HJ. EVI SUSANTI S.ST, M.BIOMED
NIDN : 1008087301
PROGRAMSTUDI DIPLOMAIV KEBIDANAN
STIKESPRIMANUSANTARABUKITTINGGI
TAHUNAKADEMIK 2014/2015
Kompetensi Yang Harus Dicapai :
Pengertian
Supervisi
Pendidikan
Tipe – Tipe
Supervisi
Pendidikan
Fungsi
Supervisi
Pendidikan
Sasaran
Supervisi
Pendidikan
Tujuan
Supervisi
Pendidikan
Prinsip –
prinsip
Supervisi
Pendidikan
Teknik –
teknik
Supervisi
Pendidikan
Mekanisme
Supervisi
Klinis
Supervisi
Klinis
A. Pendahuluan
• Istilah supervisi baru muncul kurang lebih tiga dasawarsa
terakhir ini (Suharsimi Arikunto,2004).
• Kegiatan serupa yg dahulu banyak dilakukan adalah
Inspeksi, pemeriksaan, pengawasan atau penilikan.
• Dalam konteks sekolah sebagai sebuah organisasi pendidikan,
supervisi merupaka bagian dari proses administrasi
manajemen.
• Kegiaan supervisi melengkapi fungsi-fungsi administrasi yg
ada di sekolah sebagai fungsi terakhir, yaitu penilaian
terhadap semua kegiatan dalam mencapai tujuan.
• Dengan supervisi, akan memberikan inspirasi untuk
bersama-sama menyelesaikan pekerjaan dg jumlah lebih
banyak, waktu lebih cepat, cara lebih mudah, & hasil yg lebih
baik daripada jika dikerjakan sendiri.
B. DEFINISI SUPERVISI PENDIDIKAN
Berasal dari Bahasa Inggris yaitu :
Super : Atas
Vision : Penglihatan
Secara etimologi yaitu Penglihatan dari atas/pengawasan di
bidang pendidikan.
Terminologi :
 Merupakan arti kiasan yang menggambarkan suatu posisi
dimana yang melihat berkedudukan lebih tinggi dari pada
yang dilihat.
 Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan supervisi dilakukan
oleh atasan kepada bawahan (pengawasan).
MenurutPakar:
Manullang, 2005 : 173 :
Pengawasan sebagai suatu proses untuk menerapkan
pekerjaan apa yang sudah dilaksanakan, menilainya dan bila
perlu mengoreksi dengan maksud
Good Carter, 2014 :
Usaha dari petugas sekolah dalam memimpin guru-guru dan
petugas lainnya, dalam memperbaiki pengajaran, termasuk
menstimulir, menyeleksi pertumbuhan jabatan dan
perkembangan guru/dosen dan merevisi tujuan-tujuan
pendidikan, bahan pengajaran dan metode mengajar serta
evaluasi pengajaran.
Secara sematik supervisi pendidikan adalah pembinaan yang
dilakukan berupa bimbingan atau tuntunan ke arah perbaikan
situasi pendidikan pada umumnya dan peningkatan mutu
mengajar dan belajar pada khususnya.
Mulyasa, 2006 :
Supervisi sesungguhnya dapat dilaksanakan oleh kepala
sekolah yang berperan sebagai supervisor, tetapi dalam
sistem organisasi modern diperlukan supervisor khusus
yang lebih independent, dan dapat meningkatkan
objektifitas dalam pembinaan dan pelaksanaan tugas.
Wilem Mantja, 2007 :
Kegiatan supervisor yang dilakukan untuk perbaikan
proses belajar mengajar, yang terdiri dua tujuan yaitu
perbaikan guru/dosen dan peningkatan mutu pendidikan.
C. FUNGSI SUPERVISI PENDIDIKAN
Fungsi Meningkatkan Mutu Pembelajaran Ruang
lingkupnya sempit, hanya tertuju pada aspek akademik,
khususnya yang terjadi di ruang kelas ketika guru sedang
memberikan bantuan dan arahan kepada siswa.
