SlideShare a Scribd company logo
1 of 13
MENGENAL LEBIH DEKAT TENTANG AIR SADAH
A. Pengertian
Jika kita mendengar tentang air sadah, kemungkinan besar kita akan bertanya-tanya,
“apa itu air sadah?”. Istilah air sadah memang tidak sefamiliar jenis air lainnya seperti air
tawar, air laut, air payau, maupun air lainnya, tapi bagaimana dengan “air sadah”?
Pertama-tama kita harus ketahui dulu apa itu kesadahan. Menurut pengertian dari
berbagai sumber “kesadahan merupakan petunjuk kemampuan air untuk membentuk busa
apabila dicampur dengan sabun”. Pada air yang memiliki kadar kesadahan rendah, air akan
dapat membentuk busa apabila dicampur dengan sabun. Hal sebaliknya terjadi pada air yang
memiliki kadar kesadahan tinggi. Air dengan kesadahan tinggi sulit, bahkan tidak akan dapat
membentuk busa jika ia dicampur dengan sabun. Selain itu, kesadahan juga merupakan
petunjuk yang penting dalam kaitannya dengan usaha untuk memanipulasi nilai pH.
Kesadahan dalam air terutama disebabkan oleh ion-ion Ca2+ dan Mg2+, Mn2+, Fe2+
dan semua kation yang bermuatan dua. Ion-ion ini terdapat dalam air dalam bentuk sulfat,
klorida, dan hidrogen-karbonat. Kesadahan air alam biasanya disebabkan oleh garam
karbonat atau garam asamnya. Kesadahan yang tinggi bisa disebabkan oleh limbah industri
maupun terjadi secara alami karena susunan geologi tanah di sekitar sumber air. Misalnya, air
yang kesadahannya tinggi biasanya terdapat pada air tanah di daerah yang mengandung
kapur. Misalnya, pada sungai yang mengalir melalui daerah yang mengandung gips CaSO4,
akan terkandung garam itu pula. Garam CaCl2 yang digunakan untuk melawan debu di jalan
juga dapat terbawa ke sungai dan meningkatkan kesadahannya.
Kesadahan tidak menguntungkan, air yang dianggap bermutu tinggi memiliki
kesadahan yang rendah. Kesadahan yang terlalu tinggi akan menambah nilai pH larutan
sehingga daya kerja aluminat tidak efektif karena ion aluminium yang bersifat amfoter akan
mengikuti lingkungannya dimana akan terbentuk senyawa aluminium yang sukar mengendap.
Apabila kesadahan terlalu rendah, secara simultan alkalinitas juga cenderung rendah. Ini akan
mengganggu penyusunan ikatan antara koloida dengan aluminat dimana gugus hidrofobik
koloida akan tetap melayang dan sukar bereaksi dengan koagulan mengakibatkan massa atom
relatif ringan sehingga sukar mengendap. Air sadah juga tidak menguntungkan/mengganggu
proses pencucian menggunakan sabun. Bila sabun digunakan pada air sadah, mula-mula
sabun harus bereaksi terlebih dahulu dengan setiap ion kalsium dan magnesium yang terdapat
dalam air sebelum sabun dapat berfungsi menurunkan tegangan permukaan. Hal ini bukan
saja akan banyak memboroskan pengunaan sabun, tetapi gumpalan-gumpalan yang terjadi
akan mengendap sebagai lapisan tipis pada alat-alat yang dicuci sehingga mengganggu
pembersihan dan pembilasan oleh air.
B. PENGGOLONGAN AIR SADAH
Kesadahan air dapat digolongkan menjadi dua yaitu kesadahan sementara dan kesadahan
tetap. Kesadahan sementara bersifat sementara sementara kesadahan tetap bersifat menetap
dan sulit untuk dikembalikan ke kondisi awalnya. Kesadahan sementara disebabkan oleh
adanya ion-ion kalsium dan bikarbonat dalam air. Sedangkan kesadahan tetap disebabkan
oleh adanya kalsium atau magnesium sulfat yang proses pelunakannya melalui proses kapur-
soda abu, proses zeolit dan proses resin organik (Achmad, 2004) Kesadahan sementara dapat
dihilangkan dengan jalan mendidihkan air tersebut karena terjadi reaksi:
Ca2+ + 2 HCO3
-
(aq) → CaCO3(s) + CO2(g) + H2O(l)
C. JENIS-JENIS AIR SADAH
Kesadahan dibagi dalam dua tipe, yaitu:
(1) Kesadahan umum (“general hardness” atau GH), dan
(2) Kesadahan karbonat (“carbonate hardness” atau KH).
Disamping dua tipe kesadahan tersebut, dikenal pula tipe kesadahan yang lain yaitu yang
disebut sebagai kesadahan total atau total hardness. Kesadahan total merupakan penjumlahan
dari GH dan KH.
Kesadahan umum atau General Hardness merupakan ukuran yang menunjukkan
jumlah ion kalsium (Ca2+) dan ion magnesium (Mg2+) dalam air. Ion-ion lain sebenarnya ikut
pula mempengaruhi nilai GH, akan tetapi pengaruhnya diketahui sangat kecil dan relatif sulit
diukur sehingga dapat diabaikan.
GH pada umumnya dinyatakan dalam satuan ppm (part per million/satu per-sejuta
bagian) kalsium karbonat (CaCO3), tingkat kekerasan (dH), atau dengan menggunakan
konsentrasi molar CaCO3. Satu satuan kesadahan Jerman atau dH sama dengan 10 mg CaO
(kalsium oksida) per liter air. Kesadahan pada umumnya menggunakan satuan ppm CaCO3,
dengan demikian satu satuan Jerman (dH) dapat diekspresikan sebagai 17.8 ppm
CaCO3. Sedangkan satuan konsentrasi molar dari 1 mili ekuivalen = 2.8 dH = 50
ppm. Berikut adalah kriteria selang kesadahan yang biasa dipakai:
- 0 - 4 dH, 0 - 70 ppm : sangat rendah (sangat lunak)
- 4 - 8 dH, 70 – 140 ppm : rendah (lunak)
- 8 – 12 dH, 140 – 210 ppm : sedang
- 12 – 18 dH, 210 – 320 ppm : agak tinggi (agak keras)
- 18 – 30 dH, 320 – 530 ppm : tinggi (keras)
Untuk air minum, kesadahan dibawah 250 ppm masih dapat diterima, sementara
diatas 500 ppm akan merusak kesehatan.
Dalam kaitannya dengan proses biologi, GH lebih penting peranananya dibandingkan
dengan KH ataupun kesadahan total. Apabila ikan atau tanaman dikatakan memerlukan air
dengan kesadahan tinggi (keras) atau rendah (lunak), hal ini pada dasarnya mengacu kepada
GH. Ketidaksesuaian GH akan mempengaruhi transfer hara/gizi dan hasil sekresi melalui
membran serta dapat mempengaruhi kesuburan, fungsi organ dalam (seperti ginjal), dan
pertumbuhan. Setiap jenis ikan memerlukan kisaran kesadahan (GH) tertentu untuk
hidupnya. Pada umumnya, hampir semua jenis ikan dan tanaman dapat beradaptasi dengan
kondisi GH lokal, namun tidak demikian halnya dengan proses pemijahan. Pemijahan bisa
gagal apabila dilakukan pada nilai GH yang tidak tepat.
Kesadahan karbonat atau KH merupakan besaran yang menunjukkan kandungan ion
bikarbonat (HCO3
-) dan karbonat (CO3
–) di dalam air. KH sering disebut sebagai alkalinitas
yaitu suatu ekspresi dari kemampuan air untuk mengikat kemasaman (ion-ion yang mampu
mengikat H+). Oleh karena itu, dalam sistem air tawar, istilah kesadahan karbonat, pengikat
kemasaman, kapasitas pem-bufferan asam, dan alkalinitas sering digunakan untuk
menunjukkan hal yang sama. Dalam hubungannya dengan kemampuan air mengikat
kemasaman, KH berperan sebagai agen pem-buffer-an yang berfungsi untuk menjaga
kestabilan pH. KH pada umumnya sering dinyatakan sebagai derajat kekerasan dan
diekspresikan dalam CaCO3 seperti halnya GH.
Mineral yang merupakan sumber primer ion kalsium dalam air diantara mineral-
mineral yang berperan adalah gips, CaSO4.2H2O; anhidratnya, CaSO4; dolomite, CaMg
(CO3)2; kalsit dan argonite yang merupakan modifikasi yang berbeda dari CaCO3. Air yang
mengandung karbon dioksida mudah melarutkan kalsium dari mineral-mineral karbonat.
CaCO3(s) + CO2(g) + H2O(l) → Ca2+
(aq) + 2HCO3
-
(aq)
Reaksi sebaliknya berlangsung bila CO2 hilang dari perairan. karbondioksida yang masuk
keperairan melalui keseimbangan dengan atmosfer tidak cukup besar konsentrasinya untuk
melarutkan kalsium dalam perairan alami, terutama air tanah. Pernafasan mikroorganisma,
penghancur bahan organik dalam air, dan sediment berperan sangat besar terhadap kadar CO2
dan HCO3
- dalam air. Hal ini merupakan faktor penting dalam proses kimia perairan dan
geokimia
D. DAMPAK AIR SADAH BAGI LINGKUNGAN
Adanya kesadahan air dapat menimbulkan dampak positif, namun apabila tingkat
kesadahannya tinggi maka dapat menyebabkan berbagai dampak negatif (Purba, 2002) yaitu.
1. Dampak Positif
Dampak positif dari adanya kesadahan dalam air adalah:
 Menyediakan kalsium yang diperlukan tubuh, misalnya untuk pertumbuhan tulang
