DINAS PENDIDIKAN
PROV. JATENG
Supervisi PendidikanOLEH: DR JASMAN INDRADNO, M.Si
Perkembangan Supervisi
Sebelum tahun 1900
(Supervisi = Inspeksi )
Awal abad 20
(dilakukan orang spesialis)
Sebelum
1900
Awal Abad
20
Tahun
1920 an
Tahun 1930
– 1940 an
Tahun 1920 an
(ilmu semua pimpinan
lembaga apapun)
Tahun 1930-1940 an
(hub insani yg demokratis)
Lanjutan perkembangan Supervisi
Tahun 1984
(diaksentuasikan ke aspek
pembelajaran )
Tahun 2000 an - now
(Pengawas dan Kepala sekolah)
Tahun 1984 Tahun 2000 an -Now
Swearingen mengungkapkan
latar belakang perlunya supervisi berakar mendalam
dalam kebutuhan masyarakat dengan latar belakang
sebagai berikut :
1. Latar Belakang Kultural
Pendidikan berakar dari budaya arif lokal setempat. Sejak
dini pengalaman belajar dan kegiatan belajar-mengajar
harus diangkat dari isi kebudayaan yang hidup di
masyarakat itu
Suatu system pendidikan
yang berhasil guna dan
berdaya guna bila ia berakar
mendalam pada nilai-nilai
filosofis pandangan hidup
suatu bangsa.
2. Latar Belakang Filosofis
3. Latar Belakang Psikologis
Secara psikologis
supervisi itu berakar
mendalam pada
pengalaman manusia.
Tugas supervisi ialah
menciptakan suasana
sekolah yang penuh
kehangatan sehingga
setiap orang dapat
menjadi dirinya sendiri.
4. Latar Belakang Sosial
Seorang supervisor dalam
melakukan tanggung
jawabnya harus mampu
mengembangkan potensi
kreativitas dari orang yang
dibina
5. Latar Belakang
Pertumbuhan
Jabatan
Diharapkan guru
menjadi semakin
professional dalam
mengemban
amanat jabatannya
dan dapat
meningkatkan posisi
tawar guru di
masyarakat dan
pemerintah
Faktor Pendukung Pembelajaran
SUMBER : SUHARSIMI ARIKUNTO (2004:32)
Prof. Dr. Suharsimi Arikunto
ENAM
FAKTOR
Pendukung
Pembelajaran
1. Siswa
2. Guru
3. Kurikulum
4. Sarana-Prasarana
5. Pengelolaan
6. Lingkungan
1. SISWA
Bahan yang akan diolah
2. GURU
Pelaku yang
berperan
3. KURIKULUM
komponen yang mengatur
4. Sarana Prasarana
hal atau konsep yang
membantu
5. PENGELOLAAN
Tindakan dalam melakukan
6. Lingkungan
hal – hal yang ada disekitar pelaksanaan pembelajaran
6Faktor tersebut
SASARAN SUPERVISI
bertujuan menghasilkan mutu pembelajaran
3 Bentuk Supervisi
SUMBER : SUHARSIMI ARIKUNTO (2004:133)
1. SUPERVISI AKADEMIK
menitikberatkan pengamatan supervisor
pada masalah-masalah akademik, yaitu
hal-hal yang langsung berada dalam
lingkungan kegiatan pembelajaran pada
waktu siswa sedang dalam proses
mempelajari sesuatu
2. SUPERVISI ADMINISTRASI
menitikberatkan pengamatan supervisor
pada aspek-aspek administrasi yang
berfungsi sebagai pendukung dan
pelancar terlaksananya pembelajaran
3. SUPERVISI LEMBAGA
menitikberatkan atau menyebarkan
objek pengamatan supervisor pada
aspek-aspek yang berada di sekolah, jika
supervisi akademik dimaksudkan untuk
meningkatkan kualitas pembelajaran
maka supervisi lembaga dimaksudkan
untuk meningkatkan nama baik sekolah
atau kinerja sekolah secara keseluruhan
Bahan dan Alat Pembinaan Supervisi
SUHARSIMI ARIKUNTO DAN HADARI NAWAWI
Kegiatan
Bahan /
Data Supervisi
informasi atau data yang akan di
gunakan untuk pembinaan yang
berkenaan dengan faktor penentu
keberhasilan belajar siswa
Sumber Datadari mana data supervisi tersebut
dapat di peroleh
Instrumen
Supervisi
dengan apa saja data supervisi tersebut
dapat di kumpulkan
1. Informasi Data atau Data Supervisi
a) Data tertulis : Arsip, Dokumen Sekolah, Angket, dll
b) Data berbentuk suara : wawancara, pendapat,
usul, pidato dll
c) Data berbentuk gambar atau grafis : Video
mengajar guru dan siswa di kelas, foto suasana
perpustakaan dan laboratorium
2. Sumber Data Supervisi
a) Orang yang di wawancarai atau di dengar
suaranya
b) Dokumen, yang di cermati isi kandungan yang
tertulis dalam benda yang bersangkutan
c) Tempat atau lokasi, di mana letak benda,
orang, atau apa saja, yang dapat langsung di
amati dengan indra penglihatan.
