarang metana banyak dihasilkan oleh hewan-hewan ternak yang menurut
FAO sebanyak 37%. Efek pemanasan metana di atmosfer jauh lebih kuat daripada CO2 tetapi
umur paruhnya di atmosfer hanya sekitar 8 tahun, dibandingkan dengan CO2 setidaknya
selama 100 tahun (Goodland & Anhang, 2009).
Hewan-hewan ternak yang paling banyak menghasilkan gas CH4 adalah sapi dan kerbau. Hal
ini ditunjukkan pada tabel berikut
Tabel 1. Jumlah Emisi Beberapa Hewan Ternak
No Jenis Ternak Faktor emisi metana
(kg/ekor/tahun)
1 Sapi pedaging 47
2 Sapi perah 61
3 Kerbau 55
4 Domba 5
5 Kambing 5
6 Babi 1
7 Kuda 18
Sumber : IPCC 2006
Berdasarkan tabel 1. dapat kita lihat kalau sapi perah kerbau dan sapi pedaging yang
menempati tiga teratas penghasil metana untuk hewan ternak. Sayangnya sekarang, hewan-
hewan ternak tersebut justru mempunyai populasi yang sangat besar. Menurut laporan FAO
dalam Goodland & Anhang (2009) disebutkan bahwa jumlah hewan ternak di dunia sebanyak
21, 7 miliar, sementara menurut organisasi non-pemerintah ada 50 miliar hewan ternak yang
dipelihara di dunia setiap tahunnya di awal tahun 2000-an. Jika melihat jumlah tersebut bisa
dibayangkan berapa jumlah emisi GRK yang dihasilkan
Bagaimana cara gas metana dihasilkan oleh sapi? Sapi menghasilkan gas metana
melalui sistem pencernaannya sehingga saat sapi bersendawa dan kentut maka gas metana-
lah yang paling banyak dihasilkan. Kotoran sapi juga dapat menghasilkan gas metana, oleh
karena itu kita mengenal yang namanya “biogas”. Biogas dapat digunakan sebagai bahan
bakar karena mengandung gas metana. Jadi semakin banyak populasi hewan ternak dalam hal
ini sapi maka jumlah emisi gas met ana juga akan semakin banyak.
Gambar 5. Gas metana dari kentut sapi membuat balon yang ada di atasnya menjadi mengembang
DAMPAK INDUSTRI PETERNAKAN
Dampak yang ditimbulkan dari industri peternakan benar-benar sangat
mengkhawatirkan. Berikut merupakan beberapa dampak yang ditimbulkan dari merajalelanya
industri peternakan di dunia:
Penggundulan Hutan
 Sejak 1990-an, sekitar 90% penggunaan hutan Amazon di Brazil di babat untuk
tempat merumput sapi dan untuk menanam pakan ternak (Margulis, 2004).
 Di Queensland Australia sekitar 91% hutan di babat untuk tempat merumput
peternakan selama periode 20 tahun (SLATS report, 2009)
Gambar 6. Proyeksi Penyusutan Jumlah Hutan Amazon Tahun 2030 Akibat Industri Peternakan
Penggunaan Air Berlebih
 Memerlukan lebih dari 20.000 Liter air untuk memproduksi 1 Kg daging sapi, tapi
hanya perlu 2.000 Liter air untuk memproduksi 1 Kg kedelai, 900 Liter air untuk
memproduksi gandum, dan 650 Liter air untuk memproduksi jagung (Primentel et al,
2004).
 1 orang menggunkan lebih dari 15.000 Liter air perharinya untuk orang yang
memakan daging, ini lebih banyak dari orang yang vegetarian (Rijsberman, 2008).
Penggunaan Tanah
 Produksi peternakan menggunakan 70% dari seluruh tanah pertanian di dunia dan
30% tanah tanpa es di planet ini (Livestock’s Long Shadow, UN, FAO, 2006).
Gambar 7. Industri Peternakan Membutuhkan Lahan yang Luas
Penyebaran Penyakit
 Lebih dari 65% penyakit menular manusia diketahui ditularkan melalui hewan ternak.
Flu babi dan flu burung terjadi karena kondisi kandang yang kotor dan penjagalan
yang tidak sesuai prosedur dari pabrik peternakan menjadi pusat bakteri dan virus
yang mematikan. Kathy Freston, 2010).
 Penyakit lainnya yang berhubungan dengan daging seperti TBC, listeria, penyakit
Chrohn, sapi gila, campylobacter, Staphylococcus aureus, radang paru-paru 2009
yang berjangkit di China.
 Antibiotik yang dipakai teratur dalam peternakan menyebabkan bakteri bermutasi,
menjadi penyakit yang kebal obat (Kohanski, 2010).
Emisi Gas Rumah Kaca
 Peternakan dan produknya bertanggungjawab terhadap 51% emisi gas rumah kaca
(Goodland & Anhang, 2009).
 Emisi CH4 yang dihasilkan hewan ternak 23 kali lebih berbahaya dari emisi CO2 yang
dihasilkan mode tranportasi berbahan bakar fosil (Goodland & Anhang, 2009).
 Emisi N2O yang dihasilkan hewan ternak 300 kali lebih panas dari emisi CO2, dan
65% emisi N2O di dunia dihasilkan dari industri peternakan(Goodland & Anhang,
2009).
 Karbon hitam (4.470 kali lebih berbahaya dari CO2) dihasilkan dari hutan dan padang
rumput yang dibakar untuk peternakan dan dapat tertinggal di atmosfer selama
beberapa hari atau minggu (Nature Geoscience, 2009).
Gambar 8. Hewan Ternak Merupakan Salah Satu Penyebab Perubahan Iklim Dunia
Penyebab Polusi
 Industri peternakan menghasilkan 64% dari semua amonia (NH3) di dunia, yang
dampaknya dapat menghasilkan hujan asam dan hidrogen sulfida (H2S) yang
merupakan gas yang berbahaya (Natural Resource Defense Council, 2011).
 Satu peternakan di Amerika Serikat menghasilkan lebih banyak limbah dan polusi
dibanding seluruh limbah kota Houston, Texas, AS (Shapley, 2008).
 Pada tahun 1996, industri sapi, babi dan ayam di AS menghasilkan 1,4 miliar ton
limbah ternak atau 130 kali lebih banyak dari seluruh limbah kotoran manusia
(Human Farming Association, 2010).
Gambar 9. Perbandingan Berat Kotoran Hewan Ternak Terhadap Mobil
Pemakaian Sumber Daya yang Berlebihan
 Bahan bakar: Satu potong daging sapi panggang seberat 6 ons memerlukan 16 kali
energi bahan bakar fosil lebih banyak daripada satu hidangan vegan berisi tiga jenis
sayuran dan nasi. 1 Kg daging sapi = berkendara sejauh 250 Km dan menyalakan
lampu 100 Watt selama 20 hari tanpa henti (NYTimes, 2005).
 Makanan: Saat ini 80% anak-anak kelaparan tinggal di negara yang mengekspor hasil
pertanian untuk memberi makan ternak. Memproduksi 1 Kg daging sapi memerlukan
7 Kg biji-bijian untuk makanannya, yang bisa juga dikonsumsi oleh manusia (Rifkin,
2011).
ADAKAH SOLUSINYA ?
Setelah rentetan fakta-fakta mencenganngkan yang telah dibahas sebelumnya, akan
muncul pertanyaan yang terpenting yaitu, adakah solusi dari semua permasalahan ini?
Kabar baiknya, ada solusi untuk menghentikan global warming dan masih ada waktu untuk
melakukannya tetapi yang terpenting sekarang adalah KEMAUAN KITA UNTUK
MELAKUKANNYA!
Laporan yang dirilis oleh Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) lebih
menyoroti masalah “Mengubah Pola Hidup yang Salah”. Sebenarnya kita tidak memerlukan
perubahan yang radikal untuk membantu Bumi menjadi lebih bersahabat. Kita hanya perlu
mengubah beberapa rutinitas yang dapat “menurunkan jejak karbon dari industri peternakan”
1Kurangi Konsumsi Daging
Penelitian yang dilakukan oleh Professor Gidon Eshel dan Pamela Martin dari
Universitas Chicago menyimpulkan bahwa mengganti pola makan daging dengan pola
makan vegetarian akan memberikan 50% lebih efektif mencegah pemanasan global
daripada mengganti sebuah mobil SUV dengan mobil hibrida. Begitu juga dengan seorang
vegetarian dengan standar diet orang Amerika akan menghemat 1,5 ton emisi rumah kaca
setiap tahunnya! Dengan mengurangi konsumsi daging maka secara otomatis produsen
hewan ternak juga akan mengurangi jumlah hewan ternaknya. Jadi kita mulai dari diri kita
sendiri untuk menyelamatkan dunia.
Gambar 10. Produk Daging Sapi
2 Mengganti Produk Olahan Daging
dengan Produk Nabati
Perusahaan makanan dapat memproduksi dan memasarkan produk alternatif
pengganti hewani yang memiliki rasa serupa, tetapi lebih mudah dimasak, lebih murah, dan
lebih sehat, sehingga lebih baik daripada produk hewani.
Produk pengganti daging telah dijual di beberapa negara dan terus mengalami
peningkatan setiap tahunnya. Di seluruh dunia, pasar untuk produk pengganti daging dan
susu memiliki potensi hampir sebesar pasar untuk produk hewan ternak. Dengan mengganti
produk hewan ternak, maka akan mengurangi jumlah emisi GRK secara signifikan yang
ditimbulkan oleh hewan-hewan ternak. Produk pengganti juga akan mengurangi krisis air
global dan menghentikan jumlah hutan yang dibabat untuk peternakan (Goodland & Anhang,
2009).
DAFTAR PUSTAKA
FAO.2011. Livestock Long Shadow. FAO Corporate Document Repository.
http://www.fao.org/ docrep/ 010/a0701e/a0701e00.HTM. (5 April 2017).
Goodland, R. and Anhang, J. (2009, December) : Livestock and Climate Change. World
Watch Magazine 22(6). Retrieved January 11, 2011 from Worldwatch institute
websitehttp://www.worldwatch.org/files/pdf/Livestock%20and%20Climate%20
Change.pdf
Humane Farming Association [HFA] (2010). Factory Farming: The True Cost. Retrieved
April 5, 2017 from http://all-creatures.org/articles/at-factoryfarming.html.
IPCC (2006). 2006 IPCC Guidelines for National Greenhouse Gas Inventories: Volume 4,
Agriculture, Forestry and Other Land Use, Eggleston H.S., Buendia L., Miwa
K., Ngara T. and Tanabe K. (eds). Published: IGES, Japan.
Kohanski, M.A., DePristo, M.A. and Collins, J.J. (2010). Sublethal Atibiotic Treatment Leads
to Multidrug Resistance via Radical-Induced Mutagenesis. ScienceDirect.
Retrieved April 5, 2017 from http://www.cell.com/molecular-
cell/fulltext/S1097-2765%2810%2900028-6
Kathy Freston, K. (2010, 5 January). Flu Season: Factory Farming Could Cause A
Catastrophic Pandemic. The Huffington Post.
Pimentel, D.,Berger, B., Filiberto, D., Newton, M., Wolfe, B., Karabinakis, E., et al. (2004,
Oktober). Water Resource Agricultural And Environmental Issues. BioScience
[Electronic version].
Rifkin, J. (nd). Feed World . Why eating meat is a major cause of world hunger and going
vegetarian is a solution. Viva! Guides. Retrieved April 5, 2017 from
http://www.viva.org.uk/guides/feedtheworld.htm
Rijsberman, F. R. (2008, September). Every Last Drop, Managing our way out of the water
crisis. Boston review.
Shapley, D.(2008). One Farm. More Pollution Than Houston, Texas. The Daily Green.
Retrivied January 11, 2011 from http://www.thedailygreen.com/healty-
eating/eat-safe/factory-farm-47092401.