dan gigi.
 Mempunyai rasa yang lebih baik dari air lunak.
 Senyawa timbal (dari pipa air) lebih sukar larut dalam air sadah (timbal
merupakan racun bagi tubuh) sehingga kemungkinan terjadinya pencemaran air
oleh logam berat ini dapat diminimalkan.
2. Dampak Negatif
Selain keuntungan-keuntungan diatas, kesadahan air yang terlalu tinggi dapat
menyebabkan beberapa dampak negatif. Air sadah mengakibatkan konsumsi sabun lebih
tinggi, karena adanya hubungan kimiawi antara ion kesadahan dengan molekul sabun
menyebabkan sifat detergen sabun hilang. Bila sabun digunakan pada air sadah, mula-mula
sabun harus bereaksi terlebih dahulu dengan setiap ion kalsium dan magnesium yang terdapat
dalam air sebelum sabun dapat berfungsi menurunkan tegangan permukaan. Hal ini bukan
saja akan banyak memboroskan pengunaan sabun, tetapi gumpalan-gumpalan yang terjadi
akan mengendap sebagai lapisan tipis pada alat-alat yang dicuci sehingga mengganggu
pembersihan dan pembilasan oleh air. Gumpalan-gumpalan ini juga membentuk scum yang
meninggalkan noda pada pakaian, sehingga pakaian menjadi kusam. Kelebihan ion Ca2+ serta
ion CO3
2-+ (salah satu ion alkaliniti) mengakibatkan terbentuknya kerak pada dinding pipa
yang disebabkan oleh endapan kalsiumkarbonat CaCO3. Kerak ini akan mengurangi
penampang basah pipa dan menyulitkan pemanasan air dalam ketel, serta mengurangi daya
koagulasi yang melalui dalam pipa dengan menurunnya turbulensi.
Sebagai kation kesadahan, Ca2+ selalu berhubungan dengan anion yang terlarut
khususnya anion alkaliniti : CO3
2- , HCO3
- dan OH-. Ion Ca2+ dapat bereaksi dengan HCO3
-
membentuk garam yang terlarut tanpa terjadi kejenuhan. Sebaliknya reaksi dengan CO3
2-
akan membentuk garam karbonat yang larut sampai batas kejenuhan di mana titik jenuh
berubah dengan nilai pH. Bila titik jenuh dilampaui, terjadi endapan garam kalsium karbonat
CaCO3 dan membuat kerak yang terlihat pada dinding pipa atau dasar ketel. Namun, pada
proses pelunakan ini keadaan harus dibuat sehingga sedikit jenuh, karena dalam keadaan
tidak jenuh terjadi reaksi yang mengakibatkan karat terhadap pipa. Kerak yang tipis akibat
keadaan sedikit jenuh itu justru melindungi dinding dari kontak dengan air yang tidak jenuh
(agresif). Ion Mg2+ akan bereaksi dengan OH- membentuk garam yang terlarut sampai batas
kejenuhan dan mengendap sebagai Mg(OH)2 bila titik kejenuhan dilampaui.
E. CARA-CARA PENANGGULANGAN
Kesadahan tetap dapat dihilangkan dengan cara berikut ini (Purba, 2002):
a. Distilasi (penyulingan)
b. Menambahkan natrium karbonat atau soda pencuci (Na2CO3)
Natrium karbonat menghilangkan kesadahan sementara maupun kesadahan tetap karena
mengendapkan ion-ion kalsium dan magnesium yang terdapat dalam air sadah.
c. Menggunakan resin penukar ion
Resin penukar ion kini banyak digunakan untuk melunakkan air, baik untuk
kebutuhan rumah tangga maupun untuk industri. Resin penukar ion mengandung ion-ion
natrium bebas. Jika air sadah dilewatkan melalui kolom resin penukaran ion maka resin akan
menahan ion-ion kalsium dan magnesium. Dengan demikian diperoleh air lunak karena tidak
lagi mengandung ion kalsium dan magnesium, melainkan ion natrium yang tidak
menyebabkan kesadahan.
Kesadahan umumnya dihilangkan dengan menggunakan resin penukar ion. Resin
pelunak air komersial dapat digunakan untuk skala kecil, akan tetapi tidak efektif jika
digunakan dalam skala besar. Resin adalah zat yang punya pori yang besar dan bersifat
sebagai penukar ion yang berasal dari polysterol, atau polyakrilat yang berbentuk granular
atau bola kecil dimana mempunyai struktur dasar yang bergabung dengan grup fungsional
kationik, non ionik/anionik atau asam. Sering kali resin dipakai untuk menghilangkan
molekul yang besar dari air misalnya asam humus, liqnin, asam sulfonat. Untuk regenerasi
dipakai garam alkali atau larutan natrium hidroksida, bisa juga dengan asam klorida jika
dipakai resin dengan sifat asam. Dalam regenerasi itu dihasilkan eluen yang mengandung
organik dengan konsentrasi tinggi. Untuk proses air minum sampai sekarang hanya dipakai
resin dengan sifat anionik.
Resin penukar ion sintetis merupakan suatu polimer yang terdiri dari dua bagian yaitu
struktur fungsional dan matrik resin yang sukar larut. Resin penukar ion ini dibuat melalui
kondensasi phenol dengan formaldehid yang kemudian diikuti dengan reaksi sulfonasi untuk
memperoleh resin penukar ion asam kuat. Untuk resin penukar ion basa kuat, resin diperoleh
dengan mengkondensasikan phenilendiamine dengan formaldehid dan telah ditunjukkan
bahwa baik resin penukar kation maupun resin penukar anion hasil sintesis ini dapat
digunakan untuk memisahkan atau mengambil garam – garam.
Pada umumnya senyawa yang digunakan untuk kerangka dasar resin penukar ion
asam kuat dan basa kuat adalah senyawa polimer stiren divinilbenzena. Ikatan kimia pada
polimer ini amat kuat sehingga tidak mudah larut dalam keasaman maupun sifat basa yang
tinggi dan tetap stabil pada suhu diatas 150oC. Polimer ini dibuat dengan mereaksikan stiren
dengan divinilbenzena. Setelah terbentuk kerangka resin penukar ion maka produk ini akan
digunakan sebagai yempat menempelnya gugus ion yang akan dipertukarkan.
Resin penukar kation dibuat dengan cara mereaksikan senyawa dasar tersebut dengan
gugus ion yang dapat menghasilkan (melepaskan) ion positif. Gugus ion yang biasa dipakai
pada resin penukar kation asam kuat adalah gugus sulfonat dan cara pembuatannya yaitu
dengan sulfonasi polimer polistyren divinilbenzena (matrik resin).
Resin penukar ion yang direaksikan dengan gugus ion yang dapat melepaskan ion negatif
diperoleh resin penukar anion. Resin penukar anion dibuat dengan matrik yang sama dengan
resin penukar kation tetapi gugus ion yang dimasukkan harus bisa melepas ion negatif,
misalnya –N (CH3)3
+ atau gugus lain atau dengan kata lain setelah terbentuk kopolimer styren
divinilbenzena (DVB), maka diaminasi kemudian diklorometilasikan untuk memperoleh
resin penukar anion.
Gugus ion dalam penukar ion merupakan gugus yang hidrofilik (larut dalam air). Ion
yang terlarut dalam air adalah ion – ion yang dipertukarkan karena gugus ini melekat pada
polimer, maka ia dapat menarik seluruh molekul polimer dalam air, maka polimer resin ini
diikat dengan ikatan silang (cross linked) dengan molekul polimer lainnya, akibatnya akan
mengembang dalam air.
Mekanisme pertukaran ion dalam resin meskipun non kristalisasi sangat mirip dengan
pertukaran ion-ion kisi kristal. Pertukaran ion dengan resin ini terjadi pada keseluruhan
struktur gel dari resin dan tidak hanya terbatas pada efek permukaan. Pada resin penukar
anion, pertukaran terjadi akibat absorbsi kovalen yang asam. Jika penukar anion tersebut
adalah poliamin, kandungan amina resin tersebut adalah ukuran kapasitas total pertukaran.
Dalam proses pertukaran ion apabila elektrolit terjadi kontak langsung dengan resin
penukar ion akan terjadi pertukaran secara stokiometri yaitu sejumlah ion – ion yang
dipertukarkan dengan ion – ion yang muatannya sama akan dipertukarkan dengan ion – ion
yang muatannya sama pula dengan jumlah yang sebanding.
Material penukar ion yang utama berbentuk butiran atau granular dengan struktur dari
molekul yang panjang (hasil co-polimerisasi), dengan memasukkan grup fungsional dari
asam sulfonat, ion karboksil. Senyawa ini akan bergabung dengan ion pasangan seperti Na+,
OH− atau H+. Senyawa ini merupakan struktur yang porous. Senyawa ini merupakan penukar
ion positif (kationik) untuk menukar ion dengan muatan elektrolit yang sama (positif)
demikian sebaliknya penukar ion negatif (anionik) untuk menukar anion yang terdapat di
dalam air yang diproses di dalam unit “Ion Exchanger”.