Fungsi Memicu Unsur yang Terkait dengan
PembelajaranLebih dikenal dengan nama Supervisi
Administrasi
Fungsi Membina dan Memimpin
D. TUJUAN SUPERVISI PENDIDIKAN
Tujuan utama supervisi adalah memperbaiki
pengajaran (Neagly & Evans, 1980; Oliva, 1984;
Hoy & Forsyth, 1986; Wiles dan Bondi, 1986;
Glickman, 1990).
Tujuan umum Supervisi adalah memberikan
bantuan teknis dan bimbingan kepada guru dan
staf agar personil tersebut mampu meningkatkan
kwalitas kinerjanya, dalam melaksanakan tugas
dan melaksanakan proses belajar mengajar .
Secara operasional dapat dikemukakan beberapa tujuan konkrit
dari supervisi pendidikan yaitu
1. Meningkatkan mutu kinerja guru
2. Meningkatkan keefektifan kurikulum sehingga berdaya guna dan
terlaksana dengan baik
3. Meningkatkan keefektifan dan keefesiensian sarana dan prasarana
yang ada untuk dikelola dan dimanfaatkan dengan baik sehingga
mampu mengoptimalkan keberhasilan siswa
4. Meningkatkan kualitas pengelolaan sekolah khususnya dalam
mendukung terciptanya suasana kerja yang optimal yang
selanjutnya siswa dapat mencapai prestasi belajar sebagaimana
yang diharapkan.
5. Meningkatkan kualitas situasi umum sekolah sehingga tercipta
situasi yang tenang dan tentram serta kondusif yang akan
meningkatkan kualitas pembelajaran yang menunjukkan
keberhasilan lulusan.
Meningkatkan Mutu Kinerja Guru
a. Membantu guru dalam memahami tujuan pendidikan dan apa
peran sekolah dalam mencapai tujuan tersebut
b. Membantu guru dalam melihat secara lebih jelas dalam
memahami keadaan dan kebutuhan siswanya.
c. Membentuk moral kelompok yang kuat dan mempersatukan guru
dalam satu tim yang efektif, bekerjasama secara akrab dan
bersahabat serta saling menghargai satu dengan lainnya.
d. Meningkatkan kualitas pembelajaran yang pada akhirnya
meningkatkan prestasi belajar siswa.
e. Meningkatkan kualitas pengajaran guru baik itu dari segi strategi,
keahlian dan alat pengajaran.
f. Menyediakan sebuah sistim yang berupa penggunaan teknologi
yang dapat membantu guru dalam pengajaran.
E. SASARAN
1. Supervisi Akademik
Menitikberatkan pengamatan supervisor pada masalah-masalah akademik, yaitu hal-hal yang
berlangsung berada dalam lingkungan kegiatan pembelajaran pada waktu siswa sedang dalam
proses mempelajari sesuatu
2. Supervisi Administrasi
Menitikberatkan pengamatan supervisor pada aspek-aspek administrasi yang berfungsi sebagai
pendukung dan pelancar terlaksananya pembelajaran.
3. Supervisi Lembaga
Menyebarkan objek pengamatan supervisor pada aspek-aspek yang berada di sekolah. Supervisi
ini dimaksudkan untuk meningkatkan nama baik sekolah atau kinerja sekolah secara keseluruhan.
Misalnya: Ruang UKS (Unit Kesehatan Sekolah), Perpustakaan dan lain-lain.
F. PRINSIP-PRINSIP SUPERVISI PENDIDIKAN
Supervisi hendaknya memberikan rasa aman kepada pihak yang disupervisi.
Supervisi hendaknya bersifat Kontrukstif dan Kreatif
Supervisi hendaknya realistis didasarkan pada keadaan dan kenyataan
sebenarnya.
Kegiatan supervisi hendaknya terlaksana dengan sederhana.
Dalam pelaksanaan supervisi hendaknya terjalin hubungan profesional, bukan
didasarkan atas hubungan pribadi.
Supervisi hendaknya didasarkan pada kemampuan, kesanggupan, kondisi dan
sikap pihak yang disupervisi.
