Kelompok
Koloid
 Istilah koloid pertama kali diutarakan oleh
seorang ilmuan Inggris, Thomas Graham,
sewaktu mempeajari sifat difusi melalui
membran kertas parkemen.
Sistem Koloid
Apabila suatu zat dicampurkan dengan zat
lain, maka akan terjadi penyebaran secara merata
dari suatu zat ke dalam zat lain yang disebut
sistem dispersi atau campuran. Zat yang
didispersikan disebut fase terdispersi, sedangkan
medium yang digunakan untuk mendispersikan
disebut medium pendispersi.
Dispersi dan Pendispersi
Dipersi Molekuler (larutan)
Dispersi halus (koloid)
Disperi kasar (suspensi)
Sistem dispersi
Larutan Koloid Suspe
Larutan (dispersi molekuler)
Larutan merupakan sistem dispersi yang ukuran
diameter partikel zat terdispersinya sangat kecil < 1
nm, sehingga tidak dapat dibedakan antara partikel
pendispersi dengan partikel terdispersi.
Contoh: Larutan gula, larutan garam, udara
bersih
Larutan ,Koloid,dan
Suspensi
Koloid
Koloid merupakan sistem dispersi yang ukuran
diameter partikel zat terdispersinya 1 – 100 nm,
secara makroskopis tampak homogen, tetapi
sebenarnya heterogen (dengan mikroskop ultra
dapat dibedakan antara partikel pendispersi dengan
partikel terdispersi).
Contoh: susu cair, asap, dan kabut.
Larutan ,Koloid,dan Suspensi
Suspensi
Suspensi merupakan sistem dispersi yang
ukuran diameter partikel zat terdispersinya relatif
besar > 100 nm dan tersebar merata dalam
medium pendispersinya. Pada umumnya suspensi
merupakan campuran heterogen.
Contoh: pasir yang dicampur dengan air, air
sungai, dan air kopi.
Larutan ,Koloid,dan Suspensi
Perbedaan Larutan Sejati
Suspensi,dan Koloid
Larutan Sejati Koloid Suspensi Kasar
1. Homogen 1. Kurang Homogen 1. Heterogen
2. Jernih 2. Tidak Jernih 2. Tidak Jernih
3. Satu Fase 3. Dua Fase 3. Dua fase
4. Tidak mengendap 4. Sulit Mengendap 4. Mudah mengendap
5. Tidak dapat disaring 5. Dapat disaring dengan
kertas saring ultra
5. Dapat disaring dengan
kertas saring biasa
6. Stabil 6. Umumnya Stabil 6. Tidak Stabil
7. Meneruskan Cahaya 7. Menghamburkan
cahaya
7. Menghamburkan
cahaya
8. Ukuran Partikel < 10−7
8. Ukuran Partikel 8. Ukuran partikel > 10−7
 Makanan : es krim, kecap, selai, dll.
 Kosmetik : parfum, alas bedak, dan hairspray
 Industri : minyak bumi, lateks, cat, dll
 Obat – obatan : salep dan obat sirup
Contoh Penggunaan koloid
dalam bidang :
Jenis Sistem Koloid
No. Fase
Terdispersi
Medium
Pendispersi
Nama Koloid Contoh
1. Gas Cair Buih atau
Busa
Buih sabun,
sampo
2. Gas Padat Buih padat Batu Apung,
karet
3. Padat Padat Sol padat Logam
campuran, Intan
4. Padat Cair Sol Yinta, cat, kanji
5. Padat Gas Aerosol
padat
Debu, asap
6. Cair Padat Emulsi Keju, mentega,
erikut merupakan contoh dari
Jenis Koloid
Busa atau Buih Aerosol Cair Buih Padat
Sol Padat Sol Emulsi
A. Yang berhubungan dengan optik : efek Tyndal
dan gerak Brown.
B. Yang berhubungan dengan kelistrikan :
Koagulasi elektroforesis dan dialisis
C. Berhubungan dengan gejala permukaan :
Adsorbsi
D. Sifat yang lain : yaitu Opalesensi dan sifat
koligatif yang tidak jelas
Sifat-Sifat Koloid
Efek Tyndal
Gejala pemantulan cahaya oleh partikel koloid
dinamakan efek Tyndall. Dengan demikian, efek
Tyndall dapat digunakan sebagai petunjuk untuk
membedakan sistem koloid dan larutan sejati.
