JURUSAN PENDIDIKAN FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
HAKEKAT SUPERVISI PENDIDIKAN
Pada hakikatnya, pendidikan merupakan upaya membangun budaya dan
peradaban bangsa. Oleh karena itu, UUD 1945 secara tegas mengamanatkan
bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan.
Pendidikan merupakan proses pendewasaan diri manusia itu sendiri serta selain
itu pendidikan juga merupakan proses pembentukan pribadi dan karakter
manusia.
Pendidikan sekolah sangat diperlukan adanya perencanaan dalam pendidikan
demi tercapainya tujuan pendidikan tersebut. Perencanaan yang dimaksud
adalah kurikulum pendidikan atau sekolah yang di dalamnya terdapat standar-
standar pembelajaran dan pengembangan intelektualitas manusia.
Setiap pelaksanaan program pendidikan memerlukan adanya pengawasan atau
supervisi. Pengawasan bertanggung jawab tentang keefektifan program itu. Oleh
karena itu, supervisi haruslah meneliti ada atau tidaknya kondisi-kondisi yang
akan memungkinkan tercapainya tujuan-tujuan pendidikan.
Oleh karena itu, supervisi haruslah meneliti ada atau tidaknya kondisi-kondisi
yang akan memungkinkan tercapainya tujuan-tujuan pendidikan.
1
• Apa yang dimaksud dengan supervisi pendidikan?
2
• Apa latar belakang pentingnya supervisi
pendidikan?
3
• Apa yang menjadi tujuan supervisi pendidikan?
4
• Apa fungsi dari supervisi pendidikan?
5 • Apa saja prinsip-prinsip supervisi pendidikan?
PENGERTIAN
SUPERVISI
PENDIDIKAN
Berasal dari
bahasa Inggris
yang terdiri dari
2 kata
“super” : “diatas”
“vision” :
“melihat dari
atas”
Supervisi diartikan sebagai kegiatan yang dilakukan
oleh pengawas dan kepala sekolah sebagai pejabat
yang berkedudukan di atas atau lebih tinggi dari
guru untuk melihat atau mengawasi pekerjaan guru.
Pengertian supervisi menurut beberapa ahli :
• Supervisi adalah program
yang terencana untuk
memperbaki pengajaran.
Tujuan utama supervisi
adalah untuk memperbaiki
proses belajar mengajar.
P. Adam dan Frank
G. Dickey
• Supervisi adalah suatu
kegiatan pembelajaran
untuk membantu para
guru agar dalam
menjalankan pekerjaan
menjadi lebih baik.
Sutisna ( 1985 )
• Supervisi yang baik
hendaknya mengembangkan
kepemimpinan di dalam
kelompok, membangun
program latihan dalam
jabatan.
Wiles
• Supervisi merupakan usaha
mengawali, mengarahkan,
mengkoordinasi dan
membimbing secara individual
maupun secara kolektif, agar
lebih mengerti dan lebih efektif
dalam mewujudkan seluruh
fungsi pengajaran .
Sahertian ( 1990 )
• Supervisi sebagai segala
usaha pejabat sekolah
dalam memimpin guru-
guru dan tenaga
kependidikan lainnya,
untuk memperbaiki
pengajaran.
Dalam Carteer
Good’s
Dictionary of
Education
• Supervisi merupakan
bagian yang tidak
terpisahkan dari seluruh
proses administrasi
pendidikan yang ditujukan
terutama untuk
mengembangkan
efektifitas kinerja
personalia sekolah .
Pidarta ( 1988 )
Pembinaan
yang kontinu
Pengembangan
profesional
personil
Perbaikan
situasi belajar
mengajar
Dengan
Sasaran Akhir
Pencapaian tujuan
pendidikan dan
pertumbuhan
pribadi peserta
didik.
•Penyelenggaraa
n pendidikan
melibatkan
peran sejumlah
orang yang
perlu
dikendalikan
dalam
kerjasama yang
mana
pengendalian
ini ditujukan
dalam rangka
pencapaian
tujuan
pendidikan yang
efektif.
•Beberapa faktor
penghambat seperti
kurangnya
persiapan,pengalaman
kurang membantu
perkembangan
pribadi,kondisi kerja yang
kurang memadai yang
mengakibatkan
pertumbuhan
profesionalnya kurang
memadai,ataupun yang
lebih fatal lagi karena guru
cenderung menganggap
bahwa apa yang
ditampilkannya sampai
saat ini sudah tidak ada
lagi bandingannya dengan
yang lain.
