Supervisi Pendidikan
Rahayu Mega Yuliana
153111091/PAI
Pengertian supervisi pendiidkan
 Dalam Dictionary of Education, Good Carter (1959) memberikan pengertian bahwa
supervisi adalah usaha dari petugas-petugas sekolah dalam memimpin guru-guru
dan petugas-petugas lainnya dalam memperbaiki pengajaran, termasuk
menstimulasi, menyeleksi pertumbuhan jabatan dan perkembangan guru-guru,
merevisi tujuan-tujuan pendidikan, bahan pengajaran, metode, dan evaluasi
pengajaran (Sahertian,2008: 17).
 Menurut P. Adam dan Frank G Dickey dalam basic principle of supervision,
supervision is a service particulary concerned with instruction and its improvement.
It kis directly concerned with teaching and learning and with the factor included
and related in and related these process-teachers-pupil-curriculum , materials of
the situation.
Next..
 Jadi supervisi dapat diartikan sebagai segala bantuan dari para
pemimpin sekolah, yang tertuju kepada perkembangan kepemimipinan
guru-guru dan personel sekolah lainnya dalam mencapai tujuan-tujuan
pendidikan. Selain itu , supervisi pendidikan diartikan sebagai bimbingan
professional bagi guru-guru. Orang yang melakukan supervisi disebut
dengan supervisor. Di dalam sebuah sekolah , kepala sekolah berperan
sebagai supervisor.
Tujuan-tujuan supervisi pendidikan
menurut N.A. Ametembun (1981 : 28)
 Membina kepala sekolah dan guru-guru untuk
lebih memahami tujuan pendidikan yang
sebenarnya dan peranan sekolah mencapai
tujuan itu.
 Memperbesar kesanggupan kepala sekolah dan
guru-guru untuk mempersiapkan peserta
didiknya menjadi anggota masyarakat yang
efektif.
 Membantu kepala sekolah dan guru
mengadakan diagnosis secara kritis terhadap
aktivitas-aktivitasnya dan kesulitan mengajar
belajar, sereta menolong mereka merencanakan
perbaikan-perbaikan.
 Meningkatkan kesadaran kepala sekolah dan
guru-guru serta warga sekolah lainnya terhadap
tata kerja yang demokratis dan kooperatif, serta
memperbesar kesediaan untuk tolong-
menolong.
 Memperbesar ambisi guru-guru untuk
meningkatkan mutu layanannya secara
maksimal dalam bidang profesinya (keahlian)
meningkatkan ‘achievement motive’.
 Membantu pimpinan sekolah untuk
mempopulerkan sekolah kepada masyarakat
dalam mengembangkan program-program
pendidikan.
 Membantu kepala sekolah dan guru-guru untuk
dapat mengevaluasi aktivitasnya dalam konteks
tujuan-tujuan aktivitas perkembangan peserta
didik.
 Mengembangkan ‘espprit de corps’ guru-guru,
yaitu adanya rasa kesatuan dan persatuan
(kolegialitas) antar guru-guru.
Prinsip-prinsipsupervisipendidikan
 Supervisi merupakan bagian integral dari
program pendidikan. Ia adalah jasa yang
bersifat kooperatif dan mengikutsertakan
karenanya, para guru hendaknya dilibatkan
seberapa dapat dalam pengembangan program
supervisi.
 Semua guru memerlukan dan berhak atas
bantuan supervisi.
 Supervisi hendaknya membantu menjelaskan
tujuan-tujuan dan sasaran-sasaran pendidikan,
dan hendaknya menerangkan implikasi-
implikasi dari tujuan-tujuan dan sasaran-sasaran
itu.
 Supervisi hendaknya disesuaikan untuk
memenuhi kebutuhan perseorangan dari
personil sekolah.
 Supervisi hendaknya membantu memperbaiki
sikap dan hubungan dari semua anggota staf
sekolah, dan membantu dalam pengembangan
hubungan sekolah masyarakat yang baik.
 Tanggung jawab bagi pengembangan program
supervisi berada pada kepala sekolah bagi
sekolahnya dan pada pemilik/pengawas bagi
sekolah-sekolah yang berada di wilayahnya.
 Harus ada dana yang memadai bagi program
kegiatan supervisi dalam anggaran tahunan,
serta personil, material, dan perlengkapan yang
mencukupi kebutuhan.