A. Sifat Koloid berhubungan
dengan Optik
Gambar Efek Tyndal pada Koloid
Visualisasi Efek Tyndal
Gerak Brown
Partikel koloid bergerak terus menerus
secara acak menurut jalan yang zig-zag. Gerakan
acak partikel koloid dalam suatu medium disebut
gerak Brown.
A. Sifat Koloid berhubungan
dengan Optik
Gerak
Brown
home
 Elektroforesis :
gerakan partikel koloid di bawah pengaruh
medan listrik..
• Manfaat :
Untuk menentukan muatan partikel koloid
Untuk memproduksi barang industri dan karet
Mengurangi pencemaran udara dengan pengendap
elektrostatika
B. Yang berhubungan dengan
kelistrikan
Visualisasi Elektrofisis
+
Sumber listrik
Ion negatif
Ion positif
air
 Dialisis :
Dialisis adalah proses penghilangan Ion-on
penggangu kestabilan koloid
Dengan menggunakan selaput semipermeabel. Selaput
semipermeabel adalah selaput yang hanya daoat
dilewati oleh ion dan air, tetapi tidak dapat dilewati oleh
partikel koloid
 Adsorpsi
penyerapan terhadap partikel atau ion atau
senyawa yang lain sehingga partikel koloid
bermuatan.
• Contoh :
Koloid Fe(OH)3 bermuatan positif karena
permukaannya menyerap ion H+.
C. Berhubungan dengan gejala
permukaan
Visualisasi Adsorbsi
Fe(OH)
3
H
+
H
+
H
+
H
+
H
+
H
+Cl
- Cl
-
Cl
-
Cl
-
Cl
-
Cl
-
Fe3
+
(i) Koloid Fe(OH)3 bermuatan positif
karena permukaannya menyerap ion
H+.
(ii) Koloid As2S3 bermuatan negatit
karena permukaannya menyerap ion S2.
Contoh Adsorbsi
Koagulasi adalah
penggumpalan partikel koloid
sehingga membentuk endapan
karena kerusakan stabilitas
sistem koloid
Koagulasi atau penggumpalan
Visualisasi Koagulasi
Fe(OH)2
+
+
+
+ +
-
-
-
-
-
-
Dialisis : proses penghilangan ion ion yang
menganggu kestabilan koloid dengan cara
penyaringan
Contoh : proses pemisahan hasil metabolisme
dari darah oleh ginjal
Diaslisis
Visualisasi Dialisis
+
+
+
+
-
-
-
Air
masuk
Air keluar
dengan ion
-+
Koloid
Ion- ion
• Koloid liofil : Koloid yang partikel terdispersinya
menarik medium pendispersinya
• Koloid liofob : koloid yang partikel terdispersinya
tidak menarik medium pendispersinya
• Jika medium pendispersi berupa air maka
disebut koloid hidrofil dan koloid hidrofob
Koloid Liofil dan Liofob
Sol hidrofil Sol Hidrofob
Efek tyndall lemah
Stabil
Bersifat reversibel
Terdiri atas zat organik
Mengadsorbsi
mediumnya
Viskositas lebih besar
dari mediumnya
Dapat dibuat dengan
konsentrasi relatif
besar
Tidak mudah
digumpal dengan
penambahan elektrolit
 Efek tyndall lebih jelas
 Kurang stabil
 Tidak reversibel
 Terdiri dari zat
anorganik
 Tidak mengadsorbsi
mediumnya
 Viskositas hampir
sama dengan medium
 Hanya stabil pada
konsentrasi kecil
 mudah digumpal
dengan penambahan
elektrolit
1. Cara kondensasi
Adalah penggabungan partikel halus menjadi
partikel yang berukuran koloid
– Pendinganan :proses ini akan menggumpalkan ion
larutan menjadi koloid
– Penggantian pelarut :cara membuat koloid dengan
mengganti zat
– Pengembunan uap
Ex: uap raksa dialirkan melalui air dingan sehingga
membentuk sol raksa
Pembuatan Koloid
Pembuatan Koloid ada 3 :
A. Cara Kondensasi
B. Cara Dispersi
C. Koloid Asosiasi
Pembuatan Koloid
Kestabilan koloid pada umumnya disebabkan oleh
adanya muatan
listrik pada permukaan partikel koloid, akibat
mengadsorpsi ion-ion dari
medium pendispersi.