•Para pengajar
tidak mungkin
selalu dapat
melaksanakan
tugasnya
dengan baik.
Faktor-faktor
dari luar dan
diri sendiri
sering menjadi
penyebab guru-
guru tersebut
menghadapi
berbagai
masalah dalam
melaksanakan
aktivitasnya.
•Perkembangan
ilmu
pengetahuan
dan teknologi
serta
perkembangan
tuntutan
kehidupan
masyarakat yang
semakin
kompleks,telah
mengakibatkan
adanya
perkembangan
tuntutan
tanggung jawab
terhadap guru.
Sahertian
(1981 )
Membantu guru dalam menggunakan
sumber pengalaman belajar murid
Membantu guru melihat dengan jelas
tujuan pendidikan
Membantu guru dalam membimbing
pengalaman belajar murid
Membantu guru dalam menilai kemajuan
murid dan hasil pekerjaan guru itu sendiri
Membantu guru dalam membina reaksi
mental atau moral kerja guru
Membantu guru agar lebih mudah mengadakan
penyesuaian terhadap masyarakat
Membantu guru agar waktu dan tenaga guru
tercurahkan sepenuhnya dalam pembinaan sekolah
Membantu guru dalam menggunakan
metode dan alat pelajaran modern
Membantu guru dalam memenuhi
kebutuhan murid
Ametembun
(1981 )
Membantu kepala sekolah dan guru mengadakan
diagnosis secara kritis terhadap aktivitas dan
kesulitan belajar mengajar
15
Membina kepala sekolah dan guru untuk lebih
memahami tujuan pendidikan yang sebenarnya
Memperbesar kesanggupan kepala sekolah dan guru
untuk mempersiapkan peserta didiknya lebih efektif
Membantu kepala sekolah untuk
mempopulerkan pengembangan program
pendidikan di sekolah kepada masyarakat.
Melindungi orang yang disupervisi terhadap
tuntutan yang tidak wajar
Membantu kepala sekolah dan guru dalam
mengevaluasi aktivitasnya
Mengembangkan rasa kesatuan dan persatuan
(kolegialitas ) di antar guru.
Meningkatkan kesadaran kepala sekolah dan guru
serta warga sekolah lain terhadap cara kerja yang
demokratis
Memperbesar semangat guru – guru dan
meningkatkan motivasi berprestasi
Supervisi pendidikan bertujuan untuk memberikan
bantuan kepada guru guna peningkatan
kemampuan mereka dalam rangka mewujudkan
proses pembelajaran yang lebih baik yaitu, mampu
menumbuhkembangkan potensi para siswa,
potensi intelektual, emosional, sosial, keagamaan,
maupun jasmaniahnya.
Baharuddin
Harahap dalam
Aqib (2007)
Purwanto
(2001:119)
Supervisi dapat menemukan kegiatan yang
sudah dan belum sesuai dengan tujuan.
Supervisi dapat memberi keterangan tentang
apa yang perlu dibenahi lebih dahulu
(diprioritaskan).
Melalui supervisi dapat diketahui petugas
(guru, kepala sekolah) yang perlu ditatar
Melalui supervisi dapat diketahui petugas
yang perlu diganti.
Melalui supervisi dapat diketahui buku yang
tidak sesuai dengan tujuan pembelajaran;
Melalui supervisi dapat diketahui kelemahan
kurikulum.
Melalui supervisi mutu proses belajar dan
mengajar dapat ditingkatkan.
Melalui supervisi sesuatu yang baik dapat
dipertahankan.
Membangkitkan dan merangsang guru-guru
dalam menjalankan tugas sebaik-baiknya.
Berusaha melengkapi alat-alat perlengkapan
sekolah.
Bersama guru-guru berusaha
mengembangkan, mencari, dan
menggunakan metode-metode mengajar
yang sesuai dengan tuntutan kurikulum yang
berlaku.
Membina kerja sama yang harmonis di
antara guru-guru dan pegawai sekolah
lainnya.
Berusaha mempertinggi mutu dan
pengetahuan guru-guru dan pegawai sekolah.
Membina hubungan kerja sama antara
sekolah dengan komite sekolah dan instansi
lainnya.
1. Memenuhi keinginan pegawai-
pegawai bawahannya dan selalu
memberi keterangan yang sebaik-
baiknya.
