KOLOID
Sifat Koloid dan Pembuatan Koloid
Sifat
Koloid
Pembuatan
Koloid
SIFAT-SIFAT KOLOID
Efek Tyndall Gerak Brown Elektroforesis Adsorbsi
Koagulasi Dialisis Koloid
Pelindung
Koloid Liofil
Dan Liofob
EFEK TYNDALL
• Efek Tyndall adalah
efek penghamburan
cahaya oleh partikel
koloid.
• Efek Tyndall
merupakan salah
satu cara yang
sederhana untuk
mengetahui suatu
dispersi itu
merupakan koloid
atau bukan
Cahaya
Larutan
Layar
Cahaya
Koloid
Layar
Larutan sejati meneruskan
cahaya, berkas cahaya
tidak kelihatan
Sistem koloid
menghamburkan
cahaya, berkas cahaya
kelihatan
GERAK BROWN
• Gerak Brown, Gerak zig-zag atau gerak acak pada koloid.
• Semakin tinggi suhu makin cepat gerak Brown karena energi
kinetik molekul medium pendispersi meningkat sehingga
menghasilkan tumbukan yang lebih kuat. Gerak Brown
merupakan salah satu faktor yang menstabilkan koloid, karena
bergerak terus-menerus maka partikel koloid dapat
mengimbangi gaya grafitasi sehingga tidak mengendap.
ELEKTROFORESIS
• Elektroforesis, Peristiwa pergerakan
partikel koloid yang bermuatan ke
salah satu elektroda. Koloid
bermuatan negatif akan bergerak ke
anode (elektroda positif). sedangkan
koloid yang bermuatan positif
bergerak ke katode (elektrode negatif)
sehingga elektroforesis dapat
digunakan untuk menentukan jenis
muatan koloid
(+) (-)
ADSORBSI
• Adsorbsi adalah peristiwa penyerapan
suatu molekul atau ion pada permukaan
suatu zat. Partikel koloid mempunyai
kemampuan untuk menyerap ion atau
muatan listrik pada permukaannya
sehingga partikel koloid menjadi
bermuatan listrik.
• Suatu koloid mempunyai kemampuan
mengabsorpsi ion-ion. Hal itu terjadi
karena koloid tersebut mempunyai
permukaan yang sangat luas.
• Contoh sol Fe(OH)3 dalam air
mengadsorbsi ion positif sehingga
menjadi Koloid bermuatan positif
AS2S3
O2-
O2-
O2-
O2-
O2-
Fe(OH)3H+
H+
H+
H+
H+
H+
H+
H+
H+
H+
Cl-
Cl-
Cl-
Cl-
Cl-
S2-
Fe3+
CONTOH ADSORBSI
Pemutihan Gula
Pasir
Pewarna Serat
wol, sutra atau
kapas
Penjernihan Air
Obat Alat Pembersih
(Sabun)
Koloid Tanah Liat
Mampu Menyerap
Humus
KOAGULASI
• Koagulasi adalah penggumpalan koloid karena elektrolit yang
muatannya berlawanan sehingga terbentuk endapan.
• Terjadinya peristiwa koagulasi pada koloid dapat diakibatkan
oleh peristiwa mekanis atau peristiwa kimia, misalnya
pemanasan atau pendinginan. penyebab koagulasi, misalnya:
- Pencampuran koloid yang berbeda muatan.
- Adanya elektrolit
Fe(OH)2
+ +
+ +
+
+
- -
-
- -
-
Contoh Koagulasi
Beberapa contoh koagulasi
dalam kehidupan sehari-hari dan
industri :
1.Pembentukan delta di muara
sungai
2.Karet dalam lateks dengan
menambahkan asam format
3.Lumpur koloidal dalam air
sungai dapat digumpalkan
dengan menambahkan tawas
4.Asap dan debu dari pabrik
dapat digumpalkan dengan alat
koagulasi listrik dari Cottrel
+
-
+
Zat padat yang diendapkan
Gas-gas
bebas asap
Gas-gas
buangan
yang
berasap
Cottrel
DIALISIS
• Dialisis adalah Pergerakan ion-ion dan molekul kecil melalui
selaput semipermeabel (yang tidak dapat dilalui partikel
koloid)
AIR
MASUK
KOLOID PELINDUNG
• Koloid pelindung adalah koloid yang dapat melindungi koloid lain agar
tidak terjadi koagulasi. dengan cara membentuk lapisan di sekeliling
partikel koloid lain.