1.Kestabilan Koloid
Oleh karena kestabilan koloid disebabkan oleh
muatan listrik pada permukaan partikel koloid
maka penetralan muatan partikel koloid dapat
menurunkan bahkan menghilangkan kestabilan
koloid.
2.Destabilisasi Koloid
Ukuran partikel koloid terletak antara partikel larutan
dan susupensi, sehingga sistem partikel koloid
dapat dibuat dengan pengelompokkan (agregasi)
partikel larutan (cara ini disebut cara kondensasi) atau
dengan menghaluskan partikel-partikel kasar dari
suspensi, kemudian mendispersikannya ke dalam
medium
pendispersi (cara dispersi).
Peembuatan Koloid
1. Cara kondensasi
Adalah penggabungan partikel halus menjadi
partikel yang berukuran koloid
– Pendinganan :proses ini akan menggumpalkan ion
larutan menjadi koloid
– Penggantian pelarut :cara membuat koloid dengan
mengganti zat
– Pengembunan uap
Ex: uap raksa dialirkan melalui air dingan sehingga
membentuk sol raksa
A. Cara Kondensasi
• Reaksi Pengendapan : 2 larutan yang
mengandung larutan elektrolit dicampurkan
sehingga menghasilkan endapan berukuran
koloid
A. Cara Kondensasi
Reaksi redok
2H2S(g)+SO2(aq) 2H2O(l)+3S
Hidrolisis
FeCl3(aq)+3H2O(l) Fe(OH)3+3HCl(aq)
Dekomposisi rangkap
AgNO3(aq)+3HCl(l) AgCl+HNO3(aq)
Reaksi penggaraman
Untuk membuat koloid garam yang sukar larut
AgNO3(aq) + NaCl(Aq) AgCl(s) + NaNO3(aq)
Adalah memecah partikel kasar menjadi partikel
koloid
1. Cara mekanik : Partikel kasar digerus sampai
tingkat kehalusan tertentu lalu didespersikan
ke medium
Ex : pembuatan sol belerang
2. Cara peptisasi : Endapan dipecah dengan zat
pemecah mjd partikel koloid
Ex : Agar-agar dipeptisasi dg air
B. Cara Dispersi
3. Cara Busur Bredig ( Elektrodispersi)
hanya untuk membuat sol logam
• Proses :
– Logam dicelupkan ke dalam medium disperrsi
– Kedua ujung elekroda dialiri listrik
– Shg uap logam yang timbul akan terdispersi ke
medium dan mengalami kondensasi mjd koloid
4. Cara Homogenisasi
Dipakai untuk membuat emulsi
B. Cara Dispersi
Contoh : sabun, detergen
Molekul sabun( Natrium Stearat ) terdiri dari :
Kepala atau bagian polar bersifat hidrofilik.
Ekor atau nonpolar bersifat hidrofobik.
C. Koloid Asosiasi
Suka air / Hidrofilik
Benci air / Hidrofobik Ekor
Kepala
O
CH3-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-- C-O-Na+
Koloid Asosisasi
1 2
Kotoran terangkatMolekul deterjen menempel
Penerapan Pembuatan Koloid
Desinfeksi
Koagulasi
Penyaringan
Adsorbsi
Skema Pengelolaan Air Bersih
• Air sungai di endapkan lumpurnya lalu tambahkan
tawas / Al2(SO4)3 dan gas klorin / kaporit.
• Fungsi tawas : menggumpalkan lumpur koloid shg
mudah disaring
Membentuk koloid Al(OH)3 yang dapat
mengadsorbsi zat pencemar dan
mengendapkannya
• fungsi kaporit : pembasmi kuman
Koagulasi
• Koagulasi adalah penggumpalan partikel
koloid sehingga membentuk endapan
karena kerusakan stabilitas sistem koloid
Fe(OH)2
+
+
+
+ +
-
-
-
-
-
-
Air disaring dengan saringan yang terdiri
dari lapisan kerikil dan pasir
Penyaringan
• Penyerapan dilakukan oleh Al(OH)3
dan karbon aktif
• Fungsi karbon aktif yaitu
menghilangkan bau, warna, rasa, dan
zat-zat kimia.
