[email_address]  SISTEM KOLOID OLEH : MARIA EFANDA / A1F006008 KOLOID
Materi Pokok Sistem Koloid SISTEM KOLOID Sistem Koloid  adalah suatu bentuk campuran yang keadaannya terletak antara larutan dan suspensi (campuran kasar) Sistem Koloid ini mempunyai sifat-sifat khas yang berbeda dari sifat larutan atau suspensi Pengertian Pembuatan koloid KOLOID Sifat  Koloid Aplikasi Koloid Larutan Suspensi    χ
Materi Pokok Sistem Koloid SISTEM KOLOID Ukuran partikel koloid berkisar 1  nm  sampai 100  nm Ukuran Koloid Pembuatan koloid KOLOID Suspensi > 100  nm Koloid 1 s.d. 100  nm Larutan Sejati < 1  nm Sifat  Koloid Aplikasi    χ
Dispersi : penyebaran merata 2 fase(fase terdispersi dan medium terdispersi) Sistem dispersi :  larutan Dispersi halus (koloid) s uspensi Close info exit Fase terdispersi adalah : Zat yang terdispersikan. misal ( kanji) Medium pendispersi : Medium yang digunakan untuk mendispersi. misal ( Air )
Perbandingan  larutan No Larutan Koloid Suspensi 1 Satu fase 2 fase 2 fase 2 Stabil Umumnya stabil Tidak stabil 3 Tdk dapat disaring Tidak dapat disaring Dapat disaring 4 Homogen Tampak homogen Heterogen 5 Ukuran partikel < 1 nm Ukuran partikel 1 – 100 nm  Ukuran partikel >100 nm 6 jernih Agak keruh keruh Ex Larutan gula,  larutan cuka Sabun, susu Campuran air dan pasir
3.  Jenis jenis koloid  No Jenis Koloid Fase terdispersi Medium Pendispersi Contoh 1 Aerosol (padat) Padat Gas  Asap,debu 2 Sol Padat Cair  Agar agar , cat, kanji, tinta 3 Sol padat Padat Padat Kaca berwarna ,paduan logam 3 Emulsi Cair  Cair  Susu, santan 5 Aerosol (cair) Cair Gas Kabut, awan 6 Emulsi padat Cair  Padat  Keju, mentega, mutiara 7 Buih / busa Gas  Cair  Krim kocok, Busa sabun 8 Busa padat Gas Padat Karet busa, Batu apung
Materi Pokok SISTEM KOLOID Aerosol  adalah sistem Koloid dari partikel padat atau cair yang terdispersi dalam gas. Produk yang dibuat dalam bentuk aerosol antara lain semprot rambut, cat semprot, parfum dan obat nyamuk. Aerosol Obat anti nyamuk semprot merupakan aerosol Sistem Koloid Pembuatan koloid KOLOID Sifat  Koloid Aplikasi    χ
Materi Pokok SISTEM KOLOID Sol   adalah  Sistem Koloid dari partikel padat yang terdispersi dalam zat cair. Koloid jenis sol banyak ditemukan dalam kehidupan sehari-hari maupun Industri Contoh : air sungai, sol sabun, sel detergent, sol kanji, tinta tulis dan cat Sol Air sungai dan Air Kanji adalah Sol Sistem Koloid Pembuatan koloid KOLOID Sifat  Koloid Aplikasi    χ
Materi Pokok SISTEM KOLOID Emulsi   adalah sistem koloid dari zat cair yang terdispersi dalam zat cair. Syarat terjadinya emulsi adalh kedua jenis zat cair tidak saling melarutkan. Untuk membentuk emulsi diperlukan emulgator. Air dan minyak diperlukan suatu sabun atau detergent sebagi emulgator. Sedangkan susu emulgatornya adalah kasein Emulsi Susu adalah emulsi antara air dengan lemak  dan kasein sebagai emulgator Sistem Koloid Pembuatan koloid KOLOID Sifat  Koloid Aplikasi    χ