• fungsi: sebagai pelindung muatan koloid agar tidak menggumpal atau
terpisah dari mediumnya.
Lesitin Gelatin Minyak silikon Kasein
Koloid liofil dan koloid liofob
Koloid liofil (suka cairan)
• Fase terdispersinya suka
menarik medium
pendispersinya
Koloid liofob (tidak suka
cairan)
• Fase terdispersinya tidak
suka menarik medium
pendispersinya.
Medium pendispersi koloid liofil  koloid hidrofil
Medium pendispersi koloid liofob  koloid hidrofob
PERBEDAAN
No. Sol Liofil Sol Liofob
1. Stabil Kurang stabil
2. Kekentalannya tinggi Kekentalannya rendah
3. Kurang menunjukkan gerak brown Gerak brown sangat jelas
4. Efek tindal kurang jelas Efek tyndall sangat jelas
5. Terdiri atas zat organik Terdiri atas zat anorganik
6. Sulit diendapkan dengan
penambahan elektrolit
Mudah diendapkan dengan
penambahan elektrolit
7. Partikel terdispersinya mengadsorbsi
molekul
Partikel terdispersinya mengadsorbsi
ion
8. Mengadsorbsi mediumnya Tidak mengadsorbsi mediumnya
9. Bersifat reversibel Bersifat irreversible
10. Ex: agar-agar, sol kanji, sabun,
detergen, gelatin
Ex: sol logam, sol Fe(OH)3, darah, Sol
AgCl, sol CaCO3
Pembuatan Koloid
• Koloid yang berasal dari
larutan sejati dibuat
dengan cara kondensasi
• Dibedakan menjadi dua
• Koloid yang berasal dari
suspensi dibuat melalui
cara dispersi
• Dilakukan dengan:
KIMIA FISIKA
BUSUR
BREDIG
MEKANIK
PEPTISASI
CARA FISIKA
Pengembunan Uap
• Cara
pengembunan uap
diterapkan pada
pembuatan sol
raksa.
Pendinginan
• Suatu koloid dapat dibuat
melalui proses
pendinginan, tujuannya
untuk mengumpulkan suatu
larutan sehingga menjadi
koloid, karena kelarutan
suatu zat sebanding dengan
suhu.
Penggantian
pelarut
• digunakan untuk
mempermudah
pembuatan koloid
yang tidak dapat larut
dalam suatu pelarut
tertentu
Cara Kimia
Reaksi pengendapan
Dengan cara mencampurkan dua
macam larutan elektrolit hingga
menghasilkan endapan berukuran
koloid.
AgNO3(aq) + HCL  AgCl(s) + HNO3(aq)
AgNO3(aq) + NaCL  AgCl(s) + NaNO3(aq)
Reaksi hidrolisis
Mereaksikan garam tertentu dengan
air.
FeCl3(aq) + 3H2O(l) Fe(OH)3(s) + 3HCL(aq)
Reaksi pemindahan
Dengan cara mengalirkan gas
As2O3(aq) + 3H2S(g)  As2S3(s) + 3H2O(l)
Na2S2O3(aq) + 2HCl(aq)  2NaCl(aq) + H2SO3(aq) + S(s)
Reaksi redoks
Disertai dengan perubahan bilangan oksidasi.
Sol emas
2AuCl3(aq) + 3HCHO(aq) + 3H2O(l)  2Au(s) + 6HCl(aq) + 3HCOOH(aq)
Sol belerang
2H2S(g) + SO2(aq)  3S(s) + 2H2O(l)
H2S(g) + H2O2(aq)  S(s) + 2H2O(l)
Cara dispersi
Busur bredig
• Dilakukan untuk
membuat partikel-
partikel fase
terdispersi dengan
menggunakan
loncatan bunga api
listrik.
Mekanik
• Penggerusan zat
padat hingga
halus, kemudian
didispersikan ke
dalam medium
pendispersi.