Proses Adsorbsi
Air yang sudah cukup bersih ditambahkan kapur untuk
menaikkan Ph dan gas Klorin guna mematikan hama
Proses Disinfeksi
Sistem Koloid (Pengertian)

Sistem Koloid (Pengertian)

  • 1.
  • 2.
     Istilah koloidpertama kali diutarakan oleh seorang ilmuan Inggris, Thomas Graham, sewaktu mempeajari sifat difusi melalui membran kertas parkemen. Sistem Koloid
  • 3.
    Apabila suatu zatdicampurkan dengan zat lain, maka akan terjadi penyebaran secara merata dari suatu zat ke dalam zat lain yang disebut sistem dispersi atau campuran. Zat yang didispersikan disebut fase terdispersi, sedangkan medium yang digunakan untuk mendispersikan disebut medium pendispersi. Dispersi dan Pendispersi
  • 4.
    Dipersi Molekuler (larutan) Dispersihalus (koloid) Disperi kasar (suspensi) Sistem dispersi Larutan Koloid Suspe
  • 5.
    Larutan (dispersi molekuler) Larutanmerupakan sistem dispersi yang ukuran diameter partikel zat terdispersinya sangat kecil < 1 nm, sehingga tidak dapat dibedakan antara partikel pendispersi dengan partikel terdispersi. Contoh: Larutan gula, larutan garam, udara bersih Larutan ,Koloid,dan Suspensi
  • 6.
    Koloid Koloid merupakan sistemdispersi yang ukuran diameter partikel zat terdispersinya 1 – 100 nm, secara makroskopis tampak homogen, tetapi sebenarnya heterogen (dengan mikroskop ultra dapat dibedakan antara partikel pendispersi dengan partikel terdispersi). Contoh: susu cair, asap, dan kabut. Larutan ,Koloid,dan Suspensi
  • 7.
    Suspensi Suspensi merupakan sistemdispersi yang ukuran diameter partikel zat terdispersinya relatif besar > 100 nm dan tersebar merata dalam medium pendispersinya. Pada umumnya suspensi merupakan campuran heterogen. Contoh: pasir yang dicampur dengan air, air sungai, dan air kopi. Larutan ,Koloid,dan Suspensi
  • 8.
  • 9.
    Larutan Sejati KoloidSuspensi Kasar 1. Homogen 1. Kurang Homogen 1. Heterogen 2. Jernih 2. Tidak Jernih 2. Tidak Jernih 3. Satu Fase 3. Dua Fase 3. Dua fase 4. Tidak mengendap 4. Sulit Mengendap 4. Mudah mengendap 5. Tidak dapat disaring 5. Dapat disaring dengan kertas saring ultra 5. Dapat disaring dengan kertas saring biasa 6. Stabil 6. Umumnya Stabil 6. Tidak Stabil 7. Meneruskan Cahaya 7. Menghamburkan cahaya 7. Menghamburkan cahaya 8. Ukuran Partikel < 10−7 8. Ukuran Partikel 8. Ukuran partikel > 10−7
  • 10.
     Makanan :es krim, kecap, selai, dll.  Kosmetik : parfum, alas bedak, dan hairspray  Industri : minyak bumi, lateks, cat, dll  Obat – obatan : salep dan obat sirup Contoh Penggunaan koloid dalam bidang :
  • 11.
  • 12.
    No. Fase Terdispersi Medium Pendispersi Nama KoloidContoh 1. Gas Cair Buih atau Busa Buih sabun, sampo 2. Gas Padat Buih padat Batu Apung, karet 3. Padat Padat Sol padat Logam campuran, Intan 4. Padat Cair Sol Yinta, cat, kanji 5. Padat Gas Aerosol padat Debu, asap 6. Cair Padat Emulsi Keju, mentega,
  • 13.
    erikut merupakan contohdari Jenis Koloid Busa atau Buih Aerosol Cair Buih Padat Sol Padat Sol Emulsi
  • 14.