sesuatu yang di tuju oleh pelaku supervisi yang
sedang mengumpulkan data
Alat – alat Bantu Supervisi Pendidikan
SUHARSIMI ARIKUNTO DAN HADARI NAWAWI
Alat-alat Bantu Supervisi
sesuatu lat-alat bantu itu di pergunakan dengan maksud
untuk memungkinkan pertumbuhan kecakapan dan
perkembangan penguasaan pengetahuan oleh guru/orang
yang di supervisi.
Alat-alat bantu supervisi antara lain :
a) Perpustakaan Professional dan Perpustakaan
Sekolah
b) Buku Kurikulum /Rencana Pelajaran dan Buku
Pegangan Guru
Pelaku-pelaku Supervisi Pendidikan
SUHARSIMI ARIKUNTO DAN NGLAMIM PURWANTO
1. Pengawas
penanggung jawab utama atas terjadinya pembinaan
sekolah sesuai dengan jenis dan jenjang lembaga
pendidikannya
2. Kepala Sekolah
kepala sekolah dapat diibaratkan sebagai “pemilik”
sekolah, tentu yang bersangkutan sangat faham
tentang seluk-beluk kehidupan sekolah sehari-hari.
3. Wakil Kepala Sekolah Bid. Kurikulum
Tugas wakasek bidang kurikulum ini adalah mengurusi
semua urusan yang berkaitan dengan kurikulum dan
pembelajaran.
4. Wakil Kepala Sekolah Bid. Kesiswaan
wakil kepala sekolah bidang kesiswaan adalah pejabat
yang bisa dikatakan paling akrab dengan seluruh
kehidupan siswa.
5. Wali Kelas
Wali kelas adalah personil yang ebrtanggung jawab
atas kemajuan siswa di kelas tertentu.
6. Petugas Bimbingan dan Konseling
Dalam deskripsi tugas, kegiatan yang seharusnya
dilakukan oleh petugas bimbingan dan konseling di
sekolah sebetulnya ada tiga hal yaitu:
a) Bimbingan pribadi
b) Bimbingan studi
c) Bimbingan kari
7. Petugas Perpustakaan
Petugas perpustakaan sebagai orang yang telah
ditunjuk dan diserahi tanggung jawab pengelola
perpustakaan, dapat membantu peningkatan prestasi
siswa maupun pemanfaatan bahan koleksi
perpustakaan
Terima kasih

Supervisi Pendidikan

  • 1.
  • 2.
    Supervisi PendidikanOLEH: DRJASMAN INDRADNO, M.Si
  • 3.
    Perkembangan Supervisi Sebelum tahun1900 (Supervisi = Inspeksi ) Awal abad 20 (dilakukan orang spesialis) Sebelum 1900 Awal Abad 20 Tahun 1920 an Tahun 1930 – 1940 an Tahun 1920 an (ilmu semua pimpinan lembaga apapun) Tahun 1930-1940 an (hub insani yg demokratis)
  • 4.
    Lanjutan perkembangan Supervisi Tahun1984 (diaksentuasikan ke aspek pembelajaran ) Tahun 2000 an - now (Pengawas dan Kepala sekolah) Tahun 1984 Tahun 2000 an -Now
  • 5.