Materi Pokok SISTEM KOLOID Buih   adalah sistem Koloid  dari gas yang terdispersi dalam zat cair, untuk menstabilkan buih diperlukan pembuih berupa sabun atau detergent . Buih dapat dibuat dengan suatu gas kedalam zat cair yang mengandung pembuih   Buih Buih sabun Sistem Koloid Pembuatan koloid KOLOID Sifat  Koloid Aplikasi    χ
Materi Pokok SISTEM KOLOID Gel   adalah koloid setengah kaku. Gel dapat terbentuk dari suatu sol yang zat terdispersinya mengadsorbsi medium dispersinya sehingga terjadi koloid yang agak padat Contoh gel adalah agar-agar, lem kanji, selai, gelatin, gel sabun dan gel silika Gel Bahan Kosmetik Mayonaise Sistem Koloid Pembuatan koloid KOLOID Sifat  Koloid Aplikasi    χ
Materi Pokok Sifat  Koloid SIFAT  KOLOID Efek Tyndall,  Efek Tyndall adalah efek  penghamburan cahaya oleh partikel koloid .  Efek Tyndall merupakan salah satu cara yang sederhana untuk mengetahui suatu dispersi itu merupakan koloid atau bukan   Effek Tyndall Cahaya Koloid Layar Pembuatan koloid KOLOID Sistem Koloid Aplikasi    χ
Materi Pokok SIFAT  KOLOID Gerak Brown,  Gerak zig-zag atau gerak acak pada koloid disebut gerak Brown, sesuai dengan nama penemunya seorang ahli Biologi Robert Brown.  Makin tinggi suhu makin cepat gerak Brown  Gerak Brown Sifat  Koloid karena energi kinetik molekul medium pendispersi meningkat sehingga menghasilkan tumbukan yang lebih kuat. Gerak Brown merupakan salah satu faktor yang menstabilkan koloid, karena bergerak terus-menerus maka partikel koloid dapat mengimbangi gaya grafitasi sehingga tidak mengendap. Gerak Brown Pembuatan koloid KOLOID Sistem Koloid Aplikasi    χ
Materi Pokok SIFAT  KOLOID Elektroforesa ,   Peristiwa pergerakan partikel koloid yang bermuatan ke salah satu elektroda.  Koloid bermuatan negatif akan bergerak ke anode (elektroda positif). sedangkan koloid yang bermuatan positif  Elektroforesa - - - - - - - - - - - Kutub ( - ) Kutub ( + ) Koloid yang bermuatan negatif menuju kutub positip Sifat  Koloid bergerak ke katode (elektrode negatif) sehingga elektroforesis dapat digunakan untuk menentukan jenis muatan koloid.  Pembuatan koloid KOLOID (+) (-) Sistem Koloid Aplikasi    χ
Materi Pokok SIFAT  KOLOID Sol Fe(OH) 3  Mengabsorbsi ion (+) Adsorbsi Sifat  Koloid Adsorbsi  adalah peristiwa penyerapan suatu molekul atau ion pada permukaan suatu zat.  Partikel koloid mempunyai kemampuan untuk menyerap ion atau muatan listrik pada permukaannya sehingga partikel koloid menjadi bermuatan listrik.  Contoh sol Fe(OH) 3  dalam air mengadsorbsi ion positif sehingga menjadi Koloid bermuatan positif   Pembuatan koloid KOLOID Sistem Koloid Aplikasi    χ
Materi Pokok SIFAT  KOLOID Sol Arsen Sulfida  atau  As 2 S 3  mengadsorbsi ion negatif sehingga menjadi suatu Koloid bermuatan negatif . Sifat adsorbsi dari koloid ini digunakan dalam berbagai proses yang antara lain :   Sol  As 2 S 3  mengadsorbsi ion ( - ) Sifat  Koloid Menjernihkan air dengan tawas K Al (SO 4 ) 2 . 24 H 2 O  Menjernihkan larutan gula atau larutan garam Menghilangkan bau badan Penyembuhan sakit perut dengan norit Pembuatan koloid KOLOID Sistem Koloid Aplikasi    χ