    A. Yang berhubungandengan optik : efek Tyndal dan gerak Brown. B. Yang berhubungan dengan kelistrikan : Koagulasi elektroforesis dan dialisis C. Berhubungan dengan gejala permukaan : Adsorbsi D. Sifat yang lain : yaitu Opalesensi dan sifat koligatif yang tidak jelas Sifat-Sifat Koloid
  • 15.
    Efek Tyndal Gejala pemantulancahaya oleh partikel koloid dinamakan efek Tyndall. Dengan demikian, efek Tyndall dapat digunakan sebagai petunjuk untuk membedakan sistem koloid dan larutan sejati. A. Sifat Koloid berhubungan dengan Optik
  • 16.
    Gambar Efek Tyndalpada Koloid
  • 17.
  • 18.
    Gerak Brown Partikel koloidbergerak terus menerus secara acak menurut jalan yang zig-zag. Gerakan acak partikel koloid dalam suatu medium disebut gerak Brown. A. Sifat Koloid berhubungan dengan Optik
  • 19.
  • 20.
     Elektroforesis : gerakanpartikel koloid di bawah pengaruh medan listrik.. • Manfaat : Untuk menentukan muatan partikel koloid Untuk memproduksi barang industri dan karet Mengurangi pencemaran udara dengan pengendap elektrostatika B. Yang berhubungan dengan kelistrikan
  • 21.
  • 22.
     Dialisis : Dialisisadalah proses penghilangan Ion-on penggangu kestabilan koloid Dengan menggunakan selaput semipermeabel. Selaput semipermeabel adalah selaput yang hanya daoat dilewati oleh ion dan air, tetapi tidak dapat dilewati oleh partikel koloid
  • 23.
     Adsorpsi penyerapan terhadappartikel atau ion atau senyawa yang lain sehingga partikel koloid bermuatan. • Contoh : Koloid Fe(OH)3 bermuatan positif karena permukaannya menyerap ion H+. C. Berhubungan dengan gejala permukaan
  • 24.
  • 25.
    (i) Koloid Fe(OH)3bermuatan positif karena permukaannya menyerap ion H+. (ii) Koloid As2S3 bermuatan negatit karena permukaannya menyerap ion S2. Contoh Adsorbsi
  • 26.
    Koagulasi adalah penggumpalan partikelkoloid sehingga membentuk endapan karena kerusakan stabilitas sistem koloid Koagulasi atau penggumpalan
  • 27.
  • 28.
    Dialisis : prosespenghilangan ion ion yang menganggu kestabilan koloid dengan cara penyaringan Contoh : proses pemisahan hasil metabolisme dari darah oleh ginjal Diaslisis
  • 29.
  • 30.
    • Koloid liofil: Koloid yang partikel terdispersinya menarik medium pendispersinya • Koloid liofob : koloid yang partikel terdispersinya tidak menarik medium pendispersinya • Jika medium pendispersi berupa air maka disebut koloid hidrofil dan koloid hidrofob Koloid Liofil dan Liofob
  • 31.
    Sol hidrofil SolHidrofob Efek tyndall lemah Stabil Bersifat reversibel Terdiri atas zat organik Mengadsorbsi mediumnya Viskositas lebih besar dari mediumnya Dapat dibuat dengan konsentrasi relatif besar Tidak mudah digumpal dengan penambahan elektrolit  Efek tyndall lebih jelas  Kurang stabil  Tidak reversibel  Terdiri dari zat anorganik  Tidak mengadsorbsi mediumnya  Viskositas hampir sama dengan medium  Hanya stabil pada konsentrasi kecil  mudah digumpal dengan penambahan elektrolit
  • 32.
    1. Cara kondensasi Adalahpenggabungan partikel halus menjadi partikel yang berukuran koloid – Pendinganan :proses ini akan menggumpalkan ion larutan menjadi koloid – Penggantian pelarut :cara membuat koloid dengan mengganti zat – Pengembunan uap Ex: uap raksa dialirkan melalui air dingan sehingga membentuk sol raksa Pembuatan Koloid
  • 33.
    Pembuatan Koloid ada3 : A. Cara Kondensasi B. Cara Dispersi C. Koloid Asosiasi Pembuatan Koloid
  • 34.
    Kestabilan koloid padaumumnya disebabkan oleh adanya muatan listrik pada permukaan partikel koloid, akibat mengadsorpsi ion-ion dari medium pendispersi. 1.Kestabilan Koloid
  • 35.