Supervisi harus menolong guru agar senantiasa tumbuh sendiri tidak
tergantung pada kepala sekolah
Hendaknya Prinsip Supervisi Pendidikan :
• Supervisi bersifat memberikan bimbingan & memberikan bantuan
kepada guru & staf sekolah lain untuk mengatasi masalah &
mengatasi kesulitan & bukan mencari-cari kesalahan.
• Pemberian bantuan dan bimbingan dilakukan secara langsung,
artinya bahwa pihak yg mendapat bantuan dan bimbingan tersebut
tanpa dipaksa atau dibukakan hatinya dapat merasa sendiri serta
sepadan dg kemampuan untuk dapat mengatasi sendiri.
• Apabila supervisor merencanakan akan memberikan saran atau
umpan balik, sebaiknya disampaikan sesegera mungkin agar tidak
lupa. Sebaiknya supervisor memberikan kesempatan kepada pihak
yg disupervisi untuk mengajukan pertanyaan atau tanggapan.
• Kegiatan supervisi sebaiknya dilakukan secara berkala misalnya 3
bulan sekali, bukan menurut minat & kesempatan yg dimiliki oleh
supervisor.
• Suasana yg terjadi selama supervisi berlangsung hendaknya
mencerminkan adanya hubungan yg baik antara supervisor & yg
disupervisi tercipta suasana kemitraan yg akrab. Hal ini bertujuan
agar pihak yg disupervisi tidak akan segan-segan mengemukakan
pendapat tentang kesulitan yg dihadapi atau kekurangan yg dimiliki.
G. TIPE – TIPE SUPERVISI PENDIDIKAN
• Tipe Inspeksi
Tipe seperti ini biasanya terjadi dalam administrasi & model
kepemimpinan yg otokratis, mengutamakan pada upaya mencari
kesalahan orang lain, bertindak sbg “Inspektur” yg bertugas mengawasi
pekerjaan guru.
Tipe Laisses Faire
Tipe ini kebalikan dari tipe sebelumnya. Kalau dalam supervisi inspeksi
bawahan diawasi secara ketat dan harus menurut perintah atasan, pada
supervisi Laisses Faire para pegawai dibiarkan saja bekerja
sekehendaknya tanpa diberi petunjuk yg benar.
Misalnya: guru boleh mengajar sebagaimana yg mereka inginkan baik
pengembangan materi, pemilihan metode ataupun alat pelajaran.
• Tipe Coersive
Tipe ini tidak jauh berbeda dengan tipe inspeksi. Sifatnya memaksakan
kehendaknya. Apa yg diperkirakannya sbg sesuatu yg baik, meskipun
tidak cocok dg kondisi atau kemampuan pihak yg disupervisi tetap saja
dipaksakan berlakunya. Guru sama sekali tidak diberi kesempatan untuk
bertanya mengapa harus demikian.
Contoh supervisi yg dilakukan kepada guru yg baru mulai mengajar.
H. TEKNIK – TEKNIK SUPERVISI PENDIDIKAN
• Teknik Perseorangan
a. Mengadakan kunjungan kelas (Classroom visitation)
Yang dimaksud adalah kunjungan yang dilakukan untuk
melihat guru yang sedang mengajar atau ketika kelas
sedang kosong.
b. Mengadakan observasi kelas (Classroom Observation)
Kunjungan ke sebuah kelas untuk mencermati
situasi/peristiwa yang sedang berlangsung di dalam
kelas.
c. Mengadakan wawancara : dilakukan apabila
supervisor menghendaki jawaban dari individu tertentu.
• Teknik Kelompok
a. Mengadakan pertemuan/rapat (meeting)
b. Mengadakan diskusi kelompok (group discusion)
c. Mengadakan penataran (in service training)
d. Seminar
I. MEKANISME PELAKSANAAN SUPERVISI
Tahap
penyusunan
program
supervisi
Tahap
persiapan
Tahap
pelaksanaan
Tahap tindak
lanjut.