Materi Pokok SIFAT  KOLOID Koagulasi yang disebabkan penambahan elektrolit Koagulasi Sifat  Koloid Koagulasi adalah penggumpalan partikel koloid dan membentuk endapan. Dengan terjadinya endapan berarti zat terdispersi tidak lagi membentuk koloid. Koagulasi dapat terjadi secara fisik seperti  pemanasan, pendinginan, pengadukan atau secara kimia seperti penambahan elektrolit, pencampuran koloid yang berbeda muatan.  Contoh proses Koagulasi antara lain : pembentukan delta di muara sungai dan pengendapan lumpur pada penjernihan air Pembuatan koloid KOLOID Sistem Koloid Aplikasi    χ
Materi Pokok SIFAT  KOLOID Sifat  Koloid Koloid liofil  yaitu koloid yang senang cairan (bahasa Yunani  lyo  = cairan ;  philia  = senang). Partikel koloid akan mengadsorbsi molekul cairan, sehingga terbentuk selubung di sekeliling partikel koloid.  Jika medium pendispersinya air maka disebut dengan hidrofil (senang air).  Contoh koloid liofil  adalah sabun, detergen,kanji, protein dan agar-agar.  Agar-agar termasuk Koloid Liofil Pembuatan koloid KOLOID Sistem Koloid Aplikasi    χ
Materi Pokok SIFAT  KOLOID Koloid liofob  yaitu koloid yang benci cairan ( phobia  = benci).  Partikel koloid tidak mengadsorbsi molekul cairan. Jika mediumnya air maka disebut dengan hidrofob (benci air).  Sol Fe(OH) 3  termasuk Koloid Liofob LIOFOB Sifat  Koloid Contoh koloid hidrofob: sol belerang, sol Besi (III)  Hidroksida atau Fe(OH) 3 , dan beberapa  sol logam   Pembuatan koloid KOLOID Sistem Koloid Aplikasi    χ
Koloid liofil Koloid liofob Stabil pada konsentrasi relatif besar Stabil pada konsentrasi rendah Memberikan efek tyndal kurang jelas Memberikan efek tyndal yang sangat jelas Bersifat reversibel Bersifat ireversibel Mengadsorpsi medium pendispersinya Tidak mengadsorpsi medium pendispersinya Kekentalan tinggi Kekentalan rendah
Materi Pokok SIFAT  KOLOID Dialisa   atau disebut   Pemurnian koloid  atau menghilangkan ion-ion pengganggu dari sitem koloid. Dialisis dilakukan dengan menempatkan Dialisa Sifat  Koloid kantong  semi permiabel  yang berisi koloid dalam air yang mengalir sehingga ion-ion pengganggu dapat melewati lapisan semi permiabel dan ikut aliran air.  Proses Dialisa Pembuatan koloid KOLOID Sistem Koloid Aplikasi    χ
Materi Pokok PEMBUATAN KOLOID Dispersi Sifat  Koloid Dengan jalan menggerus partikel kasar sampai terbentuk partikel berukuran koloid, lalu didispersikan kedalam medium pendispersinya, misalnya : serbuk belerang digerus dengan gula berkali-kali, lalu didispersikan kedalam air sehingga terbentuk sol belarang Cara Mekanik Pembuatan koloid Cara Peptisasi Dengan jalan menambahkan zat pemecah/peneptisasi kedalam suatu endapan, sehingga endapan itu pecah menjadi partikel-partikel koloid. Misalnya : penambahan AlCl 3  pada endapan Al(OH) 3  akan menghasilkan sol Al(OH) 3   KOLOID Sistem Koloid Aplikasi    χ