    Swearingen mengungkapkan latar belakangperlunya supervisi berakar mendalam dalam kebutuhan masyarakat dengan latar belakang sebagai berikut :
  • 6.
    1. Latar BelakangKultural Pendidikan berakar dari budaya arif lokal setempat. Sejak dini pengalaman belajar dan kegiatan belajar-mengajar harus diangkat dari isi kebudayaan yang hidup di masyarakat itu
  • 7.
    Suatu system pendidikan yangberhasil guna dan berdaya guna bila ia berakar mendalam pada nilai-nilai filosofis pandangan hidup suatu bangsa. 2. Latar Belakang Filosofis
  • 8.
    3. Latar BelakangPsikologis Secara psikologis supervisi itu berakar mendalam pada pengalaman manusia. Tugas supervisi ialah menciptakan suasana sekolah yang penuh kehangatan sehingga setiap orang dapat menjadi dirinya sendiri.
  • 9.
    4. Latar BelakangSosial Seorang supervisor dalam melakukan tanggung jawabnya harus mampu mengembangkan potensi kreativitas dari orang yang dibina
  • 10.
    5. Latar Belakang Pertumbuhan Jabatan Diharapkanguru menjadi semakin professional dalam mengemban amanat jabatannya dan dapat meningkatkan posisi tawar guru di masyarakat dan pemerintah
  • 11.
    Faktor Pendukung Pembelajaran SUMBER: SUHARSIMI ARIKUNTO (2004:32)
  • 12.
    Prof. Dr. SuharsimiArikunto ENAM FAKTOR Pendukung Pembelajaran 1. Siswa 2. Guru 3. Kurikulum 4. Sarana-Prasarana 5. Pengelolaan 6. Lingkungan
  • 13.
  • 14.
  • 15.
  • 16.
    4. Sarana Prasarana halatau konsep yang membantu
  • 17.
  • 18.
    6. Lingkungan hal –hal yang ada disekitar pelaksanaan pembelajaran
  • 19.
    6Faktor tersebut SASARAN SUPERVISI bertujuanmenghasilkan mutu pembelajaran
  • 20.
    3 Bentuk Supervisi SUMBER: SUHARSIMI ARIKUNTO (2004:133)
  • 21.
    1. SUPERVISI AKADEMIK menitikberatkanpengamatan supervisor pada masalah-masalah akademik, yaitu hal-hal yang langsung berada dalam lingkungan kegiatan pembelajaran pada waktu siswa sedang dalam proses mempelajari sesuatu
  • 22.
    2. SUPERVISI ADMINISTRASI menitikberatkanpengamatan supervisor pada aspek-aspek administrasi yang berfungsi sebagai pendukung dan pelancar terlaksananya pembelajaran
  • 23.
    3. SUPERVISI LEMBAGA menitikberatkanatau menyebarkan objek pengamatan supervisor pada aspek-aspek yang berada di sekolah, jika supervisi akademik dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran maka supervisi lembaga dimaksudkan untuk meningkatkan nama baik sekolah atau kinerja sekolah secara keseluruhan
  • 24.
    Bahan dan AlatPembinaan Supervisi SUHARSIMI ARIKUNTO DAN HADARI NAWAWI
  • 25.
    Kegiatan Bahan / Data Supervisi informasiatau data yang akan di gunakan untuk pembinaan yang berkenaan dengan faktor penentu keberhasilan belajar siswa Sumber Datadari mana data supervisi tersebut dapat di peroleh Instrumen Supervisi dengan apa saja data supervisi tersebut dapat di kumpulkan
  • 26.
    1. Informasi Dataatau Data Supervisi a) Data tertulis : Arsip, Dokumen Sekolah, Angket, dll b) Data berbentuk suara : wawancara, pendapat, usul, pidato dll c) Data berbentuk gambar atau grafis : Video mengajar guru dan siswa di kelas, foto suasana perpustakaan dan laboratorium
  • 27.
    2. Sumber DataSupervisi a) Orang yang di wawancarai atau di dengar suaranya b) Dokumen, yang di cermati isi kandungan yang tertulis dalam benda yang bersangkutan c) Tempat atau lokasi, di mana letak benda, orang, atau apa saja, yang dapat langsung di amati dengan indra penglihatan. sesuatu yang di tuju oleh pelaku supervisi yang sedang mengumpulkan data
  • 28.