Peptisasi
Cara pembuatan koloid
dengan jalan memecah
partikel zat yang
megendap dalam
medium pendispersi air
menjadi berukuran
partikel koloid.
SEKIAN..
^_^

Sifat & pembuatan koloid

  • 1.
    KOLOID Sifat Koloid danPembuatan Koloid
  • 2.
  • 3.
    SIFAT-SIFAT KOLOID Efek TyndallGerak Brown Elektroforesis Adsorbsi Koagulasi Dialisis Koloid Pelindung Koloid Liofil Dan Liofob
  • 4.
    EFEK TYNDALL • EfekTyndall adalah efek penghamburan cahaya oleh partikel koloid. • Efek Tyndall merupakan salah satu cara yang sederhana untuk mengetahui suatu dispersi itu merupakan koloid atau bukan Cahaya Larutan Layar Cahaya Koloid Layar Larutan sejati meneruskan cahaya, berkas cahaya tidak kelihatan Sistem koloid menghamburkan cahaya, berkas cahaya kelihatan
  • 5.
    GERAK BROWN • GerakBrown, Gerak zig-zag atau gerak acak pada koloid. • Semakin tinggi suhu makin cepat gerak Brown karena energi kinetik molekul medium pendispersi meningkat sehingga menghasilkan tumbukan yang lebih kuat. Gerak Brown merupakan salah satu faktor yang menstabilkan koloid, karena bergerak terus-menerus maka partikel koloid dapat mengimbangi gaya grafitasi sehingga tidak mengendap.
  • 6.
    ELEKTROFORESIS • Elektroforesis, Peristiwapergerakan partikel koloid yang bermuatan ke salah satu elektroda. Koloid bermuatan negatif akan bergerak ke anode (elektroda positif). sedangkan koloid yang bermuatan positif bergerak ke katode (elektrode negatif) sehingga elektroforesis dapat digunakan untuk menentukan jenis muatan koloid (+) (-)
  • 7.
    ADSORBSI • Adsorbsi adalahperistiwa penyerapan suatu molekul atau ion pada permukaan suatu zat. Partikel koloid mempunyai kemampuan untuk menyerap ion atau muatan listrik pada permukaannya sehingga partikel koloid menjadi bermuatan listrik. • Suatu koloid mempunyai kemampuan mengabsorpsi ion-ion. Hal itu terjadi karena koloid tersebut mempunyai permukaan yang sangat luas. • Contoh sol Fe(OH)3 dalam air mengadsorbsi ion positif sehingga menjadi Koloid bermuatan positif AS2S3 O2- O2- O2- O2- O2- Fe(OH)3H+ H+ H+ H+ H+ H+ H+ H+ H+ H+ Cl- Cl- Cl- Cl- Cl- S2- Fe3+
  • 8.
    CONTOH ADSORBSI Pemutihan Gula Pasir PewarnaSerat wol, sutra atau kapas Penjernihan Air Obat Alat Pembersih (Sabun) Koloid Tanah Liat Mampu Menyerap Humus
  • 9.
    KOAGULASI • Koagulasi adalahpenggumpalan koloid karena elektrolit yang muatannya berlawanan sehingga terbentuk endapan. • Terjadinya peristiwa koagulasi pada koloid dapat diakibatkan oleh peristiwa mekanis atau peristiwa kimia, misalnya pemanasan atau pendinginan. penyebab koagulasi, misalnya: - Pencampuran koloid yang berbeda muatan. - Adanya elektrolit Fe(OH)2 + + + + + + - - - - - -
  • 10.
    Contoh Koagulasi Beberapa contohkoagulasi dalam kehidupan sehari-hari dan industri : 1.Pembentukan delta di muara sungai 2.Karet dalam lateks dengan menambahkan asam format 3.Lumpur koloidal dalam air sungai dapat digumpalkan dengan menambahkan tawas 4.Asap dan debu dari pabrik dapat digumpalkan dengan alat koagulasi listrik dari Cottrel + - + Zat padat yang diendapkan Gas-gas bebas asap Gas-gas buangan yang berasap Cottrel
  • 11.
    DIALISIS • Dialisis adalahPergerakan ion-ion dan molekul kecil melalui selaput semipermeabel (yang tidak dapat dilalui partikel koloid) AIR MASUK
  • 12.