Materi Pokok PEMBUATAN KOLOID Sifat  Koloid Digunakan untuk memperoleh sol logam. Logam yang akan dibuat koloid,  digunakan sebagai elektroda yang dicelupkan kedalam medium dispersi dan ujung yang lain dihubungkan dengan sumber arus listrik, panas yang timbul akan menguapkan logam, dan uap itu terdispersi kedalam air dalam bentuk partikel koloid yang halus dan terbentuklah sol logam. Cara busur bredig Pembuatan koloid Kondensasi Misalnya sol Fe(OH) 3  dapat dibuat dengan menambahkan larutan FeCl 3  kedalam air mendidih FeCl 3 (aq) + 3H 2 O(l)    Fe(OH) 3  + 3HCl(aq) Dengan reaksi hidrolisis KOLOID Sistem Koloid Aplikasi    χ
Materi Pokok PEMBUATAN KOLOID Sifat  Koloid Pembuatan koloid Misalnya sol emas dapat dibuat dengan mereaksikan larutan AuCl3 dengan larutan besi (II) sulfat AuCl 2 (aq) + 3FeSO 4 (aq)    Au(koloid) + Fe 2 (SO4) 3 (aq) + FeCl 3 (aq) Dengan reaksi redoks Misalnya kalsium asetat mudah larut dalam air, tapi sukar larut dalam alkohol, oleh karena itu kalsium asetat dilarutkan dulu kedalam air, baru dicampurkan kedalam alkohol, sehingga terbentuk gel Penggantian pelarut KOLOID Sistem Koloid Aplikasi    χ
Materi Pokok PEMBUATAN KOLOID Sifat  Koloid Pembuatan koloid Misalnya larutan encer AgNO 3  dicampurkan dengan larutan encer HCl AgNO 3 (aq) + HCl(aq)    AgCl(koloid) + HNO 3 (aq) Mencampurkan larutan-larutan encer KOLOID Sistem Koloid Aplikasi    χ
Materi Pokok Aplikasi APLIKASI KOLOID + + + + + + + _ _ _ _ _ _ _ _ Arus Listrik Pengendap Cottrel Asap pabrik sebelum meninggalkan cerobong asap dialirkan melalui elemen yang beraliran Listrik tegangan tinggi, sehingga ion-ion pengotor mengendap Pengendap Cottrel Endapan Gas Buang Udara Bersih Pembuatan koloid KOLOID Sifat  Koloid Sistem Koloid    χ
Materi Pokok APLIKASI KOLOID Pengolahan Air Bersih Pengolahan air sungai menjadi air bersih dengan tahap Filtrasi, Sedimentasi, Disinfektasi dan yang terakhir adalah Aerasi Aplikasi KOLOID Stasiun Pompa Akselelator Saringan Pasir Siphon Lumpur Stasiun Distribusi Klorin Tawas Reservoir Air Sifat  Koloid Sistem Koloid    χ
Materi Pokok APLIKASI KOLOID Pengolahan Air Sederhana,  Susunan alat penyaring air sederhana, yang dapat digunakan untuk menyaring air sumur yang keruh, dimana penyaring tersebut terdiri dari pasir, kerikil, ijuk dan ditambah sedikit tawas Pengolahan Air sederhana Aplikasi Pembuatan koloid KOLOID Sifat  Koloid Sistem Koloid    χ
Materi Pokok APLIKASI KOLOID Proses Cuci Darah ,  Orang yang menderita gagal Ginjal dapat menjalani proses “cuci darah” atau hemodialisa, dimana fungsi ginjal diganti oleh suatu mesin dialisator Proses Hemodialisa ( Cuci Darah) Darah minus produk buangan kembali ke pasien Dialisat + Produk buangan Darah dari Pasien Dialisat segar masuk Pasien Gagal Ginjal Aplikasi Pembuatan koloid KOLOID Sifat  Koloid Sistem Koloid    χ
Penggunaan koloid 1.  Kosmetik : Krim, Lotion, Haircream, Gel, dll
Penggunaan koloid Makanan : es krim, mayonase, agar-agar, susu, santan, sirup, dll exit
Penggunaan koloid Farmasi  : krim penyakit kulit, sirup obat, minyak ikan. exit

Koloid

  • 1.
    [email_address]  SISTEMKOLOID OLEH : MARIA EFANDA / A1F006008 KOLOID
  • 2.