More Related Content

What's hot

Makalah perhitungan pendapatan nasional
Makalah perhitungan pendapatan nasionalMakalah perhitungan pendapatan nasional
Makalah perhitungan pendapatan nasionalanditriapriadi
 
Matematika Ekonomi - Biaya Marginal
Matematika Ekonomi - Biaya MarginalMatematika Ekonomi - Biaya Marginal
Matematika Ekonomi - Biaya MarginalSonya Santoso
 
Matematika bisnis3
Matematika bisnis3Matematika bisnis3
Matematika bisnis3Amri Sandy
 
Permintaan, Penawaran dan Harga Keseimbangan Serta Elastisitas Harga
Permintaan, Penawaran dan Harga Keseimbangan Serta Elastisitas HargaPermintaan, Penawaran dan Harga Keseimbangan Serta Elastisitas Harga
Permintaan, Penawaran dan Harga Keseimbangan Serta Elastisitas HargaJogo Hera
 
BAB 4. PROBABILITAS DASAR dan DISTRIBUSI PROBABILITAS DISKRIT
BAB 4. PROBABILITAS DASAR dan DISTRIBUSI PROBABILITAS DISKRITBAB 4. PROBABILITAS DASAR dan DISTRIBUSI PROBABILITAS DISKRIT
BAB 4. PROBABILITAS DASAR dan DISTRIBUSI PROBABILITAS DISKRITCabii
 
Hormon hormon reproduksi 2010
Hormon hormon reproduksi 2010Hormon hormon reproduksi 2010
Hormon hormon reproduksi 2010udayana
 
3 teori merkantilisme
3 teori merkantilisme3 teori merkantilisme
3 teori merkantilismeJuni Effendi
 