More Related Content

What's hot

Laporan praktikum analisis kesadahan air
Laporan praktikum analisis kesadahan airLaporan praktikum analisis kesadahan air
Laporan praktikum analisis kesadahan air
PT. SASA
 
Analisa kadar-air-dengan-metode-oven
Analisa kadar-air-dengan-metode-ovenAnalisa kadar-air-dengan-metode-oven
Analisa kadar-air-dengan-metode-oven
Agres Tarigan
 
Termodinamika 1 lanjutan
Termodinamika 1 lanjutanTermodinamika 1 lanjutan
Termodinamika 1 lanjutan
APRIL
 
laporan praktikum termokimia
laporan praktikum termokimialaporan praktikum termokimia
laporan praktikum termokimia
wd_amaliah
 
Laporan Praktikum Kimia indikator asam basa
Laporan Praktikum Kimia indikator asam basaLaporan Praktikum Kimia indikator asam basa
Laporan Praktikum Kimia indikator asam basa
Feren Jr
 
Laporan Praktikum Reaksi - Reaksi Kimia
Laporan Praktikum Reaksi - Reaksi KimiaLaporan Praktikum Reaksi - Reaksi Kimia
Laporan Praktikum Reaksi - Reaksi Kimia
Ernalia Rosita
 
laporan praktikum uji anion dan kation
laporan praktikum uji anion dan kationlaporan praktikum uji anion dan kation
laporan praktikum uji anion dan kation
wd_amaliah
 
Reaksi, Aplikasi, dan Titrasi Asam Basa (Kimia Kelas XI)
Reaksi, Aplikasi, dan Titrasi Asam Basa (Kimia Kelas XI)Reaksi, Aplikasi, dan Titrasi Asam Basa (Kimia Kelas XI)
Reaksi, Aplikasi, dan Titrasi Asam Basa (Kimia Kelas XI)
Rifki Ristiovan
 
Laporan praktikum gerak bandul sederhana
Laporan praktikum gerak bandul sederhanaLaporan praktikum gerak bandul sederhana
Laporan praktikum gerak bandul sederhana
Dian Agatha
 

What's hot (20)