    Materi Pokok SistemKoloid SISTEM KOLOID Sistem Koloid adalah suatu bentuk campuran yang keadaannya terletak antara larutan dan suspensi (campuran kasar) Sistem Koloid ini mempunyai sifat-sifat khas yang berbeda dari sifat larutan atau suspensi Pengertian Pembuatan koloid KOLOID Sifat Koloid Aplikasi Koloid Larutan Suspensi    χ
  • 3.
    Materi Pokok SistemKoloid SISTEM KOLOID Ukuran partikel koloid berkisar 1 nm sampai 100 nm Ukuran Koloid Pembuatan koloid KOLOID Suspensi > 100 nm Koloid 1 s.d. 100 nm Larutan Sejati < 1 nm Sifat Koloid Aplikasi    χ
  • 4.
    Dispersi : penyebaranmerata 2 fase(fase terdispersi dan medium terdispersi) Sistem dispersi : larutan Dispersi halus (koloid) s uspensi Close info exit Fase terdispersi adalah : Zat yang terdispersikan. misal ( kanji) Medium pendispersi : Medium yang digunakan untuk mendispersi. misal ( Air )
  • 5.
    Perbandingan larutanNo Larutan Koloid Suspensi 1 Satu fase 2 fase 2 fase 2 Stabil Umumnya stabil Tidak stabil 3 Tdk dapat disaring Tidak dapat disaring Dapat disaring 4 Homogen Tampak homogen Heterogen 5 Ukuran partikel < 1 nm Ukuran partikel 1 – 100 nm Ukuran partikel >100 nm 6 jernih Agak keruh keruh Ex Larutan gula, larutan cuka Sabun, susu Campuran air dan pasir
  • 6.
    3. Jenisjenis koloid No Jenis Koloid Fase terdispersi Medium Pendispersi Contoh 1 Aerosol (padat) Padat Gas Asap,debu 2 Sol Padat Cair Agar agar , cat, kanji, tinta 3 Sol padat Padat Padat Kaca berwarna ,paduan logam 3 Emulsi Cair Cair Susu, santan 5 Aerosol (cair) Cair Gas Kabut, awan 6 Emulsi padat Cair Padat Keju, mentega, mutiara 7 Buih / busa Gas Cair Krim kocok, Busa sabun 8 Busa padat Gas Padat Karet busa, Batu apung
  • 7.
    Materi Pokok SISTEMKOLOID Aerosol adalah sistem Koloid dari partikel padat atau cair yang terdispersi dalam gas. Produk yang dibuat dalam bentuk aerosol antara lain semprot rambut, cat semprot, parfum dan obat nyamuk. Aerosol Obat anti nyamuk semprot merupakan aerosol Sistem Koloid Pembuatan koloid KOLOID Sifat Koloid Aplikasi    χ
  • 8.
    Materi Pokok SISTEMKOLOID Sol adalah Sistem Koloid dari partikel padat yang terdispersi dalam zat cair. Koloid jenis sol banyak ditemukan dalam kehidupan sehari-hari maupun Industri Contoh : air sungai, sol sabun, sel detergent, sol kanji, tinta tulis dan cat Sol Air sungai dan Air Kanji adalah Sol Sistem Koloid Pembuatan koloid KOLOID Sifat Koloid Aplikasi    χ
  • 9.
    Materi Pokok SISTEMKOLOID Emulsi adalah sistem koloid dari zat cair yang terdispersi dalam zat cair. Syarat terjadinya emulsi adalh kedua jenis zat cair tidak saling melarutkan. Untuk membentuk emulsi diperlukan emulgator. Air dan minyak diperlukan suatu sabun atau detergent sebagi emulgator. Sedangkan susu emulgatornya adalah kasein Emulsi Susu adalah emulsi antara air dengan lemak dan kasein sebagai emulgator Sistem Koloid Pembuatan koloid KOLOID Sifat Koloid Aplikasi    χ
  • 10.