J. TAHAP-TAHAP SUPERVISI
• Tahap penyusunan program supervisi
Program tersebut meliputi program tahunan dan program
semester ( terlampir )
• Tahap persiapan
Yang perlu dipersiapkan ;
1) Format/instrumen supervisi.
2) Materi pembinaan/supervisi.
3) Buku catatan .
4) data supervisi/pembinaan sebelumnya.
• Tahap pelaksanaan
Diarahkan pada sasaran yang telah ditetapkan .
• Tahap tindak lanjut.
Merupakan pembinaan dan perbaikan dari hasil temuan pada
saat supervisi.
K. SUPERVISI KLINIS
Supervisi klinis termasuk bagian dari
supervisi pengajaran.
Perbedaannya dg supervisi yg lain adalah
prosedur pelaksanaannya ditekankan
kepada mencari sebab-sebab atau
kelemahan yg terjadi dalam proses
pembelajaran & kemudian langsung
diusahakan perbaikan kekurangan &
kelemahan tersebut.
Pelaksanaan supervisi klinis menurut la sulo (1987)
Ciri-ciri supervisi sebagai berikut :
• Bimbingan supervisor kepada guru bersifat bantuan, bukan
perintah atau instruksi.
• Kesepakatan antara guru dan supervisor tentang apa yang
dikaji dan jenis keterampilan yang paling pointing (diskusi
guru dengan supervisor)
• Instrument dikembangkan dan disepakati bersama antara
guru dengan supervisor
• Guru melakukan persiapan dengan aspek kelemahan-
kelemahan yang akan diperbaiki. Bila perlu berlatih diluar
sekolah
• Pelaksanaannya seperti dalam teknik observasi kelas
• Balikan diberikan dengan segera dan bersifat obyektif
• Guru hendaknya dapat menganalisa penampilannya
• Supervisor lebih banyak bertanya dan mendengarkan
daripada memerintah atau mengarahkan
• Supervisor dan guru dalam keadaam suasanan intim dan
terbuka
• Supervisor dapat digunakan untuk membentuk atau
peningkatan dan perbaikan keterampilan pembelajaran
Supervisi_Pendidikan_ppt.ppt
Supervisi_Pendidikan_ppt.ppt

Supervisi_Pendidikan_ppt.ppt

  • 1.
    HJ. EVI SUSANTIS.ST, M.BIOMED NIDN : 1008087301 PROGRAMSTUDI DIPLOMAIV KEBIDANAN STIKESPRIMANUSANTARABUKITTINGGI TAHUNAKADEMIK 2014/2015
  • 3.
    Kompetensi Yang HarusDicapai : Pengertian Supervisi Pendidikan Tipe – Tipe Supervisi Pendidikan Fungsi Supervisi Pendidikan Sasaran Supervisi Pendidikan Tujuan Supervisi Pendidikan Prinsip – prinsip Supervisi Pendidikan Teknik – teknik Supervisi Pendidikan Mekanisme Supervisi Klinis Supervisi Klinis
  • 4.
    A. Pendahuluan • Istilahsupervisi baru muncul kurang lebih tiga dasawarsa terakhir ini (Suharsimi Arikunto,2004). • Kegiatan serupa yg dahulu banyak dilakukan adalah Inspeksi, pemeriksaan, pengawasan atau penilikan. • Dalam konteks sekolah sebagai sebuah organisasi pendidikan, supervisi merupaka bagian dari proses administrasi manajemen. • Kegiaan supervisi melengkapi fungsi-fungsi administrasi yg ada di sekolah sebagai fungsi terakhir, yaitu penilaian terhadap semua kegiatan dalam mencapai tujuan. • Dengan supervisi, akan memberikan inspirasi untuk bersama-sama menyelesaikan pekerjaan dg jumlah lebih banyak, waktu lebih cepat, cara lebih mudah, & hasil yg lebih baik daripada jika dikerjakan sendiri.
  • 5.