 Efektivitas program supervisi hendaknya dinilai
secara periodikoleh para peserta.
 Supervisi hendaknyamembantu menjelaskan
dan menerapkan dalam praktek penemuan
peneletian pendidikan yang mutakhir.
 Supervisi kian bertambah diangkat dari situasi
tertentu daripada dipaksakan dari atas
Sasaran supervisi
Barr Burton and Bruckner (1948:12) ada tiga objek supervisi pendidikan yang
sangat penting dalam usaha meningkatkan mutu pendidikan yaitu :
1. Studying the teching learning-learning situation
2. Improving the teaching learning saituation
3. Evaluating the means, methods and outcomes of supervision
Menurut Arikunyo (2004:33) sasaran supervisi ada tiga ,macam, yaitu
pembelajaran , pendukung kelancaran pembelajaran atau administratif dan
kelembagaan.
Program supervisi
Untuk keaktifan pelaksanaan supervisi diperlukan satu program yang memuat
berbagai aktivitas atau kegiatan yang akan dikerjakan oleh supervisor dalam
melaksanakan supervisi. Sesungguhnya tidak ada patokan baku mengenai hal ini,
namun demikian semakin rinci dan operasional suatu program , tentu akan
semakin baik karena akan membantu dan mempermudah supervisor dalam
melaksanakan kegiatan-kegiatan yang akan dilakukannya. Sebab program
supervisi tersebut sebagai pedoman bagi supervisor di dalam melakukan kegiatan
supervisinya (Depdikbud 1994)
Program supervisi harus mengacu pada visi, misi, tujuan, dan strtegi pembinaan
ditetapkan oleh pengawas. Untuk itu disusun program supervisi dengan
melibatkan semua komponen, biasanya disusun untuk masa waktu selam satu
tahun ajaran. Oleh karena itu dalam mengimplementasikannya diperlukan suatu
rencana kegiatan yang lebih spesifik, yang merupakan tahapan-tahapan tertentu
dari pelaksanaan program tersebut. Dengan demikian, akan menjadi jelas dan
kongkret apa yang seharusnya dilakukan supervisor dalam upaya
mengimplementasikan program supervisi tersebut untuk masa waktu tertentu.
Kegiatan-kegiatan supervisi
1. Menilai hasil pendidikan mengungat sasaran-sasaran pendidikan yang
telah disetujui.
2. Mempelajari situasi belajar-mengajar untuk menetapkan factor- faktor
yang mempengaruhi pertumbuhan dan prestasi murid yang memuaskan dan
tidak memuaskan.
3. Memperbaiki situasi belajar mengajar.
4. Menilai sasaran , metode , dan hasil supervisi.
Teknik-teknik supervisi pendidikan
 Kunjungan kelas
 Pembicaraan individual.
 Diskusi kelompok.
 Demontrasi mengajar.
 Kunjungan kelas antarguru.
 Pengembangan kurikulum.
 Bulletin supervisi.
 Perpustakaan professional.
 Lokakarya.
 Survey sekolah masyarakat.
Implementasi di lapangan
Implementasi dilapangan banyak terjadi keragaman dalam memahami dan melaksankan supervisi. Hal ini
terjadi karena diakibatkan oleh perbedaan latar belakang pendidikan dan tingkat jabatan, perbedaan dalam
orientasi profesional mereka, perbedaan dalam tujuan dan keterampilan menganalisa , perbedaan dalam
kesanggupan jasmani dan vitalitas hidup, perbedaan dalam kualifikasi kemampuan untuk memimpin dan
berdiri untuk dipimpin. Perbedaan tersebut seyogyanya tidak menjadi penghambat dalam pencapaian tujuan
supervisi.
Adapun contoh implementasi supervisi pendidikan, jika kepala sekolah ingin mengadakan supervisi
pendidikan, maka pastikan dulu apakah supervisi itu untuk individual atau kelompok. Kemudian pilihlah teknik
supervisi yang tepat menurut pengalaman kepala sekolah dengan banyak bertanya kepada pengawas sekolah.
Supervisi individual yang dilkukan kepala sekolah dengan menggunakan teknik kunjungan kelas dapat
digambarkan sebgai berikut; setelah membuat perencanaan supervisi terhadap persiapan, seorang kepala
sekolah mempertimbangkan tentang waktu , sasaran dan cara mengobservasikan selam kunjungan kelas.