    Materi Pokok SISTEMKOLOID Buih adalah sistem Koloid dari gas yang terdispersi dalam zat cair, untuk menstabilkan buih diperlukan pembuih berupa sabun atau detergent . Buih dapat dibuat dengan suatu gas kedalam zat cair yang mengandung pembuih Buih Buih sabun Sistem Koloid Pembuatan koloid KOLOID Sifat Koloid Aplikasi    χ
  • 11.
    Materi Pokok SISTEMKOLOID Gel adalah koloid setengah kaku. Gel dapat terbentuk dari suatu sol yang zat terdispersinya mengadsorbsi medium dispersinya sehingga terjadi koloid yang agak padat Contoh gel adalah agar-agar, lem kanji, selai, gelatin, gel sabun dan gel silika Gel Bahan Kosmetik Mayonaise Sistem Koloid Pembuatan koloid KOLOID Sifat Koloid Aplikasi    χ
  • 12.
    Materi Pokok Sifat Koloid SIFAT KOLOID Efek Tyndall, Efek Tyndall adalah efek penghamburan cahaya oleh partikel koloid . Efek Tyndall merupakan salah satu cara yang sederhana untuk mengetahui suatu dispersi itu merupakan koloid atau bukan Effek Tyndall Cahaya Koloid Layar Pembuatan koloid KOLOID Sistem Koloid Aplikasi    χ
  • 13.
    Materi Pokok SIFAT KOLOID Gerak Brown, Gerak zig-zag atau gerak acak pada koloid disebut gerak Brown, sesuai dengan nama penemunya seorang ahli Biologi Robert Brown. Makin tinggi suhu makin cepat gerak Brown Gerak Brown Sifat Koloid karena energi kinetik molekul medium pendispersi meningkat sehingga menghasilkan tumbukan yang lebih kuat. Gerak Brown merupakan salah satu faktor yang menstabilkan koloid, karena bergerak terus-menerus maka partikel koloid dapat mengimbangi gaya grafitasi sehingga tidak mengendap. Gerak Brown Pembuatan koloid KOLOID Sistem Koloid Aplikasi    χ
  • 14.
    Materi Pokok SIFAT KOLOID Elektroforesa , Peristiwa pergerakan partikel koloid yang bermuatan ke salah satu elektroda. Koloid bermuatan negatif akan bergerak ke anode (elektroda positif). sedangkan koloid yang bermuatan positif Elektroforesa - - - - - - - - - - - Kutub ( - ) Kutub ( + ) Koloid yang bermuatan negatif menuju kutub positip Sifat Koloid bergerak ke katode (elektrode negatif) sehingga elektroforesis dapat digunakan untuk menentukan jenis muatan koloid. Pembuatan koloid KOLOID (+) (-) Sistem Koloid Aplikasi    χ
  • 15.
    Materi Pokok SIFAT KOLOID Sol Fe(OH) 3 Mengabsorbsi ion (+) Adsorbsi Sifat Koloid Adsorbsi adalah peristiwa penyerapan suatu molekul atau ion pada permukaan suatu zat. Partikel koloid mempunyai kemampuan untuk menyerap ion atau muatan listrik pada permukaannya sehingga partikel koloid menjadi bermuatan listrik. Contoh sol Fe(OH) 3 dalam air mengadsorbsi ion positif sehingga menjadi Koloid bermuatan positif Pembuatan koloid KOLOID Sistem Koloid Aplikasi    χ
  • 16.
    Materi Pokok SIFAT KOLOID Sol Arsen Sulfida atau As 2 S 3 mengadsorbsi ion negatif sehingga menjadi suatu Koloid bermuatan negatif . Sifat adsorbsi dari koloid ini digunakan dalam berbagai proses yang antara lain : Sol As 2 S 3 mengadsorbsi ion ( - ) Sifat Koloid Menjernihkan air dengan tawas K Al (SO 4 ) 2 . 24 H 2 O Menjernihkan larutan gula atau larutan garam Menghilangkan bau badan Penyembuhan sakit perut dengan norit Pembuatan koloid KOLOID Sistem Koloid Aplikasi    χ
  • 17.