2. Mengizinkan pegawainya
menggunakan kebijaksanaan dan
putusannya sendiri.
3. Tidak melampaui wewenang dari
para ahli.
4. Menerima kemungkinan untuk
tidak populer diantara pegawainya.
5. Tidak terlalu optimis mengenai
keadaan semangat kerja pegawainya
dan berusaha supaya kepala-kepala
pembantunya manafsirkan dan
melaksanakan perintah dengan
sebaik-baiknya.
6. Tidak suka memberi janji kepada
pegawainya.
7. Tidak hanya mengharapkan
kesetiaan dan juga tidak mengadakan
diskriminasi terhadap pegawainya.
8. Tidak mau menyerah kepada
pegawainya hanya karena merasa
jemu dari desakan pegawai.
9. Memperjuangkan kepentingan
pegawainya, seperti halnya ia
memperjuangkan kepentingan
sendiri.
10. Berusaha merubah peraturan
yang dalam praktik tidak mencapai
hasil yang diharapkan.
Depdiknas (2001: 78)
menggambarkan
tentang sifat-sifat
atau ciri-ciri
pengawas yang
efektif
Ada 4 prinsip yang harus diperhatikan seorang supervisor
dalam menjalankan supervisi pendidikan,yaitu :
•Kegiatan supervisi dilaksanakan berdasarkan data
objektif yang diperoleh dalam kenyataan pelaksanaan
proses belajar mengajar.
•Untuk memperoleh data perlu diterapkan alat
perekam data seperti angket, observasi, dan
percakapan pribadi.
•Setiap kegiatan supervisi dilaksanakan secara
sistematis, berencana dan kontinu.
1. Prinsip Ilmiah
(Scientific)
•Demokratis mengandung makna menjunjung tinggi harga
diri dan martabat guru bukan berdasarkan atasan dan
bawahan akan tetapi berdasarkan rasa kesejawatan
2. Prinsip Demokratis
• Mengembangkan usaha bersama atau
menurut istilah supervisi sharing of
idea, sharing of experience, memberi
support mendorong, menstimulasi
guru, sehingga mereka merasa
tumbuh bersama.
3. Prinsip Kerja
Sama
• Setiap guru akan merasa termotivasi
dalam mengembangkan potensi
kreativitas. Supervisi mampu
menciptakan suasana kerja yang
menyenangkan bukan dengan cara-
cara yang menakutkan.
4. Prinsip
Konstruktif dan
Kreatif
Selain keempat prinsip diatas, prinsip pendidikan dapat
dibedakan atas prinsip positif dan prinsip negatif.
Prinsip
PositifSupervisi harus
dilaksanakan
secara demokratis
dan kooperatif
Supervisi harus
berdasarkan
kenyataan
Supervisi harus
scientific dan
efektif
Supervisi harus dapat
memberi perasaan
aman kepada guru-
guru
Supervisi harus
kreatif dan
konstruktif
Supervisi harus
memberikan
kesempatan kepada
guru-guru untuk
mengadakan self
evaluation
Prinsip
Negatif
Seorang supervisor tidak boleh bersifat otoriter
Seorang supervisor tidak boleh mencari kesalahan pada guru-guru
Seorang supervisor bukan seorang inspektur yang ditugaskan untuk
memeriksa apakah peraturan-peraturan dan instruksi-instruksi yang
telah diberikan dilaksanakan atau tidak
Seorang supervisor tidak boleh menganggap dirinya lebih baik dari
pada guru- guru oleh karena jabatannya
Seorang supervisor tidak boleh terlalu banyak memperhatikan hal-hal
kecil dalam cara-cara guru mengajar
Seorang supervisor tidak boleh lekas kecewa, bila ia mengalami
kegagalan
Kegiatan supervisi pendidikan merupakan sebuah proses
aktivitas yang sangat penting dilakukan dalam tubuh
sekolah, karena di dalamnya memuat proses pemerhatian,
pembinaan, perbaikan dan pengembangan professional
guru dalam kegiatan pembelajaran.
Tujuan supervisi adalah
perbaikan proses belajar
mengajar, yang didalamnya
melibatkan pendidik dan
siswa, melalui serangkaian
tindakan, bimbingan, dan
arahan.
Supervisi merupakan
bantuan dalam wujud
layanan profesional yang
diberikan oleh orang yang
lebih ahli dalam rangka
peningkatan kemampuan
profesional, terutama dalam
proses belajar mengajar.