Laporan Sedimentasi
Laporan SedimentasiLaporan Sedimentasi
Laporan Sedimentasi
 
Laporan praktikum analisis kesadahan air
Laporan praktikum analisis kesadahan airLaporan praktikum analisis kesadahan air
Laporan praktikum analisis kesadahan air
 
Analisa kadar-air-dengan-metode-oven
Analisa kadar-air-dengan-metode-ovenAnalisa kadar-air-dengan-metode-oven
Analisa kadar-air-dengan-metode-oven
 
Reaksi Reaksi Kimia
Reaksi Reaksi KimiaReaksi Reaksi Kimia
Reaksi Reaksi Kimia
 
Termodinamika 1 lanjutan
Termodinamika 1 lanjutanTermodinamika 1 lanjutan
Termodinamika 1 lanjutan
 
Kelebihan dan Kekurangan dari Teroi Atom (Tugas Kuliah Kimia Dasar)
Kelebihan dan Kekurangan dari Teroi Atom (Tugas Kuliah Kimia Dasar)Kelebihan dan Kekurangan dari Teroi Atom (Tugas Kuliah Kimia Dasar)
Kelebihan dan Kekurangan dari Teroi Atom (Tugas Kuliah Kimia Dasar)
 
Sistem Pengolahan Air Limbah secara Kimia
Sistem Pengolahan Air Limbah secara KimiaSistem Pengolahan Air Limbah secara Kimia
Sistem Pengolahan Air Limbah secara Kimia
 
laporan praktikum termokimia
laporan praktikum termokimialaporan praktikum termokimia
laporan praktikum termokimia
 
Laporan Praktikum Kimia indikator asam basa
Laporan Praktikum Kimia indikator asam basaLaporan Praktikum Kimia indikator asam basa
Laporan Praktikum Kimia indikator asam basa
 
Kestabilan ion kompleks
Kestabilan ion kompleksKestabilan ion kompleks
Kestabilan ion kompleks
 
Bahan kimia penjernih Air
Bahan kimia penjernih AirBahan kimia penjernih Air
Bahan kimia penjernih Air
 
Laporan Praktikum Reaksi - Reaksi Kimia
Laporan Praktikum Reaksi - Reaksi KimiaLaporan Praktikum Reaksi - Reaksi Kimia
Laporan Praktikum Reaksi - Reaksi Kimia
 
Makalah laju reaksi
Makalah laju reaksiMakalah laju reaksi
Makalah laju reaksi
 
Senyawa koordinasi (kompleks)
Senyawa koordinasi (kompleks)Senyawa koordinasi (kompleks)
Senyawa koordinasi (kompleks)
 
Jurnal reaksi redoks
Jurnal reaksi redoksJurnal reaksi redoks
Jurnal reaksi redoks
 
Percobaan Elektrolisis
Percobaan ElektrolisisPercobaan Elektrolisis
Percobaan Elektrolisis
 
Kimia unsur golongan 1A & 2A
Kimia unsur golongan 1A & 2AKimia unsur golongan 1A & 2A
Kimia unsur golongan 1A & 2A
 
laporan praktikum uji anion dan kation
laporan praktikum uji anion dan kationlaporan praktikum uji anion dan kation
laporan praktikum uji anion dan kation
 
Reaksi, Aplikasi, dan Titrasi Asam Basa (Kimia Kelas XI)
Reaksi, Aplikasi, dan Titrasi Asam Basa (Kimia Kelas XI)Reaksi, Aplikasi, dan Titrasi Asam Basa (Kimia Kelas XI)
Reaksi, Aplikasi, dan Titrasi Asam Basa (Kimia Kelas XI)
 
Laporan praktikum gerak bandul sederhana
Laporan praktikum gerak bandul sederhanaLaporan praktikum gerak bandul sederhana
Laporan praktikum gerak bandul sederhana
 

Similar to Mengenal lebih dekat tentang air sadah

Pengolahan air kimia lingkungan
Pengolahan air kimia lingkunganPengolahan air kimia lingkungan
Pengolahan air kimia lingkungan
Kustian Permana
 
Ion Exchanger of Technology by BMD Street Consulting
Ion Exchanger of Technology by BMD Street ConsultingIon Exchanger of Technology by BMD Street Consulting
Ion Exchanger of Technology by BMD Street Consulting
Abu Yazid
 

Similar to Mengenal lebih dekat tentang air sadah (20)

Pemurnian air laut
Pemurnian air lautPemurnian air laut
Pemurnian air laut
 
Hartati
HartatiHartati
Hartati
 
KIMIA kesadahan air
KIMIA kesadahan airKIMIA kesadahan air
KIMIA kesadahan air
 
Penentuan kadar ca dan mg serta turbiditas
Penentuan kadar ca dan mg serta turbiditasPenentuan kadar ca dan mg serta turbiditas
Penentuan kadar ca dan mg serta turbiditas
 
UNIT PROSES - KOAGULASI
UNIT PROSES - KOAGULASIUNIT PROSES - KOAGULASI
UNIT PROSES - KOAGULASI
 
Sungai 3
Sungai 3Sungai 3
Sungai 3
 
Soal dan Jawaban Kimia Terapan
Soal dan Jawaban Kimia TerapanSoal dan Jawaban Kimia Terapan
Soal dan Jawaban Kimia Terapan
 
Sifat Koligatif Larutan (Kimia Kelas XII)
Sifat Koligatif Larutan (Kimia Kelas XII)Sifat Koligatif Larutan (Kimia Kelas XII)
Sifat Koligatif Larutan (Kimia Kelas XII)
 
Contoh koloid
Contoh koloidContoh koloid
Contoh koloid
 
geokimia panas bumi .pdf
geokimia panas bumi .pdfgeokimia panas bumi .pdf
geokimia panas bumi .pdf
 
Laporan Praktiku Alkali Tanah
 Laporan Praktiku Alkali Tanah Laporan Praktiku Alkali Tanah
Laporan Praktiku Alkali Tanah
 
BAB8GAMBUT.pdf
BAB8GAMBUT.pdfBAB8GAMBUT.pdf
BAB8GAMBUT.pdf
 
Pengolahan air kimia lingkungan
Pengolahan air kimia lingkunganPengolahan air kimia lingkungan
Pengolahan air kimia lingkungan
 
Kimia air
Kimia airKimia air
Kimia air
 
Ion Exchanger of Technology by BMD Street Consulting
Ion Exchanger of Technology by BMD Street ConsultingIon Exchanger of Technology by BMD Street Consulting
Ion Exchanger of Technology by BMD Street Consulting
 
7 kuliah pa bab vii. kualitas air untuk pertanian
7 kuliah pa bab vii. kualitas air untuk pertanian7 kuliah pa bab vii. kualitas air untuk pertanian
7 kuliah pa bab vii. kualitas air untuk pertanian
 
Pengolahan Air Limbah PPT
Pengolahan Air Limbah PPTPengolahan Air Limbah PPT
Pengolahan Air Limbah PPT
 
ppt air dan komponennya matkul oseanografi fisik.pptx
ppt air dan komponennya matkul oseanografi fisik.pptxppt air dan komponennya matkul oseanografi fisik.pptx
ppt air dan komponennya matkul oseanografi fisik.pptx
 