    Materi Pokok SIFAT KOLOID Koagulasi yang disebabkan penambahan elektrolit Koagulasi Sifat Koloid Koagulasi adalah penggumpalan partikel koloid dan membentuk endapan. Dengan terjadinya endapan berarti zat terdispersi tidak lagi membentuk koloid. Koagulasi dapat terjadi secara fisik seperti pemanasan, pendinginan, pengadukan atau secara kimia seperti penambahan elektrolit, pencampuran koloid yang berbeda muatan. Contoh proses Koagulasi antara lain : pembentukan delta di muara sungai dan pengendapan lumpur pada penjernihan air Pembuatan koloid KOLOID Sistem Koloid Aplikasi    χ
  • 18.
    Materi Pokok SIFAT KOLOID Sifat Koloid Koloid liofil yaitu koloid yang senang cairan (bahasa Yunani lyo = cairan ; philia = senang). Partikel koloid akan mengadsorbsi molekul cairan, sehingga terbentuk selubung di sekeliling partikel koloid. Jika medium pendispersinya air maka disebut dengan hidrofil (senang air). Contoh koloid liofil adalah sabun, detergen,kanji, protein dan agar-agar. Agar-agar termasuk Koloid Liofil Pembuatan koloid KOLOID Sistem Koloid Aplikasi    χ
  • 19.
    Materi Pokok SIFAT KOLOID Koloid liofob yaitu koloid yang benci cairan ( phobia = benci). Partikel koloid tidak mengadsorbsi molekul cairan. Jika mediumnya air maka disebut dengan hidrofob (benci air). Sol Fe(OH) 3 termasuk Koloid Liofob LIOFOB Sifat Koloid Contoh koloid hidrofob: sol belerang, sol Besi (III) Hidroksida atau Fe(OH) 3 , dan beberapa sol logam Pembuatan koloid KOLOID Sistem Koloid Aplikasi    χ
  • 20.
    Koloid liofil Koloidliofob Stabil pada konsentrasi relatif besar Stabil pada konsentrasi rendah Memberikan efek tyndal kurang jelas Memberikan efek tyndal yang sangat jelas Bersifat reversibel Bersifat ireversibel Mengadsorpsi medium pendispersinya Tidak mengadsorpsi medium pendispersinya Kekentalan tinggi Kekentalan rendah
  • 21.
    Materi Pokok SIFAT KOLOID Dialisa atau disebut Pemurnian koloid atau menghilangkan ion-ion pengganggu dari sitem koloid. Dialisis dilakukan dengan menempatkan Dialisa Sifat Koloid kantong semi permiabel yang berisi koloid dalam air yang mengalir sehingga ion-ion pengganggu dapat melewati lapisan semi permiabel dan ikut aliran air. Proses Dialisa Pembuatan koloid KOLOID Sistem Koloid Aplikasi    χ
  • 22.
    Materi Pokok PEMBUATANKOLOID Dispersi Sifat Koloid Dengan jalan menggerus partikel kasar sampai terbentuk partikel berukuran koloid, lalu didispersikan kedalam medium pendispersinya, misalnya : serbuk belerang digerus dengan gula berkali-kali, lalu didispersikan kedalam air sehingga terbentuk sol belarang Cara Mekanik Pembuatan koloid Cara Peptisasi Dengan jalan menambahkan zat pemecah/peneptisasi kedalam suatu endapan, sehingga endapan itu pecah menjadi partikel-partikel koloid. Misalnya : penambahan AlCl 3 pada endapan Al(OH) 3 akan menghasilkan sol Al(OH) 3 KOLOID Sistem Koloid Aplikasi    χ
  • 23.