Makalah Teori biaya (cost theory)
Makalah Teori biaya (cost theory)Makalah Teori biaya (cost theory)
Makalah Teori biaya (cost theory)Eka Wahyuliana
 
Peranan sektor pertanian
Peranan sektor pertanianPeranan sektor pertanian
Peranan sektor pertanianInas Intishar
 
Soal Sbmptn 2016 ekonomi kode soal 423
Soal Sbmptn 2016 ekonomi kode soal 423Soal Sbmptn 2016 ekonomi kode soal 423
Soal Sbmptn 2016 ekonomi kode soal 423Piet_Fitriady
 
Tugas 3 produk bersama dan produk sampingan
Tugas 3 produk bersama dan produk sampinganTugas 3 produk bersama dan produk sampingan
Tugas 3 produk bersama dan produk sampinganOwnskin
 

What's hot (20)

Modul statistika-ii-part-2
Modul statistika-ii-part-2Modul statistika-ii-part-2
Modul statistika-ii-part-2
 
PASAR FAKTOR PRODUKSI MATERI.pptx
PASAR FAKTOR PRODUKSI MATERI.pptxPASAR FAKTOR PRODUKSI MATERI.pptx
PASAR FAKTOR PRODUKSI MATERI.pptx
 
Akuntansi biaya - 1
Akuntansi biaya - 1Akuntansi biaya - 1
Akuntansi biaya - 1
 
Makalah perhitungan pendapatan nasional
Makalah perhitungan pendapatan nasionalMakalah perhitungan pendapatan nasional
Makalah perhitungan pendapatan nasional
 
Probabilitas 2
Probabilitas 2Probabilitas 2
Probabilitas 2
 
SIstem Ekonomi 3 Sektor
SIstem Ekonomi 3 SektorSIstem Ekonomi 3 Sektor
SIstem Ekonomi 3 Sektor
 
Matematika Ekonomi - Biaya Marginal
Matematika Ekonomi - Biaya MarginalMatematika Ekonomi - Biaya Marginal
Matematika Ekonomi - Biaya Marginal
 
Matematika bisnis3
Matematika bisnis3Matematika bisnis3
Matematika bisnis3
 
Bagian iv-teori-barang-publik
Bagian iv-teori-barang-publikBagian iv-teori-barang-publik
Bagian iv-teori-barang-publik
 
Permintaan, Penawaran dan Harga Keseimbangan Serta Elastisitas Harga
Permintaan, Penawaran dan Harga Keseimbangan Serta Elastisitas HargaPermintaan, Penawaran dan Harga Keseimbangan Serta Elastisitas Harga
Permintaan, Penawaran dan Harga Keseimbangan Serta Elastisitas Harga
 
BAB 4. PROBABILITAS DASAR dan DISTRIBUSI PROBABILITAS DISKRIT
BAB 4. PROBABILITAS DASAR dan DISTRIBUSI PROBABILITAS DISKRITBAB 4. PROBABILITAS DASAR dan DISTRIBUSI PROBABILITAS DISKRIT
BAB 4. PROBABILITAS DASAR dan DISTRIBUSI PROBABILITAS DISKRIT
 
Hormon hormon reproduksi 2010
Hormon hormon reproduksi 2010Hormon hormon reproduksi 2010
Hormon hormon reproduksi 2010
 
Ebook akuntansi biaya
Ebook akuntansi biayaEbook akuntansi biaya
Ebook akuntansi biaya
 
3 teori merkantilisme
3 teori merkantilisme3 teori merkantilisme
3 teori merkantilisme
 
Makalah Teori biaya (cost theory)
Makalah Teori biaya (cost theory)Makalah Teori biaya (cost theory)
Makalah Teori biaya (cost theory)
 
Peranan sektor pertanian
Peranan sektor pertanianPeranan sektor pertanian
Peranan sektor pertanian
 
Teori perdagangan
Teori perdaganganTeori perdagangan
Teori perdagangan
 
Soal Sbmptn 2016 ekonomi kode soal 423
Soal Sbmptn 2016 ekonomi kode soal 423Soal Sbmptn 2016 ekonomi kode soal 423
Soal Sbmptn 2016 ekonomi kode soal 423
 
Kurva+tabel
Kurva+tabelKurva+tabel
Kurva+tabel
 
Tugas 3 produk bersama dan produk sampingan
Tugas 3 produk bersama dan produk sampinganTugas 3 produk bersama dan produk sampingan
Tugas 3 produk bersama dan produk sampingan
 

Similar to MENYELAMATKAN BUMI

Pengaruh (dampak) populasi ternak terhadap global
Pengaruh (dampak) populasi ternak terhadap globalPengaruh (dampak) populasi ternak terhadap global
Pengaruh (dampak) populasi ternak terhadap globalBlacan
 
Artikel global warming
Artikel global warmingArtikel global warming
Artikel global warmingUmi IstiQfar
 
Makalah pemanasan global
Makalah pemanasan globalMakalah pemanasan global
Makalah pemanasan globalsjati212
 
X 9 26-randi aulia ramadhan
X 9 26-randi aulia ramadhanX 9 26-randi aulia ramadhan
X 9 26-randi aulia ramadhanrandiar
 
X 9 26-randi aulia ramadhan
X 9 26-randi aulia ramadhanX 9 26-randi aulia ramadhan
X 9 26-randi aulia ramadhanrandiar
 
X 9 26-randi aulia ramadhan
X 9 26-randi aulia ramadhanX 9 26-randi aulia ramadhan
X 9 26-randi aulia ramadhanrandiar
 
Laporan World Watch ttg kontribusi peternakan 51% terhadap gas rumahkaca
Laporan World Watch ttg kontribusi peternakan 51% terhadap gas rumahkacaLaporan World Watch ttg kontribusi peternakan 51% terhadap gas rumahkaca
Laporan World Watch ttg kontribusi peternakan 51% terhadap gas rumahkacasuman sutra
 
PENYEBAB TERJADINYA PEMANASAN GLOBAL
PENYEBAB TERJADINYA PEMANASAN GLOBALPENYEBAB TERJADINYA PEMANASAN GLOBAL
PENYEBAB TERJADINYA PEMANASAN GLOBALAstika Rahayu
 
Gwig update 29 april 2013
Gwig update 29 april 2013Gwig update 29 april 2013
Gwig update 29 april 2013Sudirman Sultan
 
Makalah cara mencegah pemanasan global
Makalah cara mencegah pemanasan globalMakalah cara mencegah pemanasan global
Makalah cara mencegah pemanasan globalSeptian Muna Barakati
 
Makalah cara mencegah pemanasan global
Makalah cara mencegah pemanasan globalMakalah cara mencegah pemanasan global
Makalah cara mencegah pemanasan globalWarnet Raha
 