Ilmu lingkungan
Ilmu lingkunganIlmu lingkungan
Ilmu lingkungan
 
Pencemaran air
Pencemaran airPencemaran air
Pencemaran air
 

More from Eco Chem (6)

Ancaman pemanasan global oleh hewan ternak
Ancaman pemanasan global oleh hewan ternakAncaman pemanasan global oleh hewan ternak
Ancaman pemanasan global oleh hewan ternak
 
Artikel alih fungsi lahan pertanian
Artikel alih fungsi lahan pertanianArtikel alih fungsi lahan pertanian
Artikel alih fungsi lahan pertanian
 
Psb
PsbPsb
Psb
 
Teori bohr mengenai atom hidrogen
Teori bohr mengenai atom hidrogenTeori bohr mengenai atom hidrogen
Teori bohr mengenai atom hidrogen
 
Gelombang elektromagnetik
Gelombang elektromagnetikGelombang elektromagnetik
Gelombang elektromagnetik
 
Koloid ppt
Koloid pptKoloid ppt
Koloid ppt
 

Recently uploaded

Penyuluhan_pHIV_AIDS (1).ppt pada tahun 2024 di klungkung
Penyuluhan_pHIV_AIDS (1).ppt pada tahun 2024 di klungkungPenyuluhan_pHIV_AIDS (1).ppt pada tahun 2024 di klungkung
Penyuluhan_pHIV_AIDS (1).ppt pada tahun 2024 di klungkung
SemediGiri2
 
prinsip dasar kepramukaan dan metode kepramukaan
prinsip dasar kepramukaan dan metode kepramukaanprinsip dasar kepramukaan dan metode kepramukaan
prinsip dasar kepramukaan dan metode kepramukaan
aji guru
 
IPS - karakteristik geografis, sosial, budaya, dan ekonomi di ASEAN
IPS - karakteristik geografis, sosial, budaya, dan ekonomi di ASEANIPS - karakteristik geografis, sosial, budaya, dan ekonomi di ASEAN
IPS - karakteristik geografis, sosial, budaya, dan ekonomi di ASEAN
GilangNandiaputri1
 
AKSI NYATA DISIPLIN POSITIF MEMBUAT KEYAKINAN KELAS_11zon.pptx
AKSI NYATA DISIPLIN POSITIF MEMBUAT KEYAKINAN KELAS_11zon.pptxAKSI NYATA DISIPLIN POSITIF MEMBUAT KEYAKINAN KELAS_11zon.pptx
AKSI NYATA DISIPLIN POSITIF MEMBUAT KEYAKINAN KELAS_11zon.pptx
cupulin
 
Surat Pribadi dan Surat Dinas 7 SMP ppt.pdf
Surat Pribadi dan Surat Dinas 7 SMP ppt.pdfSurat Pribadi dan Surat Dinas 7 SMP ppt.pdf
Surat Pribadi dan Surat Dinas 7 SMP ppt.pdf
EirinELS
 
kerajaan-kerajaan hindu-budha di indonesia.ppt
kerajaan-kerajaan hindu-budha di indonesia.pptkerajaan-kerajaan hindu-budha di indonesia.ppt
kerajaan-kerajaan hindu-budha di indonesia.ppt
putrisari631
 
KISI-KISI SOAL DAN KARTU SOAL BAHASA INGGRIS.docx
KISI-KISI SOAL DAN KARTU SOAL BAHASA INGGRIS.docxKISI-KISI SOAL DAN KARTU SOAL BAHASA INGGRIS.docx
KISI-KISI SOAL DAN KARTU SOAL BAHASA INGGRIS.docx
DewiUmbar
 

Recently uploaded (20)

MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 3 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 3 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 3 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 3 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 
SISTEM SARAF OTONOM_.SISTEM SARAF OTONOM
SISTEM SARAF OTONOM_.SISTEM SARAF OTONOMSISTEM SARAF OTONOM_.SISTEM SARAF OTONOM
SISTEM SARAF OTONOM_.SISTEM SARAF OTONOM
 
Penyuluhan_pHIV_AIDS (1).ppt pada tahun 2024 di klungkung
Penyuluhan_pHIV_AIDS (1).ppt pada tahun 2024 di klungkungPenyuluhan_pHIV_AIDS (1).ppt pada tahun 2024 di klungkung
Penyuluhan_pHIV_AIDS (1).ppt pada tahun 2024 di klungkung
 
Slide Kick Off for Public - Google Cloud Arcade Facilitator 2024.pptx
Slide Kick Off for Public - Google Cloud Arcade Facilitator 2024.pptxSlide Kick Off for Public - Google Cloud Arcade Facilitator 2024.pptx
Slide Kick Off for Public - Google Cloud Arcade Facilitator 2024.pptx
 
Aksi Nyata PMM - Merancang Pembelajaran berdasarkan Perkembangan Peserta Didi...
Aksi Nyata PMM - Merancang Pembelajaran berdasarkan Perkembangan Peserta Didi...Aksi Nyata PMM - Merancang Pembelajaran berdasarkan Perkembangan Peserta Didi...
Aksi Nyata PMM - Merancang Pembelajaran berdasarkan Perkembangan Peserta Didi...
 
ASPEK KIMIA TUBUH dalam ilmu kesehatan dan kebidanan
ASPEK KIMIA TUBUH dalam ilmu kesehatan dan kebidananASPEK KIMIA TUBUH dalam ilmu kesehatan dan kebidanan
ASPEK KIMIA TUBUH dalam ilmu kesehatan dan kebidanan
 
MODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 2 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 2 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 2 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 2 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 
prinsip dasar kepramukaan dan metode kepramukaan
prinsip dasar kepramukaan dan metode kepramukaanprinsip dasar kepramukaan dan metode kepramukaan
prinsip dasar kepramukaan dan metode kepramukaan
 
Informatika Latihan Soal Kelas Tujuh.pptx
Informatika Latihan Soal Kelas Tujuh.pptxInformatika Latihan Soal Kelas Tujuh.pptx
Informatika Latihan Soal Kelas Tujuh.pptx
 
MODUL AJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM & BUDI PEKERTI (PAIBP) KELAS 6.pdf
MODUL AJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM & BUDI PEKERTI (PAIBP) KELAS 6.pdfMODUL AJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM & BUDI PEKERTI (PAIBP) KELAS 6.pdf
MODUL AJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM & BUDI PEKERTI (PAIBP) KELAS 6.pdf
 
IPS - karakteristik geografis, sosial, budaya, dan ekonomi di ASEAN
IPS - karakteristik geografis, sosial, budaya, dan ekonomi di ASEANIPS - karakteristik geografis, sosial, budaya, dan ekonomi di ASEAN
IPS - karakteristik geografis, sosial, budaya, dan ekonomi di ASEAN
 