    Alat – alatBantu Supervisi Pendidikan SUHARSIMI ARIKUNTO DAN HADARI NAWAWI
  • 29.
    Alat-alat Bantu Supervisi sesuatulat-alat bantu itu di pergunakan dengan maksud untuk memungkinkan pertumbuhan kecakapan dan perkembangan penguasaan pengetahuan oleh guru/orang yang di supervisi. Alat-alat bantu supervisi antara lain : a) Perpustakaan Professional dan Perpustakaan Sekolah b) Buku Kurikulum /Rencana Pelajaran dan Buku Pegangan Guru
  • 30.
    Pelaku-pelaku Supervisi Pendidikan SUHARSIMIARIKUNTO DAN NGLAMIM PURWANTO
  • 31.
    1. Pengawas penanggung jawabutama atas terjadinya pembinaan sekolah sesuai dengan jenis dan jenjang lembaga pendidikannya
  • 32.
    2. Kepala Sekolah kepalasekolah dapat diibaratkan sebagai “pemilik” sekolah, tentu yang bersangkutan sangat faham tentang seluk-beluk kehidupan sekolah sehari-hari.
  • 33.
    3. Wakil KepalaSekolah Bid. Kurikulum Tugas wakasek bidang kurikulum ini adalah mengurusi semua urusan yang berkaitan dengan kurikulum dan pembelajaran.
  • 34.
    4. Wakil KepalaSekolah Bid. Kesiswaan wakil kepala sekolah bidang kesiswaan adalah pejabat yang bisa dikatakan paling akrab dengan seluruh kehidupan siswa.
  • 35.
    5. Wali Kelas Walikelas adalah personil yang ebrtanggung jawab atas kemajuan siswa di kelas tertentu.
  • 36.
    6. Petugas Bimbingandan Konseling Dalam deskripsi tugas, kegiatan yang seharusnya dilakukan oleh petugas bimbingan dan konseling di sekolah sebetulnya ada tiga hal yaitu: a) Bimbingan pribadi b) Bimbingan studi c) Bimbingan kari
  • 37.
    7. Petugas Perpustakaan Petugasperpustakaan sebagai orang yang telah ditunjuk dan diserahi tanggung jawab pengelola perpustakaan, dapat membantu peningkatan prestasi siswa maupun pemanfaatan bahan koleksi perpustakaan
  • 38.

Editor's Notes

  • #4 1. Sebelum th 1900 : Supervisi = inspeksi administratif yg bersifat mematamatai bawahan. 2. Awal abad 20 : supervisi terbatas hanya dilaksanakan oleh para spesialis saja. 3. Th 1920 an : Supervisi dianggap sbg ilmu pengetahuan yg hrs dimiliki oleh semua pimpinan krn supervisi dpt dilaksanakan oleh semua pimpinan di lembaga apapun. 4. Th 1930 – 1940 an : supervisi dilaksanakan sbg hubungan insani yg demokratis krn manusia/guru memp. Perasaan dan isi hati
  • #7 1. Latar Belakang Kultural Pendidikan berakar dari budaya arif lokal setempat. Sejak dini pengalaman belajar dan kegiatan belajar-mengajar harus diangkat dari isi kebudayaan yang hidup di masyarakat itu. Sekolah bertugas untuk mengkoordinasi semua usaha dalam rangka mencapai tujuan-tujuan pendidikan yang dicita-citakan.
  • #8 2. Latar Belakang Filosofis Suatu system pendidikan yang berhasil guna dan berdaya guna bila ia berakar mendalam pada nilai-nilai filosofis pandangan hidup suatu bangsa.
  • #9 3. Latar Belakang Psikologis Secara psikologis supervisi itu berakar mendalam pada pengalaman manusia. Tugas supervisi ialah menciptakan suasana sekolah yang penuh kehangatan sehingga setiap orang dapat menjadi dirinya sendiri.
  • #10 4. Latar Belakang Sosial Seorang supervisor dalam melakukan tanggung jawabnya harus mampu mengembangkan potensi kreativitas dari orang yang dibina melalui cara mengikutsertakan orang lain untuk berpartisipasi bersama. Supervisi harus bersumber pada kondisi masyarakat.