Setelah itu kepala sekolah melakukan kunjungan kelas dalam rangka mengobservasi jalannya proses
pembelajaran.
Pada akhir kunjungan , kepala sekolah mengadakan perjanjian kepada guru-guru untuk membicarakan
hasil. Kemudian dalam rangka usaha pembinaan terhadap guru secara tuntas perlu dilkukan tindak lanjut
terhadap supervisi dan dilkukan perbaikan secara terus-menerussehungga dapat menciptakan guru yang
Hubungan antara administrasi dengan
supervisi pendidikan
Administrasi pendidikan adalah suatu proses keselruhan , dalam bidang pendidikan
yang meliputi prencanaan, pengorganisasian, pengarahan , pengkoordinasian,
pengawasan dan pembiayaan dengan memanfaatkan fasilitas yang tersedia untuk
mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien. Supervisi sebagai salah satu
fungsi pokok administrasi berupa pelayanan yang langsung berurusan dengan
pengajaran dan perbaikannya, dalam hal ini supervisi sebagai pengawasan terhadap
kegiatan administrasi pendidikan.
Next...
Administrasi dan supervisi mempunyai hubungan yang erat. Sebenarnya administrasi
dan supervisi tidak dapat dipisahkan, tetapi dalam hal-hal tertentu keduanya dapat
dibedakan. Kegiatan administrasi didasarkan kepada kekuasaan, sedangkan supervisi
didasarkan kepada pelayanan bimbingan dan pembinaan. Tugas administrasi meliputi
keseluruhan bidang tugas di sekolah, termasuk manajemen sekolah , sedangkan
supervisi adalah sebagian dari tugas pengarahan, satu segi manajemen sekolah.
Administrasi bertugas menyediakan semua kondisi yang diperlukan untuk pelaksanaan
program pendidikan , sedangkan supervisi menggunakan kondisi-kondisi yang telah
disediakan itu untuk peningkatan mutu belajar mengajar.
Issues for discussion
Dari pemaparan materi supervisi diatas,
bagaimana pendapat saudara/i apabila
saudara/i menjadi seorang kepala sekolah,
kebijakan apa yang saudara/i lakukan untuk
meningkatkan kualitas sekolah tersebutagar
dapat bersaing dengan sekolah lain ? Jelaskan
argumen saudara/i.

Supervisi pendidikan by Rahayu Mega Yuliana

  • 1.
    Supervisi Pendidikan Rahayu MegaYuliana 153111091/PAI
  • 2.
    Pengertian supervisi pendiidkan Dalam Dictionary of Education, Good Carter (1959) memberikan pengertian bahwa supervisi adalah usaha dari petugas-petugas sekolah dalam memimpin guru-guru dan petugas-petugas lainnya dalam memperbaiki pengajaran, termasuk menstimulasi, menyeleksi pertumbuhan jabatan dan perkembangan guru-guru, merevisi tujuan-tujuan pendidikan, bahan pengajaran, metode, dan evaluasi pengajaran (Sahertian,2008: 17).  Menurut P. Adam dan Frank G Dickey dalam basic principle of supervision, supervision is a service particulary concerned with instruction and its improvement. It kis directly concerned with teaching and learning and with the factor included and related in and related these process-teachers-pupil-curriculum , materials of the situation.
  • 3.
    Next..  Jadi supervisidapat diartikan sebagai segala bantuan dari para pemimpin sekolah, yang tertuju kepada perkembangan kepemimipinan guru-guru dan personel sekolah lainnya dalam mencapai tujuan-tujuan pendidikan. Selain itu , supervisi pendidikan diartikan sebagai bimbingan professional bagi guru-guru. Orang yang melakukan supervisi disebut dengan supervisor. Di dalam sebuah sekolah , kepala sekolah berperan sebagai supervisor.
  • 4.