Dokumentasi Penilaian Kinerja-Disiplin Positif-Aprilia.docx
Dokumentasi Penilaian Kinerja-Disiplin Positif-Aprilia.docxDokumentasi Penilaian Kinerja-Disiplin Positif-Aprilia.docx
Dokumentasi Penilaian Kinerja-Disiplin Positif-Aprilia.docx
 
AKSI NYATA DISIPLIN POSITIF MEMBUAT KEYAKINAN KELAS_11zon.pptx
AKSI NYATA DISIPLIN POSITIF MEMBUAT KEYAKINAN KELAS_11zon.pptxAKSI NYATA DISIPLIN POSITIF MEMBUAT KEYAKINAN KELAS_11zon.pptx
AKSI NYATA DISIPLIN POSITIF MEMBUAT KEYAKINAN KELAS_11zon.pptx
 
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 
E-modul materi Ekosistem Kelas 10 SMA (Preview)
E-modul materi Ekosistem Kelas 10 SMA (Preview)E-modul materi Ekosistem Kelas 10 SMA (Preview)
E-modul materi Ekosistem Kelas 10 SMA (Preview)
 
MODUL AJAR SENI TARI KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI TARI KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR SENI TARI KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI TARI KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 
Surat Pribadi dan Surat Dinas 7 SMP ppt.pdf
Surat Pribadi dan Surat Dinas 7 SMP ppt.pdfSurat Pribadi dan Surat Dinas 7 SMP ppt.pdf
Surat Pribadi dan Surat Dinas 7 SMP ppt.pdf
 
kerajaan-kerajaan hindu-budha di indonesia.ppt
kerajaan-kerajaan hindu-budha di indonesia.pptkerajaan-kerajaan hindu-budha di indonesia.ppt
kerajaan-kerajaan hindu-budha di indonesia.ppt
 
KISI-KISI SOAL DAN KARTU SOAL BAHASA INGGRIS.docx
KISI-KISI SOAL DAN KARTU SOAL BAHASA INGGRIS.docxKISI-KISI SOAL DAN KARTU SOAL BAHASA INGGRIS.docx
KISI-KISI SOAL DAN KARTU SOAL BAHASA INGGRIS.docx
 
MATERI TENTANG SUMBER ENERGI KELAS 4 TEMA 2 K13
MATERI TENTANG SUMBER ENERGI KELAS 4 TEMA 2 K13MATERI TENTANG SUMBER ENERGI KELAS 4 TEMA 2 K13
MATERI TENTANG SUMBER ENERGI KELAS 4 TEMA 2 K13
 