Sasaran supervisi ini dikhususkan kepada guru, namun
dampak dari itu semua juga baik demi kemajuan
prestasi belajar peserta didik, karena hasil dari kegiatan
supervisi pendidikan tersebut nantinya akan
merefleksikan kemampuan dan kualitas guru dalam
memberikan pengajaran.
Hakekat Supervisi Pendidikan

Hakekat Supervisi Pendidikan

  • 1.
    JURUSAN PENDIDIKAN FISIKA FAKULTASMATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI MEDAN HAKEKAT SUPERVISI PENDIDIKAN
  • 2.
    Pada hakikatnya, pendidikanmerupakan upaya membangun budaya dan peradaban bangsa. Oleh karena itu, UUD 1945 secara tegas mengamanatkan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan. Pendidikan merupakan proses pendewasaan diri manusia itu sendiri serta selain itu pendidikan juga merupakan proses pembentukan pribadi dan karakter manusia. Pendidikan sekolah sangat diperlukan adanya perencanaan dalam pendidikan demi tercapainya tujuan pendidikan tersebut. Perencanaan yang dimaksud adalah kurikulum pendidikan atau sekolah yang di dalamnya terdapat standar- standar pembelajaran dan pengembangan intelektualitas manusia. Setiap pelaksanaan program pendidikan memerlukan adanya pengawasan atau supervisi. Pengawasan bertanggung jawab tentang keefektifan program itu. Oleh karena itu, supervisi haruslah meneliti ada atau tidaknya kondisi-kondisi yang akan memungkinkan tercapainya tujuan-tujuan pendidikan. Oleh karena itu, supervisi haruslah meneliti ada atau tidaknya kondisi-kondisi yang akan memungkinkan tercapainya tujuan-tujuan pendidikan.
  • 3.
    1 • Apa yangdimaksud dengan supervisi pendidikan? 2 • Apa latar belakang pentingnya supervisi pendidikan? 3 • Apa yang menjadi tujuan supervisi pendidikan? 4 • Apa fungsi dari supervisi pendidikan? 5 • Apa saja prinsip-prinsip supervisi pendidikan?
  • 4.
    PENGERTIAN SUPERVISI PENDIDIKAN Berasal dari bahasa Inggris yangterdiri dari 2 kata “super” : “diatas” “vision” : “melihat dari atas” Supervisi diartikan sebagai kegiatan yang dilakukan oleh pengawas dan kepala sekolah sebagai pejabat yang berkedudukan di atas atau lebih tinggi dari guru untuk melihat atau mengawasi pekerjaan guru.
  • 5.
    Pengertian supervisi menurutbeberapa ahli : • Supervisi adalah program yang terencana untuk memperbaki pengajaran. Tujuan utama supervisi adalah untuk memperbaiki proses belajar mengajar. P. Adam dan Frank G. Dickey • Supervisi adalah suatu kegiatan pembelajaran untuk membantu para guru agar dalam menjalankan pekerjaan menjadi lebih baik. Sutisna ( 1985 ) • Supervisi yang baik hendaknya mengembangkan kepemimpinan di dalam kelompok, membangun program latihan dalam jabatan. Wiles • Supervisi merupakan usaha mengawali, mengarahkan, mengkoordinasi dan membimbing secara individual maupun secara kolektif, agar lebih mengerti dan lebih efektif dalam mewujudkan seluruh fungsi pengajaran . Sahertian ( 1990 ) • Supervisi sebagai segala usaha pejabat sekolah dalam memimpin guru- guru dan tenaga kependidikan lainnya, untuk memperbaiki pengajaran. Dalam Carteer Good’s Dictionary of Education • Supervisi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari seluruh proses administrasi pendidikan yang ditujukan terutama untuk mengembangkan efektifitas kinerja personalia sekolah . Pidarta ( 1988 )
  • 6.
    Pembinaan yang kontinu Pengembangan profesional personil Perbaikan situasi belajar mengajar Dengan SasaranAkhir Pencapaian tujuan pendidikan dan pertumbuhan pribadi peserta didik.
  • 7.