    B. DEFINISI SUPERVISIPENDIDIKAN Berasal dari Bahasa Inggris yaitu : Super : Atas Vision : Penglihatan Secara etimologi yaitu Penglihatan dari atas/pengawasan di bidang pendidikan. Terminologi :  Merupakan arti kiasan yang menggambarkan suatu posisi dimana yang melihat berkedudukan lebih tinggi dari pada yang dilihat.  Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan supervisi dilakukan oleh atasan kepada bawahan (pengawasan).
  • 6.
    MenurutPakar: Manullang, 2005 :173 : Pengawasan sebagai suatu proses untuk menerapkan pekerjaan apa yang sudah dilaksanakan, menilainya dan bila perlu mengoreksi dengan maksud Good Carter, 2014 : Usaha dari petugas sekolah dalam memimpin guru-guru dan petugas lainnya, dalam memperbaiki pengajaran, termasuk menstimulir, menyeleksi pertumbuhan jabatan dan perkembangan guru/dosen dan merevisi tujuan-tujuan pendidikan, bahan pengajaran dan metode mengajar serta evaluasi pengajaran. Secara sematik supervisi pendidikan adalah pembinaan yang dilakukan berupa bimbingan atau tuntunan ke arah perbaikan situasi pendidikan pada umumnya dan peningkatan mutu mengajar dan belajar pada khususnya.
  • 7.
    Mulyasa, 2006 : Supervisisesungguhnya dapat dilaksanakan oleh kepala sekolah yang berperan sebagai supervisor, tetapi dalam sistem organisasi modern diperlukan supervisor khusus yang lebih independent, dan dapat meningkatkan objektifitas dalam pembinaan dan pelaksanaan tugas. Wilem Mantja, 2007 : Kegiatan supervisor yang dilakukan untuk perbaikan proses belajar mengajar, yang terdiri dua tujuan yaitu perbaikan guru/dosen dan peningkatan mutu pendidikan.
  • 8.
    C. FUNGSI SUPERVISIPENDIDIKAN Fungsi Meningkatkan Mutu Pembelajaran Ruang lingkupnya sempit, hanya tertuju pada aspek akademik, khususnya yang terjadi di ruang kelas ketika guru sedang memberikan bantuan dan arahan kepada siswa. Fungsi Memicu Unsur yang Terkait dengan PembelajaranLebih dikenal dengan nama Supervisi Administrasi Fungsi Membina dan Memimpin
  • 9.
    D. TUJUAN SUPERVISIPENDIDIKAN Tujuan utama supervisi adalah memperbaiki pengajaran (Neagly & Evans, 1980; Oliva, 1984; Hoy & Forsyth, 1986; Wiles dan Bondi, 1986; Glickman, 1990). Tujuan umum Supervisi adalah memberikan bantuan teknis dan bimbingan kepada guru dan staf agar personil tersebut mampu meningkatkan kwalitas kinerjanya, dalam melaksanakan tugas dan melaksanakan proses belajar mengajar .
  • 10.
    Secara operasional dapatdikemukakan beberapa tujuan konkrit dari supervisi pendidikan yaitu 1. Meningkatkan mutu kinerja guru 2. Meningkatkan keefektifan kurikulum sehingga berdaya guna dan terlaksana dengan baik 3. Meningkatkan keefektifan dan keefesiensian sarana dan prasarana yang ada untuk dikelola dan dimanfaatkan dengan baik sehingga mampu mengoptimalkan keberhasilan siswa 4. Meningkatkan kualitas pengelolaan sekolah khususnya dalam mendukung terciptanya suasana kerja yang optimal yang selanjutnya siswa dapat mencapai prestasi belajar sebagaimana yang diharapkan. 5. Meningkatkan kualitas situasi umum sekolah sehingga tercipta situasi yang tenang dan tentram serta kondusif yang akan meningkatkan kualitas pembelajaran yang menunjukkan keberhasilan lulusan.
  • 11.