Mengenal lebih dekat tentang air sadah

  • 1. MENGENAL LEBIH DEKAT TENTANG AIR SADAH A. Pengertian Jika kita mendengar tentang air sadah, kemungkinan besar kita akan bertanya-tanya, “apa itu air sadah?”. Istilah air sadah memang tidak sefamiliar jenis air lainnya seperti air tawar, air laut, air payau, maupun air lainnya, tapi bagaimana dengan “air sadah”? Pertama-tama kita harus ketahui dulu apa itu kesadahan. Menurut pengertian dari berbagai sumber “kesadahan merupakan petunjuk kemampuan air untuk membentuk busa apabila dicampur dengan sabun”. Pada air yang memiliki kadar kesadahan rendah, air akan dapat membentuk busa apabila dicampur dengan sabun. Hal sebaliknya terjadi pada air yang memiliki kadar kesadahan tinggi. Air dengan kesadahan tinggi sulit, bahkan tidak akan dapat membentuk busa jika ia dicampur dengan sabun. Selain itu, kesadahan juga merupakan petunjuk yang penting dalam kaitannya dengan usaha untuk memanipulasi nilai pH. Kesadahan dalam air terutama disebabkan oleh ion-ion Ca2+ dan Mg2+, Mn2+, Fe2+ dan semua kation yang bermuatan dua. Ion-ion ini terdapat dalam air dalam bentuk sulfat, klorida, dan hidrogen-karbonat. Kesadahan air alam biasanya disebabkan oleh garam karbonat atau garam asamnya. Kesadahan yang tinggi bisa disebabkan oleh limbah industri maupun terjadi secara alami karena susunan geologi tanah di sekitar sumber air. Misalnya, air
  • 2. yang kesadahannya tinggi biasanya terdapat pada air tanah di daerah yang mengandung kapur. Misalnya, pada sungai yang mengalir melalui daerah yang mengandung gips CaSO4, akan terkandung garam itu pula. Garam CaCl2 yang digunakan untuk melawan debu di jalan juga dapat terbawa ke sungai dan meningkatkan kesadahannya. Kesadahan tidak menguntungkan, air yang dianggap bermutu tinggi memiliki kesadahan yang rendah. Kesadahan yang terlalu tinggi akan menambah nilai pH larutan sehingga daya kerja aluminat tidak efektif karena ion aluminium yang bersifat amfoter akan mengikuti lingkungannya dimana akan terbentuk senyawa aluminium yang sukar mengendap. Apabila kesadahan terlalu rendah, secara simultan alkalinitas juga cenderung rendah. Ini akan mengganggu penyusunan ikatan antara koloida dengan aluminat dimana gugus hidrofobik koloida akan tetap melayang dan sukar bereaksi dengan koagulan mengakibatkan massa atom relatif ringan sehingga sukar mengendap. Air sadah juga tidak menguntungkan/mengganggu proses pencucian menggunakan sabun. Bila sabun digunakan pada air sadah, mula-mula sabun harus bereaksi terlebih dahulu dengan setiap ion kalsium dan magnesium yang terdapat dalam air sebelum sabun dapat berfungsi menurunkan tegangan permukaan. Hal ini bukan saja akan banyak memboroskan pengunaan sabun, tetapi gumpalan-gumpalan yang terjadi
  • 3. akan mengendap sebagai lapisan tipis pada alat-alat yang dicuci sehingga mengganggu pembersihan dan pembilasan oleh air. B. PENGGOLONGAN AIR SADAH Kesadahan air dapat digolongkan menjadi dua yaitu kesadahan sementara dan kesadahan tetap. Kesadahan sementara bersifat sementara sementara kesadahan tetap bersifat menetap dan sulit untuk dikembalikan ke kondisi awalnya. Kesadahan sementara disebabkan oleh adanya ion-ion kalsium dan bikarbonat dalam air. Sedangkan kesadahan tetap disebabkan oleh adanya kalsium atau magnesium sulfat yang proses pelunakannya melalui proses kapur- soda abu, proses zeolit dan proses resin organik (Achmad, 2004) Kesadahan sementara dapat dihilangkan dengan jalan mendidihkan air tersebut karena terjadi reaksi: Ca2+ + 2 HCO3 - (aq) → CaCO3(s) + CO2(g) + H2O(l) C. JENIS-JENIS AIR SADAH Kesadahan dibagi dalam dua tipe, yaitu: (1) Kesadahan umum (“general hardness” atau GH), dan (2) Kesadahan karbonat (“carbonate hardness” atau KH).
  • 4. Disamping dua tipe kesadahan tersebut, dikenal pula tipe kesadahan yang lain yaitu yang disebut sebagai kesadahan total atau total hardness. Kesadahan total merupakan penjumlahan dari GH dan KH. Kesadahan umum atau General Hardness merupakan ukuran yang menunjukkan jumlah ion kalsium (Ca2+) dan ion magnesium (Mg2+) dalam air. Ion-ion lain sebenarnya ikut pula mempengaruhi nilai GH, akan tetapi pengaruhnya diketahui sangat kecil dan relatif sulit diukur sehingga dapat diabaikan. GH pada umumnya dinyatakan dalam satuan ppm (part per million/satu per-sejuta bagian) kalsium karbonat (CaCO3), tingkat kekerasan (dH), atau dengan menggunakan konsentrasi molar CaCO3. Satu satuan kesadahan Jerman atau dH sama dengan 10 mg CaO (kalsium oksida) per liter air. Kesadahan pada umumnya menggunakan satuan ppm CaCO3, dengan demikian satu satuan Jerman (dH) dapat diekspresikan sebagai 17.8 ppm CaCO3. Sedangkan satuan konsentrasi molar dari 1 mili ekuivalen = 2.8 dH = 50 ppm. Berikut adalah kriteria selang kesadahan yang biasa dipakai: - 0 - 4 dH, 0 - 70 ppm : sangat rendah (sangat lunak) - 4 - 8 dH, 70 – 140 ppm : rendah (lunak) - 8 – 12 dH, 140 – 210 ppm : sedang
  • 5. - 12 – 18 dH, 210 – 320 ppm : agak tinggi (agak keras) - 18 – 30 dH, 320 – 530 ppm : tinggi (keras) Untuk air minum, kesadahan dibawah 250 ppm masih dapat diterima, sementara diatas 500 ppm akan merusak kesehatan. Dalam kaitannya dengan proses biologi, GH lebih penting peranananya dibandingkan dengan KH ataupun kesadahan total. Apabila ikan atau tanaman dikatakan memerlukan air dengan kesadahan tinggi (keras) atau rendah (lunak), hal ini pada dasarnya mengacu kepada GH. Ketidaksesuaian GH akan mempengaruhi transfer hara/gizi dan hasil sekresi melalui membran serta dapat mempengaruhi kesuburan, fungsi organ dalam (seperti ginjal), dan pertumbuhan. Setiap jenis ikan memerlukan kisaran kesadahan (GH) tertentu untuk hidupnya. Pada umumnya, hampir semua jenis ikan dan tanaman dapat beradaptasi dengan kondisi GH lokal, namun tidak demikian halnya dengan proses pemijahan. Pemijahan bisa gagal apabila dilakukan pada nilai GH yang tidak tepat. Kesadahan karbonat atau KH merupakan besaran yang menunjukkan kandungan ion bikarbonat (HCO3 -) dan karbonat (CO3 –) di dalam air. KH sering disebut sebagai alkalinitas yaitu suatu ekspresi dari kemampuan air untuk mengikat kemasaman (ion-ion yang mampu mengikat H+). Oleh karena itu, dalam sistem air tawar, istilah kesadahan karbonat, pengikat
  • 6. kemasaman, kapasitas pem-bufferan asam, dan alkalinitas sering digunakan untuk menunjukkan hal yang sama. Dalam hubungannya dengan kemampuan air mengikat kemasaman, KH berperan sebagai agen pem-buffer-an yang berfungsi untuk menjaga kestabilan pH. KH pada umumnya sering dinyatakan sebagai derajat kekerasan dan diekspresikan dalam CaCO3 seperti halnya GH. Mineral yang merupakan sumber primer ion kalsium dalam air diantara mineral- mineral yang berperan adalah gips, CaSO4.2H2O; anhidratnya, CaSO4; dolomite, CaMg (CO3)2; kalsit dan argonite yang merupakan modifikasi yang berbeda dari CaCO3. Air yang mengandung karbon dioksida mudah melarutkan kalsium dari mineral-mineral karbonat. CaCO3(s) + CO2(g) + H2O(l) → Ca2+ (aq) + 2HCO3 - (aq) Reaksi sebaliknya berlangsung bila CO2 hilang dari perairan. karbondioksida yang masuk keperairan melalui keseimbangan dengan atmosfer tidak cukup besar konsentrasinya untuk melarutkan kalsium dalam perairan alami, terutama air tanah. Pernafasan mikroorganisma, penghancur bahan organik dalam air, dan sediment berperan sangat besar terhadap kadar CO2 dan HCO3 - dalam air. Hal ini merupakan faktor penting dalam proses kimia perairan dan geokimia