  • #11 5. Latar Belakang Pertumbuhan Jabatan Supervisi bertugas memelihara, merawat dan menstimulasi pertumbuhan jabatan guru. Diharapkan guru menjadi semakin professional dalam mengemban amanat jabatannya dan dapat meningkatkan posisi tawar guru di masyarakat dan pemerintah, bahwa guru punya peranan utama dalam pembentukan harkat dan martabat manusia.
  • #13 Sumber:Dasar-dasarSupervisi,SuharsimiArikunto(2004: 32) Melihat bagan tersebut, terdapat 6 (enam) faktor yang dapat menentukan hasil dari suatu proses pembelajaran, yaitu: a) Siswa b) Guru c) Kurikulum d) Sarana-prasarana e) Pengelolaan f) Lingkungan adalah hal-hal yang ada di sekitar pelaksanaan pembelajaran, yang berpengaruh langsung atau tidak langsung terhadap pelaksanaan pembelajaran serta menentukan hasil pembelajaran.
  • #14 Siswa adalah bahan yang akan diolah dalam suatu proses pembelajaran dengan berbagai tujuan yaitu dikuasainya segenap pengetahuan, kemampuan, keterampilan dan lain-lain oleh siswa setelah proses pembelajaran selesai dilaksanakan.
  • #15 Guru adalah pelaku yang berperan langsung dalam proses pembelajaran mengelola siswa, dengan kemampuan profesionalnya.
  • #16 Kurikulum adalah komponen yang mengatur bagaimana guru harus melaksanakan proses pembelajaran dengan bahan, waktu, metode, dan lain-lain serta target yang akan dicapai
  • #17 Sarana-prasarana adalah berupa hal atau konsep yang membantu untuk memperjelas konsep, dengan sarana dan prasarana yang cukup, sehingga konsep dari guru akan lebih mudah diterima oleh siswa
  • #18 Pengelolaan adalah tindakan dalam melakukan pengelolaan, pengaturan berbagai komponen yang ada, seperti: siswa, sarana yang dibutuhkan, metode atau cara-cara yang paling tepat yang akan dilakukan oleh guru sehingga tercapainya tujuan yang diharapkan.
  • #19 Lingkungan adalah hal-hal yang ada di sekitar pelaksanaan pembelajaran, yang berpengaruh langsung atau tidak langsung terhadap pelaksanaan pembelajaran serta menentukan hasil pembelajaran.
  • #20 Hal-hal tersebut diatas yang seharusnya menjadi objek atau sasaran supervisi, karena supervisi yang bertujuan menghasilkan mutu pembelajaran
  • #27 Data tertulis yang terdapat di dalam berbagai arsip dan dokumen yang di miliki oleh sekolah, baik yang di simpan di kantor tata usaha, oleh guru mata pelajaran, oleh wali kelas, dan oleh siswa sendiri. Angket yang diisi oleh responden juga sebagai data tertulis. Data berbentuk suara dan makna bahasa yang di keluarkan oleh siapa saja yang di sengaja oleh pelakunya dalam bentuk pidato, pembicaraan santai, pendapat atau usul, sanggahan atau bantahan, dan dapat juga berupa jawaban ketikan orang yang bersangkutan di wawancarai oleh pewawancara. Data berbentuk gambar atau grafis yang di tangkap oleh indra penglihatan, antara lain berupa gambar gerak orang ( misalnya gaya mengajar guru dan prilaku siswa ketika mengikuti pelajaran di kelas), gambar benda mati ( misalnya suasana buku yang ada di perpusakaan dan alat-alat yang di tata di laboraturium).
  • #28 Secara garis besar sasaran tentang sumber data dapat di bedakan menjadi tiga bentuk atau macam, yaitu : • Dokumen, yang di cermati isi kandungan yang tertulis dalam benda yang bersangkutan • Orang yang di wawancarai atau di dengar suaranya, meskipun pendengar tidak selalu yang di ajak bicara. • Tempat atau lokasi, di mana letak benda, orang, atau apa saja, yang dapat langsung di amati dengan indra penglihatan. 