    Materi Pokok PEMBUATANKOLOID Sifat Koloid Digunakan untuk memperoleh sol logam. Logam yang akan dibuat koloid, digunakan sebagai elektroda yang dicelupkan kedalam medium dispersi dan ujung yang lain dihubungkan dengan sumber arus listrik, panas yang timbul akan menguapkan logam, dan uap itu terdispersi kedalam air dalam bentuk partikel koloid yang halus dan terbentuklah sol logam. Cara busur bredig Pembuatan koloid Kondensasi Misalnya sol Fe(OH) 3 dapat dibuat dengan menambahkan larutan FeCl 3 kedalam air mendidih FeCl 3 (aq) + 3H 2 O(l)  Fe(OH) 3 + 3HCl(aq) Dengan reaksi hidrolisis KOLOID Sistem Koloid Aplikasi    χ
  • 24.
    Materi Pokok PEMBUATANKOLOID Sifat Koloid Pembuatan koloid Misalnya sol emas dapat dibuat dengan mereaksikan larutan AuCl3 dengan larutan besi (II) sulfat AuCl 2 (aq) + 3FeSO 4 (aq)  Au(koloid) + Fe 2 (SO4) 3 (aq) + FeCl 3 (aq) Dengan reaksi redoks Misalnya kalsium asetat mudah larut dalam air, tapi sukar larut dalam alkohol, oleh karena itu kalsium asetat dilarutkan dulu kedalam air, baru dicampurkan kedalam alkohol, sehingga terbentuk gel Penggantian pelarut KOLOID Sistem Koloid Aplikasi    χ
  • 25.
    Materi Pokok PEMBUATANKOLOID Sifat Koloid Pembuatan koloid Misalnya larutan encer AgNO 3 dicampurkan dengan larutan encer HCl AgNO 3 (aq) + HCl(aq)  AgCl(koloid) + HNO 3 (aq) Mencampurkan larutan-larutan encer KOLOID Sistem Koloid Aplikasi    χ
  • 26.
    Materi Pokok AplikasiAPLIKASI KOLOID + + + + + + + _ _ _ _ _ _ _ _ Arus Listrik Pengendap Cottrel Asap pabrik sebelum meninggalkan cerobong asap dialirkan melalui elemen yang beraliran Listrik tegangan tinggi, sehingga ion-ion pengotor mengendap Pengendap Cottrel Endapan Gas Buang Udara Bersih Pembuatan koloid KOLOID Sifat Koloid Sistem Koloid    χ
  • 27.
    Materi Pokok APLIKASIKOLOID Pengolahan Air Bersih Pengolahan air sungai menjadi air bersih dengan tahap Filtrasi, Sedimentasi, Disinfektasi dan yang terakhir adalah Aerasi Aplikasi KOLOID Stasiun Pompa Akselelator Saringan Pasir Siphon Lumpur Stasiun Distribusi Klorin Tawas Reservoir Air Sifat Koloid Sistem Koloid    χ
  • 28.
    Materi Pokok APLIKASIKOLOID Pengolahan Air Sederhana, Susunan alat penyaring air sederhana, yang dapat digunakan untuk menyaring air sumur yang keruh, dimana penyaring tersebut terdiri dari pasir, kerikil, ijuk dan ditambah sedikit tawas Pengolahan Air sederhana Aplikasi Pembuatan koloid KOLOID Sifat Koloid Sistem Koloid    χ
  • 29.
    Materi Pokok APLIKASIKOLOID Proses Cuci Darah , Orang yang menderita gagal Ginjal dapat menjalani proses “cuci darah” atau hemodialisa, dimana fungsi ginjal diganti oleh suatu mesin dialisator Proses Hemodialisa ( Cuci Darah) Darah minus produk buangan kembali ke pasien Dialisat + Produk buangan Darah dari Pasien Dialisat segar masuk Pasien Gagal Ginjal Aplikasi Pembuatan koloid KOLOID Sifat Koloid Sistem Koloid    χ
  • 30.
    Penggunaan koloid 1. Kosmetik : Krim, Lotion, Haircream, Gel, dll
  • 31.
    Penggunaan koloid Makanan: es krim, mayonase, agar-agar, susu, santan, sirup, dll exit
  • 32.
    Penggunaan koloid Farmasi : krim penyakit kulit, sirup obat, minyak ikan. exit