  • 7. D. DAMPAK AIR SADAH BAGI LINGKUNGAN Adanya kesadahan air dapat menimbulkan dampak positif, namun apabila tingkat kesadahannya tinggi maka dapat menyebabkan berbagai dampak negatif (Purba, 2002) yaitu. 1. Dampak Positif Dampak positif dari adanya kesadahan dalam air adalah:  Menyediakan kalsium yang diperlukan tubuh, misalnya untuk pertumbuhan tulang dan gigi.  Mempunyai rasa yang lebih baik dari air lunak.  Senyawa timbal (dari pipa air) lebih sukar larut dalam air sadah (timbal merupakan racun bagi tubuh) sehingga kemungkinan terjadinya pencemaran air oleh logam berat ini dapat diminimalkan. 2. Dampak Negatif Selain keuntungan-keuntungan diatas, kesadahan air yang terlalu tinggi dapat menyebabkan beberapa dampak negatif. Air sadah mengakibatkan konsumsi sabun lebih tinggi, karena adanya hubungan kimiawi antara ion kesadahan dengan molekul sabun menyebabkan sifat detergen sabun hilang. Bila sabun digunakan pada air sadah, mula-mula sabun harus bereaksi terlebih dahulu dengan setiap ion kalsium dan magnesium yang terdapat
  • 8. dalam air sebelum sabun dapat berfungsi menurunkan tegangan permukaan. Hal ini bukan saja akan banyak memboroskan pengunaan sabun, tetapi gumpalan-gumpalan yang terjadi akan mengendap sebagai lapisan tipis pada alat-alat yang dicuci sehingga mengganggu pembersihan dan pembilasan oleh air. Gumpalan-gumpalan ini juga membentuk scum yang meninggalkan noda pada pakaian, sehingga pakaian menjadi kusam. Kelebihan ion Ca2+ serta ion CO3 2-+ (salah satu ion alkaliniti) mengakibatkan terbentuknya kerak pada dinding pipa yang disebabkan oleh endapan kalsiumkarbonat CaCO3. Kerak ini akan mengurangi penampang basah pipa dan menyulitkan pemanasan air dalam ketel, serta mengurangi daya koagulasi yang melalui dalam pipa dengan menurunnya turbulensi. Sebagai kation kesadahan, Ca2+ selalu berhubungan dengan anion yang terlarut khususnya anion alkaliniti : CO3 2- , HCO3 - dan OH-. Ion Ca2+ dapat bereaksi dengan HCO3 - membentuk garam yang terlarut tanpa terjadi kejenuhan. Sebaliknya reaksi dengan CO3 2- akan membentuk garam karbonat yang larut sampai batas kejenuhan di mana titik jenuh berubah dengan nilai pH. Bila titik jenuh dilampaui, terjadi endapan garam kalsium karbonat CaCO3 dan membuat kerak yang terlihat pada dinding pipa atau dasar ketel. Namun, pada proses pelunakan ini keadaan harus dibuat sehingga sedikit jenuh, karena dalam keadaan tidak jenuh terjadi reaksi yang mengakibatkan karat terhadap pipa. Kerak yang tipis akibat
  • 9. keadaan sedikit jenuh itu justru melindungi dinding dari kontak dengan air yang tidak jenuh (agresif). Ion Mg2+ akan bereaksi dengan OH- membentuk garam yang terlarut sampai batas kejenuhan dan mengendap sebagai Mg(OH)2 bila titik kejenuhan dilampaui. E. CARA-CARA PENANGGULANGAN Kesadahan tetap dapat dihilangkan dengan cara berikut ini (Purba, 2002): a. Distilasi (penyulingan) b. Menambahkan natrium karbonat atau soda pencuci (Na2CO3) Natrium karbonat menghilangkan kesadahan sementara maupun kesadahan tetap karena mengendapkan ion-ion kalsium dan magnesium yang terdapat dalam air sadah. c. Menggunakan resin penukar ion Resin penukar ion kini banyak digunakan untuk melunakkan air, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun untuk industri. Resin penukar ion mengandung ion-ion natrium bebas. Jika air sadah dilewatkan melalui kolom resin penukaran ion maka resin akan menahan ion-ion kalsium dan magnesium. Dengan demikian diperoleh air lunak karena tidak lagi mengandung ion kalsium dan magnesium, melainkan ion natrium yang tidak menyebabkan kesadahan.
  • 10. Kesadahan umumnya dihilangkan dengan menggunakan resin penukar ion. Resin pelunak air komersial dapat digunakan untuk skala kecil, akan tetapi tidak efektif jika digunakan dalam skala besar. Resin adalah zat yang punya pori yang besar dan bersifat sebagai penukar ion yang berasal dari polysterol, atau polyakrilat yang berbentuk granular atau bola kecil dimana mempunyai struktur dasar yang bergabung dengan grup fungsional kationik, non ionik/anionik atau asam. Sering kali resin dipakai untuk menghilangkan molekul yang besar dari air misalnya asam humus, liqnin, asam sulfonat. Untuk regenerasi dipakai garam alkali atau larutan natrium hidroksida, bisa juga dengan asam klorida jika dipakai resin dengan sifat asam. Dalam regenerasi itu dihasilkan eluen yang mengandung organik dengan konsentrasi tinggi. Untuk proses air minum sampai sekarang hanya dipakai resin dengan sifat anionik. Resin penukar ion sintetis merupakan suatu polimer yang terdiri dari dua bagian yaitu struktur fungsional dan matrik resin yang sukar larut. Resin penukar ion ini dibuat melalui kondensasi phenol dengan formaldehid yang kemudian diikuti dengan reaksi sulfonasi untuk memperoleh resin penukar ion asam kuat. Untuk resin penukar ion basa kuat, resin diperoleh dengan mengkondensasikan phenilendiamine dengan formaldehid dan telah ditunjukkan
  • 11. bahwa baik resin penukar kation maupun resin penukar anion hasil sintesis ini dapat digunakan untuk memisahkan atau mengambil garam – garam. Pada umumnya senyawa yang digunakan untuk kerangka dasar resin penukar ion asam kuat dan basa kuat adalah senyawa polimer stiren divinilbenzena. Ikatan kimia pada polimer ini amat kuat sehingga tidak mudah larut dalam keasaman maupun sifat basa yang tinggi dan tetap stabil pada suhu diatas 150oC. Polimer ini dibuat dengan mereaksikan stiren dengan divinilbenzena. Setelah terbentuk kerangka resin penukar ion maka produk ini akan digunakan sebagai yempat menempelnya gugus ion yang akan dipertukarkan. Resin penukar kation dibuat dengan cara mereaksikan senyawa dasar tersebut dengan gugus ion yang dapat menghasilkan (melepaskan) ion positif. Gugus ion yang biasa dipakai pada resin penukar kation asam kuat adalah gugus sulfonat dan cara pembuatannya yaitu dengan sulfonasi polimer polistyren divinilbenzena (matrik resin). Resin penukar ion yang direaksikan dengan gugus ion yang dapat melepaskan ion negatif diperoleh resin penukar anion. Resin penukar anion dibuat dengan matrik yang sama dengan resin penukar kation tetapi gugus ion yang dimasukkan harus bisa melepas ion negatif, misalnya –N (CH3)3 + atau gugus lain atau dengan kata lain setelah terbentuk kopolimer styren
  • 12. divinilbenzena (DVB), maka diaminasi kemudian diklorometilasikan untuk memperoleh resin penukar anion. Gugus ion dalam penukar ion merupakan gugus yang hidrofilik (larut dalam air). Ion yang terlarut dalam air adalah ion – ion yang dipertukarkan karena gugus ini melekat pada polimer, maka ia dapat menarik seluruh molekul polimer dalam air, maka polimer resin ini diikat dengan ikatan silang (cross linked) dengan molekul polimer lainnya, akibatnya akan mengembang dalam air. Mekanisme pertukaran ion dalam resin meskipun non kristalisasi sangat mirip dengan pertukaran ion-ion kisi kristal. Pertukaran ion dengan resin ini terjadi pada keseluruhan struktur gel dari resin dan tidak hanya terbatas pada efek permukaan. Pada resin penukar anion, pertukaran terjadi akibat absorbsi kovalen yang asam. Jika penukar anion tersebut adalah poliamin, kandungan amina resin tersebut adalah ukuran kapasitas total pertukaran. Dalam proses pertukaran ion apabila elektrolit terjadi kontak langsung dengan resin penukar ion akan terjadi pertukaran secara stokiometri yaitu sejumlah ion – ion yang dipertukarkan dengan ion – ion yang muatannya sama akan dipertukarkan dengan ion – ion yang muatannya sama pula dengan jumlah yang sebanding.
  • 13. Material penukar ion yang utama berbentuk butiran atau granular dengan struktur dari molekul yang panjang (hasil co-polimerisasi), dengan memasukkan grup fungsional dari asam sulfonat, ion karboksil. Senyawa ini akan bergabung dengan ion pasangan seperti Na+, OH− atau H+. Senyawa ini merupakan struktur yang porous. Senyawa ini merupakan penukar ion positif (kationik) untuk menukar ion dengan muatan elektrolit yang sama (positif) demikian sebaliknya penukar ion negatif (anionik) untuk menukar anion yang terdapat di dalam air yang diproses di dalam unit “Ion Exchanger”.