Makalah cara mencegah pemanasan global wa baena
Makalah cara mencegah pemanasan global wa baenaMakalah cara mencegah pemanasan global wa baena
Makalah cara mencegah pemanasan global wa baenaOperator Warnet Vast Raha
 

Similar to MENYELAMATKAN BUMI (20)

Pengaruh (dampak) populasi ternak terhadap global
Pengaruh (dampak) populasi ternak terhadap globalPengaruh (dampak) populasi ternak terhadap global
Pengaruh (dampak) populasi ternak terhadap global
 
Artikel global warming
Artikel global warmingArtikel global warming
Artikel global warming
 
Makalah pemanasan global
Makalah pemanasan globalMakalah pemanasan global
Makalah pemanasan global
 
Makalah pemanasan global
Makalah pemanasan globalMakalah pemanasan global
Makalah pemanasan global
 
Makalah pemanasan global
Makalah pemanasan globalMakalah pemanasan global
Makalah pemanasan global
 
Makalah pemanasan global STIP WUNA
Makalah pemanasan global STIP WUNA Makalah pemanasan global STIP WUNA
Makalah pemanasan global STIP WUNA
 
Makalah pemanasan global xii ipa 2
Makalah pemanasan global xii ipa 2Makalah pemanasan global xii ipa 2
Makalah pemanasan global xii ipa 2
 
X 9 26-randi aulia ramadhan
X 9 26-randi aulia ramadhanX 9 26-randi aulia ramadhan
X 9 26-randi aulia ramadhan
 
X 9 26-randi aulia ramadhan
X 9 26-randi aulia ramadhanX 9 26-randi aulia ramadhan
X 9 26-randi aulia ramadhan
 
X 9 26-randi aulia ramadhan
X 9 26-randi aulia ramadhanX 9 26-randi aulia ramadhan
X 9 26-randi aulia ramadhan
 
Global warming
Global warmingGlobal warming
Global warming
 
Laporan World Watch ttg kontribusi peternakan 51% terhadap gas rumahkaca
Laporan World Watch ttg kontribusi peternakan 51% terhadap gas rumahkacaLaporan World Watch ttg kontribusi peternakan 51% terhadap gas rumahkaca
Laporan World Watch ttg kontribusi peternakan 51% terhadap gas rumahkaca
 
PENYEBAB TERJADINYA PEMANASAN GLOBAL
PENYEBAB TERJADINYA PEMANASAN GLOBALPENYEBAB TERJADINYA PEMANASAN GLOBAL
PENYEBAB TERJADINYA PEMANASAN GLOBAL
 
Gwig update 29 april 2013
Gwig update 29 april 2013Gwig update 29 april 2013
Gwig update 29 april 2013
 
Gwig update 2 mei 2013
Gwig update 2 mei 2013Gwig update 2 mei 2013
Gwig update 2 mei 2013
 
4
44
4
 
Makalah cara mencegah pemanasan global
Makalah cara mencegah pemanasan globalMakalah cara mencegah pemanasan global
Makalah cara mencegah pemanasan global
 
Makalah cara mencegah pemanasan global
Makalah cara mencegah pemanasan globalMakalah cara mencegah pemanasan global
Makalah cara mencegah pemanasan global
 
Makalah cara mencegah pemanasan global
Makalah cara mencegah pemanasan globalMakalah cara mencegah pemanasan global
Makalah cara mencegah pemanasan global
 
Makalah cara mencegah pemanasan global wa baena
Makalah cara mencegah pemanasan global wa baenaMakalah cara mencegah pemanasan global wa baena
Makalah cara mencegah pemanasan global wa baena
 

More from Eco Chem

Artikel alih fungsi lahan pertanian
Artikel alih fungsi lahan pertanianArtikel alih fungsi lahan pertanian
Artikel alih fungsi lahan pertanianEco Chem
 
Mengenal lebih dekat tentang air sadah
Mengenal lebih dekat tentang air sadahMengenal lebih dekat tentang air sadah
Mengenal lebih dekat tentang air sadahEco Chem
 
Teori bohr mengenai atom hidrogen
Teori bohr mengenai atom hidrogenTeori bohr mengenai atom hidrogen
Teori bohr mengenai atom hidrogenEco Chem
 
Gelombang elektromagnetik
Gelombang elektromagnetikGelombang elektromagnetik
Gelombang elektromagnetikEco Chem
 
Koloid ppt
Koloid pptKoloid ppt
Koloid pptEco Chem
 

More from Eco Chem (6)

Artikel alih fungsi lahan pertanian
Artikel alih fungsi lahan pertanianArtikel alih fungsi lahan pertanian
Artikel alih fungsi lahan pertanian
 
Mengenal lebih dekat tentang air sadah
Mengenal lebih dekat tentang air sadahMengenal lebih dekat tentang air sadah
Mengenal lebih dekat tentang air sadah
 
Psb
PsbPsb
Psb
 
Teori bohr mengenai atom hidrogen
Teori bohr mengenai atom hidrogenTeori bohr mengenai atom hidrogen
Teori bohr mengenai atom hidrogen
 
Gelombang elektromagnetik
Gelombang elektromagnetikGelombang elektromagnetik
Gelombang elektromagnetik
 
Koloid ppt
Koloid pptKoloid ppt
Koloid ppt
 

Recently uploaded

LATIHAN SOAL geo ANALISA DATA PENDUDUK.doc
LATIHAN SOAL geo ANALISA DATA PENDUDUK.docLATIHAN SOAL geo ANALISA DATA PENDUDUK.doc
LATIHAN SOAL geo ANALISA DATA PENDUDUK.docjohan effendi
 
1.2.a.6 Dekon modul 1.2. DINI FITRIANI.pdf
1.2.a.6 Dekon modul 1.2. DINI FITRIANI.pdf1.2.a.6 Dekon modul 1.2. DINI FITRIANI.pdf
1.2.a.6 Dekon modul 1.2. DINI FITRIANI.pdfsandi625870
 
Keberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptx
Keberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptxKeberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptx
Keberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptxLeniMawarti1
 
slide presentation bab 2 sain form 2.pdf
slide presentation bab 2 sain form 2.pdfslide presentation bab 2 sain form 2.pdf
slide presentation bab 2 sain form 2.pdfNURAFIFAHBINTIJAMALU
 
PPT TEKS TANGGAPAN KELAS 7 KURIKUKULM MERDEKA
PPT TEKS TANGGAPAN KELAS 7 KURIKUKULM MERDEKAPPT TEKS TANGGAPAN KELAS 7 KURIKUKULM MERDEKA
PPT TEKS TANGGAPAN KELAS 7 KURIKUKULM MERDEKARenoMardhatillahS
 