    •Penyelenggaraa n pendidikan melibatkan peran sejumlah orangyang perlu dikendalikan dalam kerjasama yang mana pengendalian ini ditujukan dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan yang efektif. •Beberapa faktor penghambat seperti kurangnya persiapan,pengalaman kurang membantu perkembangan pribadi,kondisi kerja yang kurang memadai yang mengakibatkan pertumbuhan profesionalnya kurang memadai,ataupun yang lebih fatal lagi karena guru cenderung menganggap bahwa apa yang ditampilkannya sampai saat ini sudah tidak ada lagi bandingannya dengan yang lain. •Para pengajar tidak mungkin selalu dapat melaksanakan tugasnya dengan baik. Faktor-faktor dari luar dan diri sendiri sering menjadi penyebab guru- guru tersebut menghadapi berbagai masalah dalam melaksanakan aktivitasnya. •Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta perkembangan tuntutan kehidupan masyarakat yang semakin kompleks,telah mengakibatkan adanya perkembangan tuntutan tanggung jawab terhadap guru.
  • 8.
    Sahertian (1981 ) Membantu gurudalam menggunakan sumber pengalaman belajar murid Membantu guru melihat dengan jelas tujuan pendidikan Membantu guru dalam membimbing pengalaman belajar murid Membantu guru dalam menilai kemajuan murid dan hasil pekerjaan guru itu sendiri Membantu guru dalam membina reaksi mental atau moral kerja guru Membantu guru agar lebih mudah mengadakan penyesuaian terhadap masyarakat Membantu guru agar waktu dan tenaga guru tercurahkan sepenuhnya dalam pembinaan sekolah Membantu guru dalam menggunakan metode dan alat pelajaran modern Membantu guru dalam memenuhi kebutuhan murid
  • 9.
    Ametembun (1981 ) Membantu kepalasekolah dan guru mengadakan diagnosis secara kritis terhadap aktivitas dan kesulitan belajar mengajar 15 Membina kepala sekolah dan guru untuk lebih memahami tujuan pendidikan yang sebenarnya Memperbesar kesanggupan kepala sekolah dan guru untuk mempersiapkan peserta didiknya lebih efektif Membantu kepala sekolah untuk mempopulerkan pengembangan program pendidikan di sekolah kepada masyarakat. Melindungi orang yang disupervisi terhadap tuntutan yang tidak wajar Membantu kepala sekolah dan guru dalam mengevaluasi aktivitasnya Mengembangkan rasa kesatuan dan persatuan (kolegialitas ) di antar guru. Meningkatkan kesadaran kepala sekolah dan guru serta warga sekolah lain terhadap cara kerja yang demokratis Memperbesar semangat guru – guru dan meningkatkan motivasi berprestasi
  • 10.
    Supervisi pendidikan bertujuanuntuk memberikan bantuan kepada guru guna peningkatan kemampuan mereka dalam rangka mewujudkan proses pembelajaran yang lebih baik yaitu, mampu menumbuhkembangkan potensi para siswa, potensi intelektual, emosional, sosial, keagamaan, maupun jasmaniahnya.
  • 11.
    Baharuddin Harahap dalam Aqib (2007) Purwanto (2001:119) Supervisidapat menemukan kegiatan yang sudah dan belum sesuai dengan tujuan. Supervisi dapat memberi keterangan tentang apa yang perlu dibenahi lebih dahulu (diprioritaskan). Melalui supervisi dapat diketahui petugas (guru, kepala sekolah) yang perlu ditatar Melalui supervisi dapat diketahui petugas yang perlu diganti. Melalui supervisi dapat diketahui buku yang tidak sesuai dengan tujuan pembelajaran; Melalui supervisi dapat diketahui kelemahan kurikulum. Melalui supervisi mutu proses belajar dan mengajar dapat ditingkatkan. Melalui supervisi sesuatu yang baik dapat dipertahankan. Membangkitkan dan merangsang guru-guru dalam menjalankan tugas sebaik-baiknya. Berusaha melengkapi alat-alat perlengkapan sekolah. Bersama guru-guru berusaha mengembangkan, mencari, dan menggunakan metode-metode mengajar yang sesuai dengan tuntutan kurikulum yang berlaku. Membina kerja sama yang harmonis di antara guru-guru dan pegawai sekolah lainnya. Berusaha mempertinggi mutu dan pengetahuan guru-guru dan pegawai sekolah. Membina hubungan kerja sama antara sekolah dengan komite sekolah dan instansi lainnya.
  • 12.