    Meningkatkan Mutu KinerjaGuru a. Membantu guru dalam memahami tujuan pendidikan dan apa peran sekolah dalam mencapai tujuan tersebut b. Membantu guru dalam melihat secara lebih jelas dalam memahami keadaan dan kebutuhan siswanya. c. Membentuk moral kelompok yang kuat dan mempersatukan guru dalam satu tim yang efektif, bekerjasama secara akrab dan bersahabat serta saling menghargai satu dengan lainnya. d. Meningkatkan kualitas pembelajaran yang pada akhirnya meningkatkan prestasi belajar siswa. e. Meningkatkan kualitas pengajaran guru baik itu dari segi strategi, keahlian dan alat pengajaran. f. Menyediakan sebuah sistim yang berupa penggunaan teknologi yang dapat membantu guru dalam pengajaran.
  • 12.
    E. SASARAN 1. SupervisiAkademik Menitikberatkan pengamatan supervisor pada masalah-masalah akademik, yaitu hal-hal yang berlangsung berada dalam lingkungan kegiatan pembelajaran pada waktu siswa sedang dalam proses mempelajari sesuatu 2. Supervisi Administrasi Menitikberatkan pengamatan supervisor pada aspek-aspek administrasi yang berfungsi sebagai pendukung dan pelancar terlaksananya pembelajaran. 3. Supervisi Lembaga Menyebarkan objek pengamatan supervisor pada aspek-aspek yang berada di sekolah. Supervisi ini dimaksudkan untuk meningkatkan nama baik sekolah atau kinerja sekolah secara keseluruhan. Misalnya: Ruang UKS (Unit Kesehatan Sekolah), Perpustakaan dan lain-lain.
  • 13.
    F. PRINSIP-PRINSIP SUPERVISIPENDIDIKAN Supervisi hendaknya memberikan rasa aman kepada pihak yang disupervisi. Supervisi hendaknya bersifat Kontrukstif dan Kreatif Supervisi hendaknya realistis didasarkan pada keadaan dan kenyataan sebenarnya. Kegiatan supervisi hendaknya terlaksana dengan sederhana. Dalam pelaksanaan supervisi hendaknya terjalin hubungan profesional, bukan didasarkan atas hubungan pribadi. Supervisi hendaknya didasarkan pada kemampuan, kesanggupan, kondisi dan sikap pihak yang disupervisi. Supervisi harus menolong guru agar senantiasa tumbuh sendiri tidak tergantung pada kepala sekolah
  • 14.
    Hendaknya Prinsip SupervisiPendidikan : • Supervisi bersifat memberikan bimbingan & memberikan bantuan kepada guru & staf sekolah lain untuk mengatasi masalah & mengatasi kesulitan & bukan mencari-cari kesalahan. • Pemberian bantuan dan bimbingan dilakukan secara langsung, artinya bahwa pihak yg mendapat bantuan dan bimbingan tersebut tanpa dipaksa atau dibukakan hatinya dapat merasa sendiri serta sepadan dg kemampuan untuk dapat mengatasi sendiri. • Apabila supervisor merencanakan akan memberikan saran atau umpan balik, sebaiknya disampaikan sesegera mungkin agar tidak lupa. Sebaiknya supervisor memberikan kesempatan kepada pihak yg disupervisi untuk mengajukan pertanyaan atau tanggapan. • Kegiatan supervisi sebaiknya dilakukan secara berkala misalnya 3 bulan sekali, bukan menurut minat & kesempatan yg dimiliki oleh supervisor. • Suasana yg terjadi selama supervisi berlangsung hendaknya mencerminkan adanya hubungan yg baik antara supervisor & yg disupervisi tercipta suasana kemitraan yg akrab. Hal ini bertujuan agar pihak yg disupervisi tidak akan segan-segan mengemukakan pendapat tentang kesulitan yg dihadapi atau kekurangan yg dimiliki.
  • 15.