Pelatihan Asesor 2024_KEBIJAKAN DAN MEKANISME AKREDITASI PAUD TAHUN 2024 .pdf
Pelatihan Asesor 2024_KEBIJAKAN DAN  MEKANISME AKREDITASI PAUD TAHUN 2024 .pdfPelatihan Asesor 2024_KEBIJAKAN DAN  MEKANISME AKREDITASI PAUD TAHUN 2024 .pdf
Pelatihan Asesor 2024_KEBIJAKAN DAN MEKANISME AKREDITASI PAUD TAHUN 2024 .pdfEmeldaSpd
 
Modul persamaan perakaunan prinsip akaun
Modul persamaan perakaunan prinsip akaunModul persamaan perakaunan prinsip akaun
Modul persamaan perakaunan prinsip akaunnhsani2006
 
UNSUR - UNSUR, LUAS, KELILING LINGKARAN.pptx
UNSUR - UNSUR, LUAS, KELILING LINGKARAN.pptxUNSUR - UNSUR, LUAS, KELILING LINGKARAN.pptx
UNSUR - UNSUR, LUAS, KELILING LINGKARAN.pptxFranxisca Kurniawati
 
materi pembelajaran tentang INTERNET.ppt
materi pembelajaran tentang INTERNET.pptmateri pembelajaran tentang INTERNET.ppt
materi pembelajaran tentang INTERNET.pptTaufikFadhilah
 
Tina fitriyah - Uji Sampel statistik.pptx
Tina fitriyah - Uji Sampel statistik.pptxTina fitriyah - Uji Sampel statistik.pptx
Tina fitriyah - Uji Sampel statistik.pptxTINAFITRIYAH
 
Program Roots Indonesia/Aksi Nyata AAP.pdf
Program Roots Indonesia/Aksi Nyata AAP.pdfProgram Roots Indonesia/Aksi Nyata AAP.pdf
Program Roots Indonesia/Aksi Nyata AAP.pdfwaktinisayunw93
 
Panduan Mengisi Dokumen Tindak Lanjut.pdf
Panduan Mengisi Dokumen Tindak Lanjut.pdfPanduan Mengisi Dokumen Tindak Lanjut.pdf
Panduan Mengisi Dokumen Tindak Lanjut.pdfandriasyulianto57
 
Keberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptx
Keberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptxKeberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptx
Keberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptxLeniMawarti1
 
PERTEMUAN 9 KESEIM 3 SEKTOR.............
PERTEMUAN 9 KESEIM 3 SEKTOR.............PERTEMUAN 9 KESEIM 3 SEKTOR.............
PERTEMUAN 9 KESEIM 3 SEKTOR.............SenLord
 
PLaN & INTERVENSI untuk sekolah yang memerlukan
PLaN & INTERVENSI untuk sekolah yang memerlukanPLaN & INTERVENSI untuk sekolah yang memerlukan
PLaN & INTERVENSI untuk sekolah yang memerlukanssuserc81826
 
Aksi Nyata PERENCANAAN BERBASIS DATA.pptx
Aksi Nyata PERENCANAAN BERBASIS DATA.pptxAksi Nyata PERENCANAAN BERBASIS DATA.pptx
Aksi Nyata PERENCANAAN BERBASIS DATA.pptxdonny761155
 
PUEBI.bahasa Indonesia/pedoman umum ejaan bahasa Indonesia pptx.
PUEBI.bahasa Indonesia/pedoman umum ejaan bahasa Indonesia pptx.PUEBI.bahasa Indonesia/pedoman umum ejaan bahasa Indonesia pptx.
PUEBI.bahasa Indonesia/pedoman umum ejaan bahasa Indonesia pptx.aechacha366
 
SKPM Kualiti @ Sekolah 23 Feb 22222023.pptx
SKPM Kualiti @ Sekolah 23 Feb 22222023.pptxSKPM Kualiti @ Sekolah 23 Feb 22222023.pptx
SKPM Kualiti @ Sekolah 23 Feb 22222023.pptxg66527130
 
PPT IPS Geografi SMA Kelas X_Bab 5_Atmosfer.pptx_20240214_193530_0000.pdf
PPT IPS Geografi SMA Kelas X_Bab 5_Atmosfer.pptx_20240214_193530_0000.pdfPPT IPS Geografi SMA Kelas X_Bab 5_Atmosfer.pptx_20240214_193530_0000.pdf
PPT IPS Geografi SMA Kelas X_Bab 5_Atmosfer.pptx_20240214_193530_0000.pdfNatasyaA11
 
KISI-KISI Soal PAS Geografi Kelas XII.docx
KISI-KISI Soal PAS Geografi Kelas XII.docxKISI-KISI Soal PAS Geografi Kelas XII.docx
KISI-KISI Soal PAS Geografi Kelas XII.docxjohan effendi
 

Recently uploaded (20)

LATIHAN SOAL geo ANALISA DATA PENDUDUK.doc
LATIHAN SOAL geo ANALISA DATA PENDUDUK.docLATIHAN SOAL geo ANALISA DATA PENDUDUK.doc
LATIHAN SOAL geo ANALISA DATA PENDUDUK.doc
 
1.2.a.6 Dekon modul 1.2. DINI FITRIANI.pdf
1.2.a.6 Dekon modul 1.2. DINI FITRIANI.pdf1.2.a.6 Dekon modul 1.2. DINI FITRIANI.pdf
1.2.a.6 Dekon modul 1.2. DINI FITRIANI.pdf
 
Keberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptx
Keberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptxKeberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptx
Keberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptx
 
slide presentation bab 2 sain form 2.pdf
slide presentation bab 2 sain form 2.pdfslide presentation bab 2 sain form 2.pdf
slide presentation bab 2 sain form 2.pdf
 
PPT TEKS TANGGAPAN KELAS 7 KURIKUKULM MERDEKA
PPT TEKS TANGGAPAN KELAS 7 KURIKUKULM MERDEKAPPT TEKS TANGGAPAN KELAS 7 KURIKUKULM MERDEKA
PPT TEKS TANGGAPAN KELAS 7 KURIKUKULM MERDEKA
 
Pelatihan Asesor 2024_KEBIJAKAN DAN MEKANISME AKREDITASI PAUD TAHUN 2024 .pdf
Pelatihan Asesor 2024_KEBIJAKAN DAN  MEKANISME AKREDITASI PAUD TAHUN 2024 .pdfPelatihan Asesor 2024_KEBIJAKAN DAN  MEKANISME AKREDITASI PAUD TAHUN 2024 .pdf
Pelatihan Asesor 2024_KEBIJAKAN DAN MEKANISME AKREDITASI PAUD TAHUN 2024 .pdf
 
Modul persamaan perakaunan prinsip akaun
Modul persamaan perakaunan prinsip akaunModul persamaan perakaunan prinsip akaun
Modul persamaan perakaunan prinsip akaun
 