    1. Memenuhi keinginanpegawai- pegawai bawahannya dan selalu memberi keterangan yang sebaik- baiknya. 2. Mengizinkan pegawainya menggunakan kebijaksanaan dan putusannya sendiri. 3. Tidak melampaui wewenang dari para ahli. 4. Menerima kemungkinan untuk tidak populer diantara pegawainya. 5. Tidak terlalu optimis mengenai keadaan semangat kerja pegawainya dan berusaha supaya kepala-kepala pembantunya manafsirkan dan melaksanakan perintah dengan sebaik-baiknya. 6. Tidak suka memberi janji kepada pegawainya. 7. Tidak hanya mengharapkan kesetiaan dan juga tidak mengadakan diskriminasi terhadap pegawainya. 8. Tidak mau menyerah kepada pegawainya hanya karena merasa jemu dari desakan pegawai. 9. Memperjuangkan kepentingan pegawainya, seperti halnya ia memperjuangkan kepentingan sendiri. 10. Berusaha merubah peraturan yang dalam praktik tidak mencapai hasil yang diharapkan. Depdiknas (2001: 78) menggambarkan tentang sifat-sifat atau ciri-ciri pengawas yang efektif
  • 13.
    Ada 4 prinsipyang harus diperhatikan seorang supervisor dalam menjalankan supervisi pendidikan,yaitu : •Kegiatan supervisi dilaksanakan berdasarkan data objektif yang diperoleh dalam kenyataan pelaksanaan proses belajar mengajar. •Untuk memperoleh data perlu diterapkan alat perekam data seperti angket, observasi, dan percakapan pribadi. •Setiap kegiatan supervisi dilaksanakan secara sistematis, berencana dan kontinu. 1. Prinsip Ilmiah (Scientific) •Demokratis mengandung makna menjunjung tinggi harga diri dan martabat guru bukan berdasarkan atasan dan bawahan akan tetapi berdasarkan rasa kesejawatan 2. Prinsip Demokratis
  • 14.
    • Mengembangkan usahabersama atau menurut istilah supervisi sharing of idea, sharing of experience, memberi support mendorong, menstimulasi guru, sehingga mereka merasa tumbuh bersama. 3. Prinsip Kerja Sama • Setiap guru akan merasa termotivasi dalam mengembangkan potensi kreativitas. Supervisi mampu menciptakan suasana kerja yang menyenangkan bukan dengan cara- cara yang menakutkan. 4. Prinsip Konstruktif dan Kreatif
  • 15.
    Selain keempat prinsipdiatas, prinsip pendidikan dapat dibedakan atas prinsip positif dan prinsip negatif. Prinsip PositifSupervisi harus dilaksanakan secara demokratis dan kooperatif Supervisi harus berdasarkan kenyataan Supervisi harus scientific dan efektif Supervisi harus dapat memberi perasaan aman kepada guru- guru Supervisi harus kreatif dan konstruktif Supervisi harus memberikan kesempatan kepada guru-guru untuk mengadakan self evaluation
  • 16.
    Prinsip Negatif Seorang supervisor tidakboleh bersifat otoriter Seorang supervisor tidak boleh mencari kesalahan pada guru-guru Seorang supervisor bukan seorang inspektur yang ditugaskan untuk memeriksa apakah peraturan-peraturan dan instruksi-instruksi yang telah diberikan dilaksanakan atau tidak Seorang supervisor tidak boleh menganggap dirinya lebih baik dari pada guru- guru oleh karena jabatannya Seorang supervisor tidak boleh terlalu banyak memperhatikan hal-hal kecil dalam cara-cara guru mengajar Seorang supervisor tidak boleh lekas kecewa, bila ia mengalami kegagalan
  • 17.
    Kegiatan supervisi pendidikanmerupakan sebuah proses aktivitas yang sangat penting dilakukan dalam tubuh sekolah, karena di dalamnya memuat proses pemerhatian, pembinaan, perbaikan dan pengembangan professional guru dalam kegiatan pembelajaran. Tujuan supervisi adalah perbaikan proses belajar mengajar, yang didalamnya melibatkan pendidik dan siswa, melalui serangkaian tindakan, bimbingan, dan arahan. Supervisi merupakan bantuan dalam wujud layanan profesional yang diberikan oleh orang yang lebih ahli dalam rangka peningkatan kemampuan profesional, terutama dalam proses belajar mengajar. Sasaran supervisi ini dikhususkan kepada guru, namun dampak dari itu semua juga baik demi kemajuan prestasi belajar peserta didik, karena hasil dari kegiatan supervisi pendidikan tersebut nantinya akan merefleksikan kemampuan dan kualitas guru dalam memberikan pengajaran.