    Tujuan-tujuan supervisi pendidikan menurutN.A. Ametembun (1981 : 28)  Membina kepala sekolah dan guru-guru untuk lebih memahami tujuan pendidikan yang sebenarnya dan peranan sekolah mencapai tujuan itu.  Memperbesar kesanggupan kepala sekolah dan guru-guru untuk mempersiapkan peserta didiknya menjadi anggota masyarakat yang efektif.  Membantu kepala sekolah dan guru mengadakan diagnosis secara kritis terhadap aktivitas-aktivitasnya dan kesulitan mengajar belajar, sereta menolong mereka merencanakan perbaikan-perbaikan.  Meningkatkan kesadaran kepala sekolah dan guru-guru serta warga sekolah lainnya terhadap tata kerja yang demokratis dan kooperatif, serta memperbesar kesediaan untuk tolong- menolong.  Memperbesar ambisi guru-guru untuk meningkatkan mutu layanannya secara maksimal dalam bidang profesinya (keahlian) meningkatkan ‘achievement motive’.  Membantu pimpinan sekolah untuk mempopulerkan sekolah kepada masyarakat dalam mengembangkan program-program pendidikan.  Membantu kepala sekolah dan guru-guru untuk dapat mengevaluasi aktivitasnya dalam konteks tujuan-tujuan aktivitas perkembangan peserta didik.  Mengembangkan ‘espprit de corps’ guru-guru, yaitu adanya rasa kesatuan dan persatuan (kolegialitas) antar guru-guru.
  • 5.
    Prinsip-prinsipsupervisipendidikan  Supervisi merupakanbagian integral dari program pendidikan. Ia adalah jasa yang bersifat kooperatif dan mengikutsertakan karenanya, para guru hendaknya dilibatkan seberapa dapat dalam pengembangan program supervisi.  Semua guru memerlukan dan berhak atas bantuan supervisi.  Supervisi hendaknya membantu menjelaskan tujuan-tujuan dan sasaran-sasaran pendidikan, dan hendaknya menerangkan implikasi- implikasi dari tujuan-tujuan dan sasaran-sasaran itu.  Supervisi hendaknya disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan perseorangan dari personil sekolah.  Supervisi hendaknya membantu memperbaiki sikap dan hubungan dari semua anggota staf sekolah, dan membantu dalam pengembangan hubungan sekolah masyarakat yang baik.  Tanggung jawab bagi pengembangan program supervisi berada pada kepala sekolah bagi sekolahnya dan pada pemilik/pengawas bagi sekolah-sekolah yang berada di wilayahnya.  Harus ada dana yang memadai bagi program kegiatan supervisi dalam anggaran tahunan, serta personil, material, dan perlengkapan yang mencukupi kebutuhan.  Efektivitas program supervisi hendaknya dinilai secara periodikoleh para peserta.  Supervisi hendaknyamembantu menjelaskan dan menerapkan dalam praktek penemuan peneletian pendidikan yang mutakhir.  Supervisi kian bertambah diangkat dari situasi tertentu daripada dipaksakan dari atas
  • 6.
    Sasaran supervisi Barr Burtonand Bruckner (1948:12) ada tiga objek supervisi pendidikan yang sangat penting dalam usaha meningkatkan mutu pendidikan yaitu : 1. Studying the teching learning-learning situation 2. Improving the teaching learning saituation 3. Evaluating the means, methods and outcomes of supervision Menurut Arikunyo (2004:33) sasaran supervisi ada tiga ,macam, yaitu pembelajaran , pendukung kelancaran pembelajaran atau administratif dan kelembagaan.
  • 7.
    Program supervisi Untuk keaktifanpelaksanaan supervisi diperlukan satu program yang memuat berbagai aktivitas atau kegiatan yang akan dikerjakan oleh supervisor dalam melaksanakan supervisi. Sesungguhnya tidak ada patokan baku mengenai hal ini, namun demikian semakin rinci dan operasional suatu program , tentu akan semakin baik karena akan membantu dan mempermudah supervisor dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan yang akan dilakukannya. Sebab program supervisi tersebut sebagai pedoman bagi supervisor di dalam melakukan kegiatan supervisinya (Depdikbud 1994) Program supervisi harus mengacu pada visi, misi, tujuan, dan strtegi pembinaan ditetapkan oleh pengawas. Untuk itu disusun program supervisi dengan melibatkan semua komponen, biasanya disusun untuk masa waktu selam satu tahun ajaran. Oleh karena itu dalam mengimplementasikannya diperlukan suatu rencana kegiatan yang lebih spesifik, yang merupakan tahapan-tahapan tertentu dari pelaksanaan program tersebut. Dengan demikian, akan menjadi jelas dan kongkret apa yang seharusnya dilakukan supervisor dalam upaya mengimplementasikan program supervisi tersebut untuk masa waktu tertentu.
  • 8.