UNSUR - UNSUR, LUAS, KELILING LINGKARAN.pptx
UNSUR - UNSUR, LUAS, KELILING LINGKARAN.pptxUNSUR - UNSUR, LUAS, KELILING LINGKARAN.pptx
UNSUR - UNSUR, LUAS, KELILING LINGKARAN.pptx
 
materi pembelajaran tentang INTERNET.ppt
materi pembelajaran tentang INTERNET.pptmateri pembelajaran tentang INTERNET.ppt
materi pembelajaran tentang INTERNET.ppt
 
Tina fitriyah - Uji Sampel statistik.pptx
Tina fitriyah - Uji Sampel statistik.pptxTina fitriyah - Uji Sampel statistik.pptx
Tina fitriyah - Uji Sampel statistik.pptx
 
Program Roots Indonesia/Aksi Nyata AAP.pdf
Program Roots Indonesia/Aksi Nyata AAP.pdfProgram Roots Indonesia/Aksi Nyata AAP.pdf
Program Roots Indonesia/Aksi Nyata AAP.pdf
 
Panduan Mengisi Dokumen Tindak Lanjut.pdf
Panduan Mengisi Dokumen Tindak Lanjut.pdfPanduan Mengisi Dokumen Tindak Lanjut.pdf
Panduan Mengisi Dokumen Tindak Lanjut.pdf
 
Keberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptx
Keberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptxKeberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptx
Keberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptx
 
PERTEMUAN 9 KESEIM 3 SEKTOR.............
PERTEMUAN 9 KESEIM 3 SEKTOR.............PERTEMUAN 9 KESEIM 3 SEKTOR.............
PERTEMUAN 9 KESEIM 3 SEKTOR.............
 
PLaN & INTERVENSI untuk sekolah yang memerlukan
PLaN & INTERVENSI untuk sekolah yang memerlukanPLaN & INTERVENSI untuk sekolah yang memerlukan
PLaN & INTERVENSI untuk sekolah yang memerlukan
 
Aksi Nyata PERENCANAAN BERBASIS DATA.pptx
Aksi Nyata PERENCANAAN BERBASIS DATA.pptxAksi Nyata PERENCANAAN BERBASIS DATA.pptx
Aksi Nyata PERENCANAAN BERBASIS DATA.pptx
 
PUEBI.bahasa Indonesia/pedoman umum ejaan bahasa Indonesia pptx.
PUEBI.bahasa Indonesia/pedoman umum ejaan bahasa Indonesia pptx.PUEBI.bahasa Indonesia/pedoman umum ejaan bahasa Indonesia pptx.
PUEBI.bahasa Indonesia/pedoman umum ejaan bahasa Indonesia pptx.
 
SKPM Kualiti @ Sekolah 23 Feb 22222023.pptx
SKPM Kualiti @ Sekolah 23 Feb 22222023.pptxSKPM Kualiti @ Sekolah 23 Feb 22222023.pptx
SKPM Kualiti @ Sekolah 23 Feb 22222023.pptx
 
PPT IPS Geografi SMA Kelas X_Bab 5_Atmosfer.pptx_20240214_193530_0000.pdf
PPT IPS Geografi SMA Kelas X_Bab 5_Atmosfer.pptx_20240214_193530_0000.pdfPPT IPS Geografi SMA Kelas X_Bab 5_Atmosfer.pptx_20240214_193530_0000.pdf
PPT IPS Geografi SMA Kelas X_Bab 5_Atmosfer.pptx_20240214_193530_0000.pdf
 
KISI-KISI Soal PAS Geografi Kelas XII.docx
KISI-KISI Soal PAS Geografi Kelas XII.docxKISI-KISI Soal PAS Geografi Kelas XII.docx
KISI-KISI Soal PAS Geografi Kelas XII.docx
 