    G. TIPE –TIPE SUPERVISI PENDIDIKAN • Tipe Inspeksi Tipe seperti ini biasanya terjadi dalam administrasi & model kepemimpinan yg otokratis, mengutamakan pada upaya mencari kesalahan orang lain, bertindak sbg “Inspektur” yg bertugas mengawasi pekerjaan guru. Tipe Laisses Faire Tipe ini kebalikan dari tipe sebelumnya. Kalau dalam supervisi inspeksi bawahan diawasi secara ketat dan harus menurut perintah atasan, pada supervisi Laisses Faire para pegawai dibiarkan saja bekerja sekehendaknya tanpa diberi petunjuk yg benar. Misalnya: guru boleh mengajar sebagaimana yg mereka inginkan baik pengembangan materi, pemilihan metode ataupun alat pelajaran. • Tipe Coersive Tipe ini tidak jauh berbeda dengan tipe inspeksi. Sifatnya memaksakan kehendaknya. Apa yg diperkirakannya sbg sesuatu yg baik, meskipun tidak cocok dg kondisi atau kemampuan pihak yg disupervisi tetap saja dipaksakan berlakunya. Guru sama sekali tidak diberi kesempatan untuk bertanya mengapa harus demikian. Contoh supervisi yg dilakukan kepada guru yg baru mulai mengajar.
  • 16.
    H. TEKNIK –TEKNIK SUPERVISI PENDIDIKAN • Teknik Perseorangan a. Mengadakan kunjungan kelas (Classroom visitation) Yang dimaksud adalah kunjungan yang dilakukan untuk melihat guru yang sedang mengajar atau ketika kelas sedang kosong. b. Mengadakan observasi kelas (Classroom Observation) Kunjungan ke sebuah kelas untuk mencermati situasi/peristiwa yang sedang berlangsung di dalam kelas. c. Mengadakan wawancara : dilakukan apabila supervisor menghendaki jawaban dari individu tertentu.
  • 17.
    • Teknik Kelompok a.Mengadakan pertemuan/rapat (meeting) b. Mengadakan diskusi kelompok (group discusion) c. Mengadakan penataran (in service training) d. Seminar
  • 18.
    I. MEKANISME PELAKSANAANSUPERVISI Tahap penyusunan program supervisi Tahap persiapan Tahap pelaksanaan Tahap tindak lanjut.
  • 19.
    J. TAHAP-TAHAP SUPERVISI •Tahap penyusunan program supervisi Program tersebut meliputi program tahunan dan program semester ( terlampir ) • Tahap persiapan Yang perlu dipersiapkan ; 1) Format/instrumen supervisi. 2) Materi pembinaan/supervisi. 3) Buku catatan . 4) data supervisi/pembinaan sebelumnya. • Tahap pelaksanaan Diarahkan pada sasaran yang telah ditetapkan . • Tahap tindak lanjut. Merupakan pembinaan dan perbaikan dari hasil temuan pada saat supervisi.
  • 20.
    K. SUPERVISI KLINIS Supervisiklinis termasuk bagian dari supervisi pengajaran. Perbedaannya dg supervisi yg lain adalah prosedur pelaksanaannya ditekankan kepada mencari sebab-sebab atau kelemahan yg terjadi dalam proses pembelajaran & kemudian langsung diusahakan perbaikan kekurangan & kelemahan tersebut.
  • 21.
    Pelaksanaan supervisi klinismenurut la sulo (1987) Ciri-ciri supervisi sebagai berikut : • Bimbingan supervisor kepada guru bersifat bantuan, bukan perintah atau instruksi. • Kesepakatan antara guru dan supervisor tentang apa yang dikaji dan jenis keterampilan yang paling pointing (diskusi guru dengan supervisor) • Instrument dikembangkan dan disepakati bersama antara guru dengan supervisor • Guru melakukan persiapan dengan aspek kelemahan- kelemahan yang akan diperbaiki. Bila perlu berlatih diluar sekolah
  • 22.
    • Pelaksanaannya sepertidalam teknik observasi kelas • Balikan diberikan dengan segera dan bersifat obyektif • Guru hendaknya dapat menganalisa penampilannya • Supervisor lebih banyak bertanya dan mendengarkan daripada memerintah atau mengarahkan • Supervisor dan guru dalam keadaam suasanan intim dan terbuka • Supervisor dapat digunakan untuk membentuk atau peningkatan dan perbaikan keterampilan pembelajaran