  • #30 1. Perpustakaan Professional dan Perpustakaan Sekolah Superveisor harus mendorong agar di lingkungan lembaga pendidikan/sekolah di selenggarakan perpustakaan. Buku-buku dan koleksi lain harus up to date dalam arti mengikuti perkembangan yang terjadi di masyarakat. Di samping itu bahan-bahan lama harus di pertahankan dan di jaga dengan baik, karena sewakt-wktu akan sangat bergna. Dengan kata lain perpustakaan harus terus di kembangkan tidak saja dengan menghimpun buku-buku akan tetapi juga koleksi lain sepeti : Koran, majalah-majalah, brosur, bulletin dan lain-lain khususnya yang berhubungan dengan perkembangn pendidikan. Supervaisor jug harus berusaha memberikan motivasi kepada guru-guru agar selalu berminat untuk membaca di perpustakaan guna perkembangan keterampilan dan pengetahuannya. 2. Buku Kurikulum /Rencana Pelajaran dan Buku Pegangan Guru. Setiap guru yang bertuga pada sebuah lembaga pendidikan harus mengethui program yan akan di laksanakan, baik secara keseluruhan (garis-garis besarnya) maupun secara mendetail tentang program yang berkenaan denga bidangnya. Program suat lembaga pendidikan pada umumnya tlah tersusun didalam buku yang di sebut kurikulum/rencana pelajaran yangberisi jenis kegatan yang dapat di lakukan untuk mencapai tjuan sekolah. berdasarkan kurikulum seorangguru juga harus di lengapi dengn buku pegangan di bidangnya. Agar dapat menjalankan tugas-tuganya dengan baik.
  • #32 pengawas adalah penanggung jawab utama atas terjadinya pembinaan sekolah sesuai dengan  jenis dan jenjang lembaga pendidikannya. Di dalam deskripsi tugas disebutkan pengawas harus berhubungan dengan dan meramu data yang dikumpulkan oleh pelaku supervisi yang lain.. semua data tersebut disimpulkan, kemudian ditarik kesimpulannya untuk menentukan alternatif tindakan yang sekiranya tepat, meskipun sesuai dengan supervisi klinis guru yang bersangkutan harus mencba memilih sendiri alternatif pemecahan masalahnya.
  • #35 Pelaksanaan kegiatan yang dilakukan oleh wakasek bidang kesiswaan yang berkenaan dengan bidang supervisi dapat bervariasi: Pada waktu ada acara memperingati hari besar atau tutup tahun ajaran. Sebelum pelaksanaan sebaiknya disusun rencana yang matang bersama dengan pihak-pihak yang diperlukan. Sewaktu-waktu melakukan tugas-tugas rutin. Dalam hal ini wakasek itu dapat minta bantuan ketua osis atau wakil kelas yang di dalam kegiatan sehari-hari yang memang sudah akrab dengan siswa. Pada waktu upacara bendera hari senin pagi, wakasek dapat minta “titip” kepada kepala sekolah yang bisa memberikan pidato sambutan. Cara ini baik karena isi pesan untuk siswa dapat didengar juga oleh pihak lain sekaligus, yaitu wakama bidang lain,guru,petugas BK,prtugas perpustakaan, dam guru-guru lain. Dengan demikian akan banyak dukungan atas keterlaksanaan pesan untuk pembinaan tersebut.
  • #36 Dengan kedudukannya itu wali kelas tentunya memiliki data yang lengkap tentang keadaan siswa yang terdaftar di kelas yang bersangkutan. Apabila data tersebut dianalisis dapat diguanakan sendiri oleh wali kelas dalam rangka pembinaan pribadi maupun prestasi belajarnya. Selain itu data yang relevan dapat diberikan kepada pengawas dan kepala sekolah sebagai behan untuk kepentingan pembinaan untuk furu maupun siswa.
  • #37 Dengan kedudukannya itu wali kelas tentunya memiliki data yang lengkap tentang keadaan siswa yang terdaftar di kelas yang bersangkutan. Apabila data tersebut dianalisis dapat diguanakan sendiri oleh wali kelas dalam rangka pembinaan pribadi maupun prestasi belajarnya. Selain itu data yang relevan dapat diberikan kepada pengawas dan kepala sekolah sebagai behan untuk kepentingan pembinaan untuk furu maupun siswa.