MENYELAMATKAN BUMI

  • 1. ANCAMAN PEMANASAN GLOBAL OLEH HEWAN TERNAK Istilah pemanasan global (global warming) bukan menjadi istilah asing lagi bagi kita sekarang ini. Selama ini, isu tentang pemanasan global semakin sering didengungkan oleh berbagai pihak meskipun banyak juga pihak-pihak yang menyebutkan bahwa pemanasan global merupakan berita “hoax” terbesar yang pernah ada. Seperti pernyataan yang dibuat oleh Donald Trump Presiden Amerika Serikat saat ini yang mengatakan bahwa China telah membuat hoax tentang global warming. Gambar 1. Donald Trump Tidak Percaya Global Warming Terlepas ada orang yang percaya atau tidak, pada kenyataannya sekarang dunia memang sudah berubah. Pasti kita sering mendengar atau bahkan kita sendiri yang mengatakan “panas banget ya hari ini!”. Kondisi suhu panas yang sering dirasakan oleh orang-orang sekarang ini berbanding lurus dengan data yang menunjukkan bahwa planet Bumi terus mengalami peningkatan suhu yang menghawatikan dari tahun ke tahun. Hal ini juga didukung dengan
  • 2. terjadinya fenomena-fenomena alam yang cenderung semakin sulit dikendalikan. Gambar 2. Efek Global Warming Pemanasan Global (Global Warming) Pengertian tentang pemanasan global sudah banyak dibahas oleh para ahli. Kita juga tidak susah lagi mencari tahu apa itu pemanasan global, penyebabnya, dan dampak yang ditimbulkannya. Bahkan solusi untuk mengatasi pemanasan global juga sudah banyak dibahas. Setiap kali kita mendiskusikan penyebab pemanasan global, bahan bakar fosil menjadi tersangka utamanya. Mulai dari minyak bumi, gas alam, batu bara, dan lainnya yang menghasilkan emisi CO2 (karbondioksida). Tanpa kita sadari ternyata ada lagi tersangka yang menyebabkan pemanasan global, bahkan lebih kuat dari emisi bahan bakar fosil, dia adalah si “Hewan- Hewan Ternak”. Gambar 3. Hewan Ternak Lebih Berperan dalam Pemanasan Global
  • 3. Emisi Gas Rumah Kaca oleh industri Peternakan Menurut organisasi pangan dan pertanian PBB (FAO) dalam laporan yang berjudul Livestock’s Long Shadow tahun 2006 dan laporan berikutnya tahun 2008 dengan judul Kick the Habit disebutkan bahwa “industri peternakan menyumbang 18% atau 7.516 juta metrik ton per tahun emisi gas rumah kaca (GRK) yang berupa karbondioksida (CO2), metana (CH4), dan dinitro oksida (N2O). Jumlah ini jauh lebih besar dari sumbangan emisi gas rumah kaca CO2 dari seluruh moda transportasi di dunia yang ‘hanya’ 13,5%”. Bahkan menurut Goodland & Anhang (2009) bahwa industri peternakan telah menyumbang 32.564 juta metrik ton atau 51 % dari seluruh emisi GRK dunia per tahun. Gambar 4. Hasil Penelitian World Watch Institute Bahaya Hewan Ternak Hewan ternak yang biasanya menjadi hewan yang berguna bagi manusia justru akan menjadi agen pembawa kehancuran bagi dunia. Hewan-hewan ternak ini menghasilkan emisi
  • 4. GRK berasal dari kotoran, sistem pernafasan, pembukaan lahan untuk beternak, pengolahan dan pengiriman produk dagingnya. Bahaya hewan ternak bukan pada dagingnya maupun bagian tubuh lainnya tetapi pada beberapa gas yang dihasilkan selama dia hidup. Gas-gas tersebut adalah CH4 (metana), N2O (dinitro oksida) dan CO2 (karbondioksida). Gas-gas Ternak ruminansia (sapi, domba dan lainnya) menghasilkan CH4 lebih banyak daripada ternak non ruminansia (babi, kuda dan lainnya) tetapi menghasilkan gas CO2 dan N2O lebih banyak (Maryono, 2010). 1 molekul CH4 = 23 molekul CO2 bahkan 1 molekul N2O = 300 molekul CO2. Berdasarkan data tersebut, gas CH4 dan N2O yang dihasilkan industri peternakan akan lebih berbahaya dari pembakaran bahan bakar fosil. Kalau untuk beberapa hewan ternak saja, gas-gas tersebut tidaklah berbahaya karena masih dapat dinetralisir oleh tumbuhan, tetapi akan lain ceritanya jika ada milyaran hewan ternak yang hidup di bumi ini dan ironisnya lagi banyak hutan dibabat untuk lahan beternak. “Hal ini seperti kita memperbanyak jumlah penghasil polusi dan mengurangi jumlah penetral polusi demi memperbanyak jumlah penghasil polusi”. Metana Metana mempunyai rumus kimia (CH4) yang termasuk dalam golongan alkana pada senyawa-senyawa organik. Metana mempunyai wujud gas dan merupakan gas yang mudah terbakar sehingga bisa digunakan sebagai sumber bahan bakar. Gas metana terdapat secara alami namun sekarang metana banyak dihasilkan oleh hewan-hewan ternak yang menurut FAO sebanyak 37%. Efek pemanasan metana di atmosfer jauh lebih kuat daripada CO2 tetapi umur paruhnya di atmosfer hanya sekitar 8 tahun, dibandingkan dengan CO2 setidaknya selama 100 tahun (Goodland & Anhang, 2009).
  • 5. Hewan-hewan ternak yang paling banyak menghasilkan gas CH4 adalah sapi dan kerbau. Hal ini ditunjukkan pada tabel berikut Tabel 1. Jumlah Emisi Beberapa Hewan Ternak No Jenis Ternak Faktor emisi metana (kg/ekor/tahun) 1 Sapi pedaging 47 2 Sapi perah 61 3 Kerbau 55 4 Domba 5 5 Kambing 5 6 Babi 1 7 Kuda 18 Sumber : IPCC 2006 Berdasarkan tabel 1. dapat kita lihat kalau sapi perah kerbau dan sapi pedaging yang menempati tiga teratas penghasil metana untuk hewan ternak. Sayangnya sekarang, hewan- hewan ternak tersebut justru mempunyai populasi yang sangat besar. Menurut laporan FAO dalam Goodland & Anhang (2009) disebutkan bahwa jumlah hewan ternak di dunia sebanyak 21, 7 miliar, sementara menurut organisasi non-pemerintah ada 50 miliar hewan ternak yang dipelihara di dunia setiap tahunnya di awal tahun 2000-an. Jika melihat jumlah tersebut bisa dibayangkan berapa jumlah emisi GRK yang dihasilkan Bagaimana cara gas metana dihasilkan oleh sapi? Sapi menghasilkan gas metana melalui sistem pencernaannya sehingga saat sapi bersendawa dan kentut maka gas metana- lah yang paling banyak dihasilkan. Kotoran sapi juga dapat menghasilkan gas metana, oleh karena itu kita mengenal yang namanya “biogas”. Biogas dapat digunakan sebagai bahan
  • 6. bakar karena mengandung gas metana. Jadi semakin banyak populasi hewan ternak dalam hal ini sapi maka jumlah emisi gas met ana juga akan semakin banyak. Gambar 5. Gas metana dari kentut sapi membuat balon yang ada di atasnya menjadi mengembang DAMPAK INDUSTRI PETERNAKAN Dampak yang ditimbulkan dari industri peternakan benar-benar sangat mengkhawatirkan. Berikut merupakan beberapa dampak yang ditimbulkan dari merajalelanya industri peternakan di dunia: Penggundulan Hutan  Sejak 1990-an, sekitar 90% penggunaan hutan Amazon di Brazil di babat untuk tempat merumput sapi dan untuk menanam pakan ternak (Margulis, 2004).  Di Queensland Australia sekitar 91% hutan di babat untuk tempat merumput peternakan selama periode 20 tahun (SLATS report, 2009)
  • 7. Gambar 6. Proyeksi Penyusutan Jumlah Hutan Amazon Tahun 2030 Akibat Industri Peternakan Penggunaan Air Berlebih  Memerlukan lebih dari 20.000 Liter air untuk memproduksi 1 Kg daging sapi, tapi hanya perlu 2.000 Liter air untuk memproduksi 1 Kg kedelai, 900 Liter air untuk memproduksi gandum, dan 650 Liter air untuk memproduksi jagung (Primentel et al, 2004).  1 orang menggunkan lebih dari 15.000 Liter air perharinya untuk orang yang memakan daging, ini lebih banyak dari orang yang vegetarian (Rijsberman, 2008). Penggunaan Tanah  Produksi peternakan menggunakan 70% dari seluruh tanah pertanian di dunia dan 30% tanah tanpa es di planet ini (Livestock’s Long Shadow, UN, FAO, 2006).