    KOLOID PELINDUNG • Koloidpelindung adalah koloid yang dapat melindungi koloid lain agar tidak terjadi koagulasi. dengan cara membentuk lapisan di sekeliling partikel koloid lain. • fungsi: sebagai pelindung muatan koloid agar tidak menggumpal atau terpisah dari mediumnya. Lesitin Gelatin Minyak silikon Kasein
  • 13.
    Koloid liofil dankoloid liofob Koloid liofil (suka cairan) • Fase terdispersinya suka menarik medium pendispersinya Koloid liofob (tidak suka cairan) • Fase terdispersinya tidak suka menarik medium pendispersinya. Medium pendispersi koloid liofil  koloid hidrofil Medium pendispersi koloid liofob  koloid hidrofob
  • 14.
    PERBEDAAN No. Sol LiofilSol Liofob 1. Stabil Kurang stabil 2. Kekentalannya tinggi Kekentalannya rendah 3. Kurang menunjukkan gerak brown Gerak brown sangat jelas 4. Efek tindal kurang jelas Efek tyndall sangat jelas 5. Terdiri atas zat organik Terdiri atas zat anorganik 6. Sulit diendapkan dengan penambahan elektrolit Mudah diendapkan dengan penambahan elektrolit 7. Partikel terdispersinya mengadsorbsi molekul Partikel terdispersinya mengadsorbsi ion 8. Mengadsorbsi mediumnya Tidak mengadsorbsi mediumnya 9. Bersifat reversibel Bersifat irreversible 10. Ex: agar-agar, sol kanji, sabun, detergen, gelatin Ex: sol logam, sol Fe(OH)3, darah, Sol AgCl, sol CaCO3
  • 15.
    Pembuatan Koloid • Koloidyang berasal dari larutan sejati dibuat dengan cara kondensasi • Dibedakan menjadi dua • Koloid yang berasal dari suspensi dibuat melalui cara dispersi • Dilakukan dengan: KIMIA FISIKA BUSUR BREDIG MEKANIK PEPTISASI
  • 16.
    CARA FISIKA Pengembunan Uap •Cara pengembunan uap diterapkan pada pembuatan sol raksa. Pendinginan • Suatu koloid dapat dibuat melalui proses pendinginan, tujuannya untuk mengumpulkan suatu larutan sehingga menjadi koloid, karena kelarutan suatu zat sebanding dengan suhu. Penggantian pelarut • digunakan untuk mempermudah pembuatan koloid yang tidak dapat larut dalam suatu pelarut tertentu
  • 17.
    Cara Kimia Reaksi pengendapan Dengancara mencampurkan dua macam larutan elektrolit hingga menghasilkan endapan berukuran koloid. AgNO3(aq) + HCL  AgCl(s) + HNO3(aq) AgNO3(aq) + NaCL  AgCl(s) + NaNO3(aq) Reaksi hidrolisis Mereaksikan garam tertentu dengan air. FeCl3(aq) + 3H2O(l) Fe(OH)3(s) + 3HCL(aq) Reaksi pemindahan Dengan cara mengalirkan gas As2O3(aq) + 3H2S(g)  As2S3(s) + 3H2O(l) Na2S2O3(aq) + 2HCl(aq)  2NaCl(aq) + H2SO3(aq) + S(s) Reaksi redoks Disertai dengan perubahan bilangan oksidasi. Sol emas 2AuCl3(aq) + 3HCHO(aq) + 3H2O(l)  2Au(s) + 6HCl(aq) + 3HCOOH(aq) Sol belerang 2H2S(g) + SO2(aq)  3S(s) + 2H2O(l) H2S(g) + H2O2(aq)  S(s) + 2H2O(l)
  • 18.
    Cara dispersi Busur bredig •Dilakukan untuk membuat partikel- partikel fase terdispersi dengan menggunakan loncatan bunga api listrik. Mekanik • Penggerusan zat padat hingga halus, kemudian didispersikan ke dalam medium pendispersi. Peptisasi Cara pembuatan koloid dengan jalan memecah partikel zat yang megendap dalam medium pendispersi air menjadi berukuran partikel koloid.
  • 19.