    Kegiatan-kegiatan supervisi 1. Menilaihasil pendidikan mengungat sasaran-sasaran pendidikan yang telah disetujui. 2. Mempelajari situasi belajar-mengajar untuk menetapkan factor- faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan prestasi murid yang memuaskan dan tidak memuaskan. 3. Memperbaiki situasi belajar mengajar. 4. Menilai sasaran , metode , dan hasil supervisi.
  • 9.
    Teknik-teknik supervisi pendidikan Kunjungan kelas  Pembicaraan individual.  Diskusi kelompok.  Demontrasi mengajar.  Kunjungan kelas antarguru.  Pengembangan kurikulum.  Bulletin supervisi.  Perpustakaan professional.  Lokakarya.  Survey sekolah masyarakat.
  • 10.
    Implementasi di lapangan Implementasidilapangan banyak terjadi keragaman dalam memahami dan melaksankan supervisi. Hal ini terjadi karena diakibatkan oleh perbedaan latar belakang pendidikan dan tingkat jabatan, perbedaan dalam orientasi profesional mereka, perbedaan dalam tujuan dan keterampilan menganalisa , perbedaan dalam kesanggupan jasmani dan vitalitas hidup, perbedaan dalam kualifikasi kemampuan untuk memimpin dan berdiri untuk dipimpin. Perbedaan tersebut seyogyanya tidak menjadi penghambat dalam pencapaian tujuan supervisi. Adapun contoh implementasi supervisi pendidikan, jika kepala sekolah ingin mengadakan supervisi pendidikan, maka pastikan dulu apakah supervisi itu untuk individual atau kelompok. Kemudian pilihlah teknik supervisi yang tepat menurut pengalaman kepala sekolah dengan banyak bertanya kepada pengawas sekolah. Supervisi individual yang dilkukan kepala sekolah dengan menggunakan teknik kunjungan kelas dapat digambarkan sebgai berikut; setelah membuat perencanaan supervisi terhadap persiapan, seorang kepala sekolah mempertimbangkan tentang waktu , sasaran dan cara mengobservasikan selam kunjungan kelas. Setelah itu kepala sekolah melakukan kunjungan kelas dalam rangka mengobservasi jalannya proses pembelajaran. Pada akhir kunjungan , kepala sekolah mengadakan perjanjian kepada guru-guru untuk membicarakan hasil. Kemudian dalam rangka usaha pembinaan terhadap guru secara tuntas perlu dilkukan tindak lanjut terhadap supervisi dan dilkukan perbaikan secara terus-menerussehungga dapat menciptakan guru yang
  • 11.
    Hubungan antara administrasidengan supervisi pendidikan Administrasi pendidikan adalah suatu proses keselruhan , dalam bidang pendidikan yang meliputi prencanaan, pengorganisasian, pengarahan , pengkoordinasian, pengawasan dan pembiayaan dengan memanfaatkan fasilitas yang tersedia untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien. Supervisi sebagai salah satu fungsi pokok administrasi berupa pelayanan yang langsung berurusan dengan pengajaran dan perbaikannya, dalam hal ini supervisi sebagai pengawasan terhadap kegiatan administrasi pendidikan.
  • 12.
    Next... Administrasi dan supervisimempunyai hubungan yang erat. Sebenarnya administrasi dan supervisi tidak dapat dipisahkan, tetapi dalam hal-hal tertentu keduanya dapat dibedakan. Kegiatan administrasi didasarkan kepada kekuasaan, sedangkan supervisi didasarkan kepada pelayanan bimbingan dan pembinaan. Tugas administrasi meliputi keseluruhan bidang tugas di sekolah, termasuk manajemen sekolah , sedangkan supervisi adalah sebagian dari tugas pengarahan, satu segi manajemen sekolah. Administrasi bertugas menyediakan semua kondisi yang diperlukan untuk pelaksanaan program pendidikan , sedangkan supervisi menggunakan kondisi-kondisi yang telah disediakan itu untuk peningkatan mutu belajar mengajar.
  • 13.
    Issues for discussion Daripemaparan materi supervisi diatas, bagaimana pendapat saudara/i apabila saudara/i menjadi seorang kepala sekolah, kebijakan apa yang saudara/i lakukan untuk meningkatkan kualitas sekolah tersebutagar dapat bersaing dengan sekolah lain ? Jelaskan argumen saudara/i.