    Oleh karena kestabilankoloid disebabkan oleh muatan listrik pada permukaan partikel koloid maka penetralan muatan partikel koloid dapat menurunkan bahkan menghilangkan kestabilan koloid. 2.Destabilisasi Koloid
  • 36.
    Ukuran partikel koloidterletak antara partikel larutan dan susupensi, sehingga sistem partikel koloid dapat dibuat dengan pengelompokkan (agregasi) partikel larutan (cara ini disebut cara kondensasi) atau dengan menghaluskan partikel-partikel kasar dari suspensi, kemudian mendispersikannya ke dalam medium pendispersi (cara dispersi). Peembuatan Koloid
  • 37.
    1. Cara kondensasi Adalahpenggabungan partikel halus menjadi partikel yang berukuran koloid – Pendinganan :proses ini akan menggumpalkan ion larutan menjadi koloid – Penggantian pelarut :cara membuat koloid dengan mengganti zat – Pengembunan uap Ex: uap raksa dialirkan melalui air dingan sehingga membentuk sol raksa A. Cara Kondensasi
  • 38.
    • Reaksi Pengendapan: 2 larutan yang mengandung larutan elektrolit dicampurkan sehingga menghasilkan endapan berukuran koloid A. Cara Kondensasi
  • 39.
    Reaksi redok 2H2S(g)+SO2(aq) 2H2O(l)+3S Hidrolisis FeCl3(aq)+3H2O(l)Fe(OH)3+3HCl(aq) Dekomposisi rangkap AgNO3(aq)+3HCl(l) AgCl+HNO3(aq) Reaksi penggaraman Untuk membuat koloid garam yang sukar larut AgNO3(aq) + NaCl(Aq) AgCl(s) + NaNO3(aq)
  • 40.
    Adalah memecah partikelkasar menjadi partikel koloid 1. Cara mekanik : Partikel kasar digerus sampai tingkat kehalusan tertentu lalu didespersikan ke medium Ex : pembuatan sol belerang 2. Cara peptisasi : Endapan dipecah dengan zat pemecah mjd partikel koloid Ex : Agar-agar dipeptisasi dg air B. Cara Dispersi
  • 41.
    3. Cara BusurBredig ( Elektrodispersi) hanya untuk membuat sol logam • Proses : – Logam dicelupkan ke dalam medium disperrsi – Kedua ujung elekroda dialiri listrik – Shg uap logam yang timbul akan terdispersi ke medium dan mengalami kondensasi mjd koloid 4. Cara Homogenisasi Dipakai untuk membuat emulsi B. Cara Dispersi
  • 43.
    Contoh : sabun,detergen Molekul sabun( Natrium Stearat ) terdiri dari : Kepala atau bagian polar bersifat hidrofilik. Ekor atau nonpolar bersifat hidrofobik. C. Koloid Asosiasi Suka air / Hidrofilik Benci air / Hidrofobik Ekor Kepala O CH3-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-- C-O-Na+
  • 44.
    Koloid Asosisasi 1 2 KotoranterangkatMolekul deterjen menempel
  • 45.
  • 46.
  • 47.
    • Air sungaidi endapkan lumpurnya lalu tambahkan tawas / Al2(SO4)3 dan gas klorin / kaporit. • Fungsi tawas : menggumpalkan lumpur koloid shg mudah disaring Membentuk koloid Al(OH)3 yang dapat mengadsorbsi zat pencemar dan mengendapkannya • fungsi kaporit : pembasmi kuman
  • 48.
    Koagulasi • Koagulasi adalahpenggumpalan partikel koloid sehingga membentuk endapan karena kerusakan stabilitas sistem koloid Fe(OH)2 + + + + + - - - - - -
  • 49.
    Air disaring dengansaringan yang terdiri dari lapisan kerikil dan pasir Penyaringan
  • 50.
    • Penyerapan dilakukanoleh Al(OH)3 dan karbon aktif • Fungsi karbon aktif yaitu menghilangkan bau, warna, rasa, dan zat-zat kimia. Proses Adsorbsi
  • 51.
    Air yang sudahcukup bersih ditambahkan kapur untuk menaikkan Ph dan gas Klorin guna mematikan hama Proses Disinfeksi