  • 8. Gambar 7. Industri Peternakan Membutuhkan Lahan yang Luas Penyebaran Penyakit  Lebih dari 65% penyakit menular manusia diketahui ditularkan melalui hewan ternak. Flu babi dan flu burung terjadi karena kondisi kandang yang kotor dan penjagalan yang tidak sesuai prosedur dari pabrik peternakan menjadi pusat bakteri dan virus yang mematikan. Kathy Freston, 2010).  Penyakit lainnya yang berhubungan dengan daging seperti TBC, listeria, penyakit Chrohn, sapi gila, campylobacter, Staphylococcus aureus, radang paru-paru 2009 yang berjangkit di China.  Antibiotik yang dipakai teratur dalam peternakan menyebabkan bakteri bermutasi, menjadi penyakit yang kebal obat (Kohanski, 2010). Emisi Gas Rumah Kaca  Peternakan dan produknya bertanggungjawab terhadap 51% emisi gas rumah kaca (Goodland & Anhang, 2009).  Emisi CH4 yang dihasilkan hewan ternak 23 kali lebih berbahaya dari emisi CO2 yang dihasilkan mode tranportasi berbahan bakar fosil (Goodland & Anhang, 2009).  Emisi N2O yang dihasilkan hewan ternak 300 kali lebih panas dari emisi CO2, dan 65% emisi N2O di dunia dihasilkan dari industri peternakan(Goodland & Anhang, 2009).
  • 9.  Karbon hitam (4.470 kali lebih berbahaya dari CO2) dihasilkan dari hutan dan padang rumput yang dibakar untuk peternakan dan dapat tertinggal di atmosfer selama beberapa hari atau minggu (Nature Geoscience, 2009). Gambar 8. Hewan Ternak Merupakan Salah Satu Penyebab Perubahan Iklim Dunia Penyebab Polusi  Industri peternakan menghasilkan 64% dari semua amonia (NH3) di dunia, yang dampaknya dapat menghasilkan hujan asam dan hidrogen sulfida (H2S) yang merupakan gas yang berbahaya (Natural Resource Defense Council, 2011).  Satu peternakan di Amerika Serikat menghasilkan lebih banyak limbah dan polusi dibanding seluruh limbah kota Houston, Texas, AS (Shapley, 2008).  Pada tahun 1996, industri sapi, babi dan ayam di AS menghasilkan 1,4 miliar ton limbah ternak atau 130 kali lebih banyak dari seluruh limbah kotoran manusia (Human Farming Association, 2010).
  • 10. Gambar 9. Perbandingan Berat Kotoran Hewan Ternak Terhadap Mobil Pemakaian Sumber Daya yang Berlebihan  Bahan bakar: Satu potong daging sapi panggang seberat 6 ons memerlukan 16 kali energi bahan bakar fosil lebih banyak daripada satu hidangan vegan berisi tiga jenis sayuran dan nasi. 1 Kg daging sapi = berkendara sejauh 250 Km dan menyalakan lampu 100 Watt selama 20 hari tanpa henti (NYTimes, 2005).  Makanan: Saat ini 80% anak-anak kelaparan tinggal di negara yang mengekspor hasil pertanian untuk memberi makan ternak. Memproduksi 1 Kg daging sapi memerlukan 7 Kg biji-bijian untuk makanannya, yang bisa juga dikonsumsi oleh manusia (Rifkin, 2011). ADAKAH SOLUSINYA ? Setelah rentetan fakta-fakta mencenganngkan yang telah dibahas sebelumnya, akan muncul pertanyaan yang terpenting yaitu, adakah solusi dari semua permasalahan ini? Kabar baiknya, ada solusi untuk menghentikan global warming dan masih ada waktu untuk
  • 11. melakukannya tetapi yang terpenting sekarang adalah KEMAUAN KITA UNTUK MELAKUKANNYA! Laporan yang dirilis oleh Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) lebih menyoroti masalah “Mengubah Pola Hidup yang Salah”. Sebenarnya kita tidak memerlukan perubahan yang radikal untuk membantu Bumi menjadi lebih bersahabat. Kita hanya perlu mengubah beberapa rutinitas yang dapat “menurunkan jejak karbon dari industri peternakan” 1Kurangi Konsumsi Daging Penelitian yang dilakukan oleh Professor Gidon Eshel dan Pamela Martin dari Universitas Chicago menyimpulkan bahwa mengganti pola makan daging dengan pola makan vegetarian akan memberikan 50% lebih efektif mencegah pemanasan global daripada mengganti sebuah mobil SUV dengan mobil hibrida. Begitu juga dengan seorang vegetarian dengan standar diet orang Amerika akan menghemat 1,5 ton emisi rumah kaca setiap tahunnya! Dengan mengurangi konsumsi daging maka secara otomatis produsen hewan ternak juga akan mengurangi jumlah hewan ternaknya. Jadi kita mulai dari diri kita sendiri untuk menyelamatkan dunia.
  • 12. Gambar 10. Produk Daging Sapi 2 Mengganti Produk Olahan Daging dengan Produk Nabati Perusahaan makanan dapat memproduksi dan memasarkan produk alternatif pengganti hewani yang memiliki rasa serupa, tetapi lebih mudah dimasak, lebih murah, dan lebih sehat, sehingga lebih baik daripada produk hewani. Produk pengganti daging telah dijual di beberapa negara dan terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Di seluruh dunia, pasar untuk produk pengganti daging dan susu memiliki potensi hampir sebesar pasar untuk produk hewan ternak. Dengan mengganti produk hewan ternak, maka akan mengurangi jumlah emisi GRK secara signifikan yang ditimbulkan oleh hewan-hewan ternak. Produk pengganti juga akan mengurangi krisis air global dan menghentikan jumlah hutan yang dibabat untuk peternakan (Goodland & Anhang, 2009).
  • 13.
  • 14. DAFTAR PUSTAKA FAO.2011. Livestock Long Shadow. FAO Corporate Document Repository. http://www.fao.org/ docrep/ 010/a0701e/a0701e00.HTM. (5 April 2017). Goodland, R. and Anhang, J. (2009, December) : Livestock and Climate Change. World Watch Magazine 22(6). Retrieved January 11, 2011 from Worldwatch institute websitehttp://www.worldwatch.org/files/pdf/Livestock%20and%20Climate%20 Change.pdf Humane Farming Association [HFA] (2010). Factory Farming: The True Cost. Retrieved April 5, 2017 from http://all-creatures.org/articles/at-factoryfarming.html. IPCC (2006). 2006 IPCC Guidelines for National Greenhouse Gas Inventories: Volume 4, Agriculture, Forestry and Other Land Use, Eggleston H.S., Buendia L., Miwa K., Ngara T. and Tanabe K. (eds). Published: IGES, Japan. Kohanski, M.A., DePristo, M.A. and Collins, J.J. (2010). Sublethal Atibiotic Treatment Leads to Multidrug Resistance via Radical-Induced Mutagenesis. ScienceDirect. Retrieved April 5, 2017 from http://www.cell.com/molecular- cell/fulltext/S1097-2765%2810%2900028-6 Kathy Freston, K. (2010, 5 January). Flu Season: Factory Farming Could Cause A Catastrophic Pandemic. The Huffington Post. Pimentel, D.,Berger, B., Filiberto, D., Newton, M., Wolfe, B., Karabinakis, E., et al. (2004, Oktober). Water Resource Agricultural And Environmental Issues. BioScience [Electronic version].
  • 15. Rifkin, J. (nd). Feed World . Why eating meat is a major cause of world hunger and going vegetarian is a solution. Viva! Guides. Retrieved April 5, 2017 from http://www.viva.org.uk/guides/feedtheworld.htm Rijsberman, F. R. (2008, September). Every Last Drop, Managing our way out of the water crisis. Boston review. Shapley, D.(2008). One Farm. More Pollution Than Houston, Texas. The Daily Green. Retrivied January 11, 2011 from http://www.thedailygreen.com/healty- eating/eat-safe/factory-farm-47092401.